Handle with Care By Ps. Alvi Radjagukguk

JPCC Kota Kasablanka Service 1 (18 Agustus 2019)

Bulan lalu kita belajar bahwa setiap dari kita adalah Agen Perubahan, dimana kita ditempatkan. Tuhan menyertai kita dengan Kuasa dan OtoritasNya agar kita bisa membawa perubahan. Setiap kita yang lahir baru dan menerima Tuhan sebagai juru selamat mempunyai Kuasa dan OtoritasNya dalam hidup kita.

Sekarang kita akan belajar bagaimana menyikapi Kuasa dan Otoritas yang ada dalam hidup kita sebagai orang percaya. Oleh karena itu judul kotbah saya hari ini adalah “Handle with Care

Sebelum kita merdeka, bangsa kita dijajah ratusan tahun oleh begitu banyak bangsa lain seperti Portugis dan Jepang. Mungkin itu sebabnya salah satu kecenderungan yang terwarisi ke generasi-generasi berikutnya, adalah Mental Korban atau Victim Mentality.

Mental Korban bisa membuat kita merasa tidak mampu, tidak berdaya dan menyerah kepada nasib. Seperti halnya mental Bangsa Israel yang tidak berubah meski sudah lepas dari perbudakan dulu. Sepertinya lebih sulit untuk mengeluarkan mental mesir dari bangsa Israel, daripada mengeluarkan bangsa israel dari tanah mesir.

Karena meski sudah lahir baru, bukan berarti mental kita akan berubah secara otomatis. Itulah yang terjadi pada kebanyakan orang percaya, sudah lahir baru tetapi lebih sering mengandalkan kekuatan diri sendiri sehingga membuat dirinya menjadi kurang percaya diri, main aman, dan tidak berani melangkah dalam hal-hal yang perlu Iman.

Ada juga yang sadar akan Kuasa dan Otoritas Tuhan dalam dirinya, tetapi sebaliknya menyalahgunakannya. Kita perlu menangani hal ini dengan hati-hati supaya kita tidak lupa bahwa Kuasa ini datang dari Tuhan untuk memuliakan Tuhan.

Kuasa yang Tuhan sudah berikan perlu kita pakai dengan benar.

Opening Verse – Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Markus 16:17-18 TB

Tujuan Tuhan memberikan Kuasa dan Otoritasnya adalah untuk meyakinkan kita bahwa Tuhan menyertai kita semua sebagai orang percaya.

Sharing Ps. Alvi – Saya ingat bahwa dalam masa awal saya saat lahir baru, dan masih di bangku Sekolah SMP, Ibu saya pernah mengajak saya untuk mengusir setan dari pembantu tetangga yang kesurupan. Melalui kuasa Tuhan, saya berhasil melakukan hal ini. Saya tidak tahu mengapa Ibu saya mengajak diri saya yang masih begitu muda saat itu, tetapi saya baru sadar bahwa dia mengajak saya untuk meyakinkan saya bahwa Tuhan menyertai diri saya

Hal yang sama juga terjadi disaat saya menemani Ibu saya ke Pasar Mayestik, dimana tiba-tiba dia merasa punggungnya sakit dan meminta agar saya bisa mendoakan dirinya, dengan kata-kata dan Firman yang saya tahu, agar dirinya bisa sembuh. Saya berdoa agar “dengan Bilur-Bilur Darah Tuhan, Ibu saya akan sembuh!”. Seketika dia merasakan tangan saya menjadi begitu hangat, dan dia mengalami kesembuhan. Dia ingin menyadari saya bahwa sebagai orang percaya, saya punya kuasa.

Exercise, Exercise dan Exercise, soal hasilnya, kita tidak perlu pusing karena semua ini adalah Kuasa Tuhan, dan bukan Kuasa kita.

Saya akan bagikan 3 pemikiran dalam menyikapi Kuasa dan Otoritas yang Tuhan berikan kepada kita sebagai orang percaya :

1. Never allow Comparison

Jangan izinkan Perbandingan, Dalam diri kita ada Kuasa dan bagaimana Kuasa itu bekerja, sangat tergantung dengan apa yang kita pikirkan tentang diri kita sendiri, begitu juga disaat kita berdoa.

Supporting Verse – Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita Efesus 3:20 TB

Itu sebabnya Metanoia atau Pembaharuan Pikiran perlu terjadi setiap hari. Karena ada kalanya dalam tantangan dan proses yang datang, kita mungkin tidak bisa mengalahkan itu, tetapi kelemahan atau kekalahan itu tidak perlu mendefinisikan siapa kita.

Jangan pernah izinkan perbandingan karena akan menghalangi kuasa Tuhan bekerja di dalam dan melalui kita. Ada dua dampak Perbandingan, yang pertama adalah menyebabkan kita merasa minder dan rendah diri sehingga tidak mau memakai Kuasa. Yang kedua adalah sombong, orang yang tidak yakin atas identitas dirinya di dalam Tuhan akan terjebak dalam pembuktian diri.

Itu sebabnya saat kita belum berhasil membuktikan diri, melihat kiri dan kanan dan membuat kita merasa loyo, patah semangat, menyerah pada nasib, dan kita lupa bahwa kekalahan ini tidak perlu mendefinisi siapa kita, hal ini berbahaya karena Roh Kudus sendiri tidak akan terbawa perasaan oleh karena kegagalan kita.

Identitas diri adalah lensa yang kita pakai untuk melihat diri kita sendiri – Ps. Jeffrey Rachmat.

Setiap orang punya lensanya masing-masing, yaitu bagaimana kita melihat diri kita sendiri. Sewaktu kita membandingkan diri dengan orang lain, ibaratnya kita sedang menggunaka dua lensa kacamata. Kita akan menjadi tidak bisa melihat dengan jelas, bingung siapa kita, karena kita sibuk membandingkan diri.

Oleh sebab itu, ada yang namanya Quarter Life Crisis, dimana Krisis Identitas ditemukan pada orang yang berusia 25 tahun, dan salah satunya disebabkan karena tipe OCD baru yaitu “Obssesive Comparison Disorder“. Sebuah gangguan yang mental karena kita terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain.

Your Authority is connected to Your Identity – Ps. Rick Godwin

You cannot walk in the full authority of who you are until you discover who you are! Without that, you will draw back, become intimidated and fearful to anything the world or enemy throws at you. You will stay passive and compliant – Ps. Rick Godwin

Di Era dan Jaman sekarang, Being Secure is Power! Menjadi aman dengan siapa diri kita adalah kekuatan yang luar biasa. Daud mengerti akan hal disaat dia mau melawan Goliath.

Supporting Verse – Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.” 1 Samuel 17:32-33 TB

Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya. 1 Samuel 17: 37-39 TB

Saul mencoba merendahkan Daud dengan membandingkan Daud dengan lawannya. Daud mengerti bahwa pengalamannya bersama dengan Tuhan, dan dengan mengerti siapa dia di dalam Tuhan, itu lebih dari cukup. Daud juga tidak mau menggunakan “Lensa Saul” disaat dia memutuskan untuk tidak memakai baju zirah yang diberikan kepadanya dari Saul.

Kuasa, Urapan dan Otoritas Tuhan bekerja dengan terbaik dalam orang yang memiliki rasa aman.

Kalau kita tidak mempunyai gambar diri yang sehat, kita bisa jadi akan menggunakan kuasa dengan abnormal atau penuh abuse. Rasa aman kita datang dari pengenalan kita akan Tuhan, dan pengertian akan siapa diri kita di dalam Tuhan.

Perbandingan akan selalu terjadi, bahkan di dalam keluarga, kita mungkin tidak bisa menentukan mulut yang mengucapkannya, tetapi kita selalu bisa menjaga hati kita. Jaga hati dengan menanggalkan perbandingkan orang lain terhadap kita.

Supporting Verse – Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amsal 4:23 TB

2. Strengthen Your Inner World

Perkuat Manusia Batiniah Kita. Atmosfer yang paling tepat yang seperti apa yang akan membuat Kuasa ini bekerja? Jawabannya adalah Kebenaran. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, dan Dia berjanji untuk memimpin kita dalam seluruh kebenaran.

Supporting Verse – Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. KIS 1:8 TB

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Yohanes 16:13 TB

Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran ditambah Dengan Firman Tuhan akan menjadi Seluruh Kebenaran. Kita tidak akan bisa memisahkan Kuasa Roh Kudus dan Firman Tuhan.

Itu sebabnya kita semua perlu menguatkan manusia batiniah kita dengan Firman Kebenaran. Kita tidak bisa memakai Roh Kudus hanya berdasarkan pemahaman kita sebagai manusia, atau berdasarkan pengalaman orang lain yang mengalamiNya. Kita perlu mengalami sendiri Kebenaran ini, karena disiplin rohani untuk membangun manusia batiniah kita tidak bisa diwakili oleh orang lain.

You are either discipled by the Word or by the World – Edmund Chan

Kalau kita tidak sering membangun manusia batiniah kita, maka kita akan mempercayai apa yang dunia lemparkan kepada kita. Diri Kita sendiri adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk memperkuat manusia batiniah diri kita, ini adalah tanggung jawab diri kita dan bukanlah tanggung jawab DATE Leader, Core Team, atau bahkan Pendeta.

Kita mungkin bisa saja lupa akan Kotbah, tetapi jika kita bisa mengalami secara langsung kebenaran itu, maka Iblis tidak akan bisa mencurinya dari diri kita.

Jadilah seperti “Self-Feeder“, orang-orang yang bisa memberi makan dirinya sendiri, terutama disaat tantangan dan masalah datang. Tantangan dan masalah ini sebaliknya datang untuk mengingatkan kita akan seberapa kuat manusia batiniah kita.

Yesus sendiri tidak luput akan cobaan. Akan lebih mudah bagi kita untuk melawan si jahat jika kita mengetahui Kebenaran. Yesus sendiri saja mengetahui dan memakai Firman disaat Dia dicobai oleh Iblis, siapa kita jika kita tidak mau memakai Firman Tuhan?

Supporting Verse – Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis : Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu. ” Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. Matius 4:3-11 TB

Sebab Roh yang Allah berikan kepada kita, bukanlah Roh yang membuat kita menjadi penakut. Sebaliknya Roh Allah itu membuat kita menjadi kuat, penuh dengan kasih dan dapat menahan diri. 2 Timotius 1:7 BIMK

Roh Kudus selalu bisa membuat kita menjadi kuat, penuh dengan kasih untuk mengampuni orang lain, dan dapat menahan diri, sehingga dalam segala situasi, kita bisa menguatkan manusia batiniah kita melalui Firman Tuhan.

Firman Tuhan adalah satu-satunya senjata Rohani yang dipakai untuk menyerang, oleh karena itu lakukan apa saja dengan : Read the Word, Memorize / Meditate on the Word, Speak the Word disaat ada tantangan, and Act on the Word. Kita perlu punya 5 sampai 10 ayat Firman yang bisa menjadi pegangan kita.

3. Use Power and Authority to Serve

Kuasa dan Otoritas yang datang dari Tuhan seharusnya digunakan untuk melayani orang lain, dan bukan untuk kepentingan diri sendiri.

Supporting Verse – Bahkan, jikalau aku agak berlebih-lebihan bermegah atas kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepada kami untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan kamu, maka dalam hal itu aku tidak akan mendapat malu. 2 Korintus 10:8 TB

Itulah sebabnya saya menulis surat ini pada waktu saya belum berada di tengah-tengah kalian. Dengan demikian, kalau saya datang nanti, tidak usah saya bertindak keras terhadapmu dengan menggunakan kekuasaan yang diberikan Tuhan kepada saya. Kekuasaan itu diberikan untuk membangun kalian, bukan untuk menghancurkan. 2 Korintus 13:10 BIMK

Tuhan berikan kuasa dan otoritas kepada kita semua bukan untuk mendominasi, memanipulasi dan mengintimidasi orang lain, tetapi untuk membangun iman dan kehidupan orang lain.

Jadi sewaktu kita bertemu orang yang sakit, doakan mereka. Tidak perlu menunggu pendeta atau DATE Leader untuk datang dan baru mendoakan, karena Kuasanya sama. Yesus sendiri memberikan kuasa kepada Muridnya untuk melakukan Amanat Agung.

Supporting Verse – Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Matius 28:18-20 TB

Itu sebabnya, ayat ini menjadi pegangan saya semenjak saya lahir baru. Karena Kuasanya bukan dari saya, saya beruntung tidak lahir di jaman yang ada begitu banyak perbandingan.

Keadaan Mental kita yang seringkali menghalangi agar Tuhan bisa bekerja di dalam diri kita. Kita semua adalah work in progress yang terus didewasakan, dan bisa membantu orang lain bertumbuh disaat yang sama.

Repeat after me : I am allowed to be Both a work in progress and help others grow at the same time. I refuse to wait until I believe I’m perfect or someone else has deemed me worthy of impacting others, I am unapologetic-ally accepting a life of massive growth and improvement – Dr. Caroline Leaf

Supporting Verse – Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. Roma 1:11-12 TB

I want very much to see you and give you some spiritual gift to make your faith stronger. I mean that I want us to help each other with the faith that we have. Your faith will help me, and my faith will help you. Romans 1:11-12 ERV

It is not that we think we are qualified to do anything on our own. Our qualification comes from God. He has enabled us to be ministers of his new covenant. This is a covenant not of written laws, but of the Spirit. The old written covenant ends in death; but under the new covenant, the Spirit gives life. 2 Corinthians 3:5-6 NLT

Tidak selamanya DATE Leader kita dalam keadaan yang terbaik, dan ada kalanya diri kita sendiri bisa menjadi kepanjangan tangan Tuhan bagi orang di sekeliling kita. Kemampuan dan Kompetensi kita datang dari Tuhan dan bukan diri kita sendiri.

Raja Daud berusia 17 disaat membunuh Goliath, tidak ada istilah terlalu muda baik secara usia biologis dan rohani, begitu juga Rasul Paulus yang berusia 57 tahun disaat memulai pelayanannya. Tidak ada istilah terlalu tua, dalam melayani Tuhan.

God doesn’t call the qualified, He qualifies the called – Mark Batterson.

Tuhan tidak memanggil orang-orang yang memenuhi syarat, tetapi Tuhanlah yang akan memampukan mereka. Sewaktu kita merasa kita tidak mampu, terlalu muda atau tua, Tuhanlah yang bekerja dan menyempurnakan. Tuhan sangat tertarik dengan kelemahan kita, Dia siap dan menyertai kita.

Kelemahan kita adalah tempat terbaik untuk Kuasa dan Otoritas Tuhan bekerja dalam diri kita, jangan menunggu sampai diri kita menjadi sempurna dan layak terlebih dahulu, tetapi di musim apapun kita berada, Tuhan bisa menyatakan KuasaNya di dalam dan lewat kehidupan kita.

Closing Verse – Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 2 Korintus 12:9 TB