Love, Light and Life By Ps. Jeffrey Rachmat

JPCC Online Service (13 February 2022)

Salam damai sejahtera untuk para DATE Member, jemaat JPCC, dan Saudara semua yang mengikuti kebaktian daring ini. Kiranya hadirat dan kasih Tuhan kalian rasakan di mana pun kalian berada. Saya berdoa, Saudara dalam keadaan sehat dan tetap dalam perlindungan Tuhan.

Beberapa hari belakangan saya mendengar, beberapa teman terpapar COVID-19 Omicron dan harus melakukan karantina selama beberapa hari. Saya menghimbau agar kita semua tidak menjadi lengah, bersama-sama menjaga protokol kesehatan dengan ketat, serta mendaftarkan diri untuk vaksinasi lanjutan jika memang sudah waktunya agar keadaan di negara kita, dan di kota Jakarta, khususnya, tidak mengalami kemunduran.

Untuk sementara waktu, hindari kerumunan. Semua pertemuan yang tak terlalu penting, dilakukan secara daring saja. Kita sudah masuk di minggu kedua di bulan Februari. Saya akan meneruskan pesan saya beberapa minggu yang lalu, dengan pesan hari ini yang saya beri judul: “LOVE, LIGHT AND LIFE (KASIH, TERANG, HIDUP)“.

Beberapa tahun terakhir, di JPCC, kita selalu mendedikasikan bulan Februari untuk belajar tentang hubungan (relationship). Demikian juga tahun ini, karena kami menganggap sangat penting untuk mengerti bagaimana membangun hubungan yang sehat.

Tuhan berkata: “Tidak baik untuk manusia seorang diri saja.” Manusia tidak diciptakan untuk hidup sendirian. Kita perlu membina hubungan dengan sesama kita. Inilah tantangannya, menurut saya; bagaimana kita bisa membangun hubungan yang benar dan sehat, sebab dengan siapa kita membina hubungan menentukan masa depan kita.

Hubungan yang kita bina, menentukan masa depan kita. Kita bukan hanya perlu tahu apa saja ciri-ciri sebuah hubungan yang keliru serta bagaimana menghindarinya, tetapi kita juga harus belajar bagaimana membangun hubungan yang benar. Kita perlu tahu bahwa kualitas semua hubungan, baik yang ada sekarang maupun yang akan dibangun di masa depan, bergantung kepada pengenalan kita akan Tuhan.

Ada cukup banyak ayat firman Tuhan yang akan saya baca hari ini. Saya berharap Saudara mencatatnya agar bisa dipelajari kembali.

Opening Verse – Mari kita mulai dari , Yesus berkata: “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Yohanes 15:1-5 (TB)

Perhatikan bahwa, untuk berbuah, sebuah ranting tidak perlu “ngotot” (bersikeras). Ranting cuma perlu tersambung dengan pokok anggur, karena selama masih tersambung sebuah ranting dapat mengambil semua mineral dan nutrisi yang diperlukan, dari pokoknya dan pada waktunya pasti akan menghasilkan buah.

Demikian juga kalau kita tinggal di dalam Dia, berakar di dalam Yesus—seperti yang saya sudah sampaikan beberapa minggu yang lalu—maka kita akan menghasilkan buah kebaikan yang dapat dinikmati orang lain. Jadi kita tidak perlu “ngotot” untuk menghasilkan “buah roh”.

Pada saat kita percaya Yesus, Roh Kudus diutus ke dalam hidup kita dan kalau kita mau hidup dipimpin oleh Roh Kudus—artinya mau belajar untuk mendengar dan menaati suara-Nya—kita sebetulnya sedang membangun keintiman yang kelak akan menghasilkan “buah roh”.

Orang yang hidupnya bergaul dengan Roh Kudus mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat dilihat dan dirasakan orang lain. Saudara sudah sering mendengar saya membacakan Galatia 5:22-23, tentang “buah roh”. Sekarang saya akan membacakan ayat yang sama,dari terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS).

Supporting Verse – Sebaliknya, kalau orang-orang dipimpin oleh Roh Allah, hasilnya ialah: Mereka saling mengasihi, mereka gembira, mereka mempunyai ketenangan hati, mereka sabar dan berbudi, mereka baik terhadap orang lain, mereka setia, mereka rendah hati, dan selalu sanggup menguasai diri. Tidak ada hukum agama yang melarang hal-hal seperti itu. Galatia 5:22-23

Jadi, orang yang dipimpin Roh Kudus, hidupnya menghasilkan buah yang bisa dilihat dan dinikmati banyak orang. Jelas, bahwa Tuhan mau agar karakter maupun perbuatan kita menjadi berkat buat orang lain.

Mengapa kita perlu berbuah dalam hidup?

Buah menunjukkan keberadaan sebuah pohon.Kalau pohonnya baik, buahnya juga pasti baik. Kalau pohonnya tidak baik, maka buahnya juga pasti tidak baik.

Supporting Verse – Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Kita stop baca ayatnya sampai di situ. Bisa dikatakan bahwa Tuhan punya kepentingan terhadap hidup kita untuk berbuah, karena dari buah yang kita hasilkan, Tuhan akan dikenal. Kemudian, ayat ke-21 katakan: Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Matius 7:17-21 (TB)

Buah membedakan antara orang-orang yang sungguh melakukan kehendak Bapa, dengan orang-orang yang cuma “pintar omong”, istilahnya,yang tidak melakukan Firman Tuhan.

Supporting Verse – Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” Yohanes 15:8 (TB)

Jadi kita berbuah, demi memuliakan nama Tuhan. Bukan untuk menunjukkan bahwa kita hebat, tetapi untuk menunjukkan betapa hebatnya Tuhan yang bekerja di dalam kita. Yesus katakan: “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak”.

Pernyataan ini menggambarkan sebuah hubungan dua arah, karena kita perlu membina hubungan dua arah dengan Tuhan; bukan hubungan satu arah, contohnya: kita hanya ingat Tuhan pada saat punya keperluan, atau ketika berhadapan dengan kesulitan saja, barulah kita berdoa, mencari Tuhan.

Perlu diingat bahwa yang menghasilkan buah adalah rantingnya, bukan pokoknya. Ranting tidak dapat berbuah tanpa pokok dan pokok memerlukan ranting untuk berbuah, jadi keduanya saling memerlukan. Perumpamaan ini juga menunjukkan bagaimana Tuhan mau bekerjasama dengan kita dalam menjalankan rencana-Nya.

Supporting Verse – Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah- Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Yohanes 2:4-6 (TB)

Makin kita berakar di dalam Dia, makin hidup kita menyerupai Kristus. Ini tidak berarti bahwa kita juga harus disiksa dan mati disalib. Namun, hidup kita ini menyerupai Kristus dalam iman, dalam kasih kita, dalam ketaatan kita, dalam kemurahan hati, dalam pengorbanan, dalam kerendahan hati, dan juga dalam kuat kuasa Roh Kudus.

Berbuah juga merupakan gambaran dari orang yang sudah dewasa di dalam Tuhan, karena untuk berbuah banyak bukanlah sesuatu yang mudah. Bayangkan sebuah ranting yang digantungi banyak buah pasti tidak merasa nyaman. Sedangkan ranting yang tidak berbuah, tidak menanggung beban apa-apa dan hidupnya jauh lebih ringan. Kalau ranting dapat berbicara dan bisa diwawancarai, pasti ranting akan bersaksi bagaimana berat beban yang harus dia tanggung ketika menghasilkan buah.

Makin banyak buahnya, makin berat tanggungannya. Itu sebabnya, makin berbuah banyak, sebuah ranting harus makin bergantung pada pokoknya. Demikian juga, dengan berbuah banyak, kita seharusnya menjadi makin dekat dengan Tuhan, makin mencintai Yesus dan mencintai apa yang Yesus cintai, sehingga sifat-sifat dan karakter Kristus ada di dalam kita.

Itulah yang sebenarnya mau kita tuju. Itulah sebenarnya, ukuran dari “berbuah”. Orang yang berbuah banyak adalah orang yang dewasa, yang tidak memikirkan dirinya sendiri, willing to sacrifice for others. Bersedia berkorban untuk kepentingan orang banyak.

Pertanyaannya, apakah kalian mau tetap berbuah?

Mari kita kembali pada pembacaan kita tiga minggu yang lalu. Kalau Saudara masih ingat, saya ambil dari Kolose 2:6-7 (TB).

Supporting Verse – Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Kolose 2:6-8 (TB)

Kita berhenti sampai di sini dulu. Saya sudah katakan bahwa kita perlu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, supaya iman kita tetap stabil— established in our faith—kalau Saudara ingat, tiga minggu lalu saya katakan ini, supaya jangan ada ajaran-ajaran, filsafat kosong, atau ide-ide dari dunia yang tidak sesuai dengan ajaran Kristus dan prinsip kebenaran firman Tuhan, yang menawan hati dan pikiran kita sehingga membuat kita goyah imannya.

Dalam keadaan sulit atau krisis seperti sekarang ini, jangan sampai kalian yang sudah mengenal kebenaran, jadi kompromi dengan lebih mendengarkan apa kata orang “pinter”, daripada menaati firman Tuhan, demi untuk mengejar keuntungan, atau uang, atau kekayaan.

Berhati-hatilah dengan penawaran-penawaran bisnis atau investasi yang terlihat menggiurkan serta menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, Jangan sampai tergiur, lalu melihat tawaran-tawaran inisebagai alternatif untuk mendapatkan “berkat Tuhan”, tanpa menyelidiki lebih dalam tentang apakah penawaran itu sebenarnya; apakah itu legal atau tidak?

Dan yang terpenting, apakah itu semua sesuai dengan prinsip kebenaran firman Tuhan atau tidak. Jangan juga menjadi iri hati dengan hidup orang yang katanya sudah “sukses” di usia muda dan kaya luar biasa.

Karena apa? Karena iri hati dapat menyebabkan seseorang mencari jalan pintas, menjadikan dia mata gelap serta menghalalkan segala cara.

Supporting Verse – Tetapi orang yang mau menjadi kaya, tergoda dan terjerat oleh bermacam-macam keinginan yang bodoh dan yang merusak. Keinginan-keinginan itu membuat orang menjadi hancur dan celaka. Sebab dari cinta akan uang, timbul segala macam kejahatan. Ada sebagian orang yang mengejar uang sehingga sudah tidak menuruti lagi ajaran Kristen, lalu mereka tertimpa banyak penderitaan yang menghancurkan hati mereka. Tetapi engkau adalah orang milik Allah, jadi engkau harus menjauhi semuanya itu. Berusahalah menjadi orang yang benar di mata Allah, yang mengabdi kepada Allah, percaya kepada Kristus, mengasihi sesama tabah dalam penderitaan, dan bersikap lemah lembut. 1 Timotius 6:9-11 (BIS)

Sebagai milik kepunyaan Allah kita harus menjauhi semuanya itu, kata Alkitab. Jangan sampai kita tertipu dengan filsafat kosong dan penawaran dunia ini yang tidak sesuai dengan prinsip kebenaran Firman Tuhan.

Jangan sampai “dosa” justru kita anggap sebagai berkat Tuhan. Ingat ya, dosa itu selalu nikmat di awal, enak di depan tetapi sengsara di belakang; dan sifat dosa adalah mengurangi nilai.

Nah, mengapa saya katakan bahwa kita tidak perlu iri hati kepada orang yang berhasil?

Karena sebenarnya kalian bisa mencetak keberhasilan kalian sendiri, kalau kalian tinggal di dalam Dia, karena sebenarnya Tuhan sudah memberikan kepada setiap orang kekuatan atau kemampuan yang berbeda-beda untuk digali, diasah, dan dipakai, sehingga dapat mendatangkan kekayaan atau keberuntungan buat orang tersebut.

Supporting Verse – Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. Ulangan 8:18 (TB)

Jadi yang Tuhan mau adalah supaya kita menemukan potensi kita, dengan rajin mengasah bakat kita, memakai talenta yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Work it out! Tuhan tidak ingin kita bermalas-malasan, atau ongkang-ongkang kaki menanti berkat.

Supporting Verse – Dengan bermalas-malas takkan tercapai yang diidamkan; dengan bekerja keras orang mendapat kekayaan. Orang yang mengikuti jalan yang benar akan hidup bahagia; orang yang mengikuti jalan yang jahat menuju kepada maut. Amsal 12:27-28 (BIS)

Dalam kitab Kejadian, Tuhan menciptakan sebuah taman yang luar biasa indahnya, bernama Eden. Dan Tuhan meletakkan manusia ciptaan-Nya di sana dengan perintah untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Berarti Tuhan mengharapkan Adam untuk bekerja, tidak untuk bermalas-malasan atau ongkang-ongkang kaki saja. Kita bekerja untuk mengeluarkan potensi dan kemampuan yang Tuhan sudah letakkan di dalam kita. Uang atau kekayaan hanyalah akibat atau upah dari apa yang sudah kita kerjakan.

Supporting Verse – Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, Kolose 2:9 (TB)

Di dalam Yesus Kristus diam seluruh kepribadian Tuhan atau divine nature of God. Christ is the full expression of God. (Allah menyatakan diri sepenuhnya dalam pribadi Yesus.)

Ada tiga hal yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan bagian dari sifat alami Tuhan, atau yang disebut dengan divine nature of God, yaitu bahwa Tuhan itu kasih, Tuhan itu terang, dan Tuhan itu hidup; God is love, light, and life.

Artinya, kalau kita tinggal di dalam Dia dan kalau kita—sebagai ranting—menempel pada pokoknya, maka kita akan terus mendapatkan akses pada kasih-Nya, pada terang-Nya, dan pada sumber kehidupan.

Nah, mari kita bahas sebentar ketiganya dalam sisa waktu yang saya punya.

Pertama, Tuhan itu Kasih.

Supporting Verse – Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 1 Yohanes 4:7-9 (TB)

Kata “kasih” di sini adalah agape, artinya kasih-Nya Tuhan, kasih tanpa syarat, kasih tanpa perlu alasan “mengapa”. Itu sebabnya disebut kasih karunia,sebab diberikan secara cuma-cuma, bukan karena apa yang kita kerjakan.

Definisi kasih yang sesungguhnya adalah keinginan untuk menguntungkan orang yang dikasihi meskipun harus menanggung harga atau berkorban. Kasih selalu ingin menguntungkan orang yang dikasihi meskipun harus melalui sebuah pengorbanan. Tuhan mengasihi kita berarti Tuhan ingin menguntungkan kita meskipun Dia yang harus berkorban. Itulah sifat Tuhan, yaitu kasih. Kasih Tuhan ditandai dengan keinginan-Nya untuk berbuat baik kepada kita setiap saat.

Supporting verse – Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 1 Korintus 13:4-7 (TB) 

Karena Tuhan itu Kasih, maka kita juga bisa mengatakan bahwa Tuhan itu sabar; Tuhan itu murah hati; Ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu,mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Nah, kalau saya katakan saya mengasihi dengan kasih Tuhan, atau kalau saya mengatakan bahwa saya mempunyai kasih Tuhan, maka saya juga harus sabar, harus murah hati, tidak cemburu,tidak memegahkan diri, tidak sombong,tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

Kasih seperti inilah yang kita bisa dapatkan dari Tuhan, sebagai pokok, dan kita bisa berikan kepada orang lain sebagai bentuk buah dari kehidupan kita, karena hidup kita ini adalah untuk menyatakan kasih-Nya. Kasih agape ini tidak dapat kita lakukan kalau kita tidak tinggal di dalam Dia, sebab di luar Dia, kita tidak dapat melakukannya.

Kedua, Tuhan itu Terang.

Supporting Verse –  Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. 1 Yohanes 1:5-7 (TB) 

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Yohanes 8:12 (TB)

Sama seperti bohlam ini. Bohlam ini tidak mempunyai terangnya sendiri; dia tidak mempunyai terangnya sendiri, tetapi kalau ia menempel pada sumber listrik maka dia akan memancarkan terang. Terang yang bukan dari dirinya sendiri, tetapi terang yang dihasilkan karena ia menempel pada sumbernya.

Demikian juga kita akan mempunyai terang kalau kita terhubung dengan Tuhan yang adalah terang. Kita boleh saja berada di dalam kegelapan atau dalam keadaan gelap, tetapi selama kita terhubung dengan sumber terang, maka kita akan tetap punya penerangan yang memampukan kita untuk terus berjalan maju.

Itu sebabnya selama pandemi berulang kali saya katakan, ini saatnya setiap orang membangun hubungan pribadi dengan Tuhan yang adalah terang, sehingga kita mampu untuk mendapatkan kejelasan dari apa yang sedang kita hadapi, dan terang yang Saudara punya itu juga akan bermanfaat bagi orang lain di sekitar Saudara.

Supporting Verse – Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Matius 5:14-16 (TB)

Kamu adalah terang dunia, artinya Yesus mau kita ini menjadi standar, menjadi ukuran yang dilihat dan dicontoh orang dunia. Dalam pekerjaan, dalam bisnis, dalam membina keluarga, dalam pernikahan, dalam membangun persahabatan, dalam tindakan, perkataan kita, Tuhan mau orang dunia dapat melihat semua perbuatan kita yang baik, sehingga mereka dapat menemukan sumber terang dalam Kristus.

Untuk menjadi terang, kita cuma perlu terhubung dengan Tuhan yang adalah sumbernya, sehingga kita dapat menerangi orang-orang yang ada di sekitar kita. Itulah kehidupan yang berbuah.

Ketiga, Tuhan adalah Hidup.

Supporting Verse –  Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. 1 Yohanes 5:11-12 (TB)

Hidup itu artinya berada di dalam Yesus atau tersambung dengan Yesus,s edangkan mati itu artinya terputus hubungannya dengan Tuhan.

Supporting Verse – Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Yohanes 10:10 (TB)

Kata “hidup” di sini diambil dari kata zoe, suatu kehidupan yang penuh dengan vitalitas atau semangat. Yesus ibaratnya membuat hidup kita menjadi lebih hidup lagi. Sedangkan kata “kelimpahan” di sini berarti di atas rata-rata, atau tidak biasa-biasa saja.

Kalau sebagai ranting kita terhubung dengan pokoknya maka hidup kita ini tidak biasa-biasa saja, kita hidup di atas rata-rata, sehingga dapat menjadi kesaksian dan contoh, bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat mereka.

Nah, kalau sekarang Anda bertanya, apa hubungan semuanya ini dengan relationship?

Menurut saya, semuanya. Everything! Kalau kita diam di dalam Yesus, berakar di dalam Dia,itu akan mempengaruhi semua relasi yang kita punya. Di sanalah kita menyalurkan kasih Tuhan, membawa terang dan kehidupan. Siapa pun yang mengenal kita akan mendapatkan berkat, karena mereka menikmati buah yang kita hasilkan.

Terakhir, buah atau berbuah itu tidak berisik. Tidak ada ranting yang berisik ketika menghasilkan buah. Menghasilkan buah itu merupakan sebuah proses. Kelihatan kecil dulu, enggak jadi masalah. Lama-lama buah tersebut akan menjadi besar dan setelah mencapai kematangan tertentu, buah itu siap untuk dinikmati dan membawa kemuliaan bagi pohon.

Supporting Verse – Berusahalah hidup dengan tenang dan tidak mencampuri persoalan orang lain. Hendaklah kalian bekerja mencari nafkah sendiri, sebagaimana kami dahulu sudah perintahkan kepadamu. Kalau kalian hidup demikian, kalian tidak bergantung kepada siapapun juga, dan orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus, akan menghormati kalian. 1 Tesalonika 4:11-12 (BIS)

Make it your goal to live a quiet life, (Berusahalah hidup dengan tenang) minding your own business (jangan ikut campur urusan orang lain) and working with your hands, (bekerjalah dengan kedua tanganmu) just as we instructed you before. (seperti dahulu sudah kami instruksikan.) Then people who are not believers (Supaya semua orang yang belum percaya) will respect the way you live, (akan menghormati cara hidup kalian) and you will not need to depend on others. (kalian tidak perlu bergantung pada orang lain). 1 Thessalonians 4:11-12 (NLT)

Saya berharap semua yang saya beritakan hari ini, menjadi berkat buat kalian semua dan menjadi bekal untuk kalian dapat membangun sebuah hubungan yang sehat,hubungan yang terus memuliakan nama Tuhan kita, Yesus Kristus.

Amin.Tuhan Yesus memberkati Saudara semua.

P.S: Dear Friends, I am open to freelance copywriting work. My experience varies from content creation, creative writing for an established magazine such as Pride and PuriMagz, web copywriting, fast translating (web, mobile, and tablet), social media, marketing materials, and company profile. Click here to see some of my freelancing portfolios – links.

If your organization needs a Freelance Copywriters or Social Media Specialist, Please contact me and see how I can free up your time and relieve your stress over your copy/content needs and deadlines. My contact is 087877383841 and vconly@gmail.com. Sharing is caring, so any support is very much appreciated. Thanks, much and God Bless!