JPCC Online Service (7 May 2023)
Selamat datang kepada saudara semua di JPCC, juga kepada saudara yang menyaksikan secara online, dimana saja saudara berada. Sekali lagi, selamat datang di JPCC, Selamat pagi! Khususnya hari ini saya juga mau menyapa tamu kita pada hari ini. Ada Debby van der Kolk dari Hillsong Amsterdam bersama dengan kita saat ini, dan suami Debby, Richard van der Kolk, sekarang ini sedang berkhotbah di Sutera Hall. Debby ada di sini, baru saja datang untuk menjenguk dan menikmati kebaktian di JPCC Kasablanka dan dia juga disertai dengan Arjen dari Belanda.
Hari ini kita akan membahas tema yang baru di JPCC. Bulan lalu kita bicara mengenai “At the Cross“, dan di bulan ini kita akan bicara mengenai Uang (Money Matters). Saudara siap semua?
Ada sekitar 2000 ayat di alkitab yang membicarakan persoalan atau membahas persoalan tentang harta dan kekayaan. Bahkan sepertiga daripada perumpamaan yang dijelaskan oleh Yesus membicarakan tentang uang yang menunjukkan kepada saudara betapa pentingnya kita untuk mengerti hal ini.
Saya percaya bahwa tidak ada seorangpun diantara kita yang suka pada saat kita tidak punya uang, atau senang pada saat saudara bokek. Tetapi pertanyaannya, “Kalau saudara tidak senang saudara tidak punya uang, dan saudara ingin memiliki banyak uang. Saudara juga harus tahu bahwa ada tanggung jawab yang diperlukan untuk dibalik semuanya itu”.
Opening Verse – Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, akan banyak dituntut dari dirinya, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan akan lebih banyak lagi dituntut dari dirinya. Lukas 12:48b PBTB2
Jadi, kita perlu tahu kalau kita mau punya banyak, kita mau punya lebih, kepada kita juga diminta pertanggung-jawab. Pada kita diminta untuk mengelola dengan lebih baik lagi. Permasalahannya seringkali ada banyak orang yang kepengen punya banyak tetapi tidak siap dengan tanggung jawabnya, dan di situlah persoalan yang seringkali terjadi.
Supporting Verse – Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Matius 6:24 TB
Mamon di sini bicara soal uang, bicara soal harta benda dan kekayaan dan pernyataan Yesus ini menjadi sangat menarik karena Yesus meletakkan Mamon menjadi kompetitor daripada Allah sendiri. Seringkali kita pikir bahwa kompetitornya Tuhan itu adalah iblis, tetapi di sini kita lihat bahwa kompetitornya Tuhan itu adalah Mamon.
Kalau iblis muncul, saya pikir banyak diantara kita yang ngabur, Betul? Takut, tetapi kalau uang yang muncul, banyak diantara kita yang justru mendekat, Betul apa tidak?
Banyak anak muda kalau saya ketemui setelah selesai sekolah mau ngapain, katanya “Cari uang, Om!”, Jarang ada yang bicara dan menjawab seperti ini, “Saya mau cari Tuhan, Om! Tetapi saudara semua perlu tahu bahwa uang itu budak yang baik tetapi uang itu adalah tuan yang jelek.
Uang dan Mamon memang mempunyai daya tarik tersendiri, karena orang yang punya banyak Mamon dan uang, orang yang mempunyai banyak uang, entah uangnya itu didapatkan dengan cara bagaimana, tetapi biasanya orang yang punya banyak uang di mana-mana dia itu lebih dipandang. Mereka-mereka yang punya banyak uang atau mereka-mereka yang kaya biasanya diberi posisi yang lebih terhormat, statusnya baik di keluarga maupun di masyarakat biasanya termasuk golongan orang-orang yang berhasil dan dipandang lebih tinggi daripada yang lain.
Meskipun mungkin uangnya tidak dapatkan dengan cara yang tidak legal, tetapi karena apa yang dia miliki, seringkali dia diperlakukan dengan lebih baik. Itu yang menyebabkan kenapa banyak orang secara tidak sadar memburu uang karena mereka ingin diperlakukan dengan lebih baik, karena mereka ingin diperlakukan dengan lebih terhormat, karena mereka ingin bisa masuk ke kalangan-kalangan tertentu, namun seringkali karena uang, harta benda dan kekayaan, saudara bersaudara bisa berantem dan bahkan bisa masuk sampai ke pengadilan.
Ada orang yang karena harta benda dan kekayaan bisa melupakan atau menusuk dari belakang saudaranya sendiri, orang tuanya sendiri, bahkan ada yang berani untuk menjual harga diri dan juga iman mereka hanya untuk mendapatkan uang dan kekayaan.
Ada juga ibu-ibu yang berpesan kepada anaknya, “Kalau cari pacar, cari yang kaya dong!”. Saya bingung yang sebetulnya dipikirkan itu dirinya sendiri atau anaknya.
Don’t choose a man because he has the things that money can buy. Choose him because he has the things money can’t buy.
Jangan memilih pasangan karena memiliki sesuatu yang dapat dibeli dengan uang tetapi pilihlah dia karena ia memiliki sesuatu yang uang tidak dapat beli. Semua ibu-ibu katakan, “Amin”.
Firman Tuhan sudah memperingatkan bahwa akibat memburu Mamon, banyak orang yang masuk ke dalam jerat iblis. Dan saya rasa apa yang saya sampaikan ini bukan hal yang baru tetapi lagi-lagi saya lihat banyak orang terjebak pada hal yang sama.
Supporting Verse – Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 1 Timotius 6:7-10 TB
Kita tidak memiliki apa-apa tetapi kepada kita dipercaya untuk mengelola segala sesuatu. Kita datang ke bumi ini tidak membawa apa-apa, kita keluar pun tidak bisa membawa apa-apa. Semua yang saudara pikir saudara punya harus saudara tinggalkan pada saat saudara dipanggil Tuhan nanti. Itu sebabnya kita mesti belajar menjadi seorang pengelola yang baik. Belajarlah menjadi seorang pengelola yang baik jauh sebelum engkau mencoba untuk mencari harta dan kekayaan.
Akar segala kejahatan ialah cinta uang, bukan uang, tetapi cinta uang. Masalahnya saudara, Kalau saudara cinta uang, uang nggak bisa cinta kepada saudara kembali.
Ada berapa banyak diantara saudara yang percaya bahwa saudara adalah kepala dan bukan ekor. Kalau saudara kepala dan bukan ekor, berarti kemana saudara pergi, seharusnya uang itu ngekor saudara. loh, kan saudara kepalanya?
Kemana saudara pergi, saudara nggak perlu takut sebetulnya, Kalau saudara adalah kepala, saudara nggak usah khawatir karena uang akan ngekor ke mana saudara pergi. Tetapi kalau saudara memburu uang, berarti Saudara bukan kepala, melainkan saudara adalah ekor.
Kalau saudara memburu uang berarti uang adalah kepala, saudara ekornya, dan saudara akan gelagapan untuk kemudian cari tahu ke mana uang pergi, ke mana nih uang pergi, kata orang sekarang bisnis ini yang lagi ngetren nih, karena saudara memburu uang.
Supporting Verse – But those who [are not financially ethical and] crave to get rich [with a compulsive, greedy longing for wealth] fall into temptation and a trap and into many foolish and harmful desires that plunge people into ruin and destruction [leading to personal misery]. For the love of money [that is, the greedy desire for it and the willingness to gain it unethically] is a root of all sorts of evil, and some by longing for it have wandered away from the faith and pierced themselves [through and through] with many sorrows. 1 Timothy 6:9-10 AMP
Dikatakan disini adalah compulsive, itu ketika seseorang memiliki dorongan yang tak tertahankan untuk melakukan sesuatu. Dalam bahasa kerennya “kudu punya ini”, serakah dan tidak pernah kenal kata cukup.
