Salfok (Salah Fokus) By Ps. Jeffrey Rachmat

JPCC Kota Kasablanka Service 3 (1 September 2019)

Opening Verse – “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” ‭‭Wahyu‬ ‭22:13‬ ‭TB‬‬

Bulan ini kita akan berbicara mengenai Fokus. Saya pernah mengkotbahkan ayat ini kira-kira 4 tahun yang lalu dan sekarang hal ini berkembang menjadi pengajaran yang menarik untuk saya.

Tuhan adalah Tuhan Yang kekal dan tidak mengenal waktu. Ayat ini tetapi memakai waktu untuk menolong kita mengenal siapa Tuhan dan bagaimana Dia bekerja.

Kita sebagai manusia terbatas secara ruang dan waktu, meskipun pikiran kita mungkin tidak terbatas secara ruang dan waktu. Seperti halnya mungkin beberapa dari anda disaat saya berbicara sekarang bisa juga berpikir mengenai tempat makan apa yang ingin dikunjungi setelah kebaktian.

Bagaimana kita bisa mengerti Tuhan yang tidak terbatas secara ruang dan waktu?

Tuhan adalah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir, artinya Tuhan bisa melihat akhir dari sebuah awal dan bisa juga berdiri dengan mudah di akhir dan melihat awalnya seperti apa.

Tuhan bisa melihat ke masa depan, dan dari masa depan, Dia bisa melihat sekarang itu seperti apa dan juga sebaliknya.

Sebaliknya kita sebagai manusia punya kesulitan untuk mengerti bagaimana Tuhan bekerja, terutama dari awal sampai akhir.

Disaat tantangan atau masalah ada, kalau kita tidak menyerah, meskipun kita tidak mengerti, bingung, dan marah, tetapi jika kita terus berjalan dan tidak menyerah, maka saat kita sampai di akhirnya dan Tuhan selesai mengerjakannya dalam hidup kita, kita akan bisa mengerti mengapa Tuhan berbuat seperti itu.

Supporting Verse – “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” ‭‭Pengkhotbah‬ ‭3:11‬ ‭TB‬‬

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” ‭‭Roma‬ ‭8:28‬ ‭TB‬‬

Contoh yang baik adalah Yusuf, pada awalnya dia mendapat mimpi yang datang dari Tuhan, dan menceritakan hal ini kepada saudara-saudaranya.

Mereka menjadi begitu kesal dan Yusuf kemudian dibuang oleh mereka dan dijual ke mesir, Yusuf mengalami begitu banyak penderitaan, dilupakan banyak orang dan dipenjara, sampai kemudian dia bisa menerjemahkan mimpi Firaun dan bisa menjadi orang nomor dua di mesir dan begitu influential.

Sampai ada masa kelaparan yang begitu hebatnya, dan saudara-saudaranya datang ke mesir dan kepadanya kembali untuk membeli makanan, disaat Yusuf bertemu kembali dengan saudara-saudaranya, mereka semua menjadi takut, tidak menyangka Yusuf masih hidup dan sekarang menjadi orang yang begitu kuat.

Tetapi Yusuf menenangkan mereka, meskipun tidak mudah, Yusuf bisa melihat apa yang dilakukan saudaranya dulu sebagai sesuatu yang baik, karena Tuhan ikut berperkara dan ikut bekerja disana.

Kebanyakan dari kita tidak mengerti pekerjaan yang dilakukan Tuhan dari awal sampai akhir, terutama di awalnya. Baik dalam hal seperti diputuskan oleh pasangan, atau di-PHK oleh kantor.

Kalau kita langsung menyerah di awal, maka kita tidak akan bsia melihat hasilnya di akhir. Tetapi jika kita tidak menyerah dan mau berjuang sampai akhir, seperti halnya Yusuf maka kita akan bisa mensyukuri semua penderitaan itu.

Supporting Verse – “Maka kata Yesus: “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.” ‭‭Lukas‬ ‭13:18-19‬ ‭TB‬‬

Kalau pohon yang penuh dengan buah dan ranting disebut sebagai Omega, maka pada awal atau yang disebut Alfa ini bentuknya adalah Benih. Kalau saya meminta ke Tuhan, bahwa saya mau mendapatkan pohon yang penuh dengan buah di masa yang akan datang, maka di waktu sekarang Tuhan akan memberikan saya benih. Disaat saya menerima benih yang begitu kecil ini, saya bisa saja merasa bingung dan kecewa kepada Tuhan.

Karena Tuhan bisa melihat dari awal, akhirnya ini akan seperti apa. Makanya banyak dari kita tidak mengalami terobosan dan mukjizat yang diharapkan karena kita gagal mengenali bagaimana Tuhan bekerja dari awal sampai akhir.

Bentuk awal dan akhir bisa selalu berbeda. Apa yang ada di tangan kita seringkali terlihat sepele dan kecil, tetapi kalau kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, mengucap syukur, terus percaya kepada Dia dan setia, terus berjuang, maka kita akan menemukan realita yang berbeda.

Itu sebabnya kenapa Tuhan suka memberikan Mimpi atau Omega, Dia memberikan kita visi tetapi di awal Dia selalu memberikan modal yang terlihat kecil (Alfa) dan berupa benih.

Sharing Ps. Jeffrey – Jawaban doa kita yang berhubungan dengan masa depan selalu berbentuk benih. Saya masih ingat disaat didoakan sewaktu masih muda dulu, saya sering didoakan dan dinibuatkan untuk menjadi berkat untuk bangsa-bangsa.

Disaat saya mendengar ini, Saya langsung berpikiran akan hal-hal yang besar yang bisa saya lakukan tetapi setelah dinubuatkan, saya memulai pelayanan saya setiap harinya dengan mengangat bangku dan speaker di tempat kebaktian sebelum dan setelah kebaktian, saya juga menghabiskan waktu begitu lama untuk menyetir dan menemani banyak hamba Tuhan ke beberapa kota.

Saya bersyukur karena meskipun tidak mudah, saya tidak berhenti di tengah jalan saat itu, karena sekarang apa yang dinubuatkan dulu bisa menjadi kenyataan, jadi bentuk awal bisa begitu berbeda dengan bentuk akhirnya.

Jadi apapun yang ada di tangan kita, kerjakan itu dengan sungguh-sungguh karena Tuhan suka memakai hal yang kecil untuk melakukan dan menyelesaikan persoalan yang besar. Tuhan suka memakai yang lemah untuk mempermalukan yang kuat.

Tuhan suka menggunakan hal yang kecil untuk menyelesaikan hal yang besar. Tuhan suka menggunakan hal yang lemah untuk mempermalukan yang kuat.

Supporting Verse – “Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.” ‭‭1 Korintus‬ ‭1:26-29‬ ‭TB‬‬

“Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.” Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.” ‭‭Yohanes‬ ‭6:5-13‬ ‭TB‬‬

Dari kisah mukjizat 5 roti dan 2 ikan diatas, kita bisa melihat bahwa ada dua respon yang berbeda dan ditunjukkan oleh dua murid Yesus.

Respon pertama dari Filipus mewakili kebanyakan cara berpikir yang kita punya, dimana modal yang besar diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang besar.

Tetapi Respon kedua dari Andreas begitu berbeda, dimana ada seorang anak kecil yang menawarkan kepadanya 5 roti dan 2 ikan, dan meskipun dia mungkin merasa malu saat menyampaikan ini ke Yesus, dan tahu bahwa makanan anak ini tidak cukup dan tidak ada artinya buat orang sebanyak itu, tetapi dia tetap membawa anak ini ke Yesus.

Dan Yesus berkata bahwa itu cukup untuk kita mulai sesuatu, Yesus kemudian mengcuap syukur, dan mukjizat keluar dari hal ini untuk me,pmenuhinpersoalan yanga da, Tuhan tidak perlu mdoal yang besar untuk menyelesaikan persoalam yang besar.

Seberapapun besar persoalan yang kita hadapi dan sekecil apapun yang ada di tangan kita, Jangan pernah merasa itu tidak penting di hadapan Tuhan, bawa itu ke hadapan Tuhan karena hal itu bisa menjadi sesuatu yang sangat penting, karena hanya diperlukan kunci yang kecil untuk membuka pintu yang besar.

Kunci untuk membuat pintu yang besar selalu kecil bentuknya.

Saya pernah bertemu dengan beberapa pasangan suami istri yang bertengkar begitu hebatnya dan ada keinginan untuk bercerai. Belum pernah saya melihat alasan yang ada dalam hubungan mereka bersifat besar, tetapi alasan yang ada selalu kecil.

Seperti halnya karena lupa ulang tahun, lebih memerhatikan orang lain daripada pasangan sendiri, dan juga tidak mengenggam tangan seperti dulu disaat pacaran. Padahal jika hal-hal kecil ini dilakukan, mereka akan bisa menikmati pernikahan mereka.

Tuhan selalu memakai hal yang kecil agar semua orang bisa melakukannya. Sampai anak kecilpun yang mempersembahkan makanan yang tidak seberapa bisa menjadi sesuatu yang luar biasa di hadapan Tuhan, tidak ada hal yang terlalu kecil buat Tuhan.

Kita bisa saja merasa lemah, tidak punya banyak hal, diremehkan, dan tidak diperlukan orang, tetapi kalau kita serahkan hidup kita kepada Tuhan maka hal itu bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Oleh karena itu, jadilah ahli dari melihat hal-hal yang kecil.

Kunci yang sama bisa membuka dan menutup pintu kehidupan kita. Untuk mengejar mimpi, visi dan masa depan yang bahagia, maka kita perlu waktu dan panjang sabar. Tetapi kita juga perlu Fokus. Karena kalau kita tidak fokus, kita tidak akan bisa mencapai mimpi yang kita inginkan.

Fokus penting karena akan membawa kejelasan. Focus brings Clarity. Semakin jelas apa yang ada di depan kita, maka kita akan semakin bersemangat untuk mencapainya. Itu sebabnya biasanya orang yang fokus punya disiplin tinggi.

Banyak orang kehilangan semangat karena kehilangan fokus, dan mengakibatkan gambaran masa depan mereka menjadi buram. Mereka tidak bisa melihat ke depan dengan baik dan membuat semangat mereka padam.

Pada saat kita fokus, kita dapat menyatukan pikiran dan perasaan kita terhadap apa yang ada di depan kita. Pada saat pandangan kita fokus, maka jelaslah segala sesuatu karena fokus adalah kemampuan untuk mengeliminasi semua dan hanya berpusat kepada satu hal saja.

Supporting Verse – “Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.” ‭‭Lukas‬ ‭11:34‬ ‭TB‬‬

“The lamp of thy body is thine eye: when thine eye is single, thy whole body also is full of light; but when it is evil, thy body also is full of darkness.” ‭‭Luke‬ ‭11:34‬ ‭ASV‬‬

Kita bisa jatuh di dalam dosa karena salah fokus, iblis suka membuat kita mengalami ini, merasa fokus untuk membuat kita seperti masuk dalam rencana Tuhan padahal sebenarnya bukan.

Disaat Adam dan Hawa diciptakan, mereka diperintahkan oleh Tuhan untuk memenuhi bumi dan menaklukannya. Tetapi iblis datang dan menawarkan mereka kesempatan untuk menjadi seperti Tuhan, padahal Adam dan Hawa sudah dibuat segambar dan serupa dengan Tuhan.

Yesus Juga mengalami hal yang sama, tetapi Dia bisa tetap fokus untuk menyelesaikan kehendak Bapa untuk menebus kita semua yang berdosa.

Orang yang fokus sulit untuk dikalahkan karena mereka mempersiapkan diri mereka dengan sungguh-sungguh, dan hal ini memperbesar kemungkinan dia untuk menang, sebaliknya orang yang tidak fokus akan mudah untuk dikalahkan karena mereka tidak mempersiapkan diri dengan baik.

Baru-baru ini dunia tinju kelas berat begitu dikagetkan karena Anthony Joshua, pemegang gelar kelas tinju dunia di IBF, IBO, WBA dan WBO dikalahkan oleh Andy Ruiz, seseorang yang jauh lebih pendek, bermuka agak culun dan gendut.

Bahkan sampai ada banyak orang yang berpendapat bahwa sekarang terbuka peluang bagi orang yang kurang atletis untuk menajdi juara dunia tinju.

Para pengamat juga berpendapat bahwa Anthony Joshua kalah karena inilah pertama kali dia mempertahankan gelarnya bukan di negara asalnya, inggris tetapi di amerika serikat. Dia disambut seperti seorang selebritas dan mengganggap enteng lawannya karena penampilan dan rekornya.

Kita mungkin tidak mengerti, karena di awal sangat berbeda bentuknya dengan apa yang kita mau, tetapi jangan berhenti meskipun kita tidak mengerti dan memberontak, terus berjalan karena awalnya bisa selalu berbeda dengan akhirnya. Ingat bahwa Tuhan suka memakai hal yang kecil dan sepele untuk sesuatu yang besar.