JPCC Sutera Hall 2nd Service (12 April 2026)
Minggu lalu di kebaktian Paskah, overflow hampir semua kebaktian, lebih dari 100%, biasanya tidak sepenuh itu, kebaktian 4 di Sutera Hall contohnya, biasanya 80% penuhnya. Minggu lalu full over-capacity, saudara sampai tambah kursi, dan ini bukan hanya di Sutera Hall, tetapi di Kota Kasablanka juga.
Apalagi di Kokas, baru 3 bulan dan kapasitasnya 3.000 orang sebenarnya. Penuh sesak-sesaknya, di UpperRoom juga terjadi hal yang sama. Saya berharap itu bukan terjadi karena sedang Paskah dan saudara mau cuci dosa, terus kemudian karena sudah bersih, jadi mau berusaha pergi lagi di bulan Desember nanti. Tetapi, saya rasa di Sutera Hall tidak ada yang seperti itu, bukan?
Saya percaya saudara, karena cinta Tuhan dan bersyukur karena kebenaran Tuhan sehingga Paskah, saudara ingin merayakan kebaikan Tuhan, ada Amin?
Nah, kita memasuki tema atau seri pengajaran “Life That Overflows”. Hidup yang berkelimpahan, dan dari minggu lalu sudah dimulai. Saya melayani di Kota Kasablanka, dan online dari minggu lalu.
Lalu, saudara juga dilayani oleh Ps. Johannes Thelee yang sudah memulai seri “Life That Overflows”. Minggu lalu kita belajar tentang hadiah yang Yesus berikan di atas Kayu Salib yang menjadi alasan kita menerima semua yang kita terima.
Karena kebangkitan Yesus-lah yang menyediakan, menjanjikan semua yang kita butuhkan. Karena manusia, kita belajar minggu lalu bahwa karena dosa, ada kematian yang datang dalam kehidupan manusia, yaitu kematian rohani, kematian jasmani, dan kematian relasional.
Dan kebangkitan Kristus juga yang menghadirkan kebangkitan rohani, kebangkitan jasmani. Tetapi karena kita sendiri adalah manusia yang sudah “mati”, cuma secara jasmani kita belum mati, ya kita belum dibangkitkan. Tetapi kebangkitan jasmani-pun sudah dijadikan. Dan ada kebangkitan relasi atau relational yang Tuhan bangkikan, yang Tuhan janjikan, di atas kayu salib buat kita semua.
“The gift” atau “The Cross is the gift that give us everything”.
Saliblah yang membuat saudara layak untuk menerima segala sesuatu. Termasuk apa yang kita sedang pelajari, hidup yang berkelimpahan. Saliblah yang menjamin dan menjanjikan, melayakkan saudara untuk mendapatkan hidup yang berkelimpahan.
Tapi kayaknya tidak ada yang tertarik sama hidup yang berkelimpahan. Karena bisa jadi definisi kelimpahan bagi saudara berbeda-beda. Karena ada orang berpikir kelimpahan itu “breakthrough”. Karena tahun ini saya akan naik pangkat, naik promosi, naik omset, naik profit. Kemudian rumah lebih besar, liburan ke negara yang belum pernah pergi, punya mobil lebih besar. Banyak orang berpikir bahwa kelimpahan itu didefinisikan seperti itu.
“I don’t think Yesus datang untuk itu.”
Bukan berarti saudara tidak akan terima itu semua. Yang tadi kita katakan itu semua sesuatu yang baik akan dan boleh kita terima. Tetapi kedatangan Yesus bukan hanya untuk saudara “punya” kelimpahan secara materi.
Opening Verse – Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Yohanes 10:10 TB
Dia bilang, Aku datang untuk memberikan engkau hidup dan hidup dalam segala kelimpahanNya”, so that you live abundantly, dalam konteks yang mungkin kita perlu bahas lebih dalam hari ini.
Dosa menyebabkan manusia menjalankan kehidupan yang hanya mempentingkan diri sendiri. Kita belajar minggu lalu. Dosa membuat manusia jadi memikirkan diri sendiri, bahkan rela mengorbankan orang lain.
Adam tuh rela mendorong istrinya masuk ke jurang, sewaktu ditanya oleh Tuhan.
Supporting Verse – Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kejadian 3:12 TB
Tapi saya percaya Adam-Adam yang di Sutera Hall tidak ada yang rela mengorbankan istrinya, bukan?
Sebaliknya, Hawa waktu ditanya, nuduh si “SPG”, Si Ular. Hubungan jadi rusak dan hancur. Karena sejak itu hubungan rusak karena dosa. Relasi antara kita dengan alam semesta termasuk nature menjadi rusak. Dinamika Kasih, hidup saling mengasihi dalam kehidupan semesta ini yang rusak karena dosa.
Oleh sebab itu, kematian dan kebangkitan Yesus adalah hadiah yang menjamin semua yang kita butuhkan, kalau saudara merasa tidak layak, hari ini saudara boleh berharap karena Yesus, yang sudah menjaminnya dan memberikannya kepada kita semua di atas kayu salib.
Dapatkah saudara dengan tulus berkata, “Terima kasih Tuhan”, dan juga belajar minggu lalu, mungkin agak sedikit berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Ps. Johannes. Saya menyampaikan ada poin yang mendampingi empat pasal minggu lalu, saya bilang Kebangkitan kita bersama Kristus membuat kita belajar tiga hal, “Love, Sacrifice, and Generosity”.
Kematian dan Kebangkitan Kristus membuat kita belajar tentang Kasih, Love, kemudian tentang sacrifice, what does it mean to sacrifice, dan kemudian juga what does it mean to be generous, karena kita belajar di Roma pasal 8, kalau AnakNya saja Dia kasih, apa lagi sih yang Dia tidak akan kasih? Bahwa Dia adalah Tuhan yang seperti itu. Dia bukan Tuhan yang “play hard to get”. Dia bukan Tuhan yang pelit, Tuhan yang menahan kesembuhan saudara, Dia bukan Tuhan yang bikin saudara susah. Bukan Tuhan yang coba menahan berkat, bahkan AnakNya saja Dia kasih.
So, kita belajar minggu lalu, Bahwa salib itu mengajarkan kita tentang Kasih. Karena Dia adalah kasih. Dia bukan punya kasih. Dan Kasih atau sayang adalah alasan kenapa Dia berkorban. Bahkan Dia sebut atau dalam Alkitab mengajarkan bahwa Bapa mengorbankan AnakNya. Itu banyak susah dicerna oleh orang.
“Kok Tuhan perlu dikorbankan?”
Karena menurut saya sebenarnya “the reason is Love”. Sulit untuk Bapa yang begitu dahsyat yang menciptakan awal semesta ini menggambarkan kepada kita manusia yang terbatas, “That I love you so much, walaupun kamu memberontak, Aku gak mau kamu dikasih konsekuensi hukuman seperti yang dari awal ditetapkan. Tapi karena Aku adil, Aku gak bisa bebaskan hukumannya begitu saja, untuk itu Aku tebus, Aku yang menggantikan kamu.”
Cuma kita tidak bisa mengerti. Selain Dia menggambarkan Dia memberikan PuteraNya, DiriNya. Karena sayang, Dia buktikan dengan seperti Bapa mengorbankan AnakNya. Abraham langsung mengerti hal ini.
Abraham kalau disuruh kasih 1000 domba, tidak mengerti. Tetapi disuruh diminta kasih yang satu itu, tidak tidur dia. Kalau saudara pernah dengar saya jelaskan makanya, waktu dia jalan bawah, ishak naik ke atas gunung. Semua menafsirkan bahwa ishak bukan hanya anak kecil. Karena Tuhan menunggu sampai momen dimana dia mengambil pisau. Sebelum dia tusuk anaknya, baru Tuhan menghentikan itu dan berkata, “Now I Know that you love me, that you fear me”.
Sekarang Aku tahu bahwa kamu takut, Takut bukan afraid, tetapi hormat. The fear of the Lord itu hormat. Dan hormat dan Kasih itu tidak bisa dipisahkan.
Kalau saudara tidak mengerti KasihNya Tuhan, saudara tidak akan mengasihi Tuhan seperti itu, maka kekristenan saudara akan bersifat transaksional.
“Kalau gua melayani, gua dapat apa? Kalau gua kasih Tuhan ini, gua dapat apa? Kalau gua kebaktian, gua dapat apa?”
That’s transaksional. Saudara bukan datang untuk mau punya hubungan sama Tuhan. Makanya saudara tidak akan pernah ngerti kalau setelah saudara diam saja, dan bisa merasakan sesuatu sehingga dia emosi. Saudara tidak akan bisa mengerti karena ada relasi yang terbangun antara dia dengan Tuhan. Am I making any sense to you?
Tuhan bilang, “now I know that you will love me”.
Tuhan, tidak waktu dia pagi saat siapin keledainya, dia biarin bahwa dia tiga hari jalan dan biarin anaknya memikul kayu. Dan, secara parenting, itulah yang ditafsirkan menjadi kesaksian anak-anaknya dia, karena tiga hari dia lihat bapanya mungkin hancur, galau, dan bahkan waktu saya menafsirkan parenting ini, saya bilang, menurut saya, Ishak tidak diikat di lantai seperti hewan yang lain pada biasanya.
Karena hewan yang akan ditaruh di mezbah, saya tidak tahu berapa tinggi mezbah perjalanan lama, ada batunya, ada kayunya, kalau Ishak seperti hewan, hewan-kan diikat di bawah, kaki tangannya di ikat. Kalau, apalagi jika Ishak di bawah dan mau diangkat ke atas, bisa jadi Abraham tidak kuat, umurnya sudah “cepek” lebih!
Karena dia, waktu dapat itu , umurnya sudah 99 tahun dan “cepek” lebih, saudara hitung saja umurnya berapa saat itu, bisa angkat kayu dalam 3 hari. Sebenarnya itu sudah tidak mungkin kalau umurnya lima tahun.
Coba ya, anak-anak saudara diajak naik gunung 3 hari memikil kayu, mau gak mereka? Saudara yang didorong ke jurang mungkin. Anak cowok yang mau diajak jalan, tiga hari memikul kayu. Tafsiran saya malah mungkin “Nak, Daddy tidak kuat, Boleh kamu naik ke atas dahulu, Daddy ikat diatas?”, tidak ada catatan bahwa ini anak memberontak. Great parenting lesson. Sampai anaknya percaya sama Tuhan yang sama.
Dia pasti melihat ayahnya hancur selama tiga hari. Karena itu dia tanya, mana dombanya? Nanti Tuhan sediain. Apa Tuhan sediain kalau kamu yang diikat? Kalau, kalau saya menjadi ishak, maka melihat ayahnya yang umur “cepean”? Bapaknya memang pegang pisau. Tapi saudara tahu kira-kira pisau ditangan siapa kalau mereka fight. Tetapi anak ini memilih untuk diam saja.
Love. Abraham tahu apa artinya “to sacrifice”, dan itu turun sampai ke Ishak. He is Love, jadi kalau Dia bilang Dia kasih AnakNya, supaya saudara seperti saya mengerti that the cross is the proof of love, and sacrifice, makanya setelah Dia berkorban, Dia juga meminta kita untuk hidup saling mengasihi, saling mengampuni, supaya apa? merestorasi kehidupan di muka bumi ini.
Saudara bisa mengerti betapa hancurnya dunia kalau manusia hanya memikirkan dirinya sendiri.
The call to sacrifice, kebangkitan Dia itu membuat kita juga bebas, membebaskan kita. Bukan hanya menjamin kehidupan yang kekal, membebaskan kita dari rasa takut, membebaskan kita dari rasa kekurangan, membebaskan kita dari hal yang ingin mempertahankan, membebaskan kita dari hidup yang mementingkan diri sendiri, dan semuanya Dia buktikan.
When you love, you sacrifice. Because sacrifice is the truth of love, and sacrifice is the love that made tangible.
Pengorbanan itu adalah bukti daripada sayang. Saya ngomong sama Joanna terus, “Jo, kalau ada yang bilang sayang, suruh dia buktikan, Oh, cuma kasih bunga, murah Itu”.
Yesus sayang dan buktikan sampai mati. Suruh dia buktikan. Sebelum dia mati, kamu tahan. Pengorbanan membuat sayang itu bisa dipegang. Bukan hanya dia masak. Ada amin? Semua yang single? Maksudnya Ayah yang punya anak teenager perempuan yang masih single dan mulai nervous sekarang.
Ada yang mau bertobat? Karena sacrifice is a proof of love, and sacrifice is made, but its the love made tangible. Definisi sacrifice minggu lalu adalah, Sacrifice is an act of giving up something valued for the sake of something else regarded as more important or worthy.
Pengorbanan adalah perbuatan tindakan kita menyerahkan sesuatu yang berharga bagi kita demi sesuatu yang kita anggap lebih berharga. Kalau tidak, tidak mungkin kita mau berkorban, betul gak sih?
Jadi, lensa saudara untuk mengukur nilai harus berubah. Saudara bisa apply this to every aspect of your life. Saudara mau cari orang, yang karyawan, yang staff yang luar biasa. Ukur ini seberapa jauh dia rela berkoran. Cari pasar helium apa lagi? Cari menantu yang saudara mau kasih semua aset saudara apa lagi?
Lensa, ditampar pipi kanan, Alkitab suruh apa? kasih pipi kiri. Tidak mungkin saudara kasih pipi kiri, kecuali saudara yakin kasih pipi kiri lebih berharga daripada kasih tangan kanan. Karena kalau saudara tidak yakin ditampar pipi kanan, kasih pipi kiri itu lebih berharga daripada kasih tangan kanan, saudara akan lakukan dab berkata :
“Bodo amat? Tampar pipi kanan, kasih apa? Tangan kanan. Bahkan gak cukup tangan kanan. Kanan, kiri, kaki kanan, kaki kiri. Itu pun belum puas. Tangan orang bisa saudara pinjam, Betul! Karena Nilai.
Saudara tidak akan mau berkorban, mengampuni, melayani. Kenapa saya tanya volunteer tadi untuk mau melayani? Definisi dia yang berharga apa? Tidak mungkin saudara akan live a generous life. Karena Yesus bilang, you are more precious than my own. Maka Dia mengorbankan diriNya.
Nah, life that overflows, hidup saudara tidak akan berkelimpahan kalau saudara tidak memahami fondasi ini. Karena rumah bisa lebih besar, gaji bisa lebih besar, tabungan bisa lebih besar, hidup bisa lebih maju, saudara tidak akan hidup dengan kelimpahan. Karena banyak orang yang seperti itu, hidup dalam kekurangan.
Banyak yang saya alami, yang saya lihat, mereka punya semuanya tetapi unfortunately mereka hidup dalam keterbatasan. Kelimpahan damai tidak datang karena saudara punya asuransi yang tidak terbatas. Baik itu Asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi rumah, you can’t buy all, but all insurances will not give you peace.
Maafkan saya kalau saudara adalah agen asuransi, Beli tetap,jual, saya punya asuransi, Oke, my point bukan tidak beli asuransi, punya asuransi. Tetapi asuransi itu tidak memberikan damai. That’s the point.
Ada istilah yang dishare oleh Ps. Ari, ada budaya kerja yang namanya “Quiet quitting”, diam-diam, tidak bilang sih, but quiet quitting. Kerja secukupnya, kontribusi secukupnya, semangat secukupnya. Extra-mile, apa itu? Tango. Setiap teng, jam 5, go. Iya, karena work-life-balance. Menurut saya itu cuma klise, betul saudara perlu keseimbangan, betul saudara perlu menghindari burnout, tapi saudara juga punya kapasitas untuk mengembangkan diri, untuk challenge yourself to give more. Bukan sekedar pasif dan tidak tertarik untuk berkontribusi lebih.
Sebagai gembala, I’m obligated, saya punya kewajiban untuk menantang saudara untuk step out of your comfort zone. Supaya saudara mengalami pembesaran kapasitas. Supaya Tuhan bisa mempercayakan lebih. Karena saudara adalah manusia batiniah, Karena kalau kantong baru ini, kantong anggur ini tidak baru, saudara tidak bisa terima yang baru.
Bicara soal kapasitas hati dan hidup saudara. Hidup dengan hati yang baru, punya kapasitas yang baru. Saudara kalau punya teman, saudara mau punya teman yang generous, generous bukan bayarin saudara makan, ngurusin apa-apa, tidak bokis, ngurusin jadwal, tidak bokis, urusan tempat ketemu, tidak bokis, saudara ngerti maksudnya bokis? meeting selalu dekat rumah dia, maunya dia menang, jamnya ikutnya dia, apakah saudara mengerti yang saya maksud?
Bukan soal uang, ini bicara soal hati. Saudara hanya mau berteman dengan orang yang bermurah hati, yang berlimpah hidupnya. Saudara hanya mau hidup bersama dengan orang yang seperti itu. Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik, kalau dunia penuh dengan orang-orang yang tidak memikirkan dirinya sendiri. Itulah pesan dari seri ini. Karena Tuhan mau kita hidup berkelimpahan, karena itu yang dijanjikan oleh sahib.
So, mari kita belajar dari satu jemaat yang namanya Jemaat di makedonia di 2 korintus pasal 8. Ada lima ayat yang menjadi pembelajaran kita belajar kehidupan Jemaat di makedonia. Saya jelaskan konteksnya sedikit, mari kita belajar beberapa prinsip yang membuat mereka bisa hidup dalam kelimpahan. Dan saya percaya ini juga akan membebaskan saudara, saudara keluar dari tempat ini menjadi orang yang berlimpah, walaupun saudara kembali ke tempat kos yang dua kali dua meter. Pulang mungkin dengan naik angkutan umum, dengan kendaraan yang belum punya saudara sendiri. Besok kerja dengan gaji yang masih terbatas, tetapi saudara tetap bisa keluar lebih berlimpah, lebih damai, lebih bahagia, lebih melimpah, lebih generous karena Firman yang mengubah hidup saudara.
Supporting Verse – Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. 2 Korintus 8:1-5 TB
Makedonia itu negara, sampai hari ini masih ada. Sepertinya yang dikatakan diatas kontradiktif, dimana harusnya yang bisa bermurah hati, murah dalam membantu, menolong kan seharusnya hanya bagi mereka yang sudah punya lebih, bukan?
Waktu lebih, Kesehatan mental lebih, uang lebih. Pastor, mana mungkin aku bisa melayani? Cuti saja masih baru tahun kedua. Tahun pertama kerja tidak ada cuti. Mana mungkin aku bisa bermurah hati, Pastor? Pastor, enak saja punya cuti lebih banyak.
Apa yang saya bagikan ini juga tidak ada hubungannya dengan persembahan, I am talking about your heart, friends. Your heart. Jadi, mereka ikut, mereka minta ikut dalam pelayanan Paulus keliling kepada Bapa. Mereka memberikan lebih banyak. Bahasa modernnya “gokil”, daripada yang kami harapkan, kata Paulus. Mereka memberikan diri mereka pertama-tama pada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
Konteks. Makedonia itu tempat miskin. Sampai hari ini masih miskin. Ini Paulus tulis kepada jemaat di Korintus, kota besar, jemaat besar. Oleh karena ini, kalian ini harusnya malu sama Makedonia. Karena Filipi, Berea, Tesalonika itu daerah miskin. Korintus, Metropolitan, kaya. Harusnya kalian malu. Paulus sedang menantang jemaat di Korintus. Sekali lagi, dia menantang karena ingin jemaat Korintus berubah sebenarnya.
Dikatakan waktu mereka miskin, mereka menderita, is shocking sebenarnya, it’s against us sebenarnya. Nah, kata kuncinya adalah mereka generous, mereka murah hati karena apa?
Anugerah, that’s the keyword. Kata pertama adalah anugerah.
Jadi, poin pertama dari empat poin yang saudara bisa pelajari supaya saudara mengalami breakthrough kalau mau overflow, adalah karena pertama, Life that overflows begins with Grace.
The key word adalah anugerah. Terjemahan lama memakai kata “Kasih Karunia”. Anugerah itu adalah grace and mercy at the same time. Anugerah adalah menerima sesuatu yang tidak pantas dan tidak layak kita terima dengan cuma-cuma, karena gak mungkin kita bisa mendapatkannya dengan usaha kita sendiri. That’s anugerah.
Buat saudara terima, nah kalau saudara tidak mengalami anugerah Tuhan minggu lalu yang kita peringati pada hari Jumat dan Minggu lalu, Saudara tidak akan mengerti apa yang kita bicarakan disini. Ini supaya, you are overwhelmed sewaktu saudara sadar, only by grace. Sumber saudara untuk melimpah itu kasih karunia. Kasih karunia juga seperti sumbat yang membuat apapun yang saudara terima tidak bocor.
Sharing Ps. Jose – Tadi pagi, saya diblock sama seseorang yang saya layani lewat WhatsApp. Saya tidak tahu apakah dia mendengarkan atau hadir di kebaktian ini. Saya tidak minta izin, I’m not gonna mention anything yang leading to anybody, tapi, because I’m telling that person something that a friend needs to tell you. A true friend will tell you what you need to hear, not what you like to hear. Teman yang baik adalah teman yang rela dan berani kasih tahu apa yang saudara harus dengarkan. Bukan apa yang saudara suka dengarkan.
Betul hidup dia susah. Kalau 1 sampai 10 kesusahan, dia 13. Susah. Badannya sakit. Saya tidak bisa cerita details. Susah. Kalau one to ten, dia tiga belas. Berulang kali dia bercerita, I don’t want to live anymore. Ngerti. Tapi baru saya kemarin dia cerita, bagaimana dokter bilang ada mujizat terjadi dalam hidup dia.
Compare 6 bulan yang lalu pada sekarang, ada progress, ada mukjizat. Saya baru saja senang sebentar bersama dia, not 2 minutes later, dia komplain dan dia cerita. Dan salah satu yang dia ambil dan komplain adalah kisah teman kami, Umbu.
Saya dengan Umbu sembuh! Kenapa Tuhan bisa kasih dia sembuh, aku enggak. Baru saja kamu berlimpah dengan anugerah, bocor semua. Hati penuh dengan kekecewaan. Karena hidup saudara tidak akan berlimpah if you compare yourself to others.
Kenapa kamu harus compare your blessings with others. Saya tahu dan jelaskan, kenapa dia block saya. Saya bilang, karena kamu tidak tahu apa yang dialami oleh umpu. Why would you want to compare yourself to him? Marah, saya diblock. Ya terserah. Karena my point adalah, you should be grateful, dan anugerah Tuhan ada bersamamu.
Jangan membandingkan rumahmu sama tetanggamu, jangan membandingkan gajimu sama tetanggamu, jangan membandingkan istrimu sama tetanggamu, jangan bandingkan suamimu sama sebelahmu, jangan harapkan atau bandingkan uang dari suamimu pada suami tetanggamu.
Karena kalau tidak, saudara tidak akan pernah melimpah. Bukan hanya belajar bilang cukup, kalian harus mengerti semua itu datang dari anugrah Tuhan. Kalau anugrah itu saudara sadari dan terima dan alami itu menyumbat, semua bocor.
Karena setiap hari musuh itu datang mencuri, membunuh, membinasakan. Dia mau curi damainu, dia mau curi sukacitamu, dia mau curi berkatmu. Kalau bocor, berapa pun yang Tuhan taruh disana, tidak akan pernah cukup.
Saudara tidak akan pernah berlimpah. Saudara punya rumah yang lebih baru, mobil yang lebih baru, jabatan baru, gaji baru, pergi ke negara yang belum pernah saudara datangi, saudara tetap terpenjara. Hidup dalam khawatir, hidup dalam ketidakcukupan, hidup dalam kesedihan, hidup dalam gerutu. Hello? I think I’m preaching well hari ini.
Anugerah Tuhan itu lebih daripada cukup, Terima kasih Tuhan sudah mati untuk aku, biar aku ngerti sayangmu itu lebih dalam lagi, biar aku ngerti pengorbananmu lebih dalam lagi, biar aku ngerti kemurahan hatimu lebih dalam lagi.
Karena kita tahu, saya tahu, kita akan menghadapi kematian, hanya somehow kita berusaha memperjuangkan supaya kematian itu tidak datang terlalu cepat. Somehow. Kayaknya bisa. Tapi tidak bisa. Setelah saya sadar, saya tidak bisa. Saya lepaskan diri dari situ. One day at the time. Apapun. Tidak akan takut.
Bukan berarti saudara tidak perlu jaga diri. Tapi yang saya sampaikan adalah tidak membiarkan hidup saudara satu detik pun dihidupi dalam rasa takut. Ke dokter saja tidak apa-apa. Life that overflows, hati melimpah, karena overwhelmed by the grace of God.
Yang Kedua, Life that overflows, bukan tentang materi dan keadaan, bukan soal uang, bukan soal umat, bukan soal keadaan. Life that overflows tidak ditentukan oleh kapasitas keuangan dan keadaan, tapi oleh sebuah hati yang melimpah.
Kalau bukan karena anugerah, apa mungkin? Menderita bisa sukacita. Meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan, kindness, rela menolong.
So, kalau kekurangan tidak menghentikan jemaat di makedonia, pertanyaannya, what is stopping you? Wah, Pastor ngomong enak saja, nanti deh kalau aku sudah berlelimpah, nanti deh kalau cutiku udah lebih, nanti kalau gajiku udah lebih, nanti kalau hidupku udah begini, nanti kalau begini, kan gak mungkin dong, keterbatasan bisa. Siapa bilang?
Alkitab bilang melimpah itu urusan dari dalam, bukan soal uang. Jadi isunya adalah seringkali kita ini takut kehilangan kendali, sama uang, sama materi, sama apapun kita punya, kita takut. Takut assurance, kita takut rasa aman kita hilang. So lack of money is not really the problem. Kurang uang bukan masalahnya, but lack of trust is. Lack of trust. Percayanya sama siapa?
Poin Ketiga, pelajaran ketiga dari Jemaat Mekedonia. Sukacita dari Kasih Karunia atau Anugerah mengalahkan kekurangan. Joy that comes from Grace. Sukacita mengalahkan kekurangan.
Yang mengalahkan kekurangan itu bukan materi, yang mengalahkan kekurangan itu sukacita. Sukacita ini datang karena anugerah. Karena Grace and Abundance datang sehingga mereka bisa bersuka cita.
Nah, karena ada sukacita, mereka bisa hidup dalam kemurahan hati. Jadi karena kasih karunia, anugerah, ada sukacita. Karena sukacita, ada kemurahan hati.
Supporting Verse – 8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 2 Korintus 8:3-4 TB
So, Joy is not the result of giving. Joy is the engine of giving.
Sukacita menjadi penyebab mereka memberi. Bukan memberi untuk sukacita. Lebih besar suka cita memberi daripada menerima, betul. Tetapi bukan memberi semuanya senang, tapi karena sudah bahagia, mereka memberi.
Bahagia datang dari kasih karunia, dari anugerah Tuhan, dari anugerah yang berlimpah dalam hidup mereka. Akibatnya mereka memandang pemberian mereka sebagai kesempatan, it’s a privilege. Bisa melayani, bisa menolong, bisa mengampuni, memberikan bantuan. Itu kesempatan. Privilege. Generosity is privilege, not a burden.
Hanya karena saudara atau hanya kalau saudara mengalami kasih karunia atau anugerah, saudara bisa melihat kesempatan untuk melayani, mengampuni, membantu, memberi adalah kesempatan dan privilege yang hebat.
Poin terakhir, Life that overflows berakar pada penyerahan diri.
Supporting Verse – 8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. 2 Korintus 8:5 TB
Ini kunci yang menurut saya, selain kunci pertama tentang grace, tentang tanggung jawab, ini kunci yang menurut saya sangat penting. Ini akar rahasia menurut saya kenapa jaman akhir dunia bisa “live in overflow”.
Yang mereka beri itu adalah diri mereka. That’s the key. Generosity bukan tentang apa yang kita miliki. Life that overflows is not about what we own. Life that overflows is about who owns us.
Siapa yang pegang hidup kita. Mereka kasih hidup mereka sama Tuhan. Mereka tidak tahan diri mereka. Tuhan tidak mau uang saudara, Tuhan mau hati saudara. Tuhan tidak butuh materi saudara, Tuhan butuh hidup saudara.
Sebab kalau saudara kasih hidup saudara, saudara kasih hati saudara, yang lain akan ikut. Dan Dia minta hidup saudara bukan mau mengambil, karena Dia mau saudara bisa dipercayakan lebih. Ada kelimpahan yang Tuhan ingin percayakan kepada saudara, ada Amin?
Saudara siap untuk terima sesuatu yang besar? Siap untuk menghadapi hidup yang berkelimpahan? Hari ini ada banyak yang mau dibebaskan dari masa lalu, dibebaskan dari kendali yang selama ini cuma saudara pegang sendiri. Karena di Korintus juga, Paulus tulis begini.
Closing Verse – Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. 2 Korintus 8:9 TB
P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes



