JPCC Sutera Hall 2nd Service (4 January 2026)
Selamat pagi Gereja Tuhan! Selamat siang, sore dan malam bagi Bapak dan Ibu yang mengikuti Ibadah ini secara online. Selamat Tahun Baru untuk kita semua, dan kita membuka 2026 dengan tema tahunan “Flourish“. Perhatikan ada “shhh” di belakangnya, karena kalau tanpa itu artinya menjadi toko bunga (florist).
“Flourish” artinya tumbuh segar, utuh, dan bertumbuh subur. Artinya juga berbuah dan terus segar. Saya tidak perlu tanya kepada kita semua, siapa yang mau punya hidup yang utuh, siapa yang mau bertumbuh subur, berbuah dan terus segar. Pasti semuanya mau.
Tema ini diangkat agar setelah di tahun lalu kita memasuki musim yang baru, setiap jemaat JPCC, terutama saudara yang tertanam di gereja ini, bisa terus menjadi pribadi-pribadi yang hidupnya secara holistik utuh, penuh, terus bertumbuh subur, bisa menghasilkan buah di setiap musim, dan terus segar supaya setiap kehidupan kita tahun ini bisa memberitakan tentang kebaikan Tuhan.
Mari kita cermati teks yang mendasari tema “Flourish” ini. Sedikit konteks sebelum kita baca. Ini adalah satu-satunya perikop dari 150 pasal di kitab Mazmur yang secera explicit dituliskan untuk dinyanyikan di hari Sabat. Ini adalah Mazmur yang berisi tentang kebaikan dan kesetiaan Tuhan buat orang benar dan berisi tentang keadilan Tuhan buat orang fasik atau orang jahat.
Opening Verse – [13] Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; [14] mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita. [15] Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, [16] untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya. Mazmur 92:13-16 TB
Mari kita cermati ayat yang sama dari terjemahan Alkitab lainnya.
Supporting Verse – [13] Orang jujur bertunas seperti pohon kurma, dan tumbuh subur seperti pohon cemara di Libanon. [14] Mereka seperti pohon yang ditanam di Rumah Tuhan, dan berkembang di Rumah Allah kita, [15] pohon yang masih berbuah di masa tua, tetap hijau dan segar. [16] Itulah buktinya bahwa Tuhan adil; Dia pembelaku, tak ada kecurangan pada-Nya. Mazmur 92:13-16 BIMK
Kalau terjemahan yang tadi dikatakan orang benar, dalam terjemahan yang ini dikatakan orang jujur. Perhatikan tadi ada beberapa kata “akan” disitu, dalam terjemahan baru (TB), dikatakan bahwa orang benar “akan” bertumbuh, akan bertunas, bukan dapat, bukan “can” or “may”, tetapi “will”, pasti. Akan berdunas, akan bertumbuh, masih berbuah, tetap segar.
Perhatikan saudara, adanya “longevity” yang Tuhan mau, adanya kebertahanan dan keberlanjutan yang Tuhan mau buat setiap orang benar, dan judul pesan Tuhan hari ini adalah “The Righteous Shall Flourish“.
Jadi, sebenarnya kata “akan”, “masih” dan “tetap” disitu seperti ingin memberitahu kepada kita bahwa yang namanya “flourishing” adalah sebuah natur. Sebuah sifat alami yang akan dimiliki oleh orang-orang yang benar, oleh orang-orang yang jujur.
Dengan kata lain, kita tidak “flourishing” sebagai sebuah “Upah” atau “Hadiah”, melainkan sebuah karakteristik orang benar. Buat setiap orang benar, “flourishing”
itu sebuah kepastian.
Pertanyaannya sekarang, siapa yang alkitab maksud dengan “orang benar”?
Kata benar disitu berasal dari bahasa Ibrani, “Tsadak“, yang artinya “to be made right”, dibuat benar, Bukan kita yang membuat kebenaran itu, tetapi ada seseorang yang membuat itu benar, sehingga kita dibuat benar. Bukan kita yang membenarkan diri, tetapi ada seorang pribadi yang “justifying” us, sehingga dikatakan “we are justified”, kita dibenarkan.
