A New Way of Life By Ps. Jose Carol

JPCC Sutera Hall 2nd Service (14 April 2024)

Di semua campus JPCC, kita akan membahas tema baru yaitu “A New Way of Life” atau cara hidup yang baru. Minggu lalu kita belajar bahwa kekristenan bukanlah tentang Behavior Modification atau perubahan perilaku, tetapi adalah tentang Heart modification atau perubahan hati.

Meskipun perubahan perilaku itu baik dan penting, kita perlu masyarakat dan bangsa yang punya perilaku yang lebih baik, Dunia perlu perubahan perilaku tetapi perubahan perilaku adalah akibat atau hasil dari perubahan hidup atau perubahan hati. Jadi urutannya yang lebih penting karena perubahan perilaku saja bisa dipaksakan terjadi.

Sharing Ps. Jose – Saya ingat disaat Olimpiade Beijing di tahun 2008, dimana perubahan perilaku orang china untuk tidak boleh meludah sembarangan diperlakukan oleh sebuah aturan di china. Saya masih ingat disaat mengajak kedua anak saya ke china, mereka masih begitu kecil dan kami pergi oleh tur dibawa ke salah satu taman besar.

Disana kami mendengar bunyi orang meludah yang sudah menjadi kebiasaan banyak orang china untuk meludah sembarangan, dan saat kebetulan ada orang yang mau meludah, kedua anak sayapun melihatnya, maka orang tersebut terlihat kaget dan menelan kembali ludahnya karena panik.  

Tetapi kita juga tahu bahwa ada orang-orang yang tadinya terpaksa melakukan sesuatu tetapi sekarang bisa menjadi senang melakukannya, ini adalah perubahan yang terjadi dari dalam keluar, seperti halnya mengampuni, melayani, dan juga memberi. Saudara bisa berubah sampai saudara mengerti mengapa saudara ingin memberi dan taat kepada Tuhan, inilah yang akan menjadi topik pembahasan kita dalam beberapa minggu ke depan.

Perubahan Perilaku tidak terjadi secara instant tetapi merupakan akibat dari perubahan hidup. Di dalam bangsa Israel, ada aturan yang bernama Hukum Taurat. Sementara di Singapore bertahun-tahun lalu melakukan aturan yang memaksa orang-orang tidak memakai permen karet, tentu mereka mungkin bisa berubah tetapi kesadaran untuk berubah itu tidak ada. 

Selain kita menjadi anak Tuhan, ada juga saudara disini yang melayani di gereja sebagai DATE Leader atau bahkan sebagai Hamba Tuhan, tetapi kita semua juga manusia yang bergumul dengan perubahan yang terjadi dari dalam. Kalau kita tidak berhadapan dengan konsekuensi, kita bisa jadi akan menyalahkan orang lain dan menuntut perubahan dalam diri mereka, kita akan memakai aturan yang ada dan diproyeksikan dalam kehidupan orang lain dan itu berakibat kita menjadi terjepit dalam kondisi itu dan akhirnya membuat kita menjadi orang yang munafik.

Kemunafikan bukan sesuatu yang normal, saudara bisa hidup merdeka dan bebas, ada cara hidup yang baru di dunia bidang apapun kita berkecimpung sebagai orang kristen. Kita tidak menutupi keberadaan dan kelemahan kita karena kita semua masih belajar dan belum sempurna mencapai standard yang Tuhan inginkan.

Kekristenan bukan tentang perubahan perilaku tetapi tentang perubahan hati, bagaimana caranya? Mari kita pelajari. 

Opening Verse – Dosa tidak berkuasa lagi atas hidupmu karena kamu sudah mati terhadap semua kewajiban lama, termasuk segala peraturan hukum Taurat. Sekarang kamu selayaknya hidup dengan penuh syukur karena kebaikan hati Allah yang sudah diberikan kepadamu! Roma 6:14 TSI

Bahasa Inggrisnya adalah “Grace“, kita berada di bawah Kasih Karunia dan bukan di bawah standard Hukum Taurat seperti halnya bangsa Israel. Oleh sebab itu saat Yesus datang, Dia berusaha memberikan pemahaman bahwa kita tidak bisa memenuhi itu dengan kekuatan sendiri dan butuh Kasih Karunia Tuhan.

Supporting Verse – Hukum Taurat tidak bisa menolong kita untuk mengalahkan naluri kita yang berdosa. Tetapi Allah sudah mengatasi persoalan itu dengan mengutus Anak-Nya sendiri ke dunia ini, untuk menjadi manusia dengan tubuh yang juga mempunyai naluri yang sama dengan semua manusia. Melalui pengurbanan Anak-Nya, Allah sudah mengalahkan kuasa dosa dalam naluri kita sehingga kita yang percaya kepada-Nya tidak lagi diperbudak oleh kuasa dosa itu. Allah melakukan hal itu supaya cara hidup benar yang dituntut oleh hukum Taurat terpenuhi dalam diri kita karena kita bersatu dengan Kristus. Sekarang, kita dimampukan untuk hidup menaati pimpinan Roh Allah dan tidak lagi mengikuti naluri yang berdosa.
Setiap orang yang masih mengikuti naluri berdosanya, berarti dia hidup untuk memuaskan diri sendiri saja. Namun, setiap orang yang hidup bergantung pada Roh Allah ditolong-Nya untuk berpikir sesuai dengan kehendak-Nya. Roma 8:3-5 TSI

Kalau kita diperhadapkan dengan hukum, kita perlu melakukan perubahan hidup dengan kekuatan sendiri tetapi di dalam hukum Kasih Karunia, Yesuslah yang menolong kita untuk mencapai standard yang Tuhan inginkan.

