Berjaga-jaga dan Berdoa By Ps. Jeffrey Rachmat

JPCC Online Service (4 July 2021)

Salam damai sejahtera untuk kalian semua di JPCC. Saya harap kalian semua dalam keadaan baik dan sehat, jasmani maupun rohani. Kita masih berada di musim pandemi. Bahkan, seperti yang kalian ketahui, keadaan sekarang ini tidak lebih baik. Itu sebabnya, diperlukan kerjasama dari semua pihak, termasuk dari kita semua untuk berpartisipasi dalam memerangi pandemi ini. Dengan tetap menjaga protokol kesehatan, serta melakukan vaksinasi, dan untuk sementara waktu tetap tinggal di rumah, jika memang tidak ada keperluan yang mendesak.

Untuk kalian yang sedang mengalami sakit atau terpapar virus Corona, baik yang sedang isolasi mandiri, maupun yang berada di rumah sakit, saya berdoa agar damai sejahtera Tuhan yang melampaui segala akal itu, memelihara hati dan pikiran kalian. Kiranya kuasa Roh Kudus bekerja dalam tubuh kalian, membawa kesembuhan dan pemulihan total. Darah Yesus melindungi kalian semua dari maut, sehingga kalian dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga di rumah.

Sebelum saya menyampaikan apa yang harus saya sampaikan,saya ingin membagikan apa yang saya dapatkan dari Mazmur 23 kepada kalian, khususnya untuk kalian yang sedang mengalami masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Opening Verse – Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Mazmur 23:1-4 TB

Mazmur 23 diawali dengan pernyataan Daud, bahwa Tuhan adalah gembalanya (aku). Dan kemudian Daud mulai menceritakan apa yang Tuhan lakukan untuk dia. Dan dalam penulisannya, Daud selalu memakai kata “Ia”,untuk menggambarkan Tuhan, di tiga ayat pertama.

Namun kemudian, Daud mengubah kata “Ia” menjadi “Engkau”; dari sebutan untuk orang ketiga, menjadi sebutan untuk orang kedua, dimulai dari ayat yang ke-4. Ayat yang ke-4 berbunyi demikian, —dalam Mazmur 23 (TB)—Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Ini menunjukkan adanya perubahan dalam hubungan Daud dengan Tuhan. Tuhan bukan lagi ”Ia”, yang jauh, namun adalah Tuhan, [yang] menjadi “Engkau”, yang dekat.

Tuhan menjadi lebih dekat justru ketika Daud berjalan melalui lembah kekelaman. Dalam bahasa Inggris, “lembah kekelaman” diterjemahkan lebih tepat dengan bahasa aslinya,yaitu “the valley of the shadow of death” (lembah bayang-bayang maut). Jadi, bukan sekedar kegelapan biasa, tetapi dia sedang melalui deep darkness (masa kekelaman yang luar biasa), di mana bayangan kematian mengintai.

Dan justru ketika Daud melewati masa itu, Daud katakan bahwa dia tidak takut bahaya, karena dia menemukan penyertaan Tuhan yang luar biasa. “Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku,” kata Daud. Dan ini juga menjadi doa saya untuk kalian yang sedang berada dalam masa krisis, atau dalam masa kritis, baik secara kesehatan, maupun dalam bisnis, ataupun dalam hubungan keluarga, di manapun kalian sekarang berada.

Seolah-olah kalian sedang melewati lembah bayang-bayang maut, dimana kalian tidak yakin, apakah kalian masih bisa bertahan atau tidak. Bahwa dalam masa inilah kalian akan dapat melihat penyertaan Tuhan yang luar biasa. Yesus adalah gembala yang baik! Kalian tidak perlu takut bahaya, sebab Dia berjanji akan selalu menyertai. Dan saya berdoa agar justru di masa kekelaman ini, kalian mendapatkan pengalaman yang luar biasa, yang menyebabkan hubungan kalian dengan Tuhan Yesus, menjadi lebih dekat lagi.

Kalian sungguh merasakan bahwa Dia bukan Tuhan yang jauh, tetapi Tuhan yang selalu dekat dan tidak pernah meninggalkan. Yang percaya dengan saya katakan, ’amin’. Tepat hari ini, JPCC merayakan ulang tahun yang ke-22. Hati saya meluap dengan ucapan syukur atas penyertaan Tuhan yang luar biasa, selama 22 tahun ini. Dimulai dari sebuah visi untuk membangun generasi bintang, buat kemuliaan nama Tuhan. Dimulai hanya dengan mimpi, sebuah angan-angan, dan sekarang lihatlah apa yang Tuhan sudah dan sedang lakukan.

Satu hal yang saya tahu pasti, bahwa ini bukan karena kuat dan gagah manusia, tetapi semuanya ini hanyalah karena pekerjaan Roh Kudus, di dalam dan melalui kita semua. Saya ingin mengambil kesempatan untuk berterima kasih,untuk semua dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Semua doa yang dinaikkan, semua tenaga yang dikeluarkan, materi yang disumbangkan untuk membangun rumah Tuhan yang kita cintai ini.

Kepada semua pastors dan keluarga mereka, terutama anak-anak mereka, terima kasih! Untuk semua pemimpin, staf, baik yang “full time” maupun yang “full heart”, kepada para volunteers, Tuhan memberkati kalian semua. Terima kasih untuk apa yang sudah kalian berikan kepada gereja Tuhan. Bagi Tuhanlah semua kemuliaan, hormat dan pujian kita naikkan. Mari kita jaga dengan menghormati dan menyayangi apa yang Tuhan sudah buat untuk kita.

Di bulan Juli ini, kita membahas tentang “Dealing with The Flesh”,atau berurusan dengan daging. Sebab kita semua masih manusia dan hidup di dalam daging. Supaya kita semua jelas dengan apa yang dimaksudkan dengan daging, mari kita buka ayat berikut.

Supporting Verse – dikatakan, Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu– seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Galatia 5:19-21 (TB)

Perhatikan, keinginan daging ini tidak hilang pada saat kita menjadi ciptaan yang baru. Bahkan, selama kita masih hidup di dalam tubuh daging ini, maka kita akan berhadapan dengan keinginan daging. Tetapi, berita baiknya adalah, bahwa kita tidak perlu tunduk kepada keinginan daging. Karena, sebagai ciptaan baru, kita diberi kuasa oleh Tuhan untuk menjadi anak Allah. Roh Kudus diutus untuk menolong dan memimpin kita, supaya kita bukan hanya tidak tunduk kepada keinginan daging, tetapi [juga] dapat menghasilkan yang namanya “buah roh”.

Supporting Verse –  Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Galatia 5:22-23 (TB)

Rasul Paulus dengan jelas mengatakan, Jadi inilah nasihat saya kepada setiap kalian:

Hiduplah dengan taat kepada pimpinan Roh Kudus. Dengan demikian kamu tidak lagi memuaskan keinginan-keinginan badanimu yang jahat. Karena keinginan badani kita selalu berlawanan dengan keinginan Roh Kudus, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan badani kita. Karena keduanya saling bertentangan, dan keduanya ada di dalam diri kita masing-masing. Jadi kita tidak bisa hidup sesuka hati kita. Galatia 5:16-17 (TSI)

Saya ulangi sekali lagi, karena penting untuk kita mengerti,karena keduanya saling bertentangan— keinginan daging dan keinginan roh—dan keduanya ada di dalam diri kita masing-masing, jadi kita tidak bisa hidup sesuka hati kita. Keinginan daging selalu berlawanan dengan keinginan roh; dan keduanya ini ada dalam diri kita yang percaya Yesus, sehingga terus-menerus menimbulkan tekanan dalam diri kita.

Nah, mestinya, kalau kita sadar, bahwa ini akan kita alami terus-menerus selama kita hidup, maka kita harus tahu, apa gejalanya dan bagaimana cara mengatasinya. Itu sebabnya dikatakan, bahwa kita tidak dapat hidup sesuka hati kita. Disadari atau tidak, dalam hidup kita akan mengalami yang namanya ketegangan atau tekanan. Atau yang mungkin lebih dikenal, sebagai tension (tekanan).

Tension bukanlah problem. Banyak orang yang tidak mengerti bedanya antara problem (masalah) dengan tekanan (tension). Kalau kita tidak dapat membedakan yang mana problem dan yang mana tension, baik itu dalam bisnis, dalam pekerjaan, dalam pernikahan, maupun di dalam pelayanan, maka tidak heran, banyak diantara kita yang stres dan jadi frustrasi.

Problem itu bisa diselesaikan, dan kalau sudah dapat jalan keluarnya, maka problem akan hilang dan tidak kembali lagi. Sedangkan tekanan, tidak dapat dihilangkan. Tekanan akan selalu ada!Itu sebabnya, tekanan harus dikendalikan.

Sama seperti tekanan darah, atau yang sering kita bilang dengan ”tensi” dalam tubuh kita. Tekanan darah tidak bisa dihilangkan, tetapi harus selalu diatur. Kita ini dikatakan sehat, kalau tekanan darah kita ada dalam kondisi yang diharapkan. Di dalam pernikahan contohnya: pasangan suami istri akan selalu berhadapan dengan yang namanya tension. Perbedaan pria dan wanita akan membawa ketegangan tersendiri dalam hubungan pernikahan. Perbedaan ini ada di setiap pernikahan, dan perlu untuk diketahui, serta dikelola dengan baik.

Namun dalam konseling pernikahan, seringkali pasangan suami istri datang membawa tension dalam hubungan mereka, dan meminta untuk diselesaikan. Suatu permintaan yang tidak bisa dikabulkan! Ketegangan bukanlah hal yang buruk. Bahkan, tension baik adanya dan bisa dinikmati. Alat-alat musik seperti gitar, bass, biola,hanya dapat dimainkan kalau senarnya ada dalam ketegangan yang diharapkan.

Itu sebabnya, setiap kali, seorang pemusik harus memeriksa ketegangan senar alat musik mereka,sebelum mereka mainkan. Demikian juga tension dalam hubungan suami istri adalah hal yang biasa dan bisa dinikmati, namun harus dikelola dengan baik. Dan kepandaian kita mengatur ketegangan dalam pernikahan, menentukan kesehatan pernikahan kita. Demikian juga kepandaian kita mengatur tension dalam bisnis, menentukan kesehatan bisnis kita.

Sama halnya juga dalam pekerjaan, dalam pelayanan dan lain sebagainya. Kemampuan kita untuk mengatur ketegangan atau tekanan, akan mendewasakan kita. Jadi, kita bukan hanya harus dapat membedakan mana problem dan mana tension, tetapi juga harus pandai dalam mengatur tension dalam hidup kita, sehingga kita tetap sehat dan kuat. Keinginan daging dan keinginan roh yang ada di dalam kita, sebagai orang percaya, adalah salah satu tension yang harus kita kendalikan. Nah, bagaimana caranya?

Supporting Verse – Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Matius 26:36-41 (TB)

Kita baca tadi, bahwa Yesus membawa tiga orang murid untuk menyertai Dia. Tetapi, mengapa Yesus hanya mengatakan: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga, satu jam dengan Aku?”,kepada Petrus saja? Nah, supaya jelas, mari kita baca beberapa ayat sebelumny :

Supporting Verse – Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.” Petrus menjawab-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Kata Petrus kepada-Nya: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lainpun berkata demikian juga. Matius 26:30-35 (TB)

Jadi ada kejadian sebelumnya, di mana Yesus mengatakan, bahwa malam itu, semua murid-murid-Nya akan tergoncang imannya dan tercerai-berai dan menggenapi nubuatan Nabi Zakaria, sebenarnya. Tetapi Petrus menentang pernyataan Yesus tersebut, dengan mengatakan bahwa dia tidak akan tergoncang imannya; sekalipun harus mati, dia tidak akan menyangkal Yesus.

Kedengarannya hebat, kedengarannya heroik, tetapi kenyataannya, Petrus yang sama, tidak mampu berjaga-jaga satu jam saja sementara Yesus sedang berdoa; malah dia ketiduran. Keinginannya besar, tetapi kenyataan berbicara berbeda. Bukankah hal yang sama sering kita hadapi? Kemauan kita besar, semangat kita tinggi, maksud kita baik, tetapi pada saat kita berhadapan dengan kenyataan, hasilnya berbeda.

Yesus katakan, roh memang penurut tetapi daging lemah. Roh memang penurut, tetapi daging kita lemah, jelas ini menciptakan tekanan tersendiri dalam hidup kita sebagai orang percaya. Dan kita harus belajar, untuk mengelolanya dengan baik. Bukankah sering kita masuk ke dalam penyesalan, karena kita justru melakukan yang tidak mau kita lakukan? Kita tahu yang benar, tetapi yang salah yang kita perbuat.

Inilah sebabnya, kita tidak dapat hidup sesuka hati kita sendiri. Tetapi, sebagai orang percaya kita harus belajar untuk mengikuti pimpinan Roh Kudus,yang akan membawa kita kepada hidup dan damai sejahtera.

Supporting Verse – Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Roma 8:5-6 (TB)

Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Yohanes 17:14-15 (TB)

Berhenti sampai di sini dulu. Dalam doa-Nya, Yesus tidak meminta untuk kita diambil dari dunia. Nah, kata “dunia” di sini diambil dari kata “cosmos” (kosmos). Kosmos bukan menunjukkan sebuah lokasi, tetapi artinya, dunia dalam tatanan sosial; seperti dunia pendidikan, dunia politik, dunia entertainment, dunia ekonomi dan lain sebagainya.

Artinya, Yesus mau kita tetap ada di dalam tatanan sosial, di dunia ini,untuk menjadi garam dan terang di sana; untuk menjadi kesaksian akan kasih dan kemurahan Tuhan buat dunia ini. Namun pada saat yang bersamaan, Yesus juga tahu kenyataan bahwa ada kuasa lain yang bekerja di dunia ini. Itu sebabnya, Dia berdoa agar kita dilindungi dari yang jahat.

Kata “jahat” di sini diambil dari kata “poneros”, yaitu kuasa jahat yang bekerja untuk melemahkan dan menggagalkan misi yang Tuhan mau untuk kita kerjakan. Rasul Paulus juga mengungkapkan hal yang sama dalam kitab Efesus 15.

Supporting Verse – Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Efesus 5:15-16 (TB)

Nah, di sini kita dapatkan lagi “poneros”, kuasa yang bekerja untuk melawan kita. Kemudian, ayat 17 dikatakan

Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Efesus 5:15-17 (TB)

Nah, bagaimana mengerti kehendak Tuhan? Kita sudah belajar bulan lalu, yaitu dimulai dari renewing our mind (memperbarui cara kita berpikir), dan belajar kebenaran firman Tuhan dan mengikuti pimpinan Roh Kudus. Sebab yang kuasa jahat inginkan adalah untuk kita mengikuti keinginan daging—itu yang kuasa jahat inginkan— bukan mengikuti keinginan roh.

Supporting Verse –  Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia Yohanes 17:16 TB

Kemudian Yesus katakan dalam doa-Nya, Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Sebagai ciptaan baru, kita harus sadari bahwa kita mempunyai kewarganegaraan yang berbeda. Meskipun kita tinggal di dunia ini, tetapi kita bukan dari dunia ini; sama seperti Yesus bukan dari dunia ini. We live in this world but we are not of this world. We are on a mission; kita ini mempunyai misi di dunia ini.

Kita sudah diperingatkan akan adanya tekanan yang akan kita alami selama kita berada di dunia ini, menjalankan misi buat Tuhan, menjadi garam dan terang dunia. Bahwa ada kuasa jahat yang bekerja untuk menggagalkan setiap usaha kita.

Pertanyaannya, apakah kita perlu takut? Sama sekali tidak! Karena beberapa alasan.

  • Pertama,karena Yesus sudah berdoa untuk kita kepada Bapa, agar kita dilindungi.
  • Kedua, karena kita sudah diperlengkapi dengan kuasa Roh Kudus.

Supporting Verse – Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Kisah Para Rasul 1:8 (TB) 

  • Ketiga, karena Dia yang ada di dalam kita, jauh lebih besar daripada yang ada di dunia ini.

Supporting Verse– Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. 1 Yohanes 4:4 (TB)

Jadi kita tidak perlu takut terhadap kuasa jahat yang bekerja di dunia ini. Namun, bukan berarti kita bisa hidup seenaknya! Justru kalau kita sadar dan melihat bahwa kuasa jahat itu bukanlah problem, tetapi merupakan tension, maka kita harus ekstra hati-hati, tidak boleh menjadi lengah. Itu sebabnya, Yesus katakan kepada Petrus, di taman Getsemani: “Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan!”

