Power Of Community By Ps. Jeffrey Rachmat

JPCC Online Service (5 September 2021)

Salam damai sejahtera untuk kalian semua di JPCC. Selamat hari minggu bagi kalian semua yang mikut menikmati Online Service ini, dimanapun kalian berada. Kita sudah memasuki minggu pertama di Bulan September 2021. Puji Tuhan untuk keadaan yang semakin membaik, kita berharap dan berdoa tentunya agar terus membaik sehingga kita bisa berkumpul bersama-sama. Untuk itu, kita harus tetap berhati-hati dan tidak menjadi lengah, Terus kembangkan disiplin dalam menjaga dan melakukan protokol kesehatan.

Selama dua hari lalu, para wanita di JPCC khususnya menikmati acara Treasures Women’s Conference yang tahun ini kembali diselenggarakan secara online. Saya ingin berterimakasih untuk semua dukungan dan partisipasi kalian sehingga conference ini dapat berjalan dengan baik. Saya yakin banyak wanita yang merasakan jamahan Tuhan, dipulihkan, disembuhkan, mendapatkan pengharapan dan yang terutama adalah membuka hati untuk menerima Yesus. Buat Dialah semua Kemuliaan.

Di Bulan ini kita akan membahas tema baru yaitu tentang Community atau Komunitas. Buat kalian yang tertanam di JPCC, tema ini menjadi extra penting karena ada kata “Community” di dalam JPCC. Dari sejak berdirinya, kami semua di tim penggembalaan sudah mengambil keputusan untuk membangun kehidupan jemaat melalui komunitas-komunitas kecil yang kita namakan DATE.

Saya ingin memulai kotbah saya dari sebuah kesaksian seorang Hamba Tuhan di afrika tentang kuasa dari sebuah Komunitas. Dia menceritakan di waktu yang lampau ada begitu banyak kekerasan yang terjadi di desa tempat asalnya. Dan hal yang terburuk adalah ketika para penjahat datang dan dengan paksa mengambil para wanita muda untuk dipakai sebagai objek seksual. Dan setelah beberapa lama, para penjahat ini memulangkan para wanita ini kembali ke desa mereka. Bisa dibayangkan apa yang dirasakan para wanita ini ketika mereka kembali ke desa mereka.

Tetapi apa yang dilakukan oleh orang-orang desa ini sangatlah luar biasa. Para wanita tersebut diterima dengan tangan terbuka dengan sukacita yang sangat besar. Orang-orang di desa itu berkata “Kalian adalah bagian dari kami”. Memang para wanita ini mengalami trauma dan sangat sulit untuk melupakan apa yang terjadi kepada diri mereka. Tetapi karena mereka disambut kembali dengan sangat baik dimana orang-orang desa menerima mereka apa adanya dan menunjukkan kasih mereka, di mata penduduk desa para wanita ini tidak gagal dan mereka tidak memandang rendah para wanita ini. Akibatnya, mereka tidak dihantui oleh masa malu, dan ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa dan itulah kekuatan dari sebuah Komunitas.

Kata “Community” adalah gabungan dari dua kata yaitu Common (sama) dan Unities (Kesatuan). Komunitas merupakan kumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama, mempunyai misi yang sama, atau mempunyai nilai-nilai yang sama. Entah itu dikarenakan mereka datang dari daerah yang sama, atau punya pengalaman yang sama atau punya hobi yang sama dan lain sebagainya.

Opening Verse – Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia. Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang. 1 Samuel 22:1-2 (TB)

Daud sedang melarikan diri dari kejaran Raja Saul dan di Gua Adulam, tempat dia bersembunyi, berkumpullah seluruh keluarganya ditambah dengan orang-orang yang sedang punya kesulitan, baik itu sedang sakit hati, atau yang dikejar-kejar oleh Debt Collector. Jumlah mereka ada sebanyak 400 orang, dan di gua Adulam terbentuklah sebuah komunitas dari orang-orang yang mempunyai latar belakang yang suram dan Daud menjadi pemimpin mereka.

Pengalaman memimpin orang-orang yang mempunyai latar belakang seperti inilah yang sebenarnya memberikan kontribusi yang luar biasa dalam persiapan Daud menjadi seorang raja. Dengan mengenal mereka, tentu Daud menjadi tahu persoalan yang terjadi di masyarakat. Sesuatu yang tidak dapat dia pelajari jika Daud hanya tinggal di dalam istana. Bukan hanya itu, orang-orang ini juga mengembangkan kemampuan Daud dalam memimpin. Saya bisa bayangkan tentu tidak mudah untuk memimpin orang-orang seperti ini. Tetapi kalau Daud dapat memimpin mereka yang adalah orang-orang buangan ini dengan baik, maka Daud akan dapat memimpin siapa saja.

Di bawah kepemimpinan Daud, orang-orang ini menjadi orang-orang kepercayaannya, dan mereka berubah menjadi pasukan tentara yang luar biasa, dan itulah kekuatan dari sebuah Komunitas. Tuhan tidak menciptakan manusia untuk hidup sendirian, manusia adalah mahluk sosial dan sudah menjadi kebutuhan dasar manusia untuk diterima, dikasihi, dihargai, dan juga untuk dimiliki.

Supporting Verse – TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Kejadian 2:18 (TB)

Kita tidak dapat bertumbuh sendirian, Kita harus bertumbuh dalam sebuah komunitas. Memang kita dapat mengembangkan talenta sendirian, Itu sebabnya ada orang-orang yang otodidak. Tetapi untuk pembentukan karakter selalu diperlukan orang lain. Semakin bertalenta seseorang, semakin perlu dia berada di dalam komunitas yang sehat. Karena dia perlu untuk mempunyai karakter yang kuat untuk menopang apa yang akan dia capai dengan talentanya.

If you want to go fast, Go alone. If you want to go far, Go Together – African Proverbs.

Jika ingin cepat, pergilah sendiri. Jika ingin pergi jauh, pergilah bersama-sama.

Walking with a friend in the dark is better than walking alone in the light – Helen Keller.

Dalam musim pandemi ini ketika kita diminta untuk menghindar dari kerumunan untuk menghindari penyebaran Virus, sebenarnya kita diingatkan akan pentingnya untuk berada dalam sebuah komunitas. Memang kita masih bisa bertemu secara virtual di zoom atau google meet, namun tidak ada yang dapat menggantikan kehadiran seseorang secara nyata.

Sekarang, apa yang dapat diharapkan dari sebuah komunitas, khususnya komunitas orang percaya?

Ada beberapa hal yang saya ingin kemukakan, tentu bisa kalian tambahkan tetapi karena adanya keterbatasan waktu maka saya akan membagikan 5 hal penting saja.

Pertama, adalah Encouragement atau Dukungan.

Setiap orang butuh dukungan, terutama pada saat dia merasa sendirian, kuatir, dan takut. Dukungan dapat membuat seseorang yang tidak punya harapan kembali menemukan pengharapan, membuat orang yang sudah mau menyerah bersemangat kembali, membuat orang yang lemah dikuatkan. Dalam menghadapi masalah, banyak orang berpikir bahwa hanya mereka sendiri saja yang mempunyai masalah seperti itu, bahwa tidak ada orang yang mengerti apa yang sedang mereka hadapi. Padahal, itu sama sekali tidak benar!

Ada banyak orang yang mengalami permasalahan yang serupa tetapi bedanya kebanyakan dari mereka menghadapinya sendirian. Kalau saja mereka berada dalam sebuah komunitas dan tidak menutup diri, berani terbuka dan meminta pertolongan, maka mereka segera akan menemukan bahwa ternyata ada orang-orang yang sedang mengalami, pernah mengalami, atau kenal dengan orang yang pernah mengalami persoalan yang sama, bahwa ada orang-orang yang sudah menemukan jawabannya sehingga mereka mampu untuk ditolong dan diberikan jalan keluar.

Salah satu keuntungan dalam berada di komunitas yang benar adalah kita dapat meminjam hikmat orang yang sudah lebih berpengalaman, pernah melewati apa yang sedang kita jalani, sehingga kita bisa terhindar dari hal-hal yang tidak perlu kita ketemui.

Sharing Ps. Jeffrey – Saya masih ingat di awal pernikahan kami, kami sering terjebak dalam persoalan yang sama dan membuat kita sering bertengkar. Suatu istri saya berkumpul bersama para istri yang lain. Dan di pertemuan ini dia mendapat sebuah pewahyuan bahwa ternyata bukan hanya dia saja yang mengalami kesulitan dengan suami. Tetapi semua yang berkumpul disana juga sedang atau pernah mengalami hal yang serupa. Saya masih ingat dia katakan seperti ini, “Ternyata kalian lelaki sama saja!”. Itulah sebabnya kemudian kami mulai belajar untuk mengenali perbedaan antara Pria dan Wanita. Seperti yang sudah sering kami bagikan dalam seminar pernikahan.

Dukungan sangat penting terutama dalam usaha kita mencapai suatu tujuan. Kalau kita mendapat dukungan maka kita tidak mudah menyerah dan akan mendapat semangat kembali. Sebuah pertandingan olahraga dengan dukungan penuh dari semua penonton di stadium akan jauh berbeda hasilnya dengan pertandingan yang sama sekali tidak dihadiri oleh para penonton di stadium.

Supporting Verse – Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Markus 2:1-5 (TB)

Kalau kita baca terus ceritanya, kita akan menemukan bahwa Yesus bukan hanya mengampuni dosa orang ini, tetapi juga menyembuhkan dia. Orang lumpuh ini tidak mungkin bisa menerima mukjizatnya kalau dia tidak berada dalam komunitas orang-orang percaya kepada Yesus, orang-orang yang mau berjuang bersama dan mendukung si lumpuh ini, agar dia bisa mendapat kesembuhan. Alkitab mencatat “melihat iman mereka”, bukan hanya iman si lumpuh tetapi juga iman teman-temannya, maka Yesus bertindak.

Darimana kita tahu bahwa kita berada di dalam komunitas yang benar? Kalau kita tahu bahwa ada orang-orang yang mau melakukan the extra miles, mau melakukan hal yang extra untuk kita. Bukan hanya mendukung kita untuk maju, tetapi mereka juga hadir disaat kita berada dalam kesulitan. Komunitas yang benar memampukan kita untuk mencapai sesuatu yang tidak pernah dapat kita bisa capai sendirian. Dan ini akan membawa saya ke poin nomor dua, yaitu Percepatan.

Kedua, adalah Percepatan.

Ada seorang anak kecil yang suka disuapin saat makan, dia tidak mau makan sendiri padahal sudah seharusnya dia bisa. Pada suatu hari, di acara ulang tahun anak ini duduk dengan teman-temannya yang seumur dan kebetulan semuanya pada waktu itu tidak ada yang disuapin saat makan. Maka tiba-tiba, anak ini menyuruh babysitternya menjauh, dan dia mencoba untuk makan sendirian. Sesuatu yang dia tidak pernah mau buat sebelumnya.

Contoh lainnya, salah satu keuntungan yang sering didapat orang tua yang mengirimkan anaknya sekolah keluar kota atau kuliah keluar negeri, adalah agar anak mereka bisa menjadi seorang yang mandiri. Dan disaat mereka bertemu kembali dengan anaknya, mereka menjadi kaget karena melihat anaknya berubah menjadi mandiri. Komunitas yang benar akan menyebabkan percepatan terjadi, memampukan seseorang melakukan sesuatu yang tidak bisa dia lakukan ketika sendirian.

Dalam 4 kali pertemuan terakhir, termasuk di olimpiade tokyo bulan lalu, selalu terjadi pemecahan rekor dunia dalam pertandingan lari gawang 400 meter putri kalau diikuti oleh dua atlit terbaik dunia yang berasal dari amerika, yaitu Sydney McLaughlin dan Dalilah Muhammad. Selalu terjadi percepatan waktu dan pemecahan rekor setiap kali mereka bertanding. Apalagi di olimpiade tokyo yang lalu ada juga Femke Bol, pelari muda berbakat dan juara muda dari belanda yang mempunyai kemampuan yang tidak kalah dari mereka berdua. Akibatnya, hasil final pertandingan lari gawang 400 meter putri tersebut sangat menakjubkan karena terjadi pemecahan rekor dunia dan olimpiade, dan ketiga pelari ini juga memecahkan rekor pribadi masing-masing. Artinya, mereka tidak pernah berlari secepat itu sebelumnya.

Supporting Verse – Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Amsal 27:17 TB

Percepatan ini tidak akan terjadi kalau yang bertanding tidak seimbang kemampuannya. Kita lihat bahwa komunitas yang benar bukan hanya komunitas yang menerima kita apa adanya, tetapi juga komunitas yang menjadikan kita mengalami kemajuan yang berarti baik itu dalam hal karakter atau kemampuan.

Supporting Verse – Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. Amsal 13:20 TB

Mentor saya, Dr. AR. Bernard, seringkali mengatakan jika kamu adalah orang yang paling pandai di kelompokmu, carilah kelompok lain. Sebab kalau hal itu tidak dilakukan maka hal kita akan berhenti bertumbuh.

Ketiga, adalah Akuntabilitas.

Akuntabilitas adalah bentuk pertanggungjawaban dari sebuah tindakan atau tugas yang dilakukan seseorang. Akuntabilitas menjaga kehidupan seseorang untuk tetap pada jalur yang benar, adanya akuntabilitas membuat seseorang tidak bisa bertindak semaunya karena dia tahu ada orang yang mengawasi dan menunggu pertanggungjawaban dari apa yang dia buat.

Banyak orang yang terjebak dalam dosa karena mereka tidak berada dalam komunitas dimana mereka dapat diterima, terbuka dan mempunyai akuntabilitas kepada orang lain. Setiap kali mereka menyesal, mengaku dosa dan berjanji untuk bertobat tetapi selang beberapa waktu mereka kembali jatuh ke dalam dosa yang sama karena mereka tidak mempunyai orang yang mengawasi mereka dimana mereka perlu memberikan pertanggungjawaban atas perbuatan mereka.

Sedangkan Iblis senang memanfaatkan keadaaan tersebut dengan membawa tuduhan demi tuduhan dan membangkitkan rasa malu yang akan membuat mereka menjadi semakin terpojok, dalam kesendirian dan membuat mereka semakin terikat dengan dosa.

Supporting Verse – Karena itu, saya mendorong kalian semua untuk membuka hati kepada teman seimanmu dan saling mengakui pelanggaran-pelanggaranmu terhadap TUHAN, supaya kita bisa saling mendoakan. Dengan demikian kita akan diampuni dan disembuhkan. Doa orang benar sangat berkuasa dan besar pengaruhnya. Yakobus 5:16 TSI

Jadi kita lihat bukan hanya ada pengampunan tetapi juga ada kesembuhan jika kita berani untuk saling mengakui dosa dan kelemahan kita, kalau ini dilakukan maka akan ada yang namanya akuntabilitas dimana kita bisa saling mengawasi, menjaga dan menguatkan sampai kita bisa bebas total dari dosa yang mengikat.

Supporting Verse – Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Galatia 6:1-2 (TB)

Keempat, adalah Protection atau Perlindungan.

Supporting Verse – Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, Yohanes 10:27 TB

Karena kita diumpamakan seperti domba oleh Yesus maka kita perlu mengerti beberapa fakta tentang domba. Domba adalah binatang yang mempunyai kemampuan sangat sedikit untuk membela diri. Cara domba membela diri adalah dengan menjauh atau melarikan diri dari bahaya. Atau tetap berada dalam gerombolan karena binatang buas biasanya tidak suka memangsa binatang yang bergerombol, mereka lebih suka memangsa yang terpisah sendirian, dan yang paling penting domba harus dekat dengan gembalanya agar terhindar dari bahaya.

Bukankah benar cara paling benar bagi kita untuk menghindar dari godaan si jahat adalah dengan menghindar atau lari menjauh, seperti yang dilakukan Yusuf ketika menghadapi godaan istri Potifar. Domba juga akan lebih aman hidupnya disaat masuk dalam sebuah gerombolan, itu sebabnya kita perlu sebuah komunitas yang sehat supaya kita mendapat perlindungan karena sendirian, kita mudah untuk dikalahkan oleh si jahat.

Supporting Verse – Berdua lebih menguntungkan daripada seorang diri. Kalau mereka bekerja, hasilnya akan lebih baik. Kalau yang seorang jatuh yang lain dapat menolongnya. Tetapi kalau seorang jatuh, padahal ia sendirian, celakalah dia, karena tidak ada yang dapat menolongnya. Pada malam yang dingin, dua orang yang tidur berdampingan dapat saling menghangatkan, tetapi bagaimana orang bisa menjadi hangat kalau sendirian? Dua orang yang bepergian bersama dapat menangkis serangan, tapi orang yang sendirian mudah dikalahkan. Tiga utas tali yang dijalin menjadi satu, sulit diputuskan. Pengkotbah 4:9-12 BIS

Untuk mendapatkan perlindungan, seekor domba perlu untuk selalu berjalan dekat dengan gembalanya. Demikian juga kita harus hidup dekat dengan Tuhan yang adalah Gembala kita.

Supporting Verse – Mazmur Daud. TUHAN bagaikan seorang gembala bagiku, aku tidak kekurangan. Mazmur 23:1 BIS

Pernyataan ini merupakan gambaran dari orang yang hidupnya dekat dengan Tuhan, maka ia tidak akan mengalami kekurangan sedikitpun juga. Sebelum saya masuk ke poin berikutnya, mari kita buka ayat berikut.

Supporting Verse – Tetapi kalian adalah bangsa yang terpilih, imam-imam yang melayani raja, bangsa yang kudus, khusus untuk Allah, umat Allah sendiri. Allah memilih kalian dan memanggil kalian keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terang-Nya yang gemilang, dengan maksud supaya kalian menyebarkan berita tentang perbuatan-perbuatan-Nya yang luar biasa. Dahulu kalian bukan umat Allah, tetapi sekarang kalian adalah umat Allah. Dahulu kalian tidak dikasihani oleh Allah, tetapi sekarang kalian menerima belas kasihan-Nya. 1 Petrus 2:9-10 TB

Gereja merupakan kumpulan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada TerangNya yang ajaib, supaya mereka memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Tuhan. Jadi gereja lebih dari sekedar dari perkumpulan orang-orang yang mempunyai interest yang sama, atau punya visi misi yang sama, atau punya pengalaman yang sama, tetapi merukan sebuah kumpulan dari orang-orang yang ada di dalamnya mempunyai satu kesamaan, yaitu mereka punya hubungan dengan satu pribadi yaitu Yesus Kristus. Bahkan di dalam gereja berkumpul orang-orang yang datang dari berbagai macam suku dan budaya berlainan, latar belakang pendidikan dan keadaan ekonomi yang berbeda, tetapi menjadi sebuah komunitas karena masing-masing individu mempunyai hubungan pribadi dengan Yesus, disatukan oleh DarahNya, itulah keindahan dari Gereja Tuhan karena pusatnya adalah Yesus. Yesuslah satu-satunya Pribadi yang menyatukan kita.

Memang di dalam gereja, seperti juga di JPCC, tentu ada beberapa komunitas dari orang-orang yang memiliki interest yang sama baik itu di dalam musik, bisnis, olahraga, pencinta fotografi, bakmi, dan sebagainya. Tetapi jangan sampai komunitas itu dan kegiatan yang ada didalamnya menjadi lebih penting sehingga kita lupa yang terutama, yaitu membangun hubungan pribadi dengan Yesus. Komunitas yang benar seharusnya mendorong anggotanya untuk membangun hubungan yang pribadi dengan Yesus. Sehingga iman mereka adalah Iman pribadi dan bukan Iman Kerumunan. Dan selama itu terjadi, maka komunitas kita akan terus menjadi komunitas yang sehat dan dalam komunitas yang sehat, kita selalu dapat menemukan Kasih.

Poin Kelima, adalah Kasih.

Dalam komunitas orang percaya selalu ada yang namanya Kasih.

Supporting Verse – Perintah baru Kuberikan kepadamu: Kasihilah satu sama lain. Sama seperti Aku mengasihi kalian, begitu juga kalian harus saling mengasihi. Kalau kalian saling mengasihi, semua orang akan tahu bahwa kalian pengikut-pengikut-Ku.” Yohanes 13:34-35 TB

Saudara adalah umat Allah. Allah mengasihi kalian dan memilih kalian untuk menjadi milik-Nya yang khusus. Itulah sebabnya kalian harus menunjukkan belas kasihan, kalian harus baik hati, rendah hati, lemah lembut, dan tahan menderita. Kalian harus sabar satu sama lain, dan saling mengampuni kalau ada yang menaruh dendam terhadap yang lain. Tuhan dengan senang hati mengampuni kalian, jadi kalian pun harus mau mengampuni satu sama lain. Dan yang terpenting, ialah: Kalian harus saling mengasihi sebab kasih itulah yang menyatupadukan Saudara-saudara semuanya sehingga menjadi sempurna. Hendaklah keputusan-keputusanmu ditentukan oleh kedamaian yang diberikan oleh Kristus di dalam hatimu. Sebab Allah memanggil kalian untuk menjadi anggota satu tubuh, supaya kalian hidup dalam kedamaian dari Kristus itu. Hendaklah kalian berterima kasih. Kolose 3:12-15 TB

Kasih seharusnya menjadi trademark dan tanda khas kalau kita adalah Murid Kristus. Komunitas yang benar adalah tempat dimana kita dapat menemukan kasih dan memberi kasih. Memang tidak ada komunitas dan gereja yang sempurna, termasuk juga JPCC. Tetapi jika setiap orang di dalamnya mempunyai sikap yang benar, dan bukan datang mau mengambil saja tetapi juga mau berkontribusi, maka bersama-sama, kita akan menjadi komunitas dimana orang dapat menemukan dukungan, percepatan dan akuntabilitas, perlindungan, dan juga Kasih.

Kalau Gua Adulam menajdi tempat dan saksi dimana orang-orang yang tadinya berada dalam kesukaran, dikejar hutang dan sakit hati dapat berubah nasibnya menjadi orang-orang yang berguna, menemukan potensi dan tujuan hidup mereka, maka terlebih lagi gereja Tuhan di perjanjian baru, akan menjadi tempat dan saksi bagaimana orang-orang berdosa bisa mengalami trasformasi kehidupan, diselamatkan menjadi orang-orang kepercayaan Tuhan sebagai garam dan terang buat dunia ini.

Itu sebabnya jangan sampai kita menjadi komunitas yang self-centered, tetapi biarlah kita terus menjadi komunitas yang God-centered dimana orang-orang yang belum mengenal Kasih Tuhan dapat menemukan Kasih Tuhan. Saya berdoa apa yang saya sampaikan hari ini bisa memberkati kalian semua, God Bless!

P.S : Hi Friends! I need a favor in terms of a freelancing job opportunity, please do let me know if any of you know a freelance opportunity for a copywriter (content, social media, press release, company profile, etc). My email is vconly@gmail.com, Sharing is caring so any support is very much appreciated. Thanks much and God Bless!