JPCC Kota Kasablanka Service 4 (21 October 2018)
“Who told you?”, Kalimat atau Pertanyaan ini muncul pada saat Allah Bapa bertanya kepada Adam dan Hawa yang sedang bersembunyi setelah mereka memakan buah dari pohon yang dilarang oleh-Nya.
Opening Verse – “Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Kejadian 3:10-11 TB
“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.” Kejadian 2:24-25 TB
Manusia sebelumnya padahal sudah telanjang, mereka tidak telanjang secara tiba-tiba, tetapi setelah mereka memakan buah terlarang, mereka tidak merasa malu.
Tetapi kenapa mereka tiba-tiba menjadi malu dan takut? Manusia tidak dirancang dari awal untuk mengenal rasa malu, tetapi Siapa yang memberitahu mereka akan hal ini, bahwa mereka telanjang, sehingga tiba-tiba perilaku mereka berubah dari tidak malu menjadi malu. Tentu kita tahu penyebabnya karena dosa.
Seperti halnya Adam dan Hawa, Perilaku kita ditentukan oleh informasi yang datang dalam hidup kita. Ada yang berubah dari informasi yang mereka terima dan itu merubah perilaku Adam dan Hawa.
Oleh karena itu kita ingin membahas mengenai “Pembaharuan Pikiran” dalam 2 bulan ini, apa yang ada dalam pikiran dan sikap hati kita, akan menentukan perilaku dan tindakan kita.
Pembaharuan Pikiran atau Renewing of the mind sangat penting, karena jika kita bisa mengubah pikiran kita, kita akan selanjutnya bisa mengubah perilaku, tindakan dan hasil akhir dalam kehidupan kita.
Jika kita ingin menjadi agen perubahan dimanapun kita berada, tetapi perubahan ini harus diawali dari diri kita sendiri, perubahan tidak datang karena keadaan, memang seringkali keadaan bisa memaksa perubahan dalam hidup kita, tetapi perubahan yang sesungguhnya terjadi di dalam diri kita.
If you want to change your life, you must change your thoughts and heart.
Alkitab berulang-kali berkata bahwa Pikiran dan Kondisi Hati kita seperti tanah yang di atasnya segala pemikiran kita bertumbuh, apa yang kita pikirkan, atau buah pikiran kita adalah benih.
Thoughts atau pikiran itu adalah benih, karena itu penting untuk memperhatikan apa yang kita pikirkan, karena dari situ akan keluar buah yang baik atau buah yang tidak baik.
Tahukah anda bahwa pikiran adalah benih dan pohon itu adalah tindakan kita, sementara buah itu adalah hasil, dampak atau akibat dari perbuatan kita.
Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai, kalau kita menabur yang baik, maka kita akan menuai yang baik, begitu juga sebaliknya.
Banyak orang merasa heran mengapa hasil hidupnya tidak pernah berubah? Hal ini karena tindakan, pola pikir, sikap dan perilaku mereka tidak pernah berubah.
Itu sebabnya jika kita ingin diperbaharui hidupnya, dan menjadi agen perubahan bagi bangsa dan generasi ini, kita harus memulai mengijinkan perubahan hidup dari diri kita sendiri.
Untuk mengalami transformasi perubahan, hal ini tidak terjadi tiba-tiba, dan tidak terjadi jika kita bicarakan terus, tetapi transformasi akan terjadi jika ada perubahan terstruktur yang kita hadirkan dalam kehidupan kita.
1. Identifikasi apa yang menjadi kendala dalam kehidupan kita.
Identifying the Stronghold, identifikasi apa yang menjadi benteng penghalang transformasi pikiran dalam hati kita. Karena niat saja tidak cukup untuk mengubahkan. Mencoba tetapi terus gagal karena berhadapan dengan Benteng Penghalang atau Stronghold.
Supporting Verse – “For though we live in the world, we do not wage war as the world does. The weapons we fight with are not the weapons of the world. On the contrary, they have divine power to demolish strongholds. We demolish arguments and every pretension that sets itself up against the knowledge of God, and we take captive every thought to make it obedient to Christ.” 2 Corinthians 10:3-5 NIV
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12:2 TB
“Do not conform to the pattern of this world, but be transformed by the renewing of your mind. Then you will be able to test and approve what God’s will is—his good, pleasing and perfect will.” Romans 12:2 NIV
Identifikasi Benteng Penghalang dalam pola pikir kita. Kenapa banyak orang yang terbatas dengan stronghold?
Alkitab berkata bahwa kita jangan menjadi serupa dengan dunia ini, banyak orang hidupnya dikendalikan dengan “Con” atau “Form”, yang merupakan pola atau pattern, yang artinya adalah tinggal di dalam atau stay within. Alkitab berkata agar kita tidak terjebak di dalam pola pikir dunia.
Do not Conform but Transform, Jangan hanya tinggal di dalam tetapi bertransformasi. Kita harus keluar dan melawati itu, be transformed, banyak dari kita yang terjebak dengan pola pikir yang menghalangi diri kita, bahkan kita tidak menyadari kalau kita sedang terjebak, kita baru bisa berubah jikalau kita keluar dari pola pikir tersebut.
Ilustrasi – Pelit merupakan pola pikir, bukan merupakan kondisi finansial yang ada. Karena orang yang pelit ada di dalam pola pikir benteng yang pelit, bahkan disaat dia mempunyai keadaan finansial yang baik, dia tetap akan menjadi pelit. Pelit adalah mental, itu sebabnya kalau dia tidak keluar dari benteng pola pikir tersebut, dia tidak akan pernah berubah.
Oleh karena itu, Identifikasi benteng pola pikir kita, siapa yang berkata dan mengajarkan hal itu?
Kemiskinan juga merupakan pola pikir, Untuk Tuhan bisa mengubah masa depan kita, kita perlu keluar dari benteng pola pikir kita, seperti halnya Abraham yang perlu meninggalkan negeri, keluarga, bahasa, kebiasaan, budaya, dan bangsanya agar dia bisa menerima janji Tuhan dalam hidupnya.
Supporting Verse – “Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.” Kejadian 12:1-2 TB
Semua itu dimulai dari benih, tetapi jika itu terhalang oleh benteng pola pikir di dalam hati kita, benih itu tidak akan bisa bertumbuh. Tuhan akan sulit untuk bisa menghadirkan kebahagiaan bagi kita apabila kita tidak mengubah pola pikir kita.
Seringkali kita menjadikan pengalaman buruk kita sebagai benteng pola pikir yang kita punya, baik dalam masalah keluarga dan juga pasangan hidup.
Benteng, kalau kita sebagai orang indonesia suka merasa tidak bisa untuk melakukan segala hal, baik dalam hal tepat waktu, kebiasaan yang rapih, dan lain-nya. Tetapi beberapa bulan terakhir dunia dicengangkan oleh prestasi panitia pelaksana Asian Games yang berjalan dengan begitu megah dan luar biasa, siapa yang bilang kalau kita tidak bisa melakukan-nya? Who told you?
Benteng tidak datang tiba-tiba, sebelum dia menjadi benteng, dia datang dari perdebatan, dan awalnya datang dari sebuah pemikiran. Oleh karena itu, perhatikan apa yang ada dalam pikiran kita, pertimbangkan pemikiran kita agar selalu seiring dengan Firman Tuhan.
Contoh-nya terlihat dalam kejadian Adam dan Hawa yang terikat dengan dosa. Pikiran dimulai dengan adanya ketertarikan untuk memakan buah terlarang, yang sudah diperingatkan oleh Tuhan sebelum-nya.
Pertentangan atau Perdebatan dimulai ketika mereka membayangkan situasi positif dan negative akan tindakan yang akan mereka ambil, dan Siasat dimulai ketika mereka sudah menetapkan keputusan dan ber-imaginasi bahwa mereka akan bisa menjadi seperti Tuhan ketika mereka memakan Buah terlarang, dan terbentuk-lah Benteng atau Stronghold disaat dosa terjadi setelah mereka memakan Buah terlarang.
Itu sebabnya hati-hati dengan apa yang kita dengar dan pikirkan, setelah kita identifikasi benteng pola pikir kita, kita harus mengganti dan memperbaharui pola pikir kita.
2. Renew your Thought
Ganti pemikiran kita. Pikiran kita dan Tuhan jaraknya seperti langit dan bumi, kita harus memperbaharui pikiran kita dengan pikiran yang datang dari surga, itu sebabnya Tuhan memberikan kita Firman sebagai Benih, mulai perkatakan itu, dan tanamkan itu menjadi benih dan tindak-lanjuti itu dengan sikap dan perbuatan kita, tentu semua tidak akan berubah secara instan dalam satu malam, tetapi perlahan tapi pasti, apa yang kita tabur secara konsisten akan dapat dituai yang baik setelahnya, ketahui bahwa masalah bisa diubah Tuhan menjadi berkat.
Supporting Verse – “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Yesaya 55:8-9 TB
“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” Yesaya 55:8-11 TB
“For my thoughts are not your thoughts, neither are your ways my ways,” declares the Lord. “As the heavens are higher than the earth, so are my ways higher than your ways and my thoughts than your thoughts. As the rain and the snow come down from heaven, and do not return to it without watering the earth and making it bud and flourish, so that it yields seed for the sower and bread for the eater, so is my word that goes out from my mouth: It will not return to me empty, but will accomplish what I desire and achieve the purpose for which I sent it.” Isaiah 55:8-11 NIV
Ilustrasi – Katakan saya punya darah tinggi karena kondisi kesehatan orang tua dan keluarga yang genetik, saya tentu tidak bisa mengabaikan faktor genetik tetapi kalau kita mau jujur, ada begitu banyak masalah kesehatan besar yang bisa lebih banyak muncul oleh karena faktor lifestyle kita, dibandingkan oleh faktor genetik yang kita punya.
Atau katakan saja jika Mukjizat mungkin bisa terjadi dalam penyakit yang saya alami ini, dan mungkin sebagai selebrasi, saya merayakan dengan teman-teman di restoran “Lapo”, besar kemungkinan setelahnya saya akan berhadapan dengan “buah-buah” yang lain. Bahkan bukan hanya tekanan darah saja, Pola hidup saya sangat bergantung dengan pola pikir saya.
Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan ingin kita merubah pola pikir yang baru, agar kita bisa mengubah perilaku dan tindakan kita. Identifikasi apa yang menjadi benteng dalam pergumulan kita, siapa yang mengajarkan dan memberi tahu pola pikir benteng penghalang itu?
Identifikasi apa yang menjadi benteng penghalang pemikiran kita, baik dalam hubungan, keluarga dan lain hal. Perbaharui dengan pikiran yang baru. Dan selanjutnya jaga kondisi hati kita.
3. Purify Your Heart
Jaga Kondisi hati kita. Sikap hati kita pasti ada latar belakang-nya, identifikasi itu agar kita bisa bertumbuh karena yang menentukan pertumbuhan seratus kali lipatnya adalah tanahnya, kita-lah yang bertanggung jawab dan menentukan apa yang perlu berubah dalam hidup kita.
Tuhan menaburkan benih yang sama terhadap semua dari kita. Karena itu berhati-hatilah dengan pikiran dan hati kita.
Hanya karena kita pernah kecewa terhadap seseorang atau bahkan gereja. bukan berarti semua gereja atau orang akan sama seperti gereja dan orang tersebut.
Bukan pasangan, suami atau istri, dan bukan orang tua, kitalah sendiri yang bertanggung jawab atas kebahagiaan diri kita sendiri. Peliharalah kondisi hati kita, agar kita bisa menumbuhkan yang baik dalam kehidupan kita.
Supporting Verse – “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4:23 TB
“Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Matius 13:3-9 TB
Pinggir Jalan menandakan orang yang hatinya dan pikiran-nya keras, begitu keras kepala. Orang yang susah untuk menerima nasihat.
Berbatu adalah orang yang senang dan cepat menerima nasihat, tetapi apa yang dia lalukan hanya bertahan beberapa hari saja disaat tekanan datang.
Semak duri atau semak belukar adalah orang yang bertumbuh di dalam pikiran yang lama (kekuatiran dunia, ingin selalu mengambil jalan pintas), dan pikiran yang baru dalam Firman.
Dia menerima kedua hal ini. Sampai akhirnya, seringkali orang yang ada di dalam kategori ini lebih memilih pola pikir dunia sebelumnya, dan akibatnya tidak ada perubahan di dalam hidupnya.
Ubah sikap Hati dan Pikiran kita, kita akan mulai mengubah masa depan kita, apa yang kita tuai akan ditentukan oleh keputusan yang kita buat,
Kita tidak bisa menentukan apa yang terjadi kepada kita, tetapi kita bisa menentukan apa yang terjadi di dalam kita. Itu sebabnya jika ada tanah yang keras dalam hidup anda, mulai cabut itu dan biarkan dan ijinkan Firman untuk bekerja disana.
Karena benih yang sama Tuhan taburkan kepada kita semua, tetapi sikap hati kitalah yang menentukan hasil dari apa yang ditaburkan.
Jika ada yang berkata bahwa “Saya tidak berhak.. Who told you that? “Saya tidak mungkin berhasil… Who told you that? “Saya tidak akan pernah cukup baik, layak dikasihi, saya adalah pembohong, produk kegagalan dan pernikahan saya tidak bisa berhasil… Who told you that?”.
Yakub adalah seorang pembohong tetapi Dia tetap bisa dipakai Tuhan dengan begitu luar biasa. Mulai identifikasi pola pikir benteng penghalang kita, ijinkan Firman Tuhan untuk membersihkan hati kita, agar kita bisa bertransformasi dan diubahkan dimanapun kita berada sehingga bangsa kita juga akan ikut diubahkan.



