JPCC Sutera Hall 2nd Service (11 January 2026)
A very happy new year to you all! Saudara baik kabarnya? Selamat Pagi di Sutera Hall tentunya, dan Selamat pagi, siang, sore dan malam dimanapun saudara yang bergabung secara daring. Percaya 2026 akan menjadi tahun yang baik bagi kita semua.
Jika saudara ada hari ini ada, dan merasa “not doing well”, it is okay not being okay, saudara tidak perlu menutupinya. Kita akan bersama-sama berdoa, biar kekuatan yang datang dari Tuhan menjadi sumber kekuatan saudara agar saudara tidak hanya bertahan tahun ini, tetapi saudara bisa melewati 2026 dengan penuh kemenangan, Amin?
Seperti saudata sudah tahu bahwa tema JPCC di tahun 2026 adalah “Flourish“, arti dan maknanya adalah utuh (holistic secara jasmani, jiwani dan rohani), mentalnya, rohani dan jiwanya bisa bertumbuh subur, berbuah, dan terus segar.
Opening Verse – [13] Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; Mazmur 92:13 TB
Orang benar yang akan bertunas, bukan orang pintar, bergelar, pejabat, kaya, atau hebat. Tuhan berjanji orang benar akan “flourish”, akan bisa utuh, segar, bertunas, dan bertumbuh.
Supporting Verse – [14] mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita. [15] Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, [16] untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya. Mazmur 92:14-16 TB
Sampai masa tua, Tuhan janjikan kita masih akan bisa berbuah. Kata “gemuk” disini bukan berbicara tentang overweight, tetapi bicara tentang kesehatan yang utuh dari dalam dan segar.
Dan tujuan Tuhan ingin buat kita segar seperti itu, bertumbuh seperti itu, berbuah seperti itu, agar kita dapat memberitakan bahwa Tuhan itu benar, menceritakan kebaikan Tuhan bahwa Dia adalah gunung batu-ku dan tidak ada kecurangan kepadaNya.
Jadi tema ini diangkat supaya di musim yang baru, di tahun yang baru ini, hidup setiap kita di JPCC bisa holistic, utuh, bukan cuman di satu sisi saja, tapi secara utuh terus segar, bertumbuh dan bisa terus berbuah untuk memberitakan kebaikan Tuhan.
Tahukah saudara kalau laporan WHO, World Health Organization, Institusi PBB di tahun 2022 memberitahukan bahwa 1 dari 8 orang di dunia ini mengalami gangguan mental, mental disorder.
Kira-kira 12,5%-13% populasi dunia bergumul dengan mental disorders. Dan gangguan mental yang dihadapi mempengaruhi kemampuan populasi dunia ini untuk berpikir dengan jernih, bisa berpikir dengan sehat, mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengelola perasaan mereka, “to regulate their emotion”, mereka “struggle” untuk bisa mengelola perasaan mereka termasuk perilaku mereka, tindakan mereka, dan keputusan mereka.
13% di dunia menghadapi pergumulan ini, dan dari 13% ini, 26% mengalami kecemasan, anxiety attack. Mereka cemas, tiba-tiba tangan mereka keringetan, mendengar berita tertentu, dan sepertinya ada sesuatu yang “Nyuss” atau menusuk di dalam, membuat mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Dan kalau ini berlanjut, mereka akhirnya masuk ke dalam mode depresi, mengalami depresi.
Depresi dan kecemasan, anxiety. Depresi ini mengambil hampir 54% dari 13% yang ada. Jadi 26% cemas, dan 28% depresi. Bayangkan begitu besar populasi dunia mengalami kecemasan dan depresi.
Nah, kembali ke Mazmur 92, Janji Tuhan buat kita, tahukan saudara, bahwa Mazmur 92 adalah satu-satunya pasal dari 150 pasalnya Mazmur yang khusus dinyanyikan di hari sabat. Pada saat kita beristirahat, “That is a song for Sabbath”, Dibicarakan bahwa di Mazmur 92 ini kita menceritakan tentang kebaikan Tuhan, tentang kesetiaan Tuhan kepada kita, orang-orang benar. Dan kita belajar hari minggu lalu bahwa orang benar bukan orang yang sempurna, betul kan?
Orang benar adalah orang yang tidak sempurna tetapi dibenarkan oleh Sang Benar yang adalah Kristus yang sudah mati di atas kayu salib bagi kita. Setiap kali kita melakukan kesalahan, kita yang tidak sempurna, membawa kelemahan kita, kesalahan kita, dosa kita menghadap kepada Sang Benar.
Dan pada saat kita diampuni, kita dimerdekakan dan kita dibenarkan sehingga kita menjadi orang yang benar. Dan kalau saudara identitasnya “orang benar”, saudara layak untuk kemudian berharap bahwa orang benar akan “flourish”, bisa mengalami “breakthrough” di tahun 2026.
Tidak ada urusan dengan resolusi tekad saudara tahun ini, Tetapi berkaitan dengan status saudara sebagai orang yang benar dan dibenarkan di hadapan Tuhan. Maukah saudara, tahun 2026 ini “flourish”? Termasuk yang di rumah, karena ini adalah janji Tuhan bagi saudara.
Mazmur 92 juga membedakan antara saudara orang benar dengan orang yang fasik. Karena keadilan Tuhan akan dinyatakan dan keadilan Tuhan nyata. Jadi tema kita “The Righteous Will Flourish.” Bicara orang benar akan bertunas, akan segar, itu adalah seri pengajaran di bulan ini.
Dan definisi daripada “flourish” yang seperti kita pelajari. Saudara saya tidak tahu dari mana orang Kristen punya pendapat dan pemikiran bahwa kalau “flourish” itu kehidupan bertunas dan kehidupan segar itu adalah pada saat segala sesuatu itu baik-baik saja.
Saya tidak tahu orang percaya, orang Kristen dapat ide itu dari mana, sepertinya kalau ikut Tuhan, ikut Yesus, langit selalu biru, laut selalu teduh, berita selalu baik, rekening selalu penuh, jabatan selalu naik. Saya tidak tahu orang Kristen dapat ide dari mana, mungkin itu adalah janji pendeta, melalui banyak kotbahnya, termasuk mungkin yang sedang berkotbah sekarang.
Secara tidak sadar orang Kristen dijanjikan bahwa ikut Yesus, hidup pasti baik-baik dan semuanya lancar saja. Kita belajar minggu lalu bahwa “Flourish” bukan kehidupan tanpa tekanan, Flourish bukan kehidupan tanpa tekanan.
1. Flourish bukan kehidupan tanpa tekanan.
“Flourish” adalah kehidupan kita bisa segar walaupun cuaca tidak baik, walaupun iklim tidak baik, walaupun kondisi keadaan tidak baik.
“Oh, Pastor! Lagi krisis, lagi perang, lagi ekonomi, lagi paceklik, lagi apapun juga, lagi bencana, Betul.”
Alkitab tidak pernah menjanjikan bahwa cuaca selalu akan baik, Tetapi Dia tidak pernah meninggalkan kita karena Dia adalah Immanuel yang senantiasa ada dan menyertai kita.
2. Flourish bukan kenyamanan, kemakmuran atau pertumbuhan cepat semata
Flourish bukan soal kenyamanan, Bahwa hidup kita ini akan nyaman saja. Tidak akan pernah terima berita buruk dalam kehidupan kita. Orang-orang yang benar, yang akan flourish, adalah walaupun berita buruk dalam kehidupan mereka, Mereka punya Tuhan yang menyertai mereka. Sehingga bersama dengan Tuhan mereka bisa melewati segala keadaan.
Dia tidak pernah berjanji bahwa kita tidak akan melewati air, Tetapi Dia berjanji bahwa air tidak akan pernah menghanyutkan kita. Dia tidak pernah berjanji kehidupan orang kristen tidak akan melewati api. Tetapi Dia berjanji bahwa api itu tidak akan menghanguskan kita. Karena Dia adalah Immanuel, Allah yang senantiasa bersama kita dengan kita.
Jadi Flourish bukan soal kenyamanan, bahkan bukan soal kemakmuran.
“Oh, tahun 2026 gaji saya akan naik, Oh, tahun 2026 akan saya tutup, tidak lagi sendirian sebagaimana saya membuka tahun yang baru. Saya akan bisa tutup “Old and New” dengan pasangan yang Tuhan berikan kepada saya.”
Puji Tuhan kalau Tuhan beri saudara pasangan hidup dan Tuhan janjikan saudara tidak akan sendiri lagi, puji Tuhan, Haleluya! Tetapi kalaupun nanti di akhir tahun 2026, doa saudara belum dijawab Tuhan. Saudara masih akan harus melewati “Old and New” sendirian. Saudara tetap bisa berkata, “Puji Tuhan!”, bukan?
Kemakmuran bukan bicara soal rumah yang lebih besar, gaji yang lebih besar, mobil yang lebih besar, tabungan atau deposito yang lebih besar, jabatan yang lebih besar atau bahkan mungkin pertumbuhan yang cepat.
“Flourish”, berarti kalau saya bikin perusahaan baru, tahun ini akan ada 10 kali kelipatan ganda, Multiplikasi. Puji Tuhan, kalau Tuhan kasih penjualan saudara 10 kali lipat, Terpujilah Tuhan, Tetapi kalaupun tidak, Puji Tuhan.
Itu artinya “flourish”. Masih mau dilanjutkan tema ini? Mazmur menggunakan metafora tanaman, pohon, untuk menggambarkan atau memvisualisasikan perkembangan dan pertumbuhan orang benar. Pohon itu tidak muncul tiba-tiba. Buah itu tidak muncul tiba-tiba atau overnight. Bukan sesuatu yang instant. Dan orang benar diibarkan dengan dua macam pohon. Pohon korma dan pohon cemara.
Kalau seorang lihat, Pohon ini tidak tiba-tiba muncul. Bahkan kalau saudara lihat pohon ini, pohon korma khususnya, kalau ditanam, bijinya setelah ditanam biasanya bahkan dikasih tahu bahwa batu ditempatkan di atas biji itu.
Kenapa?
Supaya menghalangi untuk dia bertumbuh secara cepat ke dalam atau ke atas. Dengan tekanan di atas, dia dipaksa untuk mengakar ke dalam sampai dia menembus sumber mata air. Begitu dia ketemu dengan sumber mata air, maka dia mulai akan bertunas dan kalau dia mulai bertumbuh bahkan seberat apapun, sebesar apapun batu ditaruh diatasnya, dia akan mampu untuk mendobrak, menerobos, menggeser semua yang menghalangnya, dan kemudian dia akan bertumbuh subur, dan kemudian bertumbuh menjadi semakin kuat.
Itu sebabnya dia tidak lagi hidup tergantung kepada iklim yang ada sekitarnya. Di sekitarnya boleh musim kemarau, dia tetap hidup. Orang benar hidupnya seperti itu. Bisnis saudara sekelilingnya paceklik, saudara bisa bertahan hidup karena sumber kehidupan saudara datangnya kepada Tuhan. Itu analogi metafora yang Tuhan berikan bagi kita.
Artinya, orang Kristen punya “resilience vitality”, punya daya tahan kegigihan, vitalitas yang gigih. Orang Kristen yang benar, anak Tuhan yang benar, akan bisa bertahan “in any season, any environment”, situasi, lingkungan apapun juga, kondisi apapun juga, mereka bisa hidup. Can I get a good Amen?
Berapa bulan setelah kami dapatkan tema “Flourish”, saya tidak tahu saudara menyadari atau tidak, Keluar berita bahwa Indonesia adalah negara paling “flourishing”. Saudara kalau Google hari ini, “the most flourishing country in the world”, baru saja keluar beberapa bulan terakhir ini, Indonesia juara satu.
22 negara diteliti. Dan yang meneliti bukan organisasi abal-abal. Menurut Global Flourishing Study, ini adalah nama penelitian Global Flourishing Study, yang melakukannya adalah Harvard, Baylor, dan Gallup. Nah kalau saudara tahu institusi ini adalah institusi-institusi yang punya kredibilitas ternama.
Mereka tidak ambil data sembarangan untuk membangun narasi yang mereka mau sajikan. Mereka meneliti secara objektif dan mereka meneliti 6 hal di 22 negara untuk menentukan di negara mana negara itu paling “flourishing”. Ada banyak negara-negara maju ada Amerika, Australia, Jepang. Tahukan saudara kalau kita muncul juara utama atau juara nomor satu.
Apa yang mereka teliti?
- Mereka teliti “well-being” penduduk masyarakatnya. Well-being itu artinya kesejahteraan mereka.
- Kemudian “Meaning”, atau makna, yang diteliti adalah apakah orang-orang di bangsa itu mengerti untuk apa mereka hidup, mengerti makna dari kehidupan.
- Kemudian “Purpose” atau tujuan.
- Dan kemudian diukur kekuatan “sosial connections” di bangsa itu.
- Dan kemudian ada nilai spiritual, nilai rohani dan nilai karakter.
Dan dikatakan bahwa institusi yang meneliti ini kaget karena Indonesia walaupun negara yang tidak berpendidikan tinggi atau berpendapatan tinggi atau punya jaminan kesehatan dan jaminan sosial yang tinggi, anehnya semua yang disurvey menunjukkan bahwa mereka hidup sejahtera. Ini menakjubkan buat peneliti. Mereka secara “PDB”, Pendapatan rata-rata, bukan yang paling kaya. Saudara tahu urutan 22 disini negara apa? Jepang.
Walaupun mereka negara yang sangat maju, sangat kaya, jaminan kesehatan dan jaminan sosial yang begitu tinggi, tidak menghasilkan masyarakat yang merasa sejahtera. Jadi, kalau saudara lihat, “flourishing” is not about kemakmuran materi. Dan waktu survey ini keluar, saya pikir tidak kebetulan, kalau Tuhan kasih kita judul “flourish” karena Tuhan mau bangsa Indonesia terus naik dan tidak turun, jadi kepala dan tidak menjadi ekor. Dan anak-anak Tuhan, orang-orang benar seharusnya menjadi model, apa artinya hidup gigih walaupun keadaan sulit.
3. Flourish bukan tentang kesuksesan pribadi semata.
“Flourishing” juga bukan tentang kesuksesan pribadi semata, bukan soal pencapaian. Kalau saudara dipromosi, saudara dapatkan jabatan lebih tinggi, saudara dapatkan bonus, saudara dapatkan semua yang baik, puji Tuhan. Tetapi kalaupun tidak, Puji Tuhan. Ya, itu artinya berakar dalam Tuhan.
Nah, jadi kalau “flourishing” bukanlah sesuatu yang kita kejar, bukan karena pencapaian kita, tapi berawal dari siapa kita di dalam Kristus, maka “flourish” adalah akibat daripada hubungan kita dengan Tuhan tahun ini.
Oleh sebab itu doa saya di tahun 2026 menjadi tahun di mana saudara berketepapan, Saya mau mengakar, saya mau tertanam, saya mau mendalam, saya mau menjadi kuat di dalam Tuhan sehingga akibatnya saya bisa “flourish”, saya bisa utuh, saya bisa segar, saya bisa berbuah sehingga saya bisa menceritakan kebaikan Tuhan bahwa Tuhan itu baik dan tidak ada kecurangan di dalamnya
Nah, kalau flourishing adalah akibat. Pertanyaannya adalah “Apa yang menjadi penyebabnya? Apa yang harus saya pastikan terjadi di hidup saya tahun ini supaya di akhir tahun nanti akibatnya saya bisa berkata “I flourish”, saya mengalami kesegaran, saya mengalami keutuhan, saya mengalami breakthrough.
Supporting Verse – [13] Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; [14] mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita. Mazmur 92:13-14 TB
Saya rasa itu pengetahuan umum tentunya, Kalau tanaman mau bertumbuh, mau bertunas, mau mekar, mau berbuah, maka tanaman itu harus ditanam. Tanaman yang ditanam punya harapan, punya kesempatan dan punya peluang untuk bertumbuh. Ditanam supaya apa? Supaya tanaman itu mendapatkan asupan. Saudara, tanpa asupan, maka tanaman yang hidup ini tidak bisa segar, tidak bisa bertumbuh.
Tanaman yang tersegar tanpa asupan itu namanya tanaman plastik. Kalau dia hijau terus tanpa tertanam dan tanpa asupan, asupan apa? Nutrisi. Asupan apalagi? Air. Asupan apalagi? Lingkungan, environment. Karena kalau dia tertanam di tanah yang subur, dapat air dan nutrisi yang cukup, tetapi lingkungannya dia tertanam di pinggir jalan tol, “Environmentnya” tidak berhubung. Dan apalagi? Iklim, cuaca. Cuacanya tidak mendukung, dia tidak bisa bertumbuh maksimal sebagaimana harusnya.
Ini yang secara biologi kita sebut sebagai “ekosistem”. Oleh sebab itu, kita perlu ditanam di ekosistem yang tepat. Untuk menolong kita bisa “flourish”, untuk kita bisa bertumbuh dengan baik. Jadi “ditanam” kata kunci yang pertama. Kalau saudara mencatat kotbah hari ini, pastikan saudara garis bawahi kata tertanam atau ditanam. Supaya saudara bisa mendapatkan nutrisi, air, lingkungan, dan iklim yang tepat. Supaya saudara bisa bertumbuh.
Ditanam artinya tidak berpindah-pindah. Saudara, kalau saudara tanam sesuatu bukan hanya lokasinya tetap, tetapi untuk jangka waktu tertentunya saudara harus pertahankan. Tidak berpindah-pindah. Sehebat-hebatnya pohon korma dan pohon aras, sebesar apapun potensi yang ada di benihnya, kalau dicabut dan dipindah-pindah setiap minggu, saya yakin saudara mengerti bahwa pohon itu tidak akan pernah bisa bertumbuh.
Pohon itu harus “commit”, ada di tempat tertentu untuk jangka waktu yang cukup panjang. Sehingga dalam cuaca apapun, kondisi apapun, pohon itu tetap bertahan di situ, sehingga pohon itu bisa berakar. Bahkan semakin besar tekanan yang datang di situ, semakin dalam dia berakar. Oleh sebab itu, saudara perlu “commit” tertanam. Banyak yang baru gesek sedikit, cabut. Tersinggung sedikit, pindah. Ini tidak ada di JPCC. Tidak ada, Tidak ada yang ngaku. 🙂
Tadi pagi saya cerita, ada salah satu jemaat JPCC, pindah-pindah kebaktian, pindah-pindah campus. Bukan pindah gereja, tetapi pindah-pindah campus karena mengikuti pendeta favorit dia. Saya bilang, kamu egois karena anak kamu tidak bisa tertanam untuk bisa bertumbuh dengan baik. Kamu harus “commit”, supaya anak kamu bisa tertanam dan kemudian bisa belajar untuk kemudian di-coach sama SGL.
Terlepas dari apapun yang kamu sukai, kamu egois. Dan setelah saya tegur, dia bilang “Siap”. Sesulit apapun juga, stay. Kalau kamu tidak dapat tiket. Karena dia masih kamis daftarmya, Ya daftarlah, masuklah di hari “Rabu”, kalau Rabu masih tidak dapat, asal, asal tertanam dan bertumbuh jadi “eligible”, boleh daftar di hari selasa, bukan titip anaknya sama orang di hari selasa. Tidak ada disini tentunya. Bukan pinjam daftar sama orang di hari selasa.
Grow, bertumbuh, commit. Sehingga saudara bisa berakar, baru disinggung sedikit di komselnya, sakit hati dan tidak mau datang lagi. Ada yang pernah cerita, “Ya, tapi saya tersinggung”, tetapi dimanakah kamu bisa dapatkan masukan berharga, orang yang jujur sama kamu, untuk mau agar kamu menjadi lebih baik. Perusahaan-perusahaan membayar mahal, survey institut dapat feedback customer. Demi untuk mau jadi lebih baik, kamu dapat gratis. Kamu tolak. Terserah.
Jadi, kalau Tuhan pakai metafora analogi pohon ini, sebenarnya yang dibicarakan adalah kehidupan kita, menggambarkan kehidupan kita. Walaupun Alkitab bicara soal pohon. Sebenarnya kita sedang belajar kehidupan pertumbuhan kita manusia. Itulah gunanya metafora yang Alkitab pakai. Supaya kita bisa belajar daripadanya.
Jadi, sama seperti tanaman dan pohon, pertumbuhan iman kita itu membutuhkan ekosistem. Betul atau tidak?
Minggu lalu kita belajar bahwa kita dibenarkan oleh Yesus melalui karyaNya, bukan karena perbuatan kita. Karena Kasih Karunia Tuhan yang kita terima melalui percaya, kita dibenarkan sehingga kita bisa bertumbuh. Dan untuk kita bisa bertumbuh dalam kebenaran itu, kita harus mempraktekkan menghidupi identitas yang baru ini sebagai orang benar.
Dan Tuhan memberikan kita ekosistem, sarana-sarana untuk membantu kita bertumbuh. Nah, mari kita telusuri sedikit lebih dalam metafora ekosistem ini.
1. Nutrisi Firman Tuhan
Tadi dikatakan Nutrisi, yang pertama. Pohon perlu nutrisi. Nutrisi itu apa? Firman. Firman Tuhan. Kita perlu firman Tuhan untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Kita perlu firman Tuhan untuk bisa menerima kebenaran yang datang daripada Tuhan. Kita perlu firman untuk bisa menerima instruksi, arahan daripada Tuhan.
Kita perlu Firman Tuhan untuk memperbaiki cara berpikir kita dan perspektif kita melihat segala sesuatu supaya kita bisa meresponi kehidupan dengan benar. Kita perlu Firman untuk mengerti rencana Tuhan bagi kita dan bagi dunia kita. Kita perlu Firman.
Nah, sama seperti pohon membutuhkan nutrisi, Kerohanian kita membutuhkan Firman untuk membangun kekuatan. Dan saya ingin katakan bahwa kegigihan atau resilience itu adalah personifikasi daripada iman kita. Resilience is the personification of our faith.
Sama seperti tindakan adalah akibat iman. Karena tanpa perbuatan, tanpa tindakan, iman kita mati. Tanpa kegigihan, Iman kita tidak berwujud, Justru pada waktu dunia lihat kita gigih, tidak gampang menyerah, Itu adalah wujud nyata daripada iman kita yang dunia bisa lihat.
Dunia akan bilang “Kok bisa ya? Kamu mengalami kehilangan ini, Kamu mengalami badai ini, Kamu mengalami tantangan ini, Tetapi kamu bisa bertahan dan tetap berkata Tuhan itu baik? Wow! Itu namanya Flourish.”
Supporting Verse – [16] Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya Tuhan, Allah semesta alam. Yeremia 15:16 TB
Kata “menikmatinya” dalam terjemahan bahasa asli berarti aku memakannya secara utuh, aku mengunyahnya, aku mencernanya, aku menikmatinya. Saya berdoa 2026 ini menjadi tahun dimana saudara menyukai Firman Tuhan, rajin membaca Firman Tuhan, dan ada koneksi waktu saudara membaca Firman. Karena kalau tidak ada koneksi, memang membaca Firman, membaca Alkitab bisa menjadi aktivitas yang sangat membosankan.
Membaca surat cinta orang, semanis apapun isinya bisa menyebalkan dan membosankan bukan? Tetapi kalau ada hubungan, cukup dua kata, saudara bisa bertahan hidup berbulan-bulan. Karena apa? Karena ada hubungan. Tanpa hubungan, saudara baca kata sayang, kata rindu, “cemen”. Tetapi dengan hubungan, saudara baca, “take care”, wow, bisa bertahan, semangat, hidup berbulan-bulan, demikian juga dengan Firman Tuhan, kalau saudara punya koneksi dengan Tuhan secara pribadi, maka Firman menjadi hidup, saudara menjadi terhubung dengan apa yang dituliskan. Jadi, nutrisi. Makan. Cukupkan kebutuhan kehidupanmu.
Yang kedua, Air. Roh Kudus.
Karena kita belajar Biologi, air yang mengantarkan nutrisi dari tanah ke batang, ke dahan, ke daun. Betul kan? Tanpa air, nutrisi di tanah, mineral yang ada, tidak bisa naik ke batang, ke daun. Kita perlu air, kita perlu Roh Kudus, Roh Tuhan untuk membantu kita beriman kepada Tuhan. Belajar mengerti Firman Tuhan, Belajar percaya kepada Tuhan, Belajar mengenal Tuhan lebih dalam lagi.
Kita butuh Roh Kudus untuk mengingatkan kita, menginsafkan kita, menyadarkan kita, membawa kita kepada pertobatan. Kita perlu Roh Kudus untuk menghibur kita, sewaktu saudara menerima berita buruk, saudara perlu Roh Kudus. Saudara perlu Roh Kudus untuk menguatkan kita. Saudara perlu Roh Kudus untuk membantu kita menerima kuasa supaya kita bisa bersaksi kepada Tuhan.
Supporting Verse – [13] Jawab Yesus kepadanya: ”Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, [14] tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Yohanes 4:13-14 TB
Roh Kudus sekali datang dalam kehidupan saudara bukan hanya akan memuaskan dahaga saudara, Tetapi Dia akan menjadi sumber mata air di dalam diri saudara dan Dia tidak akan pernah meninggalkan engkau kembali.
Supporting Verse – [19] Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, – dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? [20] Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 1 Korintus 6:19-20 TB
Setiap saudara punya Roh Kudus, setiap saudara yang pernah mengundang Dia menjadi Tuhan dan Juru Selamat, Sewaktu engkau berkata, “hari ini aku serahkan hidupku kepadaMu, Yesus, datanglah menjadi Tuhan, dan dalam detik itu, Dia datang dan Dia tidak pernah meninggalkan engkau kembali.
Apakah engkau rajin ke gereja atau tidak? Dia tidak pernah meninggalkan engkau. Apakah saudara tidak lagi rajin ke gereja, rajin ke tempat yang seharusnya saudara tidak pergi? Dia pun tidak meninggalkan engkau dan Dia ada bersama dengan engkau disana.
Sewaktu saudara tidak membaca Alkitab atau saudara sedang buka situs-situs yang tidak seharusnya saudara buka, ketahuilah Dia ada disitu. Cuman kesadaran saudara akan keberadaan Dia yang mempengaruhi hidup saudara. Tidak semua kita sadar bahwa Dia ada disitu.
Dan 24 jam sehari kita meresponi Dia. Doa sebenarnya adalah bicara kita sama Tuhan. Doa tidak selalu melibatkan saudara untuk melipat tangan dan berlutut. Saudara bisa berdoa disaat mata terbuka, dan saudara bisa berdoa dan berbicara kepada Dia pada saat saudara sedang menghadapi apapun juga. Dan Dia bisa berbicara kepada saudara melalui kondisi dan keadaan apapun juga.
Sharing Ps. Jose – Saya masih ingat beberapa kali saya mengalami pengalaman dimana Dia menjadi begitu nyata. Bukan hanya saya tahu tentang Dia. Bukan hanya saya pernah baca bahwa Dia tinggal di dalam saya. Tapi pada saat dia betul-betul muncul dan mengambil alih, Saya masih ingat betul. Dia mengambil alih lidah saya begitu lama dan saya sadar betul bahwa saya tidak mengendalikan lidah saya. Itu yang Alkitab catat sebagai pengalaman pertama kali kepenuhan Roh Kudus. Atau Alkitab sebut sebagai Baptisan Roh Kudus.
Roh kudus milik semua orang percaya, tetapi tidak semua kita memberikan kesempatan untuk Dia melakukan apa yang Dia bisa lakukan dalam kehidupan kita secara pribadi. Karena ada pengalaman-pengalaman orang yang tidak nyaman, tidak baik dengan orang-orang yang “mempraktikkan karunia”, menyebabkan ada banyak orang antipati kepada pekerjaan Roh Kudus.
Hanya karena ada yang pernah mungkin dikasih tahu bahwa baptisan Roh Kudus itu adalah kalau kita pancing dengan mengulangi kalimat atau kata-kata tertentu dan akibatnya banyak orang kemudian berkata, “Wah saya gak yakin ini Alkitabiah”.
Saya masih ingat betul, pengalaman saya pertama kali dimana saya tidak berpikir apa-apa dan tiba-tiba Roh Kudus ambil alih dan saya mulai berkata-kata yang akal saya tidak mengerti. Dan saya tidak memahami apa yang sedang saya katakan, tapi saya tahu betul bahwa itu bukan otak saya yang mengendalikan lidah saya.
Saya juga pernah mengalami dimana bukan lidah saya yang diambil alih, tetapi keseimbangan saya. Saya masih ingat betul seperti badai saya disapu sama angin, saya terpelanting jatuh lumayan kencang. Sampai kacamata saya terpelanting dan terlepas. Tetapi saya tahu kalau Roh Kudus mengambil alih tubuh kita, Dia tidak akan menyakiti kita.
Walaupun saya jatuh terpelanting, menggelepar seperti ikan yang keluar dari air. Saya tahu betul bukan saya sedang mengerakkan badan saya, tetapi Dia yang di dalam diri saya, memberitahukan kepada saya, “It’s not you, it’s Me.” Karena yang biasanya menjaga keseimbangan kita adalah otak kecil kita. Pada waktu Dia mengambil alih otak kecil kita, Dia bilang, “You’re not in control of your balance. It’s Me.”
“Wah, ada luapan emosi, ada haru, karena saya tahu ini bukan saya, tetapi Dia yang selama ini ada dalam saya. Setiap kita punya pengalaman masing-masing berbeda-beda untuk Dia muncul dan memberitahukan kepada kita, “It’s Me”, ini Saya yang mengambil alih hidupmu.
Sehingga sejak pengalaman itu, kesadaran saya akan keberadaan Tuhan dan Roh Kudus dalam kehidupan saya mengalami transformasi yang luar biasa. Dia menjadi nyata, membuat saya sadar sewaktu saya mau mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya, tidak pantas karena Dia ada disini.
Sewaktu saya mau melakukan sesuatu yang tidak pantas, bukan karena manusia lihat, tidak pantas karena Dia ada disini. Your life, hidup saudara akan melalui terobosan. Karena saudara tidak bertanggung jawab kepada manusia tetapi kepada Tuhan, Air.
Yang Ketiga, Lingkungan Gereja Tuhan
Saudara perlu komunitas gereja Tuhan.
Supporting Verse – [1] Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, [2] tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. [3] Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Mazmur 1:1-3 TB
Tidakkah ini terdengar mirip dengan Mazmur 92?
We can only grow spiritually, when we are connected relationally.
Kita perlu lingkungan yang sama-sama merayakan, menghormati dan menguji pribadi Tuhan yang sama. Komunitas dimana kita saling menegur, saling membangun, saling mengasah, saling menguatkan, saling mendewasakan, menjadi tubuh Kristus di dunia dimana kita saling mengasihi dan melalui kesatuan dan perbuatan baik kita, dunia bisa mengenal Bapa di surga. Amin?
Saudara perlu lingkungan seperti itu. Selain air, selain nutrisi, selain lingkungan, Saudara juga perlu iklim.
4. Iklim Penyembahan.
Iklim bicara soal worship, penyembahan. Inilah tujuan hidup kita. Kita diciptakan untuk menyembah. Penyembahan adalah bentuk pernyataan kita bahwa kita adalah makhluk ciptaan Tuhan, dan Tuhan adalah pencipta kita. Penyembahan adalah keputusan kita untuk tunduk dengan cara yang Tuhan sudah tentukan untuk menghormati dan mengasihi Dia.
It’s our gesture of love kepada Tuhan. Tahukah saudara bahwa ada sebuah penelitian dan studi yang berjudul “Neurophysiological Benefits of Worship”, The Journal of Biblical Foundations of Faith and Learning.
Dikatakan bahwa kalau kita menyembah, ada dampak jasmani dan jiwani dan bahkan dampak kepada otak kita. Dikatakan bahwa kalau kita menyembah 12 menit sehari, itu membuat kemampuan kita untuk mengelola perasaan, (ingat tadi, mental disorder punya challenges?), mengelola perasaan, untuk berempati, untuk bisa mengelola cara berpikir saudara.
Syarat saudara ikut terpengaruh, sewaktu saudara worship, sewaktu saudara menyembah Tuhan 12 menit sehari kalau saudara lakukan itu. Dan ada dampak psikis, bahkan menurunkan depresi, menurunkan kecemasan, bahkan pain level, perasaan nyeri di tubuh saudara yang kronis, dan bahkan gangguan stres pasca trauma atau PTSD bisa mengalami penurunan because of worship.
Saya berdoa di 2026, saudara praktekkan, amin?
Kalau saudara mempraktekkan itu, Ada 2-3 ayat yang saya ingin bagikan kepada saudara sebagai penutup.
Supporting Verse – [2] Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, [3] untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam, Mazmur 92:2-3 TB
Setiap hari, kalau pagi saudara beritakan kesetiaan Tuhan atau kebaikan Tuhan, dan kemudian mengungkapkan rasa syukur saudara kepada kesetiaan Tuhan di waktu malam, maka dikatakan di ayat ke-5 sebagai berikut.
Closing Verse -[5] Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya Tuhan, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai. Mazmur 92:5 TB
Saudara bisa bersorak-sorai bukan karena cuacanya baik, Saudara bisa bersorak-sorai bukan karena kondisinya baik, Saudara bisa bersorak-sorai bukan karena lingkungannya kondusif, Saudara tetap bisa bersorak-sorai karena Dia setia, Walaupun saudara sedang mengalami badai, mengalami tantangan, mengalami goncangan, Saudara bisa berkata “Tuhan baik, dan Dia setia!”, karena saudara ada di dalam, tertanam di dalam hadiratNya. 2026 akan saudara bisa lewati dengan baik.
God doesn’t bless temporariness, He blesses Rootedness.
Tuhan tidak memberkati kalau kita cuman sebentar-sebentar saja ada dimana-mana, tetapi Tuhan memberkati sewaktu kita tertanam dan mau ditanam. Are you ready for 2026? Siap untuk Flourish? Tidak takut dengan kondisi apapun? Tutup catatanmu dan mari kita sembah Tuhan bersama.
P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at :Â https://saweria.co/316notes