Kata “berjaga-jaga” artinya memberikan perhatian dengan sungguh-sungguh, berhati-hati dan aktif melindungi diri sendiri. Kira-kira sama seperti keadaan di mana kita berada saat ini. Kita tahu bahwa ada virus di sekitar kita yang berusaha untuk mencuri kesehatan kita. Untuk itu, kita harus aktif, dengan memberikan perhatian sungguh-sungguh seperti menjaga protokol kesehatan, sehingga meskipun virus korona itu tidak kelihatan dan ada di mana-mana, namun kita tidak perlu terpapar dan jatuh sakit, kalau kita selalu berhati-hati, dengan selalu mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker dengan benar, menghindarkan diri dari kerumunan atau keramaian, dan mengurangi mobilitas.

Kita berjaga-jaga dengan memperhatikan dengan sungguh bagaimana kita hidup, memperhatikan apa yang menjadi prioritas kita, apa yang kita anggap penting dan bernilai yang perlu kita selalu jaga. Kita melindungi diri dengan tertanam di rumah Tuhan, menjadi bagian dari komunitas atau kalau di JPCC dinamakan D.A.T.E., dan kita melindungi diri dengan taat akan firman Tuhan, yang merupakan kebenaran yang selalu menguduskan kita.

Selain berjaga-jaga, Yesus katakan, “Berdoalah!” Berdoa tandanya bahwa kita bergantung tidak kepada kekuatan kita sendiri. Berdoa artinya, kita berkomunikasi dengan Tuhan. Berdoa menandakan bahwa kita butuh Tuhan, dalam hidup kita. Berdoa itu ibaratnya meningkatkan imun sistem kita,sehingga kita kuat dalam menghadapi kuasa jahat. Jadi, untuk menjalankan misi Tuhan buat kita, di dunia ini,kita perlu belajar untuk melindungi diri bukan memisahkan diri dari dunia ini.

Banyak anak-anak Tuhan yang punya kemauan baik. Mereka ingin membawa perubahan, menjadi saksi buat Kristus. Mereka ingin menjadi bintang di dunia, di mana mereka berada, baik itu dalam dunia entertainment, dunia bisnis, dunia politik dan lain sebagainya. Mereka ingin menjadi garam dan terang, tetapi mereka tidak sadar bahwa ada kuasa jahat atau poneros, yang juga bekerja untuk menggagalkan usaha mereka.

Mereka tidak belajar untuk mengendalikan tension yang ada, dengan berjaga-jaga, berdoa, dan melindungi diri mereka sendiri. Sehingga akibatnya, mereka malah jatuh ke dalam pencobaan dan berbuat dosa, sebab kenyataan tidak seperti yang mereka harapkan. Dan yang terakhir, mari kita buka kitab Matius.

Supporting Verse – “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Matius 10:16 (TB)

Ini adalah gambaran yang sangat jelas yang Yesus berikan untuk kita sebagai anak-anak Tuhan, agar kita tidak hidup lengah, namun selalu berjaga-jaga dan berdoa. Coba bayangkan! Bagaimana kehidupan seekor domba di tengah-tengah serigala?

Yang pasti, ini menciptakan ketegangan yang luar biasa! Dan bagaimana mengatasinya? Yesus katakan, ”Hendaklah kamu cerdik seperti ular,dan tulus seperti merpati.”

Cerdik itu bicara tentang pola pikir, sedangkan tulus itu bicara mengenai keadaan hati. Ada orang-orang yang cerdik tetapi tidak tulus hatinya. Mereka suka menipu dan merugikan orang lain. Ada juga orang tulus hatinya tetapi tidak cerdik, sehingga mereka mudah ditipu dan terlihat bodoh.

Jadi buat kalian semua yang di JPCC,hari ini, kita sudah belajar banyak.Saya berdoa, agar ini semua memberkati dan memperlengkapi kalian semua. Belajarlah mengendalikan tension, mengendalikan tekanan. Roh memang penurut, tetapi daging lemah. Itu sebabnya, jangan hidup sesuka hatimu. Belajarlah hidup menuruti pimpinan Roh Kudus, sambil selalu berjaga-jaga dan berdoa.

Jadilah cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati, supaya kita dapat terus menjalankan misi Tuhan di dunia ini, menjadi generasi bintang, untuk kemuliaan nama Yesus. Tuhan Yesus memberkati kalian semua. Amin.

P.S : Hi Friends! I need a favor, please do let me know if any of you know a freelance opportunity for a copywriter (content, social media, press release, company profile, etc). My email is vconly@gmail.com, Sharing is caring so any support is very much appreciated. Thanks much and God Bless!