JPCC Kota Kasablanka Service 4 (26 November 2017)
Saya senang bisa kembali ada di Jakarta dan JPCC, Gembala kalian adalah sahabat karib saya dan mereka sangat luar biasa, dan Kami sungguh mengasihi kalian disini. Australia mengasihi Indonesia, Saya suka Bahasa Indonesia, banyak orang berpikir bahwa Bahasa Inggris adalah Bahasa utama, tetapi mereka tidak menyadari bahwa orang Indonesia sudah ada begitu lama, Kami berdoa untuk negara Indonesia, supaya Tuhan terus memberkati anda semua sehingga anda semua bisa menjadi kekuatan yang luar biasa di Indonesia.
Saya ingin berbicara mengenai Kasih yang mengubahkan dunia, ada Kasih yang mengubahkan sebuah keluarga, ada kasih yang mengubahkan kehidupan, dan kita hidup di tengah-tengah komunitas dimana kita memerlukan Kasih Tuhan yang melimpah.
Ada banyak orang yang kesepian, frustrasi, mengalami keputus-asaan tetapi ada sebuah Kasih yang mampu mengubah kehidupan, ini judul dari kotbah saya hari, yaitu tidak ada Kasih yang lebih besar (No Greater Love).
Saya ingin memulai dengan bacaan dari kisah kehidupan Yesus di Yohanes 8, dan buat Yesus mungkin hal ini seringkali terjadi tetapi saya ingin saat anda membaca kisah dibawah ini, coba untuk memikirkan peran anda dalam kisah ini, kadangkala kita bisa menjadi orang yang menjadi korban, menjadi penuduh, atau mungkin menjadi bagian dari orang banyak yang tidak berbuat apa-apa, tetapi saya berharap agar mudah-mudahan sesekali kita bisa menjadi seperti Yesus yang membawa Kasih dalam kisah dibawah ini.
Opening Verse – tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Yohanes 8:1-11 TB
Di dalam sub-title Alkitab saya, dikatakan mengenai Perempuan yang tertangkap basah berzinah, tetapi kisahnya melebihi itu, bahkan kisahnya bukan tentang seorang yang tertangkap basah berzinah, kita bisa melihat di ayat ke-6, dimana mereka mencoba mencari sesuatu untuk menyalahkan dan menjebak Yesus. Hal ini terus terjadi dalam kisah kehidupan yang berbeda-beda, saya ingin memakai suatu foto untuk mengingat hal ini.
Foto yang pertama adalah Foto dimana Yesus dan orang banyak, dimana kisah ini berbicara saat Yesus mengajar di baat suci, dia selalu mengajar dan sesekali dia juga ada untuk hadir dan selalu ada di Rumah Tuhan dan dikelilingi orang banyak yang ingin belajar dan haus bertumbuh dalam pengajaran Yesus. Bayangkan jika kita ada di antara kerumunan orang banyak saat itu, orang-orang yang menakjubkan selalu ada di sekitar Yesus, dan Alkitab mencatat bahwa Yesus juga adalah sahabat orang berdosa, dan bayangkan jika kita tidak diikusertakan disana.
Di Foto berikutnya, adalah Foto yang menampilkan kemarahan dari sebuah agama itu sendiri, roh agamawi selalu mementingkan kepentingan diri sendiri dan tidak mengikutsertakan orang lain, Gambaran Roh Agamawi selalu mengatakan bahwa kita tidak cukup baik, selalu menempatkan kita di pojok, senantiasa berusaha menggangu apa yang Yesus sudah lakukan, Agama tidak akan pernah bahagia apabila kita menemukan kemerdekaan.
Kemerdekaan ada di dalam Pribadi dan Roh Tuhan, tetapi agama ingin kita bekerja lebih keras, dan kita temukan orang yang kita kasihi di tengah-tengah masalah, dan Agama menuntut penghakiman untuk dijatuhkan dan terus menerus mempertanyakan dan menantang Yesus, Hukum berkata bahwa wanita yang berzinah harus dirajam, tetapi Yesus diam dan hanya membungkuk di Tanah serta menulis dengan jarinya, kita tidak pernah tahu apa yang Dia tulis disana, tetapi terakhir jari Tuhan menulis adalah mengenai Perintah Allah, jadi mungkin Yesus sedang menuliskan hukum-Nya, seperti jangan menyaahgunakan nama Tuhan dengan sembarangan, kuduskan hari Sabat, jangan Membunuh, atau Hormatilah ayah dan ibumu, tetapi apapun yang Yesus tuliskan disitu, itu membawa keyakinan dalam kehidupan orang-orang beragama, karena dikatakan di Alkitab bahwa semua orang mulai pergi satu persatu, dimulai dari yang tertua, sampai tidak ada lagi satu orang-pun yang tersisa.
Kemudian kita mendapatkan gambaran dari Kasih Karunia Tuhan yang luar biasa, di depan orang banyak, “Dimanakah mereka yang akan menghukum engkau? tidak ada lagi mereka, dan Akupun tidak akan menghukum engkau, Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi”. Itulah Kasih Karunia Tuhan, tetap berurusan dengan dosa kesalahan kita tetapi tetap membuat kita merasa berharga, untuk memampukan kita menghidupi kehidupan yang penuh bagi Dia.
Sungguh menakjubkan karena satu-satunya pribadi yang tidak berdosa dan layak untuk melempar batu, justru menjadi yang membebaskan wanita itu? Dia datang bukan untuk menghapuskan hukum, tetapi Dia datang untuk menggenapi Firman dan tidak ada Kasih yang lebih besar dari Kasih Allah Bapa.
Jadi apa itu Hukum?
Ada satu pertanyaan yang diajukan pemimpin agamawi kepada Yesus, ada lebih dari 600 hukum di Alkitab dan Manakah Hukum yang paling penting dan perlu dipertahankan menurut-Nya?
Dalam Markus 12, Yesus menjawab sebagai berikut.
Supporting Verse – Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Markus 12::29-31 TB
Kotbah hari ini sebenarnya sangat mudah untuk dimengerti, tetapi kemungkinan besar akan sangat susah untuk dijalankan, Saya yakin anda akan mudah mengingat hal ini tetapi susah untuk dihidupi-nya, tetapi ini mungkin dilakukan.
Pertanyaan-nya, Bagaimana Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan?
Apakah saya harus merasa nyaman, atau dalam hal jiwa, apakah ini dosa jika kita merasa stress? Dalam hal kekuatan, apakah berarti saya juga harus ke pusat kebugaran dan juga punya otot? Bagaimana caranya mengasihi Tuhan dengan segenap kekuatan? Kita harus belajar bertanya ke diri kita sendiri akan semua pertanyaan ini karena tidak ada Kasih yang lebih besar daripada Kasih yang mengasihi Tuhan dengan Segenap Hati, Jiwa, Pikiran dan Kekuatan.
1. Kasihi Tuhan dengan segenap Hati berbicara mengenai Hati yang Rela Melepaskan atau Let Go, Kita harus punya hati yang melepaskan orang, melepaskan hak milik, melepaskan kesalahan, tidak menyimpan semua ini di dalam hati kita, kita akan sulit untuk mengasihi orang dengan segenap hati jika kita menyimpan kesalahan mereka di dalam hati kita.
Bayangkan sebuah gereja yang bisa bertumbuh sedemikian rupa sehingga tidak ada tempat yang mencukupi untuk jemaat-nya, sehingga Gembala di gereja ini berkata agar beberapa jemaat bisa pindah ke jam service gereja yang lain, saya memberikan selamat pada semua yang mendengarkan dan juga berterima kasih pada orang atau gembala dari gereja yang lain karena tidak semua orang bisa menerima instruksi ini dengan baik. Ada beberapa orang yang mungkin sebaliknya marah karena merasa bahwa mereka sudah merasa memiliki dan terbiasa akan jam service tertentu yang sudah mereka hadiri sebelumnya, hal yang terkecil bisa menjadi masalah terbesar di dalam hati-mu.
Saya salut dengan bagaimana jemaat disini bisa meresponi dengan baik mengenai adanya penambahan jam service gereja, Sulit untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati jika ada hal-hal yang kita simpan di dalam hati kita. Kemampuan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati adalah kemampuan untuk melepaskan sesuatu dari hati kita.
Kesalahan apa yang pernah anda buat? Apakah anda masih mempertahankan itu? Apakah anda masih terjebak dengan masa lalu anda? Ada suatu bagian Firman Tuhan yang seringkali dibaca saat pemberkatan Firman Tuhan.
Supporting Verse – Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 1 Korintus 13:4-8 TB
Kasih tidak pemarah, kalau kita masih menghitung semua kesalahan orang lain, maka hati kita penuh dengan kesalahan orang itu dan akan sulit untuk mengasihi Tuhan lebih lagi, Kita harus belajar untuk melepaskan-nya. Analogi Film Frozen bercerita mengenai Hati yang beku karena ada kepahitan disitu, melepaskan segala kehidupan kita, hati yang marah akan menjadi hati yang beku, mempertahankan kepahitan dan itu akan membekukan diri kita.
Supporting Verse – Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan Amsal. 4:23 TB
Mari kita belajar untuk memiliki hati yang melepaskan, melepaskan orang-orang yang bersalah kepada kita. Disaat memasuki musim Natalan, Kita mungkin akan bertemu dengan anggota keluarga yang unik dan aneh, yang membuat jamuan makan malam menjadi aneh, kita perlu berdoa untuk menerima kekuatan Kasih daripada Tuhan karena kita bisa menjadi gila dan marah karena melihat dan bertemu mereka.
2. Kasihi Tuhan dengan segenap Jiwa berbicara mengenai Jiwa yang berhasil memperlambat kehidupan
Kita harus belajar untuk melepaskan, Tidak ada Kasih yang lebih besar daripada Kasih dan Hati yang melepaskan dan bisa memulihkan hubungan persahabatan, biar Tuha penuhi kita dengan kasihnya, kasih yang melepaskan pengampunan. Bicara soal pelepasan, maka jiwa kita akan belajar untuk memperlambat kehidupan kita.
Kita harus belajar untuk memperlambat kehidupan kita, dan mengijinkan Tuhan untuk memenuhi kita dengan Damai-Nya. Karena dalam hidup semua bertambah cepat, anak-anak saya berkata bahwa Tahun ini berjalan begitu cepat dan sebentar lagi sudah sampai di Bulan Desember dan Natal. Semua begitu cepat, Apakah waktu berjalan lebih cepat?
Waktu tetaplah sama, tetapi jarak yang tadi ada antar kejadian sekarang hilang, kita tidak punya waktu dimana kita tidak berbuat apa-apa lagi. Saya tidak ingat terakhir kali saya merasa bosan, Saya sebenarnya ingin sesekali bisa merasakan ini. Hanya orang yang membosankan bisa selalu merasa bosan. Jarak antara kejadian sekarang hilang dan ini membuat waktu terasa berjalan begitu cepat.
Belajar untuk memperlambat kehidupan kita agar kita bisa mendengar suara Tuhan karena Tuhan senantiasa berbicara kepada kita, tetapi kita tidak bisa mendengarnya karena kebisingan.
Handphone adalah alat yang luar biasa canggih dan sering menolong kita dalam hal komunikasi antar keluarga dan bekerja secara global (Saya bisa terhubungan dengan keluarga saya di Australia saat berada di Jakarta). Masalahnya saya seringkali terlalu dan senantiasa terhubung karena alat ini tidak pernah diam dan selalu berbunyi, selalu ada notifikasi yang masuk, dan begitu banyak likes yang masuk ke dalam instagram feeds saya. Belum lagi disaat saya ingin melakukan postingan disana, yang akan memakan waktu cukup lama untuk proses editing, caption, dan waktu untuk melakukan postingan tersebut.
Sekarang bahkan ada lagi applikasi yang bisa memberikan informasi akan follower saya, Kehidupan Bermasyarakat berjalan begitu cepat, Kita memerlukan Kasih dan Damai Tuhan di dalam hati kita untuk memperlambat kehidupan kita dan berhubungan dengan orang lain.
Sharing Ps. Joel – Tadi sewaktu istirahat, saya bertanya kepada anak saya Elli, Bagaimana Gereja disana? Dia selalu mengirim sms dimana dia sedang ada di kebaktian dan berkata bahwa ada gembala dari Hillsong Copenhagen dan semua itu berjalan dengan baik, Kalendar saya juga memberikan reminder agar saya segera pulang hari ini, dan anak perempuan saya bernama Harmony tiba-tiba mengirimkan 3 gambar. Dia berkata bahwa dia kangen dengan saya, tetapi dia meminta maaf karena dia lupa bahwa saya sedang berkotbah disini. Begitu juga dengan saya yang begitu sibuk dengan semua notifikasi ini sehingga saya lupa bahwa saya sedang memberikan kotbah kepada anda semua.
Saya langsung sadar bahwa bukankah seperti itu Hidup kita? Kita begitu terhubungnya tapi sebaliknya kita begitu tidak terhubungkan dan lupa dengan apa yang sedang kita kerjakan. Suatu kali saya makan malam dengan keluarga saya, dan kemudian ada pelayan yang datang dan diam-diam menertawai kami karena kami sekeluarga sibuk bermain handphone, bicara dengan seseorang yang tidak ada di meja makan. Terhubung tetapi sepertinya tidak terhubung.
Ada seorang teman saya, dimana saat kita sedang berbicara atau ada di tengah-tengah pembicaraan atau pertemuan dan tiba-tiba handphone-nya berbunyi, dia tetap akan langsung menerima-nya dan mengatakan hal berikut. Ini yang dia katakan “Maaf saya tidak bisa berbicara sekarang, saya sedang bertemu seseorang, Nanti akan saya hubungi kembali”.
Saya menanyakan Buat apa dia menerima telepon dan melakukan itu? Jangan angkat telepon itu atau setidaknya katakan sesuatu yang lebih penting, bukankah ada voicemail untuk menjawab telepon? Kita berbicara mengenai kehidupan yang begitu ketatnya dan hampir jatuh.
Studi mengatakan bahwa penggunaan social media yang berlebihan akan menyebabkan depresi. Tetapi sebagai umat percaya kita bisa memiliki Damai Sejahtera yang datang dari Tuhan. Alasan mengapa ini penting, mengapa kita perlu mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa?
Kalau kita tidak berhasil memperlambat hidup kita dan menjaga ruang, maka kita akan kelewatan semua hal yang ingin Tuhan lakukan dalam hidup kita. Tuhan sedang berbicara kepada kita dan alasan mengapa kita tidak mendengarkan Dia karena suaraNya lebih lembut daripada semua kebisingan yang ada di sekitar kita.
3. Kasihi Tuhan dengan segenap Pikiran berbicara mengenai Pikiran yang bersedia dan mau diperbaharui.
Jadi kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan. Hati yang rela melepaskan, Jiwa yang berhasil memperlambat kehidupan, Tidak ada Kasih yang lebih besar daripada pikiran yang bersedia untuk diperbaharui, belajar untuk merubah cara kita berpikir, penting untuk mempunyai pemikiran yang baru dan benar, bukan hanya pemikiran yang baru saja.
Pemikiran dan Jalan Tuhan lebih tinggi dari Pemikiran dan jalan kita, Tuhan inginkan agar kita mempunyai pemikiran-Nya karena Dia menyatakan dirinya kepada kita melalui Firman, agar kita bisa mengenal seperti apa Diri-Nya, Pikiran yang menyembah atau mengasihi Tuhan adalah pikiran yang bersedia untuk diubahkan agar bisa melihat sesuatu menjadi berbeda.
Supporting Verse – Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Yesaya 55:9 TB
Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 1 Korintus 13:11 TB
Kita menjadi dewasa dan memperbaharui pikiran kita, saya sudah menikah selama 25 tahun tetapi saya tidak menjadi suami yang lebih hanya karena lama pernikahan-nya, saya menjadi suami yang lebih baik kalau saya terus memperbaiki dan melakukan hal-hal yang lebih baik dari sebelumnya.
Saya tidak menjadi orang kristen yang lebih baik karena sudah lebih lama jam terbang-nya, saya menjadi orang kristen yang lebih baik disaat setiap kali membaca Firman atau Alkitab, Firman itu menantang pola pikir saya yang lama, sangat luar biasa untuk membaca Alkitab atau Firman tetapi jauh lebih luar biasa disaat Alkitab atau Firman Tuhan mulai membacakan hidup kita.
Pada saat Dia mulai menantang pola pikir dan persepsi kita, kita punya semua pemikiran mengenai semua orang, ada hal-hal yang kita pikirkan secara berbeda mengenai bangsa lain, tetapi pada saat Tuhan melihat orang dan bangsa-bangsa, Tuhan mengasihi mereka semua.
Tidak ada Kasih yang lebih besar daripada Kasih yang mampu mengubahkan Pola Pikir Seseorang. Jadi jangan kita membuat orang berhutang atas kesalahan yang pernah mereka buat, kita semua pernah berbuat salah, dan Tuhan tidak pernah membuat kita untuk membayar hutang itu. Dia memberikan kita kesempatan untuk kehidupan yang baru, Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih yang membuat seseorang bersedia mengubah pola pikirnya mengenai orang lain.
Mari kita ubah pemikiran kita tentang Tuhan, dan mari kita ubah pemikiran kita tentang orang lain. Tidak ada Kasih yang lebih besar dari hati yang mau melepaskan, jiwa yang memperlambat kehidupan, dan pemikiran yang bersedia diperbaharui. Saya akan memasuki poin saya yang terakhir.
4. Kasihi Tuhan dengan segenap Kekuatan berbicara mengenai Kekuatan untuk Bertahan.
Kekuatan untuk bertahan dimana kita akan terus melangkah maju, kehidupan kristen bukanlah lari jarak pendek dan tidak hanya terjadi di dalam waktu 1 hari saja, tetapi sebuah lari jarak jauh dan bahkan lebih panjang dari Marathon. Kita akan terus berlari, dan berjuang serta berdiri tegapdi dalam Tuhan.
Kita tidak mau menjadi orang kristen yang bertahan di cuaca yang indah saja, bagaimana kalau ada badai kehidupan datang? pada saat itulah kekuatan ke-kristenan kita perlu diuji. Disaat orang berubah dan mengecewakan kita, kita perlu Kasih yang bisa bertahan, jangan menyerah karena orang berbuat salah karena Tuhan kita tidak menyerah kepada kita disaat kita melakukan kesalahan.
Tidak ada Kasih yang lebih besar daripada Kasih yang mau dan bersedia bertahan di dalam hidup. Bayangkan masalah pertama yang ada dalam pernikahan, saya bersyukur saya dan istri saya bisa bertahan karena kami punay begitu banyak gelombang di dalam pernikahan kami.
Kita tidak bisa hanya menyerah begitu saja disaat sesuatu salah atau tidak berjalan sesuai rencana, itu sebabnya JPCC menjalankan adanya event seperti Marriage Retreat, untuk menolong pasangan dalam pernikahan mengatasi perbedaan yang ada. Karena tidak ada Kasih yang lebih besar daripada Kasih yang mau dan bersedia bertahan.
Kita akan terus bertahan dalam jalur yang kita lalui bersama dengan Yesus, baik disaat kita sakit, sehat, kaya, miskin, kerja maupun pengangguran, Kita akan terus menyembah dan mengasihi Yesus. Di dalam segala situasi, Jika Tuhan beserta kita, siapa yang bisa menjadi lawan kita?
Closing Verse – Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Filipi 4:11 TB
Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Yohanes 15:12-13 TB
Apa yang anda butuhkan hari ini? Apakah anda mau Tuhan memenuhi hati-mu dengan Kasih? Mintalah KepadaNya
Apabila ada ketergesaan di dalam hati anda, atau kalau anda perlu damai sejahtera yang melebihi segala akal saat ini juga, Mintalah KepadaNya.
Atau mungkin pikiran anda stress karena ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, Alkitab mengatakan setiap orang yang membutuhkan Hikmat bisa meminta kepadaNya. Mintalah KepadaNya.
Apakah anda merasa lelah dan lemah? Tuhan berkata dia akan memperbaharui kekuatan anda dan bisa terbang naik dan sesuai dengan ketinggian yang surga inginkan, Mintalah KepadaNya.



