In Spirit and In Truth By Ps. Roy Sujanto

JPCC Sutera Hall 2nd Service (13 July 2025)

Haleluya, Pujilah Allah dalam cakrawalaNya yang kuat, dengan tari-tarian, dan biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan, Haleluya! Alaskan inilah kita bisa bersama-sama disini untuk menaikkan dan meninggikan nama Tuhan. JPCC, Selamat Pagi! Mari berikan apresiasi kepada worship team, senang sekali bisa menikmati hadirat Tuhan dan merayakan kebesaran Tuhan bersama saudara sekalian.

Saya harap saudara tidak “take it for granted” akan apa yang kita lakukan di JPCC, kita bisa memuji dan menyembah Tuhan dengan luar biasa. Pernahkah saudara bayangkan dan pikirkan mengapa kita lakukan semua elemen Ibadah ini minggu demi minggu? Semua elemen Ibadah yang kita lakukan setiap minggunya. Baik itu dalam host, lagu pujian dan persemhahan, dan ada Pendeta yang memberikan Firman serta doa tutup dan doa berkat.

Pertanyaannya, apakah kita sadar apa yang sedang kita lakukan dan berkumpul bersama setiap minggunya?

Pada saat yang bersamaan, Kenapa kita semua rela untuk membayar mahal hanya untuk menonton sebuah pertunjukan yang luar biasa indah, apapun itu? Atau, kita juga rela membayar mahal untuk travelling ke negara lain untuk memandang keindahan alam disana secara langsung? Saudara bisa relate?

Karena ada sesuatu tentang beauty, keindahan yang begitu memuaskan dan menyegarkan jiwa dan hati kita sehingga itu menjadikan kenikmatan tersendiri bagi kita, dan saya harap itulah yang kita lakukan setiap hari minggu, untuk meresponi dan menikmati kehadiran Tuhan dan menyembah Tuhan bersama-sama, itulah worship, itulah yang kita lakukan.

Minggu ini kita akan memasuki seri pembelajaran yang baru tentang “Worship“. Seri atau judul kotbah saya, yaitu “In Spirit and In Truth“. Hari ini kita akan sama-sama belajar mengapa dan bagaimana kita bisa menyembah. Ada satu istilah kekristenan yang sering kita kenal, katakan dan sebutkan dalam keseharian kita sebagai orang percaya yaitu kata “Haleluya“. Bahkan, saya temukan ada seorang yang latah mengatakan ini disaat merasa kesakitan.

Tetapi apakah kita mengerti artinya?

Haleluya sering diartikan sebagai pujian kepada Tuhan, “Praise the Lord!”, sadar atau tidak, ini juga adalah kata Ibrani pertama yang kita kenal disaat kita lahir baru, kata ini adalah “Haleluya”. Kata ini adalah kata gabungan dari “Hafal” dan “Yeh“.

Hafal : boost, celebrate, glory, praise.

Yah : Yahweh, nama intim dan personalNya Tuhan yang Dia perkenalkan kepada Musa.

Itulah “Haleluya”, kita semua pasti akan memegahkan sesuatu yang luar biasa, “boost”, kita pasti ingin memegahkan dan menceritakan sesuatu yang kita rasakan. Dan itulah yang kita lakukan saat kita “hafal”. Kita memegahkan sesuatu karena kita ingin menghubungkan diri kita dengan sesuatu yang luar biasa dan signifikan, dan itulah worship, “Worship is connecting our soul to something that is significant that is determine our worth, identity and purpose“.

Sayangnya kita sebaliknya sering melakukan itu dengan hobby, karir atau pekerjaan kita. Jadi, jangan heran ada beberapa orang yang disaat kehilangan karirnya dan merasa menjadi seperti “sampah” dan tidak berguna. Karena mereka mengaitkan dirinya dengan hal tersebut untuk menentukan nilai mereka. Bisa juga ada orang yang menguatkan hal itu dengan pasangan mereka, seks, kekayaan, kekuasaan, dan status. Selain Tuhan, kita bisa memegahkan dalam hal yang lainnya karena jiwa kita bukan sebuah “vacuum” penyembahan.

Jiwa kita akan berteriak untuk mencari sesuatu dan memegahkan dan menyembah itu. The human soul is not a worship vacuum, but a worship factory. Jiwa kita ini adalah pabrik penyembahan, kita ingin terus mau menyembah sesuatu.

Tetapi pertanyannya, apa yang kita megahkan dan tinggikan?

Apakah itu kepintaran, kemampuan, kebijaksanaan, kemampuan, hikmat, pencapaian, atau kekayaan kita? Karena apa yang kita megahkan akan menjadi dasar kemuliaan kita.

Opening Verse – Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya. tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut : bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” Yeremia 9:23-24 TB

Haleluya itu artinya “grounding our glory”, mendasarkan kemuliaan kita kepada Allah atau Yahweh. Hallelujah means grounding our glory in Yahweh God. Ajakan untuk mengenal siapa dan apa yang kita jadikan tumpuan hidup kita, kita jadikan dasar, dan akar dari keyakinan jiwa kita. Inilah ajakan “Haleluya”.

Allah Yahweh yang kita meagahkan juga mengenal setiap dari kita secara pribadi. Saya sangat bersyukur pada saat Tuhan Yesus bangkit dan maria yang sedang mencari Tuhan Yesus tetapi bahkan dia tidak mengenaliNya, tetapi saya bersyukur bahwa Tuhan Yesus tetap mengenali maria. Kita punya Tuhan yang mengenal kita secara Pribadi dan mengasihi dengan Kasih yang sangat setia dan berjanji bahwa Dia tidak akan pernah membiarkan dan meninggalkan kita. Itulah keindahan dari Kasih setiaNya Tuhan.

Kita menyembah Tuhan bukan karena kita menemukan Tuhan “useful”, tetapi karena kita mendapati Dia “Beautiful”. Worship is not about finding God useful, but beautiful. Pemazmur mengatakan satu-satunya keinginannya untuk ada di rumah Tuhan, untuk memandang dan menikmati keindahan Tuhan. Karena sampai kita belum menemukan itu, kita tidak bisa menyembah Dia.

Supporting Verse – One thing I have asked from the Lord, that I shall seek:That I may dwell in the house of the Lord all the days of my life,To behold the [a]beauty of the LordAnd to [b]meditate in His temple. Psalm 27:4 NASB

Segala keindahan yang kita temukan dalam dunia ini, hanyalah pantulan daripada keindahan PenciptaNya yang luar biasa.

“Useful” dan “Beautiful” ini akan menentukan bagaimana kita mendekati Allah. Bagaimana kita mendeskripsikan hubungan kita dengan Tuhan? Apakah kita melihat Tuhan sebagai business partner atau kekasih?

Dengan “Business Partner”, pasti setiap kita bertemu, kita akan selalu ada tujuan dan hitung-hitungannya, untungnya dan outputnya apa? Itu sebabnya banyak dari kita yang disaat menaikkan doa, lebih banyak menaikan permintaan dan sedikit pujian. Tetapi jika hubungan kita adalah “Sang Kekasih”, kita bisa menghabiskan waktu yang sangat banyak bersama dan saling memuji satu sama lain. Kita hanya mau menikmati satu sama lain dan tidak hitung-hitungan,

It is praises that completes the enjoyment.

Saat kita sedang jatuh cinta, bahkan disaat diam pun kita akan merasa gelisah, kita tidak akan bisa menahan itu dan pasti ingin memuji, dan menceritakan pujaan hati kita. Tuhan rela mengorbankan diriNya bahkan disaat kita masih berdosa, that’s the beauty of His love. Kalau kita sadar akan keindahan dari Kasih Tuhan ini, maka kita pasti tidak bisa menahan diri untuk menaikkan pujian kepadaNya.

Worship is about enjoying the beauty of the Lord and responding with praises to complete the enjoyment.

Makanya itu, layak untuk menyembah Tuhan karena Dia adalah Pencipta dan layak bagi kita untuk memujiNya sebagai ciptaanNya. Hati–hati juga bahwa disaat saya berbicara tentang pujian, itu bukan hanya sekedar kata-kata saja. Tuhan bukan mencari kata-kata yang Indah, tetapi sesuatu yang meluap dari hati kita, yang Tuhan cari adalah hati seorang penyembah yang benar dan berkenan kepadaNya

Supporting Verse -[8] ‘Begini kata Allah: Orang-orang itu hanya menyembah Aku dengan kata-kata, tetapi hati mereka jauh dari Aku. [9] Percuma mereka menyembah Aku, sebab peraturan manusia mereka ajarkan seolah-olah itu peraturan-Ku.’ Matius 15:8-9 BIMK

Saat Yesus bertemu dengan seorang wanita samaria, kaum marginal yang dikucilkan dalam masyarakat yahudi. Wanita itu juga dikucilkan dari bangsanya sendiri. Keberadaannya sendiri sebagai seorang wanita juga memperburuk keadaannya pada zaman itu.

Supporting Verse – [23] Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. [24] Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Yohanes 4:23-24 TB

Itu yang Tuhan cari, menyembah dalam Roh dan kebenaran. Artinya saat kita menyembah dalam Roh, kita tidak lagi dibatasi oleh daging, kefanaan, waktu, ruang, lokasi atau aktifitas apapun. Kita bisa menyembahNya kapan saja, Roh kita dengan Roh Allah sudah bersatu dan terhubung setiap saat dan dimana saja melalui apa saja yang kita kerjakan. Itulah Worship in Spirit.

Worship in Spirit and Truth adalah satu kesatuan, hanya saya akan menyampaikan di masing-masing aspeknya. Sementara Worship in Truth artinya tidak ada kemunafikan, semua ritual agamawi yang kita lakukan tidak berbeda dan sama, dengan apa yang ada di hati kita, tulus, hubungan kita tidak transaksional.

Artinya apa yang ada di dalam hati kita tulus dan adalah Kasih yang sejati, serta berakar kepada Kristus. Kita bisa mengenalNya melalui kebenaranNya, menyembah menurut semua ajaran yang sudah DIa sampaikan. Kita akan menyembah Tuhan sesuai kedalaman kita mengenal FirmanNya. Kita tidak bisa menyembah dengan cara kita Dan apa yang nyaman saja bagi kita karena kita mau menyenangkan Tuhan dan bukan menyenangkan diri kita.

Penyembahan sejati lahir dari hati yang berakar kepada Kristus melalui Roh Kudus dan sesuai dengan kebenaranNya.

Kisah Wanita Samaria tadi ada lanjutannya. Mari kita baca ayat berikut.

Closing Verse – [39] Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: ”Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” Yohanes 4:39 TB

Perhatikan, bahwa setelah berjumpa dengan Kristus, wanita Samaria ini meletakkan semuanya, dia langsung lari ke kota dan kampung halamannya untuk menceritakan dan bersaksi tentang Yesus sehingga banyak orang menjadi percaya. Wanita Samaria ini dalam sejarah adalah penginjil pertama atau “evangelist”, inilah “true worshipper” yang Tuhan cari.

Beberapa prinsip tentang true worshipper in Spirit and in Truth yang akan membentuk, menguatkan, memampukan dan memperbaharui kita :

  1. True Worship in spirit and truth will transform us. Siapa yang kita sembah akan membentuk kita.
  2. True Worship in spirit and truth will help us look beyond ourselves to God. Membantu Kita untuk keluar dari keinginan, masalah serta kekecilan kita dan memandang akan kebesaran Tuhan. Kita akan mulai memiliki perspektif kekekalan, kita tahu mana yang benar-benar penting di dunia dan mana yang tidak. Kita menjadi sadar bahwa melalui semua ini, siapa yang berdaualat atas segalanya. Kita tidak sendirian karena kita punya Tuhan yang besar dan berdaulat. We are not fighting a lonely battle.
  3. True Worship in spirit and truth will engage everything in us to praise God. Karena itu disaat menyembah, kita pasti meresponi dan sering bertepuk tangan, berlompat dan berlutut. Itu penting, He takes delight in our praises. Makanya kita bisa menangis disaat menaikan pujian, bukan sedih, karena kita terkagum akan keindahanNya. Bahkan seluruh hidup kita, pekerjaan, hubungan, keluarga dan hubungan kita secara otomatis akan menyembah dan meninggikan Tuhan. Kita tidak akan bisa menahan diri, dan akan memuji Dia sampai semua yang bernafas sama-sama menyadari kebesaranNya dan memuji keindahanNya.

Worship is about enjoying the beauty of the Lord and responding with praises to complete the enjoyment.

Saya hanya punya “PR sederhana”, saya ingin setiap dari kita bisa lakukan ini dalam 7 hari kedepan. Saya minta setiap saudara pikirkan 7 hal yang jiwa kita ingin megahkan tentang Tuhan. Baik itu tentang KemuliaanNya, KehebatanNya, KasihNya, KesetiaanNya, PenyertaanNya, PertolonganNya. Apapun itu, tulislah 7 hal itu. Dan setiap hari dalam 1 minggu ke depan, pilihlah 1 lagu pujian yang menyanyikan hal itu dan dedikasikan setiap hari untuk menyembahNya. Agar jiwa kita bisa disegarkan kembali dan dipulihkan

Di JPCC kita sering gaungkan bahwa worship lebih dari sekedar lagu dan menaikkan puji-pujian, tetapi melalui seluruh hidup kita, pekerjaan kita, apapun itu, kita bisa memuji dan meninggikan Tuhan. Tetapi hari ini, saya mau ambil kesempatan untuk menekankan pentingnya “Praise and Worship”, apa yang kita lakukan setiap hari minggu, jangan lewatkan itu, bahkan kalau bisa setiap hari, karena “Praise and Worship” ini adalah “design”-Nya Tuhan untuk kita.

Karena itu alasan Tuhan memberikan Kitab Mazmur, ada 150 lagu-lagu pujian untuk memandu umat Tuhan menaikan pujian kepada Tuhan, artinya itu penting bagi Tuhan, dan itu tidak terhitung dari semua lagu pujian yang bisa kita temukan di Kitab lainnya.