JPCC Online Service (12 July 2020)
Pesan Tuhan hari ini saya berikan Judul “Journey of Purpose”, Perjalanan Tujuan. Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk berpikir ulang mengenai purpose atau tujuan hidup. Bahkan di dalam Krisis-pun, Tuhan bisa memperjelas Tujuan Hidup kita karena mengenali tujuan hidup adalah satu hal, menghidupinya adalah hal lainnya.
Opening Verse – “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.” Kolose 1:15-17 TB
Setiap kita diciptakan dalam Dia, oleh Dia, dan untuk Dia. Hidup kita adalah tentang Tuhan yang memakai kita untuk rencana dan tujuanNya, bukan sebaliknya.
Kita tidak menggunakan Tuhan untuk mencapai impian dan harapan kita, karena kita adalah instrumen untuk mencapai tujuan Tuhan bagi hidup kita.
Tuhan sangat tertarik untuk kita mengenali tujuan tersebut, bahkan melebihi usaha kita untuk mencarinya.
Supporting Verse – “Orang-orang yang masih hidup sesuai kelemahan manusia, tujuan hidup mereka untuk memuaskan keinginan diri sendiri. Tetapi orang yang bergantung kepada Roh Kudus ditolong oleh-Nya untuk pikir sesuai kehendak-Nya.” Roma 8:5 AMD
Bila hidup kita adalah tentang menggenapi tujuan Tuhan bagi hidup kita, maka Tuhan jugalah yang akan memastikan bahwa segala sesuatu dalam hidup kita akan mengarahkan kita kepada tujuan itu. Selama kita tetap menjadikan hidup kita tentang Tuhan, dan bukan tentang kita.
Supporting Verse – “Sekarang kita boleh yakin bahwa bagi semua kita yang mengasihi Dia, Allah selalu mengatur segala hal yang kita alami dan hadapi, supaya hal-hal itu menghasilkan kebaikan. Karena kita adalah orang-orang yang telah dipilih oleh-Nya sesuai dengan rencana-Nya.” Roma 8:28 AMD
“And we know that all things work together for good to those who love God, to those who are the called according to His purpose.” Romans 8:28 NKJV
Sepertinya Paulus ingin berkata bahwa akan lebih mudah bagi kita untuk melewati krisis dan menanggung penderitaan ketika kita memiliki tujuan hidup yang datang dari Tuhan.
Ada 2 prinsip agar ayat Roma 8:28 bisa berlaku dalam hidup kita.
1. Hidup adalah untuk melakukan tujuan Tuhan dalam hidup kita (Kita adalah alat atau instrumenNya). Bukan Tujuan kita, tetapi Tujuan Tuhan dalam hidup kita.
2. Respons dalam mengenali dan menghidupi tujuan adalah terus mengasihi Tuhan (yaitu tetap melakukan apa yang benar di mata Tuhan).
Tujuan Tuhan dan Mengasihi Tuhan, Ada satu tokoh di Alkitab yang selalu menghidupi 2 prinsip diatas. Dalam analogi Golf yang Ps. Jeffrey sampaikan minggu lalu, Tokoh Alkitab ini melewati Par 3, Par 4 dan Par 5. Dia melewati begitu banyak penderitaan sampai akhirnya Tujuan Hidupnya bisa termanifestasi. Dia adalah Yusuf.
Kita akan mencermati kehidupan Yusuf dan bagaimana perjalanan tujuan hidupnya melewati beberapa fase.
Fase yang pertama, adalah Preparation atau Persiapan. Kisah Yusuf dimulai sejak Ia muda dan berusia 17 tahun. Tuhan sudah melihat dan mempersiapkan Yusuf melalui kesetiannya menggembalakan kambing dombah ayahnya.
Supporting Verse – “Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun — jadi masih muda — biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.” Kejadian 37:2 TB
Sejak kecil, Yusuf terbiasa untuk hidup dengan benar dan selalu menceritakan kepada ayahnya apabila saudara-saudaranya melakukan kejahatan. Mungkin prilaku ini yang membuat dia menjadi kesayangan ayahnya. Tujuan Tuhan bagi hidup yusuf diawali dengan dua buah mimpi, yang isinya sama bahwa suatu hari dia akan menjadi penguasa, termasuk atas seluruh keluarganya. Bahkan di mimpi tersebut dikatakan bahwa seluruh keluarganya akan sujud menyembahnya.
