JPCC Kota Kasablanka Service 1 (26 January 2020)
Kita sedang membicarakan Hadirat Tuhan atau The Presence of God, ada banyak ayat yang akan saya bagikan hari ini karena ada begitu banyak yang bisa dipelajari. Saya percaya bahwa Hadirat Tuhan penting dalam hidup kita, meskipun kita tidak bisa melihatNya tetapi kita selalu bisa merasakan HadiratNya dalam hidup kita.
Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang selalu ingin dekat dengan UmatNya. Di Kitab Perjanjian lama, kita bisa melihat hal ini bagaimana Tuhan ingin dekat dan berada di tengah-tengah UmatNya, baik secara lokasi dan juga dalam hidup mereka.
Opening Verse – Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan Aku akan menjadi Allah mereka. Maka mereka akan mengetahui, bahwa Akulah, Tuhan, Allah mereka, yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, supaya Aku diam di tengah-tengah mereka; Akulah Tuhan, Allah mereka.” Keluaran 29:45-46 TB
Jadi Tuhan adalah Tuhan yang ingin berada di tengah-tengah kehidupan UmatNya, Dia bahkan memerintahkan Musa untuk membuat Tabernakel atau Kemah Suci.
Tabernakel dalam bahasa aslinya disebut sebagai Mishkan yang berarti Residence, dwelling place atau Tempat Tinggal.
Tuhan juga memberi tahu bagaimana details perabotan apa yang harus ada di dalamnya. Sama seperti kita yang akan mempunyai rumah dan memberitahukan detail tempat tinggal yang kita ingin punya kepada Interior Designer. Tuhan kita adalah Tuhan yang begitu details.
Supporting Verse – Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya.” Keluaran 25:8-9 TB
Tuhan memberitahu ukuran dan harus dibuat dari apa mengenai perabotan yang ada di Tabernakel. Perabotan yang pertama kali disebut adalah Tabut Perjanjian yang diletakkan di tempat maha kudus. Tabut Perjanjian ini penting karena menjadi Meeting Point dimana Musa mendengarkan Suarata Tuhan untuk diteruskan ke UmatNya.
Supporting Verse – Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel. Keluaran 25:22 TB
Tabut Perjanjian ini harus dibuat terlebih dahulu di antara kedua kerubim, dan merupakan satu meeting Point. Kita sudah membahas mengenai Tabut Perjanjian di bulan ini. Tabut Perjanjian atau Tabut Allah ini dalam perjalannya sempat direbut oleh Orang Filistin selama 7 bulan. Tetapi selama ada di tangan mereka, Tabut Allah menjadi malapetakan untuk mereka dan mereka memulangkannya kepada Bangsa Israel.
Tabut Allah selanjutnya ditempatkan di Rumah Abinadab selama 20 tahun, Begitu lamanya Tabut Allah ini berada disana karena Raja Saul pada saat itu tidak mengindahkan dan tidak memandang penting akan Tabut Allah ini.
Tetapi begitu Daud menggantikan Saul untuk menjadi Raja, Dia begitu memandang penting Tabut Allah ini agar bisa dibawa kembali ke Yerusalem. Dalam perjalanan menuju kesana, Tabut Allah ini dititipkan di Rumah Obed-Odom selama 3 bulan. Karena sebelumnya Usa, Anak Abinadab memegang Tabut Allah tersebut dan mati. Raja Daud menjadi bingung dan tidak tahu bagaimana caranya membawa Tabut Allah ini ke Yerusalem, dan oleh karena itu Dia menitipkannya di Rumah Obed-Odom.
Selama 3 bulan Tabut Allah itu berada di Kediaman Obed-Odom, Tuhan begitu memberkati dirinya beserta seisi rumahnya. Ini yang menarik, dan hari ini kita akan membahas apa isinya Tabut Allah. Sebab kalau kita tahu dan mengerti apa isi dari Tabut Allah itu, maka kita akan mengerti mengapa Tuhan memandangNya begitu penting.
Kalau saya ibaratkan, Tabut Allah mirip dengan Safe Deposit Box, dan yang dimasukkan ke dalam Box ini adalah barang-barang yang penting dengan kode yang hanya kita sendiri ketahui saja.
Supporting Verse – Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian, dan di atasnya kedua kerub kemuliaan c yang menaungi tutup pendamaian. Tetapi hal ini tidak dapat kita bicarakan sekarang secara terperinci. Ibrani 9:4-5 TB
Jadi, ada 3 yang ada di dalam Tabut Allah ini. Yang Pertama, disebutkan adalah Buli-Buli Emas berisi Manna.
Supporting Verse – 16:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
16:12 “Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.” 16:13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. 16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. 16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. 16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa.” 16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit. 16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya. 16:19 Musa berkata kepada mereka: “Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi.” 16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka. 16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu. 16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa. 16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: “Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.” 16:24 Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya. 16:25 Selanjutnya kata Musa: “Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang. 16:26 Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu.” 16:27 Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya. 16:28 Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku? 16:29 Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu.” 16:30 Lalu beristirahatlah bangsa itu pada hari ketujuh. 16:31 Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu. 16:32 Musa berkata: “Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir.” 16:33 Sebab itu Musa berkata kepada Harun: “Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun.” 16:34 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan. 16:35 Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan. Keluaran 16:11-35 TB
Melalui kisah ini, Tuhan mau mengingatkan umatNya dan Bangsa Israel, bahwa Dia adalah Tuhan yang mencukupi dan menyediakan secara ajaib setiap pagi, dan untuk memperingatinya, Tuhan memerintahkan kepada Harun untuk mengambil buli-buli emas dan menaruh segomer disana, dan apa yang ditaruh disana tidak akan berlumut dan berbau busuk secara turun temurun.
Itu adalah penyediaan Tuhan yang ajaib, dan Dia mau umatNya selalu ingat bahwa Dialah yang selalu mencukupkan semua kebutuhan kita. Tuhan ingin agar orang israel mengerti bagian mereka dan tidak perlu serakah, dan tidak perlu mengambil secara berlebih karena ada setiap hari. Tuhan yang sama juga akan memenuhi kebutuhan kita semua, Dia sama dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.
Supporting Verse – Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Filipi 4:19 TB
Percayakah kita bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang sanggup dan mau memenuhi semua keperluan kita?
Benda yang kedua di dalam Tabut Allah ini adalah Tongkat Harun yang bertunas.
Supporting Verse – 17:1 TUHAN berfirman kepada Musa: 17:2 “Katakanlah kepada orang Israel dan suruhlah mereka memberikan kepadamu satu tongkat untuk setiap suku. Semua pemimpin mereka harus memberikannya, suku demi suku, seluruhnya dua belas tongkat. Lalu tuliskanlah nama setiap pemimpin pada tongkatnya. 17:3 Pada tongkat Lewi harus kautuliskan nama Harun. Bagi setiap kepala suku harus ada satu tongkat. 17:4 Kemudian haruslah kauletakkan semuanya itu di dalam Kemah Pertemuan di hadapan tabut hukum, tempat Aku biasa bertemu dengan kamu. 17:5 Dan orang yang Kupilih, tongkat orang itulah akan bertunas; demikianlah Aku hendak meredakan sungut-sungut yang diucapkan mereka kepada kamu, sehingga tidak usah Kudengar lagi.” 17:6 Setelah Musa berbicara kepada orang Israel, maka semua pemimpin mereka memberikan kepadanya satu tongkat dari setiap pemimpin, menurut suku-suku mereka, dua belas tongkat, dan tongkat Harun ada di antara tongkat-tongkat itu. 17:7 Musa meletakkan tongkat-tongkat itu di hadapan TUHAN dalam kemah hukum Allah. 17:8 Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam. 17:9 Kemudian Musa membawa semua tongkat itu keluar dari hadapan TUHAN kepada seluruh orang Israel; mereka melihatnya lalu mengambil tongkatnya masing-masing. 17:10 TUHAN berfirman kepada Musa: “Kembalikanlah tongkat Harun ke hadapan tabut hukum untuk disimpan menjadi tanda bagi orang-orang durhaka, sehingga engkau mengakhiri sungut-sungut mereka dan tidak Kudengar lagi, supaya mereka jangan mati.” 17:11 Dan Musa berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, demikianlah diperbuatnya. Bilangan 17:1-11 TB
Apa yang mereka sungutkan disini? Ceritanya ada di Pasal Bilangan 16 dimana mereka mulai mempersoalkan jabatan Iman yang dipegang oleh Harun. Tuhan mendengarkan sungut-sungut mereka, dan memperbuat demikian.
Supporting Verse – 16:9 Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, 16:10 dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? 16:11 Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?” Bilangan 16:9-11 TB
Tongkat Harun ini mengingatkan mereka akan satu hal, dan itu perlu disimpan agar mereka ingat otoritas Tuhan, karena jika Tuhan sudah memberikan otoritasNya untuk memimpin kepada seseorang, siapakah mereka untuk mempertanyakannya?
Tongkat tersebut juga bertunas dan mengeluarkan kuntum dan buah, seolah-olah Tuhan memperingatkan bahwa yang penting adalah buah yang dihasilkan dan bukan jabatannya. Dan ada proses yang perlu dijalani untuk menghasilkan buah seperti bertunas, berkuntum serta berbunga terlebih dahulu.
Kita harus tunduk kepada otoritas Tuhan dan tidak mabok dengan jabatan serta hidup dengan menghasilkan buah.
Supporting Verse – 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Matius 7:20-21 TB
3. Loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian.
Supporting Verse – Dalam tabut itu haruslah kautaruh loh hukum , yang akan Kuberikan kepadamu. Keluaran 25:16 TB
“Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Ibrani 8:10 TB
Jadi yang penting buat Tuhan adalah agar mereka bisa menyimpan Firman di dalam hati dan akal budi serta menjadi pusat dalam kehidupan mereka. Firman Tuhan juga penting buat kita dan menjadi pedoman dalam mengarungi kehidupan kita semua sekarang.
Supporting Verse – Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Mazmur 119:105 TB
Setiap kali Musa atau Imam besar masuk dalam Tabernakel, dan ke ruang maha kudus, mereka berhadapan dengan Tabut Allah, mereka selalu diingatkan untuk tunduk pada otoritas dan perintah Tuhan, bahwa Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan mereka dengan ajaib.
Bagaimana dengan keadaan kita sekarang dalam menghadapi Hadirat Tuhan? Tuhan sekarang tidak lagi ada di kemah yang mati dan terbuat dari tenda, tetapi sekarang Tuhan tinggal dalam kemah yang hidup di dalam diri kita semua, Tubuh kita adalah Bait Allah dan Dia tinggal di dalam kita.
Supporting Verse – 10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Ibrani 10:19-22 TB
Melalui Yesus, kita bisa masuk dalam Hadirat Tuhan yang kudus. Kita perlu ingat bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang ingin dekat dengan kita semua. Setiap kali kita masuk dalam HadiratNya, Kita juga perlu ingat bahwa Dialah Tuhan yang menyediakan semua keperluan kita, janganlah bersungut-sungut dan mempertanyakannya. Jangan menjadi serakah, karena kita punya kewajiban untuk mengumpulkan, Manna turun dari surga, dan mereka yang harus mengumpulkan dan mengambilnya, jadi Tuhan mengerjakan bagianNya dan begitu juga kita harus mengerjakan bagian kita.
Sebenarnya semua yang ada dalam Tabut Allah merupakan gambaran dari apa yang akan datang kemudian, dimana semua menuju ke dalam sebuah Pribadi bernama Yesus.
Supporting Verse – 6:31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga.” 6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. 6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” 6:34 Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” 6:35 Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup ; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Yohanes 6:31-35 TB
Tuhan memberitahu kepada Bangsa Israel, bahwa suatu hari akan turun Roti yang benar dan hidup, dan menuju kepada Yesus. Tongkat Harun yang bertunas juga menggambarkan Yesus, dan Kayu dimana Dia disalibkan, dari kayu dan kematianNya, keluar kehidupan yang berkelimpahan bagi kita semua. Loh-Loh Batu perjanjian menggambarkan Firman yang telah menjadi manusia. Semua ini mengarahkan kepada Tuhan kita, Yesus.
Sekarang kita mempunyai perjanjian yang lebih baik, Firman Tuhan berkata bahwa disaat dua dan tiga orang berkumpul, maka disitulah Tuhan akan berada di tengah-tengah kita. Dia adalah Tuhan yang selalu ada dekat dengan kita dan mengasihi kita. Jika sungut-sungut kita didengarNya, apalagi doa kita.
Kita juga perlu menjalani proses agar kita bisa berbuah. Firman Tuhan merupakan pelita dan terang untuk kita semua. Setelah membaca ini semua, jika ini semua Dia mau dilakukan untuk bangsa israel yang selalu bersungut-sungut, maka kita bisa belajar bahwa mengucap syukur adalah kunci untuk bisa masuk dalam kehidupan yang lebih baik.



