Taste and See by Ps. Jeffrey Rachmat

JPCC Kota Kasablanka Service 3 (7 Mei 2017)

Hari ini kita masuk dalam satu tema baru, yaitu Taste and See, Kecap-lah dan Lihat-lah. 
Saya akan memulai kotbah hari ini dengan satu pengalaman saya disaat biasa mengunjungi suatu restoran baru.

Dimana saya sering menghadapi dilema untuk menentukan pilihan dari menu makanan yang disediakan.

Tetapi bila ada gambar di menu makanan, itu biasa-nya akan mempermudah pilihan saya karena gambar makanan yang terlihat enak.

Tetapi sebaliknya, saya belajar bahwa kadang gambar dari menu makanan yang ada, tidak seenak saat muncul asli-nya di hadapan saya. 

Opening Verse – “Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” ‭‭Mazmur‬ ‭34:8‬ ‭TB‬‬

“– sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat –” ‭‭2 Korintus‬ ‭5:7‬ ‭TB‬‬

Bukan “Lihat-lah dahulu baru Kecap”, tetapi malah sebalik-nya “Kecap-lah dan Lihat-lah“. 

Itulah Hidup Ke-Kristenan yang sebenar-nya, Hidup dengan Iman, bukan hanya dengan melihat saja. Anda harus percaya dengan siapa yang menyodorkan makanan tersebut, Remember that Faith is the language of Heaven.

Dari Alkitab, kita bisa melihat bahwa berkali-kali Yesus berhenti dari perjalanan-Nya ketika Dia mendengar bahasa Iman.

Hal ini tidak mudah tentu-nya, karena anda harus percaya dengan siapa yang menyodorkan makanan tersebut.

Ilustrasi dan Sharing Ps. Jeffrey – Saya punya banyak teman di dalam dan luar negeri, dan disaat ada teman dari luar negeri yang berkunjung ke Indonesia, saya ingin menjadi tuan rumah yang baik dan ingin mereka merasakan makanan indonesia yang menurut saya adalah makanan paling enak.

Tetapi saya tahu bahwa bagi mereka ada beberapa makanan yang tidak biasa untuk di-lihat. Contoh-nya adalah Sop Rawon, saya menyukai makanan ini karena saya lahir di surabaya.

Bagi orang dari luar negeri, melihat sop rawon yang berwarna hitam dan diaduk-aduk, mungkin hal itu mengingatkan mereka pada hal yang negatif. 

Saya meyakinkan mereka untuk menutup mata dan menikmati sop rawon ini. Tidak mudah tentu-nya, tetapi mereka bersedia melakukan-nya karena mereka percaya kepada saya, 

Beberapa waktu yang lalu saya juga menyuguhi makanan favorite saya yang lain yaitu sop buntut ke mereka, dan dari nama-nya saja, makanan ini membuat mereka ragu untuk memakan-nya. 

“Close your eyes and Have a taste!”. itu yang selalu saya katakan kepada mereka. Hal ini terjadi lagi disaat mereka melihat buah rambutan yang lebat, saya tidak tahu nama inggris-nya dan saya jelaskan ke mereka bahwa itu adalah “Hairy Fruit”, “but trust ms that this is very nice, please have a taste!”

Saya ingin mereka merasakan apa yang saya rasakan, dan setiap kali saya meyakinkan mereka dan melakukan hal ini, saya merasa seperti saya melakukan apa yang Roh Kudus sering lakukan kepada saya. 

Roh Kudus selalu berkata bahwa Tuhan itu baik dan Dia selalu ingin menyodorkan yang baik terhadap saya, jangan ragu and Taste it! God is Good.

Sebagai orang percaya, kita hidup akan Iman, bukan dari yang dilihat, tapi alami terlebih dahulu dan anda akan melihat-nya. 

Tetapi seringkali kita mengambil keputusan dari apa yang kita lihat saja. Saya mengalami ini disaat dulu sekolah, saya senang saat ada sesi atau jadwal praktikum karena melalui sesi ini, saya bisa melihat bagaimana teori pengajaran bisa bekerja dan membuat saya mengerti.

Pengertian datang disaat anda mempraktekkan, apa yang anda mengerti tidak bisa diambil dari anda, ini sangat penting. Anda bisa datang ke gereja dan mendengarkan Firman Tuhan, tetapi jika anda tidak melakukan hal itu, meski anda datang ke gereja selama bertahun-tahun, semua ini akan diambil karena tanpa pengertian, segala sesuatu akan mudah untuk diambil.

Supporting Verse – “Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.” ‭‭Matius‬ ‭13:18-19‬ ‭TB‬‬

Sharing Ps. Jeffrey – Sewaktu saya di kelas 2 SMA, saya belajar di sekolah khusus pria, dan selalu ada kehebohan disaat kami melihat ada perempuan yang lewat. 

Kita saat itu mencetak sebuah kaos khusus yang selalu kamu pakai kemana-mana, yang menurut kami sangat keren saat itu dan juga membuat kami bangga karena di belakang kaos ada tulisan “Banyak Belajar, Banyak Lupa, Tidak Belajar, Tidak Lupa”. 

Kalau saya pikir saat ini, betapa bodoh-nya kami semua saat itu, bisa terlihat keren dan bodoh pada saat yang bersamaan. 

Kita perlu menjadi Pelaku Firman, “Do-er of the Words”, bukan hanya menjadi pendengar yang baik saja. Tomas, salah satu murid Yesus, mungkin mewakili banyak dari kita dalam hal ini. 

We walk by Faith, not by Sight, hidup dari apa yang kita percayai.

Apa yang perlu kita kecap, alami dan mengerti? 

Yang anda perlu kecap, alami, dan mengerti adalah Kebaikan Tuhan, God is Good. Karakter Tuhan baik, dan apa yang Dia buat selalu baik. 

Supporting Verse – “Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” ‭‭Yohanes‬ ‭20:24-29‬ ‭TB‬‬

“Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.” ‭‭Mazmur‬ ‭119:68‬ ‭TB‬‬

“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” ‭‭Yakobus‬ ‭1:17‬ ‭TB‬‬

Kita seringkali menyalahkan Tuhan disaat mengalami suatu kesusahan, tapi seringkali dari kesalahan yang kita lakukan membuat segala sesuatu menjadi berantakan, Tuhan tidak pernah tersinggung akan semua caci maki dan gerutu kita, dan Dia bisa menjadikan kegagalan anda menjadi suatu keberhasilan.

Definisi baik dari kita, seringkali adalah disaat menerima berkat dari Tuhan. 

Contoh-nya, bagi para suami, mungkin anda sering mengalami rasa malas disaat mengantar istri anda ke suatu event, tetapi jika disaat anda sampai ke event itu dan mendapat hadiah door prize, anda akan langsung berkata bahwa Tuhan baik. 

Hal yang sama juga terjadi disaat Tuhan memberi jawaban doa kita. Kita juga berkata “Tuhan Baik” disaat kita diselamatkan dari maut, kecelakaan, bencana, penyakit atau kejahatan. 
Tetapi saya ingin anda semua mengingat Kebaikan Tuhan yang satu ini.

Supporting Verse – “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?” ‭‭Roma‬ ‭2:4‬ ‭TB‬‬

“Or do you despise the riches of His goodness, forbearance, and longsuffering, not knowing that the goodness of God leads you to repentance?” ‭‭Romans‬ ‭2:4‬ ‭NKJV‬‬

Tuhan menunjukkan kelapangan dan kemurahan hati, serta kesabaran-Nya pada saat anda masih berbuat dosa, itulah Kebaikan-Nya. Tetapi jangan pandang enteng hal ini, karena semua ini harus menuju ke pertobatan. 

The Goodness of God that leads Men to Repentance

Jangan anggap enteng kelapangan, kemurahan dan kesabaran hati Tuhan, semua itu diberikan karena kita harus cepat bertobat agar tidak terjadi sesuatu yang lebih buruk di dalam hidup kita.

Kebaikan Tuhan-lah yang membuat seseorang bertobat, bukan pembalasan. Anda perlu berdoa dengan hati dan tujuan yang tepat, minta dan tunjukkan kebaikan Tuhan di dalam doa anda. 
Ini yang harus anda alami, “Saya telah melihat sekarang karena saya sudah mengalami dan mengecapi terlebih dahulu”. 

Ada begitu banyak Firman Tuhan yang untuk kita mungkin seperti mustahil untuk dilakukan, tetapi disaat anda telah mengalami sendiri hal itu dan mengecap akan kebaikan Tuhan, anda akan mengerti. Taste and See that the Lord is Good.