Belum jelas dikatakan kapan dan dimana dia akan berkuasa. Sejak awal, perjalanan Yusuf diwarnai dengan penolakan dari saudara-saudaranya. Karena dia adalah anak kesayangan ayahnya dan diberikan jubah yang berbeda untuk menandakan bahwa dia adalah anak favorit ayahnya.
Mereka pun menjadi semakin benci dan iri hati kepada Yusuf disaat dia menyampaikan mimpi ini kepada mereka. Yusuf tidak bisa menghindari kebencian ini karena dia tidak meminta untuk menjadi anak kesayangan ayahnya, dan juga untuk menerima mimpi dari Tuhan.
Meskipun ditolak, dia tetap menjaga hatinya dari perilaku buruk saudara-saudaranya. Ketika ayahnya meminta yusuf untuk melihat kondisi saudara-saudaranya, Yusuf tetap melakukannya meskipun dia sebenarnya bisa menolak.
Tanah Kanaan dikenal dengan daerah yang berbukit terjal dan di sepanjang perjalanan itu, banyak binatang buas yang siap menerkamnya. Dia harus berjalan lebih dari 100 km untuk melihat kondisi saudara-saudaranya.
Yusuf tetap melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan mentaati perintah ayahnya, dan tidak menjadikan kebencian saudara-saudaranya kepada dirinya sebagai alasan untuk tidak memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Dari Respon Yusuf ini kita belajar bahwa Tujuan hidup akan lebih mudah dikenali dan dihidupi dalam postur melayani.
Karena melayani mengkondisikan fokus kita untuk melampaui diri sendiri dam membantu kita untuk melihat dari perspektif yang lebih besar.
Melayani selalu dimulai dengan apa yang sudah ada di tangan kita. Penolakan yang dialami oleh Yusuf justru menjadi arah baru bagi hidupnya.
Your Rejection can be Your Redirection.
Penolakan yang kita alami justru bisa mengarahkan kita ke arah yang baru. Kita akan lihat ini terjadi dalam perjalanan tujuan Yusuf.
Fase Kedua adalah Breaking atau Penghancuran. Fase Penghancuran ego Yusuf ini terjadi ketika dia bertemu dengan saudara-saudaranya di Dotan.
Supporting Verse – Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya. Kata mereka seorang kepada yang lain: “Lihat, tukang mimpi kita itu datang! Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!” Kejadian 37:18-20 TB
Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair. Kejadian 37:23-24 TB
Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir. Kejadian 37:26-28 TB
Perilaku saudara-saudaranya seperti membuat Yusuf kehilangan hak atas dirinya sendiri dan disinilah fase penghancuran dimulai. Mereka berkonspirasi untuk “membully” Yusuf, memanggilnya Tukang Mimpi dan berusaha merusak identitas Yusuf dengan melepas jubah yang indah dari ayahnya, dan dirinya dijual sebagai budak dengan harga dua puluh syikal perak.
Dua hal yang bisa kita pelajari dalam fase ini. Pertama, agar tujuan Tuhan dapat terjadi dalam hidup kita, Dia seringkali membawa kita keluar dari zona nyaman, kepastian, dan perasaan berhak yang kita miliki.
Karena rasa nyaman, kepastian, dan perasaan berhak seringkali yang menghalangi kita untuk mengenali dan menghidupi tujuan Tuhan atas hidup kita.
Kedua, Tuhan perlu menghancuran ke”aku”an kita supaya hanya skenario terbaikNyalah yang terjadi. Tujuan Tuhan atas hidup kita selalu lebih tinggi dari skenario dan rancangan yang kita miliki.
What we think is breaking us, God is using it to strengthen us.
Fase yang ketiga adalah Distraction atau Pengalihan.