Dikatakan juga adil, saleh, dan benar. Jadi, orang benar yang dimaksudkan disini adalah orang-orang yang sudah dibenarkan oleh Tuhan dan hidup dalam hubungan yang benar dengan Allah.
Supporting Verse – [24] Namun, sekarang kita dibenarkan di hadapan Allah hanya karena kebaikan hati-Nya! Dan status sebagai orang benar itu diberikan secara cuma-cuma melalui Kristus Yesus, yang menebus dan membebaskan kita dari hukuman atas dosa kita masing-masing. [25-26] Di masa lalu, Allah bersabar dan tidak membinasakan manusia karena dosa-dosa mereka, sebab pada waktu itu Dia sudah berencana untuk membenarkan manusia melalui Yesus. Sekarang, Allah sudah mengutus Yesus menjadi kurban penebus dosa, supaya setiap orang yang percaya penuh kepada Yesus diampuni dosanya dan tidak dihukum Allah. Pengampunan itu diberikan oleh karena darah Yesus, waktu Dia mati bagi kita. Demikianlah Allah membenarkan orang berdosa yang percaya kepada Yesus. Allah menunjukkan bahwa Dia selalu melakukan yang benar dan adil. Roma 3:24-26 TSI
“Demikianlah Allah membenarkan orang berdosa yang percaya kepada Yesus”, Kata kuncinya disitu. Bukan sekedar orang berdosa, tetapi orang berdosa yang percaya kepada Yesus dibenarkan. Karya Salib Kristus sudah membenarkan kita di hadapan Allah sehingga setiap orang yang percaya penuh kepada Yesus bisa disebut sebagai “orang benar”.
Dikatakan tadi bahwa status saudara dan saya, mungkin kalau saudara senang bikin status di WhatsApp, ada loh biasanya generasi yang lebih tua suka bikin status. Dia tidak main Instagram, dia mainnya status Whatsapp. Mungkin saudara bisa pertimbangan status ini, “Dibenarkan oleh Allah”.
Status sebagai orang benar diberikan secara “cuma-cuma” lewat Kristus Yesus. Jadi, saudara, sejauh ini yang bisa kita pelajari adalah “flourishing” menurut Alkitab tidak dimulai dari usaha manusia. Tetapi dimulai dari karya Kristus di atas Kayu Salib.
“Flourishing” menurut Alkitab berawal dari identitas kita di dalam Kristus. Puji Tuhan ayatnya tidak bilang seperti ini, “The skillful shall flourish”, mereka yang punya titel, mereka yang punya kedudukan, mereka yang “the who’s who in Jakarta shall flourish”, Mereka yang kuliah di luar negeri akan flourish, No! Tetapi ayatnya bilang seperti ini, the righteous shall flourish, Orang yang benar akan flourish.
Pertanyaan saya, Saudara percaya bahwa saudara orang benar?
Mungkin ada beberapa dari saudara yang langsung mendiskualifikasikan diri saudara, sewaktu saudara dengar kata orang benar. Mungkin narasi di benak saudara langsung berputar seperti, saya belum benar-benar banget hidupnya. Hidup saya belum lurus-lurus amat. “I don’t think this is my year. I don’t think flourish is my portion”.
“Saya bukannya ga usaha loh Kak, saya usaha tetapi “syulith”. Sulit untuk jadi orang benar hari-hari ini Kak.”
Saudara, mungkin isunya adalah tentang “perspektif” kita, tentang kata “righteous” tadi. Karena kita masih merasa bahwa status “orang benar” itu, sesuatu yang kita earn, sesuatu yang kita usahakan, sesuatu yang kita raih, sesuatu yang diberikan karena hasil usaha atau pekerjaan kita.
Supporting Verse – [21] Allah sudah membuat Kristus diperlakukan seperti orang berdosa demi menanggung dosa kita, meskipun Kristus sendiri tidak pernah berdosa. Allah melakukan itu agar kita yang bersatu dengan Kristus dapat dibenarkan di hadapan-Nya. 2 Korintus 5:21 TSI
Perhatikan disini bahwa Allah memberikan misi kepada Kristus untuk mati diatas kayu salib dimana diatas kayu salib itulah, Yesus sebagai pribadi yang benar, sejati, diperlakukan seperti orang fasik, seperti orang berdosa supaya kita yang justru berdosa diperlakukan sebagai orang benar.
Kita yang tidak layak dibuat layak, sehingga orang yang dari diri duluNya layak dibuat tidak layak. Dia yang benar-benar “benar”, Dia yang benar secara “sejati”, dibuat berdosa supaya kita yang berdosa dibuat “benar”.
That is the Gospel! Itulah Injil kabar baik untuk setiap saudara, Karena perbuatan baik kita tidak akan pernah meraih status kebenaran itu. Inilah kabar baik yang mengubahkan kehidupan kita. Jadi sekali lagi, “flourishing” berawal dari siapa kita dalam Kristus.
Izinkan saya khusus berbicara kepada adik-adik SMA. Anak-anak SMA, izinkan saya katakan begini, Identitasmu tidak perlu ditentukan oleh apa kata teman-temanmu.
Siapa engkau, hanya ditentukan dari apa yang Kristus lakukan di atas kayu salib. Makanya Kristus bilang begini, “It is done”. Tidak ada identitas lainnya. Identitasnya adalah “engkau sudah diampuni”. Identitasnya adalah “engkau orang benar”. Kalau engkau, sejak engkau muda, engkau bilang aku mau mengaku dengan mulut, percaya dengan hati, Mengundang Dia sebagai sang pembenaran pribadiku, di hari yang sama, engkau menjadi orang benar.
Saudara, kabar baik untuk kita semua karena salib Kristus, kita semua punya titik awal yang sama. Ada jaminan dan harapan pasti dalam Yesus bahwa setiap kita yang percaya penuh kepada Yesus diberikan lebih dari sekedar kemampuan untuk mengalami hidup yang “flourishing”.
Kita diberikan seorang “Pribadi” yang menjadi sumber kehidupan yang flourishing dan namanya Yesus. Adalah bahwa pusat pembenaran hidup kita hanya ada dalam Pribadi Yesus Kristus.
Let me say this once again. Pusat pembenaran hidup kita bukan justifikasi dari orang lain, bukan “approval of man”. Tetapi pusat pembenaran hidup kita hanya ada dalam pribadi Yesus Kristus.
Jadi, biarkan saya mengatakan ini kepada anak muda, Anda tidak perlu membuktikan apa-apa kepada seseorang, Satu-satunya pembuktian yang sudah dilakukan adalah Salib Kristus, Dan itu yang menjadi sumber atau pusat pembenaran hidup kita.
Kesimpulannya, saudara-saudara adalah ini, bottom line pembelajaran buat kita hari ini bahwa “Flourishing” bukan sesuatu yang kita kejar, Tetapi flourishing berawal dari apa?
Flourishing bukan sesuatu yang kita kejar, tetapi berawal dari identitas kita dalam Kristus.
Mereka ternyata saudara, yang tidak peduli sama perintah Tuhan, mereka yang disebut orang jahat, orang fasik, orang durhaka juga bisa “flourish”, tetapi beda kondisi. Ayat 8 mencatatnya.
Supporting Verse – [8] Boleh jadi orang durhaka tumbuh subur seperti rumput, dan orang jahat bertambah kaya dan makmur; namun mereka akan dibinasakan sama sekali, [9] sebab Engkau, Tuhan, berkuasa selama-lamanya. Mazmur 92:8-9 BIMK
Itu sebabnya kalau saudara cermati tadi, Analogi yang dipakai oleh pemazmur berbeda untuk orang fasik dipakai “rumput“, cepet tumbuh, tetapi juga cepet “metong” atau mati. Cepet kaya, cepet hilang lagi.
Tetapi untuk orang benar, analogi yang dipakai apa? Pohon. Akhir ceritanya juga beda. Untuk orang fasik, ujungnya kebinasaan. Untuk orang benar, ujungnya apa? Untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar.
Lalu “orang benar” diibaratkan juga dengan dua macam pohon, pohon korma dan pohon aras atau pohon cemara. Saudara, perhatikan pohon korma, Dua gambar yang pertama itu saya ambil waktu saya ke Israel di tahun 2022.

Ini bentuk pohon korma. Pohon ini hidup di cuaca yang sangat panas, yaitu di gurun pasir, miskin air, miskin sumber mineral. Luar biasanya pohon ini, kemampuan bertahan di iklim ekstrim dimulai sejak pohon ini masih biji. Akar pohon ini menembus kedalaman tanah supaya bisa mendapatkan air dan nutrisi yang lain. Ukuran akar pohon ini jadi besar dan menyebar, lihat gambar yang ketiga, di lingkup daerah yang luas.
Kalau saudara perhatikan, ukuran akarnya sama ukuran atasnya hampir mirip sama panjangnya. Akar pohon ini bertumbuh besar jauh ke dalam tanah melebihi ukuran lazim akar pohon serabut pada umumnya. Dan akar seperti ini memampukan pohon korma untuk mendapatkan air dan zat makanan di dalam pasir yang sangat minim.
Tunasnya, makanya tadi dikatakan bahwa orang-orang benar akan bertunas, What’s with the “tunas”? Tunasnya bakal menembus bebatuan yang sengaja ditaruh di atas biji. Maka tadi kita perhatikan kekuatan dari pohon ini ada semenjak dia masih biji.
Anak-anak muda, anak SMA, saya berdoa agar kekuatan imanmu akan dibangun sejak engkau muda, dalam nama Yesus.
Apa yang dilakukan oleh Tunas ini?
Tunas ini akan mengangkat batu yang ditaruh diatasnya. Dia bertumbuh di sekitar batu itu dan terus berkembang. Pohon korma ini melambangkan “fruitfulness” atau keberbuahan, Kalau tadi buat anak-anak muda, ini juga buat “Om dan Tante”.
Pohon Korma tetap berbuah sampai usia tua, Bahkan buah-buah terbaiknya terjadi di usia 30 sampai 100 tahun. Om dan Tante, Tuhan belum selesai dengan Om dan Tante. Sepasti nafas yang Tuhan masih percayakan setiap hari, sepasti itulah Tuhan mau Om dan Tante berbuah dalam nama Yesus.
Makin tua usianya, bukan makin keladi dia. Makin banyak buahnya, makin manis buahnya, saya berdoa itu yang terjadi dengan kita dalam nama Yesus. Kalau dirangkumkan tentang pohon korma adalah tentang kedalaman akar, kekuatan tunas, dan konsistensi menghasilkan buah. Saudara perhatikan, tidak ada yang tidak berguna dari pohon korma ini.
Pohon yang kedua adalah Pohon aras atau cemara. Kenapa sih bukan pohon-pohon cemara di puncak? Kenapa harus di Libanon? Ada kebenarannya saudara. Karena sebagian besar pohon ini tumbuh di sepanjang pegunungan Libanon, bahkan bendera negara Libanon kalau saudara perhatikan nanti, warna merah, putih, merah dan di bagian putihnya, di bagian tengahnya ada gambar pohon aras atau pohon cemara ini.
Ia tumbuh dalam kondisi ekstrim pegunungan, di ketinggian 1500-3200 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan mampu bertahan hingga minus 25 °C. Pohon cemara dikenal sebagai pohon yang sangat kuat karena tahan pada perubahan cuaca dan tidak mudah lapuk. Tingginya bisa 60 meter, rentang dahannya bisa 33,8 meter, lingkar batangnya bisa 12 meter, dan garis batangnya bisa 3 meter.
Pohon ini bisa hidup sampai ratusan tahun bahkan ditemukan ada yang sampai 1000 tahun usianya. Semakin tua, kayunya semakin kuat. Saya berdoa bagi orang, bagi saudara yang sudah merasa tua, It’s okay, tetapi iman saudara semakin kuat dalam nama Yesus.
Pohon Aras seringkali dipakai untuk tiang-tiang penyangga di istana dan bait Allah dan yang paling terkenal adalah Bait Salomo yang didirikan oleh Raja Salomo. Pohon korma tadi melambangkan kedalaman akar, kekuatan tunas dan konsistensi menghasilkan buah.
Pohon Aras melembangkan kekuatan, stabilitas atau daya tahan serta kemegahan atau keagungan. Menarik sekali sebenarnya, yang dipakai bukan pohon cabai, bukan pohon nangka, pohon duren, tetapi pohon korma dan pohon aras di Libanon.
Nah, lewat kedua pohon ini, Alkitab mengajarkan tiga kebenaran tentang apa yang bukan “flourishing”.
Yang Pertama, “Flourishing” yang sejati bukan hidup tanpa tekanan.
Makin ditekan, makin bertumbuh. Hashtag, Pain is my friend, Do you still remember that? Mazmur tidak pakai taman Eden, tetapi Mazmur pakai cuaca ekstrim padang gurun dan cuaca ekstrim pegunungan. Kalau hidup tanpa tekanan bisa disebut sebagai hidup yang “flourishing”, maka pohon forma dan pohon aaras tidak cocok di sini.
Justru perspektif ilahi mengajarkan bahwa tekanan adalah sarana yang Tuhan pakai untuk memperdalam dan memperkuat akar pohon kehidupan kita. Termasuk orang-orang yang ada di keluarga, pernikahan, bisnis, usaha, sekolah, karir, dan juga di DATE saudara, yang punya karunia rohani, menguji urat sabar kita.
Kebenaran yang kedua, “Flourishing” bukan kenyamanan, bukan kemakmuran, bukan pertumbuhan yang cepat.
That’s not the real “flourishing”. Meskipun tadi firman Tuhan bilang, orang fasik bisa kaya, orang fasik bisa makmur, orang jahat bisa terlihat berhasil, Tetapi Alkitab berkata apa?
Mereka seperti rumput, cepat tumbuh, cepat layu. Tetapi “flourishing” versi Allah bukanlah “comfortable prosperity”, tetapi “resilient vitality”. “Flourishing” menurut Allah bukan kemakmuran yang nyaman, tetapi daya hidup yang tangguh.
Saya berdoa untuk setiap saudara yang tertanam di JPCC akan berdamai dengan ketidaknyamanan di tahun 2026. Setiap kita yang mau “flourishing” akan berdamai dengan ketidakpastian, akan berdamai dengan tantangan, akan berdamai dengan masalah.
And you look at problem in the eye and say this, “bring it on”. Justru waktu tekanan datang, waktu tantangan datang, Tuhan mau akar pohon kehidupan saudara semakin dalam. Sewaktu musim padang gurun datang, sewaktu musim kekeringan datang, when minerals and water are very scarce, sulit untuk didapatkan, Disitulah saudara bilang kepada diri saya, “Alvi it’s time to grow deep, It’s time to grow my root deeper and wider”.
Saya berdoa kita tidak akan gampang ngambek sama Tuhan, hanya karena ini tidak berjalan seperti yang saya rencanakan, Kita akan berdamai dengan Tuhan tahun ini, saya ingin kehilangan kontrol, Tuhan ambil kontrol. Bagian saya memperkuat akar saya, bagian Tuhan lakukanlah apa yang hanya Tuhan bisa lakukan.
Disitulah saudara akan punya hidup yang utuh. No more anxiety in Jesus name. Tidak ada lagi ketakutan di dalam nama Yesus. Kamu akan mulai bisa beristirahat dalam keamanan, dan damai sejahtera Tuhan yang melampaui segala akal akan menguasai hati dan pikiranmu. Firman Tuhan juga tidak memuji pertumbuhan yang cepat tetapi Firman Tuhan memuji kekuatan yang teruji oleh waktu. Itu sebabnya gambarannya bukan rumput tetapi pohon.
Yang ketiga, “Flourishing” yang Alkitabiah bukan tentang diri sendiri.
Saudara, when you don’t make your life about you, You don’t need the pressure to perform. Lelah sekali saudara, waktu kita membuat diri kita tentang kita, Kita sedang memberikan tekanan yang tidak perlu sebetulnya.
Saudara, waktu kita berjalan dalam identitas diri yang Kristus sendiri katakan tentang kita, You don’t need to prove anything to anyone. Yesus sendiri. setelah Allah Bapa mengafirmasi identitas DiriNya, sewaktu Dia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Dia katakan tiga kali Afirmasi, Engkau AnakKu, Engkau Aku kasihi, dan kepadaMulah Aku berkenan. Sebelum Yesus memulai pelayanan apapun, dikatakan Engkau sudah berkenan kepada Aku.
Cobaan pertama setelah Yesus dibaptis di satu perikop setelah itu, Yesus dicobai di Padang gurun, dua pencobaan oleh si jahat adalah tentang identitas diriNya, narasinya bagaimana? kalau Engkau Anak Allah, Jatuhkan dirimu, Ubah batu ini jadi roti.
Supporting Verse – [1] Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. [2] Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. [3] Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” [4] Tetapi Yesus menjawab: ”Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” [5] Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, [6] lalu berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” [7] Yesus berkata kepadanya: ”Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” [8] Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, [9] dan berkata kepada-Nya: ”Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” [10] Maka berkatalah Yesus kepadanya: ”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” [11] Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. Matius 4:1-11 TB
Apa yang bisa kita pelajari saudara?
Waktu kita tidak berbasiskan, kita tidak melandasi hidup kita dalam identitas diri kita dalam Kristus, bahwa saya dibenarkan oleh Kristus, Kita akan terjebak dalam lingkaran pembuktian diri.
Saya berdoa hari ini akan menjadi hari pembebasan buat saudara. Karena identitas diriku hanya ditentukan dalam Tuhan. Disitulah saudara tahu bahwa “your life is not about you”.
Kalau saudara perhatikan di mazmur 92 ini, “flourishing” orang benar selalu terjadi dalam ekosistem rencana dan kehendak Tuhan. Beberapa frase kunci dari Mazmur 92 tadi, mereka yang ditanam di rumah Tuhan, berkembang di rumah Allah.
Dan ini tujuan akhirnya, ayat 16, untuk memberikan tentang Tuhan.
Supporting Verse – [16] untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya. Mazmur 92:16 TB
Bukan tentang kita, bukan tentang keluarga kita, bukan tentang prestasi kita, bukan tentang portfolio kita, bukan tentang profesi kita, Untuk memberitahukan bahwa Tuhan itu benar, bahwa dia tempat perlindunganku, dia gak ada kecurangan, tidak ada yang salah tentang rencana Tuhan.
“Flourishing” orang benar tidak pernah tentang dirinya sendiri, tidak pernah tentang agenda kita, pencapaian kita, kepemilikan dan pribadi kita, Tetapi untuk agenda Tuhan, kepentingan Tuhan dan memberitakan tentang Tuhan.
Are you learning anything so far? How do we bring this home?
Ada dua hal yang bisa kita lakukan setelah mendengarkan kebenaran firman Tuhan hari ini.
Yang Pertama, Terima pembenaran Kristus secara personal.
Kekristenan itu bukan agama, Kekristenan itu hubungan. Itu sebabnya perlu terjadi dalam level yang pribadi atau personal. Ingat lagi prinsipnya, “flourishing” bukan sesuatu yang kita kejar, Tetapi berawal dari identitas kita dalam Kristus.
“Flourishing” berawal dari mengerti bahwa Kristuslah satu-satunya pusat pembenaran hidup saya. Saudara, terlahir di keluarga Kristen tidak otomatis menjadikan engkau pengikut Kristus. Percaya penuh kepada Kristus adalah sebuah keputusan yang perlu dengan sadar diambil oleh setiap orang secara pribadi.
Supporting Verse – [9] Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. [10] Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Roma 10:9-10 TB
Artinya iman tidak sekedar diteruskan, dilunsurkan dari orang tua ke anak, dari ketua DATE kepada anggota DATE, dari transfer dari kakak SGL kepada anak-anak small groupnya. Datang ke gereja setiap minggu, aktif di Youth, bertumbuh dalam Iman Kristen, rajin ke DATE, semua itu baik adanya. Tetapi tetap tidak bisa menggantikan iman yang authentic dan personal.
Saya berdoa buat anak-anak SMA hari ini, sejak engkau SMA, yang kau bangun adalah imanmu yang authentic kepada Tuhan, Itu yang bisa membuat engkau bertahan, itu yang membuat engkau bisa tidak kena mental, itu yang membuat engkau bisa menggapai masa depan yang Tuhan rancangkan buat diri dan hidupmu.
Dan iman kepada Kristus adalah sebuah respon pribadi, saudara. Percaya dengan hati, mengaku dengan mulut, Mengundang Kristus sebagai sang pusat kebenaran untuk masuk dalam hidup kita sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru selamat.
Yang Kedua, Hiduplah sebagai orang yang sudah dibenarkan oleh Tuhan.
Berhenti memakai narasi-narasi yang terdengar rohani, tapi sebenarnya tidak Alkitabiah. Seperti misalnya “Ah, Hari ini aku enggak ke gereja, karena aku merasa kurang layak.”, atau mungkin “Aku enggak pelayanan dulu lah, aku merasa kurang ini, aku merasa kurang benar hari ini.”
Sepertinya kelayakan kita adalah karena “merit” atau kepantasan, kelayakan kita sendiri. Terdengar rohani, tapi tidak Alkitabiah. “Aku bukan orang benar”. Sepertinya status kebenaran itu berbasis pada perbuatan dan bukan berbasis kepada Kristus.
Saudara, kalau kita terus rawat, kita terus ulangi. “When we keep on nursing and rehearsing these narratives”. maka sebenarnya ini yang sedang kita katakan “Bahwa kemanusiaan saya lebih “superior” ketimbang keilahian Tuhan.”
Bahwa perbuatan saya dan bukan salib Kristus yang jadi pusat pembenaran diri dan hidup kita. Kalau kita berbicara tentang kebenaran, ada dua sisi dari kebenaran yang Alkitab sebutkan yaitu “the righteousness of justification” and “the righteousness of sanctification”.
Kebenaran yang membenarkan dan kebenaran yang menyucikan atau menguduskan.
Mari kita bahas sedikit.
Yang pertama, Kebenaran yang membenarkan. Itu mengubah status kita dari orang berdosa langsung menjadi orang benar.
Yang kedua, Kebenaran yang menyucikan atau menguduskan. Itu mengubah kecenderungan kita. Dari berkubang dalam dosa menjadi belajar hidup dalam kebenaran.
Yang pertama terjadi secara instan, langsung. “Tetelestai, It is done.”
The moment Jesus said it is done, it is done. Status kita langsung berubah. Kalau kita percaya dengan segenap hati, mengaku dengan mulut, status kita instantly berubah. Tetapi kebenaran yang menyucikan dan menguduskan terjadi secara bertahap, gradual, terjadi secara progresif, makin hari makin disucikan, makin hari makin dikuduskan, makin hari makin jadi serupa seperti Kristus.
Supporting Verse – [11] Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita. 1 Korintus 6:11 TB
Saudara, kita hidup benar, karena kita sudah dibenarkan oleh Kristus. Kita tidak hidup benar supaya kita dianggap benar oleh Kristus. Kita hidup benar, berangkat dari posisi “I have been made right, I have been justified “. Saya hidup benar karena itu posisi saya, itu status saya.
Kesadaran dan keyakinan kita akan status sebagai orang benar ini yang akan terus memampukan kita untuk terus hidup benar di mata Tuhan. Saya sudah dibenarkan oleh Kristus sehingga setiap hari saya belajar hidup benar di mata Tuhan. Mungkin ini narasi yang perlu kita ulangi berkali-kali.
Setiap kali kita ada kesempatan untuk berbuat dosa, Tidak usah dilawan, tetapi katakan narasi ini “Saya orang yang sudah dibenarkan oleh Tuhan, Saya ingin berbuat dosa, tetapi saya lebih ingin untuk belajar hidup sesuai dengan kebenaran karena saya orang yang sudah dibenarkan oleh Tuhan”.
Karena kita sudah dibenarkan, maka dari posisi itulah kita terus belajar menjadi orang benar di mata Tuhan. Bukan di mata teman-teman, bukan di mata dunia, “hashtag #Goodbye FOMO”. Tidak perlu lagi menginginkan apa yang orang lain lakukan, hanya karena “everybody else is doing it”.
Supporting Verse – [17] Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Yohanes 17:17 TB
Saudara tidak bisa terus belajar untuk hidup benar di dalam Tuhan tanpa memeluk kebenaran Firman Tuhan, karena Tuhan dan Firman Tuhan adalah Satu, maka proses pengudusan bertahap, proses penyucian progresif harus selalu melibatkan kebenaran yaitu Firman Tuhan.
Firman Tuhan yang saudara baca, yang saudara renungkan, yang saudara pelajari, yang saudara coba hafalkan, yang saudara coba lakukan hari demi hari, Firman Tuhan itulah yang akan mengkalibrasi ulang acuan saudara, referensi saudara, tolok ukur saudara sehingga makin hari, “Ya, mungkin dari teman-temanmu yang sekarang, kau akan bilang seperti ini, “aneh lu! sok suci lu!”.
Karena memang standarnya beda, karena mohon maaf, nah tidak maaf juga sebenarnya, Karena buku panduannya beda! Mana bisa kita berteman apalagi pacaran sama orang yang buku panduannya beda.
“Ah nanti kalau sudah menikah, dia berubah”. Coba tanya sama Om dan Tante yang sudah menikah disini, berubah tidak pasangannya? Terima Kasih untuk kejujurannya.
“Kuduskanlah mereka dalam Kebenaran”, FirmanMu adalah Kebenaran. Sewaktu Firman Tuhan itu menjadi bagian dari hidup kita, kita akan ditantang, “Kayanya tidak seperti ini deh harusnya, Hanya karena orang lain melakukannya, tidak berarti dan perlu saya melakukannya juga.”
“Hanya karena tidak ada orang yang melakukannya, tidak perlu saya tidak melakukannya juga.”
Semua orang juga kalau pacaran ciuman. Dan semua terdiam. Saya kasih pesan ini sama anak saya, kalau kamu mau pacaran boleh. Gandengan tangan hanya boleh pas menyebrang jalan. Karena saudara “kesetrum” itu berasal dari pegangan (dari pegang ini, pegang itu dan sebagainya”.
Bukan lagi hidup seturut dengan apa kata dunia dan berdasarkan keinginan mata, keinginan daging, dan keangkuhan hidup. “You begin to embrace your new normal.”
Ya ini tidak enak awalnya, tapi I think this is good for me. Karena ini kebenaran Firman Tuhan. Kebenaran terasa tidak nyaman buat daging di awal, Tetapi in the long run, kita bisa bilang, “Untung gw jaga kekudusan, Untung gue lepasin dari kebiasaan itu”.
JPCC, sewaktu kita belajar hidup benar oleh Tuhan. Selangkah demi selangkah, slowly but surely, Kita akan bisa untuk “flourish” dengan sejati. Hidup kita satu demi satu secara holistik akan menjadi semakin utuh. Di setiap musim kehidupan kita akan terus bertumbuh subur, terus menghasilkan buah dan makin segar, terus segar, makin tua makin berbuah, makin tua makin kuat.
Dan tiga minggu ke depan, saudara akan belajar lebih lagi tentang “Flourish”. JPCC , Let’s have a flourishing year. Kita akan mengakhiri tahun 2026 dengan berkata “Truly this is yet the best year in my life, In Jesus name”.
P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes



