A Lifestyle of Worship by Ps. Alvi Radjagukguk

JPCC Kota Kasablanka Service 3 (25 June 2017)
Di Minggu terakhir dengan tema “Penyembahan yang Menghidupkan” (Disebut juga dengan a Life Giving Worship), hari ini saya ingin membahas mengenai topik “Gaya Hidup Penyembahan, atau A Lifestyle of Worship”.

Ada perbedaan yang cukup besar antara Penyembahan sebagai Ekspresi dan Penyembahan sebagai Gaya Hidup.

Kedua tipe Penyembahan ini melingkupi 4 dinding gereja dengan perbedaan sebagai berikut.

1. Penyembahan sebagai Ekspresi dilakukan dalam Kebaktian dan Penyembahan sebagai Gaya Hidup dilakukan dalam Keseharian.

Detail-detail penyembahan anda dilihat dari keseharian hidup anda, seperti cara anda tidur, makan, pergi bekerja, disaat anda berjalan-jalan di mall, seberapa tepat waktu anda datang ke kantor, dan bahkan disaat anda mengatur keuangan anda, semua itu adalah bagian dari penyembahan anda.

Dengan siapa anda bergaul? Apakah mereka akan membuat anda menjadi semakin cinta Tuhan? Apa yang anda tonton disaat anda mempunyai kecepatan internet yang cepat? Semua itu juga termasuk bagian penyembahan anda. 

Jangan terlalu mengkotak-kotakan penyembahan dalam hidup anda karena setiap hari-nya disitulah penyembahan kita berada.

Opening Verse – “So here’s what I want you to do, God helping you: Take your everyday, ordinary life—your sleeping, eating, going-to-work, and walking-around life—and place it before God as an offering. Embracing what God does for you is the best thing you can do for him. Don’t become so well-adjusted to your culture that you fit into it without even thinking. Instead, fix your attention on God. You’ll be changed from the inside out. Readily recognize what he wants from you, and quickly respond to it. Unlike the culture around you, always dragging you down to its level of immaturity, God brings the best out of you, develops well-formed maturity in you.” ‭Romans‬ ‭12:1-2‬ ‭MSG‬‬

“And so, dear brothers and sisters, I plead with you to give your bodies to God because of all he has done for you. Let them be a living and holy sacrifice—the kind he will find acceptable. This is truly the way to worship him.” ‭‭Romans‬ ‭12:1‬ ‭NLT‬‬

Apakah penyembahan saya disaat kebaktian selaras dengan kehidupan keseharian saya? Pertanyaan ini perlu kita jawab sendiri. 

Seperti hal-nya disaat kita bernyanyi lagu gereja dengan lyric “Walk by Faith and Not by Sight“, Kita harus yakin bahwa apa yang kita nyanyikan di kebaktian selaras dengan apa yang kita lakukan di kehidupan keseharian kita, dalam hal pernikahan, dan disaat bergumul menghadapi sakit penyakit, kita harus bisa berjalan dengan iman, bukan hanya dengan penglihatan saja.  

Disaat kita menyanyikan lagu pujian lain dengan lyric seperti “It’s all about You Jesus“, dan pada saat bersamaan kita juga menghadapi berbagai tantangan baik dalam pekerjaan dan pelayanan, apakah lagu yang kita nyanyikan ini di saat menyembah Tuhan melambangkan fokus yang ada kepada Tuhan dan bukan fokus kepada diri kita sendiri?

Saya sendiri dulu juga suka takut dan mengalami tantangan disaat dibanding-bandingkan saat membawa Firman dengan sosok seperti Ps. Jeffrey Rachmat. Tetapi saya belajar satu hal.

My job is not to Perform, My Job is to prepare my best, Minimize the Gap between your worship and daily life.

Pastikan agar jarak antara penyembahan yang anda lakukan dengan keseharian kehidupan anda tidak terlalu jauh.

2. Penyembahan sebagai Ekspresi fokus menjadi Faktor Penentu keadaan hati dan sekitar, sementara Penyembahan sebagai Gaya Hidup fokus di Pengenalan akan Tuhan.

Pengenalan akan Tuhan yang menyebabkan kehidupan kita berdampak. Menyembah adalah menjunjung seseorang atau sesuatu, sebagai nilai yang paling tinggi. 

Penyembahan tanpa pengenalan adalah rutinitas dan kewajiban agamawi. Ke-Kristenan adalah sebuah hubungan, bukan agama. Suatu yang dialami bersama dengan Tuhan. 

