316notes-image gambar diri

Image

Apa yang ada di pikiran kita disaat kita berpikir soal “Image”?

Image ini penting, terutama di dalam membangun suatu hubungan, menjadi jembatan, sangat krusial untuk mempunyai image yang benar akan diri kita sendiri sebelum kita bisa berdampak bagi orang lain.

Bicara soal Image, Kita semua pasti pernah melalui banyak musim yang tidak ideal di dalam hidup, mungkin ada yang pernah ditipu, disakiti, dikecewakan oleh orang di sekeliling kita.

Seringkali kita mendengar bahwa jawaban dari semua masalah kita adalah Yesus. “Jesus is the Answer” – It is true, but How? penting bagi kita sebagai orang percaya untuk tetap membumi, dan bisa memberikan relevancy antara statement ini dengan hidup kita.

Opening Verse – I praise you because I am fearfully and wonderfully made; your works are wonderful, I know that full well.

We are wonderfully complex. No flaws in me is shameful or sinful. 

Seperti yang Ps. Rick Godwin sudah share minggu lalu, Ada beberapa faktor yang tidak bisa kita pilih, dan sudah kita warisi dalam hidup kita (orang tua, kebangsaan, talent), dan hal-hal ini bisa membentuk identitas hidup kita :

Chemistry – This is how we are born and wired biologically. Beberapa dari kita mempunyai biological and chemical deficiencies, dan ini menyebabkan masalah fisik, emosional dan mental bagi diri kita.

Contoh : Bagi orang yang punya penyakit low thyroid, mereka bisa coba untuk nge-gym dan ikutan komunitas sports se-active mungkin, tetapi mereka akan tetap merasa lemas dan kurang energi karena tiroid mereka rendah. Ada juga orang yang secara genetik kekurangan kalsium, dan itu akan berefek ke pertumbuhan tulang mereka.

Side Notes – Chemical Oxytocin – Aku juga perlu share mengenai “Love Chemical” yang bernama Oxytocin. Ini dinamakan Chemical yang bisa membangun bonds dan connections dengan orang lain. Oxytocin dilepaskan kepada ibu dan anak-nya disaat dia menyusui bayi. Hal ini juga terjadi disaat pria dan wanita melakukan hubungan seksual.

Hal ini menjadi menjadi sangat masuk akal untuk saya karena sejujurnya dan saya malu akan hal ini, saya pernah melakukan hubungan yang cukup intim dengan teman saya dulu, dan saya sering bertanya, mengapa meski kami berdua sudah berkomitmen untuk hanya melakukan ini tanpa status, tetapi saya dan dia masih merasakan ada kedekatan secara emosional, dan hal ini menyebabkan adanya kepahitan dan perasaan sakit yang ada di antara kami berdua.

Karena itu Tuhan tidak memperkenankan adanya hubungan diluar nikah, because Sex is not simply a physical issue, its an emotional and spiritual issue dan ada chemical oxytocin dalam hal ini. Karena itu luar biasa menurutku bagaimana Tuhan bisa membuat kita secara fisik, Seks sudah dibentuk dan dipersiapkan untuk melengkapi kehidupan pernikahan kita, so please use it accordingly.

Supporting Verse – tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu. 1 Korintus 7 : 1-5 TB

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Roma 12:1

Hidup adalah 10% Kejadian + 90% Response (Charles R. Swindoll, Penulis Buku Kristen The Grace Awakening)

Jika kita tidak bisa meresponi dengan baik akan kekurangan yang ada di dalam tubuh kita ini, kita akan menjadi kepahitan dan tidak mempunyai gambar diri yang sehat akan tubuh kita.

Di Dunia Psikologi, ada konsep DABDA, ini adalah stage-stage yang sering terjadi disaat kita mengalami suatu musibah, atau kejadian negatif seperti kematian. DABDA stands for Denial-Anger-Bargaining-Depression-Acceptance.

Aku melihat bahwa DABDA ini ga hanya mutlak terjadi di konteks kematian, tetapi hal ini juga bisa di-aplikasikan dalam kehidupan emotional. Moving on, atau sikap Content baru bisa terjadi disaat kita melalui fase Acceptance.

Sikap Acceptance membuat kita bisa terbuka dengan pola pikir lain ke arah yang lebih baik, Kita bisa belajar untuk melihat bahwa tubuh kita unik, dan belajar untuk merawat-nya dengan baik.

ddb68a56cc17f7006f62527a8575c33b.jpg

Saya pernah melihat ada sebuah jeans, yang mempunyai tag jeans yang interesting – This jeans has intentional flaws in order to make them unique. Hal yang sama juga berlaku dengan kita semua, our gen and chemistry has intentional flaws that make us unique!

Nick Vujicic was born with no arms and no legs. At age 10, he attempted suicide. But he made a conscious choice to “think outside the box.”. Mungkin bagi kita yang melihat dari luar, sangat sulit untuk berpikir secara positif disaat kita mengalami situasi seperti Nick, tetapi kita bisa melihat bagaimana satu keputusan yang benar, dan Pengharapan serta Iman akan Janji Tuhan bisa terjadi dan berbuah dalam hidup seorang Nick Vujicic, dan melalui kisah hidupnya, Ia bisa memuliakan Tuhan dan memberkati banyak orang.

9375a758e189264630baaa61a4d51fbb.jpg

Kisah seperti Nick menjelaskan bahwa kekurangan kita, baik dalam hal fisik ataupun pengalaman masa lalu yang negatif bisa digunakan untuk kemuliaan Tuhan, Add Purpose to your pain! There is a Glory behind every pain.

Our flaws also can be used for his purpose glory. Your greatest and most effective ministry often comes from your deepest hurts and pains – Ps. Rick Warren

Bagi kita yang pernah merasakan suatu kejadian negatif, mungkin hanya orang-orang tertentu yang bisa ber-empati dan menjangkau mereka, memberikan mereka harapan bahwa Harapan itu selalu ada, Kekuatan Doa itu nyata dan Healing is possible.

Hal ini menurutku yang bisa menjawab dan menjelaskan bahwa “Jesus is the answer” to their problems. Empati memupuk suatu hubungan, empathy is feeling with people, untuk bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Karena itulah, di Kelas COC, Kisah Sharing Tante Yanti sangat bisa memberkati kita semua, terutama orang-orang yang mengalami penderitaan penyakit karena dia sendiri telah melalui proses kesakitan itu.

Supporting Verse – Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib,supaya kita,yang telah mati terhadap dosa,hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurnya kamu telah sembuh (1 Petrus 2:24 TB)

Connections / Relationship – Kita adalah produk dari sebuah hubungan, terutama dari hubungan yang kita punya di awal hidup kita. Relasi dengan orang tua, dan orang terdekat kita bisa membentuk gambar diri kita.

Studies show that how you see yourself is largely determined how the most important people in your early life saw you.

Dalam hubungan dengan orang tua, Kita mendengar dan melihat pada masa kecil apa yang dilakukan oleh orang tua kita, dan karena semasa anak-anak, kita tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah, sehingga pesan dan pengalaman ini, baik positif ataupun negatif akan menjadi bagian dari diri kita dan kemudian membentuk pandangan tentang diri sendiri.

Mungkin ada yang punya pengalaman negatif semasa kecil dengan relasi family dan orang tua kita. Aku seringkali lihat, bahwa banyak orang yang memiliki gambar diri yang tidak sehat sekarang ini, terjadi karena hasil dari kumpulan pengalaman negatif yang mereka punya dengan orang tua mereka.

Dari pengalaman aku di counseling ministry, I found how deeply simple but hurtful words can wound a child and a person, You can scar them for years. Kata-kata kaya “you are not good enough”, “kamu gagal”, “kamu tidak sebaik adik/kakak-mu”, bisa membentuk pribadi diri seseorang.

But we can choose to heal and deepen our relationship / connections, salah satu caranya dengan cara pengampunan.

Forgiveness (Pengampunan) bukan ”one-time event” – Hal ini seringkali terjadi dalam hubungan dengan family, pasangan, siblings atau orang-orang terdekat dengan kita. Hidup penuh dengan yang namanya proses, Saya mengalami hal ini dalam hubungan dengan family, dimana ada kalanya kita harus melakukan proses pengampunan ini berulang kali, dan melalui proses itu, perlahan tapi pasti akan terlihat buah-nya.

Keretakan dalam hubungan dengan orang tua aku juga terjadi karena di awal saya menerima Tuhan, aku suka mengalami salah prioritas dalam konteks waktu pelayanan dan hubungan dengan keluarga, Ironis karena posisi aku yang mustinya menjadi garam dan terang dunia bisa tercapai dalam pelayanan, tetapi menjadi batu sandungan dalam hubungan dengan family.

Remember that God doesn’t call you in your ministry and leadership to destroy your marriage, health and life. Duty never conflicts – There’s a time to be a husband, daddy and a leader. You have to be able to say no and de-clutter. You control your schedule or someone else will.

Dalam hubungan dengan orang tua, saya belajar bahwa seringkali disaat kita mengalami suatu konflik dalam hubungan, pilihan kita hanya 2 : Berdoa dan Mencoba sebisa mungkin untuk mengubah orang tersebut, atau Menerima mereka apa ada-nya (acceptance).

Saya cukup yakin bahwa dalam rekonsiliasi dengan orang tua, acceptance adalah hal yang harus kita pilih, dan setelah saya memutuskan untuk mengampuni dan menerima, perubahan itu ga terjadi secara instant. Tetapi saya belajar bahwa perlu ada-nya baby step dari semua perubahan yang ingin kita lakukan. Disaat saya mulai menyempatkan diri untuk membagi waktu dengan orang tua, mencoba berkomunikasi meski tidak nyaman, Buahnya itu hanya masalah waktu.

Supporting Verse – Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia (Lukas 17:4)

Circumstances – The thing that happens to you, and around you. Hal seperti trauma, suffering, abuse,  rejection, shame, semua problem yang bisa membentuk diri kita.

Aku mengalami hal ini dalam soal rejection dalam konteks hubungan. Aku belajar bahwa dari semua kesakitan yang aku alami, kuncinya adalah pengampunan. disaat kita mau melepas pengampunan, itu ibaratnya kita melepaskan beban yang ada di hati.

Dalam suatu masalah dengan orang lain, disaat fokus kita hanya ada dalam “kesakitan” dan “hate”, kita tidak akan pernah merasa adanya damai sejahtera,
Kalau kita hanya fokuskan perhatian kepada kesakitan itu, ibaratnya seperti si pelaku telah menusuk kita dengan pisau, dan even setelah si pelaku sudah pergi dan hilang dari hidup kita, “pisau” itu masih menempel di tubuh kita, dan kita akan terus membawanya jika kita tidak lepaskan pengampunan.

Putuskan pengampunan, bukan karena mereka layak mendapatkan itu, tetapi lakukan itu untuk diri kita, agar kita bisa bebas dari rasa benci dan beban yang tidak berkesudahan.

How to Forgive? TIME is still the best answer, FORGIVENESS is still the best pain killer and GOD is still the best healer. I can choose to trust God, regardless of my circumstances.

Pencobaan datang untuk menguji kebenaran Firman Tuhan dalam hidup kita, bukan untuk menjatuhkan kita. Karena firman Tuhan berkata : Sakit pasti sembuh, lemah akan dikuatkan, miskin akan menjadi kaya. Bagian kita adalah menjalani proses pencobaan dengan langkah-langkah yang Tuhan sudah tetapkan.

Ilustrasi – Banjir (Jokes) atau Badai itu perlu ada, Untuk mengetahui fungsi dan purpose, kadang diperlukan adanya badai dalam hidup, Seperti hal-nya Pemrov DKI yang selama setahun mempersiapkan berbagai upaya untuk mencegah banjir, tetapi fungsi dan hasil-nya baru diketahui disaat hujan itu muncul.

Supporting Verse – Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat (2 Korintus 12:9-10 TB)

Consciousness – How you see yourself, and how our thoughts process works. Our habitual thoughts are our identity. Esensi antara pentingnya punya pikiran yang tepat akan hidup dijelaskan dengan baik melalui quote ini :

“Watch your thoughts, they become words; watch your words, they become actions; watch your actions, they become habits; watch your habits, they become character; watch your character, for it becomes your destiny.”

Semua response kita yang salah adalah hasil dari pikiran kita sendiri, karena itu hanya kitalah yang bisa mengubah tindakan kita.

Pikiran kita, sangat identik dengan kedua hal ini (Fear vs Faith), whats the difference? Fear and Faith BETI (beda tipis), mereka sama-sama membuat kita untuk percaya dengan hal yang tidak dapat kita lihat, bedanya adalah Fear akan membuat kita stop untuk melangkah sementara Faith akan membuat kita berani untuk melangkah.

Karena itu penting untuk mempunyai pikiran dan gambar diri yang benar, ini yang disebut sebagai gambaran diri yang positif , utuh dan realistis.

Contoh : Let’s say ada temen saya yang ingin menyemangati saya disaat saya merasa diri jelek, dan dia bilang saya berpnampilan menarik dan bisa jado model CK, dan tanpa pikir panjang, Saya jadi ingin melamar jadi model CK dan ditolak (Positif, utuh tetapi tidak realistis). Hal yang awalnya positif ini bisa menjadi batu sandungan pada akhirnya.

Supporting Verse – Rom 12:2 NLT—Don’t copy the behavior and customs of this world, but let God transform you into a new person by changing the way you think. Then you will learn to know God’s will for you, which is good and pleasing and perfect.

Mungkin saya tidak bisa memberikan empati kepada kalian semua, karena saya tidak pernah mengalami pengalaman-pengalaman negatif yang kalian punya. Tetapi Yesus mengerti.

Yesus pernah dibuang dan ditinggalkan sendirian (Markus 14:50), diabuse dan diperlakukan dengan semena-mena (John 18:23), difitnah (Matius 26:59), dihina dan dipermalukan  (Luke 22:64). Yesus mengerti, karena dia sudah melalui itu  semua, dia bisa tahu apa itu problem dan pencobaan yang kita derita, karena dia pernah mengalami itu semua.

Supporting Verse – Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai. Ibrani 2:18 TB

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Ibrani 4:15-16 TB

Jangan biarkan Satu kejadian, satu dosa, atau satu penolakan saja bisa mengubah perspective yang benar, padahal di mata tuhan kita tetaplah SAMA. Kita ini Mahal & Berharga, karena kita ditebus oleh Darah Kristus. Tidak ada seorang-pun yang di hadapan tuhan nilainya rendah, tidak peduli seberapa jauh KITA jatuh.

Ilustrasi – Uang seratus ribu, yang diinjak-injak, dan menjadi kotor & kusut. Tetapi saya yakin, setelah DATE jika saya tidak mengambilnya, akan ada sukarelawan yang dengan senang hati mengambilnya. Why? Karena harganya tetap sama!

Mungkin banyak di antara saudara yang merasa bahwa dirinya sudah jatuh karena pengalaman atau luka di masa lalu, tetapi di mata Tuhan, hargamu tetap sama.

Don’t let someone else opinion, masa lalu, penyakit, define who you are, Build your identity not from what others think about you but build your identity and life on what God says about you. You are fearfully and wonderfully made in God’s image, and thats what matters.