The Choice of Influence (Updated Version) by Ps. Sidney Mohede

​JPCC YAS (11 December 2016)

This is my Story Testimony (Anthony Setiawn, DATE Kebayoran Lama) – Sulit untuk membuat Ayah saya rutin bergereja dan menerima Tuhan, Ia sempat tertarik ke gereja karena kagum dengan kesaksian pasangan hidup kakak saya, namun itu hanya bertahan selama 2 bulan saja, sampai akhirnya ayah saya melalui pergumulan dengan penyakit kanker.

Akhir April, Ayah saya masuk UGD karena pernapasan yang semakin sulit. Dia memanggil kakak saya, dan akhirnya dia memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus. Meski akhirnya pada tanggal 24 July 2016, Ayah saya meninggal, tetapi apapun yang terjadi, saya percaya bahwa jalan dan janji Tuhan selalu yang terbaik, dan saya belajar bahwa disaat ada satu orang diselamatkan, satu keluarga akan diselamatkan. Percaya akan Iman-mu dan terus lakukan yang terbaik.

Hari ini saya masih akan berbicara tentang Influence atau Pengaruh, dan ini merupakan sambungan dari kotbah saya mengenai pengaruh atau influence sebelumnya.

Jika sebelum-nya saya membahas pengaruh dalam sisi leadership, Hari ini saya akan berbicara tentang bagaimana kita dapat menerima dan meresponi pengaruh yang kita terima dalam hidup.

Opening Verse – Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, Ulangan 30:19 TB

Sebelum saya menemukan ayat ini, dulu saya berpikir bahwa di saat saya menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat, saya berpikir bahwa hidup saya akan lurus dan berjalan dengan lancar karena ada Tuhan dalam hidup saya. Sampai suatu hari, saya belajar bahwa Tuhan juga memberikan Pilihan.

Tanggung Jawab dari masa depan yang akan kita capai ada di tangan kita masing-masing, Life is not just Happen or Automatic. Hidup kita di-desain dari semua keputusan yang kita ambil hari demi hari. Kita adalah produk dari smeua keputusan yang kita buat di masa lalu kita.

We have to be careful with the choice that we make in our life. Kalau influence adalah kemampuan untuk mengadakan pengaruh dalam kehidupan seseorang, artinya kita harus juga berhati-hati akan pengaruh yang orang lain bawa dalam hidup kita.

Who you are today is the reflection of your decision in the Past.

 

Jika kita tidak suka dengan hasil-nya, maka kita harus membuat pilihan yang berbeda, seperti hal-nya dengan Kesaksian Steve Tabalujan beberapa waktu lalu. Semua keputusan yang ada ambil, ada di tangan anda.

Sayang-nya, banyak orang percaya suka menyalahkan Tuhan saat mereka salah dalam mengambil keputusan, ingat bahwa dalam semua situasi, selalu ada yang namanya pilihan.

Choose Life, supaya anda hidup, dan bukan hanya untuk diri anda, tetapi juga untuk keturunan anda. Anda mau senang atau sedih, itu pilihan anda. Mau ambil keputusan atau tidak, itu juga pilihan anda. Semua ada di tangan anda.

Ingat bahwa setiap situasi dalam hidup memberikan kita kesempatan untuk memilih sesuatu yang berbeda. Ada orang yang hidupnya re-aktif dan selalu menyalahkan keadaan (seperti masa lalu, Boss, orang tua dan pemerintah) tanpa berpikir bahwa ada tanggung jawab yang bisa mereka lakukan terhadap pilihan yang ada.

Mari kita fokuskan diri kita terhadap apa yang bisa kita pilih, termasuk memilih apa yang menjadi pengaruh dalam kehidupan kita. Kita semua bertanggung jawab akan semua pilihan yang sudah kita ambil dalam hidup kita.

Yesterday I was clever, so i wanted to change the world. Today i am wise, So I am changing myself – Rumi (Persian Poet)

 

How about you and me? Apakah kita sekedar ingin mengubah orang di sekeliling kita, atau kita lebih sibuk memperhatikan diri sendiri akan segala pilhan yang ada.

Firman Tuhan juga mengatakan bahwa penting bagi kita untuk merubah diri sendiri sebelum mencoba mengubah orang lain, terutama dalam hal pola pikir kita.

Supporting Verse – Don’t copy the behavior and customs of this world, but let God transform you into a new person by changing the way you think. Then you will learn to know God’s will for you, which is good and pleasing and perfect. Romans 12:2 NLT

Orang yang bijak selalu tahu bahwa mereka bertanggung jawab dan responsible akan pilihan mereka, mereka adalah respond-able, yaitu mampu memberikan respon yang benar akan segala situasi dalam hidup mereka. Belajar untuk lebih bijaksana dalam melihat keputusan apa yang bisa membuat masa depan kita menjadi lebih cemerlang.

Most people make decisions based on their current situatiion, the wise one make decision based on where they want to be.

 

Sharing Ps. Sidney – Pada tahun 1999, saya aktif melayani di Band Rohani bernama GMB, dan juga mendapat tawaran untuk membuat sebuah album sekuler, saya ditawari kontrak yang sangat menggiurkan. Disaat tidak punya uang pada saat itu, susah untuk makan dan hidup hanya untuk melayani Tuhan saja, tentu hal ini merupakan tawaran yang sangat menjanjikan. Bahkan mereka juga berani menawarkan saya sebuah mobil jika saya bersedia membuat album pop sekuler.

Meskipun begitu, saya tahu akan panggilan saya untuk menjadi Hamba Tuhan, tetapi pada saat itu, kondisi tawaran yang ada sangat menggiurkan untuk saya, dan pada saat itu saya sudah cukup dekat dengan Ps. Jeffrey, dan saya meminta saran dia pada saat itu. Beliau jarang berbicara, tetapi disaat berbicara, makna yang ia sampaikan sangatlah dalam.

Kata Ps. Jeffrey kepada saya, “Coba kamu tarik benang merah dari saat ini ke 5 – 10 tahun ke depan dari sekarang, kalau kamu ambil kontrak ini, masa depan kamu akan jadi seperti apa? Apakah kamu ingin berada di tempat itu?” Simple, but it gives me conviction on my decision. Saya tidak bilang bahwa menjadi penyanyi sekuler itu salah, tetapi saya berbicara dalam hal kehidupan pribadi saya.

Dalam hidup saya, saya tahu bahwa panggilan hidup saya adalah untuk melayani Tuhan. Dari situ, saya membuat keputusan yang berdasarkan akan masa depan saya. Saya yakin jika saat itu saya mengambil kontrak sekuler ini, saya tidak akan berada disini sekarang.

Don’t settle! Begitu juga dalam hal pasangan hidup, jika pasangan anda tidak sesuai dan sepadan dengan anda, janganlah dipaksa.

Supporting Verse – Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. Amsal 13:20 TB

Ada 5 hal yang akan mempengaruhi hidup anda dalam beberapa tahun ke depan (5 – 10 tahun ke depan) :

1. Apa yang anda baca.

2. Apa yang anda dengarkan (musik/lagu).

3. Apa yang anda tonton dan lihat

4. Semua seminar yang anda ambil

5. Siapa yang menjadi orang-orang anda bergaul.

Di JPCC, Ada mantera yang sering kita sebutkan, yaitu “Show me your friend and I will show you, your future”.

Saya berbicara mengenai inner circle anda, on a side note, di jaman milenial seperti sekarang, mungkin mantera ini harus ditambahkan sedikit menjadi seperti “Show me your post, and I will show you, your future“. Apa yang anda baca, retweet, posting, lihat, dan follow terus menerus akan membawa pengaruh dalam hidup anda. Jadi, jangan-lah kita share dan reshare hal-hal yang negatif dan berbau sampah di social media.

Sebelum saya share sesuatu di social media, Saya selalu melakukan dan memikirkan ini, Berikut adalah 2 hal yang saya lakukan sebelum saya share di social media :

1. Apakah ini benar beritanya? “Think or Google it before you post”. Kalau jaman dulu mungkin prinsipnya “Think before you speak”. Bagikan segala sesuatu yang benar, mulia, adil, suci, manis dan sedap untuk di-dengar. Itulah yang harus dibagikan.

2. Harus tidak ini di-share? Jangan terbawa dengan trend orang-orang sekitar yang posting.

Who do you spend the most time with have the great influence in your life. Dengan siapa anda bergaul, itu akan menentukan masa depan itu, semua ini adalah pilihan anda.

Karena saat anda memberikan waktu bergaul dengan orang yang salah, engkau tidak akan mempunyai waktu untuk berjumpa dengan orang yang benar, so choose Life and Blessings, not Death and Curse.

Supporting Verse –  Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. Amsal 13:20 TB

Saya mendapat email bahwa ada jemaat atau orang yang complain dan marah disaat saya membagikan hal ini beberapa waktu lalu. Perlu diingat bahwa konteks-nya bukan bagaimana kita bisa atau tidak bisa menjadi pengaruh ke orang sekitar kita, tetapi bagaimana orang-orang yang ada di sekeliling kita bisa membawa pengaruh ke dalam diri kita.

Anda tidak akan bisa bergaul dengan kucing dan berharap akan bisa mengaum seperti singa.

Jika influence adalah ability untuk membuat perubahan dalam hidup seseorang, artinya anda dan saya harus memilih pengaruh seperti apa yang orang lain bisa lakukan dalam hidup kita.

It’s not hard to make choices and  decision when you know what your values are. Tidak sulit untuk membuat pilihan dan keputusan di saat kita tahu akan nilai yang kita punya.

Jika kita tahu siapa diri kita dalam Kristus, dan siapa Kristus di dalam kita, KIta tidak mungkin membuat sebuah keputusan yang sembarangan saja.

Friendship has no survival value, we are not going to die if we don’t have friends. Rather it is one of those things that give values to our survival.

Siapa yang menjadi teman-teman pergaulan anda? Ada beberapa prinsip pergaulan yang akan saya bagikan untuk anda :

Delete the Toxic people in your life. Buat beberapa dari kita, ini adalah masalah berat bagi kita. Toxic itu racun, dan membuat kita mati secara pelan-pelan. Racun itu sifatnya tidak langsung terasa seperti tertembak peluru, racun efek-nya bersifat pelan-pelan

Supporting Verse –  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 1 Korintus 15:33 TB

Stop, unfollow and unfriend teman-teman yang memberikan konteks negatif dalam hidup kita, jangan ijinkan orang tersebut untuk memberikan pengaruh dalam hidup kita. Bahkan kalau perlu, hapuskan orang-orang yang menjadi racun dalam hidup kita.

Ciri-ciri Toxic People :

1. Selalu negatif dalam tindakan dan perkataan mereka

2. Suka mengecilkan dan merendahkan dirimu dan prestasimu

3. Sering menjelekkan orang lain di hadapan-mu

4. Suka membuat engkau berpikir buruk tentang dirimu sendiri

5. Membuat engkau harus mengubah sikap dan bertingkah laku berbeda saat bergaul dengan mereka.

Sharing Ps. Sidney – Anda harus mengerti bahwa apa yang saya kotbah-kan sudah saya terapkan dalam hidup saya. Dalam journey saya untuk bertumbuh dalam Tuhan, ada orang-orang yang mau tidak mau harus saya jauhi and let them go. Salah satu pelajaran terbesar dalam hidup saya adalah melepaskan persahabatan toxic yang ada dalam hidup saya, karena saya belajar setelah-nya bahwa Tuhan sudah mempersiapkan sesuatu yang lebih baik dalam kehidupan saya. Ijinkan Tuhan untuk bekerja dalam hidup anda.

Supporting Verse – Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah,  supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri. Amsal 22:24‭-‬25 TB

Tetapi bagaimana jika kita sudah mempunyai hubungan yang dekat dan sudah berjalan lama dengan toxic people? sudah merasa seperti saudara dengab mereka. Mari kita lihat cerita dan hubungan antara Abraham dan keponakan-nya yang bernama Lot.

Firman Tuhan menunjukkan bahwa mereka mengalami perselisihan dan harus berpisah. Lot adalah bintang film utama dalam kejadian sodom dan gomora, Abraham tidak bermusuhan dengan Lot, tetapi yang ia lakukan adalah Ia memilih perjalanan yang berbeda dengan-nya. He have to part ways. 

Supporting Verse – Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lot pun bersama-sama dengan dia. Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya. Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai, ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama Tuhan . Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama. Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu. Maka berkatalah Abram kepada Lot: “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.” Kejadian 13:1‭-‬9 TB

When people walk away from you, let them go, Your destiny is never tied to anyone who leaves you, and it doesn’t mean they are bad people. It just means that their part in your story is over. 

Bagian mereka dalam kisah kehidupan anda cukup sampai disini, dan it’s okay. Saya belajar akan hal ini dalam pergaulan saya, karena saya tahu jika saya tidak memutus hubungan, saya akan semakin jauh dengan Tuhan, dan saya tidak akan bisa berada disini sekarang. Banyak dari kita yang awalnya ingin menolong teman kita, malah akhirnya ikut terbawa dalam masalah mereka. Ketahuilah limit dan batasan yang anda punya.

God will never ask you to give up something without giving you something better in return. There’s always blessing attached to obedience.

Selalu ada berkat yang terlampirkan bersama dengan ketaatan anda dan saya. Percayalah bahwa Tuhan sudah mempersiapkan yang jauh lebih baik. Learn to unfriend and unfollow, jadilah garam dan terang, bukan berarti bahwa kita tidak bisa bergaul dengan banyak orang, tetapi hati-hati dengan siapa yang kita ijinkan untuk bisa mempengaruhi hidup kita.

4 Hal dan Pilihan yang harus kita lakukan untuk membawa pengaruh dalam hidup :

1. Choose to surround yourself with people who will help you grow in your relationship with Jesus

Pilih untuk mengelilingi dirimu dengan orang-orang yang akan membantu dalam pertumbuhan hubungan-mu dengan Yesus. Bukan saja mendoakan, tetapi mereka akan berdoa bersama dengan anda. Orang-orang seperti ini yang harus anda pilih.

Untuk anda masuk ke dalam Komunitas yang sehat seperti DATE, itu adalah pilihan anda, hal ini penting karena untuk bertumbuh, kita tidak bisa hidup sendirian.

2. Choose to surround yourself with people whose definition of you is not based on your history, but your destiny.

Pilih untuk mengelilingi dirimu dengan orang-orang yang memandang dirimu bukan dari masa lalu-mu, namun dari masa depan-mu.

Saya ingat saat masih muda dan melayani Tuhan dulu dan masih hidup secara ugal-ugalan, Ps. Jeffrey dan rekan-nya yang pertama kali bisa melihat potensi dan memberikan saya kepercayaan untuk ikut bersama mereka. Bukan-kah itu seperti Yesus, yang mengajak Petrus dan para rasul untuk percaya, mengajak dan menguatkan mereka semua.

Orang-orang yang percaya dan menguatkan, dan menambahkan nilai dalam hidup-mu, carilah komunitas dan orang-orang yang demikian.

Inti-nya Cari orang-orang yang saat ini melakukan apa yang anda lakukan dan melakukan hal itu lebih baik dari anda, mungkin bisa sepuluh kali lebih baik dari anda, agar anda bisa belajar dan menambah ilmu dalam hidup anda.

Cari dan dengar kotbah mereka, apa yang mereka tulis, cari orang-orang yang tepat untuk mempengaruhi hidup anda.

3. Choose to surround yourself with people who encourage you to go after your dreams and applaud your victories.

Pilih untuk mengelilingi dirimu dengan orang-orang yang mendorong engkau untuk mencapai impian-mu, dan mau merayakan hal itu bersama-sama dengan anda.

Bukan orang-orang yang selalu tertawa dan menghina setiap kali anda jatuh, tetapi orang-orang yang mau membantu anda untuk terus bangkit, dan berkembang ibarat-nya besi menajamkan besi.

Penting untuk tahu apakah teman anda hanya ingin berkumpul dengan anda saja, atau malah mempertajam anda.

Supporting Verse – Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Amsal 27:17 TB

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Markus 2:1‭-‬5 TB

Yang sering dikotbahkan di gereja dari ayat diatas adalah bagaimana kita bisa menjadi teman yang sedemikian baik, seperti dalam Kisah Markus 2 diatas. Melihat diri kita sebagai orang yang harus mengangkat orang lain, tetapi pernahkan anda berpikir menjadi orang yang lumpuh dalam kisah itu?

Dalam setiap musim kehidupan, Tuhan pasti mempersiapkan orang-orang yang bisa mengangkat dan membantu anda untuk dekat dengan Yesus. Sayangnya kebanyakan dari kita tidak mau dekat dengan orang-orang yang demikian. Jadi, pastikan agar anda dikelilingi dengan orang-orang seperti itu.

4. Choose to surround yourself with the presence of Jesus, His voice is our greatest influence.

Inilah yang paling penting, Pilih untuk mengeliling dirimu dengan hadirat Yesus, Suara-nya adalah pengaruh terbesar kita, lebih dari suara dan nasehat teman-teman atau pemimpin kita. Yesus sudah menjadi sahabat terdekat anda. Saat anda bingung dalam membuat keputusan dalam hidup, Yesus ada dan kita harus belajar untuk mendengar jawaban yang ada dari-Nya, meskipun kadang suara dan jawaban yang ada tidak sesuai dengan harapan kita.

Belajar untuk mengenal suara Tuhan dan beriman dalam hal itu. Tuhan memberi kekuatan, dan kita harus berani untuk mengambil dan melakukan keputusan akan pilihan yang benar. Pilihlah Hidup, Choose Life. There is no better friend than Jesus in our life.

Begitu banyak orang muda suka bertanya pada saya, apakah benar suara Tuhan yang didengar mereka? ingat disaat anda sudah mengundang Yesus, Dia sudah ada di dalam anda semua. Jika jawaban dan suara itu membuat kita dekat kepada Tuhan, itulah suara Tuhan, sebaliknya jika suara itu membuat anda semakin jauh oleh-Nya, itu berarti ada pengaruh-pengaruh yang tidak baik dalam hidup anda.

Supporting Verse – dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri. Yesaya 30:21 TB

Ingat bahwa yang melakukan segala sesuatu adalah saudara dan saya, tetapi yang memberi kekuatan adalah Yesus. We make the choice. Di hadapan-mu, ada hidup dan mati, berkat dan kutuk, pilih-lah Hidup. Siapa dan apa yang menjadi pengaruh dalam hidup anda, itu semua pilihan anda.

Closing Verse – Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Filipi 4:13 TB