Peace By Ps. Jose Carol

JPCC Kota Kasablanka Service 1 (30 June 2019)

Kemarin saya ikut menyaksikan antusiasme yang luar biasa dari JPCC Youth Camp tahun ini, melihat pengalaman mereka bertemu dengan lawatan Tuhan membuat saya begitu antusias.

Ada yang disembuhkan hatinya, dan dimerdekakan dari apapun yang membelenggu kehidupan mereka sebelumnya, melihat semua ini membuat saya yakin bahwa generasi bintang akan muncul di tengah-tengah dunia.

Pagi ini kita akan belajar mengenai rekonsiliasi, saya berikan judul kotbah hari ini dengan nama “Peace“. Mari kita buka sebelumnya ayat berikut :

Opening Verse – “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” 1 Tesalonika 5:23 TB

Ayat ini merupakan salah satu yang memberikan konsep tentang Manusia Ciptaan Tuhan yang terdiri dari Tubuh, Jiwa dan Roh. Agar kita bisa selalu terpelihara pada saat kedatangan Tuhan kembali. Ilmu pengetahuan menjelaskan bahwa jiwa kita adalah pikiran dan perasaan kita, serta kehendak kita.

Tanaman adalah ciptaan Tuhan yang secara tingkat derajat paling rendah, karena mereka hanya bisa bertumbuh dan hanya punya tubuh. Tetapi tanaman tidak punya darah atau jiwa, dan mereka tidak bisa berpikir dan tidak punya perasaan.

Berbeda dengan Binatang, mereka punya pikiran dan perasaan, itu sebabnya mereka bisa menunjukkan perasaan mereka disaat senang atau tidak, mereka juga punya kehendak bebas, karena itu disaat kita memanggil mereka, belum tentu mereka mau tunduk kepada kita.

Ada peneliti yang menemukan bahwa ada jenis binatang tertentu yang punya pikiran dan kecerdasan, dan bahkan (konon) bisa melampaui beberapa manusia, terutama jika manusia tidak melatih dan mengolah otak yang dipunyai.

Tetapi meskipun Binatang punya pikiran, perasaan dan kehendak, menurut saya binatang tidak setinggi dengan ciptaan Tuhan yang bernama Manusia, karena Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan.

Dikatakan bahwa Allah menghembuskan rohNya ke dalam hidup kita, itu sebabnya manusia bisa berbahasa dan berbeda dengan Binatang. Manusia mempunyai kreatifitas, tujuan hidup, dan daya cipta, tidak seperti halnya Binatang. Ada dua kata kerja yang Tuhan pakai disaat menciptakan Manusia. Pertama adalah Menjadikan atau “Made“, menjadikan manusia serupa dan segambar dengan Tuhan. Secara teologis, kata ini diartikan sebagai membuat sesuatu dari apa yang sudah ada. Tuhan menjadikan dan membentuk manusia dari debu tanah yang sudah ada sebelumnya, yang dijadikan adalah Tubuh kita.

Supporting Verse – “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Kejadian‬ ‭1:26-27‬ ‭TB‬‬

Tuhan juga menciptakan manusia, dan ada kata lain yaitu “Create” atau “Menciptakan“, membuat sesuatu yang belum ada menjadi ada. Secara jasmani manusia terbentuk dari Tanah, tetapi manusia batiniah dan rohaniah berasal dari Tuhan, itu sebabnya gambar diri dan daya cipta kita sebagai manusia berasal dari Tuhan.

Hubungan rekonsiliasi kita dengan Tuhan akan mempengaruhi Identitas kita, kepercayaan diri kita, kehidupan kita dan juga agamawi kita karena hanya kitalah Manusia, yang punya tujuan hidup dan kebutuhan untuk terhubung dengan Sang Pencipta.

Kita tidak akan pernah temukan Binatang beragama, agama muncul karena manusia ciptaan Tuhan punya kebutuhan untuk terhubung kembali dengan PenciptaNya. Itu sebabnya bahkan manusia yang tergolong primitif-pun akan tetap berusaha terhubung secara rohani dengan Tuhan Penciptanya, mencari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka untuk disembah, baik berupa batu, pohon, dan lainnya.

Semua ini untuk mencari jawaban kebutuhan rohani seperti “Darimana Aku berasal, Mengapa aku ada disini, dan kemanakah aku akan pergi?”, itu sebabnya manusia berbeda dengan Binatang karena binatang tidak mempedulikan hal ini.

Itu sebabnya disaat kita bergumul dengan identitas kita, baik secara kepriaan atau kewanitaan, kita akan bingung kalau kita tidak terhubung kembali dengan Tuhan, karena ide dan konsep itu berasal dariNya disaat manusia diciptakan.

Ada hubungan antara rasa damai di kehidupan kita pada saat apa yang kita butuhkan terjawab karena kita terhubung kembali dengan Tuhan, Inilah Rekonsiliasi.

Definisi Rekonsiliasi menurut Alkitab berasal dari kata yunani Katallaso, Reconcile, Reconciliation (Verb) properly denotes “to change, exchange”. hence of persons, “to change from enmity to friendship, to reconcile.”

Rekonsiliasi mengubahkan dari kondisi bermusuhan menjadi bersahabat, bagaimana kita yang tadinya bermusuhan dengan Allah sejak adanya manusia pertama yang membuat hubungan kita terputus secara rohani, dan bagaimana surga yang datang dan menghampiri kita, serta menghubungkan kita kembali melalui pengorbanan Yesus. Inilah definisi dari Katallaso.

Katallaso dalam terjemahan Indonesia adalah Berdamai, hubungan dengan kata damai adalah Peace, dalam terjemahan kata Yunani memakai kata “Eirene“, from verb eiro : to join or bind together that which has been separated.

Terutama kalau komunikasi yang putus, hubungan yang putus, Damai bisa menghubungkan kembali. Hal ini bisa meliputi berbagai hal baik dalam kenegaraan, pertemanan dan bahkan pelayanan.

Peace atau Damai ada hubungannya degan Rekonsiliasi, Antara Damai dan Berdamai tentu punya akar kata yang sama, tetapi dalam bahasa inggris Peace dan Reconciliation merupakan dua kata yang berbeda, tetapi setelah saya pelajari tidak mungkin kita mengalami damai tanpa sebelumnya berdamai dengan Bapa Kita di Surga.

Tanpa secara rohani kita berhubungan kembali dengan Bapa di Surga, kita tidak akan menemukan Damai, tidak peduli seberapa berhasilnya kita secara jasmani. Kita boleh punya otot dan lingkar pinggang sempurna, hal material yang sempurna dan pendidikan tinggi, tetapi tidak berarti kita akan menemukan hal yang tidak ada secara rohani.

Sharing Ps. Jose – Saya pernah temukan seorang anak muda yang begitu sukses dan tidak mengenal Tuhan, dia berkata bahwa dalam kesehariannya, disaat dia menandatangani kontrak yang begitu besar dan sepertinya bisa mempengaruhi begitu banyak orang. Namun dia katakan bahwa meskipun dia berhasil secara jasmani dan tidak punya kekuatiran, tetapi ada sesuatu yang dia tidak bisa temukan secara batiniah dan baru bisa ditemukan disaat dia mencoba bergereja.

Dengan berlinang air mata, dia berkata dan bertanya apakah yang gereja bicarakan dan merupakan hal yang selama ini dia cari meskipun secara material dia punya semuanya.

Disaat kita berhubung kembali dengan Tuhan dan berekonsiliasi, kita akan bisa mendapatkan semua sumber daya yang Tuhan sediakan bagi kita.

Orang yang terhubung secara spiritual bisa tenggelam dengan rasa syukur di dalam hubungan dengan Tuhan disaat menyembahNya, tetapi orang yang belum terhubung secara spiritual dengan Tuhan akan bingung disaat melihat kejadian ini.

Begitu kita terhubung dengan Roh Tuhan, rasanya seperti kita dikasih akses ke dimensi rohaniah. Kita mulai bisa memahami dan mengerti hal-hal yang kita tidak pahami sebelumnya.

Itu sebabnya setiap hari minggu kita memberikan kesempatan bagi setiap dari kita untuk berhubung dengan Tuhan, dan memasuki perjalanan yang baru dengan Tuhan. Pemikiran dan pengendalian perasaan kita akan berubah, karena bukan lagi berdasarkan apa yang kita lihat dan keinginan pribadi kita, tetapi melihatnya berdasarkan apa yang Surga inginkan dalam hidup kita.

Supporting Verse – “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” ‭‭2 Korintus‬ ‭5:18-21‬ ‭TB

‬‬

Kita semua yang sudah didamaikan oleh Tuhan mempunyai tugas selanjutnya untuk menyampaikan berita pendamaian ini. Kita semua adalah Utusan Kristus, dan punya tugas untuk menyampaikan berita pendamaian pada orang sekitar kita.

Tentu tidak mudah, karena ada banyak orang yang berkenalan secara jasmani sebelum mengenal Tuhan secara rohani.

Sharing Ps. Jose – Saya baru kembali bersama keluarga saya dari Jerman, karena pengalaman sebelumnya kurang nyaman dikarenakan lokasi dan juga musim yang begitu panas. Kali ini saya mengajak mereka ke tempat yang lebih romantis, dan juga berkesempatan melayani gereja ICF selama dua kali disana.

Jemaat ICF disana hampir seluruhnya adalah orang jerman, dan mereka begitu terinspirasi oleh JPCC karena mereka belum mempunyai gedung ibadah disana. Ibadah Natal mereka pada tahun lalu begitu luar biasa, karena di kota mereka hanya ada 300 ribu orang, dan 80 ribu orang datang ke Ibadah mereka.

Mengapa hal ini spesial, karena Di Eropa, diketemukan ada begitu banyak orang yang merasa antipati dengan gereja. Pada saat kami keliling ada begitu banyak gereja yang tidak ada lagi jemaatnya. Jika saya pelajari sejarah yang ada disana, saya mungkin juga akan membenci Tuhan karena perilaku manusia sebelumnya.

Gereja adalah organisasi yang dibentuk dan dipimpin oleh Manusia, dan akibatnya kalau agama ini tidak dihidupi oleh Roh Allah, maka agama hanya akan menjadi filosofi dan pikiran saja. Pada jaman dahulu, ada banyak orang yang bertemu dengan pemimpin gereja saja sebelum bertemu dengan Tuhan secara pribadi.

Akibatnya jika ada satu atau dua pengalaman yang buruk disaat berorganisasi di gereja, maka kita bisa menganggap Tuhan juga seperti itu. Itulah kondisi di eropa saat ini.

Saya bersyukur karena gereja ICF berusaha menampilkan Tuhan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya dan menyebabkan banyak orang disana yang mendapat lawatan Tuhan. Saya percaya bahwa beberapa orang disini juga mempunyai persepsi yang sama dengan orang Kristen sehingga membuat mereka merasa antipati dengan Tuhan.

Tetapi saya percaya bahwa banyak orang disini tahu bagaimana menampilkan dan memperkenalkan Tuhan kepada lingkungan kita, sehingga orang di sekeliling kita bisa terfasilitasi dan mengalami rekonsiliasi dengan Tuhan.

Itulah tugas kita semua, memperkenalkan kepada dunia bahwa Tuhan telah mendamaikan kita dengan DiriNya. Itu sebabnya agama adalah apa yang manusia coba tuliskan berdasarkan pengalaman mereka bertemu dengan Tuhan kembali.

Oleh karena itu, agama bisa menjadi penghalang karena banyak orang yang mengenal agama sebelum mereka mengenal Tuhan. Saya bersyukur karena rekonsiliasi bukan berbicara bagaimana kita bisa mentaati hukum beragama, tetapi rekosiliasi berbicara bagaimana kita membuka diri untuk didamaikan dengan Tuhan.

Damai tidak bisa lepas dari rekonsiliasi, hubungan kita dengan Tuhan juga tergantung dengan hubungan kita dengan sesama, itu sebabnya doa Bapa Kami berkata “Ampunilah kami sebagaimana kami mengampuni sesama kami.”

Seberapa jauh Surga melepaskan pengampunan kepada kita sangat tergantung dengan seberapa jauh kita melepaskan pengampunan kita kepada sesama. Keselamatan datang dari pengampunan surga atas dosa kita, tetapi kelegaan hati dan batin kita sangat tergantung dari seberapa jauh kita bisa melepaskan pengampunan kepada orang lain.

Saya pernah berbagi tentang dua versi atau kata pengampunan yang berbeda di Alkitab. Pengampunan pertama bicara soal Surga mengampuni kita tanpa syarat, sehingga kita bisa menerima keselamatan tetapi seberapa jauh kita mengalami kelegaan hati sangat tergantung dari seberapa jauh kita melepaskan pengampunan akan orang lain.Supporting Verse – “Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” Matius‬ ‭18:21-35‬ ‭TB‬‬

‭‭

Algojo disini bicara soal penyiksaan atau kesengsaraan batin, bukan karena raja tidak mengampuni dirinya, tetapi karena dia tidak mengampuni orang yang bersalah kepadanya.

Definisi dinar dan talenta mempunyai nilai tukar 1:6000 saat saya belajar dahulu, saya tidak tahu mata uang apa yang sekarang seperti ini. Bayangkan jika kita diampuni begitu besar tetapi enggan mengampuni orang yang tidak membayar kepada kita dengan nilai yang begitu kecil.

Itu sebabnya rekonsiliasi kita dengan surga akan dihidupi secara penuh disaat kiat melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita. Identitas kita, dan Janji Tuhan dalam kehidupan kita akan diterima disaat kita berdamai dengan Tuhan kembali.

Bagi pasangan yang sudah menikah, Alkitab berkata agar kita bisa memenuhi bumi dan menaklukannya, salah satu kunci dalam pernikahan bukan hanya disaat berhasil melakukan ini, tetapi untuk membangun generasi yang mampu menaklukkan bumi diperlukan kehadiran seorang pria dan wanita, dan perlu kesatuan rohani agar pernikahan bisa menjadi utuh, dan menaklukkan kehidupan.

Itu sebabnya untuk seorang pria bisa menjadi seorang ayah, diperlukan kehadiran Tuhan dalam kehidupannya, dan untuk seorang Ibu yang membesarkan anak yang menjadi generasi bintang, diperlukan kehadiran Tuhan dan Roh yang takut akan Tuhan.