Kenny Goh JPCC

Kisah Dua Pohon By Ps. Kenny Goh

JPCC Online Service (9 October 2022)

Apa kabar Saudara semua yang bergabung di ibadah daring JPCC? Salam sejahtera dalam kasih Yesus. Minggu lalu Pastor Gea berbicara tentang “Agenda Kristus,” yang juga menjadi tema kita di bulan Oktober ini. Pastor Gea berkata bahwa bukti seseorang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dan mengikut Tuhan adalah dia memberi dirinya untuk melakukan kehendak Tuhan, bukan keinginan dirinya sendiri.

Kita diingatkan bahwa kita ada untuk menyembah dan melayani Tuhan, bukan sebaliknya. Dan Tuhan bukanlah sarana untuk meraih apa yang kita inginkan. Ada tiga tantangan yang Pastor Gea berikan kepada kita.

Kita semua diajak untuk, pertama, mengerti bahwa agenda utama Kristus adalah untuk menyelamatkan umat manusia; yang kedua, meresponi panggilan untuk menjadi bagian dari agenda-Nya; dan yang ketiga, belajar percaya dan berserah penuh.

Kita diajak untuk berdoa seperti ini: “Tuhan, aku mau percaya dan berserah kepada-Mu. Biarlah kehendak-Mu yang jadi dan bukan kehendakku.” “Tuhan, aku mau percaya dan berserah kepada-Mu. Biarlah kehendak-Mu yang jadi dan bukan kehendakku.”

Mungkin Saudara bertanya, “Kenapa kadang saya susah percaya sama Tuhan ya, padahal kita sudah tahu bahwa Tuhan itu baik dan Tuhan punya rencana yang baik buat kita semua? Kenapa kita tidak percaya Dia lebih lagi? Kenapa di dalam diri saya selalu ada keraguan terhadap kebaikan Tuhan?”

Mungkin Saudara berkata, “Saya takut untuk lepas kendali. Bagaimana kalau Tuhan memaksakan kehendak-Nya atas saya, dan saya tidak setuju dengan apa yang Tuhan mau?”

Kenyataannya, dalam diri manusia selalu ada pergumulan untuk memilih: Apakah kita mau ikut kehendak dan agenda Tuhan atau ikut kehendak dan agenda kita sendiri?

Dan untuk membantu kita mengerti dinamika ini, kita harus terlebih dahulu mengerti kondisi manusia dari perspektif firman Tuhan. Dalam waktu singkat, yaitu beberapa menit ke depan, saya akan beri sedikit latar belakang dan gambaran tentang kondisi manusia dari perspektif Alkitab.

Opening Verse – Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:26-28 TB

Tuhan yang Maha Kuasa memiliki rencana agar manusia berkuasa atas ciptaan Tuhan, menjadi produktif, bermultiplikasi, memenuhi dan menaklukkan bumi. Manusia diciptakan untuk menjadi perwakilan Tuhan atas seluruh ciptaan-Nya. Kalau Saudara ingat tema kita beberapa bulan yang lalu, manusia diciptakan untuk menjadi imam yang melayani Tuhan, dan raja yang berkuasa atas ciptaan Tuhan.

Supporting Verse – Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Kejadian 2:8-9 (TB)

Jadi Tuhan membuat sebuah taman di Eden. Ada banyak pohon di taman Eden, dan di tengah-tengah taman itu ada dua pohon. Mungkin Saudara sering kali hanya mengingat ada satu pohon, padahal Alkitab mencatat ada dua pohon, yaitu pohon kehidupan, dan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Supporting Verse – Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Kejadian 2:16-17 (TB)

Jadi Tuhan memberi kebebasan untuk manusia makan buah dari semua pohon di taman Eden. Semua pohon berarti juga termasuk pohon kehidupan. Kenapa pohon kehidupan disebut demikian? Karena saya yakin buah dari pohon kehidupan memberikan kehidupan. Sedangkan pohon yang satu lagi, pohon yang tak boleh dimakan, membawa maut atau kematian.

Di taman Eden ada banyak pohon, dan di tengah-tengah ada dua pohon. Satu pohon membawa kehidupan, sementara pohon satu lagi membawa kematian. Selama manusia makan dari pohon-pohon lain, khususnya pohon kehidupan, manusia akan terus menjalankan tugas dan fungsi mereka sesuai rencana dan agenda Tuhan.

Manusia akan terus bersandar kepada Sumber kehidupan serta hikmat dari Tuhan, dan tidak makan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Saya ingin berikan beberapa referensi dalam Alkitab yang menyebut pohon kehidupan, agar bentuk dan simbolisme ini terlihat lebih jelas lagi saat kita merenungkan kejadian di taman Eden ini.

Ada banyak referensi di Alkitab, khususnya kitab Amsal dan Wahyu, tapi karena waktu, saya akan fokus kepada tulisan di kitab Amsal.

Supporting Verse – Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia. Amsal 3:18 TB

Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang. Amsal 11:30 TB

Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan. Amsal 13:12 (TB)

Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. Amsal 15:4 (TB)

Kitab Amsal menggambarkan hikmat— dan juga hasil dari keputusan dan tindakan yang berhikmat—sebagai pohon kehidupan. Jadi kalau manusia terus melekat kepada pohon kehidupan, bukan berarti manusia tak bisa membedakan yang baik dan yang jahat.

Melainkan, manusia akan mengakui bahwa sumber dari hikmat itu adalah Tuhan, bukan dari pengetahuan diri sendiri. Makan dari pohon kehidupan berarti bersandar pada Tuhan dan mengakui Tuhan sebagai sumber dari semua yang kita perlukan dalam hidup, termasuk hikmat dalam menjalani agenda dan rencana Tuhan.

Namun dalam Kejadian 3, Alkitab mencatat bahwa manusia memiliki musuh yang selalu mau menghancurkan dan membinasakan manusia serta menggagalkan agenda Tuhan. Musuh ini mulai menggoda manusia untuk mempertimbangkan cara yang berbeda dengan cara Tuhan, untuk makan buah dari pohon yang terlarang, pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Supporting Verse – Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Kejadian 3:4-7 TB

Mereka mau menjadi seperti Allah, bukan dalam hal karakter, melainkan dalam kemampuan untuk mengetahui tentang yang baik dan yang jahat. Artinya, mereka mau pegang kendali. Mereka menginginkan otonomi.

Mereka mau mendapatkan kebebasan tanpa bertanggung jawab kepada otoritas lain. Hal tersebut terlihat baik, sedap, dan menarik hati karena memberikan pengertian pada manusia tanpa ketergantungan kepada Tuhan. Mereka mau hidup dengan agenda sendiri, bebas dari agenda Tuhan.

Dan di situlah manusia jatuh dalam dosa. Mereka mengabaikan cara, rencana, agenda Tuhan, dan ingin menjadi tuhan atas hidupnya sendiri, menentukan agenda sendiri, mengikuti apa yang menurut dirinya sendiri baik, sedap, dan menarik hati karena memberi pengertian sendiri. Akibatnya, seperti yang Tuhan katakan, mereka mulai mengalami kematian. Mereka tertipu, makan kebohongan dari sang musuh yang mau menghancurkan mereka.

Supporting Verse – Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Amsal 14:12 (TB)

Sejak itu sampai hari ini, manusia terus bergumul dalam memilih dua pohon: Hidup sesuai rencana dan agenda Tuhan— makan buah dari pohon kehidupan, atau hidup sesuai keinginan dan agenda sendiri—makan buah dari pohon pengetahuan.

Sejarah Alkitab mencatat kisah demi kisah di mana manusia terus dihadapkan dengan pilihan mau ikut Tuhan atau ikut kemauan sendiri, cara Tuhan atau cara sendiri, menerima dan mendengarkan kebenaran Tuhan atau membenarkan diri sendiri.

Sejarah Alkitab mencatat konsekuensi pada orang-orang yang memilih untuk menyelaraskan hidupnya sesuai dengan agenda Tuhan, dan juga konsekuensi pada orang-orang yang memililh untuk mengikuti kemauan sendiri.

Kita bersyukur hari ini buat orang-orang yang memilih untuk hidup untuk Tuhan, seperti yang Pastor Gea katakan minggu lalu. Mereka mengerti bahwa Tuhan punya agenda untuk menyelamatkan umat manusia dari kematian. Tuhan mau untuk manusia meresponi dan ikut serta dalam agenda Tuhan, dan untuk manusia percaya dan berserah penuh kepada kebaikan Tuhan.

Sekitar 4.000 tahun setelah kejadian di taman Eden, rencana dan janji Tuhan untuk menyelamatkan manusia mulai digenapi. Dan itu pun Tuhan masih lakukan melalui orang-orang yang turut serta dalam agenda-Nya bagi dunia.

Dimulai dari seorang gadis bernama Maria dan tunangannya Yusuf, yang mempertaruhkan agenda pernikahan dan reputasi mereka, dan memberikan diri mereka dipakai Tuhan untuk menghadirkan Juru selamat bagi kita semua, Yesus Kristus.

Supporting Verse – Kata Maria: ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lukas 1:38 (TB)

Hal ini merusak total rencana pernikahan mereka,tapi mereka percaya, berserah, dan mau dipakai Tuhan. Jika manusia pertama, Adam, gagal memilih dengan benar di taman Eden, Yesus membuat pilihan yang berbeda di taman Getsemani.

Supporting Verse –  Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: ”Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Matius 26:39 TB

Yesus tidak hidup sesuai dengan kemauan dan agenda-Nya sendiri, melainkan tunduk kepada keinginan Bapa di surga. Bahkan Yesus taat sampai mati, sehingga kematian-Nya membawa kehidupan buat seluruh umat manusia.

Supporting Verse – Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 1 Korintus 15:21-22 (TB)

Kabar baik! Yesus telah membuka jalan untuk kita kembali ke pohon kehidupan sehingga kita memperoleh hidup yang kekal, kualitas hidup yang ilahi.

Apa arti semua ini buat kita hari ini?

Saya senang Saudara bertanya. Artinya, hari ini kita diperhadapkan dengan sebuah pilihan: 

Mau makan dari buah pohon kehidupan atau dari pohon pengetahuan?

Tuhan mengundang Saudara dan saya untuk mengalihkan diri kita dari pohon pengetahuan, dan melihat kepada keindahan pohon kehidupan. Kalau Saudara mengalami maut dalam kehidupan Saudara, ada kemungkinan besar hidup Saudara mengonsumsi banyak dari pohon pengetahuan.

Maut yang disebut bukan sekadar kematian fisik atau jasmani, melainkan kematian dalam roh dan jiwa— mengalami kekosongan, kehampaan—atau kematian dalam hubungan-hubungan yang penting dalam hidup.

Saudara berupaya sebisa mungkin untuk mengisi kekosongan, kehampaan, mencari makna dalam hidup. Mungkin Saudara punya banyak materi, atau sebaliknya, Saudara berusaha untuk hidup sederhana saja, tapi tetap mengalami kekosongan, tidak merasa punya tujuan dalam hidup. Itulah maut yang mencemari kehidupan manusia, membawa kehampaan, kekosongan, rasa tidak puas yang tidak ada habisnya.

Supporting Verse – Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;
Aku [Yesus] datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Yohanes 10:10 (TB)

Tuhan mau untuk kita mengalami hidup yang sesungguhnya di dalam Dia— melalui Yesus Kristus—, hidup yang penuh dengan damai sejahtera, sukacita, dan hidup yang bertujuan dan bermakna. Kemerdekaan yang sesungguhnya bukan datang karena kita melakukan apa saja yang kita mau. Kemerdekaan yang sesungguhnya datang pada saat kita berserah kepada Sumber kehidupan untuk pegang kendali atas hidup kita.

Supporting Verse – Sekarang secara rohani saya sudah disalibkan bersama Kristus. Itu berarti bukan lagi saya yang mengatur hidup saya, melainkan Kristus yang hidup dalam diri saya. Seluruh hidup yang saya jalani dalam tubuh duniawi ini hanyalah berdasarkan keyakinan penuh kepada Anak Allah, yang begitu mengasihi saya sampai rela menyerahkan diri-Nya untuk menebus saya. Galatia 2:20 TSI

Yesus adalah bukti bahwa Tuhan mengasihi kita dan bahwa Ia bisa dipercaya. Tuhan tidak akan menyabotase hidup Saudara dan saya. Melalui kebenaran firman-Nya, ketika kita makan dari pohon kehidupan dan menerima hikmat, kita ikuti kehendak-Nya, berpartisipasi dalam agenda-Nya, maka kita, yang tadinya seperti kehilangan hidup kita, justru akan menemukannya di dalam Dia.

Kalau Saudara mau kembali hidup dalam rencana dan kehendak Tuhan, hidup mengabdikan semua yang ada di tangan kita bagi agenda Tuhan, maka kita, yang tadinya seperti kehilangan hidup kita, justru akan menemukannya di dalam Dia. Kalau Saudara mau kembali hidup dalam rencana dan kehendak Tuhan, hidup mengabdikan semua yang ada di tangan kita bagi agenda Tuhan,

Saya mengajak kita semua untuk berdoa seperti yang Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya di Matius 6:9-10 (TB).

Closing Verse – Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Matius 6:9-10 (TB)

Bukan “kerajaaan kami” yang datang, melainkan “kerajaan-Mu.”
Bukan “kehendak kami” yang jadi, melainkan “kehendak-Mu.”

Kalau Tuhan menjadi Raja atas hidup kita, berarti uang, waktu, tenaga, hubungan-hubungan kita—semua milik Tuhan. Bukan lagi kita yang mengatur uang, waktu, tenaga, dan hubungan-hubungan kita, melainkan Tuhan dan firman-Nya. Bukan kita yang mendefinisikan identitas kita, melainkan firman Tuhan yang mendefinisikan. Bukan kita yang menentukan agenda hidup kita, melainkan firman Tuhan yang menentukan.

Jadi sebelum Saudara membuat rencana tahun depan, menjelang akhir tahun ini, bagaimana kalau Saudara bertanya kepada Pemilik hidup Saudara, apakah kita akan makan dari pohon kehidupan, atau dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat?

Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin. Saya berharap firman hari ini memberkati Saudara semua.

P.S : Dear Friends, I am open to freelance copywriting work. My experience varies from content creation, creative writing for an established magazine such as Pride and PuriMagz, web copywriting, fast translating (web, mobile, and tablet), social media, marketing materials, and company profile. Click here to see some of my freelancing portfolios – links.

If your organization needs a Freelance Copywriters or Social Media Specialist, Please contact me and see how I can free up your time and relieve your stress over your copy/content needs and deadlines. My contact is 087877383841 and vconly@gmail.com. Sharing is caring, so any support is very much appreciated. Thanks, much and God Bless!