JPCC Kota Kasablanka Service 3 (8 April 2018)
Sebelum saya datang ke Indonesia, saya sempat melakukan test DNA dan ternyata hasilnya adalah saya merupakan 1% keturunan asia, saya banyak diajak teman-teman disini untuk ikut menikmati berbagai makanan dan juga kegiatan yang dilakukan kalian disini, seperti order makanan via Gojek, dan saya merasa semakin seperti keturunan asia saja selama berada di Jakarta.
Satu hal yang saya pelajari bahwa hidup lebih baik kalau kita mendahulukan Tuhan terlebih dahulu, ada ayat yang berkata bahwa kalau kita menanamkan diri di rumah Tuhan, maka hidup kita akan bertumbuh dengan baik.
Bagaimana caranya? Caranya cukup mudah, Hadir di gereja merupakan bagian dari menanamkan diri kita di dalam gereja.
Cara kedua adalah tertanam dan juga melayani, mendoakan gembala dan pemimpin gereja, serta setia dan bermurah hati dalam persembahan dan pemberian kita, itu adalah beberapa cara dalam menanamkan diri kita di gereja, agar kita bisa bertumbuh dengan baik.
Bukan berarti disaat kita melakukan semua ini, hidup kita akan sempurna, karena seperti ibaratnya saat ada goncangan turbulensi disaat kita ada dalam pesawat, disaat itu terjadi, kebanyakan dari kita semua akan langsung berdoa, bertahan, memasang sabuk pengaman dan menunggu intruksi selanjutnya.
Alkitab berkata bahwa dalam hidup kita akan mengalami pergumulan, dan selanjutnya kita harus menguatkan semangat, karena Tuhan telah mengalahkan dunia, itu berita baik dan penuh hikmat, Alkitab penuh dengan semua itu, semakin kita punya hikmat, semakin berkurang mukjizat yang kita butuhkan.
Saya tentu percaya mukjizat, tetapi jika kita punya informasi dan hikmat terlebih dahulu, maka kita tidak akan membuat keputusan yang nantinya akan menyebabkan kita membutuhkan mukjizat.
Baik anda single atau menikah, ada hikmat untuk kita semua. Saya dan istri mempunyai latar belakang yang berbeda, istri saya tumbuh besar dan datang dari keluarga yang kaya di New York, sementara saya tumbuh besar di kota kecil Missisipi dan dari keadaan keluarga yang miskin. Kami perlu hikmat, sementara bagi orang yang single, ada begitu banyak hikmat yang juga bisa kita temukan di Alkitab.
Semua ada di Alkitab untuk menolong kita semua, bahkan di dalam area keuangan, saya temukan bahwa ada hal yang saya dan istri sepakati, kami mau menjadi orang yang bermurah hati dan memberi. Minggu lalu kita semua merayakan hadiah terutama dalam hidup yaitu pengorbanan Kristus, yang merupakan contoh yang luar biasa dalam memberi.
Opening Verse – “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3:16 TB
“Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.” 2 Korintus 8:1-5 TB
“Give freely and become more wealthy; be stingy and lose everything. The generous will prosper; those who refresh others will themselves be refreshed.” Proverbs 11:24-25 NLT
Saya temukan bahwa ada hubungan antara keberadaan keuangan kita dengan kemurahan hati kita dalam memberi, saya temukan ada 3 hal dalam menjalankan kehidupan, saya namakan ini sebagai 3 C :
1. Celebration
Giving should be a Celebration. Kasih karunia yang datang dari Tuhan selalu berkaitan dengan pemberian, kita tidak bisa gagal memberikan persembahan sebagai suatu kasih, kita tidak harus melayani dan memberi persembahan, tetapi kita berkesempatan untuk melakukan hal itu, semua ini bukan “seharusnya” kita lakukan, tetapi adalah sesuatu yang “dapat” kita lakukan, semua ini akan menjadi perayaan dan membuat kita semangat untuk mengerjakan-nya.
Sharing Dr. Dave – Saya pernah mendengar percakapan antara seorang ibu dengan anaknya di restoran, dimana anak ini ingin merayakan pesta ulang tahun-nya, dan dia ingin mengundang 12 teman-nya tetapi ibunya berkata bahwa dia hanya bisa mengundang 10 teman-nya karena makanan pizza yang ada terbatas hanya untuk 10 orang saja, mereka kemudian saling menggerutu antara satu sama lain.
Disaat mendengar percakapan mereka, sebagai orang percaya, tentu saya sempat berpikir bahwa saya bisa berdoa untuk mereka tetapi sebenarnya ini adalah sesuatu yang bisa kita bantu dan selesaikan pada saat itu juga.
Mereka tidak harus memotong pizza-nya lebih kecil agar bisa melayani 12 teman anaknya yang datang, saya akhirnya datang ke meja mereka, dan langsung meminta untuk membantu mereka dengan uang 100 Dollar yang saya punya, dari hal ini, saya kemudian menjadi berkat dalam pesta ulang tahun anaknya, kita diberkati agar kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.
Dalam proses untuk menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan akan memberkati kita. Blessed to be a Blessing, it’s amazing what God can do in your life.
2. Compelling
Memberi bisa menjadi menarik, dan memberikan sukacita serta menjadi sebuah perayaan, dalam memberilah kita bertumbuh, menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar bersama-sama, dan jauh lebih besar dari apa yang kita lakukan sendiri.
Ironisnya, kita tahu bahwa kita tidak bisa menyimpan apa yang kita berikan. Semua yang kita punya pada saat ini tidak bisa kita bawa ke surga, tetapi persembahan terbaik yang kita berikan, apa yang bertahan adalah apa yang kita telah berikan, melalui pemberian kita, kita investasikan ini kepada Bank kerajaan surga. Bank ini juga tidak bisa dirampok, dan jauh lebih baik dari semua yang anda investasikan sekarang.
3. Commitment.
Pemberian kita juga harus menunjukkan komitmen dan hati kita, dimana ada harta kita, disitulah hati kita. Pada saat kita mendahulukan Tuhan, maka mudah untuk mendahulukan Tuhan dalam hubungan dan keuangan yang kita punya.
Saya tumbuh besar di Missisipi, kota yang secara rata-rata terbawah dari semua negara bagian di Amerika, tetapi dalam hal kemurahan hati, kota ini berada di dalam urutan 5 besar di Amerika, dan ini mengingatkan saya akan jemaat di Makedonia, dimana meskipun mereka miskin, tetapi mereka bersedia untuk memberikan persembahan yang terbaik.
Persembahan yang terbaik dan excellent berbeda-beda dari semua orang, dan ini bukan mengenai jumlahnya, tetapi kita semua sama-sama berkorban dan memberikan yang terbaik untuk Pribadi yang telah berkorban untuk kita semua.
Kalau kita merasa begitu bahagia disaat kita memberi, maka kita mungkin belum memberi cukup banyak.
Three “Gives” to Remember : Give as it has been given to you, Give now! and Give to the degree you want to be blessed.
Supporting Verse – “Give, and you will receive. Your gift will return to you in full—pressed down, shaken together to make room for more, running over, and poured into your lap. The amount you give will determine the amount you get back. ” Luke 6:38 NLT
Ukuran yang kita pakai untuk memberi, maka ukuran yang sama akan dikembalikan ke kita, karena itu jadilah seorang pemberi yang murah hati. Untuk bisa mempunyai sifat murah hati sangat mudah, hanya dengan mengambil bagian dan ikut serta, karena itu mulailah memberi, karena Tuhan begitu mengasihi kita semua, dengan memberikan Hadiah terbaik dalam Kristus untuk hidup kita semua.
Terimalah Tuhan dalam hidup kita dan bertumbuh bersama-Nya, itu adalah keputusan terbaik yang akan membuat kita tahu bahwa The Rest of my life, will be the Best of my life.



