The Gift that Cost Everything By Ps. Alvi Radjagukguk

JPCC Sutera Hall 2nd Service (3 April 2026)

Selamat datang di Ibadah Jumat Agung dengan tema “Life that Overflows“, Hidup yang melimpah. Silahkan keluarkan catatan saudara, Mengapa Adam jatuh di dalam dosa? Karena dia lupa dan tidak mencatat.

Saudara, Kita sering melihat Salib sebagai simbol yang kita pajang, yang kita kenakan, yang kita tato mungkin, ada yang tato “gede banget” di belakang dan lambangnya salib. Sayangnya, kemana-mana pake baju gitu yah. Tetapi, saudara, sebelum kita mengerti lambang salib itu, kita perlu mengerti bahwa sebelumnya salib itu adalah sebuah tempat penghukuman.

Salib adalah sebuah pertemuan dimana keadilan dijalankan dan sebuah tempat dimana dosa dibayar dengan nyawa. Think about it. Dosa dibayar dengan nyawa. Salib ada bukan karena hanya orang-orang Romawi, atau pemimpin-pemimpin agama di zaman itu.

Tetapi saudara, Jumat Agung kembali mengingatkan bahwa Salib itu ada karena saudara dan saya. Saya sungguh berharap, Kami dari Tim Penggembalaan sungguh berharap, apalagi kalau saudara sudah susah-susah mendapat tempat duduk sampai masuk platform “Threads”.

Yang ketawa tahu, yang tidak ketawa tidak apa-apa, itu bukan Alkitab, tidak usah dibaca, tidak harus dibaca. Menuh-menuhin bandwidth yah. Banyak yang mau absen, dan mungkin post “Ini ada apa nih di gereja kamu kayaknya?”.

Tenang, itu netizen julid, tenang, tenang. Mungkin waktu dibaptis, mulutnya tidak kecebur. Iya kan? Coba ditawarin mau dibaptis lagi ga? Mungkin setelah itu, mungkin tangannya sedikit lebih rohani. Hari-hari ini tidak mulut, tetapi tangan, saudara.

Nah, saudara, kita semua ingin Kasih Tuhan. Tetapi kadang-kadang kita suka menyangkali kedalaman dosa kita. Kita semua mau diampuni baik sama Tuhan, maupun sama sesama kita. Tetapi tidak jarang, kita merasa tidak bersalah.

“Gak kok”, atau kalau boleh sedikit lebih jujur, kadang-kadang nih, hanya karena dosa orang lain berbeda dengan dosa kita, kita merasa sedikit lebih benar dari dia. Nah, ini kita seperti punya surat izin untuk mengomentari dosanya, hanya karena dosanya berbeda dengan dosanya.

Kita ingin diselamatkan, Kita tahu bahwa kita tidak bisa menebus diri kita, kita tahu bahwa kita tidak layak, Tetapi setelah sekian puluh “Jumat Agung”, sekian puluh kebaktian “Paska”, kita yang dari tadinya merasa tidak layak, tiba-tiba jadi merasa berhak. Lalu kita benarkan itu dengan kehidupan yang baik, menurut kita baik paling tidak.

Opening Verse – [23] Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, Roma 3:23 TB

Ayat diatas dengan jelas mencatat, karena semua orang sudah berbuat apa, saudara? Dosa, dan tidak layak menikmati kemuliaan Allah. Semua orang artinya tidak ada pengecualian. Baik kita yang mungkin terlihat baik di luar, tapi “jujurly”, speaking di dalam kita, ada kesombongan dalam hati. Ada luka yang terus kita rawat dan kita hayati sampai hari ini.

Mungkin ada dosa-dosa kecil yang tidak ada yang tahu. Nah, seberapa baik pun perbuatan kita, seberapa rohaninya kita merasa diri kita, seberapa sudah lama saja saudara mungkin tertanam di gereja ini, seberapa rajinnya saudara masuk jadwal melayani di gereja, kita semua sudah jatuh dalam dosa.

Dan seperti di drama tadi sebenarnya, kadang-kadang kita tidak terlalu sadar akan kekuatan dosa itu. Mungkin tidak separah dulu, tetapi masih ada residu-residu itu yang sedikit-sedikit terjadi kesana-sini tanpa kita menyadarinya. Dan karena manusia sudah jatuh dalam dosa, kita tidak layak di hadapan Allah, Kehilangan kemuliaan Allah dan berada di bawah hukuman.

Dan ini pasti tidak nyaman sebenarnya kalau kita ngomong dosa kita. Tapi ini adalah sebuah realita yang terus kita perlu sadari bahwa sampai hari ini pun, setelah kita lahir baru sekian lama pun, kalau kita tidak siaga, kalau kita tidak menjaga diri, kalau kita tidak lagi, kita melupakan Karya Salib Kristus, kekuatan dosa bisa menyelinap masuk.

Supporting Verse – [8] Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, [9] itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Efesus 2:8-9 TB

Karena keselamatan itu adalah pemberian Allah. Katakan pemberian. Jadi, kita selamat bukan karena terlihat baik, bukan karena melayani dengan baik. Memang Allah sudah mengatur hal itu. Supaya tidak ada seorang pun yang dapat membanggakan diri tentang keselamatan.

Ada orang yang sampai hari ini masih berpikir, kalau saya cukup baik, kalau saya berubah, kalau saya melayani lebih giat, maka saya baru layak.

“Sudah lah, tidak usah DATE-DATEan, tidak usah gereja-gerejaan, loe kan baru, loe tidak usah sok-sok suci,lah! Tapi Firman Tuhan dengan jelas bilang bahwa keselamatan itu bukan pencapaian. Bukan karena perbuatan, tetapi sebuah pemberian.

We can never earn it because God gave it to us.

Itu sebabnya tadi ayatnya berkata bahwa tidak. Allah memang menentukan supaya tidak seorang pun bisa memegahkan diri. Karena fokusnya memang seharusnya Karya Kristus di atas kayu salin. Bukan lagi perbuatan baik kita.

Saudara, Salib gak datang untuk membuat kita sekedar jadi “a better version of ourselves”. Hari ini lebih baik daripada kemarin, besok lebih baik daripada hari ini. Salib datang, karena manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya dengan usaha apapun.

Itu sebabnya Allah tidak minta kita naik ke tingkat atas. Allah turun ke tingkat manusia, dengan mengirimkan seorang Juru Selamat.

Karena kita tahu dengan semua usaha kita, kita tidak akan pernah “matching up to His standard”.

Supporting Verse – [8] Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Roma 5:8 TB

Ketika kita masih hidup sebagai orang Berdosa. Apa perilakunya? yang memusuhi Allah.

Mungkin saudara tidak memusuhi, tetapi kadang-kadang kita curiga sama Tuhan. Mungkin kita tidak memusuhi tetapi kadang-kadang kita bergumul dengan Kedaulatan Tuhan. Tetapi bagian terbaiknya, Ketika kita masih hidup sebagai orang berdosa yang perilakunya memusuhi Allah, Kristus mati bagi kita.

Buat apa? Demikian Allah menunjukkan bahwa Dia sangat mengasihi kita. Karena Tuhan adalah Kasih, saudara. Dia akan melakukan berbagai macam cara, baik yang kita paham atau tidak kita paham, hanya untuk menunjukkan bahwa “I love you this much”.

Dia adalah kasih. Dia tidak bisa, tidak mengasihi. Dia adalah kasih. Dia tidak bergumul untuk mengasihi seperti kita. Salib Kristus dilakukan untuk saudara dan saya, bahkan tanpa jaminan bahwa setelah salib itu terjadi, kita akan merespon dengan benar.

