JPCC Online Service (21 Juni 2020)
Di minggu ketiga dimana kita belajar tentang Hikmat atau Wisdom, saya beri judul “Wisdom and Faith”. Kita perlu belajar bagaimana hikmat bekerjasama dengan Iman karena kita perlu kedua-duanya.
Opening Verse – TUHAN lah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. Yeremia 10:12 TB
But God made the earth by his power; he founded the world by his wisdom and stretched out the heavens by his understanding. Jeremiah 10:12 NIV
God made the earth by His power; He established the world by His wisdom And by His understanding and skill He has stretched out the heavens. Jeremiah 10:12 AMP
Tuhan yang mahakuasa menciptakan dunia yang luar biasa ini bukan hanya dengan KekuatanNya, tetapi juga dengan KebijaksanaanNya atau HikmatNya, dan juga menata dunia ini dengan Akal BudiNya dan KeahlianNya.
Wisdom and Understanding tidak akan pernah lepas dari kata “Knowledge” atau Pengetahuan”, dan juga ada kata tambahan Keahlian atau Skill seperti ayat diatas.
Kalau Tuhan yang begitu luar biasa saja membutuhkan hikmat untuk menata dunia ini, bukankah kita perlu belajar lebih dalam lagi tentang Hikmat? Karena Hikmat akan menolong kita untuk mengelola kehidupan yang rumit.
Supporting Verse – Tuhan telah menciptakan aku (aku disini bicara soal Hikmat) sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama. Ketika Ia (Elohim) mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras, ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; Amsal 8:22-30 TB
Artinya ada hukum, prinsip yang ditetapkan oleh Tuhan di dalam dasar bumi. Tuhan menetapkan penciptaan bumi dengan Hikmat agar ada order atau keteraturan yang terjadi, ada keindahan dan hukum atau prinsip yang berlaku.
Kita harus mengerti bahwa di dunia yang diciptakan Tuhan, Hukum dan Prinsip tidak akan pernah berubah.
Principle and Precepts are constant; applicable anywhere, for anyone, at anytime.
Hukum ini berlaku buat siapa saja, dan perlu hikmat untuk memahami, mengelola dan hidup dengannya. Sementara Fakta, dan Realita berubah-ubah.
Facts can change. Facts are unpredictable.
Seperti misalnya banyak yang bertanya kapan kita akan mulai kebaktian kembali di gereja, faktanya ada sebagian gereja dan mall yang sudah mulai buka kembali, tetapi diperlukan hikmat dan kesabaran karena kompleksitas setiap gereja berbeda dan diperlukan hikmat untuk menentukan waktu kapan kita bisa kembali beribadah.
Kita tidak bisa mengambil keputusan berdasarkan dengan fakta saja. Keadaan tidak bisa diprediksi kalau kita hanya berdasarkan fakta saja.
Dalam menjalankan kehidupan kita perlu hikmat, dan hikmat yang kita aplikasikan dalam hidup berdasarkan hukum dan prinsip yang berlaku. Wisdom atau Hikmat berbicara soal aplikasi.
Minggu lalu Ps. Kenny berbicara tentang berbagai jenis “tahu”, tahu tentang apa, mengapa dan bagaimana.
Aplikasi berbicara bagaimana kita menggunakan informasi karena pengetahuan atau knowledge berbicara tentang informasi.
Hikmat membantu kita untuk menggunakan informasi dan memanfaatkannya berdasarkan hukum dan prinsip yang berlaku dalam hidup, dan kemudian mengaplikasikannya dalam hidup kita agar bisa menguntungkan kita.
Supporting Verse – Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 2 Timotius 1:7 TB
Kata ketertiban dalam bahasa inggrisnya adalah good judgement, Wisdom need good judgement. Kalau kita tidak punya ini, masalah akan terjadi.
Pesawat Udara harus mengerti prinsip darat dan udara, agar bisa berpindah dari darat ke udara. Sama halnya dengan kita yang hanya bisa hidup di darat dan bukan di air.
Itu sebabnya semakin kita bisa memahami prinsip dan hukum yang berlaku, semakin kita bisa menikmati keteraturan dan sukses di dalam kehidupan.
Masalah datang dalam hidup karena kita melanggar prinsip dan hukum yang berlaku, dan membuat kita jatuh dalam masalah kehidupan baik di dalam keuangan, hubungan dan pernikahan.
Kalau kita mengerti Hikmat, maka Hikmat bisa menolong dan melindungi kita. Wisdom protects you. Karena jika kita melanggar prinsip dan hukum, ada konsekuensi yang harus kita hadapi.
Supporting Verse – Hukum TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa. Perintah TUHAN dapat dipercaya, memberi hikmat kepada orang sederhana. Peraturan TUHAN itu tepat, menyenangkan hati. Ketetapan TUHAN itu murni, membuat orang mengerti. Berbakti kepada TUHAN itu baik, berlangsung selama-lamanya. Hukum TUHAN itu benar dan adil semuanya. Mazmur 19:7-9 BIS
Dengan kata lain, Hukum, Ketetapan, Perintah, Peraturan yang Tuhan sudah tetapkan berlaku universal. Dia juga adil dan tidak salah, dan hukum ini berlaku untuk siapa saja, yang percaya kepadaNya atau tidak.
Sebaliknya, kita yang sudah diselamatkan oleh karena Kasih KaruniaNya di kayu salib, jika kita melanggar hukum dan prinsip yang ditetapkan Tuhan, Dia tetap adil dan menerima kita di surga, tetapi ada konsekuensi yang harus kita terima di bumi ini daripada pelanggaran itu, yang biasa kita sebut sebagai masalah kehidupan.
Supporting Verse – Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik. Amsal 24:3-4 TB
Kalau rumah perlu dibangun dengan hikmat, kepandaian dan pengertian, maka begitu juga dengan rumah tangga. Tidak cukup cinta untuk membangun pernikahan.
Problem dalam pernikahan bukan karena kurangnya cinta, tetapi karena ada beberapa hal hukum dan prinsip yang dilanggar. Apapun masalah yang dihadapi saat ini, saya harap kita bisa mengenali prinsip dan hukum apa yang kita langgar sebelumnya.
Itulah sebabnya JPCC terus mencoba memberikan konten informasi dan kebenaran kehidupan yang variatif baik di dalam keuangan, usaha, parenting, pernikahan dan kesehatan untuk memperlengkapi kita di dalam masa covid-19 ini.
Kata berikutnya yang merupakan dampak daripada Hikmat adalah Pertumbuhan atau Growth.
Supporting Verse – Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Allah menjadikan bumi dan langit, — belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab Tuhan Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; Kejadian 2:4-5 TB
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. Kejadian 1:11 TB
Dengan kata lain, pada saat Tuhan menciptakan langit dan bumi, dan semua tanaman dan buah yang ada, Tuhan ciptakan dalam bentuk benih dan biji di dalam tanah. Sebelum hujan turun, bumi masih gersang dan keindahannya belum keluar.
Alasan Tuhan belum menurunkan hujan dikarenakan belum ada manusia untuk mengusahakan tanah itu, itulah tugas kita. Semua benih sudah ada di tanah sejak hari ketiga dunia diciptakan, tetapi Tuhan belum menginjikan semua buah dan pohon untuk bertumbuh sebelum ada manusia yang akan mengusahakannya.
Dengan kata lain, Tuhan menahan Pertumbuhan, kemajuan sebelum ada manusia yang mengusahakannya. Pertumbuhan datang karena kita bekerja menumbuhkan apa yang Tuhan percayakan.
Dunia berputar sesuai dengan hukum dan prinsip yang sudah ditetapkannya.
Beriman saja tidak akan membuat semua pohon bertumbuh, perlu kerja. Bagi kita yang sedang mengalami kesulitan di masa pandemi ini, saya berharap bahwa kita tidak hanya sekedar beriman dan berdoa saja, karena kita perlu untuk mengerjakan dan mengusahakan Pertumbuhan bisa datang, percayalah bahwa apapun yang kita butuhkan, benihnya sudah Tuhan tempatkan di dalam hidup kita.
Supporting Verse – Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar. Amsal 13:22 TB
Kita harus mengerti bahwa beriman saja tidak cukup untuk mengharapkan kekayaan orang berdosa berpindah kepada kita. Faktanya, banyak diantara kita yang sampai hari ini masih mengalami kesulitan, dan oleh karena itu diperlukan hikmat.
