JPCC Kota Kasablanka Service 1 (16 December 2019)
Opening Verse – Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima d menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa ! Galatia 4:4-6 TB
Hari-hari ini kita disibukan dengan begitu banyak Perayaan Natal dengan teman-teman di kantor, komunitas dan kerabat terdekat kita. Tetapi pagi hari ini saya ingin memberitahukan mengapa Yesus datang ke dunia ini.
Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa “Dia yang lahir dari perempuan haeus takluk dengan Hukum Taurat, Dia diutus untuk menebus mereka supaya kita diterima menjadi Anak”. Tuhan mau hubungan kita dengan Dia seperti seorang Bapa dengan Anak, bukan seperti hubungan antara Boss dengan bawahannya, tetapi lebih merupakan hubungan keluarga antara Bapa dengan AnakNya.
Yesus diutus ke dunia ini untuk menebus kita, agar kita bisa diterima sebagai Anak, supaya kita diadopsi menjadi Anak. Sebagian besar dari kita tidak mengerti akan hal ini sampai kita mengerti perasaan anak yang diadopsi. Inilah yang mau saya beritakan kepada kita semua.
Seorang anak yang diadopsi mendapatkan masa depan yang baru, sebelumnya mungkin dia tidak berani bermimpi, tetapi setelah dia diadopsi ke dalam bagian keluarga yang baru, dia mulai berani untuk bermimpi besar.
Dia sekarang mempunyai orang tua, mendapatkan kasih sayang dan juga bisa tinggal di dalam rumahnya sekarang, tempat dimana dia bisa pulang setelah bepergian. Dia juga punya identitas yang baru, bisa memakai nama belakang dari keluarga yang mengangkatnya dan bahkan juga bisa menjadi ahli waris dari keluarganya. Anak yang diadopsi juga menemukan budaya yang baru dari orang tua dan keluarga yang menerima dirinya.
Itulah yang Yesus lakukan disaat Dia datang ke dunia ini, dengan misi untuk menebus dosa dengan jalan menggenapi semua Hukum Taurat agar kita bisa bisa punya jalan untuk diterima sebagai Anak, dan mempunyai identitas yang baru, supaya kita bisa mempunyai mimpi yang besar untuk masa depan kita.
Kita juga akan punya keluarga supaya kita bisa diterima sebagaimana adanya, mempunyai nilai dan budaya yang baru disaat kita menerima Yesus sebagai juru selamat. Jika kita percaya kepada Yesus, Roh Kudus akan memasuki hati kita, sehingga kita bisa memanggil Yesus sebagai Bapa.
Bapa berarti Sumber, dalam pengertian darimana seorang anak berasal dan juga tempat bagi anak datang untuk mendapatkan apa yang dia butuhkan. Itulah peran seorang Bapa, agar anak bisa datang kepadaNya untuk mendapatkan jawaban disaat anak mempunyai sebuah pertanyaan.
Seorang Bapa menyediakan semua kebutuhan disaat anaknya membutuhkan sesuatu, dan juga melindungi dirinya dari hal jahat. Bapa juga akan membantu disaat anak membutuhkan pertolongan, dan juga membantu mengarahkan masa depan anaknya.
Peranan seorang Bapa juga untuk memberikan nasehat kepada anaknya, itu sebabnya disaat Yesus hadir di dunia, Muridnya bertanya bagaimana seharusnya cara mereka berdoa.
Yesus berkata bahwa doanya bisa dimulai dengan “Bapa Kami yang di Surga..”. Jadi, secara pola sudah begitu jelas agar kita bisa kembali diterima dengan Bapa di surga.
Bapa seharusnya menjadi “A Go to Person in time of needs”, dan menjadi Figur yang bisa diteladani. Dia menaruh Roh Kudus di dalam diri kita, agar kita mampu untuk memanggilnya sebagai Bapa. Dia mau agar kita mempunyai masa depan yang baik, itulah Bapa kita di Surga.
Tentu saya tidak tahu bagaimana pengalaman kita dengan “Bapa yang ada di dunia ini”, karena begitu banyak yang dipanggil Ayah atau Bapa, tetapi tidak semua menjalankan perannya sebagai seorang Bapa, karena antara panggilan dan peran adalah dua hal yang sangat berbeda.
Itu sebabnya Paulus katakan di dalam salah satu suratnya, bahwa kita mengenal banyak pengajar tetapi hanya sedikit yang bisa menjadi Bapa dan bisa diteladani hidupnya.
Supporting Verse – Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku! 1 Korintus 4:15-16 TB
Sulit untuk menjadi seorang Bapa, Kita senang dipanggil menjadi Bapa atau Ayah oleh anak kita, tetapi banyak dari kita tidak tahu arti yang sebenarnya. Disaat kita menerima Yesus sebagai Juru Selamat, Kita punya Bapa di Surga yang sangat mengasihi kita dan Dia rindu agar kita punya hubungan yang dekat denganNya.
Supporting Verse – Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Lukas 11:11-13 TB
Sebaik-baiknya diri kita sebagai seorang Bapa, Tuhan bisa melihat bahwa kita jahat, tetapi kita yang jahat dan kejam sekalipun tahu bahwa disaat anak kita meminta sesuatu, kita akan berusaha memberikan yang terbaik, karena itu apalagi dengan Bapa kita yang di surga?
Dia akan memberikan Roh Kudus kepada orang percaya untuk memberikan kita gambaran yang benar tentang seorang Bapa.
Supporting Verse – Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah. Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya? Galatia 4:7-9 TB
Hamba selalu ada diluar dan tidak selalu diikutkan, tetapi Anak selalu diikutkan dan diperhitungkan. Ada perbedaan yang jauh antara mengenal dan dikenal oleh Tuhan. Banyak orang berkata bahwa mereka mengenal Tuhan, tetapi lebih hebat lagi jika kita dikenal oleh Tuhan, dan ini hanya bisa terjadi jika RohNya ada di dalam diri kita, maka Tuhan akan mengenali kita, dan ini semua dimungkinkan karena Yesus datang ke dunia dan ini adalah hal yang begitu luar biasa dan patut kita syukuri.
Mengapa Yesus melakukan semua ini? KasihNya adalah satu hal yang membuat dia mau melakukan ini.
Sama seperti halnya seorang calon orang tua yang begitu kesengsem dan mengasihi anak yang akan diadopsi olehnya. Sepasang suami istri ini akan melakukan segala sesuatu untuk mengadopsi sang anak, dan jika sepasang suami istri ini saja rela dan bisa melakukan itu, bayangkan Kasih Tuhan akan kita semua yang tidak layak, dan dikasihi sebegitu rupanya sampai dengan mengutus AnakNya sendiri. Itulah pernyataan Kasih yang luar biasa dan perlu kita ingat setiap Hari Raya Natal.
Closing Verse – Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16 TB



