JPCC Sutera Hall 2nd Service (8 March 2026)
Selamat Pagi JPCC! Apa kabar semua? Buat kita yang di Sutera Hall tentunya, kita berjuang melawan banjir dan juga ada beberapa titik genangan di depan. Saya rasa “pencapaian tersendiri” untuk saudara bisa sampai di tempat ini dengan baik. Doa kami adalah agar kita semua berada dalam keadaan baik-baik, dimanapun kita berada.
Masih di tema “Rooted in the Word”, berakar di dalam Firman. Tema tahunan kita, dan kita tahu kunci kita untuk bisa “flourish” adalah akar yang mendalam dan bulan ini kita khususnya belajar bagaimana berakar di dalam Firman. Judul kotbah hari ini adalah “Shaped by the Word”, Berakar di dalam Firman.
Dan kita mulai dengan ayat yang kita pelajari minggu lalu.
Opening Verse – [4] Tetapi Yesus menjawab, “Dalam Kitab Suci tertulis, ‘Kehidupan manusia tidak bergantung pada roti saja, melainkan pada setiap perkataan yang diucapkan Allah.’” Matius 4:4 TSI
Jawaban mengapa Tuhan berkata bahwa lebih penting, atau jauh lebih penting kita bergantung pada Firman yang diucapkan dibandingkan makanan yang kita makan. Karena kita adalah manusia batiniah. We are spiritual being living in the physical body, kita adalah manusia batiniah yang tinggal di tubuh jasmaniah. Apa artinya?
Supporting Verse – [26] Berfirmanlah Allah: ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Kejadian 1:26 TB
Nah kata menjadikan, kata kerja, atau alam bahasa inggris adalah “made”, dan bahasa aslinya adalah “asah”. Kata kerja “asah” adalah pembentukan sesuatu dalam bahan baku yang sudah ada sebelumnya. Jadi, kita bisa berasumsi bahwa dalam Kejadian 1:26 ini, yang dijadikan, yang dibentuk adalah tubuh jasmani kita, badan kita. Karena badan kita dibentuk dari debu tanah.
Harusnya disini muncul gambar dimana tubuh kita terbentuk. Ada lingkaran yang saudara bisa lihat. Lingkaran yang saya pakai itu menggambarkan tubuh kita. Disitu ada semua panca indera kita, termasuk semua organ-organ tubuh kita. Rangka kita, tulang kita di sini, walaupun tidak kelihatan, ada otot, ada saraf, inilah tubuh kita yang dibentuk oleh Tuhan di kejadian pasal pertama ayat 26.

Bentuknya saja serupa, segambar, di dalam polanya Tuhan. Dibentuk serupa, segambar dengan Tuhan. Kemudian di ayat 27 dikatakan sebagai berikut.
Supporting Verse – [27] Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kejadian 1:27 TB
Laki-laki dan perempuan diciptakan, bukan dijadikan, nah kata kerja “diciptakan” memakai kata bahasa Inggris yang “created”. Dan dalam bahasa asli yang memakai kata “bara”. “Bara” adalah menghadirkan sesuatu dari yang belum pernah ada sebelumnya. Kalau menjadikan itu dibentuk dari sesuatu yang sudah ada yaitu debu atau tanah yang sudah diciptakan sebelumnya. Jadi yang dihadirkan atau yang diciptakan di ayat ke-27 bukan lagi jasmaninya, tetapi rohaninya atau batiniahnya. Laki-laki dan perempuan.
Laki-laki, kelaki-lakian belum pernah ada sebelumnya, sampai di ayat ke-27, lalu Tuhan ciptakan. “God created man and woman”, Kelaki-lakian dan kewanitaan. Oleh sebab itu, kita tidak akan pernah tahu apa artinya menjadi laki-laki, kalau kita tidak ketemu dengan Tuhan pencipta kita, makes sense?
Karena kita boleh saja badannya laki-laki, tetapi kita tidak akan pernah tahu “what does it mean to be a man”, unless kita ketemu dengan Pencipta kita. Dan kita tahu bahwa di ayat 28 dan selanjutnya Tuhan meletakkan semua kehidupan umat manusia, the human flourishing, di atas fondasi laki-laki dan perempuan ini yang diciptakan di ayat 27 untuk menjadi satu.
Kalau mereka menjadi satu, mereka bisa beranak cucu, mereka menjadi bapak dan menjadi ibu. Mereka bisa memenuhi bumi dan mereka bisa menaklukkan bumi. Jadi istilahnya, the human flourishing, kelimpahan dan keberhasilan kehidupan manusia sangat bergantung kepada fondasi gambar diri dan identitas si laki-laki dan si perempuan.
Karena bagaimana mereka tahu dan mengenali apa artinya jadi laki-laki. Pada waktu mereka sudah punya anak, mereka tahu apa artinya menjadi seorang Bapak. Pada saat seorang wanita mengerti dan paham apa artinya bagaimana Tuhan menciptakan dia sebagai seorang wanita. Pada waktu dia mengandung dan kemudian punya anak, dia mengerti apa artinya menjadi seorang Ibu.
Nah, kunci daripada “human flourishing” diletakkan diatas fondasi identitas dan gambar diri seorang laki-laki dan perempuan, dan kemudian pada waktu mereka menjadi satu, mereka menikah. Itu adalah fondasi daripada semua kelimpahan yang Tuhan sediakan bagi dunia. Karena berkat Tuhan diletakkan di atas fondasi ini, musuh berusaha merusaknya.
Belum pernah semasa hidup saya, saya melihat identitas dari seorang laki-laki dan identitas dari seorang perempuan, dan definisi daripada pernikahan berusaha dirusak sebagaimana zaman sekarang. Bahkan definisi tentang keluarga dan pernikahan tidak lagi satu laki-laki dengan satu perempuan. Karena kalau seorang laki-laki terdistorsi gambar dirinya, maka kebapaan, “fatherhood” is in danger.
Nah, mengerti itu, saudara bisa lihat bahwa yang diciptakan di ayat 27 adalah manusia batiniah. Nah, manusia batiniah adalah sebenarnya diri kita sesungguhnya.
Kembali pada statement saya, kita adalah manusia batiniah yang tinggal di tubuh jasmaniah. Kalau boleh gambarnya dikeluarkan, ini adalah gambar daripada kita. Kita adalah manusia batiniah, tinggal di tubuh jasmaniah. Jadi kalau saudara lihat, ini sebenarnya hanya ada dua lingkaran. Yang sebelah kiri adalah manusia batiniah, atau manusia rohani. Yang sebelah kanan adalah manusia jasmani. Manusia jasmani kasat mata, manusia rohani tidak kasat mata.

Di dalam perjanjian lama, tidak ada pembagian tubuh, jiwa dan roh. Tubuh, jiwa dan roh adalah definisi perjanjian baru karena “the Greek way of thinking”, cara berpikir yunani yang memisahkan antara roh dan jiwa.
Itu sebabnya di dalam perjanjian baru saudara temukan ada istilah pembaharuan pikiran. Ada istilah atau Yesus berkata, Firman itu seperti pedang bermata dua, memisahkan roh dari jiwa, saudara paham maksudnya?
Karena jiwa adalah “interface” antara manusia batiniah dan manusia jasmaniah. Harusnya kedua lingkaran ini menumpuk persis satu dengan yang lainnya, atau menyatu satu dengan yang lainnya. Tapi demi ilustrasi, ini digeser sedikit supaya saudara bisa melihat perbedaannya. Saudara bisa paham?
Saya jelaskan apa itu Jiwa.
Dunia psikologi menyebut itu jiwa manusia. Dan psikologi mendefinisikannya sebagai pikiran, perasaan, dan kehendak. Saya jelaskan. Pikiran saudara Ada di dalam otak saudara, saudara pakai otak untuk berpikir, betul kan saudara? Ada yang pakai yang lain untuk berpikir? Karena zaman kita SD, ada bilang “jangan pikir pakai dengkul”, betul kan? Pikir pakai otak. Dan kita berpikir dengan otak, nah otaknya ada di dimensi jasmani. Saudara kalau buka tengkorak kita, barangnya ada, organnya ada, tetapi buah pikiran di dalamnya tidak kasat mata.
Tetapi kita semua setuju bahwa ada disitu pikirannya. Terekam di, mau namanya, kortex, verbum, yang belajar ilmu saraf dan kedokteran tahu istilah itu, Forest of memory, itu semua organ-organ yang ada. Demikian juga dengan perasaan, ada yang direkam di amigdala, dan lain sebagainya. Tetapi kita belajar bahwa perasaan tidak hanya direkam ternyata di otak atau di amigdala. Organ tubuh lainnya juga merekam perasaan ternyata.
