JPCC Online Service (30 January 2022)
Selamat pagi, siang dan malam JPCC! Senang bisa berjumpa anda semua dan saya berdoa agar kita semua berada dalam keadaan yang baik dan sehat. Saya tahu bahwa waktu sudah berjalan sangat cepat, kita sudah memasuki tahun yang baru dan bahkan bulan Januari sudah hampir selesai.
Sepanjang bulan ini kita banyak belajar tentang Devoted (setia) yang juga menjadi tema JPCC di tahun 2022 ini. Saya sangat menyukai tema ini agar kita semua bisa menjadi anak-anak Tuhan yang lebih setia, dan kokoh dalam iman dan kasih kita kepada Yesus, menjadi orang yang lebih sungguh-sungguh dalam mengabdi kepada Tuhan terutama dalam musim kehidupan kita saat ini yang penuh dengan ketidakpastian.
Saya sadar bahwa memasuki tahun ketiga dari pandemi ini ada begitu banyak dari kita yang masih tidak bisa melihat jauh ke depan dan bahkan tidak bisa membuat rencana jangka panjang. Dalam ketidakpastian ini banyak orang juga yang terjebak dalam keraguan, kekhawatiran dan ketakutan untuk melewati musim ini.
I know that one of the biggest fears in life is the fear of the Unknown, saya saya sadar bahwa dalam musim ini ada begitu banyak orang yang mengalami krisis baik dalam kerohanian maupun iman mereka. Saya tahu banyam orang yang imannya sedang digoyahkan karena ketidakpastian ini namun biarlah Firman Tuhan mengingatkan kita semua pada pagi hari ini.
Opening Verse – ”Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Matius 6:25-34 TB
Saya sungguh berdoa di tahun yang baru ini, kita benar-benar belajar dan berkomitmen untuk mengejar dan mencari kehendak Tuhan. Mengejar dan mencari adalah kata-kata yang aktif dan tidak pasif, Belajarlah untuk mencari Kerajaan Tuhan dan KehendakNya, lebih daripaxa kita bergantung kepada ekonomi dan rasa aman yang dijanjikan oleh dunia.
Karena selama dua tahun ini kita bisa melihat bahwa segala hal yang manusia sudah anggap dan pasti ternyata bisa digoyahkan oleh sebuah pandemi. Pandemi banyak mengubah banyak hal yang kita anggap sudah biasa, mengubah banyak kegiatan dan kebiasaan yang sudah kita lakukan selama bertahun-tahun seperti berkumpul dan menyembah Tuhan bersama-sama setiap hari minggu yang digantikan dengan kebiasaan baru seperti berkumpul secara daring atau virtual.
Saya tahu masih banyak orang yang tidak suka dan terbiasa dengan ini, ditambah dengan semua keraguan dan ketakutan akan masa depan yang tidak kita ketahui, yang mencoba menarik kita untuk menjauh dari Tuhan.
Itu sebabnya, kita harus secara sengaja mendekatkan diri kita kepada Tuhan lebih lagi, dan bukan hanya mendekat saja tetapi kita juga perlu untuk menundukkan diri kita kepada Tuhan. A complete surrender, dan itulah yang kita ingin lakukan secara bersama pada tahun ini, agar kita bersama-sama sebagai satu gereja hidup dengan lebih penuh pengabdian kepada Bapa di Surga, to live a life devoted to God.
Kita sudah banyak belajar dari berbagai leaders di bulan ini tentang kehidupan yang mengabdi dan setia kepada Tuhan. Hari ini, ijinkan saya untuk berbicara ‘heart to heart’ sebagai rangkuman dari tema kita bulan ini. Mungkin beberapa dari anda sudah mengerti tetapi kita harus sadar bahwa belajar tentang Devoted atau mengabdi saja tidak sama dengan menghidupi dan mentaati devotion atau pengabdian kita kepada Tuhan.
Saya berharap agar pada akhir kotbah ini, Saudara akan memutuskan untuk hidup lebih mengabdi lagi, lebih setia lagi kepada Bapa di Surga. Setiap kali saya mendengar kata “Devotion“, saya langsung membayangkan seseorang yang sedang duduk di kamarnya, membaca Alkitab dan berdoa, itulah yang keluar di pikiran saya. A Devoted person adalah seseorang yang mengabdikan hidupnya untuk sebuah tujuan atau kepada orang lain.
Contoh : Albert Eisntein mengabdikan hidupnya kepada Sains, atau seorang prajurit yang bertugas dan mengabdikan dirinya demi kepentingan negara. Kalau dalam relationship, kita suka mendengarkan kata-kata ini. Contohnya adalah Steven adalah seorang suami yang setia kepada istrinya selama dari 50 tahun, dia adalah seorang suami yang mengabdikan diri bagi keluarganya sampai akhir hidupnya.
Dari semua contoh devotion yang saya temukan tersebut, semua mempunyai kesamaan pemikiran yang sama bahwa pengabdian dan kesetiaan membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.
Kamus Umum Bahasa Indonesia mengatakan bahwa sebuah pengabdian berarti sebuah penyerahan diri kepada sesuatu yang dianggap lebih besar dari dirinya dan dilakukan dengan iklas serta tanpa paksaan dan bahkan diikuti dengan pengorbanan.
Dengan kata lain, Pengabdian kita adalah sebuah perbuatan baik melalui pikiran, pendapat maupun tenaga sebagai wujud dari kesetiaan dan kasih sayang, dari penghormatan kepada satu ikatan hubungan dan semuanya itu kita lakukan dengan ikhlas dan tanpa paksaan.
Supporting Verse – Ia berkata kepada mereka semua, “Jika ada orang yang mau mengikut Aku, ia harus melupakan keinginan-keinginannya sendiri. Ia harus memikul salib yang diberikan kepadanya, dan harus mengikut Aku. Orang yang mau menyelamatkan hidupnya akan kehilangan hidupnya, tetapi orang yang kehilangan hidupnya karena Aku, ia akan diselamatkan. Tidak ada gunanya kalau seseorang memiliki seluruh dunia, kalau setelah itu ia tidak bisa masuk kehidupan kekal dan binasa. Lukas 9:23-25 AMD
Apa yang Yesus sedang ajarkan kepada MuridNya adalah jika kita benar-benar mau mengikuti Yesus, serta mengabdi KepadaNya, artinya adalah kita tidak lagi mengikuti kehendak kita masing-masing.
“Aku maunya seperti ini Tuhan!”, Tidak bisa lagi, tetapi sebaliknya kita mengikuti Kehendak Tuhan dan menjadiKannya prioritas dalam hidup kita, serta menjadi yang terutama dalam setiap keputusan kita, untuk melupakan keinginan kita sendiri atau terjemahan lainnya mengatakan untuk “menyangkal diri“. Semua tentang Tuhan Yesus yang menjadi Raja dalam hidup kita.
Ayat tadi juga mengatakan bahwa kita harus memikul salib setiap hari, dalam bahasa inggrisnya adalah “take up His cross daily“, dengan artian kita hidup dalam kesadaran bahwa kita adalah orang yang berdosa di hadapan Tuhan namun sudah ditebus oleh SalibNya sehingga kita harus humble dan perlu menundukkan diri kepada DaulatNya.
Kita perlu menundukkan diri kita kepada otoritasNya, sebagai wujud mengikuti Yesus. Artinya adalah untuk taat dalam setiap pimpinanNya, obedience in following Him. Itulah Pengabdian, berserah penuh dan kalau kita mau jujur dengan diri kita sendiri, kebanyakan dari kita sudah tahu akan hal ini.
Ini adalah kehidupan pengabdian yang sudah seharusnya kita hidupi dalam keseharian kita. Hampir setiap kotbah saya isinya juga adalah pesan yang sama bahwa kita harus hidup dengan penyerahan yang penuh kepadaNya. Lalu mengapa tetap sulit bagi banyak anak-anak Tuhan untuk hidup berserah penuh kepadaNya?
Saya pelajari bahwa ada 2 alasan bagi banyak orang yang mengalami kesulitan untuk benar-benar hidup berserah dan mengabdi kepada Tuhan. Pertama adalah masalah Belief atau Keyakinan, dan yang kedua adalah masalah Obedience atau Ketaatan. Biasanya salah satu atau kedua masalah ini yang menjadi alasan mengapa banyak orang merasa sangat sulit untuk hidup dalam penyerahan diri kepada Tuhan.
Our devotion to God will only be as strong as our belief in God’s love – Ps. Alvi Radjagukguk
Selama kita masih belum yakin dan percaya maka akan sangat sulit untuk kita bisa hidup berserah kepada Tuhan, apalagi mengabdikan hidup kita sepenuhnya KepadaNya.
Pertanyaan saya kepada saudara di awal tahun 2022 ini adalah, “Apa yang membuat saudara masih ragu akan Kasih Tuhan kepada saudara?”
Supporting Verse – Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Yohanes 15:13 TB
Yesus sudah membuktikan Kasih dan CintaNya kepada kita semua, dan seperti yang sudah kita dengar selama satu bulan, Dia juga berkata bahwa Dia adalah gembala yang baik.
Supporting Verse – Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; Yohanes 10:11 TB
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Matius 20:28 TB
Yesus sudah memberikan NyawaNya untuk menebus dosa kita semua. Allah begitu mengasihi kita dan ini sudah dibuktikan 2000 tahun yang lalu melalui Yesus, AnakNya yang tunggal dan telah mati bagi kita semua. Tidak ada Kasih yang lebih besar dari itu.
Di jaman sekarang ini, para wanita jauh lebih suka mengikuti semua berita tentang para aktor drama korea favorit mereka, dibandingkan dengan mencintai Tuhan Yesus yang sudah membuktikan KasihNya kepada mereka. Bukahkah begitu?
Pengabdian kita kepada Tuhan hanya akan sekuat keyakinan kita akan Kasih Tuhan kepada kita. Artinya Tuhan sudah melakukan BagianNya sejak semula dan Dia menantikan kita untuk sungguh meyakini Kasih Tuhan sehingga kita mau hidup di DalamNya.
Devoted adalah sebuah hidup penyerahan diri kepada sesuatu yang dianggap lebih besar dari dirinya, dan dilakukan dengan ikhlas serta diikuti dengan pengorbanan karena didasari oleh Kasih.
Pengabdian itu sifatnya aktif dan tidak pasif, sebuah keputusan untuk hidup di dalam Tuhan dan mengizinkan Dia untuk hidup di dalam kita karena kita yakin dan sadar bahwa Kasih dan AnugerahNya sudah hidup dan ada di dalam kita.
Suppporting Verse – Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” Yohanes 15:5-8 TB
Tuhan Yesus adalah Pokok Anggur dan kita adalah ranting-rantingnya. Ps. Jeffrey mengajarkan kita agar bisa hidup lebih dalam dan berakar lagi di dalam Yesus sehingga kita bisa bertumbuh lebih tinggi dan berbuah. Sehingga pada saat angin badai menerpa kita, akar kita yangb kuat dapat membuat kita bertahan menghadapi semua angin. Sebab jika kita hidup di luar Yesus, maka hidup kita akan menjadi sia-sia seperti ranting yang kering dan terbakar.
Saya mau hidup yang setia dan berbakti kepada Allah. Sejak saya mengerti bahwa kekristenan kita bukan untuk mencoba dan berusaha untuk menjadi “layak di hadapan Allah”, atau sekedar mengikuti aturan dan ritual agama untuk membuat Tuhan mengasihi saya – itu semua bukanlah Kekristenan.
Saudara tidak perlu menjadi pendeta untuk hidup bagi Tuhan. Saudara tidak perlu memiliki pelayanan yang besar untuk hidup bagi Tuhan tetapi yang diperlukan adalah sesederhana hidup bersama Dia.
Hidup dalam hubungan erat dengan Dia, setiap hari datang KepadaNya dan menjalani hidup BersamaNya. Dia ada di dalamku dan aku ada di DalamNya. Saya sudah mengerti bahwa saya tidak perlu membuktikan kepada Tuhan bahwa saya adalah orang yang paling baik dan suci agar Tuhan bisa mengasihi saya, karena Dia sudah terlebih dahulu membuktikan KasihNya kepada saya.
Saya mengerti bahwa saya hanya harus datang KepadaNya untuk menerima Kasih dan AnugerahNya setiap hari dalam setiap langkah hidup saya, dan mengijinkan Dia untuk menuntun setiap langkah dan keputusan dalam hidup saya sehari-hari. Itulah “ketaatan” atau Obedience.
Yesus berkata “Tinggalah di dalam Aku dan Aku tinggal di dalam engkau.” Dia tidak berkata “Berkerja keraslah untuk Aku! atau “Impress me with your life!”. Dia cuma bilang, “Tinggalah di dalam Aku dan Aku tinggal di dalam engkau.”
Supporting Verse – Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
Yohanes 10:9 TB
Perhatikan bahwa Yesus bukanlah salah satu dari sekian banyak pintu, Dia adalah pintu satu-satunya bagi kita untuk menemukan keselamatan. Kita bisa keluar dan masuk, berada di tengah-tengah dunia yang gelap sambil terus bersinar di dalamnya serta tetap ada dalam HadiratNya. Tidak perlu bolak-balik karena Dia, Sang Pintu tersebut, selalu hadir dan bersama dengan kita.
Can you imagine that? The door is always with us everywhere that we go! Setiap kali saya merasa kuatir dan takut, saya bisa “masuk” lewat pintu tersebut untuk menemukan kedamaian.
Yesus berkata “Akulah jalan kebenaran dan hidup, Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.
Supporting Verse – Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Yohanes 10:10 TB
Hidup disini adalah Hidup “Zoe” seperti yang diajarkan Ps. Ary Wibowo beberapa minggu yang lalu. “Zoe” artinya sebuah kehidupan ilahi yang Tuhan berikan kepada manusia, dan melalui hidup ini, kita dapat memiliki hubungan dengan Bapa di surga.
Kita semua memiliki hidup, namun tidak semua orang memiliki “Zoe”. Yesus sebagai gembala yang baik adalah Pintu, yang menjadi akses bagi kita semua untuk mendapatkan pengampunan, keamanan dan keselamatan yang kekal.
Setelah kita belajar dan tahu tentang ini semua, sadar bahwa tidak ada Kasih yang lebih besar daripada Kasih yang ditunjukkan Yesus kepada kita semua. Mana bisa Saudara tetap memilih untuk tidak mengabdikan hidup kepadaNya?
Hidup yang terus berakar di dalamNya, Hidup yang tinggal di DalamNya dan Dia di dalam engkau, bukan karena kewajiban atau tugas agamawi, melainkan didasari oleh Kasih yang setia, Itulah Keyakinan dan Ketaatan.
Love and Grace adalah BagianNya Tuhan, tetapi Keyakinan dan Ketaatan adalah bagian saudara dan saya.
Setiap kali ada orang yang bertanya kepada saya, “Sidney, kenapa kamu melayani dan bisa hidup buat Tuhan selama puluhan tahun seperti itu?”
Jawaban saya selalu sama, “How can you not? Kenapa kamu menganggap kamu tidak bisa?”
Padahal kamu sudah tahu bahwa Tuhan sangat amat mengasihimu dan bahkan sudah mati untuk kamu. Kenapa kamu malah tidak mau hidup berserah sepenuhnya kepadaNya?
Jika saya melihat kebelakang dan mengingat setiap musim hidup saya, Dia sudah menunjukkan KebaikanNya, bahwa Dia adalah Tuhan yang baik. Dia menunjukkan pengampunan dan anugerahnya terus menerus dan tanpa henti di dalam hidup saya.
Saya tahu, seperti saudara, kita tidak layak menerimanya. Tetapi Tuhan tetap menunjukkan Kasih dan AnugerahNya di dalam setiap musim kehidupan kita bahkan sampai detik ini. Jika kita ada pada hari ini artinya kita semua adalah hasil karya anugerah dan kebaikan Tuhan.
Bagaimana mungkin saya bisa untuk tidak mengabdikan hidup saya bagiNya? Ini doa saya agar kita semua bisa yakini dan taati mulai hari ini.
Sekarang, saya mau saudara pejamkan mata saudara sejenak, dan ambil waktu untuk merenungkan dan mengingat segala kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Remember His Goodness.
Kalau ada seorang yang berkata bahwa saya tidak pernah merasakannya maka saya akan berkata bahwa itu tidak mungkin, dan saya ingin mengingatkan saudara bahwa napas yang saudara hirup saat ini, itu adalah bukti Kebaikan Tuhan!
So, I want you to think about His Goodness, mengingat semua kebaikanNya dalam hidupmu. Seringkali saat saya merasa kehilangan keyakinan dan sadar akan ketidaktaatan saya, yang saya harus lakukan adalah mengingat kembali apa yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidup saya.
Ada kata-kata dalam lagu Hillsong yang berjudul “Remembrance“, liriknya berkata :
“If ever I should lose my way”
“If ever I deny your grace”
“Remind me of the price You paid”
“Hallelujah, I’ll live in remembrance”
Aku akan hidup dalam sebuah pengingatan. Buka mata saudara, mengingat kebaikan Tuhan, semua yang sudah Dia kerjakan dalam setiap musim hidup kita, baik secara individu maupun secara bersama sebagai satu gereja, itu sangat penting untuk menuntun arah masa depan kita dengan bijak.
Itu sebabnya Bangsa Yahudi sering mendirikan mezbah untuk mengingat apa yang Tuhan sudah lakukan untuk mereka. Setiap kenangan akan kebaikan Tuhan dalam hidup kita adalah sebuah pesan dari masa lalu yang jika kita bisa membacanya dengan benar, dapat menjadi sebuah peta jalanan yang kuat untuk membantu kita menavigasi masa depan.
Sharing Ps. Sidney – Sekitar 20 tahun yang lalu saya bersama Yongky Prasetyo menulis sebuah lagu yang berjudul “Engkau di dalamku“. Saya belajar bahwa segala sesuatu yang ada dalam hidup saya berasal dari Tuhan dan semuanya untuk Tuhan.
Saya belajar bahwa yang Tuhan kehendaki adalah agar kita hidup tingal di dalamNya dan Dia hidup di dalam kita. Saya menulis liriknya seperti ini :
“Engkaulah Penulis Hidupku”
“Engkau membuat s’galanya baru”
“Engkau di dalamku dan kuada di dalamMu”
“Tak ada yang ‘tak mungkin bagiMu”
“Kudicipta untukMu”
“Tuk membawa harum NamaMu”
“Engkau di dalamku dan kuada di dalamMu”
“Kini kudatang mencari wajahMu”
“MengasihiMu selalu dengan segenap hatiku”
“Mencintai seluruh perbuatanMu”
“Mengabdikan hidupku sesuai rencanaMu, Kumau menyembahMu sampai akhir hayatku”
20 tahun yang lalu, saya menulis lirik tersebut.
Closing Verse – Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Roma 14:8 TB
Doa saya di bulan pertama tahun 2022 ini, mari kita bersama-sama mengambil keputusan untuk mengabdikan hidup kita kepada Tuhan lebih dalam, karena Yesus yang suah terlebih dahulu membuktikan KasihNya dengan mati di kayu salib untuk kita. Tidak ada kasih yang lebih besar dari itu. Mari kita berikan hidup kita sebagai bentuk penyerahan diri, berserah penuh, mengabdi penuh, melalui keyakinan dan juga dalam ketaatan kita.
P.S : Dear Friends, I am open for a freelancing copywriting work. My experience varies from content creation, creative writing for established magazine such as Pride and PuriMagz, web copywriting, fast translating (web,mobile, and tablet), social media, marketing materials and company profile. Click here to see some of my freelancing portfolios – links
If your organization need a Freelance Copywriters or Social Media Specialist, Feel free to contact me, and see how I can free up your time and relieve your stress over your copy/content needs and deadlines. My contact is 087877383841 and vconly@gmail.com. Sharing is caring so any support is very much appreciated. Thanks much and God Bless!



