Hope for the Future By Ps. Johannes Thelee

JPCC Online Service (30 April 2023)

Selamat datang dalam ibadah JPCC dan juga bagi saudara yang menyaksikan secara online. Welcome to Church! Mungkin bisa ngomong ke saudara yang ada di kiri dan kanan anda, di rumah saudara atau di manapun anda berada, Selamat datang dan kita percaya bahwa hari ini ada pesan Tuhan yang akan disampaikan bagi saudara semua.

Wow, Kita sudah berada di dalam minggu yang keempat atau lebih tepatnya adalah bagian yang terakhir dari seri pengajaran kita yaitu “At the Cross“, atau “Apa yang terjadi di atas kayu salib“. Tetapi sebelum kita lebih lanjut lagi, Saya ingin mengajak saudara semua, termasuk saudara yang menyaksikan secara online untuk melihat kembali atau recap terhadap segala sesuatu yang sudah kita pelajari selama beberapa minggu terakhir, ini dimulai dari ibadah Jumat Agung.

Pada Jumat Agung, yaitu pada bagian yang pertama, sebenarnya bagian pertama ini dibagi dua bagian yaitu Jumat Agung dan juga Minggu Paskah, tetapi pada Jumat Agung, kita belajar bahwa kebutuhan utama manusia adalah mengenal Tuhan melalui Yesus Kristus. Kematian Yesus dalam dunia ini atau kedatangan Yesus ke dalam dunia ini dan mati bagi kita menunjukkan kasih Tuhan kepada kita dan pribadi yang paling nyata untuk kita bisa melihat gambaran Allah yang sesungguhnya adalah melalui KasihNya yang ditunjukkan dari pribadi Yesus Kristus.

Itu sebabnya kebutuhan utama manusia adalah untuk mengenal Tuhan melalui Yesus Kristus. Kita belajar sebenarnya kalau saudara masih ingat di dalam seri pengajaran sebelumnya bahwa spiritual training itu lebih besar daripada physical training. Lebih besar bukan berarti physical training atau latihan fisik tidak penting, tetapi latihan rohani lebih penting dan bermanfaat, itu sebabnya perlu diperhatikan bahkan latihan rohani menentukan bagaimana kita memelihara kondisi fisik kita.

Sama halnya juga dengan ini, bukan kebutuhan lain atau kebutuhan fisik dan kesehatan kita itu tidak berguna, tetapi kebutuhan utama manusia adalah mengenal Tuhan melalui Yesus Kristus. Karena melalui pengenalan akan Tuhan kita jadi mengenal siapa diri kita, identitas kita, tujuan kita, mengapa kita ada di dalam dunia ini, sehingga kita bisa hidup sebagaimana kita diciptakan untuk hidup. Nah, itu di ibadah Jumat Agung, kita belajar tentang itu.

Pada minggu Paskah atau kelanjutan dari bagian yang pertama tadi kita belajar bahwa melalui kebangkitan Yesus kita memiliki pengharapan dalam setiap aspek hidup kita yang sudah mati. Jadi, kita tahu bahwa Yesus datang, mati untuk menebus kita dari dosa dan pelanggaran kita dan kebangkitanNya menunjukkan bahwa pemberitaan tentang kabar baik ini tidak sia-sia sehingga segala sesuatu yang mungkin pernah mati dalam kehidupan kita, ada pengharapan untuk bisa dihidupkan kembali karena sekarang kita seakan-akan dikalibrasi untuk kembali kepada our original version, seperti sebagaimana kita diciptakan seharusnya pertama kali. Kebangkitan Yesus mendatangkan pengharapan tersebut dalam kehidupan kita.

Lalu pada minggu selanjutnya, pada bagian yang kedua, kita belajar bahwa kita memaknai kematian dan kebangkitan Yesus melalui hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Tuhan telah mati untuk menebus dosa kita, lalu bangkit memberikan kita pengharapan yang baru, menjadikan kita ciptaan yang baru, gambaran dimana ciptaan yang baru itu adalah ciptaan yang hidupnya tidak seenaknya saja, tidak sembarangan, tidak semau gue saja, tetapi hidup yang dipimpin oleh Roh Sang Pencipta.

Bagaimana? dengan belajar untuk menyangkal diri, tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, tetapi memikul salib untuk tujuan yang Tuhan berikan kepada kita, panggilan yang Tuhan berikan kepada kita, dan mengikuti teladan Kristus tetapi bukan dengan kekuatan kita sendiri tetapi dengan bantuan pertolongan dari Roh Kudus yang memimpin kita menjalani kehidupan ini.

Lalu, Minggu lalu pada bagian yang ketiga, kita belajar bahwa kalau kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus, maka ada damai sejahtera Tuhan yang datang dalam kehidupan kita. Damai dengan Tuhan adalah landasan utama untuk mengalami damai dalam semua aspek kehidupan kita. Jadi, damai sejahtera yang diberikan ini bukan damai sejahtera yang datang dari perasaan yang seringkali ditentukan oleh kondisi atau keadaan atau situasi kita. Tetapi damai sejahtera yang lahir dari keyakinan bahwa di dalam keberhasilan maupun di dalam kesulitan, kesusahan, Tuhan beserta dengan kita, sehingga damai sejahtera tersebut menjadi landasan utama dalam setiap aspek kehidupan kita.

Kita bisa mengalami damai, kekuatan dari Tuhan, bisa mengalami ketenangan yang lahir dari damai sejahtera tersebut. Nah, Mengapa penting bagi kita mempelajari atau mengetahui atau bahkan mengerti semua hal ini? tentang seri pengajaran ini?

Alasannya saudara, karena melalui perbuatan Yesus di atas kayu salib, kita mendapatkan semua yang kita perlukan untuk menghadapi masa lalu kita, masa kini, dan masa depan. Jadi, komplit saudara. Kita menemukan segala sesuatu yang kita perlukan untuk hidup menghadapi segala masa dalam kehidupan kita. 

Khususnya di bagian yang terakhir ini, kita akan melihat bagaimana kita bisa menghadapi dan apa yang kita temukan untuk masa depan kita. Itu sebabnya judul khotbah saya hari ini adalah “Hope for the Future atau Pengharapan yang kita temukan untuk masa depan kita”.

Mari kita lihat kembali ayat yang menjadi landasan kita di dalam seri pengajaran ini, karena di dalam ayat ini sebenarnya ditemukan alasan yang paling utama akan mengapa kita jadi punya pengharapan akan masa depan kita.

Opening Verse – Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. 2 Korintus 5:21 TB

Penting untuk kita mengerti ini, karena di atas kayu salib itu terjadi pertukaran yang Ilahi, Terjadi pertukaran yang luar biasa yang mungkin tidak akan pernah terjadi lagi sekali untuk selama-lamanya. Kita yang tadinya harusnya menanggung dosa kita, menanggung sakit kita, tidak perlu lagi menanggung itu semua karena Yesuslah yang telah menanggung segala dosa kita dan sakit kita di atas kayu salib, sehingga kita dibenarkan di hadapan Allah dan dimerdekakan dari semua sakit yang dapat membawa kita kepada maut di atas kayu salib itu terjadi pertukaran Ilahi, the Great exchange, pertukaran yang begitu hebat dan begitu luar biasa.

Saudara dan saya mungkin tadinya tidak punya pengharapan, kita jadi punya pengharapan lagi di dalam Tuhan. Saudara dan saya yang tadinya mungkin tidak punya tujuan hidup, jadi punya tujuan lagi di dalam Tuhan.

Kenapa kita dapatkan pengharapan dan tujuan hidup? Karena kita yang tadinya tidak mengerti siapa kita. tidak punya dan tidak tahu identitas kita, kita jadi mengerti kita ini siapa, identitas kita apa, dan kita jadi mengerti bahwa kita ini milik siapa, siapa pencipta kita dan semuanya itu mengubah perspektif kita tentang kehidupan. The Great exchange, terjadi pertukaran yang begitu luar biasa.

Supporting Verse – Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Roma 5:1-2 TB

Dalam anugerah yang kita terima, dalam kasih karunia yang kita terima, kita mendapatkan atau memperoleh pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Tetapi pertanyaannya begini, Apa arti atau Apa yang dimaksud dari ayat ini? Apa yang dimaksud dengan memperoleh pengharapan akan menerima kemuliaan Allah? Apa hubungannya dengan hidup kita dan apa hubungannya dengan masa depan kita?

Bagaimana kalau saya sampaikan pertanyaan atau pemikiran ini, apa yang terjadi kalau ternyata pengertian dari ayat ini dapat membawa kita untuk mengubah perspektif kita tentang masa depan kita. Dan apa yang terjadi jika perspektif kita tentang masa depan berubah, maka itu akan mempengaruhi perilaku kita hari ini.

Berarti kalau saudara tidak suka di tempat saudara berada saat ini, maka ada harapan kondisi itu bisa berubah. Kalau saudara merasa bahwa apa yang saudara harapkan belum terjadi, maka ada harapan bahwa hal itu bisa terjadi. Karena perspektif kita akan masa depan seringkali akan menentukan apa yang kita akan lakukan, membentuk apa yang perilaku kita hari ini.

Tetapi untuk mengerti itu semua, Saya ingin mengajak saudara untuk belajar sedikit. Saya ingin membawa saudara untuk melihat gambaran besar dari kisah atau narasi yang diceritakan oleh Alkitab yang juga sudah disepakati juga oleh para ahli teologi di dunia ini, bahwa kisah atau narasi dalam Alkitab tentang kehidupan kita itu dibagi menjadi 4 bagian.

  • Masa yang pertama adalah penciptaan
  • Masa yang kedua adalah masa kejatuhan atau the fall of human time, kejatuhan dari umat manusia
  • Masa yang ketiga adalah masa penebusan atau Redemption.
  • Masa yang keempat adalah masa dimana terjadi pemulihan dan penyempurnaan (restoration).

Coba kita lihat bagian yang pertama yaitu masa penciptaan.

Supporting Verse – Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Kejadian 1:31 TB

Dalam terjemahan bahasa Inggris di beberapa versi dikatakan “so good! so very good!”, sampai diulangi dua kali. Jadi, saudara perlu mengerti bahwa pada awal mulanya Tuhan menciptakan dunia ini dengan sangat indah, teratur, utuh, tidak kekurangan apapun dan bahkan kudus, suci dan murni.

Kita belajar di dalam Kitab kejadian 1, di ayat-ayat yang lebih atas, bahwa manusia saudara dan saya bahkan diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Saudara dan saya, seharusnya kehidupan kita mencerminkan kemuliaan Allah,  nilai-nilai Kerajaan Allah. Kita menjadi manusia yang seharusnya kreatif, produktif dan dapat mewakilkan nilai kerajaan surga di muka bumi ini.

Bahkan dikatakan kita diberikan kepercayaan untuk berkuasa atas ciptaanNya dan alam semesta ini. Itulah yang terjadi pada masa penciptaan, tetapi tentunya tidak lama kemudian menurut waktunya Tuhan, tetapi kalau menurut waktunya kita mungkin lumayan lama. Masuklah kita kepada Masa yang kedua. yaitu masa kejatuhan umat manusia.

Dosa masuk ke dalam kehidupan manusia, dosa dan pelanggaran membuat manusia terputus dari sumber kehidupan, dari kemuliaan Allah, sehingga dosa, pelanggaran dan pemberontakan membuat manusia hidup di dalam dunia yang penuh dengan distorsi, dengan kerusakan, dengan penyelewengan. Sesuatu yang seharusnya digunakan atau sesuai dengan fungsinya tapi tidak lagi digunakan sesuai dengan fungsinya sehingga mengalami penyelewengan atau kerusakan. Masa dimana manusia jatuh di dalam dosa dan pelanggarannya.

Supporting Verse – For everyone has sinned; we all fall short of God’s glorious standard. Romans 3:23 NLT

Kita semua kehilangan standar kemuliaan Allah. Distorsi terjadi, seharusnya kita hidup mencerminkan standar kemuliaan Tuhan tetapi kita tidak lagi bisa mencerminkan standar kemuliaan Tuhan karena kita mulai hidup tidak lagi sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki, kita tidak lagi hidup di dalam panggilan Tuhan dan bahkan tidak mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang sebagaimana semestinya seharusnya kita diciptakan untuk menghidupinya, sehingga kita kehilangan standar kemuliaan Allah.

Tetapi kabar baiknya buat saudara dan saya, adalah bahwa Tuhan begitu mengasihi kita sehingga Dia berjanji bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Walaupun kita mengalami distorsi, walaupun kita mengalami kerusakan, kita mengalami penyelewengan akibat dosa dan pelanggaran kita, tetapi Tuhan adalah Allah Immanuel. Dia berjanji tidak akan meninggalkan kita, bahkan Dia membuat rencana untuk mengadakan pemulihan terhadap kita semua ciptaanNya.

Pemulihan itu dikerjakan mulai sejak zaman Perjanjian Lama. Tuhan bekerja melalui sejarah kehidupan manusia, tidak asal-asalan, tetapi Dia bekerja melalui sejarah kehidupan manusia, melalui sejarah kehidupan bangsa yang pada waktu itu dipilihNya yaitu bangsa Israel, untuk mempersiapkan kedatangan seorang pribadi, juruselamat dunia untuk menyelamatkan kita semua dari dosa dan pelanggaran yang kita tidak bisa selamatkan diri kita sendiri daripadaNya.

Kita membutuhkan juru selamat yang lebih besar daripada semuanya itu. Dan oleh karena itu masuklah kita kepada masa yang ketiga yaitu masa penebusan atau Redemption.

Tentunya kita sama-sama tahu bahwa pada masa penembusan ini, Yesus lahir dan datang ke dalam dunia ini lebih dari 2000 tahun yang lalu untuk menyelamatkan kita oleh karena kasih Allah kepada kita semua.

Supporting Verse – Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. Sebab Allah mengirim Anak-Nya bukan untuk menghakimi dunia ini, tetapi untuk menyelamatkannya. Yohanes 3:16-17 BIMK

Tuhan Yesus datang bukan untuk menghakimi kita tetapi justru untuk menyelamatkan kita, karena Dia adalah juru selamat dan kita membutuhkan juru selamat karena kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri.

Supporting Verse – Yesus sudah diserahkan sampai mati disalib karena pelanggaran kita, dan Dia sudah dihidupkan kembali dari kematian supaya kita bisa dibenarkan di hadapan Allah. Roma 4:25 TSI

Itulah yang Yesus lakukan di atas kayu salib. Dia mati untuk menebus dosa dan pelanggaran kita seperti yang kita peringati beberapa minggu yang lalu.

Supporting Verse – Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 Korintus 5:17 TB

Kita semua adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu. Puji Tuhan! Karena tadi kan kita belajar bahwa alasan kenapa kita belajar ini karena kita temukan segala sesuatu yang kita perlukan untuk menghadapi masa lalu. Jadi, kalau saudara berpikir bahwa masa lalu saudara kelam dan masa lalu saudara mempengaruhi bagaimana saudara hidup hari ini.

Hari ini Saudara dapat berita bahwa yang lama sudah berlalu. Saudara tidak perlu khawatir tentara masa lalu saudara yang membuat saudara takut bergerak ke masa depan, karena dikatakan bahwa yang lama sudah berlalu, sudah diampuni dan sudah ditebus. Tidak lagi ada penghakiman, dan yang lama sudah berlalu,  sesungguhnya yang baru sudah datang. Harapan yang baru sudah ada, kalau saudara mau memilih untuk percaya, kalau saudara mau memilih untuk taat dan  kalau saudara mau memilih untuk hidup di dalam panggilan sesuai dengan identitas baru saudara yang sesungguhnya. Yang baru sudah datang.

Supporting Verse – Kalian sekarang sudah diberi hidup yang baru. Kalian adalah manusia baru, yang sedang diperbarui terus-menerus oleh Penciptanya, yaitu Allah, menurut rupa-Nya sendiri. Maksudnya ialah supaya kalian mengenal Allah dengan sempurna. Kolose 3:10 BIMK

Jadi kita adalah ciptaan yang baru tetapi pada saat yang bersamaan kita juga terus-menerus diperbarui oleh pencipta kita yaitu Allah, menurut rupaNya sendiri. Kenapa ciptaan yang baru tetapi terus-menerus diperbarui?

Karena kedewasaan adalah salah satu tujuan dari kehidupan yang baru. Orang yang dewasa terus-menerus berubah menjadi semakin lama, semakin matang sesuai dengan gambaran penciptanya yang sempurna dan disempurnakan sesuai dengan FirmanNya dan rencanaNya dalam kehidupan kita.

Kita semua, saudara dan saya, sedang berada di dalam titik ini. Kita ada di titik antara masa penebusan menuju ke masa pemulihan atau penyempurnaan. Sehingga di dalam titik tersebut, kita menemukan bahwa kebangkitan Yesus, kebangkitan Kristus adalah titik awal dari rencana pemulihan Tuhan atas kehidupan kita.

Kita dipulihkan menjadi ciptaan yang baru tapi pada saat yang bersamaan kita terus diperbaharui menuju kepada masa depan yang Tuhan rencanakan bagi kita. Penting untuk kita melihat apa yang ada di dalam masa depan kita, di masa pemulihan dan penyempurnaan sebagai orang percaya supaya kita punya gambaran dan perspektif yang baru yang bisa jadi membentuk dan mempengaruhi keputusan kita hari ini. Mungkin belum terjadi tetapi ini yang akan terjadi di dalam masa depan kita.

Supporting Verse – Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 1 Korintus 15:20-23 TB

Inilah Pengharapan yang luar biasa, bahwa pada waktu kedatangan, kita semua akan dibangkitkan terlepas dari kondisi kita seperti apa pada saat itu. Tidak ada yang tahu kapan kedatanganNya tetapi pengharapanNya jelas. Bukan cuma sekedar itu, tapi ada pengharapan lagi yang luar biasa.

Supporting Verse – Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Wahyu 21:1-2 TB

Ada sesuatu yang baru yang Tuhan akan ciptakan atau sediakan bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Ada pengharapan bahwa bukan cuma sekedar ciptaan baru, saudara dan saya, tetapi Tuhan akan datang untuk memperbarui dunia ini, alam semesta ini, bahwa akan ada langit yang baru, kota yang baru, bumi yang baru di mana Tuhan memerintah atas kehidupan manusia.

Itu sebabnya kebangkitan Yesus membawa harapan untuk masa depan, Hope for the Future, tetapi untuk sementara ini kita sedang berada dalam kondisi yang menarik yaitu kondisi dimana kita bisa sebutkan bahwa “Already but not yet”, sudah tapi belum seutuhnya.

Kita sudah diselamatkan, kita sudah menjadi ciptaan yang baru tapi belum seutuhnya disempurnakan, belum seutuhnya dipulihkan, makanya kita perlu belajar terus untuk memberi diri diubahkan, dipimpin oleh roh supaya kita hidup di dalam rancangan Tuhan.

Supporting Verse – Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Roma 12:1-2 TB

Kenapa Paulus menuliskan karena itu? Itu yang dimaksud adalah Paulus sedang memberikan hal-hal praktis yang perlu dilakukan akibat dari penjelasan atau surat yang dia tulis dari sejak pasal 1 sampai pasal 11. Artinya jadi waktu kita memberi diri kita untuk hidup dipimpin oleh roh karena kita sudah ditebus dari dosa dan pelanggaran kita menjadi ciptaan yang baru, maka Roh Kudus akan membantu kita untuk memiliki damai sejahtera dan mengalami pembaruan melalui Firman Tuhan yang diberikan kepada kita.

Kita terus-menerus diperbaharui sebagai ciptaan yang baru, ada tujuannya sehingga kamu saudara dan saya dapat membedakan mana kehendak Allah. Kita jadi orang yang dapat mencerminkan kehendak Allah dalam kehidupan kita dan juga bagi dunia ini. 

Tanpa Roh Kudus yang memimpin kita untuk mengalami pembaruan hidup dan pembaruan budi, maka sulit untuk kita mengenal kehendak Allah. Bahkan kita bisa kembali lagi jatuh ke dalam dosa dan pelanggaran kita. Itu sebabnya kita perlu memberi diri kita dipimpin Roh Kudus.

Supporting Verse – Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya. Efesus 1:14 TB

Bukan cuma sekedar Roh Kudus, kehadirannya dalam kehidupan kita tetapi kita juga tidak sendirian karena kita telah menjadi milik Allah dan menjadi bagian dari gereja yang adalah Ekklesia, orang-orang yang dipanggil dari kegelapan, keluar dan masuk ke dalam terangNya yang ajaib.

Gereja bukanlah gedung ini, saudara tetapi gereja adalah saudara dan saya dimanapun saudara berada. Kita adalah orang-orang yang dipanggil dari gelap masuk kepada terangNya ajaib. Dimana Gereja adalah tempat dimana tuhan melalui komunitas atau jemaatnya berinteraksi dengan dunia ini sehingga melalui kehidupan kita bergereja, melalui kehidupan kita berkomunitas, kita bisa membawa standar kemuliaan Tuhan, memperkenalkan nilai-nilai Kerajaan Allah, budaya surga ke dalam dunia ini, supaya dunia bisa melihat apa artinya ketika hidup di ketika hidup kita diperintah oleh Tuhan.

Akan ada pemulihan terjadi, dunia jadi dapat melihat nilai-nilai kerajaan, ada budaya yang baru yang terjadi untuk melihat seperti apa kalau tuhan memerintah dalam hidup ini. Karena pandangan akan masa depan tersebut, kehidupan di mana Tuhan memerintah atas dunia ini, atas hidup kita, itu akan mempengaruhi perilaku kita.

Our Future frames Our Present.

Gambaran kita, apa yang kita inginkan terjadi di masa depan menentukan apa yang kita lakukan hari ini, menentukan keputusan yang kita ambil, pilihan yang kita buat.

Pertanyaannya adalah begini, Kalau saudara sedang ada di dalam kondisi, situasi yang tidak seperti yang saya harapkan, kondisi yang buruk, kondisi yang seakan-akan tidak ada jalan. Hal yang perlu saudara tanyakan di dalam kehidupan saudara adalah “Seperti apa kalau Tuhan memerintah dalam situasi ini?”

Apa yang saya perlu lakukan? Apa yang tuhan katakan tentang situasi seperti ini? Seperti apa sih kalau kehidupan saya itu berada di dalam pemerintahanNya Tuhan?

Firman Tuhan menjadi otoritas tertinggi, apa yang Tuhan kehendaki terjadi dalam kehidupan saya dan untuk mengenal dan mengetahui itu semua diperlukan pembaharuan tadi sebagai ciptaan yang baru.

Melihat seperti apa kalau tuhan memerintah dalam situasi kehidupan saya ini sebab kebangkitan Yesus membawa harapan untuk masa depan. Bayangkan setiap kali saudara melihat salib Kristus, kondisi saudara yang buruk atau yang tidak ada jalan keluar menjadi menemukan harapan kembali, menjadi menemukan semangat kembali, karena dipicu oleh pertanyaan “Ya, ekonomi memang susah”, “Ya, kondisi keluarga saya begini”,  “Ya, kondisi tubuh saya seperti ini ya”, dan sebagainya.

Tetapi seperti apa kehidupan anda kalau Tuhan memerintah atas situasi ini, saudara menemukan kekuatan untuk jalan kembali, bangkit kembali, punya pengharapan kembali, tidak terpuruk dalam situasi yang menghimpit saudara, karena kebangkitan Yesus membawa harapan untuk masa depan saudara dan saya. Saya berdoa supaya firman Tuhan ini memberkati saudara dan menutup seri pengajaran kita selama ini.

P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes