Peace with God By Ps. Johannes Remiano

JPCC Online Service (23 April 2023)

Welcome semuanya! Selamat datang bagi semua jemaat yang menyaksikan secara online atau offline. Apa kabarnya semua hari ini? Hari ini, kita masuk di dalam Minggu yang ketiga di dalam seri khotbah “At the Cross“, melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, kita mendapatkan semua yang kita perlukan untuk menghadapi masa lalu, masa kini, dan juga masa depan.

Bagi saudara yang datang atau menyaksikan secara online, Minggu lalu Ps. Jeffry berbagi sharing mengenai memaknai kebangkitan Kristus, dimana memaknai kebangkitan Kristus ditandai dengan kita menyangkal diri, memikul salib dan melepaskan cara hidup yang lama.

Untuk menghidupi kehidupan yang Tuhan mau, Kita perlu atau mau dipimpin oleh Roh Kudus. Judul sharing saya hari ini adalah Peave with God, Damai Dengan Tuhan,, dimana setengah kotbahnya tadi sudah disampaikan oleh Billy dan tim JPCC worship. Saya sendiri sudah mendengar banyak sekali ya kebenaran firman Tuhan yang luar biasa disampaikan melalui lagu-lagu yang dinyanyikan.

Opening Verse – Kata-kata ini, yaitu “hal ini diperhitungkan kepadanya,” tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. Roma 4:23-25 TB

Apa yang dimaksud dengan hal itu diperhitungkan kepadaNya? Kalau saudara mau belajar, saudara bisa membaca dari roma pasal satu sampai yang ke-empat. Semua orang terjerat dalam dosa dan perlu diselamatkan. Keselamatan tidak bisa terjadi hanya dengan mentaati hukum Taurat saja, tetapi hanya kebenaran Tuhan melalui Yesus yang dapat menyelamatkan.

Bukan hanya keturunan Abraham yang berhak tetapi kita semua yang percaya dengan iman kepada Yesus Kristus akan mendapatkan keselamatan. Ada kata damai sejahtera dengan Allah disini, nah kata damai sejahtera asal katanya adalah “Eirene” . Artinya  utuh, disatukan, terikat menjadi satu. Kuat, dan kokoh, kalau saya mencari ilustrasinya seperti sebuah keluarga, suami, istri dan anak-anak, dimana kita bisa merasakan kedamaian saat kita bersama dengan mereka.

Tentunya damai sejahtera ini tidak bisa cuman dikatakan, saya pernah beberapa kali, datang ke rumah teman dan merasakan adanya damai sejahtera, bukan karena ada banyak harta benda berharga disana, tetapi karena adanya hubungan di antara mereka, baik suami istri dan anak-anak itu ada hubungan yang rukun, kompak dan utuh.

Damai sejahtera ini juga termasuk damai sejahtera kita dengan Tuhan. Kita selalu berharap berdoa untuk bisa memiliki ini, tetapi saya tahu seringkali yang terjadi tidak selalu seperti itu. Ada masa-masa di mana kita merasa begitu jauh dari Tuhan, Tuhan tentu selalu ada tetapi kita yang seringkali menjauh dari Tuhan, sehingga kita tidak merasakan damai sejahtera.

Ada beberapa yang melakukan “Healing”. Mencari Healing ke satu tempat atau bertemu dengan orang-orang, tetapi seringkali setelah healing terjadi, mereka menjadi pusing saudara karena tagihannya lumayan. Healing yang sebenarnya hanya bisa kita dapatkan di dalam Yesus Kristus Tuhan.

Damai sejahtera adalah keadaan jiwa yang tenang karena jaminan keselamatan melalui Yesus Kristus dan dengan demikian kita tidak takut karena tidak ada yang ditutupi dari Tuhan dan bersyukur dengan apapun yang kita miliki.

Salib dan kebangkitan Yesus adalah jaminan kita mengalami damai dengan Tuhan dan damai dengan Tuhan adalah landasan utama dalam semua aspek kehidupan kita. Minggu lalu Ps. Jeffrey menjelaskan bahwa pikiran kita adalah medan perang antara kebenaran dan juga tipu muslihat iblis.

Petrus, murid Yesus yang punya hubungan dekat dengan Dia bahkan sempat membuka dirinya akan pikiran iblis, maksudnya baik tapi caranya salah. Iblis selalu berusaha untuk menghancurkan karya Tuhan dan menipu siapapun yang ditipu.

Supporting Verse – Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 1 Petrus 5:8 TB

Jadi, saat kita siap, kita punya damai sejahtera dengan Tuhan, pasti iblis tidak akan berani. Tetapi disaat kita menjauh, dan mulai memikirkan sesuatu yang tidak ada dasar atau bukan berdasarkan firman Tuhan, mulai dia masuk. Iblis mencobai Adam dan Hawa di taman eden, Adam dan Hawa yang tadinya punya hidup damai dengan Tuhan, ada “eirine” dan menjadi satu dengan Tuhan, berhasil ditipu sama iblis.

Dosa masuk, Adam dan Hawa saling menyalahkan, hubungannya jadi tidak baik, termasuk juga dengan Tuhan. Iblis tidak hanya menipu manusia, iblis juga menipu Yesus atau juga mencobai Yesus. Yang namanya iblis ya memang itu jati dirinya yang adalah seorang penipu, dia juga mencobai Yesus di padang gurun.

Supporting Verse – Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: ”Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata kepadanya: ”Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: ”Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: ”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. Marius 4:1-11 TB

Yang kita syukuri adalah Yesus tidak berakhir seperti Adam dan Hawa. Yesus mengalami kemenangan dan tetap memiliki hubungan yang utuh dengan Bapa. Iblis selalu berusaha untuk mencobai dan menipu dengan tujuan agar manusia jatuh di dalam dosa. Karena kalau manusia sudah jatuh, maka dia akan jauh dari Tuhan.

Supporting Verse – Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Yohanes 10:10 TB

Yang dicuri adalah kebenaran firman Tuhan sebenarnya, kebenaran adalah sesuatu yang harus kita pegang untuk menjadi panduan hidup kita. Itu yang dicuri, dan sewaktu itu sudah dicuri maka proses berikutnya yang terjadi adalah dia akan membunuh banyak hal seperti hubungan yang baik, damai sejahtera yang selama ini kita rasakan.

Tetapi ada kabar gembira karena Tuhan datang Yesus datang supaya kita mempunyai hidup dan mempunyai segala kelimpahan. Metodenya iblis tetap sama untuk membinasakan, tetapi Tuhan juga punya metode dimana Dia datang untuk membawa kehidupan dan kelimpahan.

Siapa di sini yang ingin hidupnya lebih signifikan? Saya yakin ada banyak di sini. Karena ada harapan kalau kita mendapatkan lebih, maka nilai diri kita bertambah. Sekali lagi, kalau kita berusaha mendapatkan ini semua, kita berharap nilai diri kita bertambah dan jadi lebih dihargai orang lain.

Tidak ada yang salah dengan menjadi signifikan. Yang salah adalah ketika kita berusaha mencapai hal tersebut, yang dilakukan adalah cara yang salah dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Di dunia ini ada dua sistem yang berjalan, berbicara mengenai untuk nilai diri.

Yang pertama adalah Sistem Dunia. Nilai diri rumusnya adalah performa, apa yang bisa saudara lakukan dan kemampuan yang saudara memiliki, serta ditambah dengan opini orang lain. Apa yang saudara pikir, apa yang orang lain pikirkan mengenai saudara, dan makanya sosial media itu harusnya baik, tetapi fokusnya bisa salah saat kita fokusnya memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita.

Kalau kita masih mengharapkan like dan comment, artinya kita masih mengharapkan opini dan pendapat orang lain. Tetapi ada Sistem Tuhan. Apa itu sistem Tuhan? nilai diri adalah kebenaran Tuhan mengenai saudara.

Dalam mengejar untuk menjadi lebih signifikan, kita seringkali terjebak kepada beberapa jebakan iblis atau sistem yang ada di dunia ini yang membuat kita kehilangan damai sejahtera Tuhan. Mari kita sama-sama belajar ada 4 jebakan. Dalam sebuah buku Kristen berjudul “The search for Significant oleh Robert S Maggie”, ada 4 jebakan yang dialami manusia untuk menjadi lebih signifikan.

Pertama, adalah jebakan performa.

Saya harus memenuhi standar tertentu untuk merasa baik tentang diri saya sendiri. Kalau belum di standar itu, saya merasa kurang baik. Yang terjadi adalah kita menjadi takut gagal, dan terus kita pikir semuanya harus sempurna, harus selalu benar dan tidak boleh salah. Hanya peduli pada kesuksesan diri sendiri dan kalau bisa memanipulasi orang lain untuk kesuksesan saya, dan ini tidak hanya terjadi di luar, bahkan di gereja pun bisa terjadi di dalam pelayanan kita.

Mari kita mengenal apa yang menjadi kebenaran Tuhan yang pertama. Pertama adalah kalau kita terjebak di dalam jebakan performa ini, kita itu sudah dibenarkan atau ada pembenaran dari Tuhan. Karena pembenaran ya dinyatakan benar dan tidak bersalah sama seperti di dalam sebuah pengadilan, ada keputusan yang menyatakan kita tidak bersalah, kita benar, demikian juga apa yang Tuhan lakukan. Dibenarkan berdasarkan kehidupan dan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib yang menebus dosa saya dan saudara.

Saya diampuni dan sepenuhnya berkenan di hati Tuhan. Dengan kebenaran ini, kita harusnya tidak takut gagal saat kita mencoba sesuatu karena Dia telah menyatakan semua atau Dia yang memulai pekerjaan baik di dalam diri kita yang akan menyelesaikanNya. Saya dibenarkan dan dimuliakan.

Supporting Verse – Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Roma 8:29,30, 33 TB

Siapa itu orang-orang pilihan Allah? kita, saya, saudara semua, kita adalah pilihan Allah. Allah yang membenarkan mereka, bukan orang lain, bukan validasi orang. Siapakah yang menghukum mereka? Sadari siapa kita atau nilai kita berharga di hadapan Tuhan, jangan mengidentifikasi diri kita atau menentukan standar hidup kita untuk sesuatu yang sifatnya temporary atau sementara.

Salah satu yang sering menjebak kita adalah dimana posisi kita atau saat ini kita bekerja itu sering kali menjadii dentitas kita secara tidak sengaja. Makanya banyak orang yang sudah ada di posisi tertentu, saat dia tidak ada lagi disitu, dia bisa langsung galau, bingung, langsung, merasa tidak berharga dan tidak bisa ngapa-ngapain lagi.

Saat kita tidak bisa melakukan performa terbaik kita, kita langsung merasa bersalah, merasa tidak mampu, tidak kuat dan seterusnya. Jadi, jangan nilai diri kita hanya berdasarkan performa, pekerjaan, karir, atau talenta yang kita miliki. Semua itu perlu kita kerjakan, semua itu perlu kita lakukan dengan segenap hati kita.

Don’t base your world on your work. Jangan menilai diri saudara sendiri berdasarkan apa yang saudara kerjakan saat ini, atau yang nanti akan saudara kerjakan. Jadilah diri kita karena apa yang Tuhan katakan atas kita. Ingat dan sadar kita berharga di mata tuhan dulu, sekarang dan selamanya.

Jebakan yang kedua yaitu kehausan akan penerimaan

Kehausan akan penerimaan ini kurang lebih apa yang terlihat adalah kita menjadi pribadi yang takut ditolak. Saya harus mendapatkan penerimaan dan pengakuan, saya harus mendapatkan persetujuan dari orang lain untuk merasa nyaman dengan diri saya sendiri. Waktu dikritik, kita menjadi sensitif karena kita merasa tidak diterima, padahal kritikannya bagus dan membangun. Tetapi kita merasa tidak diterima dan hidup dalam ketakutan, bukan hanya karena ditolak oleh manusia tetapi merasa tidak diterima oleh Tuhan.

Supporting Verse – Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Galatia 1:10 TB

Kita adalah hamba Kristus, jadi kehausan akan penerimaan untuk ingin diterima di manapun kita berada dan sebagainya, kebenaran Tuhan adalah sudah ada yang namanya rekonsiliasi, atau kita perlu melakukan rekonsiliasi.

Saya benar-benar diterima Tuhan bukan karena apa-apa, tetapi karena kehidupan pengorbanan, kematian dan kebangkitan Yesus, saya diterima apa adanya bukan ada apanya. Sekali lagi, kita diterima apa adanya oleh Tuhan dan bukan ada apanya. Jadi saudara tidak perlu takut ditolak karena karena Tuhan akan sampai kapanpun pasti menerima kita.

Supporting Verse – Kalau pada masa kita bermusuhan dengan Allah, kita didamaikan dengan-Nya melalui kematian Anak-Nya, apalagi sekarang sesudah hubungan kita dengan Allah baik kembali, tentu kita akan diselamatkan juga melalui hidup Kristus. Roma 5:10 BIMK

Salah satu ciri atau contoh yang sangat terlihat saat kita mengalami ini adalah saat kita merasa bersalah atau kita jatuh dalam dosa, malah kita menjauh dari Tuhan. Menjauh dari ibadah, menjauh dari pertemuan ibadah atau menjauh dari komunitas sel atau DATE. Jadi bagi saudara yang dicariin temen komselnya atau DATE leadernya, jangan hanya dibaca, diread tetapi tidak dibalas, karena bisa jadi itu adalah keinginan Tuhan untuk saudara kembali, dan bukan malah menjauh.

Jadi kalau ada yang mencari saudara, siapapun itu untuk mengajak saudara kembali bertemu dengan Tuhan, saudara respon dengan positif. 

Sharing Ps. Johannes – Saya punya luka di pergelangan tangan, kecil sekali dan hampir nggak kelihatan. Tetapi luka ini masih bisa saya lihat dan saya ingat kejadiannya kapan dan dimana kejadiannya.  Sama siapanya saya lupa, pokoknya waktu itu saya lagi main lilin di kelas 4 SD,  terus gak tau gimana tiba-tiba lilin itu nempel di tangan saya dan kebakar. Sakit dan perih sekali sehingga menimbulkan luka yang saat ini sudah tidak kerasa tetapi di ingatan itu tetap teringat.

Itu luka secara fisik, bagaimana dengan luka yang dirasakan di dalam hati? mungkin tidak kelihatan secara fisik, tetapi masih teringat terus di kepala kita apalagi masih dirasakan di dalam hati. Apalagi jika orang yang melukai tersebut, kita masih sering ketemu tiap hari atau waktu tertentu.

Nah, tentu saja hal tersebut membuat kita merasa tertolak. Apalagi misalnya dilakukan terus-menerus, saudara merasa tertolak. Luka terdalam yang sering dirasakan itu bukan luka fisik tetapi luka yang dirasakan di dalam hati. Maka orang berusaha keras untuk menerima atau mencari dan mendapatkan penerimaan dari orang tua, keluarga, teman kerja, teman-teman di dalam pelayanan, orang-orang yang kita hormati,  dan di dalam usaha tersebut banyak mempengaruhi kehidupan dan penampilan untuk kita bisa diterima.

Nah, sekali lagi, ini prinsipnya. Penerimaan Dia bukan didasari oleh siapa kita, apa yang kita lakukan, tetapi karena siapa Dia dan kasihNya.

Sekarang kita masuk ke jebakan yang ketiga, Permainan saling menyalahkan.

Kalau ada beberapa anak di dalam suatu ruangan tertentu, terus tiba-tiba ada yang nangis. Ada orang tua atau siapa yang datang, kira-kira ada nggak yang bilang seperti ini “Saya yang mukul, saya yang melakukan” dan terus dia meminta maaf.  Jarang ya saudara ya tentunya?

Yang ada pasti salah-salahan, betul nggak? intinya apa? intinya karena takut dihukum, karena tahu kalau misalnya dia ngaku salah, nanti aku dihukum nggak boleh main gadget satu minggu dan itu hukuman terberat buat anak-anak, saudara. Kalau anak-anak tentu kita mengerti ya, tetapi kalau sudah dewasa tentu tidak lucu kalau ini tetap dilakukan.

Kenapa? karena sekali lagi kita berpikir kalau ada yang salah, ada yang gagal, maka harus dihukum. Nah, ini berarti bahwa kesalahan tidak dapat ditebus, menjauhkan dari Tuhan dan membuat saya tidak layak dicintai oleh siapapun. Mungkin hari ini yang berpikir, “Saya salahnya udah banyak banget! saya aja sampai malu sama diri sendiri, apalagi orang-orang di sekitar saya”.

Mari kita sama-sama belajar kebenaran firman Tuhan untuk jebakan yang ketiga ini, karena Tuhan sudah mendamaikan. Yesus sudah mendamaikan, ada pendamaian, karena perdamaian atau perdamaian yang dilakukan Kristus, saya dicintai Tuhan dan saya tidak takut lagi akan penghakiman atau menghakimi orang lain.

Supporting Verse – Kamu dahulu sSebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Efesus 2:1,3 TB

Ini dulu, kalau kita belum mengenal Yesus, kita masih hidup di dalam dosa, kita merasa mungkin kadang-kadang nggak apa-apa, semua juga melakukan gitu. Tetapi setelah ada keselamatan dan setelah ada pendamaian yang Tuhan lakukan, tentunya yang Tuhan harapkan bukan kita berdosa terus atau hidup di dalam dosa, tetapi saat kita berdosa Jangan sampai kita mikir “Wah Tuhan nih pasti marah banget sama saya! Tuhan ini pasti nggak mengampuni saya!”

Itu tipu muslihat iblis, yang Tuhan mau adalah kita mengaku, kita minta maaf, dan darah Yesus yang yang sudah Tuhan curahkan di atas kayu salib masih berlaku bagi kita semua untuk kita terus mengalami pendamaian.

Supporting Verse – Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roma 8:1 TB

Bukannya kita harus atau kita bebas melakukan dosa apapun, tetapi jangan terus hidup di dalam dosa. Kita berdamai dengan Tuhan, kita minta ampun sama Tuhan, kita memiliki hubungan “eirene” kembali dengan Tuhan.

Jebakan yang keempat, adalah rasa malu atau rendah diri.

Saya tidak dapat berubah, Saya benci siapa saya dan masa depan saya tidak memiliki potensi. Saya malu sama diri saya sendiri. Kebenaran Tuhan yang perlu saudara percaya adalah kita semua, saat menerima Yesus bagi juru selamat, kita mengalami lahir baru. Karena dilahirkan kembali, kita diangkat sebagai anak Allah, memiliki benih Kristus, kita dibuat menjadi baru dan penuh di dalam Kristus.

Maka oleh karena itu, kita tidak perlu malu akan diri kita sendiri. Kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan Tuhan dengan potensi yang sudah ada di dalam diri kita.

Supporting Verse – Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Efesus 2:10 TB

Saya tidak tahu dengan saudara tetapi ada satu waktu di dalam kehidupan saya dimana  saya merasa tidak bisa apa-apa, nggak bisa ini, nggak bisa itu, bikin ini salah, bikin itu salah, memulai ini nggak diselesaikan. Saya pikir-pikir, ngapain saya melakukan ini, memang ada orang yang memperhatikan dan peduli? Rasanya nggak signifikan, kecil banget.

Saudara mungkin merasa sedang ada dalam musim dimana saudara ada di rumah terus, dalam musim mengurus seorang anak, dalam musim yang saudara pikir nggak ada yang peduli sama saudara. Mungkin saudara saat ini ada dalam musim sudah coba cari pekerjaan di mana-mana, tetapi gagal terus meski sudah mengirim ratusan CV tetapi belum ada yang mengundang saudara untuk interview.

Mungkin ada dari saudara yang sudah membangun bisnis bertahun-tahun dan gagal lagi , gagal lagi. Mungkin juga ada saudara yang saat ini lagi sekolah dan merasa bingung kenapa ya gue sekolah lagi dan bukan bekerja saja? Mungkin saudara merasa menyesal.

Nah, apapun kondisi saudara saat ini, Percayalah satu hal. Karena kita buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya dan Dia mau supaya kita hidup di dalamNya.

Sekecil apapun benih bila ditaburkan, Tertanam, disiram, dikerjaka, maka pasti akan bertumbuh dan berbuah. Kadang-kadang kita nggak tahu ini benih apa, Tuhan masih belum kasih tahu karena Dia mau kasih surprise untuk kita, atau mungkin kalau kita tahu bisa jadi  kita kaget dan kita nggak sanggup menanggungnya, makanya Tuhan titipkan pesan hari ini, adalah tetap berusaha, tetap lakukan, setia dalam perkara yang kecil.

Kalau tidak ada orang yang tahu dan yang melihat. Tuhan melihat, dan Tuhan memperhatikan. Tuhan tersenyum, jadi kalau saudara dalam posisi itu, terus maju saja, jangan berhenti karena sekali lagi, kita semua adalah buatan Allah dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya.

Dia mau supaya kita hidup di dalamNya. Air mineral ini botolnya kalau sudah saya minum isinya, apa yang terjadi sama botolnya? dibuang ya tentunya. Tetapi apa yang terjadi kalau yang minum ini adalah Lee Min Ho? atau Ji Soo? apa yang terjadi saudara? dan ini kenyataan saudara. Saudara bisa menemukan itu di online store dan harganya bisa berkali-kali lipat daripada harga awalnya sebelum diminum sama mereka.

Yang penting bukan air mineralnya atau botolnya, tetapi siapa yang memilikinya. Hidup kita pun sama, hidup kita memangya begini-begini saja mungkin kita pikirkan, tetapi ingat saudara, siapa yang memiliki hidup kita?

Yesus yang sudah mati buat kita, yang sudah mengangkat kita semua sebagai anak-anakNya, yang ingin hidup dengan kita semua, yang ingin hidup kita memiliki damai dengan Tuhan. Damai dengan Tuhan adalah landasan utama untuk kita mengalami damai dalam semua aspek kehidupan kita. Amin. 

P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes