A Gift from God By Ps. Jeffrey Rachmat

JPCC Online Service (19 December 2021)

Salam damai sejahtera kepada kalian semua JPCC Date Member yang dikasihi Tuhan dan semua kalian yang menyaksikan online service hari ini. Saya berharap kalian semua dalam keadaan sehat, baik secara jasmani dan rohani. Selamat hari Minggu dan selamat merayakan Natal tentunyasembari tidak lupa untuk tetap menjaga protokol kesehatan.Tahun 2021 ini akan segera berakhir dan saya yakin ada pesan Tuhan yang perlu untuk kalian dengar, yang akan memperlengkapi dan membawa kalian masuk ke tahun yang baru dengan penuh pengharapan akan penyertaan Tuhan.

Secara on-site, hari ini adalah kebaktian terakhir di tahun ini. Dan kita akan mulai kembali pertemuan on-site pada tanggal 9 Januari 2022 di The Kasablanka dan Sutera Hall pada pukul 9 pagi, dan ini terbuka untuk Date Member, dengan syarat kalian harus mendaftar lebih dahulu di MyJPCC app untuk memastikan tempat duduk dan untuk menghindari kerumunan. Jangan datang sebelum berhasil melakukan pendaftaran, serta pastikan kalian datang dalam keadaan sehat.

Perlu diketahui bahwa tempat masih sangat terbatas karena kita harus menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada. Jadi tidak mungkin semuanya bisa datang secara on-site. Tetapi jangan kuatir sebab online service kita akan terus ada dan kita akan tetap melayani setiap hari Minggu.

Saya juga mau pakai kesempatan ini untuk berterima kasih kepada semua staff dan volunteer yang tidak jemu-jemu dalam melayani online service, berusaha untuk menghadirkan yang terbaik supaya kalian semua bisa merasakan hadirat Tuhan di mana pun kalian berada, serta firman Tuhan dapat diterima dengan baik. Bukan hanya untuk mereka yang bertugas di kebaktian umum tetapi juga semua staff dan volunteer yang melayani di Next-Gen service dan JPCC Kids. Tuhan Yesus membalas semua jerih payah kalian.

Dua minggu yang lalu, saya bagikan kepada kalian semua bahwa shalom is our starting point. Tuhan mau kita berada dalam shalom sebelum kita melakukan segala sesuatu. Sedangkan Minggu lalu, kita belajar dari Ps. Jose Carol bahwa damai menolong kita untuk menjadi fokus dan peka akan apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita, membuat kita menjadi lebih sehat, mempunyai kualitas tidur yang baik dan menjadikan kita lebih produktif karena kita tidak mengambil keputusan dalam keadaan tertekan atau tergesa-gesa.

Damai yang dari Tuhan berbeda dengan damai yang dunia ini tawarkan. Damai menurut dunia ini eksternal sifatnya, sebuah keadaan tenang yang disebabkan karena tidak adanya keributan, tidak ada perselisihan atau perang. Namun, damai yang kita bicarakan adalah damai yang berasal dari Tuhan, damai yang bersifat internal, yang dalam bahasa Ibrani-nya adalah shalom; kedamaian batin yang menggambarkan sebuah keutuhan, kelengkapan, kesejahteraan, kemakmuran, kesehatan dan harmoni.

Dalam bahasa Yunani, damai diambil dari kata eirene yang artinya hampir sama menggambarkan adanya sebuah keteraturan meskipun berada di tengah kekacauan. Artinya seorang yang mempunyai damai atau eirene adalah orang yang mempunyai kedamaian dalam jiwa yang memampukan dia untuk tetap berlaku tenang, bahkan di tengah keadaan yang biasanya sangat menegangkan, yang traumatis, dan keadaan yang menjengkelkan sekalipun.

Kita bisa mendapatkan damainya Tuhan kalau kita berdamai lebih dahulu dengan Tuhan. Kita bisa mendapatkan damainya Tuhan kalau kita berdamai lebih dahulu dengan Tuhan.

Opening Verse – Dan Allah merencanakan hal itu supaya melalui Yesus, semua yang sudah diciptakan-Nya—baik yang ada di bumi maupun yang ada di surga, menjadi berdamai kembali dengan Allah Bapa. Perdamaian itu terjadi hanya melalui darah Anak-Nya—yaitu Dia yang berlumuran darah waktu disalibkan. Memang, sebelum kita mengenal Yesus, hidup kita jauh dari Allah dan kita selalu memusuhi Dia di dalam pikiran dan perbuatan kita yang jahat. Tetapi sekarang, Yesus sudah menjadi Pengantara— sehingga kita sudah berdamai dengan Allah. Hal itu terjadi waktu Dia— dalam keadaan sebagai manusia, mati disalibkan untuk menggantikan setiap kita. Jadi di hadapan Allah kita sudah disucikan dan bersih tanpa noda—seperti tidak pernah berbuat dosa.” Kolose 1:20-22 (TSI)

Hubungan damai dengan Allah kita dapatkan melalui Yesus, kalau kita percaya kepada-Nya, akan apa yang sudah Dia kerjakan di kayu salib, mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, maka kita diperdamaikan dengan Allah. Damai dengan Allah ini yang memungkinkan kita untuk mendapatkan damainya Allah.

Supporting Verse – Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Yohanes 14:27 (TB)

Saya sudah katakan dua minggu yang lalu, damai sejahtera Allah ini diberikan kepada kita. Jadi yang perlu untuk kita lakukan cuma menerimanya dengan iman. Damai sejahtera adalah hadiah dari Tuhan. Hari di mana kita merayakan Natal ini, saya berdoa dan berharap kita semua mengerti betapa berharganya hadiah yang Yesus berikan kepada kita ini.

Suatu modal yang sangat besar, yang oleh kebanyakan di antara kita tidak dimengerti atau belum disadari. Damai sejahtera yang Yesus tinggalkan ini sebagai perwujudan dari kasih-Nya yang begitu besar kepada kita. Ada dua hal yang berkenaan dengan damai sejahtera Allah iniyang akan saya bagikan kepada kalian di hari ini.

Pertama, damai sejahtera Allah memberikan kepada kita kekuatan, terutama kekuatan untuk menghadapi persoalan dan pergumulan kita.

Supporting Verse – TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera! Mazmur 29:11 (TB)

The LORD gives his people strength. The LORD blesses them with peace. Psalms 29:11 NLT

Tuhan tidak menjanjikan kehidupan yang bebas dari pergumulan dan ujian, tetapi ini yang kita dapat harapkan dari Tuhan pada saat kita sedang berada di dalam pergumulan, yaitu kekuatan yang memampukan kita untuk tidak menyerah.

Kita seperti mempunyai sebuah pertahanan yang sulit untuk ditembus sehingga kita mampu untuk menghadapi dan keluar sebagai pemenang. Nah, kekuatan itu datang dalam bentuk damai sejahtera. A.R. Bernard pernah mengatakan seperti ini: Damai bukan berarti tidak adanya pencobaan dan kesengsaraan, kedamaian ada karena kita menaruh percaya kepada Tuhan.

Jika kita tidak mengalami damai, itu karena kita tidak menaruh kepercayaan kepada Tuhan. Semakin besar percaya kita kepada Tuhan, semakin besar pula damai yang kita rasakan. Artinya, damai bukan berarti tidak adanya pencobaan dan kesengsaraan, kedamaian ada karena kita menaruh percaya kepada Tuhan.

Jika kita tidak mengalami damai,itu karena kita tidak menaruh kepercayaan kepada Tuhan. Semakin besar percaya kita kepada Tuhan, semakin besar pula damai yang kita rasakan.

Supporting Verse – Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Yohanes 16:33 (TB)

Luar biasa! Yesus katakan,di dalam Aku, kamu beroleh damai sejahtera. Di dalam Aku, kamu beroleh damai sejahtera. Artinya, kalau kita hidup dalam kebenaran—karena Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup,—dengan taat akan firman-Nya, maka damai sejahtera Allah akan bangkit dalam kita memberikan kekuatan untuk menghadapi berbagai macam pergumulan dan kesengsaraan.

Supporting Verse – Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Yesaya 32:17 (TB)

Ketenangan dan ketentraman inilah yang memberikan kepada kita kemampuan untuk melihat persoalan dengan kacamata yang benar, membuat kita tidak terbawa emosi sesaat, sehingga kita dapat melihat persoalan dengan jelas, berpikir jernih sehingga dapat mengambil keputusan dengan benar. Jadi, damai sejahtera Allah memberikan kepada kita kekuatan.

Supporting Verse – Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Yohanes 14:27 (TB)

Let not your heart be troubled, neither let it be afraid. John 14:27 (NKJV)

Coba pikirkan ini: Apa yang kalian akan kerjakan kalau kalian tidak merasa takut dan tidak merasa gundah? Bukankah kebanyakan kita tidak mengerjakan apa yang kita mau kerjakan atau kita tidak mengerjakan apa yang kita impikan karena kita merasa takut?

Nah, pertanyaannya, dari mana munculnya ketakutan tersebut? Kita takut biasanya karena kita menghadapi sesuatu tantangan yang lebih besar dari yang kita sanggup tangani. Dan itu merupakan respons yang normal sebagai manusia. Kita takut gagal, kita takut salah, kita takut rugi,takut akan apa kata orang, takut buang-buang waktu dan lain sebagainya.

Ketakutan ini kemudian membuat kita merasa kecil, merasa tidak mampu, tidak layak dan tidak berani bertindak. Masalahnya adalah: Visi yang dari Tuhan juga selalu lebih besar dari yang kita sanggup tangani. Tidak heran kalau banyak yang merasa kecil dan merasa tidak mampu untuk melakukannya, dan kemudian mereka menjadi takut dan gentar.

Itu sebabnya kita perlu yang namanya iman untuk menjembatani antara batas kekuatan kita dengan rencana Tuhan. Iman kepada Tuhanlah yang membuat seseorang menjadi berani untuk bertindak. Dan kita tahu bahwa iman datang dari pendengaran, dan pendengaran akan Firman Tuhan.

Supporting Verse – Orang yang mencintai hukum-Mu aman dan tentram, tak ada yang dapat merintangi mereka. Mazmur 119:165 (BIS)

Wow. Orang yang mencintai firman Tuhan, hidupnya akan mengalami ketenangan dan ketentraman, dan mereka akan hidup karena imannya, dan imannya kepada Tuhan itu yang akan membuat mereka tidak dapat lagi dirintangi. Mereka menjadi unstoppable. Itu sebabnya iblis tidak suka kita mempunyai damai sejahtera Allah yang merupakan sebuah kekuatan.

Iblis berusaha dengan segala cara, menjebak supaya kita tidak berada di dalam Dia. Dari awal iblis berusaha agar manusia tidak taat kepada Tuhan, supaya manusia melakukan dosa. Dan kalau iblis berhasil menjebak kita untuk berdosa maka yang hilang dari kita adalah sukacita dan damai sejahtera Allah. Bukankah ini yang terjadi pada Adam dan Hawa? Karena mereka tidak taat akan perintah Tuhan maka untuk pertama kalinya mereka merasakan apa yang namanya takut, dan mereka kemudian menjadi gelisah, dan mereka kemudian bersembunyi dari Tuhan.

Supporting Verse – Tak ada ketentraman bagi orang berdosa,” kata TUHAN. Yesaya 57:21 (BIS)

Jadi, damai sejahtera Allah adalah sebuah hadiah yang luar biasa yang Yesus berikan, yang perlu untuk kita terus pelihara dalam hidup kita.

Sekarang poin saya yang kedua adalah, damai sejahtera Allah membawa harmoni (keselarasan) dalam kehidupan kita.

Saya pernah beberapa kali menonton pertunjukkan drama musikal dan biasanya sebelum acara dimulai, saya mendengar para pemain orkestra sedang tuning atau menyetem alat musik merekadan suara yang terdengar sama sekali tidak menyenangkan—out of tune dan sama sekali tidak ada harmoni.

Tetapi keadaan segera berubah pada saat sang dirigen muncul atau seorang pemimpin orkestra muncul dengan membawa tongkatnya. Semua langsung diam, dan begitu dia mengayunkan tongkatnya tiba-tiba terdengar suara yang sangat indah, tidak ada lagi yang out of tune, dan semuanya membentuk harmoni yang enak didengar telinga dan membuat suasana menjadi berubah seketika. Itulah gambaran dari kehidupan kita kalau Yesus, sang Raja Damai itu, hadir di dalam hidup kita, dan selama kita hidup menuruti petunjuk dari sang dirigen, maka damai bisa terus kita rasakan.

Damai adalah hasil dari kehidupan yang sesuai dengan tatanan yang ditetapkan Tuhan, atau yang disebut dengan God’s divine order. Begitu kita keluar dari tatanan yang Tuhan sudah tetapkan, maka mulailah terjadi yang namanya kekacauan. Sama seperti damai yang sifatnya internal yang kemudian termanifestasikan secara eksternal, kekacauan juga dimulai dari dalam hati dan pikiran, yang kemudian termanifestasi ke luar, yang berpotensi menimbulkan konflik atau perselisihan, baik itu dalam kehidupan rumah tangga, dalam bisnis, dalam pelayanan, dan lain sebagainya.

Supporting Verse – Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Yakobus 4:1-3 (TB)

Tuhan mengutus Roh Kudus-Nya untuk menuntun kita kembali kepada tatanan yang Tuhan sudah tetapkan sehingga hidup kita dapat mengalami damai sejahtera yang tidak pernah berhenti. Kita hidup dalam harmoni dengan Tuhan, dengan diri kita sendiri, dan dengan sesama manusia.

Supporting Verse – Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban. 2 Timotius 1:7 (TB)

Lama saya tidak mengerti mengapa Tuhan memberikan roh yang membangkitkan ketertiban? Sampai saya menyadari bahwa ketertiban adalah dasar dari sebuah kedamaian. Kasih Tuhan kepada kita begitu besar dan luar biasa, Dia bukan saja memberikan jalan keselamatan tetapi Dia juga menginginkan kita untuk hidup dalam kedamaian dan dalam kelimpahan.

Itu sebabnya firman Tuhan mengajarkan kita tentang identitas diri, tentang tujuan hidup, tentang nilai-nilai dan prinsip Kerajaan Allah, sehingga kita mengerti God’s divine order, atau tatanan kehidupan yang sesuai dengan yang Tuhan tetapkan. Di akhir tahun biasanya banyak orang yang merenungkan kembali perjalanan kehidupan mereka selama satu tahun terakhir—apa yang sudah mereka capai, apa yang belum dapat mereka capai, dan lain sebagainya.

Dari sebuah studi yang dilakukan oleh University of Scranton di Pennsylvania di Amerika Serikat, ditemukan bahwa hanya sekitar 8% orang yang berhasil untuk memenuhi resolusi tahunan mereka. Berarti 92% gagal memenuhi target meskipun mereka sudah mencoba, dan 92% adalah jumlah yang sangat banyak.

Seorang penulis buku Atomic Habits yang bernama James Clear, beliau mengatakan,“You don’t rise to the level of your goals. You fall to the level of your systems.” Anda tidak naik ke tingkat sasaran Anda, tetapi Anda akan tetap tinggal di tingkat di mana sistem Anda berada.

Sasaran tidak menentukan sukses, tetapi sistem yang menentukan keberhasilan. Berarti tidak cukup hanya mempunyai goal atau target atau visi saja; diperlukan sistem, atau dalam hal ini adalah gaya hidup yang menunjang. Diperlukan gaya hidup yang menunjang dalam usaha kita untuk mencapai target, untuk mencapai visi kita, sebab kalau gaya hidup kita tidak menunjang, maka bisa dipastikan kita akan gagal dalam mencapai target.

Supporting Verse – Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Efesus 5:15-17 (TB)

Itu sebabnya kita perlu terus menerus diajar untuk membangun dan membina hubungan yang sehat, contohnya, atau untuk tertib dalam mengatur waktu, untuk tertib dalam mengelola keuangan, untuk tertib dalam membangun gaya hidup yang benar. Tujuannya adalah supaya kita dapat terus hidup dalam damai sejahtera Allah.

Penting untuk kita selalu memperhatikan apakah masih ada damai sejahtera Tuhan dalam hidup kita atau tidak. Kita perlu memastikan jangan sampai damai sejahtera itu hilang, jangan sampai keputusan yang kita ambil dan arah tujuan kita melangkah justru menjauhkan kita dari damai sejahtera Allah.

Supporting Verse –  Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Kolose 3:15 (TB)

Kata “memerintah” di sini diambil dari bahasa aslinya, yang artinya menjadi to be an umpire (menjadi seorang wasit). Damai sejahtera Allah menjadi wasit yang memerintah dalam hati, dan kehendak Tuhan selalu diikuti dengan damai sejahteranya Tuhan. Nah, tujuan dari damai sejahtera Allah adalah untuk menjaga hati dan pikiran kita.

Supporting Verse – Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Filipi 4:7 (TB)

Kata “memelihara” di sini diambil dari bahasa aslinya yang artinya to guard, to protect by military guard, untuk menjaga, seperti sebuah perlindungan yang dilakukan oleh tentara militer. Jadi damai sejahtera Tuhan yang melampaui segala akal itu akan melindungi hati dan pikiran kita seperti layaknya penjagaan tentara yang mencegah musuh yang mau menyusup untuk mengacaukan kehidupan kita.

Supporting Verse – Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Yesaya 26:3 (TB)

Saya yakin semua anak Tuhan yang mempunyai hubungan personal dengan Dia pasti mempunyai pengalaman di mana damai sejahtera Tuhan melindungi mereka dari membuat keputusan yang keliru. Misalnya, mereka ditawarkan sesuatu yang sangat menarik, yang kelihatannya sangat menguntungkan, bisa cuan banyak dalam waktu cepat, dikatakan bahwa ini tidak ada risikonya, dan lain sebagainya.

Tetapi karena tidak merasakan damai sejahtera maka dengan berat hati mereka menolaknya. Tetapi anehnya ketika menolak penawaran tersebut, justru ada perasaan damai yang luar biasa yang mereka rasakan. Dan waktu yang kemudian akan membuktikan bahwa keputusan mereka itu ternyata adalah keputusan yang benar.

Tetapi tentu ada juga yang mempunyai pengalaman yang sebaliknya, di mana mereka lebih tergiur kepada keuntungan yang ditawarkan, lebih memilih pada kenikmatan yang mereka lihat di depan mata, sehingga tidak memperhatikan wasit lagi, pertahanan mereka down, dan waktu yang kemudian juga membuktikan apakah keputusan yang mereka buat adalah keputusan yang benar atau tidak. Dan biasanya, pada saat mereka tahu bahwa keputusan mereka keputusan yang salah, maka saat itu kekacauan mulai masuk dalam hidup mereka.

A.R. Bernard mengatakan seperti ini: Peace is the basic precondition for enjoying life. You cannot truly enjoy life unless peace is present.

Damai adalah syarat dasar untuk menikmati hidup.Anda tidak dapat sungguh-sungguh menikmati hidup kecuali Anda memiliki damai. Damai yang kita bicarakan ini bukanlah damai buatan manusia, tetapi damai yang ditemukan dalam pribadi Yesus, yang kita rayakan kehadiran-Nya hari ini. Dan, tentang Yesus, kedatangannya sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya ratusan tahun sebelum Yesus lahir.

Supporting Verse – Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita—perhatikan, Yesus diberikan kepada kita, Dia datang untuk kita,untuk kalian semua dan untuk saya. Kemudian dikatakan, lambang pemerintahan ada di atas bahunya—Dia tidak memerintah sama seperti orang-orang yang memerintah di dunia ini,itu artinya. Dia akan memerintah dengan cara yang berbeda. Dan kita teruskan, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Yesaya 9:5-6 (TB)

Nabi Yesaya menuliskan bahwa, “Dia akan disebut orang,””He shall be called.” Perhatikan, bukan Dia yang claim diri-Nya seperti itu, tetapi orang akan mengenal Dia sebagai: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai. Dan itu pulalah yang kita bisa harapkan dari diri Yesus kalau kita mengenal Dia secara pribadi, bahwa Dia sungguh-sungguh adalah: Penasihat kita yang Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai.

Pertanyaannya: Adakah kalian mengenal Dia seperti itu? Adakah kalian mengenal Dia sebagai Penasihat yang Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai?Yesus datang untuk kita, Dia datang membawa keselamatan dan pengampunan dosa, Dia menawarkan kehidupan yang baru dan menjadikan kita bagian dari kerajaan-Nya, kerajaan yang bukan dari dunia ini.

Supporting Verse – Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. Roma 14:17-19 (TB)

Pada akhirnya saya berharap kalian semua semakin mengerti betapa besar kasih Tuhan kepada kita, sehingga diberikan-Nya damai sejahtera-Nya kepada kita, damai sejahtera yang memberikan kepada kita kekuatan dan menciptakan harmoni dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat berfungsi menjadi garam dan terang buat dunia ini dan juga menjadi pembawa damai ke mana pun kita pergi.

Closing Verse –  “Apakah Saudara ingin supaya berkat dan damai sejahtera Allah semakin melimpah? Jikalau demikian, belajarlah mengenal Dia lebih baik.” 2 Petrus 1:2 (FAYH)

Mari kita mengenal Yesus dengan lebih baik lagi di tahun yang baru, yang akan segera kita masuki. Demikian dari saya, semoga ini memberkati kalian semua. Merry Christmas and happy new year to all of you. Tuhan memberkati.

P.S : Aside than my daily working hours activities, I also have passion and interest in writing article for both traditional and modern media. My experience varies from content creation, creative writing for established magazine such as Pride and PuriMagz, web copywriting, fast translating (web,mobile, and tablet), social media, marketing materials and company profile. Click here to see some of my freelancing portfolios – links

If your organization need a Freelance Copywriters or Social Media Specialist, Feel free to contact me, and see how I can free up your time and relieve your stress over your copy/content needs and deadlines. My contact is 087877383841 and vconly@gmail.com. Sharing is caring so any support is very much appreciated. Thanks much and God Bless!