JPCC Kota Kasablanka Service 1 (12 January 2020)
Tahun ini kita memberikan tema tahunan berjudul “Presence“. Saya ingin menjelaskan latar belakang dari tema tahunan ini. Mari kita mulai dengan membaca ayat berikut.
Opening Verse – 6:1 Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya. 6:2 Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim. 6:3 Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu. 6:4 Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu. 6:5 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap. 6:6 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. 6:7 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. 6:8 Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang. 6:9 Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada TUHAN, lalu katanya: “Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?” 2 Samuel 6:1-9 TB
Dan baiklah kita memindahkan tabut Allah kita ke tempat kita sebab pada zaman Saul kita tidak mengindahkannya. 1 Tawarikh 13:3 TB
Latar belakang dari cerita ini dimulai dari keinginan Raja Daud untuk mengambil dan mengembalikan Tabut Allah atau Perjanjian ke Kota Daud, Yerusalem. Alasan mengapa Daud ingin melakukan ini dapat dilihat di Ayat 1 Tawarikh 13:3 diatas. Jadi, pada waktu Saul menjadi Raja, mereka tidak memindahkan Tabut Allah dan disaat Daud menjadi Raja, Dia begitu memandang penting untuk memindahkan Tabut Allah atau Perjanjian ini kembali ke Yerusalem.
Tabut Allah diperintahkan Tuhan kepada Musa untuk dibuat sebagai tempat untuk berbicara dan memberikan perintah, semua ini dilakukan menurut saya karena Tuhan ingin dekat dengan UmatNya.
Benda yang berukuran 125 cm panjangnya, 75 cm lebarnya, dan 75 cm tingginya ini harus diperlakukan dengan khusus oleh orang-orang yang dikhususkan karena benda ini merupakan benda yang kudus dimana Tuhan hadir.
Supporting Verse – Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel.” Keluaran 25:22 TB
Tabut ini bukan sembarang benda tetapi merupakan lambang kehadiran Tuhan dimana Dia bisa berbicara dan memberikan perintah untuk UmatNya.
Dalam sejarahnya, Tabut Allah sempat dirampas oleh orang Filistin tetapi selama Tabut Allah berada disana, justru Tabut Allah itu mengakibatkan malapetaka untuk mereka. Dan disaat mereka mengembalikan Tabut Allah itu kepada orang Israel.
Supporting Verse – Lalu mereka mengirim utusan kepada penduduk Kiryat-Yearim dengan pesan: “Orang Filistin telah mengembalikan tabut TUHAN; datanglah dan angkutlah itu kepadamu.” 1 Samuel 6:21 TB
Lalu orang-orang Kiryat-Yearim datang, mereka mengangkut tabut TUHAN itu dan membawanya ke dalam rumah Abinadab yang di atas bukit. Dan Eleazar, anaknya, mereka kuduskan untuk menjaga tabut TUHAN itu. Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN. 1 Samuel 7:1-2 TB
Raja Daud adalah orang yang cinta dan rindu akan hadirat Tuhan, Dia mengerti akan kedahsyatan akan hadirat Tuhan. Karena kerinduannya akan Hadirat Tuhan, dia ingin membawa Tabut Allah itu kembali. Dia bahkan sampai bernyanyi dan menari-nari akan hal itu, tetapi masalahnya cara yang mereka pakai untuk memindahkan Tabut Allah keliru.
Karena seharusnya mereka membawanya dengan mengusungkan Tabut Allah di atas bahu oleh orang yang dikhususkan. Tetapi disaat mereka memindahkan Tabut Allah, mereka melakukannya dengan cara yang dipakai orang Filistin yaitu dengan menggunakan sebuah kereta dan ditarik oleh lembu.
Mereka tidak sadar akan kesalahan ini karena pada saat itu awalnya tidak terjadi apa-apa, tetapi disaat lembu yang menarik kereta ini mulai tergelincir, Uza yang mungkin bermaksud baik dan menahan serta memegang Tabut itu, tetapi oleh karena ketelodorannya, Dia menjadi mati.
Mereka seharusnya mengerti akan Perintah Tuhan tetapi mereka tidak mengindahkannya. Seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya di ayat berikut.
Supporting Verse – Setelah Harun dan anak-anaknya selesai menudungi barang-barang kudus dan segala perkakas tempat kudus, pada waktu perkemahan akan berangkat, barulah orang Kehat boleh masuk ke dalam untuk mengangkat barang-barang itu; tetapi janganlah mereka kena kepada barang-barang kudus itu, nanti mereka mati. Jadi itulah barang-barang di Kemah Pertemuan yang harus diangkat bani Kehat. Bilangan 4:15 TB
Tuhan tidak main-main dengan PerintahNya. Daud sendiri mengakui kesalahannya setelah kejadian ini.
Supporting Verse – Sebab oleh karena pada pertama kali kamu i tidak hadir, maka TUHAN, Allah kita, telah menyambar di tengah-tengah kita, sebab kita tidak meminta petunjuk-Nya seperti seharusnya.” Jadi para imam dan orang-orang Lewi menguduskan dirinya untuk mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel. Kemudian bani Lewi mengangkat tabut Allah itu dengan gandar pengusung di atas bahu mereka, seperti yang diperintahkan Musa, sesuai dengan firman TUHAN. 1 Tawarikh 15:13-15 TB
Setelah kesalahan yang terjadi sebelumnya, pada kesempatan berikutnya mereka melakukan ini sesuai dengan perintah Tuhan.
Supporting Verse – Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu. 6:11 Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. 6:12 Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. 2 Samuel 6:10-12 TB
Tabut Allah ini dititipkan di rumah Obed-Odom, orang Gat ini biasanya adalah orang Filistin yang berasal dari Gat, tempat asal Goliath. Tetapi karena dipercaya untuk mengurus Tabut Allah, bisa jadi Obed-Odom bisa jadi bukan dari keturunan Filistin melainkan dari Gat, Kota orang Lewi.
Bayangkan, Obet-Odom ini pasti telah mendengar karena Uza baru saja meninggal karena memegang Tabut Allah, dan tiba-tiba Raja Daud ingin menitipkan Tabut Allah ini di rumahnya. Dia mungkin punya semua alasan untuk menolaknya.
Menariknya, Keberanian Obet-Odom untuk menerima Tabut Allah ini perlu dihargai dan menunjukkan Iman-nya. 3 Bulan Tabut Allah itu ada di rumahnya, dan Tuhan memberkati seisi rumahnya dan bukan hanya Obed-Odom saja. Semua orang yang ada disana, dan yang ada padanya diberkati saat itu. Melalui kisah ini, Berkat dan perubahan yang terjadi disini bisa dilihat semua orang.
Perbedaan kehidupan di dalam 3 bulan ini bisa dilihat semua orang. Di lain hal, Tabut Allah ini sebelumnya sudah ada bersama Abinadab selama 20 tahun dan tidak diberitakan akan adanya perbedaan hidup dan berkat yang dialami olehnya. Dan sebaliknya dalam 3 bulan Tabut Allah berada di Rumah Obed-Odom, semua yang ada di dalamnya diberkati Tuhan.
Mengapa hasilnya begitu berbeda?
Mari kita lihat di jaman sekarang, mungkin ada orang percaya yang sudah 20 tahun datang gereja tetapi merasa tidak pernah diberkati dan diubahkan hidupnya secara nyata. Di lain hal, ada orang yang baru 3 bulan bertobat dan mengalami perubahan hidup secara luar biasa dan bisa dilihat oleh banyak orang.
Kisah ini juga mengingatkan Kisah Wanita yang mengalami Pendarahan di Kitab Lukas. Dimana ada begitu banyak orang yang hadir dan berdesak-desakkan dengan Yesus, tetapi hanya satu wanita yang mengalami pendaharan dan bisa mengalami manifestasi atas KehadiranNya.
Supporting Verse – 8:41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya, 8:42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak. 8:43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun. 8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya. 8:45 Lalu kata Yesus: “Siapa yang menjamah Aku?” Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: “Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau.” 8:46 Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku.” 8:47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh. 8:48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” Lukas 8:41-48 TB
Dari sekian banyak orang yang menikmati Kehadiran Yesus, hanya satu wanita saja yang menikmati manifestasi Kehadiran Yesus. Sama halnya dengan Abinadab dan Obed-Ozom. Disaat kita bisa menikmati manifestasi kehadiran Tuhan, kita akan mengalami perkara-perkara yang luar biasa.
Perkiraan saya, dan ini hanya menurut saya, bisa jadi Abinadab beserta anaknya Uza sudah menjadi begitu terbiasa melihat Tabut Allah. Tidak ada rasa hormat atas kehadiran Tuhan, dan sebaliknya Obed-Odom menghormati kehadiran Tabut Allah di rumahnya. Hal ini mengingatkan saya dengan apa yang diceritakan di ayat berikut.
Supporting Verse – Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Markus 6:4-5 TB
Familiarity Kills. Sudah terbiasa dengan semuanya membunuh Iman seseorang. Jadi pesan saya kepada kita semua, dan termasuk saya sendiri, jangan menjadi terbiasa dengan apa yang kita nikmati hari ini. Jangan menjadi terbiasa sehingga kita tidak lagi menghormati Kehadiran Tuhan, Jangan menjadi terbiasa sehingga kita tidak lagi bersikap dengan hormat, sehingga kita tidak lagi haus akan HadiratNya, mengucap syukur, menikmati Berkat Tuhan dan menjadikan itu sebagai tuntutan serta mengharapkan Allah untuk bekerja dalam hidup kita.
Kehadiran Tuhan dihormati di Rumah Obed-Odom dan itu mengubah hidup mereka selamanya. Kerendahan hati Raja Daud untuk memberikan Tabut Allah kepada Obed-Odom juga ditunjukkan dalam kisah ini.
Supporting Verse – Lalu Daud meninggalkan di sana di hadapan tabut perjanjian TUHAN itu Asaf dan saudara-saudara sepuaknya untuk tetap melayani di hadapan tabut itu seperti yang patut dilakukan setiap hari; juga Obed-Edom dan saudara-saudara sepuaknya yang enam puluh delapan orang itu; Obed-Edom bin Yedutun dan Hosa adalah penunggu-penunggu pintu gerbang. 1 Tawarikh 16:37-38 TB
Setelah Obed-Odom dan 68 orang yang ada di rumahnya mengalami Kehadiran Tuhan di rumahnya, mereka tidak bisa lagi berpisah denganNya. Tabut Allah menjadi perintah pertama yang ada di dalam hidup mereka. Sikap Obed-Odom terhadap Tabut Allah tidak berubah dan berkat Tuhan kepadanya tidak berubah.
Supporting Verse – Obed-Edom mempunyai anak-anak, yakni Semaya, anak sulung, Yozabad, anak yang kedua, Yoah, anak yang ketiga, Sakhar, anak yang keempat, Netaneel, anak yang kelima, Amiel, anak yang keenam, Isakhar, anak yang ketujuh dan Peuletai, anak yang kedelapan, sebab Allah telah memberkati dia. Bagi Semaya, anak Obed-Edom itu, lahir anak-anak. Mereka memegang pemerintahan di antara puak mereka, sebab mereka itu adalah pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa. Anak-anak Semaya ialah Otni, Refael, Obed dan Elzabad serta saudara-saudaranya, yakni Elihu dan Semakhya, orang-orang gagah perkasa. Mereka sekalian adalah dari keturunan Obed-Edom, yakni mereka sendiri, anak-anak mereka dan saudara-saudara mereka, masing-masing orang yang gagah perkasa, cakap untuk pekerjaan itu, enam puluh dua orang jumlahnya dari Obed-Edom. 1 Tawarikh 26:4-8 TB
Anak dan Cucu Obed-Odom diberkati Tuhan dan menjadi orang-orang yang cakap di bidangnya. Semuanya dimulai dari satu keputusan seseorang, yaitu menghormati Tabut Allah dan Kehadiran Tuhan. Itulah Kuasa Kehadiran Tuhan, jika kita mengerti bagaimana memperlakukan ini.
Kita hidup di dalam perjanjian baru, dimana melalui Yesus dan barangsiapa yang percaya KepadaNya, maka Roh Kudus ada di dalam diri kita semua.
Supporting Verse – Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. 1 Korintus 3:16-17 TB
We are the Carrier of the Presence of God in this world. Itu sebabnya Dia bisa berbicara dan memberikan arahan dan hikmatNya kepada kita semua. Kita bisa merasakan Hadirat Tuhan dan menjadi pembawa Kehadiran Tuhan sebab Roh Kudus ada di dalam kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga kekudusan dan tubuh kita, karena dimana kita ditempatkan, di tempat itulah Tuhan bisa memberkati kita dan di sekeliling kita.



