Where Am I by Ps. Johanes Thelee

JPCC Mens Camp 2017 Sesi 1 By Ps. Johanes Thelee

Apa yang akan anda dapatkan selama 3 hari disini adalah materi yang sama yang pernah dibagikan selama tahun 2016, hanya karena ada kekurangan, dimana materi tersebut seharusnya saling bersambung dan ada keterbatasan waktu bagi setiap peserta yang ikut selama 2016.

Materi-nya adalah 7 Questions that rattled in the mind of most Men (7 pertanyaan yang seringkali berkutat di pikiran para Pria)

Uniknya, pertanyaan-pertanyaan ini sering membuat kita merasa pernah melewatinya, tetapi di tengah kehidupan kita akan menemui masalah yang sama dan bergumul kembali. Ini adalah pertanyaan yang senantiasa berkembang dari suatu musim dan waktu ke musim dan waktu berikutnya.

Opening Verse – “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;” Pengkhotbah‬ ‭3:1-2‬ ‭TB‬‬

Questions 1 : Where am I?

Ada begitu banyak waktu seperti yang dikatakan ayat diatas, tetapi intinya bahwa untuk segala sesuatu ada masa dan waktunya. Sebagai pria, kita perlu menyadari walaupun sebagai manusia kita diciptakan unik dan serupa dengan Tuhan, tetapi di dalam kehidupan kita cenderung akan melewati sebuah pola kehidupan.

Tidak ada dari kita yang terlahir tiba-tiba sebagai seorang suami atau bapak, semua pasti terlahir dan melewati pola tertentu.

That’s why recognizing that life tends to follow a pattern, that mens lives unfold in seasons, can help you understand how God designed life to work.

Hal ini dapat membantu kita mengerti bagaimana Tuhan mendesain kehidupan agar bisa beroperasi dalam hidup kita karena jika kita tidak menyadari ini, kita bisa kehilangan arah di tengah musim kehidupan dimana kita berada, dan hal ini membuat kita mencari kepuasan di tempat yang salah karena merasa hidup begitu penuh dengan pergumulan.

Kita bisa mencoba kabur dari musim kehidupan dimana kita memang seharusnya berada disana, tidak jarang karena hal tesebut, kita mencari kepuasan dan kesembuhan di tempat yang salah, seperti perjudian dimana kalau menang kita seakan mendapat pengakuan, membeli barang mewah dan antik yang tidak kita butuhkan hanya untuk memuaskan jiwa kita.

Tentunya, tidak sedikit dari pria yang jatuh ke dalam obat-obatan, mencari kepuasan dengan main-main dengan wanita, atau bahkan main dengan pria juga di jaman sekarang. Apa-pun namanya, itu adalah Dosa.

Tidak jarang daripada kita yang mencoba untuk mencari pelepasan dari situasi dan pergumulan yang sulit dengan mencari jalan di tempat yang salah, dan akhirnya malah jatuh terpuruk karena hutang dan dibenci oleh teman-teman kita dan bahkan dikucilkan oleh keluarga kita, dan seterusnya.

Itu sebabnya kita perlu belajar untuk mengerti apa yang sedang terjadi di dalam kehidupan kita, untuk mengerti pola musim kehidupan dimana kita berada, Where Am I?

Hal ini merupakan refleksi akan hidup kita, di musim apa dalam hidup kita berada sekarang, agar kita bisa menyadari kenapa hal demi hal terjadi dalam hidup saya.

Sharing Ps. Johanes Thelee – Saya punya masa lalu dan pengalaman yang tidak sempurna, dan suka mencari kepuasan di tempat yang salah pada saat SMA, terutama semasa kuliah dimana saya merasa harus mendapat pengakuan agar dikira gaul, dan harus menang dalam olahraga dan semua hal ini membuat saya jatuh ke dalam obat-obatan terlarang.

Semua ini karena saya ingin mendapat pengakuan, salah satu hal yang memalukan adalah semasa saya SMP, saya berasal dari keluarga yang secara ekonomi kurang begitu berada, dan karena saya tidak ingin ketahuan kalau saya tinggal di rumah kecil, saya suka membohongi teman saya saat diantar pulang dengan memilih untuk diantar ke rumah yang besar, dan saya namakan sebagai rumah saya.

Padahal kalau dipikir-pikir, saya masih SMP, dan bukan musim saya untuk memikirkan agar bisa tinggal di dalam rumah yang besar, hal seperti ini membuat kita seperti harus berkompetisi dengan orang lain.

Terutama dengan kecepatan dan inovasi teknologi sekarang, hal ini bisa menjadi masalah karena seharus-nya kesiapan mental anak untuk menerima pelajaran hitungan matematikan dan bahasa inggris seharusnya dimulai saat mereka berusia 6-7 tahun, tetapi karena insecurity orang tua mereka, banyak anak-anak yang memulainya terlalu dini sehingga membuat mereka merasa stress.

Kita merasa bahwa kita harus bisa lebih daripada orang di sekitar kita, mencari jalan pintas dan menyebabkan kita menjadi salah kaprah dalam hidup, kita harus mengerti bahwa kita semua punya panggilan dan musim kehidupan yang berbeda-beda.

Life is not about competing to one another, but its about being the Best Version of Ourselves.

Jika kita mencoba untuk mengejar itu semua, selalu fokus berkompetisi dalam hal materi dan seksual di dunia, itu semua seperti usaha mencari angin karena hal ini tidak akan ada habisnya.

Berhati-hatilah dengan pikiran kita. Selalu akan ada muncul yang lebih baik, ganteng dan kaya daripada kita semua, karena itu kita perlu mempelajari musim-musim yang terjadi dalam hidup.

Season atau Musim Pertama – Foundation (0-20 Tahun), adalah Musim dimana Tuhan membangun fondasi dalam kehidupan kita, ada begitu banyak hal yang kita lalui dalam masa ini dimana kita tidak bisa memilihnya.

Hal-hal seperti kita lahir di keluarga mana? Gender kita apa? Edukasi atau sekolah dimana? Mental dan Kepribadian yang kita miliki, dan bahkan Hobi dan Talenta yang kita punya.

Belajar untuk secure dalam fondasi ini agar kita bisa mengelola kehidupan, melalui orang tua, tempat bersejarah seperti rumah kita, dan juga teman-teman di sekeliling kita. Masa ini membentuk bagaimana kita melihat kehidupan.

Perlu kita ketahui bahwa usia 0-5 tahun kehidupan anak-anak adalah saat dimana mereka mempunyai memori yang sangat tinggi.

Season atau Musim Kedua – Preparation (20-30 Tahun), adalah Musim dimana Tuhan mempersiapkan kita terhadap segala sesuatu yang akan kita kerjakan di musim yang akan datang.

Kita akan menemui berbagai tantangan dalam musim ini seperti proses penyelesaian kuliah (banyak anak yang suka terbawa teman-teman disaat memilih jurusan kuliah), proses pencarian pekerjaan, menemui boss atau rekan kerja yang kurang ideal, dan juga proses pencarian jodoh dan waktu pernikahan.

Ada begitu banyak tantangan untuk mempersiapkan kita ke dalam musim berikutnya, Tuhan memakai musim ini untuk membentuk karakter anda, kepribadian datang dari Tuhan, tetapi Karakter itu terbentuk dan didapat dari kebiasaan yang kita ulang-ulang dan menjadi sebuah gaya hidup.

Tuhan mempersiapkan kehidupan kita pada musim ini karena kita diciptakan dengan tujuan dan untuk sebuah tujuan, We are made on purpose and for a purpose.

Season atau Musim Ketiga : Initiation (30-40 Tahun), adalah Musim dimana kita sadar dan ingin mencoba hal-hal yang baru, dan ber-inisiatif, ada begitu banyak ide dan kreatifitas yang muncul dalam kehidupan kita.

Penting bagi kita untuk membagi waktu kita dengan baik, jangan karena intensitas pekerjaan kita, membuat kita mengorbankan waktu dengan keluarga atau teman terdekat karena di musim berikutnya, kita akan memerlukan mereka semua.

Season atau Musim Keempat : Domination (40-60 Tahun), adalah Musim dimana kita mulai merasa menemukan bisnis dan sesuatu yang paling disuka, dan mendominasi hal tersebut.

Kalau kita tidak mengerti musim-musim kehidupan ini, kita akan tertinggal, dan akan membuat kita malas bertemu dengan orang sekitar, seperti masa reunian karena kita tidak mempunyai bahan bicara disana.

Ketika kita masuk di musim tertentu, kita akan menemukan tantangan-tantangan yang ada di musim tersebut, dan kita harus menyelesaikan hal itu.

Dalam Musim Keempat ini, kita akan mendominasi dan terus membangun-nya di dalam musim yang akan datang, menemukan karunia dan talenta yang ada, serta mulai mendominasi di dalam hal itu.

Season atau Musim Kelima : Consolidation (60-80 Tahun), adalah Musim dimana kita masuk dalam umur pensiun, dan mulai berpikir apa saja yang sudah berhasil dikerjakan selama ini, ada sesuatu yang kita kejar dan sudah bagus di dalamnya, dalam hal keluarga kita sudah mulai fokus akan kehidupan anak dan cucu serta ingin membimbing mereka.

Dalam hal mentoring, akan mulai kita lakukan di dalam perusahaan dengan role tertentu seperti Komisaris. Musim ini juga berbicara bahwa kita juga akan mulai memikirkan apakah kita mempunyai hubungan yang baik atau tidak dengan orang lain, dan ingin melalukan konsolidasi atau rekonsiliasi dalam hubungan itu, dan bahkan melepaskan pengampunan.

Season atau Musim Keenam : Afterglow (80 Tahun+), adalah Musim dimana seseorang merasa bahwa dia sudah menjadi Opa di dalam komunitas dan keluarga, menjadi seorang kepala suku dan memberikan legacy ke generasi berikutnya dan fokus menjadi contoh, serta memberikan nasihat dan menikmati hidupnya.

Kita akan berada dalam puncak kehidupan dan mulai meninggalkan warisan, nilai dan mempunyai waktu yang banyak untuk melakukan kunjungan ke mereka.

Kita harus bisa mengenali 6 musim kehidupan yang ada di dalam hidup kita sebagai pria, dimana anda berada sekarang? Where am I?

When I’m going on a Journey, I have to know where I am before I can figure out where I’m going.

Ada 3 pertanyaan yang akan kita bahas selanjutnya di dalam grup.

1. What is your current season of Life?

2. What are you learning in this season?

3. In your current season, is there any area of your life that is left behind or currently on the back burner (hal yang dikorbankan, seperti halnya waktu dengan keluarga atau temn dekat)?