God draws near By Ps. Sidney Mohede

JPCC Alam Sutera Service 2 (25 Dec 2022)

Tema dan Judul Kotbah saya hari ini adalah God draws near, Tuhan mendekat dan selalu ingin berada dekat dengan kita. Karena seringkali yang saya temukan ada begitu banyak orang-orang kristen yang takut atau malu mendekat kepada Tuhan, karena mereka berpikir bahwa mereka tidak layak untuk mendekat kepadaNya.

Padahal sebenarnya Tuhan kita yang terlebih dahulu membuktikan kepada kita bahwa Dia begitu mengejar dan mengasihi kita, dan itulah the Heart of Christmas, Hati atau Jantung daripada Natal, bahwa Bapa kita begitu mengasihi kita sampai memberikan AnakNya yang tunggal kepada kita.

Opening Verse – Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. Sebab Allah mengirim Anak-Nya bukan untuk menghakimi dunia ini, tetapi untuk menyelamatkannya. Yohanes 3:16‭-‬17 BIMK

Untuk saya, Inilah the Heart of Christmas, dalam bulan ini ada begitu banyak acara dan makan malam natal, tukeran kado, sampai mungkin kita menjadi bokek. Saya perhatikan di jaman modern ini, kita menjadi lupa tentang arti natal yang sesungguhnya, sehingga natal di jaman modern ini menjadi sesuatu yang begitu materialistis.

Banyak dari kita yang mungkin berkata, “Oh, Christmas! Akhirnya bisa shopping!”. Natal menjadi sesuatu di luar apa yang Tuhan inginkan pada kita, yaitu untuk menjadi sebuah bukti bahwa Bapa di surga begitu mengasihi kita semua, sebegitu besarnya Kasih Tuhan untuk kita semua sehingga Dia rela mengirimkan AnakNya yang tunggal untuk menebus dosa kita semua.

Sejak awal Tuhan menciptakan manusia, Dia ingin agar kita mempunyai hubungan denganNya. Kita diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan, artinya ada sesuatu yang seharusnya membuat kita bisa terhubung dan punya relasi yang erat denganNya.

Tetapi kita tentu tahu bahwa dari Kitab Kejadian, Manusia jatuh di dalam dosa dan membuat kita tidak terpisah dari hadirat Tuhan, dan tidak bisa lagi mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan karena dosa masuk ke dalam dunia.

Karena Tuhan kita kudus dan suci, sangat sulit untuk kita bisa kembali lagi seperti semula. Tetapi itu tidak menghentikan Tuhan supaya dia tetap mencoba begitu banyak cara dari generasi demi generasi untuk mempunyai hubungan kembali dengan manusia ciptaanNya.

Inilah the story of Christmas, dimana akhirnya Tuhan, setelah dia mencoba berkali-kali, akhirnya Dia berkata, “Kalau begitu, Saya sebagai Tuhan, Trinitas Bapa, Putera dan Anak, mengirimkan AnakNya yang tunggal untuk menjelma menjadi manusia, Firman menjadi manusia, supaya kita semua bisa melihat secara langsung bagaimana Tuhan bisa berkomunikasi dengan kita semua. This is why we celebrate Christmas.

Natal adalah sebuah peringatan akan begitu besarnya Kasih Tuhan sehingga Dia rela melakukan apa saja untuk mendekat kepada kita dan bukan sebaliknya.

Dari pertama kali, sejak awal Kitab Kejadian, Tuhan menciptakan manusia, supaya kita bisa menikmati semua ciptaanNya. Itu sebabnya hari ini kita bisa melihat bintang di langit dan berkata “Wow! Luar biasa! Itu semua adalah anugerah dan pemberian dari Tuhan, begitu juga semua hal yang bisa kita rasakan dalam tubuh kita. Tuhan memberikan kita mata supaya kita bisa menyaksikan betapa indahnya waktu yang bisa kita lalui bersama dengan keluarga, itu semua adalah pemberian Tuhan supaya kita bisa menikmati apa yang Dia berikan”.

Sebagai seorang ayah, adalah suatu hal yang sangat menggembirakan disaat anak kita bisa menikmati pemberian kita kepada mereka. Disaat saya memberikan mereka sesuatu, dan jika disaat saya melihat mereka tidak menikmatinya, ada sebuah kekecewaan, tetapi jika sebaliknya mereka senang, ada sebuah joy bagi seorang ayah, hal yang sama juga terjadi kepada Bapa kita di surga.

Kemampuan kita untuk menikmati segala sesuatu adalah bukti Kasih Tuhan kepada kita  – Ps. Sidney Mohede

Tetapi masalahnya adalah dengan berjalannya waktu, Kita lebih menikmati pemberian Tuhan daripada kita menikmati sang pemberi. Itu sebabnya jaman sekarang ini Natal menjadi populer dengan tukar kado, bukan sebaliknya memikirkan akan semua berkat yang kita terima dalam hidup kita.

Kita lebih excited dari mendapatkan sesuatu, seperti Bpk. Teddy dalam drama natal tadi yang begitu fokus dengan “cuan”, kita menjadi begitu selfish, kita harus sadar bahwa kemampuan kita untuk menikmati segala sesuatu adalah bukti Kasih Tuhan dalam hidup kita.

Kita mungkin bisa berpikir bahwa semua yang kita miliki adalah hasil kerja keras dan kemampuan kita sendiri. Ini adalah ciri khas dari manusia jaman modern, berpikir bahwa apa yang ada di tangan kita semua adalah berkat kemampuan kita sendiri.

Tetapi saya selalu bilang seperti ini, “Saudara/i mungkin bisa membeli kuenya, tetapi kita tidak akan bisa membeli lidahnya. Kita mungkin bisa beli tiket show yang bagus, tetapi kita tidak bisa membeli mata kita sendiri untuk bisa menikmatinya. Segala sesuatu yang kita bisa nikmati adalah pemberian dari Tuhan.

Supporting Verse – Katakanlah kepada yang kaya supaya mereka jangan sombong dan jangan menggantungkan diri kepada uang yang akan segera lenyap, melainkan kebanggaan dan kepercayaan mereka hendaknya di dalam Allah yang hidup, yang dengan limpahnya selalu memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. 1 Timotius 6:17 FAYH

Tuhan yang memberikan segala sesuatu untuk dinikmati. Hari ini kalau kita bisa merayakan natal dengan keluarga, saya mau kita mengambil waktu untuk benar-benar mengucap syukur untuk itu, atau jika kita masih bisa bernafas hari ini, semua itu adalah pemberian dari Tuhan. Dia begitu mengasihi kita semua.

Pesan saya hari ini hanya satu, bahwa Bapa di Surga sangat amat mengasihi kita semua, dan sebelum kita sadar akan Kasih Tuhan yang begitu besar ini, akan sangat sulit bagi kita untuk benar-benar hidup. Karena masih banyak manusia yang sampai detik ini belum percaya bahwa Tuhan begitu mengasihi mereka. Masih ada orang-orang yang tidak mau ke gereja karena merasa belum layak untuk ke gereja, dan melayani disana.

Mereka berpikir bahwa Tuhan menyayangi mereka jika mereka melakukan sesuatu yang sempurna. Padahal pesan saya hari ini, Alkitab mengatakan bahwa Tuhan yang lebih dahulu mengasihi dan menerima kita apa adanya, sampai akhirnya 2000 tahun lalu, setelah Tuhan mencoba segala cara, Dia mengirimkan AnakNya yang tunggal untuk menyelamatkan dunia.

Mengapa?

Karena Dia begitu mengasihi kita. Tuhan tidak mau sekedar mengirimkan nabi atau malaikat, Dia mau datang sendiri ke dunia, menjelma menjadi manusia supaya Dia bisa menyamakan diriNya, ikut merasakan semua pengalaman manusia, dan berkomunikasi dengan kita.

Kalau kita punya pesan yang penting, maka kita mau menyatakan hal itu secara pribadi, bukan? Kalau kita ingin menyatakan cinta kita, maka tidak mungkin kita menyuruh orang lain untuk menyatakan itu kepadanya, bukan? Itulah yang Tuhan lakukan dengan mengirimkan Yesus Kristus agar Dia bisa berkomunikasi dengan kita.

Dia bukan sekedar mengasihi kita, tetapi Dia adalah Kasih.

Supporting Verse – Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 1 Yohanes 4:14‭-‬16 TB

Kita mengenal Kasih yang ada pada Allah untuk kita, caranya dengan mengenal AnakNya Yesus. Tuhan adalah Kasih, dan pada saat kita menerimaNya, kita menerima KasihNya. Artinya segala sesuatu yang Dia ciptakan, itu semua ada KasihNya. Kita semua adalah ciptaan Tuhan dan dikasihi olehNya.

Disaat kita mengambil nafas, dan bisa bernafas, ada sebuah bisikan dari Tuhan yang berkata “I love you”. Inilah mengapa kita merayakan Natal, setiap bintang, planet, dan semua hal yang Tuhan ciptakan, itu semua diciptakan oleh Kasih Sayang Tuhan dan untuk Kasih Sayang Tuhan. Bahkan saat manusia jatuh dalam dosa, Tuhan tidak mengenyampingkan rencana mulaNya, dan tetap mencari jalan untuk mengejar dan mendekat kepada kita.

Kita harus mengerti ini, karena ini akan mengubah semua persepsi kita tentang Tuhan dan melayaniNya dalam hidup kita. Banyak orang berkata “Wah, Pastor tidak tahu sih masa lalu saya, pernikahan dan keadaan keluarga saya seperti apa!”

It doesn’t matter, Tuhan tidak melihat itu semua. Karena itu yang Tuhan janjikan, segala sesuatu Tuhan bisa ubah untuk kebaikanNya Tuhan bagi orang yang mengasihiNya.

Sharing Ps. Sidney – Saya berasal dari keluarga yang berantakan, berdosa, dan pernah merasa tidak layak, tetapi disaat saya belajar tentang KasihNya yang sedemikian besarnya, itu mengubah pandangan hidup saya. Segala sesuatu yang baik dalam hidup saya itu semua datang dan berasal dari Tuhan.

Supporting Verse – Semua yang baik datang dari Allah. Dan setiap pemberian yang sempurna datang dari Dia. Pemberian yang baik itu turun dari Bapa yang menciptakan semua terang di langit, tetapi Ia tidak pernah berubah seperti terang itu. Ia tetap sama. Ia telah menentukan untuk memberikan hidup kepada kita melalui ajaran benar yang berasal dari Dia. Ia mau supaya kita menjadi yang terpenting di antara semua ciptaan-Nya. Yakobus 1:17‭-‬18 AMD

Dari trilyunan hal yang Tuhan sudah ciptakan, Dia mau kita menjadi yang terpenting dari ciptaanNya. How romantic is Our God? Dia yang selalu mengejar kita, bahkan disaat kita tidak memikirkanNya sama sekali, bahkan dia mengganggap kita yang paling indah dan rela mati datang ke dunia, menjadi sama dengan kita, turun ke kota kecil betlehem, besar di Nazaret yang hina, supaya Dia bisa menjadi juru selamat untuk kita semua.

Itu sebabnya bulan ini kita berkata, God draws near. It’s not about kita yang mencoba mendekat dengan berbagai cara, melainkan sebaliknya. Pada saat kita mau mendekat kepadaNya, Firman Tuhan berkata : Mendekatlah kepadaNya, maka Ia akan mendekat kepadamu.

Bukan berarti bahwa Tuhan tidak mau mendekat lebih dahulu, tetapi karena Dia sudah tidak sabar menunggu agar kita kembali kepadaNya.

Sharing Ps. Sidney – Sewaktu saya menikah dengan istri saya, sebenarnya saya sudah mengejarnya dari tahun 1999. Teman saya yang mengenalkan dirinya melalui sebuah foto, dan saya begitu tertarik untuk mengenal Etha setelahnya.

Dan selanjutnya saya berusaha memenangkan hatinya selama 4 tahun ke depan, sampai kita akhirnya menikah di tahun 2004. Dan setelah itu, saya bertanya mengapa dia memilih saya. Alasannya karena dari semuanya, saya yang paling gigih dan tidak menyerah.

Saya yakin kita semua punya pengalaman mengejar seseorang, biasanya kita mengejar mereka karena ada sesuatu yang menarik tentang orang tersebut, bukan?

Tetapi perhatikan, ini sebabnya apa yang sangat hebat tentang Tuhan kita. Apa bagusnya kita di mata Tuhan, kita ini masih berdosa. Bahkan Firman Tuhan mengatakan bahwa Yesus mati untuk kita semua pada saat kita masih berdosa, dan Dia tidak pernah menyerah untuk mendekar kepada kita semua.

Saya membaca sebuah artikel beberapa waktu lalu tentang relationship talk, tentang harus berapa kali seseorang mengejar pasangan dan ditolak, dan harus berapa kali dia ditolak sampai die menyerah dan bisa move on setelahnya. Jawabannya adalah tiga kali, dan saat membaca ini, saya bersyukur bahwa Tuhan kita tidaklah demikian.

Kita sudah berapa kali “ghosting” Tuhan, tetapi Tuhan kita tidak pernah berhenti mendekat kepada kita, Kasih Tuhan kepadamu tidak berubah dan tidak akan bisa berubah. This is the biblical Truth.

Segala sesuatu dalam hidup kita bisa berubah tetapi KasihNya kepada kita adalah constant, stabil dan tidak akan pernah berakhir, untuk saya, itulah fondasi keyakinan hidup bahwa tidak ada yang bisa memisahkan Kasih Tuhan dari kita semua.

Seluruh isi Alkitab adalah kisah bagaimana Tuhan yang terus mengejar dan mendekat kepada kita, agar Dia bisa mempunyai hubungan yang dekat kembali denganNya. It’s a beautiful love story, dimana kita sebagai pengantin wanita yang bebal tetapi Yesus tidak pernah menyerah dengan kita semua, dan itulah sebabnya saya menyukai dan merayakan Natal, ini adalah sebuah bukti bahwa Bapa sangat mengasihi kita semua.

Closing Verse – Allah menyatakan bahwa Ia mengasihi kita dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia supaya kita memperoleh hidup melalui Anak-Nya itu. Inilah kasih: Bukan kita yang sudah mengasihi Allah, tetapi Allah yang mengasihi kita dan mengutus Anak-Nya supaya melalui Dia kita mendapat pengampunan atas dosa-dosa kita. 1 Yohanes 4:9‭-‬10 BIMK

Dan aku berdoa agar kamu dan semua umat Allah akan menerima kuasa untuk mengerti kebesaran kasih Kristus. Aku berdoa agar kamu dapat mengerti betapa lebar, betapa panjang, betapa tinggi, dan betapa dalamnya kasih itu. Kasih Kristus lebih besar daripada pengertian manusia. Aku berdoa supaya kamu dapat mengetahui kasih itu, sehingga kamu dipenuhi dengan segala sesuatu yang mau diberikan-Nya kepadamu. Dengan kuasa-Nya yang bekerja di dalam kita, Ia dapat melakukan lebih banyak daripada yang kita minta atau kita pikirkan. Efesus 3:18‭-‬20 AMD

P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes