JPCC Kota Kasablanka Service 3 (14 January 2018)
Saya menerima sebuah video dari seorang teman disaat sedang mempersiapkan kotbah untuk hari minggu ini, dan saya bersyukur karena video itu menguatkan saya, isi video ini adalah mengenai Perusahaan Starbucks yang baru saja meluncurkan kedai baru mereka di china.
Gerai ini tidak hanya dilengkapi dengan luas yang begitu besar, tetapi juga sangat menarik karena mereka bekerjasama dengan Alibaba, dimana didalam gerai-nya ada sistem augmented reality mengenai bagaimana jenis kopi tertentu dibuat, dan gerai ini menjadi tempat turis yang berkunjung ke shanghai.
Hal ini menarik karena Starbucks mengajak Alibaba bekerjasama dan keluar dengan satu inovasi yang luar biasa, sementara perusahaan-perusahaan lain seperti pizza hut dan taco bell mengalami hambatan dalam melakukan investasi di china, tetapi sebaliknya Starbucks malah sukses disana.
Jack Ma, Owner dari Alibaba juga mengatakan bahwa siapa yang mengira bahwa mereka bisa berjualan kopi dengan cara seperti ini, dan berhasil membuka dimensi baru mengenai warung kopi.
Seringkali kita terjebak dalam aktifitas sehari-hari kita, dan kalau hal ini diteruskan kita akan terlibat dalam sebuah rutinitas kerja, tentu hal ini lebih baik daripada menjadi pengangguran, tetapi jika ini menjadi rutinitas kita akan masuk ke dalam kebosanan dan juga menurunkan produktifitas kerja, karena tidak ada lagi ide dan inovasi yang baru, hidup tanpa pengharapan serta masa depan yang tidak lagi cerah.
Ide yang brilian dibutuhkan untuk “making progress”, jaman sudah berubah dan kita harus mengerti bahwa apa yang dulu trend bisa menjadi kuno sekarang, apa yang dulu luar biasa bisa menjadi biasa saja sekarang, apa yang dulu bisa menyelesaikan masalah sekarang bisa menjadi sumber masalah.
Contoh : Dulu kita suka merasa bangga jika kita punya CPU dan komputer yang berukuran besar, tetapi sekarang hal ini menjadi masalah kalau kita tinggal di apartment yang kecil, apalagi dengan tren dimana begitu banyak layar komputer dan tv yang berukuran tipis atau flat sekarang.
Kita perlu mendapat semangat dan “Spirit of Excellence”, dimana jaman boleh berganti tetapi kita akan senantiasa mengeluarkan yang terbaik dari diri kita.
Dalam hal komunikasi juga sama, sekarang kita bisa mencetak dan mengunduh (download) boarding pass dan menaruhnya di smartphone kita, tidak perlu ditulis secara manual, dan bahkan di beberapa negara, smartphone ini juga bisa menjadi alat bayar.
Jaman sudah begitu berubah, dan ada satu hal menarik yang saya belum pernah lihat sebelumnya saat saya berkunjung ke Australia, disaat orang-orang disana mau membuka rekening Bank, mereka sekarang disuruh membukanya melalui apps yang ada dan sudah diunduh (download) sebelum-nya.
Gereja dikenal sebagai salah satu institusi yang paling lambat mengikuti perubahan, kita perlu mengantisipasi perubahan ini agar bisa tetap relevan dan melayani dengan baik, pesan kita tetap sama yaitu mengenai Yesus, dan keselamatan yang kekal, tetapi cara dan metodenya bisa berbeda-beda, dan itu yang berusaha kita lakukan disini.
Opening Verse – ““Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Yohanes 15:1-2 TB
Saya ingatkan lagi, bahwa tujuan kehidupan bukan hanya agar sekedar kita menjadi berhasil, tetapi agar kita bisa menghasilkan buah. Tuhan tidak ragu untuk memotong ranting yang tidak menghasilkan buah.
Karena itu jangan berhenti disaat anda bisa bertumbuh. Kita akan bisa mengenali tanaman dari buahnya, berbuah selalu mengenai orang lain dan selalu bisa dinikmati oleh orang lain.
Dari ayat diatas, hal ini dikenal dengan “Pruning”, yang artinya dipangkas. Kita perlu tahu bahwa tidak berbuah akan dipotong, tetapi berbuah-pun akan dipangkas, jadi dari hal ini ada yang kita perlu pangkas dan bersihkan kalau kita mau berbuah lebih banyak lagi.
Tentang perubahan, kita mau dan bisa dipimpin atau memimpin perubahan. Kalau kita mau memimpin, kita perlu mengantisipasi dan berubah terlebih dahulu.
Harganya jauh lebih murah jika dibandingkan apabila kita dipaksa dan dipimpin oleh perubahan, harga dalam hal ini akan lebih mahal serta memakan waktu dan tenaga yang besar.
Untuk mengantisipasi dan memimpin perubahan, diperlukan Iman dan Kreatifitas, seperti apa yang dilakukan oleh Starbucks dan Alibaba diatas.
Sharing Ps. Jeffrey – Ada seorang teman yang sudah diberitahu oleh kita dari dulu, bahwa akan lebih baik jika dia bisa mengurangi atau berhenti merokok, tetapi karena faktor pekerjaan dan stress, dia malah merokok lebih banyak lagi.
Disaat diingatkan oleh kita, dia selalu memberikan argumen bahwa kakek-nya selalu merokok dan hidup dengan nyaman, dia juga berkata bahwa dalam hidup ini tidak ada yang pasti, ada orang yang tidak merokok tetapi masih mati muda.
Suatu hari saat saya kembali bertemu dengan-nya, saya kaget karena melihat kondisinya begitu kurus dan mukanya terlihat tua sekali. Rupanya dia hampir mati karena serangan jantung.
Hal ini disebabkan dan dia langsung berkata kepada saya bahwa “Rokok itu jahat ternyata!”, dan saya katakan bahwa dulu dia sudah diberitahu begitu banyak orang soal ini.
Dia kemudian bersyukur masih bisa selamat, tetapi meskipun dia bisa hidup, juga didoakan begitu banyak orang saat sedang sakit, serta sekarang menjadi penginjil dan pembawa kabar baik, dia sebelumnya harus melalui begitu banyak kejadian yang begitu berat terlebih dahulu, tetapi kita perlu tahu bahwa ada berapa banyak orang yang bisa mengalami hal ini?
Terutama dalam hal narkoba, kita bisa berubah terlebih dahulu atau dipaksa untuk berubah.
Di tahun ini kita mempunyai tema “Reimagine”, agar kita bisa muncul dengan ide dan kreatifitas baru, dan ada di jalur yang tepat dan Tuhan mau dalam hidup kita.
Karena godaan semakin besar, terutama disaat kita naik keatas karena itu kita perlu “reimagine” agar kita bisa tetap mempunyai ide dan kreatifitas baik dalam bisnis, keluarga, pelayanan, pernikahan, dan pekerjaan, tetapi tetap berada di jalur yang tepat.
Supporting Verse – “Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.” Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.” Tetapi datanglah firman Tuhan kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.” Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Kejadian 15:1-6 TB
Dari kisah diatas, kita bisa melihat bahwa Abram semakin tua, dan kesempatan dia menjadi kecil untuk mempunyai anak kandung, hal ini menurunkan pengharapan-nya dan membuat dia mulai berandai-andai sendiri bahwa yang menjadi ahli waris-nya bukan anak kandung-nya, hal itu yang membuat dia menjadi khawatir dan takut, dan mulai menyalahkan Tuhan akan hal ini.
Pengharapan yang tertunda bukan berarti pengharapan yang tertolak.
Mungkin ada beberapa di antara kita yang mengalami hal ini dan bahkan sudah menerima nasib yang ada, sama seperti kondisi Abram diatas.
Tetapi Tuhan tidak membiarkan Abram di dalam keadaan seperti itu, dan Dia datang juga kepada kita hari ini, sebagai bukti kasih dan kepedulian Tuhan pada kita semua hari ini, dan Dia bisa mengubah arah kehidupan kita semua.
Untuk Abram, saat itu “Eliezer” adalah realita bagi dirinya, tetapi yang Tuhan tunjuk bukan Eliezer, karena yang Tuhan tunjuk bukanlah realita abram, orang atau anak kandungnya mungkin belum ada, tetapi yang belum ada di mata Abram sudah ada di Mata Tuhan.
Itulah yang disebut dengan Iman, mempercayai sesuatu yang belum ada di kacamata kita, tetapi di pandangan Tuhan sudah ada.
Tuhan tahu bahwa Abram perlu dibantu, Tuhan menyuruh Abram keluar dan menyuruhnya melihat ke langit, saya tahu bahwa sebelumnya Abram ada di dalam, mungkin di dalam Tenda, dan Tuhan mengajaknya keluar.
Kenapa Tuhan meminta hal itu ?
Karena selama ini pemandangan Abram terbatas dengan hal yang sama terus, dengan apa yang ada di depan dia, tidak ada sesuatu yang baru, the same old stuff, hal yang sama hari lepas hari, pemikiran-nya tertutup karena dia terjebak dengan rutinitas yang ada, dan membuat pengharapan dia menjadi turun.
Mungkin kita semua juga seperti itu pada hari ini, persoalan yang ada membuat pandangan kita menjadi terbatas, dan hidup seperti robot. Terjebak dalam rutinitas dan membuat kita tidak bisa berpikir yang lain.
Hal yang sama juga bisa ada di dalam dunia pelayanan, kita bisa begitu sibuk dengan dunianya sendiri tanpa tahu yang lain, dan begitu juga dalam pekerjaan, sehingga meski kita masih jauh lebih baik dari menjadi pengangguran, tetapi kita kehilangan semangat kerja yang ada.
Karena itu kita perlu keluar, karena kalau tidak kita akan kehilangan semangat, produktifitas menurun, tidak percaya kalau kita bisa sembuh, bahagia, berhasil, atau punya pekerjaan dan bisnis yang kita idamkan.
Kita perlu berani keluar, dan artinya “keluar” ini bisa bermacam-macam, dibutuhkan hikmat karena setiap orang punya persoalan yang berbeda-beda, arti keluar ini seperti misalnya :
- Ada yang artinya bisa mengerjakan sesuatu yang berbeda dari rutinitas yang ada.
- Ada juga yang artinya bisa keluar, merendahkan diri dan belajar dengan orang lain yang lebih senior.
- Ada juga yang artinya dalam hal pasangan yang bisa belajar dari retreat atau marriage seminar agar bisa mempertahankan pernikahan yang baik.
- Ada juga yang artinya perlu keluar untuk pergi berlibur karena sudah begitu sibuk dalam pekerjaan dan sampai sakit, perlu keluar untk berlibur agar bisa mendapat semangat dan ide yang baru setelahnya.
Abram perlu diajak keluar untuk mendapat perspektif yang baru, dan melihat kemungkinan-kemungkinan yang tidak terbatas, mungkin beberapa dari kita perlu keluar, karena itu ada “out of the box” thinking untuk mendapatkan visi yang baru dan menghasilkan sesuatu yang berguna, menyegarkan pikiran, dan menguatkan semangat dan iman agar bisa lebih berbuah, keluar dan akhirnya kembali ke dalam dengan perspektif yang berbeda, dan siap masuk ke dalam lagi untuk menghadapi realita yang ada.
Abram berhadapan dengan Eliezer dan realita bahwa dia belum punya anak kandung. tetapi bedanya sekarang pengharapan-nya setinggi langit dan dia bersandar penuh kepada Tuhan, itu yang kita semua perlukan saat ini.
Tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk berimaginasi, jika anda masih jomblo dan mau berimaginasi? Jika anda masih bokek dan belum kaya? Jika anda mengalami penyakit kronis dan belum sembuh?Tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk berimaginasi, coba bayangkan semua itu.
Kalau kita tidak bisa beirmaginasi, maka kita telah menyerah, menerima keadaan dan patah semangat-nya. Tuhan menantang kita untuk berimaginasi, karena Tuhan bisa melakukan apa saja, dan malah melakukan sesuatu yang lebih besar dari apa yang kita imaginasikan, biarkan roh-Nya yang bekerja di dalam hidup kita.
Imagination is more important than Knowledge. For Knowledge is limited to all we now know and understand, while Imagination embraces the entire world, and all there ever will be to know and understand – Albert Einstein
Supporting Verse – “God can do anything, you know—far more than you could ever imagine or guess or request in your wildest dreams! He does it not by pushing us around but by working within us, his Spirit deeply and gently within us. Glory to God in the church! Glory to God in the Messiah, in Jesus! Glory down all the generations! Glory through all millennia! Oh, yes!” Ephesians 3:20-21 MSG
Semua kecanggihan yang ada sekarang, ada karena ada seseorang yang sebelumnya meng-imaginasikan hal itu, beberapa hari lalu saya dan istri melihat pesawat yang kita tumpangi, dan kita melihat begitu besarnya pesawat itu.
Saya jadi berpikir bahwa sebelum ada transportasi udara, ada orang yang berani membayangkan terlebih dahulu bahwa akan ada pesawat yang bisa terbang, So Let’s Reimagine what life could be if Jesus is in your side, Tidak ada yang bisa menghalangu kita untuk berimaginasi, dan Tuhan menantang bahwa Dia akan bisa melakukan lebih dari apa yang kita semua imaginasikan.



