JPCC Kota Kasablanka Service 3 (15 April 2018)
This is My Story (Tante Yanti Radjagukguk) – Tante Yanti mengidap beberapa jenis penyakit Kanker, dan setelah dikemoterapi sebanyak 6 kali dan tidak menghasilkan apa-apa, Tante berkata kepada dokter bahwa dia sudah cape dan tidak mau lagi melakukan kemoterapi, serta fokus untuk mengutamakan Firman Tuhan di atas segala-galanya, Tante Yanti percaya bahwa Iman bukan perasaan, dan melainkan berdasarkan Kebenaran. Kebenaran bahwa Dia sudah membayar lunas segala sakit penyakit Tante 2000 tahun yang lalu, It is done.
Tante Yanti fokus dengan apa yang Firman Tuhan katakan mengenai kesembuhan, bahwa dengan Bilur-Bilurnya, Ia telah sembuh. Tante tidak lagi makan obat kanker, dan juga mengingatkan kita agar jangan pernah menyerah, tetap semangat, pegang terus Firman Tuhan, percaya dengan segenap hati, dan akui Tuhan di dalam setiap jalan kita. Walau kesembuhan belum terjadi, tetapi itu tidak memadamkan Semangat Tante, Tante Yanti hidup untuk memuliakan Tuhan.
Sungguh kesaksian yang sangat luar biasa, She is my Hero. Dia tidak tumbang begitu saja dalam menghadapi pencobaan yang ada, dan dia merupakan berkat dan sumber inspirasi bagi saya. Beliau masih belum boleh diperbolehkan keluar dari rumah, karena saat ini sedang ada infeksi yang dihadapinya.
Tema bulan ini adalah Iman, berapa banyak dari kita disini yang perlu memindahkan “gunung” dalam hidup kita? Judul kotbah saya hari ini adalah “Iman yang memindahkan Gunung”, karena kata Alkitab, Iman kita punya kemampuan untuk memindahkan gunung, dan kita tidak perlu mempunyai iman yang besar untuk melakukan itu.
Opening Verse – “Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Matius 17:20 TB
Cukup punya iman sebesar biji sesawi, dan tidak ada yang tidak mungkin untuk kita semua. Sebelum kita berbicara tentang Iman, kita juga tidak akan bisa lepas dari apa yang kita bicarakan bulan lalu mengenai Pengharapan.
Dalam tema tersebut, saya membagi mengenai 2 komponen dalam Pengharapan yang tidak mengecewakan, yang pertama adalah keyakinan atau confidence, dan kemudian adalah ekspektasi. Karena pengharapan tidak akan ada tanpa Ekspektasi.
Ekspektasi selalu berkaitan dengan masa depan, Ekspektasi yang saya bicarakan disini adalah mengenai segala sesuatu yang baik dan ada di masa depan, ciri-ciri dari orang yang hidup adalah punya masa depan dan pengharapan.
Supporting Verse – “Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.” Pengkhotbah 9:4 TB
“Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.”
Kisah Para Rasul 2:17-18 TB
Visi dan Mimpi, serta Nubuatan selalu berkaitan dengan masa depan, It’s all about the Future. Perusahaan, Penikahan, Kota dan Generasi yang hidup selalu melihat apa yang baik akan terjadi di depan-nya. Bukan hanya sekedar bernafas, tetapi benar-benar hidup karena menantikan apa yang terbaik di depan, karena Roh Tuhan ada di dalam diri orang percaya.
Sebaliknya ciri-ciri kematian selalu melihat ke belakang, Segala sesuatu yang hidup mencita-citakan yang terbaik ada di depan-nya. Masalahnya, saat melihat ke depan, seringkali apa yang ada di depan tidak terlalu jelas. Seperti hal-nya Abram yang tidak bisa membayangkan akan punya begitu banyak keturunan, karena secara realita sampai umur 90 tahun dia nelum mempunyai anak.
Masa depan atau future dipenuhi ketidak-pastian, dan tidak jelas, unclear, uncertain and unknown. Itu sebab-nya, kekecewaan dan kegagalan tidak bisa dihindarkan pada kehidupan kita.
Keyakinan kita bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi berdasarkan Iman percaya kita kepada Tuhan, Faith is a substance, Dasar dari apa yang kita harapkan kepada Tuhan yang setia, Janji-Nya, Karakter Tuhan bahwa dia “Baik” ada-Nya, dan Firman Tuhan.
“Baik”, dengan artian sebagai berikut :
B – Tuhan yang Benar, He is a Righteous God, dan tidak bisa dan tidak pernah salah. Ps. Jose tidak mau berbohong, tapi bisa untuk berbohong, atau hal-hal yang kita kenal juga dengan “white lies”, tetapi Tuhan tidak bisa dan tidak mau berbohong.
A – Tuhan yang Adil, tidak hanya fair. Baik kepada orang yang setia, atau bahkan kepada orang yang menghujat diri-Nya.
Sharing Ps. Jose – Saat di bandara dan dalam antrian untuk pergi ke surabaya di terminal 3, tiba-tiba ada seorang di depan saya yang masuk menyelak antrian masuk, dia menyelak dan segara menaruh tas, Meski dia memberikan alasan bahwa dia tidak menghalangi kecepatan antrian karena tas-nya kecil.
Saya kemudian berpikir logis dan mengatakan bahwa orang di belakang saya juga membawa tas kecil, Dia kemudian merasa kesal, dan mengancam saya bahwa dia mempunyai posisi pekerjaan yang tinggi dan bisa melacak saya, semua ini karena saya berkomentar mengenai tindakan-nya, pada akhirnya kami bisa menyelesaikan masalah “debat” ini dengan damai. Tetapi yang ingin saya tekankan adalah bahwa Tuhan adalah Tuhan yang adil, bahkan kepada orang yang menghujat-Nya.
I – Tuhan yang Ilahi, dan bisa melakukan apa saja.
K – Tuhan yang penuh Kasih, dan tidak bisa dendam, Dia bisa marah akan perbuatan kita, tetapi Dia tidak akan marah kepada kita semua, bahkan sampai Dia rela untuk mengorbankan diri-Nya untuk kita semua.
Ada 3 hal yang ingin saya share mengenai Iman.
1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita lakukan, Iman perlu benih untuk bertumbuh.
Untuk sesuatu bisa bertumbuh, dia harus tenggelam terlebih dahulu, seperti hal-nya Firman Tuhan yang tenggelam dalam hidup kita. Sehingga pada saat kita perlu Iman, ada yang bisa ditimbulkan.
Supporting Verse – “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Roma 10:17 TB
Sharing Ps. Jose – Pada tahun 2000, Beberapa minggu sebelum Nathan dilahirkan, dokter kandungan yang menangani Hanna sedang cuti, dan harus digantikan dengan dokter pengganti, dia kemudian memberitahukan bahwa kondisi jantung dan janin-nya kurang baik.
Saya merasa begitu kuatir dan cemas pada saat itu, bahkan sampai tidak bisa berkata-kata dengan baik dalam doa saya, di tengah-tengah semua itu, saya tiba-tiba teringat akan ayat “Yeremia 29:11”, bahwa bukan rancangan kecelakaan, tetapi rancangan damai sejahtera yang penuh pengharapan ada dalam hidup saya.
Setelah ingat itu, ada kekuatan yang tiba-tiba muncul, itulah Iman yang timbul karena pendengaran akan Firman Tuhan. Kita semua butuh benih yang bisa ditimbulkan dalam hidup kita, Firman Tuhan adalah benih-nya.
Supporting Verse – “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11 TB
2. Iman perlu dipelihara.
Iman bisa mati jika tidak dipelihara, cara untuk memeliharanya adalah terus berbuah dan bertindak, dengan perbuatan, ketaatan kepada apa yang Firman Tuhan katakan.
Supporting Verse – “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Yakobus 2:17 TB
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” 2 Timotius 4:7 TB
Akhiri pertandingan, dan capai garis akhirnya, tidak menyerah di tengah jalan, bertahan dan bertekun menyelesaikan pertandingan dan mencapai garis akhir. Semua yang suka lari tahu bahwa niat, ketekunan, tekad dan percaya sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan-nya.
Banyak orang percaya menyerah di tengah jalan, kegagalan dan kecewa tidak akan terelakkan, tetapi Iman harus dipelihara, agar kita memiliki pengharapan, semua ini adalah keputusan kita agar tetap percaya kepada Tuhan yang baik, adil dan mampu.
3. Iman harus Dilatih
Supporting Verse – “Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.” Ibrani 11:7 TB
Semua dari mereka di Kitab Ibrani 11 pernah mengalami kegagalan, Seperti Nuh yang bahkan tetap melatih diri-nya untuk taat, membangun sesuatu seperti “bahtera” yang belum pernah ada sebelumnya, dan bahkan dibangun di dataran tinggi, dan tidak masuk akal.
Dia ditertawakan banyak orang dalam proses ini, tetapi tetap melakukan dan menyelesaikan-nya, walaupun disaat melakukan-nya, dia tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang dia lakukan.
Iman bukan sesuatu yang kita pakai untuk mendapatkan atau memaksakan apa yang kita inginkan, tentu kita boleh meminta, asalkan kita tidak marah saat tidak dijawab Tuhan seperti yang kita inginkan, karena Taat penting, taat meski apapun yang terjadi.
Supporting Verse – “sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” Yakobus 1:3 TB
Untuk bisa bertekun, ujian akan datang. Ujian terhadap Iman kita akan menghasilkan ketekunan, Ujian dan Kesengsaraan menimbulkan ketekunan, tidak bisa ada ketekunan tanpa adanya hal ini.
Pencobaan yang kita alami tidak akan melebihi kemampuan kita, dan dari ketekunan akan ada Tahan Uji atau Karakter, Tahan Uji atau Karakter selanjutnya akan menumbuhkan Pengharapan. Orang yang lolos ujian dan punya karakter akan memiliki pengharapan yang tidak mengecewakan, dan selanjutnya mempunyai Iman yang akan memindahkan gunung.
Paulus mengalami begitu banyak badai dalam kehidupan-nya, bahkan sampai terbunuh dengan dipenggal, tetapi itu adalah hidupnya, dan kita harus menanyakan kepada diri kita, Kualitas Iman seperti apa yang kita punya?
Sharing Angie Yuwono – Seorang wanita bernama Angie Yuwono mengidap penyakir Kanker sejak tahun 2012, dia mengalami kanker payudara stadium 4, dan juga terkena Kanker di area tulang belakang, pinggul, paru-paru, dan juga kelenjar getah bening.
Dokter menyarankan Angie untuk segera menjalankan kemoterapi, dia tiba-tiba begitu mengalami sakit kelapa, dan melakukan tindakan MRI karena kanker-nya sudah menyebar ke otak. Pada saat menjalani proses itu, sakitnya sungguh luar biasa, dan banyak pikiran intimidasi muncul ke dalam hidup angie.
Saat itu dia teringat akan ayat “Mazmur 118:17”, dan itu begitu menguatkan dan menyemangati Angie agar terus hidup, Angie kemudian melakukan pelayanan bagi penderita kanker yang tidak mampu, dan membuat rumah singgah untuk mereka, meski secara medis angie belum sembuh, tetapi Ayat “Filipi 4:7” selalu menguatkan dirinya disaat pikiran kekuatiran muncul, serahkan semua itu kepada Tuhan, bring it on, Angie selalu katakan itu kepada Kanker karena Tuhan kita semua lebih besar dari itu.
Supporting Verse – “Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.” Mazmur 118:17 TB
“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Filipi 4:7 TB
2 kesaksian hebat yang kita dengar pada hari ini, adalah kisah mereka yang masih bergumul dengan penyakit Kanker, Firman Tuhan yang bisa membuat Tante Yanti bertahan sampai sekarang, sementara Angie juga mengalami kejadian yang serupa.
Bulan Desember bahkan paru-paru Angie sampai kesulitan untuk bisa bernafas, saya sangat berandai-andai dan begitu menginginkan jika pada hari ini testimony mereka sudah mengalami kesembuhan, tetapi saya sebaliknya bisa melihat bahwa kekuatiran, keputus-asaan, dan kecemasan merupakan salah satu bagian kecil saja, gunung yang sudah “pindah” dari hidup mereka berdua.
Tahun lalu bahkan Tante Yanti setiap minggu-nya naik Uber dari Ciganjur, pergi ke rumah sakit Siloam untuk mendukung dan mendoakan orang tua saya yang terkena penyakit Kanker. Saya belum pernah melihat penderita Kanker dengan spirit seperti itu.
Spirit yang luar biasa dari mereka berdua, Iman dan Kekuatan yang datang daripada Tuhan, itu yang mereka berdua punya, kalau bukan karena Firman dan kekuatan Tuhan, mustahil bagi mereka untuk berada dalam kondisi sekarang, Mukjizat Penyembuhan tidak hanya terjadi pada saat seorang bebas dan mengalami kesembuhan, tetapi juga pada saat penyakit itu tidak menghalangi bagi mereka itu untuk tetap hidup, dan percaya bahwa Tuhan yang baik, adil, dan benar tetap mencintai mereka.
Closing Verse – “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Yesaya 55:8-9 TB
“Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.” Ibrani 11:39-40 TB
Kekecewaan terjadi pada saat Ekspektasi dan Realita mempunyai jarak yang begitu jauh, tetapi Alkitab mengatakan apa yang Dia berikan lebih baik, tetapi kita tidak mengenalinya, karana itu kita harus mengubah pola pandang kita, Tuhan baik, percaya dan terus berdoa, walau belum terjadi, Tetapi kita akan terus memuliakan nama-Nya. Itulah Iman yang memindahkan gunung.
Menyerah atau menyalahkan Tuhan bukan ciri-ciri orang percaya yang dewasa, saatnya bagi kita untuk menceritakan betapa besarnya Tuhan yang kita percayai. Biarlah Iman kita yang sebesar biji sesawi bisa memindahkan “gunung” apapun yang perlu kita pindahkan.