Supporting Verse – Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai Tuhan dan bahwa Tuhan membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, Tuhan memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat Tuhan ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Kejadian 39:1-5 TB
Perkenanan Tuhan menyertai Yusuf sedemikian rupa, sehingga Yusuf berubah dari seorang budak dan menjadi orang kepercayaan pengawal Raja. Dari seseorang yang dikuasai saudara-saudaranya, menjadi seseorang yang punya kuasa begitu besar, dan lalu gangguan mulai datang.
Yusuf sering digoda oleh istri Potifar untuk tidur dengannya. Tetapi sejak godaan pertama, Yusuf dengan tegas membuat batasan.
Supporting Verse – Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: “Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” Kejadian 39:8-9 TB
Kadang kuasa atau kekuasaan bisa membuat seseorang menjadi besar kepala. Tetapi tidak demikian halnya dengan Yusuf, karena meskipun kuasanya besar di kediaman Potifar, dia mengakui bahwa perkenanan Tuhanlah yang membuat Potifar mempercayai dia dengan kuasa tersebut.
Crisis reveals one’s strength, Power reveals their character.
Penolakan Yusuf terhadap ajakan istri Potifar membuat dia difitnah dan akhirnya dipenjara. Karena perkenanan Tuhan, Yusuf kembali mendapat suatu hal yang luar biasa dimana dia menjadi kesayangan dan tangan kanan dari kepala penjara.
Sewaktu dipenjara bersama juru minum dan juru roti Firaun, Yusuf juga berhasil mengartikan mimpi-mimpi mereka dengan tepat. Meskipun pada awalnya Yusuf berkata bahwa hanya Tuhan yang dapat menerangkan arti mimpi-mimpi lewat dirinya, tetapi dia berpesan kepada juru minum bahwa setelah si juru minum bebas dan kembali ke istana Firaun, dia meminta bahwa juru minum ini tidak melupakan dirinya agar dia bisa dikeluarkan di penjara sebagai balas budi karena berhasil mengartikan mimpinya.
Setelah mengalami perkenanan Tuhan beberapa kali dalam hidupnya, Yusuf mulai sombong atas kemampuannya dalam menafsirkan mimpi sehingga ia pun mulai mengandalkan manusia.
Namun Tuhan ingin agar Yusuf tegas murni dalam menjalanin dan menghidupi tujuan hidupnya.
Supporting Verse – Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya. Kejadian 40:23 TB
Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun, bahwa ia berdiri di tepi sungai Nil. Kejadian 41:1 TB
Tadinya Yusuf berharap agar dia bisa cepat keluar dari penjara, penantian dia malah bertambah dua tahun. Yang perlu kita ingat apabila Tuhan menunda, bukan berarti Dia menyangkali Janji atau RencanaNya.
Delay never thwarts God’s purpose, it only polishes His instrument – Raymond Edman
Ketika Tujuan Tuhan atas hidup kita belum sejelas yang kita harapkan, gangguan dalam bentuk godaan, kesombongan, dan penundaan sangat berpotensi untuk mengalihkan kita dari tujuan hidup kita. Oleh karena itu, yang kita pelajari dari Kisah Yusuf ini adalah jangan pernah mengakselerasi proses yang Tuhan sendiri ijinkan baik dengan mengandalkan manusia atau kekuatan sendiri, karena kita hanya akan mendapat kekecewaan jika melakukan itu.
Apa yang perlu kita lakukan?
Supporting Verse – In all your ways know, recognize, and acknowledge Him, and He will direct and make straight and plain your paths. Proverbs 3:6 AMPC
Dalam perjalanan menghidupi tujuan hidup kita, ketahui cara kerja dan bagaimana modus operandi Tuhan dan bagaumana Dia bekerja. Kenali karakterNya dalam setiap godaan, dan akui kedaulatan Tuhan bahwa Dia memegang kendali. Dia akan mengarahkan, meluruskan, dan memperjelas langkah kita.
Fase yang terakhir adalah Promotion.
Supporting Verse – Bersama-sama dengan kami ada di sana seorang muda Ibrani, hamba kepala pengawal istana itu; kami menceritakan mimpi kami kepadanya, lalu diartikannya kepada kami mimpi kami masing-masing. Dan seperti yang diartikannya itu kepada kami, demikianlah pula terjadi: aku dikembalikan ke dalam pangkatku, dan kepala juru roti itu digantung.” Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun. Kejadian 41:12-14 TB
Menarik bahwa sepertinya dua tahun sebelumnya si juru minum lupa sama sekali tentang keberadaan Yusuf, tetapi sekarang ia dipakai Tuhan untuk memberitahukan ke Firaun akan kemampuan Yusuf dalam menafsirkan mimpi.
Orang yang dulu melupakan Yusuf, orang yang sama juga menjadi bagian dalam promosi Yusuf. Inilah cara Tuhan bekerja dan jauh melebihi cara-cara yang kita pikirkan.
Tuhan memakai Yusuf untuk menafsirkan mimpi Firaun tentang 7 tahun masa kelimpahan dan 7 tahun masa kelaparan di mesir.
Supporting Verse – Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?” Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.” Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.” Kejadian 41:38-41 TB
Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir. Kejadian 41:46 TB
Firaun memanggil Yusuf dengan 3 predikat, Dia penuh dengan Roh Allah, Dia bisa menafsirkan Mimpi, Dia Berakal budi dan juga bijaksana. Dikarenakan Yusuf bisa mencari jalan keluar untuk mengantisipasi masa kelaparan dengan sistematis.
Tuhan tahu persis kapan Yusuf siap untuk mendapatkan promosi, kapan kekuasaan tidak membutakan Yusuf dan justru memakainya untuk menolong masyarakat di masa kelaparan.
Supporting Verse – Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: “Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?” Lagi katanya: “Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; pergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati.” Kejadian 42:1-2 TB
Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah. Kejadian 42:6 TB
Perlu 13 tahun sejak Yusuf diberi mimpi menjadi penguasa sampai dia menjadi perdana menteri di Mesir, perlu 20 tahun paling tidak sejak Yusuf diberikan mimpi bahwa saudara-saudaranya akan datang sujud menyembahNya dan menjadi kenyataan.
Supporting Verse – Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Kejadian 50:20 TB
Kita lihat disini bahwa dalam perjalanan mencari dan menghidupi tujuan Tuhan untuk hidup kita, jika kita terus mengasihiNya dengan melakukan apa yang benar di mataNya, semua hanya akan mendatangkan kebaikan. Ingat akan dua prinsip di Roma 8:28, yaitu tujuan Tuhan dan mengasihiNya.
Disaat kita mulai menggenapi tujuan Tuhan atas hidup kita, tidak hanya memberkati orang yang dekat dengan kita tetapi bahkan akan juga dapat memberkati orang yang jauh dengan kita. Jangkauan Tuhan jauh lebih besar dari jangkauan kita.
Baik kita yang sedang mencari atau menghidupi Tujuan Tuhan atas hidup kita. Bagi yang mencari tujuan Tuhan atas hidupnya, mulailah melayani karena jika kita tidak memulai melayani, sebenarnya kita tidak membutuhkan tujuan karena tujuan selalu lebih besar daripada diri kita sendiri.
Melayani agar fokus kita lebih dari diri sendiri dan bisa belajar untuk melihat dari perspektif yang lebih besar. Bagi yang sedang menghidupi tujuan Tuhan atas hidup kita, teruslah melayani.
Sikap melayani akan memelihara kita untuk terus hidup dalam tujuan Tuhan. Godaan, kesombongan atau penundaan mungkin akan datang untuk mengalihkan fokus kita tetapi terus ketahui cara kerjanya, karaterNya dan akui kedaulatanNya dengan mulai disiplin membaca FirmanNya.
Karena kedisplinan inilah yang akan merekablirasi ulang agar kita bisa terus mengenali cara kerjaNya, karakterNya dan mengakui kedaulatanNya, dan Tuhan akan mengarahkan, meluruskan dan memperjelas langkah kita.
Kelilingi hidup kita dengan orang-orang yang selfless dan menghidupi tujuan Tuhan atas hidup mereka. Orang-orang yang hidup melebihi dirinya sendiri, tertanamlah di komunitas orang percaya karena ada kekuatan ekstra dalam menghidupi tujuan Tuhan atas hidup kita secara bersama-sama.