Jadi saat Yesus datang ke dunia, Dia menghadapi pergumulan yang sama seperti saudara dan saya, pergumulan untuk mengendalikan amarah, makan, nafsu seksual, dan melalui pengorbanan Yesus, Allah sudah mengalahkan Kuasa dosa dalam kedagingan kita. 

Justru sewaktu kita menjadi satu dengan Kristus dan menerima Penyaliban Dan Pengampunan, kita menerima penyaliban itu atas diri kita semua. Kita menjadi benar bukan karena kekuatan kita sendiri, tetapi karena Sang Kebenaran diam di atas saudara. Kita menjadi orang yang merdeka tetapi masih hidup dalam tubuh. 

Perilaku” kita belum berubah tetapi “Status” kita berubah dahulu, kita bukan lagi terpidana tetapi sudah ditebus menjadi orang yang merdeka. Kuncinya adalah keputusan kita semua. Karena setelah kita menerima keselamatan dari Kristus, kita tentu masih bisa melakukan dosa karena daging. Jadi jangan pernah terjebak untuk menghakimi orang lain, hanya orang yang berbuat dosa dan Tuhanlah yang tahu. 

Yesus tidak menurunkan standard tetapi Dia menggenapi hukum Taurat itu. Kalau kita tidak mau lagi bergumul dengan dosa, maka mungkin kita harus “mati” secara “real”. Karena disaat kita dibaptis, maka kedagingan kita akan terus ada dan membuat kita harus terus melatih diri kita agar dunia bisa mengenal Tuhan melalui perubahan perilaku diri kita. Kuncinya adalah Roh Kudus.

Supporting Verse – ”Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Yohanes 14:15-17 TB

Sewaktu kita mengundang Yesus datang dan tinggal di dalam kita, Pribadi Roh Kudus ada dan tinggal bersama kita selama-lamanya, saat kita merasa sendirian dan jauh daripada Tuhan, Dia selalu ada disana. Yang menjauhkan kita adalah rasa bersalah. Kebohongan terbesar oleh Iblis adalah membuat kita merasa bahwa Dia meninggalkan kita.

Jadi, Kekristenan yang kita hidupi di bawah Kasih Karunia Tuhan adalah kehidupan yang kita jalankan bersama dengan Roh Kudus yang senantiasa menyertai kita.

Karunia seperti halnya Nubuat, Penglihatan dan “Marifat” datang karena Roh Kudus datang dan tinggal di dalam kita. 

Supporting Verse – Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: ”Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus 1 Korintus 2:14-16 TB

Pengertian datang dari Roh Tuhan yang bersatu dengan orang yang percaya kepadaNya. Cara hidup yang baru adalah berpikir seperti Kristus. Saudara bukan hanya dimerdekakan karena Roh Kudus juga menolong saudara untuk bisa berpikir seperti Kristus

Sharing Ps. Jose – Menarik sekali saat Hanna dikasih diagnosa tentang penyakit Joanne mengenali JDS (Julianne Down Syndrome) karene Joanne mendadak selama 3-4 hari tidak bisa berdiri dan bahkan berbicara serta sering muntah. Otaknya mengalami gangguan dan dirawat pertama kali oleh salah satu dokter tersohor di Singapura. Kami dibantu oleh kenalan kami sehingga untuk kasus emergensi ini bisa cepat dirawat dan mendapakan MRI pada hari itu juga.

Pada hari itu juga, dokter ini berkata agar Joanne juga harus menerima treatment dengan obat yang begitu mahal harganya (1 pack seharga USD 4000 dan untuk pemakaian 5 hari bisa mencapai IDR 5 Miliar). Dokter ini berkata untuk melakukannya sekarang karena dalam 3-4 hari keadaan otaknya bisa memburuk dan kita tidak mau terlambat.

Dalam keadaan genting ini Hanna cerita bahwa dia merasakan meskipun badai datang, dia rasa ada damai karena Roh Kudus bersamanya. Dia berkata ke dokter ini bahwa dia membutuhkan “second opinion”. Dokter tersohor itu pun marah, tetapi dalam tuntunan Roh Kudus akhirnya kami melakukan itu. Dan disaat keluar dan turun, dia melihat bahwa ada pasien yang berterima kasih kepada dokter dengan Giftcard dari buku yang pernah Hanna tulis, sungguh suatu keadaan yang penuh kebetulan.

Dan singkat cerita, kami bertemu dengan dokter itu dan dokter inilah yang selanjutnya menuntun Joanne untuk bisa sembuh dalam kurun waktu 3 bulan, hanya dengan pertolongan obat “B12” saja, dan hari ini Joanne sudah kembali sempurna dan bisa beraktifitas normal seperti bermain bola lagi. Itu adalah mukjizat dan 100% perannya Tuhan, bukan peran kita sama sekali. Dia hadir dan selalu ada dalam diri saudara semua, Dia yang ada di dalam kita lebih besar daripada apa yang ada didalam Dunia.

Supporting Verse – Jadi Saudara-saudari, kita sudah dipanggil oleh Allah untuk bebas dari ikatan hukum Taurat. Namun janganlah menggunakan kebebasan itu sebagai alasan untuk memuaskan keinginan-keinginan badani. Sebaliknya, hendaklah kita saling melayani dalam ikatan kasih persaudaraan. Karena seluruh hukum Taurat sudah disimpulkan dalam satu perintah, yaitu “Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.” Tetapi waspadalah supaya kalian tidak seperti binatang buas yang terus saling menggigit dan menelan, bahkan sampai saling menghancurkan! Saya menasihatkan kamu semua: Hiduplah dengan taat kepada pimpinan Roh Kudus. Dengan demikian kamu tidak lagi memuaskan keinginan-keinginan jasmanimu yang jahat. Karena keinginan jasmani kita selalu berlawanan dengan keinginan Roh Kudus, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan jasmani kita. Keduanya saling bertentangan, dan keduanya ada dalam diri kita masing-masing, sehingga kita tidak bisa hidup sesuka hati. Tetapi bila kita dipimpin oleh Roh Kudus, kita tidak perlu lagi diawasi oleh hukum Taurat. Sebaliknya, kalau kita hidup menurut keinginan badani yang jahat, hasilnya jelas perbuatan-perbuatan dosa ini: perzinaan, percabulan, persetubuhan yang tidak wajar, mengikuti hawa nafsu, menyembah berhala, terlibat dalam ilmu sihir, membenci orang lain, berkelahi, cemburu, mudah marah, mementingkan diri sendiri, menimbulkan perpecahan, mengikuti ajaran sesat, iri hati, membunuh, mabuk-mabukan, berpesta liar, dan semua dosa yang lain. Sekarang saya ulangi lagi peringatan yang pernah saya berikan kepada kalian waktu kita masih bersama: Orang-orang yang terus melakukan hal-hal seperti itu tidak termasuk warga kerajaan Allah! Tetapi kalau hidup kita dipimpin Roh Kudus, hal itu pasti tampak lewat cara hidup kita yang saling mengasihi, bersukacita, damai, sabar dalam kesusahan, murah hati, suka menolong sesama, menepati janji, lemah lembut, dan bisa menguasai diri. Hukum Taurat pun tidak menentang semua hal itu! Kita yang menjadi milik Kristus tidak lagi dikuasai oleh hawa nafsu dan semua keinginan badani, karena kita seakan sudah memakukan hawa nafsu dan keinginan badani itu pada salib Kristus. Kita sudah diberi hidup yang baru oleh Roh Allah. Karena itu hendaklah kita juga terus menaati pimpinan Roh Allah. Janganlah kita sombong dan berpikir, “Di mata Tuhan, aku lebih baik daripada saudara-saudari seiman yang lain.” Dan janganlah kita iri hati dengan merasa, “Orang lain lebih hebat daripadaku dalam jemaat.” Galatia 5:13-26 TSI  

Jadi kalau kalian lihat orang Kristen yang sedang berusaha menjadi lebih baik, kita seharusnya mendukungnya karena kita semua work in progress. Kita dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak perlu lagi diawasi oleh hukum Taurat. 

Kalau kita dipimpin oleh Roh Kudus, Buah Roh dan 9 Karakteristiknya bisa keluar dalam cara hidup kita, tanda bahwa keintiman kita dengan Tuhan. Orang Kristen kalau tidak berubah maka mereka hanya agamawi saja, dengan kekuatan sendiri pasti kita gagal, makanya kita harus berubah dan mempraktekan Karunia Roh Kudus yang ada dalam hidup kita.

Buat apa cuman karunia tetapi kita tidak berbuah? Buat apa fasih berbahasa lidah tetapi kasar berbahasa indonesia? Buat apa bisa bernubuat tetapi tidak setia dalam pernikahan? Buat apa punya penglihatan dan karunia kesembuahn tetapi tidak bisa menguasai diri saat ada di tempat parkir?

Kita harus berbuah dan memakai Karunia Roh Kudus yang ada dalam hidup kita. Saya berharap kita semua merdeka hari ini karena kita semua masih work in progress, cara hidup yang baru dimanapun kita berada baik itu dalam swasta, kepemerintahan, sipil, cara hidup baru ini bisa dipraktekkan dan menjadi berkat dimanapun engkau berada. 

P.S : Mau info aja bahwa aku baru2 ini join supplier daging untuk Restoran dan B2C bernama Beli Babi, Bli! (BBB). Bagi yang tertarik, Feel free to visit our retail store (utk area Alsut, Tangerang, dan sekitarnya) ya : https://tokopedia.link/SZAWN1pxNGb

Also, If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes