JPCC Young Adult Service (16 July 2017)
Minggu lalu kita sudah belajar bahwa bisa berkata cukup adalah awal dari hidup berkelimpahan, sulit untuk bisa merasakan kelimpahan jika kita belum bisa berkata cukup.
Jika kita sibuk untuk terus membandingkan diri kita dengan orang lain (dalam hal materi, gaya hidup, penghasilan, etc), kita akan sulit berkata cukup, terutama di jaman sekarang dimana semua-nya serba instant dan selalu berubah-ubah.
Setiap hari seakan-akan dunia memacu kita untuk selalu berkompetisi dengan orang lain, bahkan sejak kecil hal ini sudah terjadi.
Ambil contoh Anak saya, dimana dia bersama dengan adik dan kakak-nya selalu suka berkompetisi antar satu dengan yang lain. Mereka selalu ingin menang antar satu sama lain.
Belum lagi kehidupan sebagai dewasa muda yang pada jaman sekarang berlomba-lomba memacu karir mereka. Hal Material atau bahkan status pacaran juga menjadi perbandingan yang sering dilakukan secara tidak sadar.
Kita selalu dan selalu ingin sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, dan diperlukan kata cukup untuk masuk dalam kelimpahan. Lebih berbahaya lagi jika perasaan untuk selalu ingin memiliki ini muncul disaat kita sudah menikah.
Melihat ini semua, Kelimpahan tidak tergantung dengan seberapa banyak materi yang kita miliki, tetapi sangat tergantung kepada kondisi hati kita.
Karena itu, Bagaimana Kondisi Hati Kita?
Ada begitu banyak orang diluar sana yang hidup dengan materi yang berkelimpahan, tetapi setiap hari di dalam hidupnya berada di dalam ketakutan karena takut kehilangan apa yang mereka miliki, dan sebaliknya ada juga orang lain yang hidup dengan materi sedikit dan pas-pasan, tetapi bisa menikmati hidupnya dengan lepas dan tanpa ada ketakutan.
Jadi, sebenarnya kelimpahan tidak tergantung kepada seberapa banyak materi yang kita miliki, tetapi bergantung kepada kondisi hati kita.
Opening Verse – “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4:23 TB
Hati adalah tempat dimana kehidupan tersebut memancar ke luar. Segala sesuatu yang sebelumnya tidak baik dan mati bisa jadi hidup kembali, karena dari hati akan memancar kehidupan.
Supporting Verse – “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” Lukas 6:43-45 TB
Itu sebabnya kita perlu memperhatikan kondisi hati kita, apa yang keluar dari perkataan kita haruslah baik dan tidak negatif, jika yang keluar negatif, maka apa sumber yang sedang bertahta di dalam hati kita?
Diri kita dikenal dari buah perkataan dan perbuatan kita terlebih dahulu. Apakah yang kita katakan sama dengan yang kita perbuat?
Hal ini akan membangun anda disaat anda sedang mengejar karir dan mimpi, dan bahkan juga di dalam mencari pasangan hidup anda.
Pandangan apa yang anda punya dalam mencari pasangan hidup? Apakah anda sudah menjadi orang yang tepat dalam proses mencari pasangan hidup anda?
Bagaimana cara memastikan supaya dari dalam hidup kita mengalir kehidupan dan menjadi pohon yang baik bagi orang disekitar kita? sumber apa yang kita tarik sebagai pohon?
Karena Pohon tidak bisa berdiri sendirian. Seperti yang kita ketahui, tempat dimana Yesus dikubur adalah di dekat taman.
Ada 2 kemungkinan mengenai tempat Yesus dikubur, Di salah satu tempat, dikatakan di Alkitab bahwa Yesus dikubur di dekat taman, dan baru diketahui bahwa di bawah taman tersebut ada sumber air.
Siapa yang menjadi sumber dalam hati kita? Apakah yang menjadi sumber adalah pengakuan orang lain atau diri kita sendiri?
Supporting Verse – “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Yohanes 15:5 TB
Untuk menjadi pohon yang baik, kita harus berakar di sumber yang baik dan tertanam disana. Kalau tidak, yang mengalir adalah negativity dan tidak adanya pengharapan. Karena diluar Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Satu cara untuk bisa menjaga kondisi hati kita adalah dengan memastikan agar hati kita selalu terhubung dan terkoneksi dengan Tuhan.
Kita diciptakan untuk mengalahkan diri kita setiap harinya, bukan untuk mengalahkan orang lain. Be the Best Version of Yourself everyday. Ada banyak orang yang sudah hidup di dalam kelimpahan tetapi tidak menyadari itu dan sebaliknya malah keluar dari kelimpahan yang sesungguhnya.
Kita perlu memilih apa yang menjadi sumber di dalam hati kita. apakah Tuhan yang menjadi pokok anggur hidup kita, atau Mamon?
Supporting Verse – “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Matius 6:19-24 TB
“Your eyes are windows into your body. If you open your eyes wide in wonder and belief, your body fills up with light. If you live squinty-eyed in greed and distrust, your body is a dank cellar. If you pull the blinds on your windows, what a dark life you will have!” Matthew 6:22-23 MSG
Mamon diambil dari bahasa aslinya, Bahasa Aramaic yang digunakan Yesus saat dia berada di bumi, yaitu “Mammonas“.
Saat berada di Bumi, Yesus menggunakan 3 bahasa yaitu Bahasa Aramaic, Bahasa Greek disaat mengajar, dan Bahasa Ibrani disaat berdoa.
“Mammonas” Meaning Riches, Money, Possesions, Property (The treasure a person trusts in).
Iblis selalu datang dan menyentuh hati anda, seakan-akan menunjukkan kalau dia “Pro” kepada anda, seperti disaat Iblis datang menghampiri dan menggoda Hawa untuk menentang perintah Tuhan.
Murid Yesus juga ada yang pernah digoda oleh Iblis, yaitu Petrus. Saat itu Petrus sedang on-fire dalam spirituality. Godaan Iblis membuat Petrus untuk berani menegur Yesus dan meminta Yesus untuk menjauhkan rencana Bapa di Surga atas Yesus. Itulah Iblis, seakan-akan seperti bertindak baik, tetapi tujuan akhirnya tidak baik.
Perlu diketahui bahwa Iblis adalah spirit dan dia bisa menggunakan apa saja untuk menggoda anda. Iblis bukan “Pro” kepada anda, tetapi dia menarik anda untuk keluar dari kehidupan tanpa Tuhan.
Supporting Verse – “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yohanes 10:10 TB
“Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” Matius 16:21-23 TB
“If God gives such attention to the appearance of wildflowers—most of which are never even seen—don’t you think he’ll attend to you, take pride in you, do his best for you? What I’m trying to do here is to get you to relax, to not be so preoccupied with getting, so you can respond to God’s giving. People who don’t know God and the way he works fuss over these things, but you know both God and how he works. Steep your life in God-reality, God-initiative, God-provisions. Don’t worry about missing out. You’ll find all your everyday human concerns will be met.
“Give your entire attention to what God is doing right now, and don’t get worked up about what may or may not happen tomorrow. God will help you deal with whatever hard things come up when the time comes.” Matthew 6:30-34 MSG
Tidak terjebak dengan hasrat untuk selalu ingin memiliki agar kita bisa meresponi kelimpahan yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita, dengan ini kita akan bisa melihat bahwa kita sudah diberkati, dan tidak fokus di hasrat ingin selalu memiliki.
Apakah Tuhan menjadi sumber di hati kita agar kehidupan kita memancar ke orang di sekitar? Atau ini hanya dilakukan di hari minggu saja? apakah hati kita dipenuhi dengan ucapan syukur atas kasih karunia Tuhan di dalam hidup kita?
Semua yang kita punya datang dari Tuhan, sehingga dengan demikian harusnya kita bisa berkata cukup. Disaat Tuhan menjadi sumber di hati kita, kita akan bisa berkata cukup. Hari Esok ada berkat dan perkenanan-nya sendiri, serta tantangan yang akan membuat kita bertumbuh.
Salah satu kunci untuk tetap menjaga hati kita adalah dengan menaruh kepercayaan kita dengan mengakui Tuhan di setiap jalan kehidupan kita.
Disaat kita hidup dekat dengan Tuhan, kita akan cenderung untuk menjadi apa yang kita sembah, sehingga karakter dan pribadi Tuhan akan menjadi selaras dengan hidup kita, hidup dengan a God’s Quality of Life.
Dibutuhkan hati dan kedewasaan untuk bisa berkata cukup agar kita bisa hidup berkelimpahan.
Kuncinya ada di dalam Yesus, disaat kita menjadikan Yesus sebagai pokok anggur di dalam hati, hidup kita akan memancar dan berlimpah kemanapun kita pergi, dan kita akan selalu haus untuk membantu orang di sekeliling kita menjadi lebih baik lagi.
Orang seperti itu pasti akan banyak dicari dan disukai oleh orang banyak, Ijinkan Kasih Tuhan untuk memenuhi hati kita, kembali menaruh Yesus sebagai sumber di hati kita agar menjadi berlimpah dimana-pun kita berada.
Stay Close dan Terhubung dengan Pokok anggur. Setia dengan proses sehingga kita menjadi dewasa, buah yang keluar dari perkataan dan perbuatan kita akan bisa dinikmati oleh orang di sekitar kita.
Closing Verse – “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Amsal 3:5-6 TB
“Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;” Filipi 2:1-3 TB



