Blessings by Ps. Leo Bigger (ICF Church)

JPCC Kota Kasablanka Service 3 (19 February 2017)

Hari ini saya akan berbicara mengenai berkat atau blessings, saat saya mengingat air murni dan bersih yang ada di swiss, saya selalu ingat dengan berkat dan air kehidupan yang ada dalam hidup kita.

Kita semua tahu bahwa dalam hidup akan selalu ada pergumulan, baik dalam hal kedukaan atau kekecewaan yang mungkin bisa memburamkan air kehidupan dan berkat yang kita miliki.

Yakub dan Rahel mempunyai hidup yang berkelimpahan, tetapi saat ada pergumulan yang terjadi dimana rahel sakit, sekarat dan sepertinya berkat-berkat yang ada menjadi hilang, dari kisah mereka, ada beberapa hal yang saya pelajari.

Call Your situation what it is, and how it is, Tetapi ingat bahwa Tuhan adalah sumber dari segala berkat, dan dia tidak akan pernah kehilangan dan kehabisan berkat untuk anda, Dia sama, hari ini dan selama-lamanya.

Hati-hati dengan apa yang anda katakan karena itu akan membuat sebuah budaya dan masa depan bagi hidup anda, anda bisa berkata-kata akan masa depan anda yang nanti-nya akan menjadi kenyataan.

Ada satu hal yang lucu saat saya mengunjungi kamboja, saya sempat bingung karena nama saya (Leo) suka ditertawakan oleh banyak orang, saya baru sadar karena di bahasa kamboja, arti “Leo” adalah celana dalam. Nama anda selalu punya arti, begitu juga dengan nama anak-nya Rahel, yaitu “Benoni” (Ben-oni).

Supporting Verse – “Rachel was about to die, but with her last breath she named the baby Ben-oni (which means “son of my sorrow”). The baby’s father, however, called him Benjamin (which means “son of my right hand”).” Genesis 35:18 NLT

“Rachel was about to die, but with her last breath she named the baby Ben-oni (which means “son of my sorrow”). The baby’s father, however, called him Benjamin (which means “son of my right hand”). So Rachel died and was buried on the way to Ephrath (that is, Bethlehem).” Genesis 35:18-19 NLT

Arti Ben-oni adalah Sakit atau Duka (Pain). Tentu adalah nama yang unik dan mungkin tidak keren. Bagi para pria di dunia ini, jika mengalami situasi yang sama dengan Yakub , mungkin akan mengganti nama sang anak disaat Rahel telah meninggal, bukan secara bersamaan.

Tetapi ada proses kepemimpinan yang perlu dipelajari dalam hal ini, karena dalam perjanjian lama, otoritas pemberian nama dipunyai oleh suami.

Menarik-nya juga adalah bahwa Yakub selalu merubah nama atas setiap keadaan yang ia hadapi, hal ini seperti layak-nya proses penciptaan yang terjadi kepada Adam atas semua nama binatang dan tanaman di bumi.

Give your future a name, berikan nama kepada masa depan anda, keluarga, anak-anak, pekerjaan, anda bisa menamai semua itu dengan “Ben-oni” atau “Benjamin”.

Saya temukan bahwa ada 4 kejadian disaat saat Yakub mengubah nama, dan semua itu ada pola-nya. 4 Kejadian itu berupa Identity (Genesis 32:28), Forgiveness (Genesis 32:30), Faith (Genesis 32:2) dan Everyday Life.

Supporting Verse – “Then the man said, “Your name will no longer be Jacob, but Israel, because you have struggled with God and with humans and have overcome.” Genesis 32:28 NIV

“When Jacob saw them, he said, “This is the camp of God!” So he named that place Mahanaim.” Genesis 32:2 NIV

“So Jacob called the place Peniel, saying, “It is because I saw God face to face, and yet my life was spared.” Genesis 32:30 NIV

“He called that place Bethel, though the city used to be called Luz.” Genesis 28:19 NIV

Di Pasal 28, Yakub saat itu ada di Batsheeba dan berjalan kaki menuju Haran sejauh 60 km, tentu adalah jarak yang jauh sekali saat dilakukan dengan berjalan kaki. Penuh dengan rasa bosan dan rasa ketidakpastian, penuh dengan penantian, masalah, keraguan, kejenuhan, bosan, dan kesabaran. Sesampai-nya di Lutz, Yakub tidur di atas batu yang keras dan tidak nyaman.

Kadang-kadang kita semua juga merasakan hal yang sama setiap pagi-nya, penuh dengan kebosanan (mundane), dan ada beberapa dari anda yang merasakan bosan melakukan rutinitas pekerjaan rumah tangga, dan membuat anda mulai menggerutu.

Tetapi Yakub mengalami hadirat Tuhan dan melihat suatu tanda malam itu, dan pagi-nya saat ia bangun dari atas batu yang keras, Ia tidak lagi merasa bosan di tempat itu, dan memutuskan untuk mengganti nama tempat itu, di tengah-tengah situasi itu, Tuhan hadir bersama dengan Yakub, begitu juga hadirat Tuhan yang selalu hadir dalam situasi anda, di dalam keseharian anda yang bosan dan menantikan suatu terobosan emosional dalam hidup anda.

Kita mungkin sering berpikir dan berkata-kata secara negatif atas situasi hidup yang dialami, hal ini bisa menciptakan lingkungan yang sangat amat negatif, dan akan menentukan masa depan anda.

Sharing Ps. Leo – 5 tahun yang lalu gedung gereja kami dibongkar, dan semua investasi sudah dikeluarkan atas gedung ini, banyak orang pesimis dan berkata-kata negatif atas situasi ini.

I said that The Best days is not behind, but will come after. Saya tetap percaya dan menubuatkan serta menamai situasi ini,

Stumbling stone will be my stepping stone, problem can become possibilities, trials can be triumph, a mess can be a message, and a test can be a testimony.

Dari hal ini, Nama ICF muncul, dan dalam 5 tahun kami berhasil memenangkan banyak sekali jiwa-jiwa dibading tahun-tahun sebelum-nya. Tahun ini kami pindah ke lokasi baru yang penuh dengan berbagai inovasi dan teknologi yang muktahir.

Semua kebutuhan gereja ini bisa dicukupi Tuhan, terutama dalam hal finansial (£4.900.002) sungguh luar biasa karena jemaat kami terdiri dari banyak anak muda, bukan para pengusaha.

Ubah nama dan keberadaanmu, berikan nama yang baru untuk situasi anda, seburuk apapun itu. Anda punya 2 pilihan, Benoni atau Benjamin?

Benjamin artinya adalah Son of my right hand, artinya sangat jelas karena Yakub tadinya adalah seorang pembohong dan hampir seumur hidup-nya, Ia selalu mengejar berkat sampai rela menipu banyak orang.

Disaat anda memimpin, melindungi, dan memberkati, semua dilakukan dengan tangan kanan. Dengan kata lain Tuhan yang akan memberikan promosi, perlindungan dan berkat, Yakub mengubah sikap hati dan berserah kepada Tuhan.

Sharing Ps. Leo – Beberapa minggu lalu ada salah satu jemaat saya, seorang wanita yang bercerita kepada saya, dan menggerutu mengenai suami-nya. Saya menghentikan kritik dia dan berkata kepada-nya agar ia menghentikan sikap “Benoni” yang hanya mencari kelemahan suami-nya saja.

Saya bertanya kepada wanita ini, tentang bagaimana dia awalnya suka dengan suami-nya, dan saat dia mulai mengingat hal itu dan bercerita, muncul kata-kata kehidupan yang ada, dan setelah pembicaraan itu, ia sadar, ingin menemui suami-nya dan lebih ingin menghargai keberadaan suami-nya.

Begitu juga hal-nya dengan gerutu dan kritik yang kita sering keluarkan atas hidup kita. Gunakan suara dan kata-kata anda untuk menciptakan suasana surga, karena dalam perkataan anda ada kehidupan.

Closing Verse – “So Rachel died and was buried on the way to Ephrath (that is, Bethlehem). Over her tomb Jacob set up a pillar, and to this day that pillar marks Rachel’s tomb.” Genesis 35:19-20 NIV

“Israel moved on again and pitched his tent beyond Migdal Eder.” Genesis 35:21 NIV

Dari kisah dan ayat diatas, Tuhan mengubah nama Yakub menjadi Israel, yang artiya adalah Tuhan bertarung untuk engkau dan saya.

Kalau anda memakai kata-kata yang tepat atas keluarga, pekerjaan, pelayanan dan gereja anda. Tuhan pasti akan memelihara, dan bertarung untuk anda.

Saat saya memulai gereja di Zurich, area itu dikenal sebagai daerah yang sangat berat untuk memulai gereja, tetapi saya percaya bahwa tempat ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang.

Ini mengubah cara saya percaya kepada Tuhan, kita bisa mengutuk dengan “Benoni” atau memberkati kehidupan dan bernubuat atas masa depan anda sendri. Pilih-lah kata-kata anda dengan tepat.