JPCC Kota Kasablanka Service 3 (20 November 2016)
Opening Verse – Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.” Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Markus 5:21-24 TB
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Markus 5:25-29 TB
Biasanya, di peristiwa ini orang lebih banyak mengingat tentang apa yang terjadi di tengah-tengah kejadian, yaitu mengenai wanita yang telah mengalami pendarahan selama 12 tahun, tetapi hari ini saya ingin melihat kejadian ini berdasarkan sudut pandang dari seorang bernama Yairus yang ada di peristiwa yang sama.
Yairus adalah seorang Kepala Rumah Ibadah, dan tugasnya adalah mengatur kebaktian dan berkotbah. Saat itu, Kebanyakan yang menjadi Kepala Umat Ibadah adalah orang-orang Farisi.
Karena itu, untuk Yairus meski dengan posisi dan tanggung jawab yang ia punya, sampai Ia mau bersujud memohon kepada Yesus menunjukkan bahwa ia sudah desperate dan sangat tipis secara pengharapan akan keadaan anak perempuan-nya.
Saya mengerti karena saya juga seorang ayah, dalam hal pergumulan Yairus akan kemungkinan anak–nya yang akan meninggal. Semua ayah akan melakukan apa yang mereka bisa untuk menolong anak-nya.
Begitu Yairus melihat Yesus, saya berasumsi bahwa mungkin dia sudah mendengar mengenai perkara-perkara dan mukjizat apa yang Yesus bisa lakukan. Kemudian Yesus meresponi sesuai dengan permintaan Yairus.
Saya melihat bahwa ada juga kejadian lain dimana Yesus juga melakukan hal yang mirip, dimana Yesus bersedia meresponi sesuai dengan permintaan seseorang, dalam hal ini adalah kejadian tentang hamba seorang perwira yang sakit lumpuh dan sangat menderita.
Supporting Verse – Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. Matius 8:5-10, 13 TB
“Jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Pada saat itu juga, sembuhlah Hamba si Perwira, kita lihat ada dua permintaan yang berbeda.
Yang pertama, Yesus merespon sesuai permintaan Yairus dan meletakkan tangan-nya ke anak perempuan-nya dan bangkit serta sembuhlah dia. Dalam kisah sang perwira, dia sangat mengerti konsep otoritas.
Yang perlu diketahui adalah bahwa cara-nya tidak dipersoalkan. Kita seringkali mempersoalkan mengenai cara-nya, tetapi yang lebih penting adalah, adakah Iman yang Percaya?
Iman adalah Bahasa Kerajaan Allah, Iman adalah Frekuensi dimana Tuhan bisa bekerja.
Sebaliknya Ketakutan adalah frekuensi dimana Iblis lebih suka untuk bekerja.
Supporting Verse – Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?” Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan. Markus 5:35-43 TB
Anda harus tahu, bahwa perjalanan Yairus terhenti karena ada wanita yang mengalami pendarahan dan menjamah jubah Yesus. Saat wanita itu berhasil menjamah, sembuh-lah wanita itu.
Anda bisa bayangkan, bahwa segerembolan orang-orang yang berada di dekat Yesus melihat secara jelas bagaimana Perempuan yang sudah menderita pendarahan bertahun-tahun lama-nya, akhirnya bisa sembuh. Dan tak lama setelah-nya, ada berita bahwa anak Yairus telah meninggal.
Dari ayat diatas, membuat saya berpikir dari dulu, bagaimana mungkin orang-orang bisa merubah sikap diri mereka dari saat berduka, dan tiba-tiba berubah menjadi tertawa. Dan saya baru tahu bahwa pada jaman dahulu, ada banyak orang-orang yang suka ber-drama dan meresponi sesuatu dengan berlebihan.
Bayangkan jika diri anda adalah Yairus pada saat itu, begitu banyak up and down yang Ia lalui.
Disaat harapan-nya sudah tipis, dia melakukan segala sesuatu dan memohon http://www.achaten-suisse.com/ kepada Yesus untuk menyembuhkan anak-nya.
Mungkin disaat Ia melihat bagaimana Yesus bisa menyembuhkan wanita yang sakit pendarahan, Ia kembali punya pengharapan akan kesembuhan anak-nya. Tetapi pengharapan yang ia punya mungkin meredup karena beberapa saat setelah itu, ada sanak saudara yang berkata bahwa anak-nya telah mati.
Cukup extreme bukan? pernahkah anda mengalami hal seperti itu? Seolah-olah anda terjepit mau percaya pada Janji Tuhan atau Berita yang anda dengar? Ketahui bahwa Iman anda terhubung langsung dengan pengenalan anda akan Tuhan. Seberapa besar anda percaya pada karakter dan sifat Tuhan (Karakter adalah kumpulan sifat).
Kalau anda tidak tahu Sifat Tuhan, saya tidak heran kalau anda lebih percaya kepada berita-berita yang ada.
Itu sebab-nya, saya ingin mengenalkan anda mengenai karakter-karakter Tuhan untuk membantu anda disaat mengalami situasi yang sulit:
1. Tuhan yang Setia – Engkau bisa bergantung dan berharap pada kesetiaan-nya. Meskipun kita tidak setia, tetapi Tuhan tetap senantiasa setia kepada kita.
Saat kita mengalami kebingungan, Tuhan senantiasa ada dan setia bersama-sama dengan kita.
Supporting Verse – Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. 1 Korintus 1:9 TB
Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 2 Timotius 1:13 TB
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:20 TB
2. Tuhan yang Pengasih dan Adil – Tuhan kita adalah Tuhan yang adil dan penyayang.
Supporting Verse – Tuhan adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang. Mazmur 116:5 TB
3. Tuhan yang Pemegang Janji – Dia tidak seperti manusia yang bisa lupa akan janji-nya, Tuhan selalu setia dan menepati janji-nya.
Supporting Verse – Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? Bilangan 23:19 TB
4. Tuhan yang Menerima – Dia menerima kita apa ada-nya karena dia mengasihi kita. Kristus yang mati demi kita untuk membersihkan dosa kita adalah bukti-nya.
Supporting Verse – Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Roma 15:7 TB
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Roma 5:8 TB
5. Tuhan yang Peduli – Dia bahkan tahu semua jumlah rambut yang ada di kepala kita. Jika semua rambut yang ada di kepala kita sudah diketahui oleh-Nya, Masakan dia tidak peduli dengan keadaan kita?
Tuhan peduli dan tidak mengijinkan kita dicobai melebihi kekuatan yang kita punya, dan Tuhan selalu menyediakan jalan keluar.
Bahasa yang diresponi oleh Firman Tuhan adalah Iman.
Supporting Verse – Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 1 Korintus 10:13 TB
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 1 Petrus 5:7 TB
6. Tuhan yang Selalu Bekerja – Dia bukanlah Tuhan yang malas, tetapi masalah-nya kita sering gagal paham dan berpikir bahwa Tuhan selalu diam saja.
Tuhan selalu bekerja, tetapi masalah-nya kita suka sadar terlambat dan tidak bisa mengerti pikiran Tuhan dari awal sampai akhir, seperti apa yang dialami oleh Yairus.
Supporting Verse – Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Yohanes 5:17 TB
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Pengkotbah 3:11 TB
Pada saat sanak saudara Yairus datang dan mengatakan bahwa anak perempuan Yairus telah mati, Yesus tidak diam saja. Mungkin saja Yairus bisa merasa kesal dengan wanita yang mengalami pendarahan, karena ia membuat perjalanan mereka tertunda ke anak-nya.
Tetapi setelah berita duka itu datang, Yesus yang sibuk bekerja. Ia berkata, “Jangan Takut, Percaya Saja!”. Karena Yesus melihat bahwa ada kemungkinan dari Yairus akan berpindah frekuensi-nya, dari Iman ke Ketakutan.
Karena kalau ia pindah ke frekuensi ketakutan, mungkin Ia tidak bisa bekerja. tetapi Yesus melanjutkan dan meminta agar beberapa orang pergi dan tidak berada di sekeliling Yairus, hal ini dilakukan agar mereka tidak mengganggu Iman Yairus. Ia memastikan agar orang yang berada di sekeliling Yairus tidak melemahkan Iman Yairus.
Tuhan bekerja membela Yairus, bagi saudara yang sering bertanya dimana Tuhan dalam pergumulan anda, saya bisa katakan bahwa jika anda tetap berada di frekuensi Iman, dan Tetap Percaya, Engkau bisa berharap bahwa Tuhan akan bekerja untuk anda.
Yesus membantu Yairus untuk mempertahankan Iman-nya dari pengaruh negatif dengan melarang segerombolan orang untuk ikut bersama diri-nya.
Kadang untuk mempertahankan Iman kita, agar bisa tetap percaya dan memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja dalam hidup, terkadang kita harus meng-eliminasi suara-suara negatif yang mengganggu iman kita.
Saringlah Informasi yang ada, agar anda tetap berada di dalam Zona Iman. Keberhasilan kita mengeliminasi dan menjauhkan diri dari suara yang negatif akan memperkuat iman kita.
Sama hal-nya jika anda sedang travel dan jalan-jalan ke negara yang ada musim dingin, dengan semakin tebal jaket dan aksesoris yang anda pakai, itu akan membuat badan anda hangat dan tidak merasa kedinginan.
“Set your mind on things above.” Arti “Things Above” ini bukan berarti malah memikirkan bintang, atau langit yang ada di atas, tetapi lebih dalam tidak memikirkan semua yang keliru, hina, curang, kotor, pahit, tidak sedap didengar, semua yang tidak patut dipuji, gosip dan lain sebagai-nya, jangan pikirkan semua hal itu!
Supporting Verse – Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Kolose 3:2 TB
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Filipi 4:8 TB
Eliminasi hal-hal yang tidak perlu dipikirkan itu, karena itu bisa mengubah Iman anda, ingat bahwa Iman memberi ruang pada Tuhan untuk bisa bekerja dalam kehidupan anda.




