JPCC Kota Kasablanka Service 4 (26 Agustus 2018)
Opening Verse – “Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.” Mazmur 127:1-5 TB
Saya suka dengan bagaimana ayat dan tulisan ini dimulai, dimulai dengan Nyanyian Ziarah Salomo. Saya yakin ada note-note musik dengan arti yang lebih dalam lagi disini, sebagai sebuah lagu yang dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi karena disaat kita memegang dan melakukan Firman-Nya, Tuhan ingin membawa kita dan keluarga kita ke tempat yang lebih tinggi.
Ada 2 hal yang terjadi di dalam ayat pertama ini, dimana Tuhan yang membangun tetapi kita juga perlu untuk mengerjakan-nya dan juga melakukan bagian kita.
Sebagai penjaga, kita perlu untuk bertahan dan mempertahankan segala sesuatu tetapi Tuhan-lah yang akan melindunginya. Ada ketegangan rohani yang terjadi di dalam pemikiran ini, tentang bagaimana kita mengandalkan Tuhan dan juga mengerjakan bagian kita.
Hal ini juga bisa diaplikasikan di dalam hal yang luas, baik dalam membangun keluarga, membangun bisnis dan juga membangun gereja. Tetapi konteks ayat ini khususnya diutamakan dan ada di dalam keluarga. Kata ibrani yang ada di ayat ini adalah rumah untuk keluarga. Bahkan kata ibrani untuk anak pria dan perempuan juga ditemukan di dalam kata “membangun” di ayat ini.
Tuhan ingin melindungi dan membangun keluarga kita, tetapi kita perlu mengundangNya terlebih dahulu untuk masuk ke dalam kehidupan dan keluarga kita.
Saya jadi teringat dengan para orang tua muda yang kehilangan banyak jam tidur disaat mempunyai anak yang sangat aktif, tetapi percayalah bahwa anda akan berhasil melalui hal ini, Tuhan akan membantu kita, dan memberikan waktu bagi kita untuk berisitirahat jika kita mau mengundang-Nya.
Hanya karena anak kita bertumbuh besar, tidak mengubah kenyataan bahwa apa yang terjadi dengan mereka selalu dekat di hati kita, mereka adalah pemberian dan bukan hukuman dari Tuhan untuk kita.
Di dalam ayat ini, Anak-anak kita seperti anak panah yang diutus masuk ke dunia dengan iman kepada Tuhan dan kekekalan di hati mereka, serta hati yang penuh keadilan, kejujuran, integritas dan belas kasihan, terutama apabila mereka melihat semua hal tersebut diteladani di dalam rumah mereka.
Bagi orang tua yang merasa bahwa kita tidak membesarkan anak dengan tidak semestinya dan membuat banyak kesalahan, kita tidak bisa mengubah masa lalu dan Tuhan tidak ingin kita meratapi dan terpuruk di dalam penuduhan, tetapi Dia mau kita berdoa karena doa bisa mengubah masa depan.
Sharing Ps. Bayless – Disaat muda, saya banyak terlibat dalam masalah, termasuk adiksi obat-obatan serta masalah lain, saya melukai hati orang tua saya, ayah saya bahkan sampai tidak menganggap saya sebagai anak lagi.
Saya meninggalkan rumah saat masih usia remaja, suatu malam ketika ibu saya sedang berdoa untuk saya. Ibu saya percaya kepada Tuhan dari alkitab yang kita baca, dia berdoa bahwa dia tidak tahan lagi dengan cobaan ini dan menyerahkan saya sepenuhnya ke tangan Tuhan. Setelah dia berdoa, katanya itu seperti ada batu besar yang tersingkir dari hatinya, dan setelah itu dia tidak pernah merasa kuatir lagi dengan saya.
Beberapa bulan setelah doa itu, saya bisa dibantu, dan diselamatkan dari sebuah perjalanan misi di gereja, dan akhirnya melalui pelayanan mereka, saya bisa terlepas dari pengaruh obat-obatan. Itu adalah Kuasa Doa, Karena itu para orang tua, jangan pernah menganggap remeh kuasa doa yang kita naikkan kepada anak kita.
Supporting Verse – “But Israel shall be saved by the LORD With an everlasting salvation; You shall not be ashamed or disgraced Forever and ever.” Isaiah 45:17 NKJV
Seperti kata Rasa Paulus, kita tidak akan malu oleh karena kepada siapa kita percaya. Disaat kita berpartner dan mengundang Tuhan untuk menjadi bagian kehidupan dan keluarga kita, saya percaya bahwa anak-anak akan diselamatkan dan ikut melayani Tuhan.
Dari ayat kelima di Mazmur 127, Ada ucapan mengenai musuh di Pintu Gerbang, Pintu gerbang adalah akses masuk ke sebuah kota, ketika musuh ingin menyerang sebuah kota, biasa titik awal konsentrasi mereka adalah pintu gerbang.
Kota bisa runtuh jika ada akses masuk dari pintu gerbang. Di dalam kota-kota kuno, pintu gerbang adalah tempat terjadinya pertukaran perdagangan.
Cepat atau lambat, anak kita akan menemukan banyak orang tidak jujur di dalam dunia ini, tetapi Tuhan yang kita layani bisa melindungi dan bisa menyebabkan mereka berhasil di dalam dunia.
Kita bisa beristirahat dan yakin karena Tuhanlah yang akan menjaga anak-anak kita.
Saya ingin membagikan beberapa pikiran, dua hal yang saling berhubungan antara satu sama lain dari ayat mazmur 127 tadi.
Di ayat kedua dan ketiga. Tuhan memanggi kita sebagai “Beloved“, atau dicintai oleh Tuhan. Kita perlu tahu bahwa kita dikasihi oleh Tuhan. Lalu kemudian, Dia langsung berbicara tentang anak-anak kita.
Hal yang paling penting dan bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah mengasihi anak kita, dan kita akan bisa melakukan itu dengan maksimal apabila kita mengetahui terlebih dahulu bahwa kita dikasihi oleh Tuhan.
Tuhan ingin kita percaya kepada Kasih yang Dia punya untuk kita supaya kita bisa mengasihi anak-anak kita.
Hanya ada 3 peristiwa di dalam injil dimana Tuhan berbicara kepada Anak-Nya secara “audible“.
Pertama, adalah di Yohanes 12, ketika yesus berkata “Bapa, dimuliakakanlah Nama-Mu” dan kemudian ada suara dari surga yang berkata “Aku sudah dimuliakan dan Aku akan terus memuliakan”.
Kedua, Tuhan juga berbicara secara audible di dalam peristiwa pembaptisan Yesus, disaat Bapa berbicara tentang Anak-Nya dan langsung kepadanya, Tuhan berbicara langsung kepada Yesus untuk dan tentang diriNya.
Itu semua hanya dicatat di 3 kitab injil. Suara Bapa di Surga yang berkata kepada Anak-Nya Yesus bahwa Engkau adalah Anak-Ku, yang Kukasihi, dan KepadaMu-lah Aku berkenan.
3 hal itu adalah tanda penerimaan atau acceptance (Engkau adalah Anak-Ku), Tanda Kasih atau Affection (Kukasihi atau whom I loved) dan juga Afirmasi atau peneguhan (KepadaMu lah Aku berkenan).
Ini juga adalah 3 hal yang harus kita beritahukan kepada anak-anak kita. Penerimaan atau acceptance, affection atau tanda kasih, dan juga affirmation, katakan bahwa kita bangga kepada mereka, walaupun mungkin pada saat itu mereka belum melakukan yang terbaik.
Di dalam dunia, begitu banyak dipenuhi dengan pria dan wanita yang terluka karena tidak pernah menerima ketiga hal itu disaat mereka bertumbuh besar, dan jika mereka tidak mendapatkan itu di rumah, mereka akan mencari ketiga hal itu di tempat lain. Bagikan ketiga hal itu karena Penerimaan, Kasih dan Afirmasi akan mengubah kehidupan mereka.
Mengenai Anak kita seperti ibaratnya Anak Panah dalam ayat diatas, Tangan kita jugalah yang akan menentukan kemana arah anak panah anak-anak kita, Tuhan ingin memberikan pengaruh kepada kita sebagai orang tua.
Tugas kita adalah mengawasi anak-anak kita, mempersiapkan mereka agar mereka bisa pergi ke tempat dimana mereka seharusnya mereka pergi.
Supporting Verse – “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Amsal 22:6 TB
“Train up a child in the way he should go [teaching him to seek God’s wisdom and will for his abilities and talents], Even when he is old he will not depart from it.” PROVERBS 22:6 AMP
Ada arti lain di ayat ini, yaitu membawa keluar hal-hal yang terpendam, sesuai dengan karunia individu mereka, dan waktu terbaik untuk memulainya adalah disaat anak kita masih kecil.
Jika kita memperhatikan mereka secara sadar, Mereka akan mengeluarkan karunia dan kecenderungan pribadi mereka, dan kita sebagai orang tua, kita bisa mengarahkan mereka agar bisa mereka mengembangkan hal ini untuk karir mereka di kemudian hari, dan juga untuk kemuliaan Tuhan.
Sharing Ps. Bayless – Cucu saya bernama Ashland, dia berusia 9 tahun, dan dia sangat atletis dan jago berhitung secara matematis. Suatu waktu kami bermain permainan darts, disaat saya belum selesai menghitung total angka yang mau kita mainkan, cucu saya ini bisa menghitung jumlahnya secara total dengan begitu cepat. Begitu juga disaat bermain catur, dimana dalam 10 menit, dia bisa hampir mengalahkan saya. Ashland sangat mencintai sekolahnya.
Sebaliknya adiknya yang berusia 7 tahun tidak suka sekolah. Karunia dia adalah menciptakan sesuatu dengan tangan-nya, memperkarakan kayu dan besi untuk dibuat dan dipahat menjadi kreasi yang begitu bagus.
Sebagai orang tua dan juga kakek-nenek, kita perlu mengarahkan mereka sesuai dengan karunia dan kecenderungan pribadi mereka, ini jauh lebih baik daripada kita mencoba membentuk mereka di dalam area yang sebenarnya bukan merupakan karunia mereka.
Apa yang Tuhan sedang lakukan di dalam dunia ini, di dalam gereja dan negara kita? Apa yang penting bagi Tuhan, dan bagaimana karunia kita bisa memainkan peran di dalam hal ini untuk kemuliaan Tuhan?
Fungsi dari anak panah adalah untuk dilesatkan dan diutus keluar, tidak ada pahlawan yang ingin mengoleksi anak panah mereka.
Ada cerita di amerika serikat beberapa bulan lalu, dimana ada orang tua yang harus membawa anaknya ke pengadilan supaya bisa mengeluarkan anaknya dari rumah. Anak ini menolak untuk bekerja dan sudah berumur 30 tahun, dan kasus ini akhirnya berakhir di pengadilan tinggi, dan hakim akhirnya memutuskan agar anak ini keluar dari rumah orang tuanya.
Sebetapapun kita mengasihi anak kita, tetapi tujuan kita sebagai orang tua adalah mendidik mereka dan mengutus mereka agar bisa mandiri, dan kita juga perlu berdoa bagi mereka. Mereka mungkin bertumbuh besar, tetapi mereka tidak pernah kekurangan kebutuhan dari doa kita.
Utamanya, Kita perlu memberikan akses kepada Tuhan secara penuh untuk masuk di dalam hidup kita. Tuhan akan membantu, menjaga dan melindungi keluarga kita. Apa yang penting bagi kita juga penting bagi Tuhan, buka hati kita kepada Tuhan dan Dia akan mengubah kehidupan keluarga kita.



