JPCC Kota Kasablanka Service 3 (17 Februari 2019)
Jubah yang saya kenakan Hari ini menggambarkan mengenai Kisah Yusuf. Proses dari sebuah mimpi menjadi kenyataan adalah sebuah perjalanan, panggilan kehidupan yang ibaratnya seperti jubah yang terlalu besar untuk kita pakai, dan kita harus bertumbuh dalam perjalanan yang ada dari mimpi menjadi kenyataan.
Seperti halnya Yusuf, dalam proses perjalanan mimpinya untuk menjadi kenyataan, Ia harus melewati 13 tahun dan melalui ujian yang berbeda-beda.
Arti “Ujian” dalam kerajaan surga mempunyai arti yang mendalam, diibaratkan seperti kehidupan Yusuf, dimana Tuhan mengeluarkan hal-hal yang tidak menjadi bagian dalam hidup Yusuf.
Seperti ibaratnya proses yang dilakukan Michelangelo disaat memahat patung Daud yang begitu terkenal, Michelangelo berkata bahwa cara dia memahat patung ini begitu mudah, yaitu dengan melepaskan bagian-bagian yang tidak seharusnya ada dari patung ini. Itulah arti dari ujian-ujian dari kerajaan surga untuk kita.
Yusuf adalah anak kesayangan dari ayahnya, dia punya jubah yang bagus dan besar, dan suatu kali dia mendapatkan mimpi. Dia menceritakan mimpi ini kepada saudaranya yang baru saja pulang dan lelah, dia dengan ceria mencoba menceritakan mimpinya kepada para saudaranya. Mimpi dimana dia akan memimpin mereka dan saudaranya ini akan tunduk kepadanya di kemudian hari.
Dan saudaranya kemudian menjadi marah dan kemudian membuang Yusuf ke sumur. Seperti saya bilang tadi, Tuhan harus mengeluarkan hal-hal tertentu dari kehidupan Yusuf. Sumur ini merupakan ujian pertama yang dihadapi Yusuf.
Opening Verse – “We were out in the field, tying up bundles of grain. Suddenly my bundle stood up, and your bundles all gathered around and bowed low before mine!” Genesis 37:7 NLT
1. Pit Test atau Ujian Sumur
Dalam ujian ini, akan menentukan siapakah diri kita pada saat tidak ada jalan keluar, Yusuf tahu bahwa dalam ujian ini, mungkin dia akan mati, dan beberapa dari kita pernah mengalami situasi seperti ini baik dalam hal finansial, pasangan hidup, kelahiran anak yang tertunda, dan sebagainya.
Ilustrasi – Seperti halnya seorang unta di padang pasir, waktu minum kemudian dia jatuh ke dalam sumur dan saat dia meminta tolong. Ada orang yang lewat, mereka menghebaskan pasir dan mencemooh unta tersebut, dan unta tersebut selanjutnya kembali menghebaskan pasir itu (shake it off). Hal itu terus terjadi sampai akhirnya pasir yang dihebaskan oleh orang-orang yang mencemooh unta tersebut bisa membuat unta ini untuk kembali naik dan keluar dari sumur.
Kalau kita menghadapi musim ini dalam kehidupan kita, hidup kita belum berlalu. Jangan berkata tidak bisa, dan buang itu jauh-jauh, hembaskan itu jauh-jauh seperti halnya unta diatas, shake it off, dan Percayalah bahwa Tuhan ada bersama dengan kita dan selalu menyertai kita
Because Christ lives in me, Trials cannot Stop me, People cannot Break me, amoney cannot Buy me, Haters cannot Silence me and Demons cannot Defeat me, because Christ lives in me.
Panggilan dan Perkenanan Tuhan tersembunyi di balik pribadi yang tinggal di dalam kita, tidak ada seorangpun yang bisa merampas Kristus di dalam hidup kita. Pada saat kita menghadapi musim dalam ujian sumur ini, ketahui bahwa Kristus hidup di dalam dan bersama anda.
Yusuf dibuang dan selanjutnya menjadi bawahan bagi Potifar, tetapi dia diberkati dan semua yang dikerjakan olehnya dibuat Tuhan berhasil. Tetapi selanjutnya ada ujian baru, yaitu ujian di dalam Istana atau The Palace Test.
Supporting Verse – “The Lord was with Joseph, so he succeeded in everything he did as he served in the home of his Egyptian master. Potiphar noticed this and realized that the Lord was with Joseph, giving him success in everything he did. This pleased Potiphar, so he soon made Joseph his personal attendant. He put him in charge of his entire household and everything he owned. From the day Joseph was put in charge of his master’s household and property, the Lord began to bless Potiphar’s household for Joseph’s sake. All his household affairs ran smoothly, and his crops and livestock flourished.” Genesis 39:2-5 NLT
2. The Palace Test atau Ujian di dalam Istana
Ujian ini berbicara mengenai godaan, seperti yang dialami Yusuf saat digoda oleh Potifar. Yusuf mungkin bisa saja berpikir bahwa jika dia tidur dengan Potifar, maka akan ada jalan pintas dalam mencapai mimpinya, tetapi dia sadar bahwa jalan pintas juga akan memotong berkat Tuhan dalam hidup-nya.
Yusuf memutuskan untuk mendapatkan perkenanan Tuhan yang sesungguhnya. Warna putih menggambarkan kesucian, dan melalui proses ini, Jubah Yusuf kembali dirampas.
Selalu ada godaan untuk jalan pintas, jangan pernah tergoda untuk mengambilnya. Setia dan Taat dengan Tuhan karena itu adalah Bahasa KasihNya. Yusuf kemudian memilih untuk lari dari godaan.
Sharing Ps Leo – Saya ingat kejadian disaat saya baru pertama kali sampai ke Zurich beberapa tahun lalu, saat itu saya mendapatkan pekerjaan untuk mengajar dan berkotbah.
Pemimpin saya melihat sesuatu dari diri saya saat itu, dan merasa perlu untuk mengeluarkan sesuatu dalam diri saya. Saya percaya bahwa sebelum kita bisa menjadi hebat, kita harus mau untuk melayani.
Saya mentaati proses ini, 5 tahun saya tidak pernah mengajar, dan setelah 5 tahun, tiba-tiba saya menerima undangan dari perkumpulan gereja-gereja besar di dunia dengan jumlah peserta sebesar ribuan orang.
Dalam hati saya, saya berpikir bahwa ini bisa menjadi pintu gerbang untuk pelayanan saya yang bisa mendunia, bahkan saya diundang menjadi pembicara utama. Tetapi Tuhan berkata agar saya tidak bisa kesana sebagai pembicara utama dan harus menolaknya.
Hal itu seperti jalan pintas untuk saya, dan saya bergumul selama beberapa hari untuk menolaknya. Setelah 8 tahun, dan selama 8 tahun itu saya tidak pernah mendapat undangan berbicara sama sekali, baik di dalam komunitas, atau bahkan pelayanan anak muda.
Godaan selalu nikmat rasanya, tetapi jangan pernah memilih jalan pintas, kejarlah berkat dan perkenanan Tuhan yang jauh lebih tinggi.
Saya diingatkan Tuhan akan ilustrasi mengenai kue tart, kue tart mempunyai beberapa bagian yaitu base, hiasan buah, dan krim.
Dasar dari kue tart, atau base ini seperti dasar iman kita, bahasa kasih surga adalah ketaatan, dan jika saya mau jalan pintas, saya akan menjauh dari hadirat Tuhan.
Dengan mengambil jalan pintas, tentu saya tetap punya dasarnya dalam Yesus, tetapi efeknya adalah saya yang menjauh, sementara Tuhan selalu ada, dan ini tidak baik karena kita perlu kembali ke dalam hadirat Tuhan
Hiasan Buah di dalam kue tart ini adalah bahasa kasih kita yaitu ketaatan, dan hal inilah yang membuat kue ini menjadi begitu nikmat rasanya. Krim di kue tart seperti perkenanan Tuhan, sangat enak dan nikmat rasanya.
Beberapa minggu lalu saya berkotbah di jerman, di tengah penyembahan, Tuhan tiba-tiba berkata agar saya harus mengurus dan membayar semua biaya perjalanan dan akomodasi saya secara sendiri, dan juga harus menolak persembahan kasih ari gereja tersebut.
Saya bisa saja kabur dari suara Tuhan, dan mungkin dengan melakukan itu Yesus tetap ada bersama saya, tetapi saya akan kehilangan hadirat Tuhan, dan saya tidak mau itu.
Meskiput berat, saya kemudian menuruti Kehendak Tuhan saat itu. Bahasa Kasih-Nya adalah ketaaatan. Setelah saya melakukan hal itu, saya tidak pernah melihat pertobatan yang terjadi sebanyak itu dalam pelayanan saya. Dan hal ini terjadi bukan karena saya, tetapi disaat kita taat, maka perkenanan Tuhan akan menyertai kita.
Banyak orang tidak mengerti perkenanan Tuhan, dan perkenanan Tuhan selalu berkaitan dengan Buah Roh yaitu ketaatan. Yusuf mengerti akan gambaran ini, jadi disaat anda menghadapi godaan, larilah, dan fokus akan kue tart yang aslinya, lari dari godaan dan kejar perkenanan Tuhan.
Ujian yang ketiga dari kehidupan Yusuf adalah Prison atau Penjara
3. Prison Test atau Ujian Penjara, Test of Power
Ujian di Penjara adalah Ujian terpanjang dalam hidup Yusuf, setelah dia memutuskan untuk lari dari godaan, hidupnya malah semakin memburuh dan dijebloskan ke penjara. 13 tahun dia ada disini.
Supporting Verse – “This is what the dream means,” Joseph said. “The three branches represent three days. Within three days Pharaoh will lift you up and restore you to your position as his chief cup-bearer. And please remember me and do me a favor when things go well for you. Mention me to Pharaoh, so he might let me out of this place. For I was kidnapped from my homeland, the land of the Hebrews, and now I’m here in prison, but I did nothing to deserve it.” Genesis 40:12-15 NLT
Yusuf punya karunia untuk menafsirkan mimpi. Kita melihat di ayat ini bahwa saat Yusuf mengingatkan ke kepala pembuat roti atau chief bakers, ada begitu banyak kata “aku” disana, dan aspek “Me, Myself and I” begitu kental terasa dalam ayat ini.
Dalam ayat ini, begitu banyak kata-kata “Aku”, dan Kerajaan Surga tidak pernah identik dan fokus akan hal ini, Nama, Kerajaan dan Kehendak Tuhan yang seharusnya datang, Tuhan memberikan talenta bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untukNya.
Tentu disaat kita melayani, berkata Tuhan datang atas kita, tetapi pada akhirnya, semua ini adalah tentang Tuhan dan bukan diri kita.
Supporting Verse – “Joseph responded, “Both of Pharaoh’s dreams mean the same thing. God is telling Pharaoh in advance what he is about to do.
“This will happen just as I have described it, for God has revealed to Pharaoh in advance what he is about to do.” Genesis 41:25, 28 NLT
“The warden had no more worries, because Joseph took care of everything. The Lord was with him and caused everything he did to succeed.” Genesis 39:23 NLT
Melalui proses 13 tahun ini, Perhatikan ayat selanjutnya dimana Yusuf berubah 180 derajat disaat berbicicara dengan Firaun yang fokusnya begitu berbeda, bukan fokus akan dirinya tetapi fokus kepada Tuhan yang memberikan dia talenta tersebut.
Seperti Yusuf, Momen seperti ini adalah saat dimana kita bisa mengalami terobosan dalam hidup kita, dan kita tahu bahwa setelah kejadian ini; Yusuf dipromosikan menjadi orang nomor 2 di mesir, bertumbuh menjadi pribadi yang begitu menghidupi panggilan Tuhan dalam hidupnya. Tuhan membuat apapun yang Yusuf sentuh berhasil.
Kata “berhasil” atau “prosper” dalam bahasa yunani artinya menolong kita di dalam perjalanan kita, to help on the road.
Sepanjang perjalanan Yusuf, dan melalui berbagai Jubah yang dikenakan olehnya, Tuhan selalu menolongnya. Kemudian arti “prosper” dalam bahasa ibrani adalah untuk mendorong kita maju, to make progress, and push forward.
Tuhan yang sama dalam hidup Yusuf ada bersama kita semua, Dia akan membuat kemajuan dan mendorong kita untuk maju.
Sharing Ps. Leo – Tuhan menghadirkan kemajuan dalam hidup saya, sebagaimana ada nubuat bahwa saya akan melayani bagi banyak negara yang diibaratkan oleh bendera-bendera dalam nubuat saya, dan 5 tahun lalu saya mendapatkan undangan untuk berkotbah dan berbicara pertama kali dalam bahasa inggris.
Ada banyak pembicara luar biasa disana seperti Steven Furtick dan Carl Lentz. Tuhan mendorong saya maju, dan saya merasa begitu lemah saat itu, tetapi disaat bersamaan, Tuhan juga yang mendoron dan menguatkan saya, justru disaat saya lemah, Tuhan yang mendorong saya, inilah gambaran bahwa hidup saya bukan soal saya, tetapi saya punya Tuhan yang saya layani.
Setelah saya berkotbah dalam acara itu, Tuhan membuka pintu untuk saya berkotbah di seluruh penjuru dunia, saya tidak pernah meremehkan dan berhenti bersyukur akan semua pintu yang sudah dibukakan Tuhan, tetap punyai hati yang suci dan bersih untuk Firman Tuhan.
Saya selalu berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, Buanglah segala seusatu yang bukan menajdi bagian diriku, gunakan aku untuk memuliakan Tuhan, dan bentuk aku supaya semakin banyak kelihatan Kristus dalam hidup saya (Christlike).
It’s not about me, but it’s all about Jesus. Mold me and use me for your Glory.