Bahkan bukan hanya merekam perasaan, tetapi juga merekam ingatan. Karena ada orang yang menerima cangkok jantung, dan pada saat dia terima cangkok jantung, perasaannya berubah, cita rasa selera makannya berubah, selera musiknya berubah, bahkan ada orang yang terima cangkok jantung, terima mimpi, kejadian yang dialami oleh korban atau orang yang menjadi pemilik jantung sebelumnya.
Sudah ada research, ada jurnal yang saudara tinggal baca, bahwa yang merekam itu tidak hanya otak kita tetapi juga jantung kita. Makanya yang diputus oleh pacar suka bilang sakitnya dimana? ini jantung, bukan hati.
Ternyata yang merekam perasaan bukan hanya jantung kita, menurut saya seluruh organ tubuh kita merekamnya. Banyak yang sekarang “struggle” dengan GERD dan dokter bilang jangan stress. Dari pikiran, kemudian semua organ tubuh bereaksi.
Jadi saya merasa bahwa tidak heran kalau kita punya gangguan pencernaan, konstipasi usus kita, limpa kita, pankreas kita, liver kita, ginjal kita, mengalami kesulitan seringkali bukan hanya karena apa yang kita konsumsi, bukan hanya karena kadar gula di darah kita, tapi kondisi kesehatan batin kita.
Makanya Alkitab berkata, “jagalah hatimu dengan segala kuasa dengan segala kewaspadaan”, perjadian lama, karena dari situlah terpancar kehidupan, perjanjian lama tidak memisahkan antara Roh dan jiwa. Semua manusia batiniah memakai kata hati dalam perjanjian lama. Ibrani hanya mengenal kata “Leb”, Jagalah “Leb”-mu. Jagalah cara berpikirmu. Jagalah cara mengelola perasaanmu. Jagalah dan kendalikanlah keputusan-keputusanmu. Keinginan bebasmu. Jagalah hatimu. Tidak dipisahkan antara Roh dan jiwa, jagalah hatimu.
Nah, yang menjadi kunci dari kehidupan kita adalah apa yang ada di dalam. Karena kunci dari “human flourishing” adalah kehadiran Roh Tuhan di dalam manusia batiniah kita. Waktu manusia jatuh ke dalam dosa, kita mati, dikatakan. Sebenarnya hubungan roh kita dengan Tuhan pencipta kita mati. Hubungan terputus, tetapi pada saat kita hidup baru, kita lahir baru, Roh Tuhan datang dan Roh Tuhan tinggal di dalam kita.
Supporting Verse – Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 1 Korintus 3:16 TB
Dan dia bukan hanya datang tinggal, tapi sebenarnya dia datang menjadi satu dengan kita.
Supporting Verse – Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 1 Korintus 2:14 TB
Dengan kata lain, pengertian kita, otak kita terbatas untuk mengerti apa yang tidak kasat mata karena apa yang tidak kasat mata hanya bisa kita pahami dan kita kenali kalau Roh Tuhan ada disitu.
Itu sebabnya apa yang saudara alami, apa yang saudara mengerti, apa yang saudara yakini, apa yang saudara percayai yang menyebabkan saudara bertindak kemungkinan besar sulit dipahami oleh orang-orang yang tidak punya Roh Allah disitu. Mereka akan menuduh saudara bodoh.
Mereka mungkin bahkan menuduh saudara dimanipulasi dan lain sebagainya. Tetapi hanya saudara yang tahu, saudara punya iman, percaya, karena Tuhan yang menggerakkan saudara di situ.
Saudara-saudara bahkan percaya Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa, bukan karena saudara pergi ke surga melihat dengan mata jasmani kalau Yesus duduk disitu. Seolah-olah bisa aku yakin, percaya karena ada Roh Tuhan yang memateraikan disitu. Apakah saya bisa diterima dengan baik?
Nah, saudara yang punya Roh Tuhan, saudara menjadi ciptaan yang baru. Alkitab berjanji orang benar akan bertumas, orang benar akan “flourish, the righteous will flourish”. Kebenaran kita bukan karena di kasat mata, perilaku kita berubah dulu. Kita dibenarkan karena Tuhan, sang benar datang membenarkan kita. And from the inside out, kita mulai bertunas, berbuah.
Di luar, Tubuh kita, di dunia yang kasat mata mungkin sedang sulit, sedang berang, sedang mengalami paceklik, sedang mengalami kemarau, yang investasi saham mungkin lagi stress karena rating turun. Yang menabungnya dalam valuta duniawi atau currency duniawi stress karena nilainya dibandingkan emas sedang jatuh.
Ada banyak orang yang mengalami stress tetapi Alkitab berkata kalau kamu punya akar yang mendalam dengan Roh dan Firman yang ada di dalam saudara, walaupun di luar sedang susah, saudara bisa bertunas. Karena ada kehidupan yang mengalir dari dalam keluar.
“Human flourishing”, kuncinya adalah kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Sekali lagi, karena kita adalah manusia batiniah yang tinggal dalam tubuh jasmaniah. Sekarang saudara paham istilah ini?
Jadi kita, “the real us”, adalah manusia batiniah. Jadi, Tuhan lebih peduli sama yang di dalam daripada yang di luar. Kalau Tuhan mau ubah hidup saudara, Tuhan ubah yang di dalam terlebih dahulu, baru perubahan di dalam mengakibatkan perubahan diluar.
Kalau saudara balik urutannya, maka perubahan itu tidak akan sustainable, tidak akan permanen. Saya kemarin cerita di Lead Together, saya bilang di Jakarta sempat terjadi bahwa ada banyak orang di kolong jembatan dipindahkan rumahnya dari kolong jembatan ke rumah susun yang sebenarnya cukup mewah. Bahasa saya bahkan apartemen karena lokasinya cukup mewah.
Tapi karena dalamnya, mentalitasnya masih belum berubah, masih karena kolong jembatan. Walaupun tempat tinggalnya berubah. Tempat tinggal yang bagus itu kemudian tidak lama berubah menjadi kolong jembatan. Apakah saya bisa diterima dengan baik?
Tapi kalau dibalik, Orang-orang yang mentalnya berubah, walaupun dia masih tinggal mungkin di tempat yang sangat sederhana dan mungkin tempat yang sangat kumuh, tetapi berapa banyak yang setuju dengan saya bahwa kalau mentalitasnya berubah, maka kelimpahan dari dalam ini bisa mengubah tempat dimanapun kita berada.
Dan Tuhan bekerja dari dalam ke luar. Tuhan lebih peduli mengubahkan saudara atau hati saudara, pikiran saudara, perasaan saudara, menyembuhkan saudara sebelum Tuhan mengubah lingkungan saudara.
And you are fully in control, saudara yang mengendalikan apa yang terjadi di dalam diri saudara. Jadi, kehidupan itu mengalir dan dihidupi dari dalam keluar, bukan dari luar ke dalam.
Melanjutkan apa yang kita pelajari minggu lalu. Minggu lalu kita belajar dari Mazmur 119 ayat pertama sampai ke-8. Kita belajar bahwa hidup yang flourishing, hidup yang bertunas dimulai waktu kita hidup selaras dengan jalan-jalan Tuhan. Atau apa yang Tuhan nyatakan.
Supporting Verse – [1] Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan. [2] Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, [3] yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. [4] Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. [5] Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! [6] Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. [7] Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. [8] Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali. Mazmur 119:1-8 TB
Bicara soal bagaimana kita menyalaraskan hati dan pikiran kita dengan semua yang Tuhan perkatakan. Sehingga tindakan kita, kehendak kita, keputusan kita selaras dengan apa yang Tuhan katakan.
Kemudian kita lanjut dari ayat 9 sampai ayat 16. Dari pasal yang terpanjang di Alkitab, pasal 119, Ayatnya ada 176, kalau saudara mau belajar seluruh pasal.
Supporting Verse – [9] Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. [10] Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. [11] Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Mazmur 119:9-11 TB
Tiga ayat ini berbicara tentang bagaimana Firman Tuhan bisa menjaga kita, manusia, agar hidup kita tidak mengalami kehancuran. Nah, nanti kita akan kembali ke tiga ayat ini, menjadi referensi daripada apa yang kita bisa pelajari, menjadi tindak lanjut daripada yang kita bisa hidupi di hari-hari yang akan datang. Tetapi lanjut dulu ayat 12-16.
Supporting Verse – [12] Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. [13] Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan. [14] Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. [15] Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu. [16] Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan. Mazmur 119:12-16 TB
Ayat 12-16 menggambarkan sikap dan perasaan pemazmur, terhadap firman, perintah, fitnah, anjuran, arahan daripada Tuhan. Ayat ini juga berbicara soal bagaimana dia bersuka untuk arahan, petunjuk, teguran, dan peringatan yang Tuhan berikan. Dia menilai Firman Tuhan, senilai harta yang kasat mata. Can you see it? Dia menilai arahan dari Tuhan, senilai emas dan permata, bahkan mungkin lebih daripada itu.
Jadi, apa yang Tuhan ucapkan atas kehidupan kita, dicatat di ayat 12 sampai 16, itu ada ketetapan, ada hukum, ada petunjuk, ada peringatan, ada titah, ada janji, ada perintah, ada arahan. Sebenarnya kata bendanya, mau kata bendanya, apapun juga, semua itu adalah berkat dan arahan dan Firman yang Tuhan tempatkan dalam hidup kita. Makes sense to you?
Ketetapan – Hukum – Petunjuk – Peringatan – Titah – Jalan – Janji – Perintah
Dan dia berkata, aku bersyukur, aku bergembira, aku menilai itu begitu berharga sama seperti harta duniawi.
Nah, pertanyaannya adalah apa yang kita bisa pelajari dari Perikop ini supaya kita bisa mengakar dalam Firman? Rooted in The Word? What can we learn from this passage?
Supporting Verse – [9] Orang muda dapat menjaga hidupnya tak bercela kalau ia hidup menurut perintah-Mu. Mazmur 119:9 BIMK
Ayat 9 tadi dikatakan bahwa bagaimana seorang muda mempertahankan kelakuan yang bersih, bagaimana hidupnya bisa berhasil, flourish, dan tidak hancur kalau dia menjaga hidupnya sesuai dengan Firman.
Pelajaran pertama, Menjaga hidupmu dengan Firman. Menjaga hidupmu dengan petunjuk Tuhan, Menjaga hidupmu dengan perintah Tuhan, Menjaga hidupmu dengan arahan daripada Tuhan, Menjaga hidupmu dengan titah daripada Tuhan, Menjaga hidupmu dengan teguran daripada Tuhan, Menjaga hidup sesuai dengan firman Allah.
Kuncinya bukan dia tahu Firman, tapi hidup “menurut”.
Karena di dalam kotbah Yesus di Bukit, berulang kali dia menegur bangsa Israel.
Supporting Verse – [21] “Kalian tahu bahwa pada nenek moyang kita terdapat ajaran seperti ini: Jangan membunuh; barangsiapa membunuh, harus diadili. [22] Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu, barangsiapa marah kepada orang lain, akan diadili; dan barangsiapa memaki orang lain, akan diadili di hadapan Mahkamah Agama. Dan barangsiapa mengatakan kepada orang lain, ‘Tolol,’ patut dibuang ke dalam api neraka. Matius 5:21-22 BIMK
Pelajaran kedua, ayat sepuluh. Kata kuncinya “segenap hati”. Bukan setengah-setengah. Hanya Tuhan yang berkata bahwa dia menginginkan seluruh diri kita.
Supporting Verse – [10] Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Mazmur 119:10 TB
Tidak ada Tuhan yang saya temukan berkata Dia bahkan cemburuan, tidak mau ada yang lain selain Dia di dalam hati kita, di dalam “Leb” kita. Dia tidak mau bersaing dengan hobimu saudara, apalagi cuman Padel. Tapi tentunya yang datang hari minggu, semangat berjuang tiket war di hari rabu dan kamis, tidak akan menempatkan padel seiring dan sejajar dengan Tuhan, bukan?
Padel sih enggak, tapi karir sih mungkin Pastor. Harta mungkin. Tuhan tidak mau ada saingan dalam hidup kita. Dia mau kita, segenap hati mencari Dia. Dia tidak ingin ada karir dan materi yang lain menjadi saingan Dia di dalam kehidupan kita. Dengan segenap hati, kata Pemazmur, aku mencari Engkau.
Makanya di dalam Amsal pasal ke-3, Amsal, Salomo menuliskan seperti ini.
Supporting Verse – [5] Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. [6] Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Amsal 3:5-6 TB
Yang saya ingin sedikit saja mengangkat di ayat ini, Kata kunci selanjutnya yang mau saya bahas adalah “Akuilah Dia”. Kata “mengakui Dia”, bukan hanya menyadari kalau Dia ada menjadi satu dengan kita. Bukan hanya “acknowledging”.
Tapi sebenarnya kata mengakui adalah menjadi satu dengan kita. To become one. Bahasa asmi yang memakai kata yada. Yadah itu bukan cuman lihat dan tahu Yadah itu bukan cuman acknowledge, oh ya Tuhan ada disini Tapi Yadah itu bicara soal intimate relationship Yadah dipakai di kejadian fasal keempat ayat pertama kalau saudara mau cari Di kejadian fasal keempat ayat pertama dikatakan Adam Yadah dengan Hawa dan Hawa mengandung Itu dalamnya makna kata Yadah Tuhan mau kita sama dia menjadi satu Keintiman seperti itulah yang bisa menghasilkan buah Hubungan kita dengan dia Yadah Berpacaran dan menuliskan surat cinta saja Banyak orang berpacaran dengan Tuhan Atau berhubungan dengan Tuhan Seperti LDR Hari Minggu dia bilang Tuhan I miss you, I love you Tapi dalam kehidupan kenyataannya Bukan Yadah Tuhan menginginkan kita punya yadah dengan Dia. Jadi come one. Dan pada saat kita yadah dengan Dia menjadi satu, maka kita akan hidup sesuai dengan perintah, titah, janji, peringatan, petunjuk yang tadi kita bernama.
Untuk pelajaran kedua, segenap hati.
Pelajaran ketiga, ayat 11, dalam hatiku aku menyimpan janji-Nya. I store, I treasure, I honor Supaya aku jangan berdosa dikatakan I store your promises, I treasure your word Belajar ketiga adalah apa yang kita simpan dalam hati kita Atau apa yang kita izinkan menjadi satu dalam hati kita Dalam manusia batin yang kita Akan membentuk siapa diri kita sesungguhnya Yang kemudian akan menentukan keputusan dan perilaku kita. Setuju? Karena dia ingin datang menjadi satu dengan kita, firmannya.
Jadi solusi untuk saudara menjaga kehidupan yang baik, menjauhi kehancuran adalah memastikan firman Tuhan terintegrasi di dalam kehidupan internal saudara. Jadi bukan hanya tahu tapi menjadi satu dengan saudara. Become one in all decisions you make. Menjadi bagian integral bagi saudara Bukan saudara pilih-pilih Oh urusan ini bisa Tuhan Yang ini susah Ini gampang, ini bisa, tapi bisnis kayaknya gak bisa, Alkitab di market. Bisnis harus secara dunia. Yang ini bisa. Ada banyak orang menghidupi kehidupan yang mana dia hidupi sesuai dengan firman, yang mana menurut dia gak bisa. Tapi Tuhan mau sebarang. Hidup menyimpan atau menjadi situ, mengizinkan firman yang datang itu menjadi bagian integral dari kehidupan sunnah menyimpan firman sunnah berarti akhirnya kita mengintegrasikan teks yang tertulis ini menjadi bagian internal yang integral yang tidak terpisahkan, yang hidup sunnah baik itu soal pengampunan Baik itu soal melayani, baik itu soal pengorbanan, baik itu soal kekurangan hati. Integrated, menjadi satu. Pada saat itulah, hidup saudara akan start flourishing sekali lagi. Flourishing. Flows from the inside out. Kalau saudara hidup seperti itu, dunia boleh malam kesulitan, musim boleh kering, di luar boleh susah, tapi akar saudara bertemu dengan batang air yang menentu saudara. Kalau boleh, keluarkan lingkaran yang kapitulis sekali lagi, teman-teman. Saya ingin katakan ini sebelum kita lanjut sedikit. Jadi kekayaan saudara yang sesungguhnya, Ada yang tidak dikasar patah saudara, kekayaan saudara yang sesungguhnya adalah kekayaan yang tidak kasar patah You’re true wow, kekayaan saudara sesungguhnya bukan yang kasar patah Sebelah kanan kasar patah, sebelah kiri tidak kasar patah, sudah bisa dilihat juga Yang Tuhan selamatkan kita, yang Tuhan selamatkan adalah yang tidak kasar patah, Tuhan menyelamatkan jiwa dan roh kita Kalau kita tinggalkan dimensi ini, kita pergi kembali kepada Tuhan Semuanya kesempatan tidak akan dibawa. Nah, hanya firman yang bisa memberikan saudara perspektif bahwa harta saudara yang paling berharga tidak kesempatan. Dunia akan bilang saudara bodoh. Karena dunia rela mengorbankan hubungan, mengorbankan perasaan, bahkan sama saudara kandungnya demi memperbutkan harta. Yang akan dibawa pergi bukan hartanya yang kita bawa pergi adalah ingatannya Alkitab mencatat setelah saudara tinggalkan dunia ini saudara bawa semua ingatan yang ada di selama-selama hidup makanya seorang kaya di neraka titip sama Abraham tolong ingatkan saudara-saudaraku di dunia supaya mereka hidup tidak sembarangan harta saudara paling berharga tidak kesempatan ada di lingkaran kiri Semua yang sudah pernah pelajari, sudah pernah alami, sudah pernah merasakan. Makanya, semua yang sifatnya semangguli, yang mengeraskan hati, jangan dibawa. Let it go. Let it go. Supaya Fethullah Rasulullah Rasulullah, supaya batu ginjal keluar dengan sendirinya. Supaya koleksipasi sudah sepuh. Karena hati yang gembira adalah healthy mind, healthy soul will create healthy body. Jadi kalau harta yang paling berharga yang ada di kiri, yang kanan gak perlu terlalu banyak diinvestasikan. Kalau perlu, yang kasus batas sudah diinvestasikan untuk pindahkan ke kiri. Sudah punya uang terbatas. Pilih Oplas atau liburan. Silahkan pilih yang mana sekali. Liburan, karena liburan kredit bank Indonesia sudah mau pergi, betul gak? Oplas kan saya karena punya budget cukup, saya liburan sambil Oplas. Sebagus-bagusnya saudara terbagi mata itu, bibir itu, dagu itu, saudara tinggalkan. Kalau saudara pergi, gak ada yang membawa, betul gak? Bahkan Alkitab ini gak akan saya bawa, tapi isinya saya bawa. Makanya saya ngapain? Saya ngapain? Saya ngapain? Saya ngapain? Keluarga saya masukin di kubi buat apa? Saya bilang, jangan. Lerah. Lerah. Sungguh-sungguh dapat parah. Dan dipakai oleh cucu saya selama itu di bumi aja. Tapi cuma sebatas disini pake di bumi. Mau diapain? Mau bawa pergi. Saya masih punya banyak menu rambia yang bisa dilelah kalau saya pergi suatu hari. Tapi kalau saudara punya perspektif yang berat, saudara gak akan ngotot. Nah selain waktu saya hampir habis, Bagaimana hati hidup kita menentukan human flourishing Tapi saudara bawa Tuhan juga bicara seringkali soal hati, soal generosity Saya mau bicara soal generosity sebentar dengan saudara Kemurahan hati, kemurahan itu bukan cuma soal materi saja Ada faktor materi di situ Tapi ada faktor kelimpahan untuk mengampuni, untuk melayani Karena generosity membuat kita berbeda dari orang yang self-centered jadi under-centered Generosity membuat kita bisa membangun umum antara materi yang sementara, membangun rasa percaya, membangun rasa timbal balik, membangun rasa selesai memiliki, yang memindahkan materi yang kasar mata ini menjadi harta yang tidak kasar mata yang tegas. Am I making sense with you? Generosity memberikan saudara purpose and meaning. Banyak orang kaya secara materi, tapi hidupnya hampa. Sudah temukan makna kehidupan. Proposal meaning adalah hal yang paling terharga di atasan mata. Karena survei riset pendidikan bahwa ternyata ada sukacita yang lebih besar berbagi daripada terima. Dan mereka baru menyadari kalau itu firman Tuhan. Tanpa roh Tuhan. Orang bilang, kamu dibawahin gereja, aku suruh kesebaran terus. Enggak. God wants you to have a generous life. Hati yang besar. Makanya Tuhan menantang saudara untuk punya hidup yang besar. Tapi menurut saya dari semua wisata yang ada. Jenderal setelah itu membebaskan kita dari keterikatan. Kemupraan hati itu membebaskan kita dari keterikatan. Makanya Tuhan pantang Abraham lepaskan Isa. Tuhan gak minta seribu teledan. Itu gak. Abraham kasih. Kenapa Isa? Karena Tuhan mau Abraham detach. Detach from. Yang dari lama Tuhan kasih Sebanyak bintang di lamit, pasir di pantai Abraham so attached to it Dan Tuhan tidak let it go Detached kan Detached membebaskan saudara Melimpahkan saudara Dan challenge nya cuma generosity Sacrifice Makanya Tuhan bilang Sacrifice your own son Dan dia buktikan dengan kasih putra bintangnya So generosity and sacrifice tidak bisa dipisahkan. Generosity mengeluarkan cenderangan tangan kita kepada mata ini dan merasa aman. Seringkali dunia yang kasar mata itu, we hold on to things yang kita rasa ini yang membuat saya aman. Dan Tuhan mengatakan soal itu, if you have me here, I’m all that you need. Bagaimana caranya kita bisa menyimpan fitnah Tuhan dalam hati kita? Satu, baca. Start by reading, tapi jangan berhenti baca. Berikutnya, ingat, hafal. Jangan berhenti hafal. Karena kalau sudah berhenti baca dan hafal, sudah hanya tahu. Tapi tidak hidup. Lanjutkan dengan mempelajari OIA, mengerti, membahas dengan yang lain kemudian yang lain, Hidupi. Jangan pilih-pilih. Hidupi. Becoming one with you. Karena apa yang kita simpan dalam hati, akan membentuk siapa diri kita dan akan membentuk pada cara terima kita. Ada yang mau? Ada yang mau? Mohon cepat. Dari tahun 2006 sampai 2000, 19, selama 13 tahun, setiap kali pasca kita meresponi korban yang Yesus berikan pada kita dari pasca-pasca. Dulu kita berikan persembahan khusus di hari pasca, persembahan yang kita sebut sebagai selesai kifas. Dari 2019 sampai 2020, 7 tahun setiap covid, kita berhenti melakukannya. Dan saya merasa tahun ini adalah waktu yang tepat Untuk kita melakukan kembali, meresponi pengorbanan sempurna Yesus berikan. Jangan memberikan kesempatan di hari pasca. Jadi beberapa minggu akan datang di hari pasca, kita akan memberikan kesempatan khusus. Dan kita tidak akan lagi menyebutnya action sacrifice, tapi kita mau sebut itu action generosity. Kemurahan yang Tuhan tantang kita lakukan untuk meresponi Excellent Sacrifice yang Tuhan Yesus berikan bagi kita pada hari pertama ada amin? jadi hari pertama sekarang ini kita akan kembali melakukan Excellent Generosity habisnya sudah Excited Cancellation kesempatan ini adalah yang praktiknya tantangan yang Tuhan berikan bagi kita semua termasuk saya sendiri ada amin? nah selama ini Selama kita berwaktunya, Excel Genocidal, Excel Sacrifice selalu dialokasikan khusus hanya untuk new facility. Tidak pernah dipakai untuk operational dan lain sebagainya. Selama 13 tahun itu selalu dialokasikan untuk new facility, makanya kita bisa menikmati dampaknya. Kasar warga, akrum, Sultan Haul bisa kita bangun karena tabungan yang kita punya selama 13 tahun ini. Dan sama tahun ini juga, excellent sacrifice, excellent generosity yang kita kumpulkan akan dialokasikan juga untuk new facility yang diperlukan bagi kita. Nah, kalau sudah mau melakukannya, akan dilakukan mulai dari Minggu Pasca dan akan bisa dilakukan sampai tanggal 10 Mei yang akan datang. Ini rekening khususnya. Catat, maaf-maaf, foto boleh. Jangan kirim asal rekening yang lain. Karena ini rekening khusus yang kita kumpulkan tidak akan terpengaruh dan tercampur dengan semua persembahan dan persepuluhan kita yang biasa kita berikan. Karena Excellent Generosity akan dikhususkan untuk new facility. Keberhasilan adalah pada waktu kita mempersiapkan diri dan kesempatan dalam. Apa ya?
Nah, berita baik kedua adalah kita berhasil menemukan tempat pendanti ibadah untuk The Uproot yang akan tersebut sebentar lagi. Terima kasih. Jangan lupa pusat pilar gak ada di daerah Sibirman dan sekitarnya ruang segi 4 high ceiling tidak ada pilar, gak ada pak. Later L ada, later U ada, low ceiling ada, atau ada pilarnya. Yang namanya juga bintang. Waktu aturun kita dapatkan kita terharu dengan hebatnya Tuhan. Menghadirkan gedung itu buat kita kayak pembuktian Tuhan itu nyata dan setia. Nah gedung yang kita terima ini ada di bertempat di Agoramo. Di Kompleks Tambril 9. Ada setiap ratus peternari aturun. Dan gedung ini waktu saya lihat saya gak habis mikir Tuhan Tuhan. Istana segituan, high ceiling. High ceiling-nya itu 30 meter, saudara. Mungkin 3 kali lipat, hampir 3 kali lipat. Ini 9 meter. 30 meter tingginya. Dan tidak ada pilar. Dan hanya berapa? 40 meter. 40 meter. Ini kayaknya Tuhan iseng bahan kerjaan kita. Kita gak pernah kepikiran akan bisa mendapatkan hal itu. God has been faithful. So kita hari Jumat yang lalu sudah sahib, 30 tahun di depan kita gak bisa pakai.



