“Par 5” By Ps. Jeffrey Rachmat

JPCC Online Service (5 July 2020)

Selamat Ulang Tahun yang ke-21 JPCC! Semua jemaat dan volunteers, saya ingin mengucapkan terima masih untuk semua support, dukungan dan usaha kalian semua baik dalam bentuk yang nyata maupun dalam doa, Kami tidak akan bisa ada tanpa bantuan anda semua.

Terima Kasih dan biar Nama Tuhan dipermuliakan atas kehidupan kita semua.Bulan ini juga kita akan membahas tema yang menarik yaitu Purpose, alasan mengapa sesuatu itu ada.

Ketika bakat, kemampuan dan karunia yang dimiliki seseorang bertemu dengan kebutuhan orang banyak, disanalah terletak tujuan hidup orang tersebut – A.R Bernard.

Tujuan hidup kita bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk melayani dan untuk keuntungan orang lain. Hidup dengan sesuai kita diciptakan akan memberikan perasaan penuh, puas atau fulfillment.

Meskipun cape luar biasa dan bahkan sampai tidak dibayar sekalipun, tetapi kepuasan bisa didapat karena kita bisa mengeluarkan yang terbaik dari diri kita dan kita tahu berapa banyak orang yang diberkati karena apa yang kita lakukan.

Pada saat kita menghidupi tujuan hidup kita, disanalah kita bertumbuh dan berbuah banyak. Tujuan hidup dan Rencana Tuhan seringkali menjadi topik penting bagi kehidupan orang percaya. Purpose adalah tentang mengapa sesuatu atau seseorang diciptakan.

The man who knows how will always have a job. The man who knows why will always be his boss – Ralph Waldo Emerson.

Mari kita mulai pelajaran hari ini dari ayat berikut.

Opening Verse – Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1:26‭-‬28 TB

Kata supaya di ayat 26 ini penting, ayat 26 juga menjelaskan tentang rencana Tuhan bagi penciptaan manusia dengan tujuan yang jelas. Kenyataan bahwa manusia diciptakan karena rencana Tuhan atas hidupnya sudah jadi. Berkat diberikan Tuhan kepada Manusia agar kita mampu melakukan apa yang Dia rencanakan.

What God calls you to do, God has gifted you to do.
Karena yang punya tujuan selalu ingin memastikan bahwa tujuannya tercapai. Sama juga dengan perusahaan yang menciptakan sebuah produk dan ingin agar produk tersebut berhasil karena nama perusahaan dipertaruhkan disana.

Demikian juga dengan Tuhan, Dia ingin agar kita semua berhasil karena nama Tuhan dipertaruhkan atas kehidupan kita.Itu sebabnya mengapa produk yang kita beli selalu diselipkan buku panduan atau manual book oleh Penciptanya.

Tujuannya agar pembeli bisa mempelajari dan bisa memakai produk dengan maksimal.Kalau kita malas membaca buku panduan dan mengakibatkan kita tidak bisa memakai produk tersebut dengan maksimal atau malah merusaknya, besar kemungkinan karena kita tidak mengikuti instruksi yang diberikan dan ada dalam buku panduan tersebut.

Di dalam ayat 28 diatas, Tuhan juga memberikan rencanaNya kepada manusia. Ayat 28 ini sama dengan ayat 26, Tuhanlah yang mewahyukan dan memberitahukan RencanaNya kepada manusia, dan juga memberikan buku panduan berupa Alkitab kepada kita semua.

Kalau kita belum menerima JanjiNya, mungkin saja itu karena kita belum mengikuti instruksi dan hidup seusai apa yang Dia mau dan ada di Alkitab.

Ayat diatas sangat penting karena dari sini kita mendapatkan pola.

Pertama, adalah Tujuan atau Purpose sebelum manusia ada.

Kedua, adalah penciptaan.

Ketiga, adalah proses berkat dan berbicara mengenai potensi, suatu kekuatan yang tersimpan di dalam diri setiap orang dalam bentuk talenta, kemampuan, atau karunia.
Keempat, baru Tuhan mewahyukan dan memberikan RencanaNya, atau dikenal dengan Destiny. Purpose dan Destiny sama tetapi letaknya berbeda.

Purpose – You – Blessing – Destiny.

Kita sudah mendapatkan tujuan manusia untuk Tuhan ciptakan secara garis besar, yaitu untuk bertambah banyak, memenuhi bumi dan menaklukannya.

Pertanyaannya, bagaimana kita dapat mengerti Tujuan Tuhan yang khusus untuk setiap dari kita?

Supporting Verse – Firman Tuhan datang kepadaku, bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH ! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” Tetapi Tuhan berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan .” Yeremia 1:4‭-‬8 TB

Ini adalah tujuan hidup Tuhan kepada Yeremia, dan berikutnya kita kita lihat tujuan hidup yang Tuhan punya atas Rasul Paulus yang pada saat ini masih bernama Saulus, dan juga tujuan hidup Tuhan atas Simon dan Andreas.

Supporting Verse – Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Kisah Para Rasul 9:15‭-‬16 TB

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Markus 1:16‭-‬18 TB

Pekerjaan Simon dan Andreas sebelumnya sebagai nelayan cukup untuk menghidupi mereka dan keluarganya. Tetapi kisah hidup mereka berubah disaat bertemu dengan Yesus dan menjadi penjala manusia.Dari ketiga kejadian diatas, ketiganya Tuhanlah yang menyatakan dan mengambil inisiatif tentang apa tujuan hidup mereka. Dan mereke bertiga mempunyai pengalaman yang berbeda mengenai tujuan hidupnya.Yeremia dari sejak muda sudah diberitahukan akan tujuan hidupnya, dia tahu mau jadi apa dan apa yang dia mau kerjakan. Ada orang-orang seperti ini yang dari kecil sudah kelihatan bakatnya seperti apa, dan bisa menghidupnya saat dia besar.

Tetapi saya dapati bahwa tidak semua orang seperti Yeremia, yang sudah tahu persis akan apa yang akan dilakukan dalam hidupnya.Kebanyakan orang mungkin lebih mirip dengan Paulus, mentok dulu kesana kesini, gagal disana dan disini baru bisa menemukan tujuan hidupnya.

Atau bisa seperti Simon dan Andreas yang mengerjakan apa yang ada di tangan mereka sampai suatu hari Tuhan datang ke dalam hidup mereka.

Ilustrasi – Tujuan orang bermain golf adalah untuk memasukan bola golf ke lubang yang sudah ditentukan. Ada 18 lubang yang tersebar di dalam lapangan golf, dan terbagi dalam 3 bagian. Ada yang namanya Par 3, Par 4 dan Par 5.

Di Par 3, diharapkan pemain memasukan bola dari start ke lubang dengan 3 kali kesempatan. Bisa juga kurang, atau bisa juga lebih dan tergantung dari keahlian masing-masing. Dari Par 3 ini tujuan untuk pemasukan bola juga begitu jelas, dan ini mengingatkan saya akan Yeremia.

Orang-orang yang dari sejak muda sudah tahu mau jadi apa sehingga mereka mengarahkan semua energi dan fokus untuk mencapai tujuan hidupnya. Orang yang hidup di Par 3 juga tentu tetap memiliki tantangan seperti ada medan pasir dan juga memastikan agar bola golf yang dipukul bisa melewati air danau.

Selanjutnya untuk Par 4, pemain diharapkan bisa menggunakan 4 kesempatan memukul bola golf dari start sampai tujuan akhir Par 4.

Jaraknya juga jauh lebih panjang daripada Par 3, dan berbeda juga dengan Par 3, karena dari start di Par 4 juga kita tidak bisa melihat tujuan akhirnya. Kita harus memukul bolanya secara perlahan-lahan agar bisa mengarahkan pelan-pelan agar bisa terlihat tujuan akhirnya. Orang yang ada disini perlu 1-2 pekerjaan terlebih dahulu untuk kemudian dia bisa menemukan rencana Tuhan dalam hidupnya.

Tetapi kebanyakan orang ada di dalam Par 5, saya adalah contohnya, gagal dulu disini, berusaha terus bekerja dan masih juga belum menemukan. Di Par 5, kalau kita lihat dari start tujuannya panjang sekali dan bisa lebih dari 500 meter.

Tidak mungkin kita bisa langsung memukul bola golf dan langsung sampai tujuan akhirnya, apalagi ada begitu banyak pohon dan kita tidak bisa melihat tujuannya dari awal.

Kita harus melihat apa yang ada di depan mata kita, harus memukul beberapa kali tanpa mengetahui lokasi yang ideal untuk mencapai tujuan akhirnya. Tetapi kita tetap melakukan progress, dan mungkin dari pukulan ketiga, kita bisa mulai melihat tujuan yang harus kita capai.

Banyak orang menurut saya lebih mirip Par 5 daripada Par 3. Par 3, Par 4 dan Par 5 sama-sama mempunyai tantangan tersendiri. Percayalah baik kita orang Par 3, Par 4 atau Par 5, ketahuilah bahwa Tuhan mampu untuk menemukan kita dimanapun kita berada.

Saya ingin memberikan penguatan bagi beberapa di antara kita yang mungkin sampai hari ini belum menemukan tujuan hidup. Jangan kuatir karena Tuhan sanggup untuk menemui kita.

Tetapi apa yang terjadi jika kita mau melihat dulu dan tidak mau mencoba dan bergerak sama sekali? Takut sia-sia dan berbuat salah?

Tidak bisa, karena kita harus bergerak. Itu sebabnya terkadang Tuhan mau agar kita memakai Iman dan common sense, melihat peluang yang ada dan mencoba melakukan sesuatu dengan apa yang kita temukan di tangan kita.

Sebenarnya, daripada bingung mencari tahu apa yang menjadi tujuan hidup kita. Yang lebih penting adalah menemukan talenta, bakat dan kemampuan yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita dan menggunakannya.

The meaning of life is to find your gift,  the purpose of life is to give it away – Pablo Picasso.

Temukan apa yang kalian senang lakukan dan juga memberkati orang lain. Kalau kalian senang melakukan, tetapi hanya untuk keuntungan diri sendiri dan tidak menguntungkan orang lain, itu namanya Hobby.

Kalau kalian bisa melakukannya dan menguntungkan orang lain, tetapi lebih karena keadaan, dan tidak memberikan energi setiap kali kalian bangun pagi, itu namanya Pekerjaan.

Pekerjaan bukan sesuatu yang jelek, kita dapat gaji sehingga dapat membiayai hidup kita sendiri. Kalau kita punya pekerjaan, kerjakan dengan begitu baik dan sungguh-sungguh sampai suatu hari Tuhan membukakan pintu untuk kita.

Ketahuilah bahwa tidak ada yang sia-sia di dalam Tuhan karena perjalanan kita dalam menemukan tujuan hidup tidak kalah pentingnya dengan tujuan hidup itu sendiri.

Karena di dalam perjalanan hidup itulah karakter kita dibentuk, dan Tuhan tahu bahwa tanpa karakter yang baik dan matang, kita pasti tidak dapat melakukan rencanaNya dengan baik.

Sebelum bertemu dengan Yesus, Simon dan Andreas hanyalah pekerja untuk dirinya sendiri, sekarang setelah mereka berkata “Iya” pada panggilan Tuhan, mereka menjadi murid dan seorang Hamba Tuhan, Hidupnya bukan untuk diri mereka sendiri tetapi untuk melayani banyak orang.

Kalau mereka tetap menjadi Nelayan, tidak ada di antara kita yang mengenal nama mereka. Tetapi karena mereka merespon panggilan Tuhan, hidup mereka menjadi begitu berarti dan signifikan. Kita menjadi kenal nama mereka.

Tentu tingkat kepuasan berbeda jika kita tanya mereka dalam menjadi penjala ikan atau penjala manusia. Meskipun kita tahu bahwa mereka adalah Hamba Tuhan, mereka harus tetap melalui cobaan dan kesulitan, dengan bahaya yang ada.

Tetapi mereka tidak mundur karena mereka sudah menemukan tujuan hidup mereka. Namun yang paling utama dan harus dilakukan adalah membangun hubungan kembali dengan Tuhan.

Meskipun kita adalah orang Par 3 yang semenjak kecil sudah tahu akan tujuan hidup kita, tanpa Tuhan semuanya akan sia-sia. Sebab semua bakat, talenta, kemampuan dan karunia yang Tuhan tempatkan dalam hidup kita adalah untuk kemuliaan NamaNya.

You were made by God and for God, and until you understand that, life will never make sense – Rick Warren.

Kata dosa dalam bahasa Yunani diambil dari kata “Hamartia” dengan artian “to miss the mark”, atau meleset dari sasaran. Dosa menyebabkan manusia mengenal yang namanya sia-sia atau tidak hidup sesuai dengan tujuannya.

Buat kita yang merasa seperti ini akhir-akhir ini, merasa tidak punya hubungan dengan Tuhan, inilah kata Yesus.

Supporting Verse – Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14:6 TB

Terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka keselamatan, pengampunan dosa dan kehidupan yang kekal akan menjadi bagian kita, dan rencana Tuhan akan menjadi nyata dalam hidup kita.