Apalagi kalau kita sadar bahwa Tuhan sudah memberikan kita benih. Maka disaat kita bekerja sesuai ketetapan dan prinsip yang ada, Tuhan akan menurunkan hujan dalam hidup kita.
Benih selalu kecil dan diabaikan oleh banyak orang, tetapi jika kita mau memberikan perhatian kepada ide dan benih yang sudah Tuhan tempatkan, maka mukjizat dan terobosan bisa terjadi.
Disaat kita berdoa, Tuhan akan memberikan benih dan ide yang ada di dalam hati kita untuk kita kerjakan. Percayalah, Tuhan akan menurunkan hujan dan perkenanan, dan akan menghasilkan buah dan Pertumbuhan dalam hidup kita.
When you pray for financial breakthrough, God will give you seeds to grow.
Selain growth, berikutnya adalah Nilai atau Value. Banyak diantara kita yang salah menempatkan value di dalam kehidupan.
Diperlukan hikmat dan pengertian untuk menata dan mengelola kehidupan sehingga kita tidak salah menentukan nilai didalam apapun yang datang dalam kehidupan.
Supporting Verse – Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apa pun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya. Amsal 8:11 TB
Apakah gunanya uang di tangan orang bebal untuk membeli hikmat, sedang ia tidak berakal budi? Amsal 17:16 TB
Of what use is money in the hand of a [self-confident] fool to buy skillful and godly Wisdom–when he has no understanding or heart for it? Proverbs 17:16 AMPC
Apakah kita setuju dan menjalankan ini? Bahwa Hikmat lebih berharga daripada permata?
Punya uang untuk membeli hikmat dan keahlian orang lain pun tidak ada gunanya, kita suka berkata bahwa “Money is Power”, tetapi itu akan sia-sia jika pada kenyataannya kita tidak punya kemampuan untuk memahami atau mengerti hal itu.
Hikmat adalah warisan yang lebih berharga daripada kekayaan bagi anak cucumu.
Ada begitu banyak orang yang saya kenal dimana mereka ditinggalkan kekayaan materi yang luar biasa oleh orang tuanya. Sayangnya mereka tidak memiliki kemampuan, hikmat, dan pengertian untuk mengelola kekayaan itu dan akibatnya hal itu tidak bisa bertahan lama.
Tuhan itu adil, Dia tidak menciptakan orang kaya dan orang miskin. Dia hanya menciptakan manusia yang punya kesempatan yang sama. Betul bahwa ada yang lahir darj keluarga yang lebih berada karena orang tuanya sudah mengumpulkan kekayaan dengan baik, dan ada juga yang orang tuanya sebaliknya tidak meninggalkan apa-apa.
Tetapi terlepas dari kedua keadaan ekonomi itu, hikmat tidak akan menghalangi kita untuk mencapai apapun yang kita mimpikan. Dan kita tetap bisa meninggalkan sesuatu yang lebih daripada apa yang sudah kita terima dari orang tua kita kepada anak cucu kita.
Itu sebabnya Hikmat akan menolong kita untuk memahami nilai dan menghargai hal-hal yang ada dalam hidup kita, dan tidak terjebak dengan sesuai yang tidak kekal nilainya dalam kehidupan.
Selain Order, Growth dan Value, saya juga ingin memberikan salah satu ayat favorit saya di Amsal.
Supporting Verse – Hikmat memberikan kepadamu umur panjang, kekayaan dan kehormatan. Hikmat membuat hidupmu senang dan sejahtera. Orang yang berpegang teguh pada hikmat akan mengalami hidup yang sejati dan bahagia. Amsal 3:16-18 BIS
Kalau kita mencari umur panjang, kekayaan, kehormatan, bahagia, sejahtera, maka Hikmat akan menuntun kita untuk menerima semuanya.
Itu sebabnya Hikmat akan menuntunmu untuk bertemu dengan semua kerinduan hatimu.
Sebelum saya tutup, saya ingin berbagi 3 langkah sederhana bagaimana untuk menemukan hikmat dalam kehidupan :
1. Rendah Hati, Rendah hati akan menolong kita untuk mendapatkan hikmat dalam kehidupan.
Supporting Verse – Untuk memperoleh ilmu sejati, pertama-tama orang harus mempunyai rasa hormat dan takut kepada TUHAN. Orang bodoh tidak menghargai hikmat dan tidak mau diajar. Amsal 1:7 BIS
Kata takut disini adalah hormat dan bukan “fear”, Orang bodoh disini bukan berbicara memgenai orang yang tidak punya informasi atau berpendidikan. Banyak orang berpendidikan punya pengetahuan yang sangat banyak namun mereka tidak punya sikap hati yang mampu untuk menerima teguran dan ajaran.
Kerendahan hati akan membuat kita menerima terobosan dari Tuhan, dan juga memampukan kita untuk menerima masukan dan teguran, menjauhi kita dari kesombongan untuk menerima pendapat dan masukan dari orang lain.
Contohnya adalah Janda yang datang kepada Elisa karena suaminya sudah meninggal, dia berada dalam krisis keuangan yang begitu dahsyat dan disarankan oleh Elisa untuk meminta bejana kepada tetangganya.
Dikatakan bahwa pada saat dia mengumpulkan bejana yang ada, benih yang sedikit dan berupa minyak yang ada dituangkan ke dalam bejana itu, dan minyak itu bisa dikumpulkan sampai tidak ada bejana lagi yang tersisa untuk menampungnya.
Jangan terlalu sombong untuk meminta bantuan kepada orang disekitar kita. Orang benar tidak perlu meminta-minta, tetapi orang benar juga tidak perlu merasa malu untuk meminta tolong. Kalau kita orang benar, pasti banyak sekali orang disekeliling kita yang ingin sekali membantu karena kita adalah tanah yang subur untuk mereka taburkan benih bantuan.
Supporting Verse – Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: “Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan Tuhan . Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya.” Jawab Elisa kepadanya: “Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.” Berkatalah perempuan itu: “Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.” Lalu berkatalah Elisa: “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!” Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: “Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi,” tetapi jawabnya kepada ibunya: “Tidak ada lagi bejana.” Lalu berhentilah minyak itu mengalir. Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: “Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.” 2 Raja-raja 4:1-7 TB
2. Rajin
Supporting Verse – Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu. Amsal 10:4-5 TB
Kalau kita tidak rajin untuk mendatangkan pertumbuhan, maka kemiskinan bisa datang karena kita yang menghadapi konsekuensinya. Masalahnya adalah kita tidak mau rajin untuk menumbuhkan benih atau ide yang ada dalam hidup kita.
Jika dengan kisah si Janda diatas, mungkin akan lebih gampang jika Tuhan menjatuhkan drum-drum minyak kepada Janda itu, tetapi Tuhan tidak bekerja seperti itu, Dia melipatgandakan ide atau benih yanh diperkerjakan oleh Janda tersebut.
Saya berharap dan berdoa agar hal yang sama bisa terjadi dengan kita, ide yang kecil, rajinkan dan tekuni itu, dan lihat bagaimana Tuhan bisa memerdekakan kita.
3. Tuhan.
Kita perlu Tuhan, karena Hikmat berasal dari Takut kepada Tuhan dan juga Hubungan kita KepadaNya.
Supporting Verse – Kabarnya, hikmat ada pada orang yang tinggi umurnya, tapi hikmat dan kekuatan ada pada Allah saja. Konon pengertian ada pada orang yang lanjut usia, namun pengertian dan wewenang ada pada Allah jua! Ayub 12:12A BIS
Do you think the elderly have a corner on wisdom, that you have to grow old before you understand life? “True wisdom and real power belong to God; from him we learn how to live, and also what to live for. Job 12:12-13 MSG
Hidup yang penuh dengan kepuasan adalah karena menghidupi Rencana Tuhan. Saya berdoa agar kita tidak mendapati hikmat untuk mengerti bagaimana untuk hidup dengan baik, tetapi juga mengerti dan memahami untuk apa kita hidup.
Tanpa Tuhan dan tanpa berhubungan DenganNya, kita tidak akan pernah mengerti tujuan kita diciptakan dan berada. Doa saya adalah apa yanh saya bagikan tidak hanya menjadi sekedar informasi atau pengetahuan tambahan, biarlah Roh Kudus yang bisa mengurapi kita semua, menjadikan ini Hikmat agar tidak hanya menolong kita untuk keluar dari tantangan yang ada, tetapi juga memberikan pertumbuhan, damai sejahtera, kebahagiaan yang uang tidak bisa berikan.