Penyembahan kita hanya akan sedalam pengenalan kita dalam Tuhan.

Bagaimana kita meresponi tantangan dan masalah yang datang akan menandakan penyembahan kita sebagai Gaya Hidup.

Supporting Verse – “Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” ‭‭Yohanes‬ ‭4:22-23‬ ‭TB‬‬

If You Love God, You Worship Him and The Word of God.

Tuhan dan Firman adalah Satu dan Tidak Terpisahkan, baik jika anda dijamah dengan Tuhan melalui lagu, saya pernah mengalami hal itu disaat melakukan pujian dan penyembahan, tetapi ingat bahwa ini hanya event, jangan hanya cinta event tetapi anda harus juga mencintai Proses, yang merupakan rangkaian event agar bisa berdampak di kehidupan anda. 

Karena itu banyak orang yang hanya suka datang ke KKR dan Kebaktian Gereja, tetapi tidak mau tertanam di dalam proses kehidupan bergereja. 

Supporting Verse – “Tetapi waktunya akan datang dan sebenarnya sudah tiba sekarang— di mana setiap orang yang benar-benar mau menyembah Dia akan menyembah-Nya melalui persatuan dengan Roh Kudus dan sesuai dengan ajaran benar yang dari Allah. Karena Allah menginginkan orang-orang yang seperti itu untuk menyembah-Nya. Karena Allah bukan daging, tetapi Roh. Oleh karena itu, setiap orang yang mau menyembah Dia hendaklah menyembah-Nya melalui persatuan dengan Roh Kudus dan sesuai dengan ajaran benar yang dari Allah.” ‭‭Yohanes‬ ‭4:23-24‬ ‭TSI‬‬

Saya percaya disaat anda mendisiplinkan diri untuk terus melakukan penyembahan di kehidupan keseharian anda, anda akan menjadi lebih mudah untuk menerima pesan dari surga disaat anda melakukan pujian penyembahan, bahkan jika lyric yang anda nyanyikan tidak sesuai dengan ekspektasi anda.

Bacalah Firman Tuhan secara Relasional, bukan Informasional.

Jangan hanya membaca karena sekedar ingin tahu, tetapi jika anda membaca secara relasional dan ditambah dengan pertolongan Roh Kudus, anda akan lebih haus dalam membaca Firman Tuhan.

Apakah Penyembahan saya tergantung keadaan atau dilandasi Pengenalan akan Tuhan?

3. Penyembahan sebagai Ekspresi Fokus kepada hal-hal Eksternal sementara Penyembahan sebagai Gaya Hidup fokus kepada hal-hal Internal.

Penyembahan sebagai Ekspresi berbicara mengenai seberapa kita larut dalam melakukan penyembahan, padahal perlu diketahui bahwa hadirat Tuhan tidak bergantung kepada hal-hal Eksternal.
Penyembahan anda bukan berupa eksternal dan superficial, semua yang bersifat eksternal mirip dengan dunia. 

Ambil contoh disaat ada konser-konser dimana sang idola berada di atas panggung, banyak dari fans yang pingsan padahal sang idola belum bernyanyi. Sifatnya duniawi adalah eksternal dan dangkal.

Sementara Penyembahan sebagai Gaya Hidup fokus-nya ke Internal. Penyembahan yang sejati tidak perlu diubah luar-nya karena isu yang sebenarnya dan di bagian dalam.

Supporting Verse – “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” ‭‭Roma‬ ‭12:1‬ ‭TB‬‬

“Do not be conformed to this world (this age), [fashioned after and adapted to its external, superficial customs], but be transformed (changed) by the [entire] renewal of your mind [by its new ideals and its new attitude], so that you may prove [for yourselves] what is the good and acceptable and perfect will of God, even the thing which is good and acceptable and perfect [in His sight for you].” Romans‬ ‭12:2‬ ‭AMPC‬‬

“So here’s what I want you to do, God helping you: Take your everyday, ordinary life—your sleeping, eating, going-to-work, and walking-around life—and place it before God as an offering. Embracing what God does for you is the best thing you can do for him. Don’t become so well-adjusted to your culture that you fit into it without even thinking. Instead, fix your attention on God. You’ll be changed from the inside out. Readily recognize what he wants from you, and quickly respond to it. Unlike the culture around you, always dragging you down to its level of immaturity, God brings the best out of you, develops well-formed maturity in you.” ‭‭Romans‬ ‭12:1-2‬ ‭MSG‬‬

Rasul Paulus dengan sengaja menggunakan kata Tubuh, karena ada kesatuan antara Roh, Jiwa dan Tubuh-mu, sebagai ekspresi yang hakiki bahwa kita tidak mempunyai hak atas hidup kita, Tuhan mau penyembahan anda yang sejati dan meliputi Tubuh, Roh dan Jiwa anda. 

Bagian mana dari Tubuh, Jiwa, dan Roh saya yang belum saya persembahkan bagi Tuhan?

Apakah ini berupa Pikiran Negatif yang suka terbawa perasaan, Iman yang masih tergantung keadaan, Atau saat anda belum membaca Firman selayaknya dan seharusnya?

4. Penyembahan sebagai Ekspresi, dalam pengukuran keaslian bisa dilihat dari Seberapa Tulus-nya, sementara Penyembahan sebagai Gaya Hidup pengukuran keaslian-nya bisa dilihat dari Perubahan Hidup.

Pada waktu kita menyembah Tuhan, kita menaruh-Nya di tempat paling tinggi, apa yang penting bagi Tuhan juga penting bagi kita. Apa yang menyakiti hati Tuhan mulai menyakiti hati kita, We become the One We Worship in the Highest Place.

Karena itu tidak mungkin orang yang menyembah tidak berubah gaya hidup-nya. We are all Works in Progress, menjadi karya Tuhan yang sedang dimurnikan, jangan banding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Jangan perduli dengan proses orang lain tetapi perduli-lah dengan proses diri kita sendiri.

Closing Verse – “So here’s what I want you to do, God helping you: Take your everyday, ordinary life—your sleeping, eating, going-to-work, and walking-around life—and place it before God as an offering. Embracing what God does for you is the best thing you can do for him. Don’t become so well-adjusted to your culture that you fit into it without even thinking. Instead, fix your attention on God. You’ll be changed from the inside out. Readily recognize what he wants from you, and quickly respond to it. Unlike the culture around you, always dragging you down to its level of immaturity, God brings the best out of you, develops well-formed maturity in you.” ‭‭Romans‬ ‭12:1-2‬ ‭MSG‬‬

“Artinya kita tidak boleh lagi mengikuti cara hidup yang tidak baik yang sudah menjadi kebiasaan orang-orang duniawi. Tetapi marilah kita menyerahkan tubuh kita sebagai kurban persembahan kepada Allah, dan Dia akan memperbarui pikiran kita— sehingga kita bisa mengetahui apa yang menjadi kehendak Allah bagi kita dan apa yang terbaik dalam setiap keadaan. Maksud saya, kita bisa mengerti dan memilih apa yang baik dan yang paling tepat bagi kita, serta apa yang menyenangkan hati Tuhan.” ‭‭Roma‬ ‭12:2‬ ‭TSI‬‬

Penyembahan yang menghidupan selalu terlihat dari kedewasaan seseorang, mementingkan kepentingan orang lain diatas kepentingan diri-nya. Tidak ada satu orang-pun yang berakar Firman Tuhan punya hak untuk marah kepada Tuhan dan orang lain.

Setiap hari banyak hal-hal yang lebih mudah menguras hati, energi, pikiran dan bahkan roh kita, setelah kita keluar dari 4 dinding gereja diatas. Banyak hal-hal yang menyedot kehidupan anda dan tidak diundang seperti kolega kerja yang sering menganggu emosi anda, dsb.

Penyembahan akan menghidupkan ketika menjadi sebuah Gaya Hidup.

Setiap hari minggu seharusnya menjadi kesempatan untuk merayakan ibadah perayaan yang kita lakukan di hari senin sampai sabtu. 

Tantangan adalah proses yang Surga lakukan agar kita bisa mengerti dan memilih apa yang baik bagi kita, dan menyenangkan hati Tuhan, mengerti kehendak Tuhan secara progresif, semua ini bukan lagi soal kita, tetapi soal Tuhan di dalam hidup kita.

Saya berdoa agar setiap dari kita bisa menjadi penyembah yang benar di dalam keintiman dengan Roh Kudus, dilandasi dengan kebenaran dan bukan hanya informasi sehingga setiap tantangan dan masalah yang datang, kita bisa terus menyembah Tuhan karena setiap hari adalah momen yang paling tepat untuk menyembah Tuhan.