Yang bisa kita pelajari disini adalah bahwa yang namanya Kasih itu mengandung resiko. Mengandung apa? Resiko. Suami istri, bisa? Can I get a good “Amen”? Kasih mengandung resiko, selalu mengandung resiko, karena tidak ada jaminan yang pasti bahwa setelah Kristus mati untuk kita, maka manusia akan mengasihi.

Sepertinya saudara, buat Tuhan, kemenangan terbesarNya adalah bahwa Dia bisa menunjukkan bahwa setiap saudara dan saya sangat amat layak untuk dikasihi. Kemenangan terbesarNya bukan karena He get something in return after I die for you, then you become “You love me more”.

Bagi Dia, itu tidak terlalu penting. Bagi Dia, yang lebih penting adalah supaya saudara dan saya paham, sadar, yakin, betul, bahwa di setiap musim kehidupan, apapun perilaku saudara, saudara layak dikasihi.

Kalau ada narasi yang saudara dengar sampai hari ini bahwa saudara tidak layak, itu pasti bukan dari Tuhan. Dan salib tidak hanya menawarkan Kasih sebetulnya. Tapi salib menyingkapkan sebuah kebenaran bahwa dosa kita lebih dalam dari yang kita mau akui.

Kita tidak selalu sebenar yang kita pikir. Dan salib juga menyingkapkan kebenaran bahwa usaha kita tidak akan pernah cukup untuk menyelamatkan diri sendiri.

Itu sebabnya saudara, Salib adalah sesuatu yang bukannya harus kita hanya pajang, tetapi harus kita pandang. Kadang-kadang sejujurnya kita sudah terlalu terbiasa dengar kata salib, dengar gambar salib, dengar lagu-lagu tentang salib.

Kita hanya memajang salib padahal salibnya harusnya adalah sesuatu yang kita terus pandang. Saya setuju dengan apa yang Pastor Andy Stanley bilang.

Christians believe in a God who allow the worst possible thing to happen to the best possible person.

Orang Kristen percaya kepada Tuhan yang mengizinkan hal yang terburuk sudah terjadi kepada Pribadi yang paling baik, namanya Yesus. Itu sebabnya, saudara, dalam kekristenan
“Bad things can happen to good people.”

Dalam kekristianan kita tidak percaya bahwa “Saya orang baik, maka hanya hal yang baik bisa terjadi kepada orang baik.”

Tidak, tidak, tidak. Soalnya Yesus membuktikan bahwa hal yang terburuk sudah pernah terjadi kepada orang yang paling baik. Itu sebabnya sebenarnya kalau hari-hari ini saudara menganggap bahwa yang terjadi sama saya itu buruk sekali.

Again, pandang SalibNya. Nabi Yesaya menubuatkan tentang kesengsaraan Yesus, ratusan tahun sebelum Salib itu benar-benar terjadi.

Dan menarik Nabi Yesus menulis dengan cukup deskriptif. Mari kita cermati apa yang dia tulis mulai dari pasal yang ke-52.

Supporting Verse – [13] Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. [14] Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia – begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi – Yesaya 52:13-14 TB

Supporting Verse – [2] Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan Tuhan dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. [3] Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. [4] Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. [5] Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Yesaya 53:2-5 TB

Bayangin ya, sebelum saudara lahir, saudara dinubyatkan seperti diatas, bagaimana rasanya? Dia bukan orang besar atau terhormat, sehingga orang tidak memandang Dia. Penampilannya “B” aja, Dia tidak menarik perhatian. Dia dihina. Dia ditolak.

Menarik sekali. Dia terbiasa dengan hidup yang berat. Baca sama-sama. Dan akrab dengan penderitaan. Baru kali ini, saudara, saya menemukan kata akrab sama penderitaan di kalimat yang sama.

Kita maunya akrab dengan kenyamanan. Kita maunya akrab dengan keberhakan, tetapi Kristus memberi contoh, Dia akrab dengan penderitaan. Dia dicercah, tidak ada yang sudi melihat, semua orang tinggalin Dia dan tidak ada yang peduli kepadaNya.

Kabar baik buat setiap saudara dan saya, kalau hari-hari saudara begitu bergumul dalam menjalani hidup, Yesus mengerti. Kalau hari-hari ini saudara merasa tidak dianggap dan tidak ada yang mengerti saudara, Yesus juga sudah merasakan itu. Kalau hari-hari saudara sedang dihina, dikhianati, ditinggalkan, tidak dianggap, tidak diperdulikan. Yesus juga pernah mengalaminya.

Kalau hari ini saudara sedang mengalami penderitaan yang amat sangat berat. Kabar baiknya, adalah Yesus ikut menderita bersama dengan saudara.

Nah, yang luar biasanya, saudara. Pada Salib Kristus, terjadilah sebuah pertukaran yang luar biasa seperti dicatat di ayat ke-4. Padahal, Dialah yang mengangkat serta menanggung apa?

Yang pertama apa, saudara? Kelemahan.

Yang kedua apa? Penyakit kita.

Lihat respon kita. Tapi kita kira, Dia dihukum Allah karena dosaNya. Ayat ke-5, sebenarnya Dia ditangkap sebagai hukuman atas Pemberontakan kita. Dia dihajar karena dosa-dosa kita. Perhatikan semua itu. Ada pertukaran yang luar biasa.

Kelemahan kita ditukarkan dengan kekuatan Tuhan. Itu sebabnya diangkat kelemahan kita. Penyakit kita ditanggung oleh Tuhan.

Dan oleh bilur-bilur Yesus kita dinyatakan sembuh. Hukuman pemberontakan kita dibebankan kepada Yesus. Dan dosa-dosa kita dialihkan kepada orang yang tidak pernah berbuat dosa.

Nah, pertanyaannya untuk apa sih Yesus susah-susah ngelakuin semua itu? Ini yang menjadi misinya di ayat 5b.

Supporting Verse – Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Yesaya 53:5 TB

Yesus yang tidak bersalah tetap dihukum. Kita yang bersalah tetapi dibenarkan. Yesus ditolak supaya saudara dan saya diterima. Yesus menderita supaya kita dipulihkan, supaya kita diutuhkan, supaya kita bisa disembuhkan, flourishing, bisa bertumbuh, berkembang dengan subur.

Yesus tanggung dosa-dosa saudara supaya status kita diganti, dari orang berdosa menjadi orang yang sudah dibenarkan.

Supporting Verse – [24] dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Roma 3:24 TB

Hanya karena sesuatu itu cuma-cuma, bukan berarti itu murah. Kadang-kadang kita lupa ada yang bayar loh, Kita menikmati statusnya tetapi kita lupa harga yang dibayar oleh orang ini.

Melalui Kristus Yesus, yang menebus dan membebaskan kita dari hukuman atas dosa kita masing-masing. Benar-lah kalau kita bisa bilang bahwa Salib adalah sebuah tindakan kemurahan hati yang paling besar yang pernah terjadi dalam sejarah manusia.

It’s the ultimate sacrifice. Tidak ada lagi pengorbanan yang bisa “outdo the cross of Jesus”. Ini yang menjadi pembelajaran kita hari ini, The cross is the greatest act of generosity in the history of mankind.

Ini yang membedakan iman percaya kita kepada Kristus. Salib adalah tindakan yang paling luar biasa akan kemurahan hati dalam sejarah umat manusia.

Kenapa?

Karena Salib itu yang jadi pemberian yang menyebabkan Yesus membayar harga yang paling mahal. It’s the gift that cost Jesus every single thing. Bahkan hak yang paling hakiki sebagai manusia untuk hidup diserahkan oleh Yesus.

Judul kotbah hari ini, “The gift that cost everything“, semua bilang “Everything”. Pemberian yang mengorbankan segalanya.

Mari kita kembali pada nubuatan Nabi Yesaya tentang penderitaan Yesus.

Supporting Verse – [6] Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Yesaya 53:6 TB

Dari ayat ke-6, dikatakan bahwa kita semua sudah meninggalkan Allah Seperti domba, tinggalin gembala sehingga tersesat. Tetapi Tuhan menanggungkan semua hukuman kita Kepada hambaNya itu.

Kita yang meninggalkan Allah, kita yang mengambil jalan sendiri, tetapi Allah pindahkan dosa penyesatan kita kepada Yesus.

Bagaimana ini konsepnya?

Supporting Verse – [7] Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Yesaya 53:7 TB

Coba kita yang sudah menikah. Kalau disalahin pasangan, kadang-kadang kita bilang apa?

“Enggak koq! Matanya Itu loh, Pak! Mata tidak bisa berbohong, santai sedikit boleh!? Itu kata istri saya sama saya.

Sebagai orang Batak, menikah dengan”Keraton Solo” kadang bisa seperti itu.. Intonasi boleh turun sebentar? Enggak kok, gitu yah. Tetapi tetap bela diri. Mungkin ada yang baru berantem tadi di parkiran?

Ibadah satu, tadi ada yang datang ke saya dari parkiran. Baru lagu pertama, kita sudah berantem. Oh, baik. Mari kita jangan bahas. Terima kasih.

Saudara, Dia hanya diam. Seperti anak domba jantan yang akan disembelih atau domba yang dipangkas bulunya.

Sharing Ps. Alvi – Pelayanan yang pertama saya itu main keyboard sebenarnya. Kalau saudara paham keyboard, itu ada pedal yang diinjek-injek dan namanya adalah pedal sustain.

Suatu saat, koordinator pelayanan, memanggil pendeta dan lalu bilang gini, “Alvi, loe ngaku depan pendeta sekarang kalau loe nyuri pedal sustain keyboard!”

Saya bilang, “Om, Om kan yang bayar persembahan kasih saya, Om. Sekali main pelayanan dapat persembahan kasih Rp 25.000. Terakhir saya cek Itu pedal sustain harganya Rp40.000, Dua kali pelayanan, kebeli, Om!

“Loe ngaku sekarang di depan pendeta kalau loe nyuri Itu”. Badan saya bergetar, saya bukan handphone, tetapi badan saya bergetar. Saya tidak tahu ya, mungkin respon orang-orang beda-beda yah.

Waktu lagi disalahkan tuh pengen ngebela, tapi tahu bahwa teorinya tidak usah bela sendiri gitu. Kayak, getar, saudara.

Saya juga pernah dikasih umpan balik sama orang yang mengasihi saya dan saya tidak terima. Saya “getar”. Saking getarnya, saya bilang gini sama istri saya.

“Yang! aku mau tidur!”. Kenapa? Kata istri saya. “Aku kesel banget. Aku barusan dikasih umpan balik tapi aku gak terima”. Saking gak terima, saya pengen tidur, ga pernah sebelumnya.

On the hindsight mungkin lebih baik tidur daripada getarnya tidak berhenti-berhenti yah. Bayangin Yesus ya. Mari kita ke ayat selanjutnya.

Supporting Verse – [8] Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. [9] Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Yesaya 53:8-9 TB

Dia tidak melakukan kesalahan dan tidak pernah menipu, baca sama-sama, tetapi Dia dikuburkan sebagai seorang penjahat. Bayangin, saudara, kalau Yesus memilih untuk membela diri, karena kalau Dia melawan, Dia menolak salib, akhirnya tidak ada keselamatan untuk kita.

Disinilah kemurahan hati Yesus terlihat dan begitu luar biasa. Kita menerima apa yang tidak layak kita terima, namanya pengampunan. Yesus menanggung apa yang tidak layak Dia tanggung, namanya hukuman.

Saudara, ini adalah sebuah pengorbanan yang tidak hanya keluar dari hati yang begitu luas, dari hati yang begitu tulus, tetapi pengorbanan yang dilakukan dengan menyerahkan semua hakNya sebagai manusia.

Kalau buat saya, saudara,, kalau ada narasi tentang salib buat saya, salib sama dengan menyerahkan hak. Sampai disini dulu, kita boleh tanya sama diri kita sendiri.

Adakah hak yang masih saya pertahankan hari ini? Hak untuk dianggap benar? Hak untuk dapat promosi? Hak untuk tidak ditinggalkan di momen terendah? Hak untuk didampingi waktu diadili dengan kejam? Itu semuanya, Yesus terahkan. Dan kemurahan hati Tuhan yang dinyatakan di kayu salib punya tujuan yang begitu mulia. Yesaya 53 ayat 10 mencatatnya.

Supporting Verse – [10] Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana olehnya. [11] Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. [12] Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. Yesaya 53:10-12 TB

Karena lewat salib Kristus, dosa kita ditanggung, pemberontakan kita diampuni. Sehingga kita diperhitungkan sebagai orang-orang benar di mata Tuhan. Tunggu sebentar. Kalau kebenaran kita bukan dari diri kita tapi dari Tuhan, kenapa kita masih suka membela diri?

Karena perilaku membela diri, artinya kita menganggap kebenaran Kristus tidak cukup. Kebenaran saya lebih kuat daripada kebenaran Kristus. Itu sebabnya orang yang benar tidak perlu merasa lagi untuk membela diri.

Supporting Verse – [6] yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, [7] melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. [8] Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Filipi 2:6-8 TB

Ada gak yang masih kita pertahankan hari ini? Portfolio, posisi, title, kepentingan kita? Kamu tidak tahu saya siapa, emang tidak ada satu kursi di dalam gereja? Ibadah ke-empat, ibadah empat, bukan di sini, disini dapat semua, Amin, saudara?

Yesus merendahkan diri, meninggalkan semuanya dan mengambil kedudukan paling rendah sebagai budak. Datang ke dunia ini sebagai manusia biasa. Orang yang tampil, pengen dikira tidak biasa itu pasti tidak mengerti bahwa kebenaran saya bukan dari diri saya tapi dari Tuhan.

Orang yang mengerti kebenaran hidup saya karena karya Kristus, Dia tidak perlu merasa luar biasa. Salib adalah puncak dari ketaatan Kristus kepada kehendak Allah. Salib adalah puncak dari Kasih Kristus bagi umat manusia.

Dan saya akan tutup dengan tiga pertanyaan renungan ini.

Yang pertama, seberapakah sadar-sadarkah saya? Bahwa Yesus selalu ingin mengidentifikasikan diriNya dengan pergumulan, perasaan, kesengsaraan dan penderitaan saya

Hashtag #teruspandangsalibKristus. Untuk saudara pandang salib Kristus, kita mulai melihat bahwa pergumulan kita, perasaan kita, kesengsaraan dan penderitaan kita, bukan realita yang dulu kita hayati terlalu “lebay”.

Yang kedua, Apakah ada kelemahan, sakit penyakit, pemberontakan, atau pelanggaran yang belum sepenuhnya saya serahkan pada Kristus?

Hari ini ada undangan dari Tuhan, “Berhenti tanggung itu, aku sudah tanggung itu”.

Dan terakhir, Pertanyaan ketiga, Apakah saya hidup dengan kesadaran penuh?

“Oh hidup saya hari ini dibayar dengan harga yang sangat mahal oleh Kristus”. Bila jawaban nomor tiga ini adalah “Iya”, respon yang selayaknya terjadi ada di ayat berikut.

Closing Verse – [23] Kata-Nya kepada mereka semua: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Lukas 9:23 TB

Mulai hari ini, kalau saudara bilang, iya Tuhan, hidupku begitu berharga karena satu hal, mulai hari ini bukan lagi portfolio-ku, misiku, agendaku, kepentinganku, tetapi hidupku buat misi, kepentingan, kerajaan Tuhan di muka bumi. Yang kedua, memikul salib dan berapa lama saudara? Setiap hari. Dan yang terakhir? Ikuti teladan Yesus.

P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes