JPCC Easter Service (9 April 2023)
Selamat pagi JPCC! Wah So Good to have you here with us. Apa kabarnya JPCC dan juga untuk semua saudara yang menyaksikan kebaktian secara online dan dimanapun saudara berada, hari ini Jesus is alive! Amen?!
Silahkan duduk bapak dan ibu sekalian, hari ini kita merayakan Paskah, hari dimana kita merayakan kebangkitan Tuhan Yesus dari kematiannya di kayu salib pada hari Jumat yang lalu.
Dia hidup! Tuhan kita Yesus hidup, dan sudah mengalahkan kematian. Pada hari Jumat kemarin, kita sudah belajar bahwa Yesus menebus dosa seluruh umat manusia saat Dia terpaku di kayu salib, menanggung semua dosa saudara dan saya karena Dia tahu bahwa kita tidak mungkin bisa membersihkan diri kita sendiri dari semua kesalahan dan dosa kita.
Hanya dengan pengorbanan Yesus dan penumpahan darahNya di kayu salib, penebusan tersebut dapat terjadi karena Yesus adalah harapan, Jesus is the hope of the broken.
Beberapa waktu yang lalu Ps. Kenny mengatakan bahwa tidak ada dampaknya akan seberapa sempurnanya kita mencoba untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Karena saudara dan saya tidak akan mampu untuk bisa menyucikan diri kita sendiri dan hidup bersih di hadapan Bapa di surga, kecuali melalui pengenalan akan AnakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus, sang juru selamat. Inilah yang kita sebut sebagai Injil.
This is the Gospel, yang berarti kabar baik, bahwa melalui kedatangan Yesus, melalui kematian Yesus dan juga melalui kebangkitan Yesus, Bapa di surga sudah menyediakan pengampunan Bagi saudara dan saya hari ini juga, dan sebuah kehidupan yang kekal sehingga saudara yang percaya akan nama Tuhan Yesus bisa mendapatkan pengampunan dosa dan kehidupan yang kekal.
Kabar baik ini, Gospel dan Injil ini tersedia bagi saudara dan saya hari ini, karena ini yang saya pelajari yang membedakan kekristenan, ajaran Yesus Kristus dengan begitu banyak agama lainnya adalah hampir semua agama mengajarkan bahwa kita harus “do”, melakukan sesuatu supaya kita bisa hidup benar kepada Tuhan supaya kita bisa mendekat dan berjalan bersama dengan Tuhan.
Agama lain mengajarkan bahwa kita harus melakukan semua cara untuk kita bisa kembali mendekat kepada Tuhan tetapi Kristus, kekristenan yang adalah mengikuti Kristus mengajarkan bukan “do” tetapi “done”, semua yang harus dilakukan supaya kita bisa hidup benar di hadapan Tuhan, Tuhan Yesus yang terlebih dahulu melakukannya buat saudara dan saya dengan mati di kayu salib dan mengampuni dosa kita. Ada Amin? Itu yang membuat kita merayakan Paskah hari ini.
Opening Verse – Dan sekarang, Saudara-saudara, saya mau kalian mengingat kembali akan Kabar Baik dari Allah yang saya beritakan dahulu kepadamu. Kalian menerimanya, dan percaya kepada Kristus karena Kabar Baik itu. Kalau kalian berpegang teguh pada apa yang saya beritakan itu, maka Kabar Baik itu menyelamatkan kalian; kecuali kalau Saudara percaya tanpa pengertian. 1 Korintus 15:1-2 BIMK
Dari sini kita bisa belajar bahwa kita bisa datang ke gereja minggu demi minggu, kita bisa mengatakan bahwa kita adalah orang percaya, tetapi Rasul Paulus mengatakan bahwa kita bisa percaya tanpa pengertian.
Hari ini kami di JPCC berdoa jika hari ini adalah pertama kalinya saudara datang ke gereja atau mungkin saudara yang sedang menyaksikan di rumah secara online, ini pertama kalinya saudara mengikuti ibadah secara online, Kami berdoa supaya saudara bisa memahami dan mengerti betapa besarnya kasih Tuhan bagi saudara dan saya, sehingga Yesus rela mati di kayu salib untuk mengampuni setiap kesalahan saudara dan saya dan memberikan kehidupan yang kekal mulai hari ini.
Hari ini kami di gereja berdoa bahwa saudara tidak sekedar percaya tanpa pengertian, karena jujur masih banyak loh orang percaya yang masih meragukan janji-janji Tuhan dalam kehidupan mereka.
Dua minggu yang lalu saya berkhotbah tentang kehidupan berdoa, a prayer life, dan saya melakukan sebuah survei dan survei yang saya terima menunjukkan bahwa ternyata masih banyak orang-orang yang meragukan bahwa Tuhan mendengar doa mereka, apalagi menjawab doa mereka, sehingga karena keraguan mereka mereka enggan untuk mempunyai hubungan yang erat, mempunyai relationship with God, untuk bisa mengenal Tuhan Yesus dalam kehidupan mereka.
Mungkin hari ini, di hari Paskah ini mungkin saudara percaya bahwa Yesus sudah mati bagi saudara, tetapi hari ini mungkin juga saudara masih meragukan dosamu sudah diampuni oleh Dia. Sehingga saudara masih tetap hidup terbelenggu oleh dosa sampai hari ini.
Semua rantai dosa sudah dipatahkan dan dosa tidak lagi mempunyai kuasa atas kehidupan kita karena Yesus yang sudah membayar semuanya tersebut karena memang untuk percaya kepada pengorbanan Yesus, kematian Yesus, itu lebih mudah karena sifat manusia memang selalu tertarik dan selalu meninggikan kisah-kisah tentang pengorbanan.
Kita melihatnya di setiap kebudayaan, sejarah, dan bahkan dalam film-film tentang bagaimana pahlawan-pahlawan dan orang-orang yang hebat memberikan hidupnya dalam sebuah pengorbanan.
Bahkan, dalam sejarah gereja pun ada banyak orang-orang yang rela mati bagi Yesus Kristus, dan orang-orang tersebut kita sebut sebagai Martir, orang-orang Kudus yang mati untuk Tuhan.
Yesus Kristus itu lebih dari sekedar seorang Martir, lebih dari sekedar seorang pahlawan, karena Injil, kabar baik tentang sang juru selamat Yesus Kristus tidak berhenti pada di hari Jumat waktu Dia mati di kayu salib. Injil dan kabar baik tidak sekedar berhenti pada waktu Yesus berkorban buat saudara dan saya, tetapi Injil kabar baik menceritakan bahwa Yesus pun bangkit di hari yang ketiga. He was resurrected from the dead.
Ada alasan mengapa Yesus harus bangkit dari kuburnya karena kebangkitan Yesus itu untuk menunjukkan KeilahianNya. Yesus bukan sekedar seorang guru agama yang fanatik, yang rela mati untuk apa yang Dia percayai, namun Yesus adalah benar-benar Anak Allah yang turun ke dunia dan rela mati bagi saudara dan saya untuk menebus dosa kita dan kebangkitannya adalah bukti akan semua penggenapan dari begitu banyaknya nubuatan tentang sang Mesias dan sang juru selamat.
Yesus telah mengalahkan maut dan kematian untuk membuktikan kepada dunia bahwa Dia adalah benar-benar Anak Allah.
Karena jika Yesus tidak bangkit, maka sia-sialah semua iman kita. KalauYesus tidak bangkit, Dia sama dengan semua orang-orang yang cuman sekedar rela mati untuk kepercayaannya tetapi Yesus telah mengalahkan maut dan kematian untuk membuktikan kepada dunia bahwa Dia adalah benar-benar anak Allah, It is Done.
Hari ini kami sangat berdoa agar semua dari kita bisa percaya dalam pengertian kita akan Injil kabar baik ini, sehingga kita bisa menyadari makna, the meaning of Paskah yang sesungguhnya dan juga dampak dari kematian Yesus, dan juga kuasa daripada KebangkitanNya bagi saudara dan saya.
Sehingga hari ini semua keraguan saudara semua keraguan saudara bisa digantikan dengan sebuah harapan yang kokoh, dengan harapan yang hidup. This is my message today.
Supporting Verse – Apa yang saya sampaikan kepada Saudara-saudara adalah yang sudah saya terima juga. Yang terpenting, seperti yang tertulis dalam Alkitab, saya menyampaikan kepadamu bahwa Kristus mati karena dosa-dosa kita; bahwa Ia dikubur, tetapi kemudian dihidupkan kembali pada hari yang ketiga. Itu juga tertulis dalam Alkitab. Saya memberitahukan juga kepadamu bahwa Kristus yang dihidupkan kembali itu menunjukkan juga diri-Nya kepada Petrus, dan kemudian kepada kedua belas rasul. Setelah itu Ia menunjukkan diri pula kepada lebih dari lima ratus pengikut-Nya sekaligus. Kebanyakan dari orang-orang itu masih hidup sekarang, hanya beberapa orang yang sudah meninggal. Sesudah itu Kristus menunjukkan diri juga kepada Yakobus dan kemudian kepada semua rasul. 1 Korintus 15:3-7 BIMK
Paulus menulis ini kepada Jemaat di Korintus karena dia mengerti bahwa masih ada pengikut-pengikut Yesus yang masih mempunyai keraguan. Paulus sedang menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus adalah sebuah fakta yang tercatat dalam firman Tuhan dan tercatat juga dalam sejarah bahwa kebangkitan Yesus itu bukan sebuah hoax atau penipuan massal.
Kebangkitan Yesus juga bukan halusinasi massal seperti yang dikatakan oleh beberapa orang, karena Paulus menuliskan ini semua kepada Jemaat di Korintus, karena dia pun menyadari bahwa masih ada orang-orang yang meragukan kebangkitan Tuhan, meskipun mereka sudah menjadi pengikut Yesus.
Karena itulah manusia, yang namanya tidak mudah percaya itu sudah menjadi human nature kita. Bahkan murid-murid Yesus sendiri aja tidak mudah percaya akan kebangkitan Yesus, guru mereka sendiri. Padahal mereka itu sudah hidup dalam pelayanan bersama dengan Yesus selama 3 tahun, dan itu pun mereka masih belum mengerti.
Supporting Verse – Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. Yohanes 2:19-22 TB
Artinya, waktu Yesus sedang mengajari mereka, mereka belum percaya. Murid Tuhan aja masih ragu. Kalau murid-murid tuhan Yesus aja seperti itu, apalagi kita manusia yang hidup di zaman ini. Jadi, jika hari ini ada hal-hal yang berhubungan dengan firman Tuhan atau janji Tuhan yang saudara dan saya belum mengerti sampai hari ini, kita jangan khawatir, karena jika kita terus mengikuti Tuhan dan taat akan FirmanNya, pasti suatu saat kita akan diwahyukan kebenarannya sehingga kita dapat mengerti dan mata kita terbuka. Ada Amin?
Mengapa para pengikut Yesus, murid-murid Yesus, tidak mudah begitu saja menerima berita tentang kebangkitannya dan langsung percaya?
Karena mereka secara langsung dengan mata kepala mereka sendiri menyaksikan di hari Jumat, Bagaimana Yesus mati tergantung di kayu salib. Mereka melihat sebuah pengakhiran yang final yaitu kematian, “guru kita mati di kayu salib.. He died!” , dan karena mereka sudah mau masuk ke hari sabat di hari Jumat tersebut, dimana mereka tidak boleh melakukan apa-apa, mereka tidak sempat meminyaki tubuh Kristus dan juga untuk memberikan rempah-rempah dalam penguburanNya.
Mari kita membacakan tentang hari di mana Yesus bangkit, hari dimana Yesus bangkit dan cerita seputar penampakannya.
Supporting Verse – Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan. Yohanes 20:1-2 TB
Respon pertama mereka bukanlah “Yesus, guru kita sudah bangkit!”, tetapi respon pertama mereka adalah “mayat Tuhan kita dicuri sama orang!”, padahal seharusnya mereka berpikir “Oh, mungkin benar ini… Yesus sudah bangkit, guru sudah bangkit!”. Padahal Yesus sudah mengatakan bahwa Dia akan bangkit di hari ketiga.
Supporting Verse – Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. Markus 16:9-13 TB
They have doubts, meragukan apa yang terjadi.
Supporting Verse – Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Matius 28:16-17 TB
Dalam Matius 28 kita belajar bahwa ke-sebelasmurid itu, the core teamnya Yesus, beberapa dari mereka masih ragu-ragu dan tidak percaya. Jujur, kalau saya ada di posisi mereka, ragu-ragu itu ya karena akal pikiran mereka belum bisa memproses sebuah kenyataan karena apa yang mereka saksikan itu sesuatu yang tidak masuk akal di luar pikiran manusia.
Kita hidup di zaman modern, di mana yang namanya bangkit dari mati itu identik dengan zombie, It doesn’t make sense. Sama seperti beberapa dari saudara hari ini yang datang ke gereja dan masih ragu-ragu tentang semua hal dalam kekristenan.
Mungkin saudara di sini ada yang berpikir “Memang benar Yesus bangkit? Dia pingsan aja kali itu”, atau mungkin saudara berpikir “Emang benar Yesus itu sungguh anak Tuhan? atau mungkin ada saudara yang masih ragu hari ini, “Memang benar bahwa anugerah Tuhan, The Grace Of God, itu semudah dan segampang itu?
Keraguan, Saya belajar bahwa ragu-ragu di sini bukanlah sesuatu hal yang buruk namun lebih menunjukkan sikap kehati-hatian manusia karena untuk memastikan kebenaran biasanya diperlukan sebuah bukti.
But there is a difference between doubt and unbelief atau ketidakpercayaan.
Kristus tidak pernah gagal membedakan antara sebuah keraguan (doubt) dan ketidakpercayaan (unbelief). Keraguan adalah ‘tidak percaya’. Ketidak-percayaan adalah ‘tidak akan percaya’ – Henry Drummond
Saya tidak mau percaya. Keraguan adalah Kejujuran, tetapi ketidak-percayaan adalah sikap keras kepala. Saudara yang mana hari ini? Keraguan selalu mencari cahaya namun ketidak-percayaan itu puas dengan kegelapan.
Jadi kalau saudara masih mempunyai keraguan hari ini, “It’s Okay, saya sangat yakin bahwa Yesus yang akan menerangi hati Saudara tapi saya berdoa bukan ketidakpercayaan yang ada dalam hati saudara hari ini”.
Dalam banyak khotbah dan pengajaran tentang kebangkitan Tuhan Yesus, ada satu murid Yesus yang dikenal dan dijuluki “The doubting Thomas” yang meragukan akan kebangkitan Tuhan Yesus, mari kita baca ceritanya.
Supporting Verse – Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Yohanes 20:24-29 TB
Berbahagialah saudara yang masih ragu-ragu, tetapi hari ini memutuskan untuk percaya. Selama 8 hari sejak Yesus menunjukkan dirinya, Thomas hanya mendengar Kesaksian tentang Yesus yang bangkit. He wasn’t there in the first place, of course akal sehatnya Thomas pasti akan berpikir bahwa ini teman-temanku pasti omong kosong semuanya.
Saya rasa jika kita semua ada dalam posisi Thomas pun, kalau kita menjadi Thomas, kita akan mempunyai keraguan yang sama dengan dia. Bahkan banyak orang Kristen hari ini yang ngebully Thomas, merendahkan Thomas, padahal menurut saya Thomas itu mewakili saudara dan saya.
Kita yang sudah mengenal kebaikan Tuhan dan mendengar semua firman Tuhan, tetapi kita aja masih sulit untuk hidup mengenal dan berjalan bersama dengan Tuhan. Tetapi Yesus berkata Berbahagialah orang yang tidak meliha tnamun percaya.
Kita melihat bahwa Yesus sama sekali tidak keberatan untuk membuktikan kebangkitanNya kepada Thomas. Dia nggak pernah mengeluh, Dia nggak pernah marah-marahin sama Thomas, dan Dia dengan sabar menunjukkan karena Dia mengerti proses pemikiran manusia, bahwa Resurrection dan kebangkitan itu sama sekali tidak masuk akal.
Tuhan yang menciptakan kita mengerti bagaimana manusia memproses sebuah informasi. Itu sebabnya tidak masalah buat Yesus untuk menjelaskan menunjukkan bukti kebangkitanNya kepada Thomas dan juga saya yakin kepada saudara hari ini.
The beautiful thing is this, Alkitab kita menuliskan semuanya ini dengan baik, dengan benar, dengan tanpa menutupi apa adanya, dengan tidak ada apapun yang disembunyikan karena demikianlah itu semua yang terjadi.
Karena Tuhan sangat sadar bahwa kita manusia adalah orang-orang yang mempunyai banyak kelemahan dan keraguan, dan hari ini, mungkin saudara duduk di dalam gereja atau mungkin saudara yang sedang menyaksikan secara online di manapun saudara berada, mungkin baru saja saudara ikut menyembah, bernyanyi bersama-sama dengan pemimpin pujian menyanyikan lagu-lagu but maybe di dalam hati anda, masih penuh dengan keraguan akan kebaikan Tuhan, masih penuh dengan keraguan akan pengampunan dosa yang Tuhan sudah berikan 2000 tahun yang lalu, and it’s okay.
Hari ini saya katakan”It’s okay”, karena Yesus sangat mengerti hati saudara dan dia tetap mengasihi saudara. He loves you still, karena jujur, lebih mudah untuk kita mempercayai kematian dan pengorbanan Tuhan Yesus sebagai manusia, dibandingkan dengan kita mempercayai dan mengerti akan kuasa kebangkitanNya yang supranatural sebagai Tuhan.
It makes more sense, manusia lebih mudah mengerti hal-hal yang masuk akal yang make sense, dan kematian adalah sesuatu yang lebih masuk akal dibandingkan kita memikirkan tentang kebangkitan dari orang mati.
Karena saya sangat yakin dan percaya, tidak ada satupun dari kita di sini yang punya kenalan atau seorang teman atau saudara yang pernah bangkit dari kematian. Karena yang namanya kebangkitan itu sesuatu yang tidak lazim terjadi.
Bangkit dari kematian bukanlah sesuatu hal yang biasa terjadi di mana-mana dan para murid-murid Yesus pun sudah menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri bahwa guru mereka tergantung di atas kayu salib, terpaku di bukit Golgota, dan bahwa Dia sudah mati, itu yang masuk akal buat para murid-muridNya.
Itu yang ‘make sense’, bagi pikiran manusia yang masuk akal adalah ini bahwa kematian itu artinya tidak ada lagi kehidupan. Betul?
Sebagai manusia, kematian adalah akhir dari semuanya, bahwa kematian merupakan sebuah misteri, bahwa kematian itu berarti perpisahan dengan orang-orang yang kita kasihi untuk selamanya.
Kematian tidak punya rasa hormat dan tidak pandang bulu, kematian datang tanpa minta izin terlebih dahulu. Dan bahkan uang atau harta pun tidak bisa membebaskan manusia dari yang namanya kematian. Banyaknya uang atau kekayaan seseorang tidak bisa membatalkan kematian dan bahkan ilmu pengetahuan para dokter yang paling canggih pun tidak bisa membatalkan yang namanya kematian, itu yang masuk akal dikepala manusia. Betul?
Tetapi terjadi sesuatu 2000 tahun yang lalu, sebuah kejadian yang tidak masuk akal, ada satu manusia yang mengalahkan kematian, namanya Yesus Kristus Tuhan.
Dia tidak mati lagi! mungkin saudara berkata “Oh, lazarus bangkit kok dari hidup.. Yes, Tetapi setelah itu dia masih tetap mati”. Tetapi hanya Yesus yang berkata “Death, where is your sting?”
Sejak hari Jumat, para pengikutnya begitu berkabung. Mereka menangis dan berpikir bahwa Yesus yang mereka kenal sebagai guru yang diurapi oleh Tuhan, seseorang dalam pelayananNya selalu disertai dengan mukjizat, tetapi bahkan Yesus pun tidak bisa lari dari kematian.
Pada hari Jumat, Yesus yang diharapkan oleh para pengikutNya sebagai seorang juru selamat tidak dapat menghindarkan diriNya dari kematian, dan bahkan Yesus mati dengan sangat hina. Dia mati terpaku di kayu salib, dan di zaman itu salib adalah lambang kutuk.
Kematian dengan cara digantung di kayu salib merupakan kematian yang paling menyakitkan, dan sangat hina. Pada zaman itu, salib tidak melambangkan apa-apa kecuali kematian yang sangat menyiksa, dan tidak seperti sekarang di zaman modern di mana kita bisa memakai kaos sebagai lambang daripada iman dan kepercayaan orang Kristen.
Tetapi meskipun Yesus tahu penyiksaan seperti apa yang menanti dia di kayu salib, Dia tidak pernah menghindar dari kematian. Bahkan, Ini yang luar biasanya, Yesus dengan sukarela, Dia menyerahkan nyawanya secara sukarela untuk menghadapi kematian, dan Dia mati.. Benar, Yesus mati, karena Dia taat kepada perintah dan rencana Bapa di surga dan Dia mati karena Dia sangat sayang kepada saudara dan saya.
Itu sebabnya Dia melakukan dan berkorban bagi kita semua. Yesus yang tidak mengenal dosa, dijadikan dosa, untuk menanggung semua dosa saudara dan saya. Yesus yang tidak pernah berhutang malah dijadikan orang yang harus membayar semua hutang saudara dan saya.
Tetapi semua kejadian yang kita baca tadi membuktikan bahwa Yesus bukan sekedar saja mati di kayu salib, namun Dia pun sungguh-sungguh bangkit dari kubur. Dan sama seperti kematianNya disaksikan oleh banyak orang, kebangkitanNya pun disaksikan oleh banyak orang.
Yes saya tahu, terutama di zaman ini yang namanya kebangkitan Tuhan Yesus sulit dicerna oleh akal sehat manusia, tetapi sama juga dengan Kasih anugerahNya Tuhan, Pengampunan Dosa, kehidupan kekal, it doesn’t make sense.. karena saudara belum benar-benar mengenal Dia.
Pada saat saudara benar-benar mengenal pribadi Yesus Kristus, everything will make senses. Hanya dengan pengenalan, hanya dengan hubungan intim bersama dengan Tuhan, bukan agama, bukan ritual, bukan ibadah tetapi pengenalan bersama dengan Tuhan Yesus dalam kehidupan saudara dan saya, itu yang akan membuat segala sesuatu, keraguan kita menjadi “makes sense”.
Itu sebabnya kita merayakan Paskah hari ini karena hari kebangkitan ini, hari kemenangan atas maut supaya saudara dan saya bisa mengenal Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat kita, sehingga kita bisa percaya dan mengerti akan kuasa kebangkitanNya.
Supporting Verse – Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus –padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 1 Korintus 15:14-22 TB
Pada saat kita mempunyai hubungan dengan Kristus, tidak ada hal yang bisa kita tambahkan kepada Injil kabar baik, tidak ada dosa dan kesalahan manusia pun yang bisa mengurangi dahsyatnya Injil kabar baik, it is done. Semua sudah Yesus lakukan bagi saudara dan saya.
Kebangkitan Yesus merupakan dasar dari iman saudara dan saya, kebangkitan Yesus membuktikan kemenangaNnya atas maut, kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Anak Allah, sang juru selamat bagi saudara dan saya.
Kebangkitan Yesus merupakan sebuah bukti bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang menepati janjinya.
Mungkin bukan hari ini, mungkin bukan bulan depan atau tahun depan, tetapi ini yang saya percaya, Tuhan selalu menepati janjiNya. Kita akan tutup sebentar lagi.
Supporting Verse – Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Yohanes 11:25-26 TB
Saya mau saudara menjawab pertanyaan Yesus dalam hati Saudara. Percaya ga, Saudara? bahwa karena kebangkitan Kristus, sekarang yang namanya kematian itu tidaklah lagi menjadi akhir yang permanen. Bahwa kematian tidak seharusnya lagi sesuatu yang menakutkan bagi orang-orang percaya. There’s more to our story.
Kematian bukanlah sebuah titik, tetapi lebih merupakan sebuah koma.
There is more to our story, karena Yesus sudah mengalahkan kematian melalui kebangkitanNya. Kematian bukanlah akhir dari segala-galanya, dan ada pengharapan setelah kematian. Karena dalam Kristus kita dapat menemukan kuasa kebangkitanNya.
Closing Verse – Marilah kita bersyukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus! Ia sangat mengasihani kita, itu sebabnya Ia memberikan kepada kita hidup yang baru, dengan menghidupkan kembali Yesus Kristus dari kematian. 1 Petrus 1:3 BIMK
Praise to God for a Living Hope, Praise be to the God and Father of our Lord Jesus Christ! In his great mercy he has given us new birth into a living hope through the resurrection of Jesus Christ from the dead, 1 Peter 1:3 NIV
Ini memberikan kita harapan yang kokoh, harapan yang Teguh, harapan yang kuat. Apa yang memberikan harapan yang kuat? yaitu bahwa Tuhan menghidupkan Yesus kembali dari kematian.
Saudara sekalian, bukan Pengharapan yang semu. Karena Yesus adalah harapan kita yang hidup dan hari ini, dalam kebangkitanNya, Yesus mengundang saudara dan saya untuk lebih mengenal Dia dan juga mengenal kuasa kebangkitanNya.
P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes



