Christmas, Love and Family By Ps. Jose Carol

JPCC Kota Kasablanka Service 1 (22 December 2019)

Tema kita bulan ini masih berupa The Goodness of God atau Kebaikan Tuhan, dan judul kotbah saya hari ini adalah Christmas, Love and Family. Natal adalah tentang Kasih dan Keluarga

Opening Verse – “Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.” ‭‭Mazmur‬ ‭68:6-7‬ ‭TB‬‬

“God places the lonely in families; he sets the prisoners free and gives them joy. But he makes the rebellious live in a sun-scorched land.” ‭‭Psalms‬ ‭68:6‬ ‭NLT‬‬

Dikatakan bahwa Tuhan menempatkan orang yang sebatang kara di keluarga. Menarik sekali, karena kita hidup di dunia yang semakin hari semakin muktahir, dimana kemajuan pesat dan dunia begitu menakjubkan.

Pada saat jaman saya kuliah dahulu, komunikasi pada umumnya harus ditulis dengan tangan dan dikirim melalui surat, dengan waktu tempuh sekitar dua minggu. Oleh karena itu, orang yang pacaran “long distance” pada jaman dulu tidak gampang putus karena disaat berita akan pertengkaran mereka belum sampai, mereka sudah keburu nyambung lagi.

Komunikasi dan teknologi semakin canggih, dulu saat saya mau pergi ke Jerman perlu ada transit sebanyak dua kali tetapi sekarang karena faktor teknologi, hal ini bisa dilakukan lebih cepat.

Tetapi semua kemajuan dan kemuktahiran ini tidak membuat hubungan kita menjadi lebih dekat, dimana saya pernah melihat anak dan orang tua yang duduk dalam satu mobil tetapi berkomunikasi lewat Whatsapp.

Melalui ayat ini, saya temukan bahwa Jawaban Surga untuk kesepian dan sebatang kara atau kesendirian bukanlah lebih banyak hadiah, berlibur ke lokasi yang eksotis, atau informasi dan teknologi yang maju, tetapi jawaban surga adalah memberikan mereka Kasih melalui Keluarga. Love and Family adalah jawaban Tuhan untuk dunia ini.

Jaman sekarang Informasi begitu mudah didapat, bahkan terlalu banyak informasi bisa membuat kita kebingungan. Dunia semakin ramai tetapi orang semakin mengalami kesepian dan kesendirian.

Menarik sekali bahwa Tuhan tidak memberikan hadiah atas masalah ini, natal bukan sekedar menukar hadiah atau liburan, dan Natal merupakan salah satu waktu dimana orang bisa mengalami kesendirian yang akut. Istri saya mengalami hal ini dulu karena dia datang dari background keluarga yang kurang ideal dimana dia tidak mengetahui orang tuanya.

Setiap kali kita berbicara tentang keluarga, kita tidak bisa memilih darimana keluarga kita berasal. Lahirnya kita di keluarga mana ditentukan oleh Tuhan, dan bahkan ada yang ditinggalkan tanpa nama oleh orang tuanya walaupun begitu Ide Tuhan untuk manusia adalah Keluarga.

Keluarga adalah Institusi pertama yang Tuhan berikan untuk Adam, agar Adam dapat memenuhi dan menaklukan bumi, Dia memberikannya sebuah keluarga. Walaupun menjalankan dan membina keluarga tidak selalu mudah, dan oleh karena itulah banyak orang ingin “memenuhi bumi” tanpa mempunyai keluarga.

Untuk bisa membesarkan generasi yang bisa menaklukan bumi, harus ada seorang pasangan yang menikah dan membinanya dalam sebuah rumah tangga. Anak kita perlu melihat komitmen orang tuanya, dan diberikan dasar sehingga dia tahu bahwa keberadaannya penting untuk keluarga ini.

Kesepian dan kesendirian selalu datang dan ingin merampas potensi dari kehidupan seseorang, seperti Maria yang dipanggil oleh Surga untuk melakukan pekerjaan yang mulia; tetapi jika kita perhatikan kisahnya, perjalanan Maria tidaklah mudah.

Apa yang dia alami serta begitu banyak orang yang membicarakan dirinya yang hamil. Dikatakan bahwa Yusuf sempat hampir ingin menceraikan Maria disaat dia tahu bahwa Maria hamil meski belum dijamah olehnya.

Reaksi Yusuf menurut saya cukup lumrah saat itu, dan oleh karena itu Malaikat sampai perlu untuk hadir dan menyadarkan Yusuf akan hal tersebut. Surga yang menempatkan benih tersebut dalam Maria, dan barulah Yusuf bersedia dan menikahi maria meski dicemooh banyak orang.

Dan disaat mereka menikah, antara tanggal lahir Yesus juga pasti akan memberikan isu dan cemoohan dari orang sekitar mereka. Itulah beban yang Maria harus tanggung, meskipun pekerjan yang ia lakukan sungguh mulia.

Meskipun kita dipanggil Tuhan untuk melakukan pekerjaan yang mulia, Tidak berarti perjalanan kita akan selalu nyaman dan santai.

Jadi kalau ada beberapa dari kita sekarang yang mempertanyakan kebaikan Tuhan dan mengapa ada cobaan dan pergumulan yang tidak bisa kita hindari, Ketahuilan bahwa apa yang Tuhan rencanakan itu tidak selalu mudah.

Maria tidak menyerah dan sebaliknya berserah pada kehendak Tuhan. Di tengah-tengah tantangan yang kita hadapi, selalu ada masa dimana kesendirian dan kesepian datang dan mencoba merampas kehidupan kita.

Kesendirian dan Kesepian selalu membisikan ke telinga kita bahwa tidak ada orang yang peduli dengan diri kita dan dunia kita serasa hancur dan tidak ada Harapan.

Jika kita terima itu sebagai kenyataan, maka perlahan tapi pasti kita akan merasa stress dan depresi. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa kita tidak akan pernah menghadapi badai dalam hidup, tetapi Dia berjanji bahwa Dia akan menyertai kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita.

Jadi apapun yang kita hadapi, jangan terima kebohongan yang ada karena Tuhan mengasihi engkau. Natal adalah bukti bahwa Surga peduli dan mengasihi kita.

Kita sering mengikuti Natal tetapi jika kita belum mengalami kehadiran Yesus secara personal, tetapi ketahuilah bahwa Dia peduli dengan anda, dan Dia akan datang untuk engkau.

Sharing Ps. Jose – Sewaktu saya pertama kali mengalami Yesus, saya sedang mengalami kecelakaan tabrakan mobil yang cukup parah dan sedang menunggu Polisi. Mobil yang saya tabrak hancur, dan itu adalah mobil mercedes dengan tipe coupe yang mahal, mobil saya sendiri saat itu adalah mobil pinjaman dengan jenis VW yang juga baru, keduanya hancur karena tabrakan ini.

Saya juga tidak punya SIM di negara yang merupakan suatu bentuk tindakan kriminalitas jika mengendarai kendaraan tanpa ada SIM. Di tengah-tengah ketakutan saya, dimana saya merasakan semua mimpi dan harapan hancur, dan juga berpikir bahwa lebih gampang mati daripada melanjutkan hidup, di tengah-tengah semua itu, saya teringat bahwa sejak kecil saya diajar untuk berdoa kepada Tuhan.

Inilah doa pertama saya setelah sekian lama saya tidak melakukan ini. Saya berdoa bahwa jika Tuhan betul-betul ada, dan Engkau hidup, Aku minta engkau menolongku dan Jika aku tahu bahwa itu benar-benar dari Engkau, Aku berjanji bahwa aku tidak akan meninggalkan Engkau seumur hidupku.

Kedua mobil ini tentu tetap hancur, dan polisi tetap datang. Tetapi mukjizat terjadi karena jika sebelumnya saya ingin mati, sekarang saya merasakan ada secercah harapan yang muncul dan darisitulah saya berjalan hingga hari ini bersama dengan Tuhan.

Jadi seberat apapun kondisi yang kita alami dan seberapa batang kara atau kesendirian yang kita alami, Tuhan tempatkan kita di dalam satu keluarga yang bernama gereja, untuk berjalan bersama-sama. Kasih ada di dalam hari kita dan bisa menjadi sumber kekuatan untuk kita semua.

Itulah Kekristenan, Kekristenan bukan hanya sekedar bernyanyi, nyanyian kita adalah ungkapan kasih kita kepada Tuhan. Kita bisa melakukan ini disaat kita membuka hati dan mengalami Tuhan secara personal.

Tuhan memakai satu institusi bernama Keluarga untuk menyalurkan Kasihnya kepada dunia. Jika kita tidak punya kemewahan dalam bentuk keluarga jasmani, Tuhan menganugerahkan kita keluarga rohani.

Itu sebabnya saya selalu mengingatkan bahwa Natal adalah mengenai Keluarga. Teman-teman kita yang sendirian juga butuh kita dan oleh karena ini juga kita meliburkan 5 hari ibadah di saat periode natal, karena kita akan lebih sibuk melakukan praktek agamawi daripada merayakan kasih bersama dengan orang yang kita kasihi.

Bukan berarti kita tidak perlu melayani orang lain, tetapi esensi dari perayaan natal adalah menyalurkan kasih kepada orang yang kita kasihi di sekeliling kita, ijinkan keberadaan kita menjadi agen dan saluran kasih bagi mereka.

Hadiah Natal yang paling berharga tidak bisa dibayar dengan uang, Christmas is about love and family.

Itu sebabnya terlepas dari kita masih punya keluarga yang utuh atau tidak, bersyukur bahwa kita ditempatkan bersama keluarga rohani dimana kita bisa berjalan bersama-sama dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Christmas is about Love and Family. Saya bersyukur Tuhan memberikan keluarga rohani di tempat ini dan bersama-sama kita akan menjadi agen dan penyalur Kasih Tuhan di dunia ini.