JPCC Sutera Hall 2nd Service (9 August 2026)
Thank you to all volunteers! Sudara baik kabarnya?
Berapa banyak yang tadi terharu menyaksikan Father & Son Camp? Saya sendiri sangat terharu, kita menginisiasi sejak tahun lalu dan ini tahun kedua kita melakukan pada Father & Son Camp. Kapasitasnya sangat terbatas karena banyak sekali waiting list. Hotel yang ada sudah fully booked dan hanya bisa menampung 130 ayah dengan 136 anak.
Kita akan cari lokasi yang lebih besar tentunya, tetapi saya juga mau tekankan kepada ayah disiniyang punya anak lelaki berusia 6 tahun keatas, spend your time with them, belajar punya waktu dengan mereka dan membangun rasa percaya dan kemudian menunjukkan rasa sayang dengan saudara.
Tadi dalam video ada scene yang diperlihatkan, “What’s the takeaway, What did you learn?” kepada salah satu peserta anak yang mengikuti camp tersebut. Justru yang dia pelajari adalah pelukan sama ayahnya.
Saya baru umur 25 dipeluk untuk pertama kalinya oleh ayah saya. Berapa banyak disini yang juga punya pengalaman yang sama?
Karena bukan bahasa kasih kita di Asia, seorang ayah memeluk anaknya atau seorang anak juga memeluk ayahnya. Seringkali kita cenderung takut sama papa kita dibandingkan sayang sama papa kita, “sayang” kita ditunjukkan dalam rasa takut.
Tetapi saya percaya, all the Fathers, papa-papa yang di JPCC pasti sangat hangat mengasihi dan memeluk anaknya dengan mengungkapkan perasaan sayangnya dengan peluhan yang hangat, bukan?
Nah, tadi sebenarnya saudara saksikan di pengumuman. Salah satu alat yang kami pakai di Father and Son Camp, saya harapkan di semua DATE, saudara tidak harus tunggu camp JPCC untuk bisa spend time with your sons.
Saya harapkan semua DATE do “Father and Son Camp” sendiri. Salah satu alat yang dipakai oleh Ayah to talk to sons adalah pake alat yang kita sebut dengan “Ngobrol Yuk” (Parents & Kids Card Game).
Ada banyak tema yang saudara bisa gunakan untuk ngobrol dengan anak laki-laki saudara. Jadi, kalau saudara mau, bisa didapatkan di Insight Unlimited. Hanya pesan saya, karena produksinya terbatas, mungkin kalau semua beli, PO-nya lama. Jadi anjuran saya, satu DATE, beli satu dulu.
Jadi setiap DATE bisa doing “father & son weekend” sendiri, atau di DATE saudara bisa pakai, dan lain sebagainya, supaya semua terbagi dulu. Kalau tidak, ya saudara sabar untuk PO, supaya Insight Unlimited bisa produksi.
Dan ini saya percaya bisa menolong saudara untuk bisa ngobrol dengan anak-anak lelaki saudara, jadi saudara sudah siap belajar?
Buka catatan saudara kalau sudah siap. Sepanjang bulan ini kita belajar tentang “Resilience in Crisis“. Kita belajar sepanjang bulan ini bagaimana membangun dan memiliki daya tahan di tengah-tengah berbagai macam krisis yang mungkin saja kita alami di dalam kehidupan.
Let me start by saying this. Ada fakta tentang krisis yang tidak terelakkan oleh kita. Krisis adalah bagian dari kehidupan yang tidak terelakkan oleh setiap orang.
Dapatkah saudara katakan amin?
Kalau saudara hidup, saudara tidak bisa mengelakkan diri dari krisis. Tidak ada satu orang pun yang bisa mengelakkan dari krisis. Ada krisis kesehatan, ada yang mengalami krisis pekerjaan, ada yang mengalami krisis keuangan, dan selama kita hidup, kita tidak bisa mengelakkan krisis. Semua strata, strata sosial, strata ekonomi, semua jenis kelamin, semua usia, semua tingkat pendidikan, saudara mau tinggal di kota kecil, saudara mau tinggal di kota besar, saudara mau tinggal di negara yang berkembang, saudara mau tinggal di kota atau negara maju, semua manusia yang hidup tidak bisa mengelakkan diri dari krisis.
I wish… Saya bisa menawarkan solusi kehidupan tanpa krisis. Demikian juga dengan kekristenan. Tuhan tidak menjanjikan kalau saudara ikut Tuhan, hidup saudara bebas krisis. Karena banyak orang yang bilang, ‘Kenapa ikut Tuhan susah!?’
Siapa bilang kalau ikut Tuhan hidupnya jadi gampang. Tapi yang Tuhan janjikan kalau ikut Tuhan, Dia “Immanuel” tidak akan pernah meninggalkan kita. Sehingga kita kuat. Jadi yang kita akan pelajari sepanjang bulan ini adalah bagaimana membangun kegigihan, ketekunan, menghadapi krisis.
Saudara mau belajar?
Minggu lalu kita sudah belajar tentang krisis kesehatan dan bagaimana kita menghadapinya. Minggu lalu, kita belajar “More than a healing”. Dia menjanjikan lebih daripada sekadar mukjizat kesembuhan.
Karena Dia menjanjikan diriNya hadir dalam kehidupan kita. Nah saya temukan, banyak orang menganggap krisis menjadi penyebab keruntuhan dalam kehidupan mereka. Gara-gara dan biasanya mereka sebut krisis. Padahal krisis itu hanya datang untuk menyingkapkan apa yang tersembunyi di dalam hidup kita. Apa yang sesungguhnya ada di dalam hidup kita.
Krisis tidak menghancurkan kita, tetapi hanya meng-expose menunjukkan apa yang menjadi fondasi yang sudah kita bangun dalam kehidupan kita.
Sama seperti perumpamaan yang Yesus pakai di Injil. Banjir dan badai datang menghancurkan fondasi bangunan yang dibangun di atas pasir, tetapi saudara sadar bahwa banjir dan badai yang sama juga menyingkapkan kekuatan sebuah bangunan yang dibangun di atas batu. Jadi yang menyebabkan bangunan itu runtuh bukan banjir dan badainya, tapi fondasinya.
Opening Verse – [24] ”Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. [25] Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. [26] Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. [27] Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” Matius 7:24-27 TB
Krisis tidak menghancurkan kehidupan kita sebenarnya, krisis hanya menampilkan apa yang sesungguhnya ada di dalam kehidupan kita, fondasi apa yang kita bangun.
Jadi, krisis menunjukkan siapa kita dan fondasi kehidupan kita. Krisis datang akan menampilkan siapa diri kita sesungguhnya dan fondasi yang kita bangun. Makanya kita seringkali temukan, “Kok bisa ya, Dia kelihatannya baik-baik saja, dan hidupnya bisa tiba-tiba berantakan”, “Kok bisa tadinya kelihatannya dia sehat-sehat saja? Kenapa kelihatannya tadinya pernikahannya baik-baik saja? Kelihatannya bisnisnya baik-baik saja? Kantornya besar, karyawannya banyak”.
Tiba-tiba, krisis datang seringkali, kemudian menampilkan apa yang tidak kelihatan yang ada di fondasi kita yang sesungguhnya. And the real you is your own under pressure. Diri saudara yang sesungguhnya biasanya muncul pada waktu saudara ada di bawah tekanan.
Karakter muncul waktu tekanan tiba. Betul gak sih?
Kekuatan sesungguhnya muncul waktu tekanan tiba. Iman saudara juga diuji pada waktu kapan? Waktu tekanan datang. Petrus gak berani mengakui guruNya, waktu dia takut mati. Sampai tiga kali dia menyangkal.
Supporting Verse – [69] Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: ”Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.” [70] Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: ”Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.” [71] Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: ”Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” [72] Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: ”Aku tidak kenal orang itu.” [73] Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: ”Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.” [74] Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: ”Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam. [75] Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: ”Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya. Matius 26:69-75 TB
Tetapi Petrus yang sama, setelah dilawat oleh Tuhan, setelah bertobat, sewaktu dia ada di penjara, dia hampir mati. Malam sebelum dia dieksekusi, dikatakan Alkitab mencatat dia tidur. Kok bisa Petrus yang sama? Karena penyerahan dan iman percaya dia kepada Tuhan yang menjadi guruNya berubah.
Supporting Verse – [6] Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Kisah Para Rasul 12:6 TB
Itu sebabnya iman kita akan diuji pada waktu kita ada di bawah tekanan. Menarik kata krisis dalam huruf kanji, kalau saudara belajar bahasa apapun juga, bahasa Asia yang pakai huruf kanji, bahasa Mandarin, bahasa Jepang contohnya.
Huruf kanji daripada kata krisis punya dua elemen, elemen pertama adalah elemen bahaya, elemen kedua adalah elemen kesempatan. Menarik sekali, kata krisis itu punya dua elemen, elemen bahaya, dan juga kesempatan.
Jadi di dalam setiap krisis ada bahaya, ancaman, tetapi juga ada kesempatan, sangat tergantung saudara melihat krisis itu sebagai ancaman atau kesempatan, karena krisis juga bisa menjadi kesematan untuk saudara menunjukkan dan membangun kekuatan di dalam kehidupan saudara.
Harapan kami di JPCC, sepanjang bulan ini saudara membangun “Resilient”, baik untuk saudara menghadapi krisis kesehatan atau orang-orang yang saudara hadapi seperti minggu lalu kita belajar, ada krisis kesehatan. Betul, kita percaya Tuhan bisa menyembuhkan, tapi “even if”, jika Tuhan tidak menyembuhkan, aku tidak akan meragukan kebaikan dan kesetiaan Dia dalam kehidupan kita.
Betul, Tuhan adalah Jehovah Jireh yang bisa mencukupkan kebutuhan kita, seperti ayat mingguan kita. Aku tahu bahwa Allahku bisa mencukupi semua kebutuhanku sesuai dengan kekuatan dan kemuliaanNya di dalam nama Yesus.
Supporting Verse – [19] Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Filipi 4:19 TB
But even if, saudara masih mau dilanjutkan kotbahnya? Atau saudara cuma mau kalau ikut Tuhan, bahwa semua doamu terjawab. Karena dibutuhkan kedewasan untuk saudara membangun kegigihan dan keteguhan seperti itu.
Judul kotbah hari ini adalah “More than Provision”. Yang kita ingin kejar bukanlah provisi daripada Tuhan. Karena yang kita ingin kejar adalah Tuhan, Sang sumber kehidupan.
Tuhan ingin lebih daripada cuma sekedar menyelesaikan krisis dalam kehidupan kita. Saya tahu, kalau saudara sedang ada krisis, saudara mungkin mendengarkan saya dan berkata, “Iya, Pastor ngomong enak saja, mungkin Pastor kan hidupnya baik-baik saja. Pastor kan enggak tahu apa yang saya sedang gumuli”.
Tahu, karena tidak terkecuali Pastor pun, hamba Tuhan pun akan mengalami dan harus menghadapi krisis. Tuhan ingin mengerjakan sesuatu di dalam kita sebelum Tuhan mengubahkan keberadaan kita.
Hari ini kita akan belajar dari kisah seorang janda yang sedang menghadapi krisis keuangan, krisis ekonomi yang sangat berat karena ditinggalkan oleh suaminya dan dia sedang menghadapi utang yang sangat besar. Mari kita baca di Dua Raja-Raja Pasal keempat. Ada tujuh ayat yang kita akan baca bersama.
Supporting Verse – [1] Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: ”Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan Tuhan. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya.” [2] Jawab Elisa kepadanya: ”Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.” Berkatalah perempuan itu: ”Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.” 2 Raja-raja 4:1-2 TB
Menarik sekali pelajaran atau mungkin catatan pertama yang saudara bisa catat adalah bahwa ternyata seorang hamba Tuhan, seorang Nabi yang takut kepada Tuhan pun bisa menghadapi krisis.
Siapa bilang, kalau saudara taat dan takut Tuhan, saudara melayani Tuhan, saudara nggak bisa menghadapi krisis? Saya percaya di JPCC, tidak ada yang salah paham dan salah harap kepada Tuhan seperti itu, bukan? Nggak ada yang bilang, kenapa ikut Tuhan susah? Saya yakin itu bukan doa dan jeritan daripada teman-teman di JPCC, bukan?
Karena Dia tidak menjanjikan hidup yang mudah, langit yang biru, laut yang teduh. Elisa tanya sama dia. Elisa tanya, apa yang dapat kuperbuat? What can I do for you? Percayalah, pertanyaan sama. Mungkin Tuhan akan tanya sama saudara. What can I do for you?
Dimana kasih karunia datang bertemu dengan semua ketidakberdayaan kita. Hari ini, penghiburan pertama yang saya rasa saudara bisa dapatkan adalah bahwa Tuhan peduli.
Sama seperti Tuhan peduli melalui Elisa kepada janda ini. He cares for you. Dan pertanyaan yang sama sebenarnya. What can I do for you? Apa yang aku bisa bantu, apa yang aku bisa lakukan.
Kemudian, sama seperti kita semua, janda ini yang sedang dalam krisis, seringkali fokusnya dia kepada apa yang dia tidak punya. Waktu ditanya, apa yang dapat aku perbuatkan, beritahukanlah kepadaku. Elisa bilang, kamu di rumah punya apa? Apa yang bisa dipakai untuk aku bantu? Dia bilang, aku gak punya apa-apa.
Seringkali kita kalau sudah krisis pengennya kan, “Tuhan, gue minta ini… selesai.”
Malah ditanya, kamu punya apa?
Aku sudah gak punya apa-apa. Cuma ini satu, buli yang isi minyak, minyaknya pun tidak banyak.
Sering sekali fokus kita pada waktu kita sedang mengalami krisis, kita fokus kepada apa yang kita tidak punya atau kita fokus kepada apa yang menyebabkan kita ada dalam kondisi seperti itu.
“Habis gara-gara suami sih, gara-gara ekonomi sih, gara-gara ini, gara-gara itu. Ah seandainya ini.”
Kita fokus kepada semua yang kita tidak punya yang menjadi penyebab kita berada di tempat seperti ini.
Jadi, pelajaran pertama kalau saudara mau catat dari kisah janda ini adalah, God will first change your perspective.
Tuhan akan mengubah perspektif kita. Dan pada waktu Tuhan menjawab janda ini melalui Elisa. Janda ini dibantu oleh Elisa untuk mengarahkan dari apa yang tadinya dia menganggap dia tidak punya, kepada sesuatu yang kecil mungkin selama ini terabaikan, sesuatu yang tidak diharapkan, sesuatu yang tidak pernah dipertimbangkan bisa menjadi solusi daripada apa yang sedang dialami.
Minggu lalu, kita belajar bahwa krisis akan mengekspos ketergantungan kita. Crisis exposes our dependence. Pada waktu saudara menghadapi krisis, biasanya diuji selama ini saudara bergantung sama apa atau sama siapa. Banyak orang taruh iman, pengharapan mereka di materi. Sehingga waktu materi berubah, hidup mereka goncang dan mengalami krisis.
Alkitab berkata, iman dan pengharapan kita, atau pengharapan kita itu seperti jangkar. Saudara taruh di mana? Kalau saudara taruh di sesuatu yang tidak kokoh dan tidak kuat, bisa bergeser.
Supporting Verse – [19-20] Biarlah harapan itu berfungsi seperti jangkar yang mengamankan diri kita, supaya kita terpancang kuat dan tidak terbawa oleh arus apa pun. Karena Pengharapan kita yang sebenarnya adalah Yesus sendiri. Dia sudah membuka jalan bagi kita ke dalam ruang mahakudus di rumah Allah di surga. Jadi, sekarang kita bisa langsung mendekat kepada-Nya melalui doa, karena Yesus sudah bertugas sebagai Imam Agung bagi kita untuk selama-lamanya, sesuai dengan pola Imam Melkisedek. Ibrani 19-20 TSI
Saudara taruh iman atau pengharapan saudara di uang, uang tidak stabil. Saudara taruh di dalam apapun juga di dunia ini, tidak stabil. Kecuali saudara taruh di dalam Tuhan, batu karang yang teguh, ada amin?
Jadi, krisis ini mengekspos kita punya ketergantungan, selama ini kita tergantung sama apa dan sama siapa. Dan menarik, Tuhan selalu menyelesaikan krisis dalam hidup kita tidak dengan apa yang tidak ada dalam kehidupan kita. Tetapi Tuhan selalu menyelesaikannya dengan apa yang ada di tangan kita. Hanya janda ini tidak melihat kalau yang kecil yang ada di tangannya itu bisa menjadi sumber dan solusi yang Tuhan mau pakai.
Sharing Ps. Jose – Saya pernah membantu seseorang yang jatuh besar dari bisnis yang sangat besar. Kehilangan sebagian besar aset yang dia punya. Tadinya bisnis pabrik besar. Dan waktu dia mulai bangkit lagi, dia hanya bangkit dengan jualan dessert, kecil. Satu hari, jualnya tidak bisa lebih dari lima belas porsi. Started small, tapi you know what?
Sekarang, setelah dia bangkit, dia bukan cuma lagi bisa jualan dessert saja. Dia sudah punya restoran, punya F&B, yang puluhan cabangnya di seluruh Indonesia.
Seringkali kita neglect, mengabaikan yang kecil yang ada di tangan kita. Itu yang dimaksudkan dengan “resilience”, waktu saudara bangkit.
Apa yang ada di tangan yang seringkali kita tidak lihat, Tuhan bisa pakai. Karena yang jadi kuncinya bukan apa yang ada di tangan, tapi Dia yang menyertai kita memakai apa yang ada di tangan kita.
Fokus janda ini diarahkan dari sesuatu yang dia tidak punya di rumah, dia anggap dia tidak punya kepada sesuatu yang sudah Tuhan yang ada atau Tuhan tempatkan di dalam kehidupannya. Jadi perspektif saudara, itu yang pertama.
Yang Kedua, Tuhan mengubah hati kita. God Transforms Our Hearts.
Selain Tuhan arahkan kita, perspektif kita, Tuhan mengarahkan atau Tuhan mengubahkan hati kita.
Supporting Verse – [3] Lalu berkatalah Elisa: ”Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. [4] Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!” [5] Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. [6]. 2 Raja-raja 4:3-6 TB
Menarik sekali, kalau saudara perhatikan. Setelah perspektifnya diubah, dia disuruh pinjam benjana kepada tetangganya. Saya gak tahu saudara, kalau saudara pernah baca kisah ini, tentu saja tahu bahwa di akhir kisah ini, mukjizat terjadi.
Dia tuang terus benjana yang dia punya semua sampai penuh. Dan kemudian dia bisa jual minyak yang ada, yang berkelimpahan itu, dia bisa bayar hutang dan dia bisa hidup dari sisanya. Karena kita tahu kisahnya. Tidak heran kalau kita melihat Nabi meminta dia meminjam bejana sama tetangganya.
Tetapi coba saudara, kita mundur sedikit, taruh diri saudara menjadi dia. Aku krisis keuangan punya hutang, disuruh pinjam botol kosong sama tetangga. Ini apa hubungannya ya? Beneran solusinya ini?
Tuhan seringkali bekerja dengan cara yang gak masuk di akal kita, betul gak sih?
Kita baca ini, ya jelas, karena semua kecukupannya terjawab dari jumlah bejana yang dia punya. Bahkan kalau saudara baca terjemahan TSI, TSI bilang begini.
Supporting Verse – [3] Nabi Elisa berkata, “Pinjamlah sebanyak mungkin wadah kosong dari semua tetanggamu. Jangan meminjam beberapa saja. 2 Raja-raja 4:3 TSI
Saya bayangkan, enggak mudah untuk dia melakukan itu dengan ketaatan, karena dia belum tahu ini untuk apa. Apa hubungannya saya taat ini dengan apa yang menjadi solusi daripada apa yang saya butuhkan?
Bukan hanya perlu ketaatan, dibutuhkan kerendahan hati. Emang ketuk pintu tetangga gampang? Belum lagi apakah selama ini dia punya hubungan yang baik sama tetangganya.
Perlu kerendahan hati. Menurut kami yang mempersiapkan kotbah ini, dibutuhkan transformasi kehidupan, transformasi sikap hatinya untuk dia bisa melakukan itu. Pergi meminta tolong sama orang, ketuk pintu rumah orang, “obey”, untuk meminjam sebanyak mungkin dan percaya bahwa itu ada gunanya. Pinjam sebanyak mungkin bejana.
Yang menarik adalah disuruh pinjam bejana, bukan pinjam minyak. Banyak kita pergi pinjam tepung sama minyak. Yang disuruh pinjam adalah bejana. Bejana yang tidak ada nilai komersilnya, dia tidak mengambil hutang lebih besar untuk menghadapi krisis yang dia punya. Meminjam sesuatu yang tidak dipakai oleh orang. Betul kan?
Masih disimpan sama tetangga, tapi tidak punya nilai komersil sebenarnya. Pinjam, bukan sewa. Sering kali kita berpikir untuk masalah krisis keuangan kita, kita pinjam tepung, pinjam minyak, bikin roti, dan mulai dagang. Pinjam bejana, Taat. Sikap hatinya berubah. Kalau dia sombong, kalau dia tidak percaya, apalagi kalau dia terluka, dia kecewa, dia marah, saya rasa dia tidak akan bisa melakukan apa yang dia bisa lakukan.
Karena setiap bejana yang kosong yang dia pinjam dari tetangganya, itu adalah langkah iman percayanya dia kepada Tuhan. Hari ini saya gak tahu perspektif apa yang saudara perlu ubah dalam hidup saudara menghadapi krisis yang saudara hadapi, krisis pekerjaan. Kalau saudara mengalami krisis pekerjaan, berulang kali saudara struggle to perform, ada perspektif yang mungkin saudara perlu ubah, ada sikap hati yang mungkin saudara perlu ubah sebelum saudara mengharapkan solusi yang Tuhan atau saudara ingin Tuhan kerjakan di dalam kehidupan saudara.
Karena Tuhan selalu memperbesar kapasitas saudara sebelum Tuhan mencukupi kehidupan saudara atau kebutuhan saudara. God increases our capacity before He increases His provision in our life.
Dia selalu memperbesar kapasitas saudara terlebih dahulu sebelum dia menghadirkan apa yang kau butuhkan untuk mengisi dompet atau untuk kebutuhanmu. Karena banyak kita seringkali ingin itu dibalik.
Kita ingin Tuhan terlebih dahulu menjawab kebutuhan kita. Dan Tuhan bekerja selalu di luar ekspektasi kita. Dan janda ini dituntut untuk mempraktekan iman. Untuk berani percaya dan taat. Iman bukan berarti kita paham semuanya. Dan seringkali langkah-langkah yang Tuhan kasih sama kita tidak kita pahami semuanya. Tapi kita percaya kepada Dia yang memimpin kehidupan kita. Percaya kepada Tuhan. KesetiaanNya. Tuhan memakai keadaan yang kita alami ini, seringkali itu membawa kita semakin mengenal dan bergantung kepada Dia.
Dan dia ingin kita belajar bergantung sebagaimana seorang anak percaya kepada papanya. Dan Tuhan ingin saudara bergantung kepada Dia. Sekali lagi, walaupun saudara ditantang, taat untuk rendah hati, untuk berubah sikap hati saudara, setia. Tapi saya tetap mau kasih saudara “disclaimer dan warning”. Ini bukan jaminan bahwa saudara pasti akan mendapatkan hasil yang sodara inginkan.
Ouch. Karena kalau iya, itu berarti “Prosperity Gospel”. Tetapi bukan berarti saudara gak perlu berubah. Kekristenan adalah saudara berkata, “Even if”, aku tahu Tuhanku mampu, tapi kalaupun tidak, aku tidak akan meragukan Dia.
Dapatkah dia temukan orang-orang yang dewasa, yang mau punya kegigihan seperti itu, yang mau hidup, dipakai oleh Tuhan, yang berkata, “even if”.
Ya, karena yang lebih mudah dikotbahkan adalah saudara hari ini taat, besok jawaban datang. Saya berdoa ada resilient yang terbangun dalam kehidupan saudara.
“Aku percaya Tuhan bisa menyembuhkan, but, even if”, “Aku percaya Tuhan bisa membangkitkan dan mencukupkan, but even if”
Tetapi saya mau mengubah perspektif dahulu, ubah sikap hatiku dahulu. Amin.
Because God is more interested in who we are becoming than what we are receiving. Karena Tuhan lebih berminat dengan apa yang kita menjadi, daripada apa yang kita terima.
Dia peduli saudara jadinya seperti apa sebelum apa yang saudara akan siap terima. Karena ada banyak orang hanya mengharapkan tangan Tuhan, dan tidak peduli pada hati Tuhan. So God works in us before He works for us. Tuhan bekerja dalam kita sebelum Dia bekerja untuk kita.
It’s my notes. Sebenarnya kalau mau, catat. God is more interested in who we are becoming than what we are receiving. Dia peduli saudara jadinya seperti apa sebelum apa yang saudara akan siap terima. Karena ada banyak orang hanya mengharapkan tangan Tuhan, dan tidak peduli pada hati Tuhan. So God works in us before He works for us. Nah ini ada slide saya bawa. Tuhan bekerja dalam kita sebelum Dia bekerja untuk kita.
Jadi, Dia akan terus berurusan dengan sikap hati saudara.
What to do kalau begitu?
Jadi prinsip pertama tadi, Tuhan merubah perspektif Anda.
Yang kedua, Tuhan merubah hati Anda. Karena Tuhan akan ubah hati saudara pada waktu saudara belajar berjalan dalam ketaatan. As you walk in obedience, God transform your hearts. Tetapi saya bilang, itu bukan formula magic untuk semua doa saudara dipenuhi oleh Tuhan.
Dia akan memberkati saudara sesuai dengan kekayaan dan kemuliaannya. Amen?
So what to do? Ada tiga hal yang saudara bisa lakukan. Key Takeawaysnya.
Pertama, Ask for help.
Minta tolong. Dia juga berteriak minta tolong sama Nabi. Dia juga minta tolong sama Elisa. Ask for help. Kalau saudara hari ini ada dalam krisis. Minta tolong, hubungi seseorang, minta orang yang bisa bantu saudara, seek counsel, minta nasihat dari ahli, kalau saudara sedang terjerat, kena bunga, kena penalti, talk to someone, minta tolong, find mentors, cari counselors, bila aku lagi stress, aku lagi depresi, berhenti gali di lubang, tutup lubang, saudara mau janji sama saya, berhenti gali di lubang, tutup lubang, talk to someone.
Bayar harganya. Supaya saudara bisa keluar dari penjara itu dan menolong orang lain. Mengijinkan orang lain menolong sodara. Dia makanya disuruh pergi pinjam bejana. Ask for help.
Sekali lagi pinjam bejana bukan pinjam tepung, bukan pinjam minyak. Bukan pinjam uang, tetapi pinjam bejana. Karena jawaban Tuhan sering kali bukan dalam bentuk “comfort”, karena jawabannya justru tidak memberikan comfort. Maksudnya apa disuruh pinjam bejana? Lebih enak kalau minta tolong langsung dijawab oleh Tuhan.
Lewat orang lain. Pergi minta tepung, tetangga kasih tepung. Lebih gampang. Jawabannya tidak memberikan comfort. But a challenge justru, ditantang to do something. Dan saya berdoa, ada orang-orang yang bangkit hari ini berkata, “Oke, saya tidak lagi akan berdoa minta comfort, tetapi saya akan berdoa supaya Tuhan tantang aku untuk melangkah di dalam iman.
Jadi, bangun hubungan kalau saudara sama tetangga, sama orang lain tidak ada hubungan. Sulit, saudara mau minta tolong sama siapa? Halo, bangun kredibilitas saudara. Ada banyak orang sudah memanfaatkan semua kredibilitas yang dia punya sehingga orang lain sudah tidak lagi mau membantunya. Saya berharap kalau saudara berubah sikap hatinya dan Tuhan kirimkan orang-orang yang masih mau meminjamkan bejana untuk saudara sehingga saudara bisa bangkit. Can you say amen to that?
Yang kedua, Learn to be content.
Belajar untuk mencukupkan diri. Contentment, rasa puas atau mencukupkan diri adalah obat penawar dari semua obsesi mengejar lebih, more. Kita selalu mau lebih, “followers lebih, rumah lebih, gaji lebih, tabungan lebih”. We want more.
Kalau kepuasan bisa datang dengan “more”, pasti Tuhan kasih saudara “more”. Masalahnya adalah kita berpikir bahwa puas itu ada di situ. Kita kejar, kita sampai di situ, ternyata puas sudah pindah ke sebelah lagi. Jadi kita kejar ke sebelah, kita pikir dia di situ, ternyata enggak.
Mau itu aset, mau itu tabungan, mau itu posisi, mau itu jabatan. Kepuasan datang karena saudara mencukupkan diri dengan apa yang ada, berkata: Cukup.
Ucapkan Terima kasih dalam segala hal. Puas yang datang, tinggal dengan saudara. Puas yang datang, menyertai saudara. Karena saudara belajar berkata cukup. Cukupkan dengan apa yang di tanganmu.
Bisa berkata tidak to all the consumptive lifestyle. Tidak hanya karena orang lain lakukan, aku tidak harus lakukan. Hanya karena semua orang main padel, aku gak harus main padel. Hanya karena semua orang habis padel, main mahjong, aku gak harus belajar main mahjong.
Walaupun alasannya untuk lawan dementia, itu bohong. Saudara mau lawan dementia, tulis tangan tiap hari. 15 menit tulis ayat, tulis ulang dan jadikan satu kalimat yang lebih lancar. 15 menit itu lawan dementia.
Gak salah main mahjong, tetapi learn to say no to consumptive lifestyle, sehingga sudah tidak perlu habiskan uang yang saudara tidak punya.
Rasa aman saudara bukan terletak pada berkatNya, tetapi sang pemberi berkat bagi hidup saudara. Itu sebabnya kotbahnya “more than provision”.
Yang terakhir, selain saudara belajar untuk mencukupkan diri. Keep Pouring.
Sama seperti janda ini disuruh terus menuang. Terus berusaha, terus mencoba. Nah kalau saudara merasa bersalah dan gagal, sehingga saudara mengalami krisis, saya berdoa supaya hati saudara semua bisa bangkit, mencoba lagi. Dan tidak ada jaminan saudara tidak akan gagal lagi. Tapi saya berdoa saudara punya mentor, orang lain yang menolong saudara untuk tidak memulangi kesalahan yang sama.
Setidaknya saudara belajar dari kesalahan yang lama. Setidaknya kalau sampai saudara gagal lagi, mengulangi atau melakukannya karena sudah belajar kesalahan yang baru. But you never stop trying. Keep pouring. Terus belajar. Terus bertumbuh.
Faithful stewardship adalah managing wisely and develop faithfully.
Saudara mengelola dengan setia, artinya saudara menata anggaran saudara dengan bijak dan bertumbuh dengan bijak, dengan setia. Saudara manage wisely, artinya budgeting saudara, pengeluaran saudara dikelola dengan bijak. Jangan sampai gaya lebih daripada dana. Manage wisely.
Kalau Nggak perlu makan di luar, nggak perlu spend di luar. Sementara ini seperti saya selalu katakan, tabung itu. You never know when you need it. Develop faithfully buat pengusaha. Go back to your fundamental. Kembali pada yang paling fundamental. Develop faithfully buat karyawan. Jaga integritas saudara, kinerja saudara, excellence saudara, consistency saudara, belajar sesuatu yang baru, do it extra mile, develop faithfully, sehingga saudari dipercayakan sesuatu yang lebih besar.
So, sebagai penutup, but what if, setelah saya lakukan semua itu tetapi keadaan saya tetap tidak berubah, what if? Apakah berarti Tuhan meninggalkan Anda?
Of course not! God does not leave you!
Karena pengharapan kita tidak tergantung pada keadaan kita, tetapi pada pribadi yang berjalan bersama dengan kita. Jadi tetap berdoa, tetap setia, tetap taat, tetap berubah, tetap menuang, dan tetap berjuang. And you build resilience in your life.
Ada amin? Jangan berhenti, sehingga saudara suatu hari bisa berkata. Even if. Sekalipun jawaban Tuhan berbeda dengan apa yang aku harapkan, meskipun aku belum mengerti semua jawabanNya, hari ini aku bisa berkata, aku percaya pada hatiNya, aku percaya pada karakterNya, aku percaya pada kesetiaanNya yang tidak berubah.
Sehingga saudara bisa mengulangi ayat mingguan kita hari ini, Allahku akan memenuhi segala kebutuhanku, menurut kekayaan dan kemuliaanNya di dalam Kristus Yesus. Amin?
Supporting Verse – [7] Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: ”Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.” 2 Raja-raja 4:7 TB
Wow, ini mukjizat luar biasa, I really hope semua mukjizat kalian sama seperti itu.
Tetapi seperti tadi kali saya bilang, even if. Masalahnya adalah, kalaupun dia ngalamin mukjizat, suatu hari minyaknya habis. Betul gak sih? Suatu hari uangnya akan habis. Paham gak saudara yang tidak akan habis apa? Tuhan yang ada dalam hidup janda ini. Tuhan tidak akan pernah habis. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan dia.
Mukjizat bisa menyelesaikan hutang finansial, tetapi hutang dosa kita, tidak akan kita bisa bayar sendiri. Janda ini bisa bayar hutangnya. Tetapi hutang dosa tidak ada seorang pun kita bisa bayar.
Closing Verse – [9] Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. 2 Korintus 8:9 TB
Itu sebabnya. 2 Korintus 8.9 bilang. Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita. Yesus Kristus. Yang oleh karena kamu menjadi miskin. Sekalipun ia kaya. Supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan.
Yesus datang untuk membayar semua hutang yang kita tidak seorang pun mampu bayar. Sehingga kita yang miskin bisa menjadi kaya karena diambil kemiskinan kita. Diambil dosa kita. Diambil sakit-sakit, menggantikannya dengan kehidupan dan kelimpahan. Itulah hadiah terbesar yang kita bisa terima hari ini. Makanya judulnya More than Provision.
Karena ketika Yesus menjadi harta yang paling berharga. Kita menjadi orang yang paling kaya. Saya ulangi sekali lagi. Ketika Yesus menjadi harta yang paling berharga. Kita menjadi orang yang paling kaya.
Doa saya agar saudara keluar dengan rasa kaya yang melimpah karena Yesus menjadi hadiah terbesar dalam hidup saudara. Ada Amin?
God’s greatest provision is not what he puts in our hands. His greatest provision is that he gives us Himself. Kecukupan terbesar yang Dia berikan bukanlah apa yang kita terima di tangan kita, tetapi diriNya yang kita terima di dalam kehidupan kita.
Ps: Hi friends! If this blog has blessed you, you can support us below. Thank you, and God bless! Link: https://saweria.co/316notes



