prayer, bible, christian

Family First By Ps. Jose Carol

JPCC Online Service (3 March 2024)

Selamat Pagi JPCC! Apa kabar semua? Saya harap sorakan anda semua terdengar sampai ke rumah jemaat yang menyaksikan secara online dan di dalam timezone dan berbagai belahan dunia. Kasih dan salam kami semua kepada anda, di rumah dan dimanapun anda berada. Terima kasih juga kepada semua yang sudah melayani kita, baik itu sebagai usher, next gen, dan semua yang sudah memberikan yang terbaik untuk melayani kita semua di hari minggu. 

Bahkan untuk membuat tayangan online sampai ke rumah anda, ada begitu banyak orang yang bekerja di balik layar. Jadi, terima kasih, tanpa setiap kontribusi yang ada, apa yang kita lakukan tidak akan mungkin terjadi. Saudara siap menerima Firman Tuhan?

Saya harapkan saudara punya tempat mencatat dari apa yang saya dan utamanya Roh Kudus sampaikan di dalam pikiran saudara karena ada banyak informasi yang akan saya sampaikan dalam waktu yang singkat. Itu yang perlu ditindaklanjuti dan akan membawa perubahan dalam hidup saudara. 

Kita masih dalam tema pembelajaran “God-kind of Love”, Kasih dan definisi serta standar kasih kita bukan kasih duniawi, tetapi Kasih yang berasal dari Allah. Minggu lalu kita sudah belajar tentang Parenting atau membesarkan anak. Membesarkan anak tidak mudah karena kita membesarkan anak dari ketidaksempurnaan, kita berusaha untuk menolong anak yang Tuhan percayakan bagi kita untuk bertumbuh.

Godly parenting is about helping our children grow in the knowledge and in the plan of God.

Parenting adalah kita orang tua yang diberikan Amanah oleh Tuhan untuk membawa anak-anak kita mengenal Tuhan sebagaimana kita mengenal Tuhan dan menolong mereka untuk hidup dalam Rancangan Tuhan. Jadi, mengasuh anak bukan hanya sekedar kita membantu mereka punya pekerjaan dan gaji yang baik agar kita bisa pensiun dengan tenang. 

Ada tugas yang lebih besar daripada menjadikan mereka orang yang berhasil saja, lebih dari sekedar mencarikan pasangan yang kita sukai, karena ada rencana lebih besar yang perlu kita ketahui. Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar tentang “Family First”

Kenapa Keluarga begitu penting di mata Tuhan? Kenapa Tuhan tempatkan dan lahirkan kita di dalam sebuah Keluarga?

Sewaktu Tuhan percayakan aset bumi ini yang begitu besar untuk Adam taklukan dan kuasai, Tuhan tidak dirikan perusahaan terbuka stau start-up untuk Adam bisa mengelola aset yang begitu berharga ini. Tuhan berikan Adam dan Hawa sebuah keluarga, menjadi fondasi untuk Adam bisa mengelola tanggung jawab besar yang diberikan Tuhan.

Semua dari kita diberikan keluarga, baik itu keluarga yang utuh dimana papa dan mama masih bersama, atau keluarga yang berfungsi dimana kedua orang tua berfungsi, atau bahkan ada yang sampai hari ini tidak mengenal ayah atau ibu saudara karena tidak pernah mengenalnya semenjak lahir. Tidak terkecuali, saudara sebenarnya lahir dari sebuah keluarga hanya saja keluarga saudara tidask berfungsi dan hadir dalam hidup saudara.

Kita tidak bisa memilih dari keluarga mana kita lahir. Tapi doa saya adalah apapun latar belakang kita, tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk bisa berkeluarga dengan baik karena keluarga seperti apa saudara akan bangun ada di tangan saudara sendiri. Tidak ada trauma, kepahitan, masa lalu yang membuat saudara tidak berani menghidupi rencana agung dan mulia yang Tuhan ciptakan melalui sebuah keluarga.

Harapan saya agar Kebenaran Firman Tuhan memerdekakan kita tanpa menyangkali fakta dan realita yang kadangkala pahit yang setiap kita alami dalam hidup. Doa saya agar Kebenaran Firman Tuhan akan memerdekakan kita.

Dari semua hubungan manusia yang ada, Tuhan juga menggambarkan hubunganNya dengan kita manusia dengan memakai sebuah ilustrasi hubungan yang ada di dalam keluarga. Contohnya adalah hubungan antara Tuhan dan JemaatNya, Tuhan memakai ilustrasi hubungan suami dan istri, Dia sebagai mempelai lelaki dan jemaatNya adalah mempelai wanita.

Demikian juga dengan hubungan Bapa dan Anak untuk mengungkapkan KasihNya. Tuhan bilang bahwa Dia adalah Bapa yang mengasihi engkau. Hal ini membantu kita untuk menyelami begitu besar Kasih Allah akan dunia ini. 

Opening Verse – Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16 TB

Kalau saudara tidak mengerti dan tidak pernah punya Bapa yang hadir, yang meneladankan apa artinya rela berkorban, saudara sulit untuk bisa membayangkan bahwa Tuhan yang tidak kelihatan begitu mengasihi kita. Oleh sebab itu Bapa di surga berusaha untuk membawa kitab memahami betapa pentingnya gambaran keluarga. 

Supporting Verse – Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Efesus 5:31-32 TB

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. 1 Yohanes 3:1a TB

Jadi, hubungan keluarga yang baik, gambaran hubungan suami istri yang baik, gambaran hubungan bapa dan anak yang baik, pengalaman hubungan bapa dan anak yang baik, mengalami hubungan suami istri, dan papa-mama yang baik, akan menolong kita untuk mengenal Tuhan pencipta kita.

Dan karena ini Rancangan Tuhan, maka Iblis berusaha keras untuk menghalangi hal inin terjadi, dengan gencarnya merusak gambaran tentang pernikahan. Kalau pernikahan gambarnya rusak, maka akan sulit untuk kita membayangkan hubungan antara kita dan Tuhan. Kalau hubungan Bapa dan anak rusak, maka sulit untuk mendalami dan mengerti luasnya, lebarnya, tingginya, dan panjangnya Kasih Tuhan kepada kita. 

Oleh sebab itu, belum pernah sampai jaman ini untuk bisa melihat bahwa pernikahan, keluarga, bahkan gambar diri seorang individu diserang sedemikian rupa, didistorsi, karena kalau keluarga, pernikahan dan gambar diri seseorang bisa dirusak, maka semua Rancangan Tuhan bisa dirusak. 

Tetapi kalau kita memahami apa yang ada di dalam Rancangan Tuhan, tidak sulit untuk kita mengenali adanya konspirasi jahat yang iblis lakukan untuk menghancurkan Rencana Tuhan.