Build-(Vision-Day-2016)-by-Ps.-Jeffrey-Rachmat

Build (Vision Day 2016) by Ps. Jeffrey Rachmat

Kita mengambil tema Build setelah dipikirkan dan didoakan secara bersama-sama selama beberapa hari, dan bukan dilakukan secara asal-asalan. Saya juga terus berdoa supaya kita mempunyai gedung sendiri dan tidak perlu menyewa tetapi lebih daripada itu, bukan berarti kita tidak bisa membangun gereja dan kehidupan yang ada di sekeliling kita.

Apa yang mau kita bangun di tahun 2016?

Saya berdoa supaya bukan hanya kita bisa bangun sebuah organisasi, tetapi saya menemukan bahwa dalam membangun kehidupan seperti yang Tuhan mau.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, Hal pertama yang perlu dibangun yaitu Identitas.

1. Identitas Baru (Build our Identity)

Identitas ibaratnya lensa dimana kita melihat diri kita sendiri : siapa kita dan kalau kita tidak mengganti lensa yang kita punya dengan lensa Tuhan, maka sulit untuk kita bisa melakukan perkara yang gagah perkasa dan significant life. Karena dari identitas kita bisa mendapatkan self esteem (worth / harga diri), dan juga self-confidence.

Contoh simplenya – Ada banyak yang disuruh pimpin doa, dan saat itu juga langsung orang itu kehilangan gambar diri, padahal hanya disuruh berdoa saja, gimana kalau kemudian mau melakukan perkara besar? itu semua cara saudara melihat gambaran diri saudara. Sebelum kita bisa build kehidupan yang significant, kita harus selesaikan ini terlebih dahulu bersama dengan Tuhan.

Kita punya kecenderungan untuk memandang diri kita sendiri lebih kecil daripada cara Tuhan memandang kita. Contohnya ada dalam Musa yang punya isu identitas, dimana dia tidak melihat bahwa dirinya benar dan bisa membawa Israel keluar dari mesir.

Supporting Verse – Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” Keluaran 3:11 TB

Lalu kata Musa kepada Tuhan : “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.” Keluaran 4:10 TB

Hal yang sama juga terjadi kepada pemimpin bangsa israel disaat mereka disuruh mengintai, dan merasa diri mereka kecil. Hal ini mirip dengan situasi dimana banyak para Date Leader yang tidak mau mengambil kursi yang sudah disediakan untuk mereka disaat Sunday Service.

Supporting Verse – Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.” Bilangan 13:33 TB

Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.” Hakim-hakim 6:15 TB

2. Build our lives around God’s purpose and plan

Hal ini perlu ditaklukan agar kita bisa menikmati Janji Tuhan dalam hidup kita. Saya harap pada tahun ini sebagian dari kita bisa menaklukan hal ini agar kita bisa menuju ke step selanjutnya yang sudah Tuhan siapkan bagi hidup kita, to Build our lives around God’s Purpose and Plan. Generasi Bintang perlu punya identitas yang baru dan jelas untuk melakukan rencana Tuhan yang dikhususkan untuk mereka.

3. Build in Community

Kita ingin membangun semua itu di dalam suatu komunitas dan sebuah keluarga. Ayat dibawah ini adalah ayat yang melandasi tema kita tahun ini (Build).

Supporting Verse – Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. 1 Korintus 12:20-27 TB

Perhatikan bahwa ada kata yang berulang-ulang disebutkan di ayat itu, yaitu : “Dibutuhkan, Dihormati (terhornat, penghormatan) dan Diperhatikan (perhatian, memperhatikan).”

Dan ini hanya bisa kita lakukan apabila kita berada dalam sebuah komunitas. Setiap orang akan merasa dirinya lebih baik kalau dirinya dibutuhkan dan membutuhkan, dihormati, dan menghormati, diperhatikan dan memperhatikan.

Yang lemah bisa berguru kepada yang kuat, yang tidak berpengalaman bisa berguru pada yang berpengalaman, dengan demikian mereka bisa saling memperlengkapi satu sama lain. Ini semua kemudian akan membuat mereka untuk bertumbuh secara bersama-sama. Saya rindu agar orang-orang yang ada di business, entertainment, goverment dan lain-nya bisa membuat komunitas sendiri yang kemudian bisa saling menguatkan satu dengan yang lain.

4. Build in Unity

Ini yang penting, karena ini semua dikatakan supaya tidak ada perpecahan di antara mereka. Challenge kita adalah untuk menjaga kesatuan ini.

Unity is the key for existence, segala sesuatu yang pecah tidak akan exist.

Sama seperti pernikahan, kalau tidak ada aspek unity, maka pernikahan itu tidak akan ada lagi. KIta perlu ada identitas yang baru, dan untuk ada didalam itu kita perlu keberadaan orang lain, dan yang lemah bisa diajaarkan dan dikuatkan oleh yang kuat di dalam suatu komunitas, dan pada akhirnya itu menjadi satu kesatuan dan kesatuan-lah yang membuat Tubuh Kristus (Body of Christ) menjadi nyata.

Happy Volunteers / Vision Day 2016!<