Mendorong saudara untuk kemudian menjadi serakah, kemudian memperbesar peluang untuk mendapatkannya dengan cara-cara yang tidak etis, sikut kiri dan sikut kanan, nggak peduli sama legal apa nggak legal lagi, pokoknya perlu untuk mendapatkan ini.
Melukai dirinya lagi, dan lagi dengan berbagai macam kepedihan, itu adalah akibat dari orang yang tidak pernah merasa cukup dan akibat dari orang yang ingin memburu uang dengan berbagai macam cara. Tidak pernah merasa cukup.
Itu sebabnya saya ingin menyampaikan lima hal yang saudara perlu tahu tentang uang. Hanya 5 saja hari ini supaya saudara bisa mengerti.
Pertama, tidak ada hubungan yang pasti antara punya uang banyak dan hidup yang bahagia
Tidak ada hubungan yang pasti, artinya punya banyak uang tidak menjamin hidup yang bahagia. Punya banyak uang, saudara bisa beli banyak hal, saudara bisa liburan, saudara bisa beli baju dan makan yang mahal, tetapi semua itu tidak menjamin bahwa engkau pasti bahagia.
Supporting Verse – Tinggal di sudut loteng lebih menyenangkan daripada tinggal serumah dengan istri yang suka bertengkar. Amsal 21:9 BIS
Ini firman Tuhan yang bicara, bukan saya. Bisa bangun loteng artinya punya rumah dan punya uang lebih, Betul apa tidak? Tetapi lebih senang tinggal di sudut loteng karena pastinya dia tidak suka dan bahagia ada di dalam rumah, meskipun dia bisa bangun rumahnya.
Supporting Verse – Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia: orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. Pengkotbah 6:1-2 TB
Jadi kekayaan, harta benda, kemuliaan justru menjadi sebuah kemalangan kalau dia tidak dikaruniai Allah untuk menikmatinya. Artinya, semua yang dia punya tidak membawa kebahagiaan kalau dia tidak bisa menikmati apa yang dia punya, apalagi kalau dia tidak menjadikan Tuhan sebagai pusat dalam hidupnya.
Beberapa kali kita dikejutkan dengan berita tentang orang-orang yang kita pikir sukses, orang yang kita pikir menurut ukuran dunia ini berhasil karena hartanya berlimpah tapi mereka dan keluarganya berantakan. Dia bercerai dengan istri atau dengan suaminya, dan tidak sedikit pula yang bunuh diri. Kita kemudian bingung kenapa hal itu terjadi?
Kedua, Uang menyingkapkan karakter seseorang.
Uang punya kemampuan untuk menyingkapkan apa yang ada dalam hati dan pikiran seseoran. Itu sebabnya jangan heran kalau kita lihat pada saat dia masih belum punya banyak. kelihatan baik-baik saja, dan sepertinya cinta pada keluarganya. Tetapi begitu dia berhasil, begitu dia pegang uang banyak, kemudian kelakuannya jadi berbeda dan yang asli jadi muncul ke depan. Malah kemudian dia melupakan keluarganya dan kemudian cari istri lain lagi.
Jadi mungkin ada lebih banyak orang mengucap syukur seharusnya kalau saudara tidak punya banyak. Halo buat ibu-ibu? syukur. Sekarang ini ada bermacam-macam tes karakter yang mungkin ada diantara kalian yang pernah ikut tes karakter atau tes personal, tetapi tidak ada yang lebih cepat untuk mengenali karakter seseorang dengan menaruh uang banyak di tangannya, tak terkecuali juga dengan hamba Tuhan.
Di tangan orang baik, uang akan dipakai untuk kebaikan. Di tangan orang yang generous, yang murah hati, uang akan dipakai untuk menolong orang lain. Di tangan orang yang jahat, uang akan dipakai untuk hal-hal yang jahat. Di tangan orang yang pelit, uang sedih. Dia diremas-remas, dia terpenjara, dia nggak bisa keluar kemana-mana, sedih.
Supporting Verse – Siapa mencintai uang, tidak akan puas dengan uang. Siapa mencintai kekayaan, tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun kesia-siaan.Pengkotbah 5:10
Those who love money will never have enough. How meaningless to think that wealth brings true happiness! Eccelsiastes 5:10 NLT
Ini perbedaan yang sangat besar kalau kita cinta akan uang, maka kita tidak akan pernah mengalami yang namanya puas. Tetapi kalau kita cinta akan Tuhan, maka kita akan hidup dengan puas. Kita akan merasa fullfilled, itu sebabnya jangan cinta uang, Cintailah Tuhan.
Ketiga, Berkat Tuhan tidak (hanya) dalam bentuk kekayaan atau uang
Banyak orang datang mengeluh karena tidak punya uang. “Lagi nggak ada duit nih”, Cara berpikir seperti ini yang harus sedikit diperbaharui menurut saya, sebenarnya uang ada di mana-mana, masalahnya tidak ada di dompetmu dan itu yang jadi masalahya.
Uang kan nggak pernah hilang dari dunia ini cuman masalahnya nggak ada di dompet dan account saudara. Nah, pertanyaannya bagaimana caranya supaya dia datang ke dompetmu dan masuk ke rekening saudara? itu kan yang jadi pertanyaan.
Ketahuilah bahwa Tuhan tidak memberi berkat dalam bentuk uang, tetapi berkat Tuhan itu dalam bentuk kemampuan, talenta, kreativitas dan semua ini sudah kita terima berkat dari Tuhan sebetulnya. Semua kita sudah terima berkat dari Tuhan, yang Dia berikan adalah dalam bentuk kemampuan, talenta dan kreativitas.
Supporting Verse – Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. Ulangan 8:18 TB
But remember the Lord your God, for it is he who gives you the ability to produce wealth, and so confirms his covenant, which he swore to your ancestors, as it is today. Deuteronomy 8:18 NIV
Tuhan tidak memberikan kekayaan, tetapi yang Dia berikan adalah kemampuan untuk memproduksi, kemampuan untuk menghasilkan produk. Artinya Tuhan ingin kita ini produktif, Tuhan tidak ingin kita pasif, Dia tidak ingin kita diam dan meminta belas kasihan orang saja, bukan untuk itu.
Dia ingin kita aktif, Dia ingin kita produktif. Kalau kita tidak mau memakai kemampuan yang Dia sudah kasih, talenta yang Dia sudah kasih, kreativitas yang Dia sudah kasih, maka kita tidak dapat menghasilkan apa-apa. Dari sejak awal penciptaan, firman Tuhan sudah memberitahu hal ini.
Supporting Verse – Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:28 TB
Kita pikir ayat ini hanya untuk mempunyai keturunan saja, bukan. Dalam bahasa inggris dikatakan, “Be fruitful, and multiply, and replenish the earth, and subdue it”. Berbuah dan dengan kata lain, menjadi produktif dan menghasilkan produk.
Kita juga tahu bahwa Tuhan tidak akan memberikan perintah sebelum Dia memperlengkapi manusia lebih dahulu dengan kemampuan untuk menjadi produktif.
Tuhan sudah memberikan manusia dan memberkatinya supaya manusia bisa menghasilkan produk, dan ingat dan catat ini baik-baik, yang Tuhan berikan kepada kita itu bahan bakunya. Tuhan bilang berkuasa atas ikan-ikan, berkuasa atas burung-burung, berkuasa atas segala binatang yang ada di bumi dan sampai hari ini manusia terus berusaha untuk menguasai itu semua.
Dan dari ikan-ikan, dari burung di udara, dari semua binatang-binatang yang ada di bumi ini, manusia keluar sepatu, baju, ikat pinggang, betul tidak? itu kan kulit dari kulit apa? kulit binatang.
Manusia juga keluar dengan obat-obatan, keluar dengan karpet, keluar dengan kosmetik, keluar dengan minyak ikan, keluar dengan perhiasan, keluar dengan berbagai macam produk seperti sabun, keju dan ribuan produk lainnya. Yang Tuhan kasih adalah bahan bakunya sama kita, kemudian Dia berkati kita dengan kemampuan, talenta, dan kreativitas untuk kita bisa berimajinasi.
Itu semua berkat yang datangnya dari Tuhan, Dia tidak kasih kita meja, Tuhan tidak kasih kita kursi, Tuhan tidak kasih kita kertas, Dia nggak kasih kita papan tulis dan jembatan, tetapi yang Dia kasih kita adalah dalam bentuk bahan baku yang namanya pohon dan dari pohon itulah kita keluar dengan berbagai macam produk tersebut.
Taklukan pohon itu, maka manusia keluar dengan jembatan, keluar dengan perahu, keluar dengan jendela, keluar dengan berbagai macam produk, dan uang adalah akibat dari menjual apa yang dihasilkan dari tangan orang tersebut.
Demikian juga dengan semua yang saudara sebentar lagi akan makan, itu karena ada orang-orang yang menaklukkan ayam lebih dahulu, ada yang menaklukkan sapi lebih dahulu, ada menaklukkan ikan lebih dahulu, ada yang menaklukkan burung dara lebih dahulu, dan berimajinasi ini, kalau dibakar, dikasih kecap, dikasih bumbu, santan, cabe dan dijual, pasti laku nih!
Itu semua keluar dari imajinasi orang. Siapa yang kasih kemampuan untuk itu?Tuhan lebih dahulu sudah memberikannya kepada kita. Tetapi kalau kita punya mindset yang salah, kita tidak mau menjadi produktif, Kita cuman pasif dan dan menunggu belas kasihan orang, maka kita nggak menjadi apa-apa.
Kalau kita punya bahan baku, tetapi kita diam saja dan kita tidak berkreativitas maka kita tidak akan menghasilkan apa-apa. Meskipun kita punya bahan bakunya. Kreativitas biasanya muncul pada saat kita mulai sadar bahwa apa saja bahan baku yang ada di tangan kita yang selama ini mungkin tidak pernah menarik perhatian kita, tetapi tiba-tiba kita sadar bahwa sebenarnya kita bisa melakukan sesuatu dengan ini.
Tetapi itu tidak bisa menjadi apa-apa di tangan orang yang malas, di tangan orang yang pasif, atau di tangan orang yang malas mikir. Pada saat pikiran kita tertutup maka yang namanya kreativitas tidak akan bisa landing dalam pemikiran kita.
Tetapi kalau pemikiran kita terbuka, maka yang namanya ide dan kreativitas bisa mendarat dengan baik. Jadi Tuhan sudah memberkati kita dengan kemampuan, dengan bakat, dengan talenta yang berbeda-beda supaya kita semua menjadi produktif.
Jadi jangan sibuk melihat kepada orang lain, jangan sibuk melihat kepada tetanggamu akan mengapa rumputnya lebih hijau dan lain sebagainya, tetapi sibuklah lihat ke dalam kepada kemampuan yang Tuhan sudah berikan kepada diri saudara sendiri.
Keempat, Rencana Tuhan tidak tergantung dari seberapa besar uang yang ada di tangan saudara
Rencana Tuhan tidak tergantung dari seberapa besar uang yang ada di tangan saudara. Suatu hari Yesus katakan kepada murid-muridnya, “Kamu harus beri makan ini orang semua, 5000 orang lebih, 5000 orang laki-laki dan belum termasuk yang perempuan dan yang anak-anak”.
Murid-muridnya langsung shock mendengar perintah tersebut. Filipus, salah satu dari murid Yesus bilang begini, “Roti seharga 200 Dinar saja tidak cukup nih dibuat makan segini banyak orang, meskipun setiap orang dapat secuil kecil saja”. Tetapi cerita tersebut sungguh luar biasa, karena akhirnya semua orang bisa makan sampai kenyang, besar kecil, tua muda, semua makan sampai kenyang plus masih ada sisa 12 bakul.
12 bakul penuh, dan itu semua terjadi tanpa mengganggu keuangan murid-murid sekalipun. Artinya apa? Semua orang bisa kenyang, makan sampai kenyang bahka nlebih 12 bakul, rencana Tuhan tergenapi, tetapi uang mereka tidak terganggu sedikitpun.
Tetapi seringkali kita berpkir gini, “kalau kita nggak ada uang, kita nggak bisa nih…kalau kita nggak punya uang, kita nggak bisa lakukan ini itu”.
Hei, itu sebabnya kita harus jadikan Dia Tuhan dalam hidup kita sehingga kalaupun kita tidak punya uang, tetapi Dia sudah memberikan kepada kita rencanaNya dan visiNya, maka Dia bisa membuka pintu mana saja untuk menolong saudara untuk bisa mencapai visi tersebut.
Tidak usah jauh-jauh, saudara ini sedang duduk menikmati kebaktian baik yang offline maupun online, itu karena rencana Tuhan yang digenapi. Bayangkan, dari sejak awal berdirinya JPCC, hampir 24 tahun yang lalu, tidak pernah sekalipun mengedarkan kolekte. Tetapi rencana Tuhan tergenapi.
Kelima, Bukan kemampuan menerima yang menyebabkan mukjizat Tuhan terjadi, tetapi kemampuan untuk memberi
Bukan kemampuan kita untuk menerima, tetapi kemampuan kita untuk memberi.
Supporting Verse – Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum. “Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.” Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.” Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.” Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia. 1 Raja-raja 17:10-16 TB
Modal dia taat dan obey, itu modal dia. Perempuan ini tidak bilang bahwa “Tuhan gak tau diri banget sih! Ada hamba tuhan enggak tahu diri banget sih, udah tahu saya cuma punya sedikit, habis ini saya mati tapi masih juga mau minta lagi”.
Bukan kemampuan kita menerima yang membuat mukjizat terjadi, tetapi kemampuan kita memberi yang membuat mukjizat bisa terjadi. Itu sebabnya jangan iri sama hidup orang lain, jangan iri kalau orang lain menerima berkat daripada Tuhan karena kemampuan saudara untuk menyebabkan mukjizat terjadi bukan karena kemampuan saudara untuk menerima tapi kemampuan saudara untuk memberi.
Bukan kemampuan untuk menerima yang menyebabkan mukjizat terjadi tetapi kemampuan kita untuk memberi, melepaskan benih yang ada di tangan kita, itu yang akan menyebabkan mukjizat terjadi dalam hidup kita. Bukan kemampuan Saudara menerima yang menentukan berkat Tuhan tetapi kemampuan saudara menebar benih, itu yang menentukan seberapa besar tuaian yang akan saudara terima.
Kalau tidak ada benih yang ditebar, tidak mungkin ada tuaian yang bisa diterima. Jadi jangan pernah cemburu sama berkat orang lain, berkat saya tidak tergantung dari pemberian saudara. Berkat saya tidak bergantung dari pemberian saudara, tetapi berkat saya tergantung dari apa yang saya tanam, apa yang saya lepas, benih yang saya sebar, itulah yang menentukan tuaian yang saya terima.
Jadi apa yang kita sudah pelajari hari ini?
- Tidak ada hubungan yang pasti antara punya uang banyak dan hidup yang bahagia.
- Uang menyingkapkan karakter seseorang
- Berkat Tuhan tidak dalam bentuk uang dan kekayaan saja.
- Rencana Tuhan tidak tergantung dari seberapa besar uang yang ada di tangan kita.
- Bukan kemampuan menerima menyebabkan mukjizat terjadi tetapi kemampuan kita untuk memberi.
Semoga ini menjadi bekal buat saudara dan mempengaruhi kehidupan kita semua.
P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes



