JPCC Sutera Hall 2nd Service (2 Oktober 2025)
Thank you all volunteers, We love and appreciate you, We know that we can’t do it without you! Semua yang melayani disini, termasuk teman-teman di Next gen juga, terima kasih sudah melayani kami dan keluarga disini. Bagi saudara yang mungkin baru pertama kali hadir di JPCC Sutera Hall, ijinkan saya untuk menyambut saudara dan saya berharap saudara merasa nyaman disini. Tadi sebelumnya Christof sudah katakan bahwa saya diimport jauh-jauh dari JPCC Upper Room, and it’s good to be back! Saya dengar bahwa jemaat yang ada di JPCC Sutera Hall ini adalah orang-orang yang paling keren di area Tangsel ini.
Kita berada dalam seri pengajaran baru dengan judul “The Value-Driven Life“, Di minggu pertama kita akan belajar apa itu nilai dan mengapa dalam hidup kita sangat penting untuk mengenal nilai-nilai Kristus sebagai Tuhan kita? Kita semua disebut sebagai pengikut Kristus, bukan? Jadi sudah selayaknya kita tahu apa yang menjadi nilai-nilai Kristus di dalam hidup kita.
Dalam hidup kita, setiap hari kita pasti mengambil begitu banyak keputusan, dari hal kecil seperti bangun tidur, mau makan apa, mau pakai baju apa disaat bergereja, atau bagi yang sudah punya anak, nanti anakku ini bakal ngapain ya siang nanti? Nah, dari hal-hal yang kecil sampai lebih besar dan serius seperti halnya pasangan hidup, mau kerja dimana, memilih kerja di perusahaan A atau B, dan seterusnya. Nah, saudara seringkali saat kita ada dalam beberapa pilihan seperti itu, biasanya yang menentukan apa?
Setiap keputusan yang kita buat sebenarnya menunjukkan nilai yang kita pegang.
Kembali ke pekerjaan tadi, saat ada beberapa pilihan, apa yang menentukan pilihan kita? Apakah karena gajinya? Atau ada hal lain yang lebih penting dari itu seperti misalnya nilai perusahaan yang mereka pegang dan itu bisa membuat kita memilih perusahaan lain meskipun secara gaji lebih kecil.
Bagaimana juga kita memilih untuk menghabiskan waktu kita, dengan siapa contohnya? Atau juga keseharian rohani kita, bangun pagi lebih memilih apa yang didahulukan? Bangun pagi untuk membaca Firman atau berdoa, atau sebalilknya memilih melakukan hal lain terlebih dahulu. Apapun pilihan kita akan menunjukkan apa yang penting untuk kita.
Nilai adalah sesuatu yang kita anggap penting di dalam hidup kita.
Di JPCC, kita punya nilai-nilai penting yang mendasari setiap hal yang kita lakukan disini, seperti hidup di dalam bimbingan Roh Kudus atau Spirit-led. Penting juga untuk menjadi Pribadi dan komunitas yang unggul seperti Excellence. Tuhan kita adalah Tuhan yang excellent dan penting untuk mencerminkan karakterNya di dalam hidup kita. Lalu ada hal lain lagi yang penting buat kita sebagai gereja untuk menjadi gereja yang Relevant, menjadi gereja yang menjawab kebutuhan yang ada di sekitar kita hari-hari ini.
Juga penting untuk kita bisa terus sebagai pengikut Yesus bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa, atau Mature. Ini juga adalah salah satu value kita. Dan juga yang terakhir, di JPCC, kita tentunya sebagai pribadi yang dewasa juga harus ditunjukkan dengan hidup yang menunjukkan rasa hormat kepada satu sama lain. Itu sebabnya Honoring juga menjadi salah satu core values di JPCC.
Buat saudara yang mungkin sudah lama bergabung di JPCC, sudah lama ikut, saudara mungkin memilih untuk “stay” dan bertumbuh disini. Saudara mungkin masih bertumbuh dari sini saat dulu masih single seperti saya dulu, aktif di Youth, lalu sampai sudah menikah, punya anak, dan ikut melayani Tuhan. Semua yang ada di sini, karena kita menganggap nilai-nilai yang dipegang oleh gereja ini selaras dengan nilai yang kita anggap penting. Jadi, kembali lagi, nilai adalah sesuatu yang kita anggap penting di dalam hidup kita Nah, “the thing is…”, Nilai itu, atau nilai hidup seseorang tidak cukup terlihat dari ucapannya saja.
Nilai hidup seseorang tidak cukup terlihat dari ucapannya saja, atau tidak cukup dengan “value statement” yang indah dan keren saja.
Karena nilai yang sesungguhnya tercermin dari prioritas yang kita ambil dari pilihan yang kita lakukan dalam hidup kita.
Contohnya, jika ada seorang ayah yang menganggap keluarga adalah hal terpenting tetapi tidak pernah di rumah dalam kesehariannya atau pekerjaannya, atau mungkin malah sibuk bermain padel, it’s just reality. Seringkali apa yang kita pikir itu yang kita pegang dalam hidup, in reality tidak sesuai dengan apa yang kita pikir karena setiap keputusan saudara dan saya yang kita ambil sebenarnya adalah cerminan dari nilai kita yang sejati.
Setiap keputusan yang kita ambil adalah cerminan dari nilai kita yang sejati.
Jadi, Apa yang Yesus katakan dan ajarkan tentang nilai dan prioritas hidup? Standar seperti apa sih yang sebenarnya Dia berikan buat kita anak-anaknya?
Saya mau ajak saudara untuk bahas dan baca Matius 6 sebentar lagi. Tetapi izinkan saya untuk memberikan sedikit konteks sebelum kita baca bersama ayat yang akan kita baca. Sedikit konteks, dari ayat Matius 5-7 itu adalah kumpulan kotbah yang sangat terkenal dari Yesus, “Sermon of the Mount”, bagian Sentral dari injil yang sangat terkenal dan bisa dibilang “blueprintnya atau cara hidupnya” orang Kristen.
Baik itu berupa cara berdoa, berpuasa yang sesungguhnya seperti apa, sampai perihal mengumpulkan harta. Yang menarik, Dia mengajarkan hal itu sebelum sampai di akhirnya Dia membahas tentang kekuatiran.
Opening Verse – [19] “Janganlah mengumpulkan harta benda bagi dirimu di dunia ini. Di sini ngengat dan karat akan merusakkan harta bendamu itu dan pencuri bisa membongkar serta mencurinya. [20] Tetapi di surga, ngengat dan karat tidak bisa merusaknya, dan pencuri tidak bisa membongkar serta mencurinya. Jadi kumpulkanlah harta di surga, [21] karena di mana hartamu berada, di situ jugalah hati dan pikiranmu berada. Matius 6:19-21 TSI
Menarik, Yesus mengaitkan harta dengan hati. Jadi, “here’s the plot twist”, ternyata Yesus tidak hanya berbicara tentang harta, tetapi Dia sedang “addressing” hati pendengarnya, karena ini saling berhubungan. Yesus tidak berhenti sampai disana.
Supporting Verse – [22] “Matamu seperti jendela yang menjadi jalan masuknya terang ke dalam tubuhmu. Kalau matamu baik, seluruh hidupmu pun akan diterangi. [23] Tetapi kalau matamu rusak karena memandang ke sana kemari dengan serakah, seluruh hidupmu akan menjadi sangat gelap. Kalau jendela tubuhmu tertutup kegelapan, betapa hebatnya kegelapan yang terjadi dalam hatimu! Matius 6:22-23 TSI
Sekali lagi, Yesus mulai berbicara sesuatu yang internal karena mata berbicara tentang fokus hidup, untuk melihat dan mengarahkan kepada sesuatu. Kalau mata kita baik, hidup kita baik, dan begitu juga sebaliknya.
Bagi saya, disaat ini, Yesus masih lumayan terdengar halus bicaranya, Dia memberikan opsi mana yang lebih baik. Tetapi setelah itu, Dia langsung berbicara jauh lebih “direct”.
Supporting Verse – [24] “Ibaratnya begini: Kalau seseorang mempunyai dua majikan, tidak mungkin dia melayani keduanya dengan baik. Dia pasti akan mengasihi dan setia kepada majikan yang satu, tetapi membenci dan masa bodoh terhadap majikan yang lain. Demikian juga, kamu tidak bisa menjadi hamba Allah sekaligus hamba uang.” Matius 6:24 TSI
You cannot serve two masters. Kita tidak bisa mengabdi kepada dua Tuhan, “Mamon” dalam bahasa arab itu artinya adalah kekayaan dan kemakmuran, sesuatu yang neutral esensinya, tetapi Yesus tahu bahwa di hati manusia, Allah dan Mamon ini selalu bersaing.
Perhatikan polanya, Yesus membandingkan harta bumi dan surgawi, mata yang baik dan jahat, dan dengan klimaksnya, Allah versus Mamon. Kita harus membuat keputusan kepada siapa kita memberikan posisi paling tinggi dalam hidup kita. You got to make a choice.
Apa dan Siapa yang menduduki posisi dan tempat tertinggi di dalam hati kita semua?
That’s the crucial question. Kenapa penting untuk kita jawab ini? Sangat penting karena apapun jawabannya itu akan “drive” hidup kita semua. Kalau kita menjawab bahwa Tuhan yang menjadi tempat tertinggi, maka Dia yang akan “drive” hidup kita. Begitu juga sebaliknya.
Kalau kita memilih untuk menaruh ketakutan di tempat tertinggi dalam hidup, maka itu juga yang akan “drive” setiap keputusan yang kita ambil setiap harinya. Tetapi kalau kita memilih Iman dan damai sejahtera dalam hidup kita, itu yang akan “drive” hidup kita setiap hari.
Money is a good servant but a terrible master. Uang itu sebenarnya “netral”, saya tidak berkarya bahwa kekayaan itu tidak penting karena uang bisa menjadi sebuah berkat dari Tuhan, apapun itu, untuk membuka banyak akses supaya nama Tuhan yang dipermuliakan melalui berkat yang Tuhan titipkan di tangan kita.
Nilai adalah apa yang kita anggap layak untuk dikejar, layak untuk dikorbankan, dan layak untuk dijaga.
Ada orang yang menaruh nilai tertingginya dalam penerimaan, sehingga dalam keseharian dia selalu takut untuk ditolak dan ingin diterima, dan membuat keputusan yang tidak tepat seperti halnya saya dulu.
Ada juga orang yang menaruh nilai tertinggi dalam kenyamanan dan jadinya tidak mau repot dan berkorban bagi orang lain. Ada juga orang yang menaruhnya dalam prestasi sehingga hidupnya dihabiskan untuk selalu mengejar achievement dan selalu ingin mengontrol orang lain. Hidupnya setiap hari selalu mengejar pengakuan, cinta, keinginan atau rasa untuk bisa menguasai dan mengontrol.
Kita harus belajar, utamanya para wanita dalam hal ini, untuk percaya kepada Tuhan and belajar untuk “let go” in control.
Jika mata kita baik, seluruh tubuh kita akan menjadi terang. Artinya kalau nilai yang kita ambil atau pegang itu sejajar dengan nilai-nilai Kerajaan Allah, maka akan ada damai sejahtera, sukacita dan Kasih di dalam hidup kita.
Apa yang Tuhan anggap penting seringkali bertolak belakang dengan apa yang dunia pikirkan, sehingga di dalam perjalanan Iman kita, kita akan terus mengalami ketegangan-ketegangan antara nilai Allah dengan nilai dunia, baik itu dalam kejujuran dan “menikung” orang, karakter atau kesuksesan, dan sebagainya.
Karena apa yang Yesus tawarkan sangat berbeda dengan apa yang dunia tawarkan. Ini semua hanya akan bisa “makes sense” kalau kita menganggap apa yang Tuhan anggap penting itu juga penting untuk kita
Itu hanya “makes sense” kalau Tuhan menjadi yang terpenting dalam hidup kita.
Sharing Ps. Gea – Contohnya, saya punya suami bernama Carlo Tamba. Apa yang dia anggap penting seperti olahraga, kesehatan dan makan sehat, hanya akan “makes sense” untuknya, dan buat saya yang suka makan non halal (Babi dan kawan-kawannya), awal-awalnya itu saya membutuhkan “proses” di awal pernikahan saya.
Tetapi itu akan menjadi lebih “makes sense” kalau apa yang dia anggap penting itu juga penting buat saya. Karena saya mengasihi dan mencintai dia, sehingga apa yang dia anggap penting juga menjadi penting untuk saya.
Jadi, Pertanyaannya apakah Tuhan sudah jadi yang paling penting bagi hidup kita? Kalau itu sudah, maka semua akan akan menjadi “makes sense” untuk kita.
Untuk saya, saya mau menganggap Tuhan yang paling penting bagi saya karena Dia sudah terlebih dahulu menganggap saya penting di MataNya, jauh sebelum saya mengenalNya bahkan disaat saya merasa hidup saya tidak layak bagiNya.
Dia sudah menganggap saya penting dengan mati buay kita menebus hidup kita semua. Kalau saudara menganggap Tuhan paling penting, maka kita akan berkorban bagi Dia dan juga mengejarNya. Kita akan belajar untuk mengutamakan Tuhan dalam hidup kita.
Tuhan adalah pemilik dari hikmat segala hikmat di dalam hidup ini.
Closing Verse – [16] Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak. Amsal 16:16 TB
Sebuah kontras, kalau kita punya hikmat dan pengertian yang adalah Tuhan sendiri hidup di dalam kita semua. Walaupun kita merasa gagal dan tidak punya jalan keluar, kita bisa merasa baik-baik saja karena sumber kekuatan dan sumber segala hikmat tinggal di dalam kita semua.
Mari taruh Tuhan dan semua nilai nilai kerajaan Tuhan menjadi yang terpenting dalam hidup kita.
Ada 3 Langkah praktis yang bisa kita lakukan sepanjang minggu ini setelah mendengar kebenaran Firman Tuhan.
1. Refleksi
Refleksi disini adalah dengan mengambil waktu untuk bertanya kepada diri sendiri dan merenungkan kembali,
“Apa yang paling kita hargai dalam hidup ini?”
2. Kalibrasi
Mulai lakukan Kalibrasi dalam hidup kita, check pilihan dan utamanya kalendar kita. Waktu terbanyak kita habis dimana? Apakah pekerjaan kita atau malah hal lainnya?
Setelah saudara check, dan recheck kembali, mulai lakukan Kalibrasi dalam hidup saudara, spend time dengan semua hal yang kita anggap penting dalam hidup kita. Kalau saudara bilang Tuhan penting, put it into your calendar.
Pergi ke DATE bukan menjadi hal yang terbelakang, begitu juga dalam halnya Bible Study, dan membaca Firman Tuhan. Put it in your calendar. Kalibrasi ulang, utamanya dalam musim-musim dimana kita merasa sibuk, bertobat dan ambil waktu dengan orang yang kita sayangi dan anggap penting dalam hidup kita.
3. Berubah, Make a Change
Make a change, ambil satu keputusan minggu ini yang benar-benar akan mencerminkan nilai yang kita pegang. Satu perubahan jika kita lakukan secara overtime maka akan merubah arah kehidupan kita. Satu keputusan untuk mengambil waktu lebih banyak dengan Tuhan dan juga keluarga kita, Amin?
Nilai adalah apa yang kita anggap layak untuk dikejar, layak untuk dikorbankan, dan layak untuk dijaga.
P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes



