Rooted in The Word By Ps. Johannes Thelee

Sutera Hall 2nd Service (1 March 2026)

Berikan tepuk tangan sekali lagi buat Tuhan kita, Haleluya! Dan juga untuk teman-teman disini yang sudah memimpin dengan luar biasa. Syalom Saudara! Apa kabarnya hari ini? Baik? Puji Tuhan. Saya juga ingin menyambut juga teman-teman yang bergabung secara online dimanapun anda berada. Berdoa supaya hari ini, kita sama-sama semakin mengerti dan semakin diubahkan oleh apa yang Tuhan ingin nyatakan kepada kita semua.

Hari ini kita masuk di dalam bulan yang baru, di dalam bulan Maret. Dan pada bulan Maret ini, seperti yang tadi sudah dikatakan, kita akan mempelajari bersama-sama sebuah seri pengajaran yang baru yang berjudul “Rooted in the World” atau berakar di dalam firman Tuhan.

Dan itu juga yang menjadi judul dari pesan Firman Tuhan yang akan disampaikan hari ini di semua kampus di JPCC termasuk di ibadah online pada hari ini, “Rooted in the World” atau berakar di dalam firman Tuhan.

Nah, pertanyaannya adalah mengapa hal ini begitu penting untuk kita sama-sama mengerti, sama-sama pelajari, khususnya di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Mari kita sama-sama temukan jawabannya.

Opening Verse – [4] Tetapi Yesus menjawab, “Dalam Kitab Suci tertulis, ‘Kehidupan manusia tidak bergantung pada roti saja, melainkan pada setiap perkataan yang diucapkan Allah.’” Matius 4:4 TSI

Itu sebabnya sangat penting untuk kita belajar dan mengerti tentang kehidupan yang berakar di dalam Firman Tuhan. Karena ternyata kehidupan kita bergantung kepadaNya, sadar atau tidak sadar, mengerti atau belum mengerti.

Hal-hal seperti makanan atau roti seringkali menyimpulkan atau mencerminkan hal-hal jasmaniah yang ada pada kita. Ya, tentunya salah satunya adalah makanan, harta kekayaan, hak milik apapun yang kita punya. Ternyata kehidupan kita tidak bergantung kepada itu semua.

Makanya ada orang yang punya banyak di dalam kehidupannya, punya harta kekayaan yang banyak atau apapun yang dia miliki, tetapi masih menemukan bahwa ada yang kosong di dalam kehidupannya. Ada sesuatu yang tidak bisa menjawab sepenuhnya apa yang terjadi di dalam hidupnya.

Dan Alkitab katakan bahwa kehidupan kita bergantung pada setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah atau diucapkan oleh Allah sendiri. Ada begitu banyak orang mungkin tidak punya masalah dengan percaya kepada Kristus, tetapi percaya kepada Kristus bukan berarti kehidupannya itu juga ikut suka dan seringkali membaca Alkitab.

Karena ada begitu banyak orang yang percaya kepada Kristus, tapi di dalam kesehariannya masih enggan, masih bingung, bahkan tidak sedikit yang mengalami tantangan di dalam membaca Alkitab. Tantangan itu bisa waktu, bisa juga kemalasan, tetapi juga tidak sedikit yang merasa bahwa sulit untuk memahami atau mengerti pada saat membaca Alkitab.

Itu sebabnya di JPCC disediakan metode “OIA” atau sesuatu tools atau alat yang bisa dipakai untuk observasi, interpretasi dan aplikasi dari Firman Tuhan atau Alkitab yang kita baca.

Pernahkah saudara diberitahu oleh seseorang tentang makanan tertentu yang sangat enak, gitu ya? atau mungkin saya ambil contoh aja, misalnya ramen gitu yah. Saya suka ramen juga soalnya, saya pernah diceritakan ada ramen yang sangat enak, bahkan digambarkan ciri khasnya dari tekstur ramennya, dari “noodle-nya” itu begitu nikmat, kenyal, ada yang keriting, ada yang lurus, dan seterusnya.

Lalu bukan cuma itu, tetapi daging yang ada di dalamnya juga kualitasnya luar biasa. Sehingga waktu masuk di dalam mulut langsung “melted”, langsung meleleh. Ini belum makan siang sih ya soalnya. Terus kuahnya lagi, aduh kuahnya. Jadi inget ramen tertentu nih.

Sewaktu diceritakan aja, kita kayak udah rasanya kok jadi ikutan lapar ya? Padahal kita belum bener-bener mengalaminya, tetapi kita sudah percaya, kita belum pernah makan ramen itu, kita belum pernah merasakan enaknya dan nikmatnya apalagi manfaat dari makanan tersebut. Tetapi seolah-olah kita sudah merasakan.

Atau mungkin diceritakan oleh seseorang tentang pergi ke suatu tempat yang luar biasa. Buat saya mungkin ada teman-teman yang waktu itu sudah pernah pergi ke stadion klub sepak bola yang paling terkenal di dunia itu loh, yang “Glory-Glory”.

Bayangin saya sudah menjadi peng-idola atau penggemar dari klub sepak bola itu, kurang lebih selama 35 tahun. Saya pernah diceritakan waktu itu, bahwa kalau datang ke stadionnya megah banget, luar biasa! Dan waduh belum lagi masuk ke ruang gantinya, lalu ketemu nama-nama pemain yang kita suka dan terkenal dan begitu terkenal, lalu lewatin satu titik demi satu titik yang begitu bersejarah, ada banyak yang diceritakan, belum lagi melihat piala-pialanya yang begitu luar biasa.

Bayangkan saudara, selama 30 tahun saya hanya bisa membayangkan saja. Sampai suatu hari, Puji Tuhan, Saya dapat kesempatan untuk pergi ke sana dan baru benar-benar bisa merasakan pengalaman itu. Tetapi kalau belum pernah pergi, pengalaman itu hanya jadi teori dan belum pernah bisa benar-benar mengalami hal tersebut.

Atau dalam konteks hubungan misalnya. Pernahkah saudara berada di dalam satu hubungan, dimana pasangan saudara itu seringkali bilang sama saudara bahwa, “Aku sayang banget sama kamu”. Tetapi di dalam kesehariannya, dia tidak pernah memberikan waktu untuk duduk berbicara dengan saudara, ngobrol, dan mengenal pribadi saudara lebih dalam. Ouch.

Tapi saudara, kalau saudara pikir-pikir, sadar atau tidak sadar? Bukan hal itu yang seringkali terjadi dan kita lakukan kepada Tuhan. When you come to church like this, waktu kita datang ke gereja seperti ini, “it’s easy” untuk kita bernyanyi, I love you Lord. Aku mengasihi engkau, Tuhan. Berdoa, aku mengasihi engkau, Tuhan, I love you Jesus.

Tetapi di dalam kesaharian kita, kita jarang atau bahkan hampir tidak pernah membaca Alkitab yang berisi perkataan-perkataan Allah yang Dia nyatakan, KehendakNya, apa yang Dia suka dan apa yang Dia tidak suka.

Padahal Firman Tuhan adalah makanan buat roh dan jiwa kita. Seperti yang tadi kita baca, tidak tergantung pada makanan atau roti saja tetapi bergantung pada setiap perkataan yang diucapkan oleh Allah.

Bayangkan, sewaktu saudara dan saya dibentuk oleh tanah sebagai manusia, lalu dihembuskan nafas kehidupan dan akhirnya kita hidup. Dan kehidupan kita bertumbuh oleh setiap perkataan yang diucapkan oleh Allah, tetapi kita di dalam keseharian kita jarang menghabiskan waktu untuk memahami seperti apa Tuhan Allah, melalui FirmanNya.

Lalu tiba-tiba, mungkin penderitaan datang, cobaan datang. Lalu kita mulai berpikir bahwa Ini yang salah pasti Tuhan. Saya sudah ke gereja, saya sudah begini, saya sudah lakukan itu, tetapi kenapa saya mengalami seperti itu?

Saat kita membaca dan mempelajari Alkitab, kita sebenarnya sedang membangun hubungan dengan Tuhan dan mengenal pribadi Tuhan lebih dalam sehingga kita semakin mengerti hati dan pikiran Tuhan bagi kita di dalam menjalani kehidupan ini, bahkan di dalam merespon setiap pergumulan, cobaan dan tantangan yang datang dan terjadi di dalam kehidupan kita.

Itu sebabnya hari ini, saya ingin mengajak saudara untuk sama-sama belajar dari sebuah pasal alam Alkitab yang dituliskan seperti sebuah nyanyian tentang kecintaan kepada Firman Tuhan yang mendorong kita untuk melihat bahwa menghidupi Firman Tuhan bukan sekedar beban tetapi justru sebagai jalan kehidupan untuk menuju kehidupan yang bahagia, dimana hidup bahkan lebih daripada sekedar hidup.

Pasal yang saya maksud adalah Mazmur pasal yang 119, yang juga merupakan masmur dengan pasal terpanjang di dalam Alkitab, Isinya ada 176 ayat! Dan 176 ayat itu dibagi di dalam 22 bagian yang sesuai dengan susunan huruf alfabet “Ibrani”.

Sedikit menjelaskan kepada saudara, Mazmur ini memang seperti nyanyian tentang kecintaan kepada Firman Tuhan. Makanya, di dalamnya ada begitu banyak kata yang digunakan untuk mewakili atau mencerminkan Firman Tuhan. Ada perintah, ada hukum, ada peraturan, ada kehendak, ada keputusan, ada ketetapan-ketetapan dan semuanya itu mewakili Firman Allah yang hidup.

Supporting Verse – [1] Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela dan taat kepada hukum-hukum Tuhan. [2] Berbahagialah orang yang mengikuti perintah-Nya, dan dengan segenap hati berusaha mengenal Tuhan. [3] Berbahagialah orang yang hidup menurut kehendak Tuhan, dan tidak melakukan kejahatan. Mazmur 119:1-3 BIMK

Pada bagian awal dari Mazmur 119 ini, Pemazmur seperti seolah-olah langsung menyatakan sebuah pernyataan tentang definisi kebahagiaan bagi kehidupan orang percaya.

Mungkin pertanyaannya untuk kita sewaktu membaca ini adalah, apa sih yang menjadi definisi kebahagiaan bagi kita?

Apalagi hari-hari ini kita banyak dengar, orang mencari kebahagiaan dimana-mana. Trying to search for their own happiness. Apa sih yang bisa membuat saya happy? Atau saya rela melakukan apa saja, yang penting saya happy.

Tetapi kita lihat di sini, jangan-jangan justru kebahagiaan sejati yang kita cari selama ini seharusnya bisa kita ketemukan di dalam setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah dan tercatat di dalam Alkitab yang merupakan karunia dan merupakan perkataan Allah yang tertulis dan seharusnya kita baca, kita renungkan, kita pelajari, supaya kita memperoleh hidup daripadaNya.

Bukan hanya sekedar hidup secara fisik, tetapi roh kita hidup, jiwa kita hidup, oleh karenaNya. Pemazmur menyatakan seperti yang tadi kita baca, bahwa orang yang hidupnya tidak bercela atau dengan kata lain, hidup dengan integritas, hidup tidak melakukan kejahatan atau menjauhi kejahatan, hidup benar, hidup jujur, orang yang taat kepada hukum-hukum Tuhan.

Bagaimana bisa taat kalau kita tidak mengenal hukum-hukumNya?

Orang yang mengikuti perintah Tuhan. Dikatakan juga orang yang hidup menurut kehendak Tuhan, dan orang yang dengan segenap hati mencari atau berusaha untuk mengenal Tuhan. Orang-orang itu dinyatakan oleh si pemazmur, disebut sebagai orang yang berbahagia.

Ada pilihan disini. Kalau kita sedang mencari kebahagiaan, bagaimana kalau kita memilih untuk mencarinya dengan pilihan. Let’s choose to dive in. Untuk masuk tenggelam, menyelami setiap perkataan yang diucapkan oleh Allah. Karena justru di dalamNya bisa menjawab dan bahkan bisa memenuhi kehampaan yang bisa jadi selama ini ada di dalam kehidupan kita.

Kata ‘berbahagia’ ini dalam bahasa aslinya menggunakan kata “asher” yang artinya bukan hanya sekedar perasaan senang atau “happy”, lebih daripada perasaan yang muncul tetapi yang artinya adalah keadaan hidup yang diberkati.

Makanya di dalam bahasa inggris, seringkali diterjemahkan bukannya “Happy is the man atau joyful is the man”, tetapi diterjemahkan sebagai “blessed is the man”, diberkatilah orang yang hidup menurut kehendak Tuhan, karena kata ini sebenarnya mencerminkan keadaan hidup yang diberkati oleh karena atau akibat dari hidupnya selaras dengan kehendak Allah.

Bahkan kata yang sama juga dipakai oleh Pemazmur di dalam Mazmur 1, ayat 1-3. Makanya Mazmur 119 ini seolah-olah seperti kepanjangan dari apa yang disampaikan di dalam Mazmur 1 ayat 1-3, yang akan kita baca bersama-sama yaitu di dalam terjemahan bahasa Indonesia masa kini.

Supporting Verse – [1] Berbahagialah orang yang tidak mengikuti nasihat orang jahat, tidak mencontoh orang berdosa dan tidak bergaul dengan orang yang menghina Allah, [2] tetapi yang suka melakukan Perintah Tuhan dan merenungkannya siang malam. [3] Orang itu berhasil dalam segala usahanya; ia seperti pohon di tepi sungai yang berbuah pada musimnya dan tak pernah layu daunnya. Mazmur 1:1-3 BIMK

Bukan berarti dia tidak bisa berada di tengah-tengah orang jahat. Walaupun dia ada di tengah-tengah orang jahat tetapi dia tidak mengikuti nasihat, dia tidak jalan menurut jalan orang-orang tersebut, tidak mencontoh orang berdosa, dan tidak bergaul dengan orang yang menghina Allah. Bukan berarti dia tidak bisa ada di situ. Dia ada di situ tapi dia tidak mengikuti, tidak mencontoh, dan tidak bergaul dengan kebiasaan orang seperti itu.

Bayangkan, dia tetap bisa melakukan perintah Tuhan walaupun dia ada di tengah orang-orang yang tidak suka akan perintah Tuhan. Dia tetap bisa melakukan perintah Tuhan, dan merenungkannya siang dan malam. Artinya, setiap hari, setiap saat dalam kehidupannya, dia selalu mempertimbangkan setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah, di dalam dia memilih, di dalam dia mengambil keputusan, di dalam dia berkata-kata, di dalam dia bertindak, dan seterusnya.

Akibatnya apa? Orang itu berhasil dalam segala usahanya. Does that sound like a flourishing life? Bukankah itu terdengar seperti kehidupan yang bertumbuh subur dan berbuah lebat?

Mengingatkan kita kepada apa yang kita pelajari selama 2 bulan per hari ini tentang kehidupan yang flourishing, gemuk dan segar. Ini poin pembelajaran yang paling utama kita hari ini, yang paling utama yang kita bisa pelajari hari ini adalah :

A flourishing life begins when our life is aligned with God’s revealed way.

Kehidupan yang bertumbuh subur dan yang berbuah lebat dimulai ketika kita memutuskan agar hidup kita selaras dengan jalan-jalan, ajaran-ajaran yang dinyatakan oleh Allah sendiri melalui FirmanNya.

Itu sebabnya kenapa yang kita pelajari ini menjadi sangat penting. Karena kita mau kehidupan kita flourishing, kita mau berbahagia, kita mau punya kehidupan yang diberkati, yang bertumbuh subur dan berbuah lebat.

Dan itu semua bisa terjadi ketika kita menyelaraskan kehidupan kita, bukan dengan pengertian kita sendiri, bukan dengan pengetahuan kita sendiri, pemikiran kita sendiri, our own way, atau zaman dulu ada lagunya, “I did it my way” katanya.

No, bukan begitu!

Tetapi waktu kita menyelaraskan setiap perkataan, tingkah laku kita, tindakan, keputusan, pertimbangan kita, dengan kehendak Allah.

Supporting Verse – [4] Engkau memberi kami hukum-Mu, ya Tuhan, supaya kami melakukannya dengan setia. Mazmur 119:4 BIMK

Disini Mazmur menyatakan bahwa Tuhanlah yang memberi hukumNya, peraturanNya, perintahNya, menyatakan kehendakNya kepada kita supaya kita mengerti bagaimana seharusnya kita hidup sebagai umat ciptaanNya.

Kata hukum pada ayat ini dalam bahasa aslinya digunakan 24 kali dalam kitab Mazmur. Dan bayangkan dari 24 kali tersebut, 22 diantaranya dituliskan di dalam Mazmur 119. Kata ini, kata hukum ini memiliki terminologi yang tidak bisa dipisahkan. Tidak bisa dipisahkan dari jalan-jalan yang Tuhan nyatakan. God’s revealed ways.

Dan terminologi ini juga tidak bisa dipisahkan dari kehidupan perjanjian antara Allah dan dengan umat Tuhan. Saudara dan saya adalah bagian dari umat perjanjian. Bagian dari perjanjian yang dibuat oleh Allah dengan manusia. Itu sebabnya kenapa Firman Tuhan menjadi penting. Hukumnya Tuhan, Kehendak, peraturan, keputusanNya Tuhan menjadi penting. Karena kita adalah bagian dari umat perjanjian dimana Allah telah membuat perjanjian antara Dia dengan kita semua sebagai UmatNya, sebagai manusia ciptaanNya.

Jadi, ini bukan cuma sekedar hukum yang diberikan untuk dipatuhi saja tanpa mengerti. Tetapi sebuah ajaran justru yang diberikan untuk mengarahkan kehidupan kita. Sebuah instruksi untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah Sebagai umat perjanjiaNnya. Bukan supaya kita bisa hidup agamawi, mengikuti aturan agama yang ada. Tetapi justru supaya kita bisa menjalani kehidupan kita dengan maksimal dan dengan utuh.

Supporting Verse – [5] Semoga aku dengan hati teguh mengikuti peraturan-peraturan-Mu. [6] Jika aku memperhatikan semua perintah-Mu, maka aku tak akan dipermalukan. Mazmur 119:5-6 BIMK

Mazmur 119 tadi, ayat 5-6 dituliskan kerinduan seorang pemazmur, dan saya percaya harusnya itu jadi kerinduan kita juga, doa kita juga, semoga kita bisa mengikuti kehendak Tuhan. Hidup selaras dengan kehendakNya. Tetapi ayat lima dan ayat enam tidak bisa terpisahkan sebenarnya.

Sebenarnya rasa malu yang dibicarakan di ayat 6 bukan hanya sekedar muncul supaya tentang harga diri kita tetapi lebih karena hubungan kita dengan Tuhan. Mari kita perhatikan apa yang dituliskan di dalam New Living Translation.

Supporting Verse – [5] Oh, that my actions would consistently reflect your decrees! [6] Then I will not be ashamed when I compare my life with your commands. Psalms 119:5-6 NLT

Supaya setiap tindakan-tindakanku secara konsisten merefleksikan atau mencerminkan keputusan-keputusan. Supaya kemudian, maka kemudian, maka aku tidak akan malu ketika aku membandingkan atau memperhatikan perintah-perintahMu dan membandingkan hidupku dengan Anda.

Seperti ada hubungan disitu, kedekatan antara si pemberi perintah dengan si pelaksana perintah, sama seperti seorang anak yang begitu bahagia, begitu senang karena berhasil melakukan apa yang ayahnya minta. Karena dia tahu ayahnya begitu mengasihi dia. This is not talking about “aturan agama”. This is talking about “kedekatan hubungan antara Sang Pencipta dengan mahluk ciptaanNya”.

Setiap kali kita berhasil melakukan apa yang Dia minta, menyenangkan hati Dia, kita jadi berbahagia. Hidup kita kayaknya “full”, utuh, maksimal, happy, joyful, karena kita berhasil melakukan apa yang diperintahkan.

Supporting Verse – [7] Bila aku mempelajari keputusan-Mu yang adil, aku memuji Engkau dengan setulus hati. Mazmur 119:7 BIMK

Kalau saudara adalah seorang penyembah atau worshipper, Ini sangat penting banget. Ada bobot dibalik nyanyian kita seharusnya, ada bobot dibalik pujian dan penyembahan kita karena kalau tidak, kita hanya karaoke saja, saudara. Kalau kita cuma sekedar baca lirik doang, lalu kita ikut menyanyi tetapi kita tidak mempelajari, mengerti, mengenal kehendak Dia, keputusan-keputusanNya, pertimbangan-pertimbanganNya, ketetapan yang Dia berikan.

Karena Pemazmur berkata, “Aku akan memuji-mu, menyembahmu dengan setulus hati”. Kalau aku mempelajari keputusan-keputusan sehingga kita selalu takjub, Full of sense of awe, takjub dengan “Wow! pikiran Tuhan kok begitu ya? Kok bisa se-wonderful dan seluar biasa itu ya? Saya gak pernah berpikir itu!”

Supporting Verse – Tetapi seperti ada tertulis: ”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. 1 Korintus 2:9 TB

Kalau kita mengenal dan mempelajari, mengerti perintah, keputusan, pertimbangan, kehendak dan ketetapan, maka pujian penyembahan yang kita naikkan, bobotnya berbeda sekali, saudara. Moves the earth. Menggerakkan bumi ini. Mengubah dunia ini. Karena kita tidak cuma segera menyanyi karaoke lirik saja. What a great way to worship the Lord with all our hearts.

Lalu ditutup bagian pertama ini, di ayat yang ke delapan. Dikatakan begini.

Closing Verse – [8] Aku mau mentaati hukum-Mu, janganlah sekali-kali meninggalkan aku. Mazmur 119:8 BIMK

Aku mau, bukan aku terpaksa, aku harus karena aku agamanya Kristen dan “I have to”, Pemazmur seolah-olah menyatakan ketergantungannya kepada Kasih Karunia Tuhan, dan penyertaan Tuhan untuk hidup di dalam jalan-jalannya Tuhan.

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa tanpa penyertaan Tuhan, tanpa kasih karunia Tuhan, tanpa kekuatan dari Tuhan, tanpa anugerah dari Tuhan, hampir mustahil kita bisa hidup berkenan di hadapan Allah.

Kita bisa hidup sesuai dengan kehendak Allah. Kita butuh roh kudus, kita butuh bantuan Tuhan supaya kita bisa berkenan hidup sesuai dengan kehendak Allah. Tetapi disitu justru kabar baiknya, saudara. Yesus datang ke Dunia ini, Dia disebut sebagai “Immanuel”.

Allah Yang berserta kita. Artinya bersama dengan Yesus, kita bisa berkenan di hadapan Allah. Bersama dengan Yesus, kita bisa mengerti, memahamisSetiap keputusan, setiap pertimbangan, keketapan, kehendak, peraturan, hukum yang Allah berikan kepada kita.

Tanpa Dia, tidak bisa. Tanpa Dia, semua itu cuma sebagai suatu kewajiban untuk menjalani peraturan yang membuat kita semakin malas melakukanNya. Tapi ketika Dia hadir dalam hidup kita, Yesus mengirimkan rohNya yang kudus untuk tinggal di dalam kita.

Tiba-tiba sewaktu kita baca itu, kita jadi ingin mencari lebih dalam lagi. Bukan karena kewajiban, tapi karena kita jatuh cinta sama Dia. Kita seperti membaca surat cinta, saudara. Kita ingin tahu Dia lebih dalam lagi. Waktu kita membaca kalimatnya tidak mengerti. Tetapi saya ingin mengerti.

Makanya karena ada kehausan, kelaparan itu. Kita jadi mencari lebih dalam lagi. Membandingkan dengan ayat, teks, dan lain-lain, dan seterusnya, dan akhirnya kita menemukan apa yang menjadi pikiran Tuhan, Hati Tuhan bagi kehidupan kita.

It’s amazing, bikin hidup Lebih hidup. Kita jadi mengerti apa arti sesungguhnya dari bahagia. Bagian awal dari Mazmur ini mengajarkan kepada kita bahwa hidup berakar di dalam Firman itu bukanlah sekadar sebuah tugas apalagi beban. Tapi sebuah jalan kehidupan yang mendatangkan kebahagiaan yang sejati.

A flourishing life begins When our life is aligned with God’s revealed ways. Kehidupan yang bertumbuh sempurna, berbuah lebat, dimulai ketika hidup kita selaras dengan jalan-jalan yang Tuhan nyatakan melalui firmanNya.

Let me close with a story. Di tahun 1859. Sewaktu itu di jaman 1850-an, ada seorang pemain akrobat yang terkenal dari Perancis, dikenal dengan nama Charles Blondin. Ada banyak aksi yang dia lakukan yang membuat dia terkenal, tapi salah satu aksi yang paling terkenal di dalam sejarah hidupnya adalah aksi ketika dia memutuskan untuk menyeberangi Niagara Falls, air terjun Niagara, dengan seutas tali yang lebarnya sekitar 2 inci.

Kalau saudara tahu, air terjun Niagara atau Niagara Falls itu membentang di perbatasan Amerika Serikat dengan Canada. Satu ujung di Amerika Serikat dan ujung lainnya di Canada. Jadi Charles Blondin ini memutuskan untuk menyebrangi seutas tali tersebut berkali-kali dalam beberapa hari, bahkan.

Dia lakukan dengan cara-cara yang berbeda-beda dan menakjubkan. Setiap kali dia berhasil menyebrangi, semua orang bahkan ribuan, bahkan yang saya pernah dengar sampai puluhan ribu orang yang ikut menyaksikan. Setiap kali dia berhasil menyebrang dengan cara yang ajaib, semua bersorak sorai bertepuk tangan. Satu kali dia menyebrang dengan tongkat penyangga, Lain kali dia menyebrang dengan mata tertutup oleh kain.

Bahkan pernah juga satu kali dia menyebrang sambil bawa kamera, kamera jaman dulu ini tahun 1800, jadi kameranya itu bukan kayak kita kamera handphone, kamera kecil, ini kamera yang agak besar. Jadi, dia bawa itu sambil menyebrang, lalu di tengah tali dia berhenti lalu dia dirikan kameranya itu, terus dia foto orang-orang yang sedang menyaksikan dia.

Luar biasa sekali. Bahkan ada yang ceritanya, katanya dia sambil masak omelette juga katanya. Nah, tapi ada satu momen, di musim panas itu, tahun 1859, Charles Blondin memutuskan untuk berjalan menyeberangi Niagara Falls atau Air Terjun Niagara itu di atas lintas tali dengan mendorong sebuah gerobak kecil atau “wheelbarrow” yang ada satu roda di bawahnya.

Lalu dia mendorong menyeberangi Air Terjun Niagara itu sampai ke sisi satunya lagi dan seperti biasa selanjutnya semua orang bersorak, “wow luar biasa!”. Dan setelah tepuk tangan lalu, Charles mau balik lagi untuk menyeberangi air terjun Niagara itu, tapi sebelumnya, Dia berkata.

“Oke, apakah saudara percaya? Apakah kalian semua percaya? Kalau saya bisa kembali menyeberangi air terjun Niagara ini dengan membawa “wheelbarrow” ini, atau gerobak ini yang berisi seseorang di atasnya?”.

Lalu semua kerumunan orang yang mendengarkan itu, ya seperti biasa karena lagi hype gitu ya. Semua bilang, “Oh yes, we believe you! Kami percaya. There’s nothing that you can’t do. Tidak ada satupun yang kamu tidak bisa lakukan. Kamu pasti bisa!”.

Terus Charles bilang, “Yes, okay, that’s good. Kalau gitu, siapa yang mau volunteer? ke dalam gerobak ini?

Saudara mungkin tertawa karena saudata tidak ada di Niagara Falls saat itu.

Tapi kalau saudara ada disana saat itu, saudara akan sama seperti orang-orang ribuan pada waktu itu. Mereka semua terdiam, lalu saling ngelirik satu sama lain, mungkin? tiba-tiba mainin kuku mungkin ya? Gak ada satupun yang berani volunteer, saudara.

Sampai saya dengar ceritanya, sampai akhirnya ada satu orang, satu orang perempuan. Ada yang bilang itu ibunya, tetapi ada juga yang bilang itu anak perempuannya. Lalu akhirnya tentu dia berhasil menyeberang dengan cara yang ajaib kembali.

But the moral of the story is It is easy for the crowd. Gampang untuk crowd, kerumunan orang sewaktu itu untuk percaya. Karena mereka memang melihat si Charles Blondin melakukan begitu banyak perkara-perkara yang ajaib. Lalu mereka bilang, “Yes! Kamu pasti bisa melakukannya seperti yang sudah-sudah.”

Tetapi begitu mereka disuruh mempercayakan hidupnya ke dalam tangan si Charles Blondin, tidak ada satu pun mereka yang mau, yang mau hanya mamanya atau anak perempuannya, Why?

Karena mamanya atau anak perempuannya itu bukan cuma mengenal skillsnya, tetapi dia mengenal karakternya, dia mengenal siapa Charles Blondin ini. Dia yakin betul, Charles tidak mungkin membuat saya celaka, tidak mungkin mengorbankan saya.

Does that sounds like God and us? Gampang banget untuk kita, apalagi datang ke tempat seperti ini, lalu kita bilang, “God, I believe you, I love You! Aku percaya, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, There’s nothing that you cannot do, God!”

Tetapi begitu kita benar-benar ada di momen dimana kita harus melepaskan kendali kita dan memberikan hidup kita, bahkan bukan hanya sekedar memberikan sebagian tetapi segenap hati dan kehidupan kita kepada Tuhan, lalu kita mulai terdiam.

“I’m not sure about that, theoretically Yes, but but practically No. I know, Memang tidak ada orang yang mempercayakan kehidupannya kepada pribadi yang dia tidak kenal. Memang tidak ada jalan pintas, you have to know who you worship.

This is not just religion, ini bukan sekedar agama, Ini sebuah perjalanan kehidupan yang dilandaskan oleh hubungan. Makanya tidak ada jalan pintas.

Saudara dan saya harus mengenal siapa penciptaNya. Kalau saudara mau hidup seperti yang dimaksudkan oleh Pencipta saudara. Tidak ada jalan lain, dan satu-satunya cara terbaik adalah dengan mengenal Dia melalui FirmanNya.

Closing Verse – Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5 TB

No wonder kita suka menjalani kehidupan kita dengan cara kita sendiri. Karena kita tidak menaruh percaya dengan segenap hati kita kepada Pencipta kita. Kenapa kita tidak menaruh percaya? Karena kita lupa mengenal Dia.

Let’s decide. Mari ambil keputusan. Tahun ini, bulan ini, Tanggal hari ini, anytime, mari ambil keputusan untuk tidak sekedar beragama, tetapi mari ambil keputusan untuk benar-benar mengeenal Tuhan saudara. He loves you. Dia sayang sama saudara. Dan Dia tidak cuma ngomong sayang, Dia datang ke dalam dunia kita untuk mati bagi saudara. Berkorban memberikan nyawa, menggantikan dosa kita, memberikan keselamatan, hidup yang kekal supaya saudara bisa hidup sesuai dengan rencanaNya yang mulia bagi saudara.

P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes