JPCC Sutera Hall 2nd Service (1 June 2025)
Selamat datang, Hari ini, khususnya saya memberikan judul kotbah saya “Saksi Kristus”. Sekaligus, welcome, kepada anak-anak dan teman-teman dari Grade 10 sampai 12 bersama dengan kita hari ini. Itu sebabnya juga sebagian besar dari yang melayani di tim Praise & Worship adalah dari mereka semua. Kita baru saja memperingati hari kenaikan Yesus kembali ke surga. Tentunya peristiwa yang sangat penting buat kita, orang percaya, tentunya selain natal dan paskah, peristiwa kenaikan Yesus ini merupakan peristiwa yang sangat penting karena peristiwa ini menggenapi misi daripada Yesus datang ke dunia, yaitu untuk menyatakan siapa Tuhan, dan memberitakan berita tentang Kerajaan Allah untuk melayani, mengutus dan memulihkan segala sesuatu kembali kepada Kemuliaan Tuhan.
Kita sudah mendengar melalui kotbah-kotbah di minggu sebelumnya bahwa selama 40 hari, Yesus sering menunjukkan diriNya kepada banyak orang dan juga murid-muridNya, sekaligus mempersiapkan mereka untuk melanjutkan misi Kerajaan Allah. Sebelum Dia diangkat ke surga, Yesus juga menyampakan pesanNya yang terakhir. Pesan terakhir selalu penting untuk diingat.
Opening Verse – [8] Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” [9] Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Kisah Para Rasul 1:8-9 TB
Jadi ini satu kalimat, Kamu akan menerima Kuasa, dan Roh Kudus turun agar kita bisa menjadi saksi di Yerusalem, Yudea dan sampai ke ujung bumi. Sesudahnya, terangkatlah Yesus ke surga. Kita perlu tahu bahwa setelah Yesus bangkit dari kematian, Dia memakai “Tubuh yang sudah mengalami kebangkitan”, tentu tubuh yang berbeda dengan tubuh sebelum Dia bangkit. Ini adalah “His Glorified Body”, Dan dalam keadaan itu, Yesus terangkat ke surga.
Bayangkan, bahwa Kejadian ini terjadi sebelum ada yang namanya pesawat terbang dan drone, atau benda-benda yang diciptakan manusia untuk bisa melayang keatas. Kira-kira jka kita berada disana, kita tentu akan kaget dan tercengang, bukan? Kemungkinan besar kita tidak akan diam saja.
Tetapi sebelum Dia naik ke surga, Dia memberikan pesan yang sangat penting bahwa kita akan menerima Roh Kudus, Kuasa dan juga akan menjadi SaksiNya. Menjadi Witness, menjadi Saksi yang tugasnya memberitakan apa yang sudah mereka lihat, dengar tentang Yesus. Tentang KehidupanNya, KematianNya, KebangkitanNya, tentang apa yang sudah diajarkan selama ini tentang Kerajaan Allah. Dan Yesus juga mau mereka menjadi saksi dengan kekuatan yang datang dari Roh Kudus dan bukan dari kekuatannya sendiri.
Supporting Verse – [4] Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang – demikian kata-Nya – ”telah kamu dengar dari pada-Ku. [5] Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Kisah Para Rasul 1:4-5 TB
“Wait for the Promise” atau menantikan Janji Bapa, Yesus melarang murid-muridNya untuk pergi menjadi Saksi sebelum mereka dipenuhi oleh Roh Kudus. Yesus tidak mau murid-muridNya menjadi saksi dengan kekuatan mereka sendiri. Yesus mau memastikan akan penyertaan dan pimpinan Roh Kudus, artinya Yesus tidak mau mengutus mereka tanpa memperlengkapi mereka terlebih dahulu.
Don’t do it without the Holy Spirit. Ini berarti jika kita menjadi saksi, maka menjadi saksi merupakan suatu pekerjaan yang serius. Yesus ingin memastikan agar mereka menjadi saksi yang menguatkan dan bukan sebaliknya melemahkan orang lain. Kenaikan Yesus ke surga bukanlah akhir daripada PelayananNya, tetapi merupakan penegasan bahwa MisiNya sekarang dipercayakan kepada kita semua yang percaya kepadaNya.
Apa itu MisiNya yang perlu kita lakukan?
Supporting Verse – [18] Yesus mendekati mereka dan berkata: ”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. [19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, [20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:18-20 TB
Jadi, Yesus naik ke surga bukan untuk meninggalkan kita tetapi untuk mengutus kita, Yesus menjanjikan bahwa Roh Kudus akan turun dan memberikan kita Kuasa agar kita, murid-muridNya menjadi saksi yang kuat, berani, setia dan mempunyai dampak bukan hanya di Yerusalem, tetapi ke Yudea dan sampai ke seluruh bumi.
Artinya, kita mempunyai tujuan dan tugas yang lebih besar daripada sekedar menantikan KedatanganNya yang kedua kali. Sementara itu belum terjadi, ada tugas yang perlu kita lakukan dan tidak kalah pentingnya. Kita diminta untuk menjadi saksi, representatif, ambassador, duta bagi Kristus dan kita harus melakukannya dengan benar supaya menarik banyak orang untuk mau menjadi anak-anak Tuhan. Karena kalau kita sebaliknya menjadi saksi yang melemahkan, siapa yang mau ikut Yesus?
Supporting Verse – [14] Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. 2 Korintus 2:14 TB
Artinya, Kita dipanggil untuk menyebarkan keharuman tentang pengenalan akan Tuhan kemana-mana. Itu sebabnya penting untuk kita mengenal dan mengalami Tuhan terlebih dahulu supaya Tuhan bisa pakai kita untuk menyebarkan pengenalan akan Kristus dengan harum. Sungguh suatu Privilege! Karena sebagai manusia yang penuh dengan kelemahan dan kerentanan akan dosa, yang penuh dengan hal-hal yang kurang di mata orang lain, tetapi kita dipilih untuk menjadi DutaNya Kerajaan Allah dan mewakiliNya di bumi ini.
Sama seperti jika kita dipilih untuk menjadi duta besar Indonesia bagi sebuah negara, tentu sebuah kebanggan karena itu mewakili pemerintah Indonesia terhadap negara asing, artinya semua gerak-geriknya dan apa yang diucapkan mewakili Indonesia. Semua transaksi yang dia katakan mewakili negara kita. Untuk itu, sebelum seseorang diutus menjadi duta besar, pasti dipersiapkan terlebih dahulu. Tidak mungkin main putus begitu saja.
Sama juga dengan jika Tuhan mau kita menjadi Duta besarNya di dunia, maka Tuhan punya kepentingan untuk memastikan bahwa hidup kita berkemenangan dan cara berpikir kita selaras dengan cara berpikir Kristus. Sebab kalau tidak lucu, apa yang dikatakan oleh pemerintah dan dutanya menjadi tidak sinkron. Itu sebabnya kita butuh Roh Kudus supaya pemikiran kita bisa diperbaharui terus menerus, supaya kita bisa hidup berkemenangan. Sehingga hidup kita jadi lebih menarik daripada hidup-hidup orang yang belum percaya dengan Tuhan.
Bukan berarti kita tidak akan bertemu dengan persoalan, bahkan bisa jadi persoalan yang kita hadapi jauh lebih besar dari orang yang belum mengenal Tuhan, tetapi respon kita berbeda. Jadi jangan hidup dengan ilusi bahwa jika kita kenal Tuhan maka kita tidak akan bertemu masalah dan persoalan, bisa jadi malah lebih banyak tetapi kita bisa merespon berbeda karena ada Roh Kudus yang menolong dan memberikan kekuatan. Roh Kudus disebut dan dikenal sebagai penolong dan penghibur, Kita butuh itu, kita sering menjadi putus asa dan perlu dihibur oleh Roh Kudus.
Dan untuk menjadi saksi yang menguatkan, kita perlu bicara fakta, tidak boleh berbohong dan harus bisa berbicara dengan akurat. Oleh karena itu kita butuh Roh Kudus agar bisa bicara dengan akurat dan ingat akan apa yang Yesus pernah katakan kepada kita. Kita sebagai manusia pelupa dan suka lupaan, apalagi kalau sudah mulai berumur. Itu sebabnya kita perlu Roh Kudus untuk diingatkan kembali akan apa yang pernah dikatakan oleh Yesus.
Sebagai Duta Besar Kerajaan Surga, maka pasti kita akan mendapatkan support dan Roh Kuduslah yang membawa perubahan dalam kehidupan kita. Hidup kita ada tujuannya dan bukan sembarangan lagi, hidup intentional karena kita tahu bahwa Tuhan punya rencana atas hidup kita. Hidup kita sekarang dipenuhi sukacita, damai Sejahtera supaya kita bisa menjadi saksi yang menguatkan. Hidup kita sekarang lebih menarik dan tidak lagi membosankan. Inilah Karya Roh Kudus untuk kita menjadi saksi Kristus di bumi ini.
Memang tidak bisa dipungkiri ada orang-orang yang sudah menerima Yesus, sudah menjadi Kristen dan sudah datang ke gereja, tetapi cara berpikirnya “kosmetik”, artinya tidak sama dengan cara berpikir Kerajaan Allah. Itu sebabnya pemikiran kita perlu terus diperbaharui, dan mengapa bulan lalu tema kita adalah “renewal of the mind”. It’s not an event but a never-ending process. Setiap hari, ada saja cara berpikir kita yang perlu diperbaharui.
Itu sebabnya kenapa penting kita datang ke gereja agar cara berpikir kita ditantang dan diperhadapkan oleh kebenaran. Dan pilihan ada di tangan kita, apakah kita mau memakai dan mengganti cara berpikir kita atau memakai dan menggantinya dengan cara kebenaran Firman Tuhan?
Tidak bisa dipungkiri memang ada orang-orang yang menjadi saksi yang melemahkan dan menjadi batu sandungan, hidup tanpa tujuan, seenaknya, penuh dengan kekecewaan, menyimpan kepahitan, dendam, tidak mau memaafkan dan egois. Tidak bisa dipungkiri tentu ada, yang menjadi pertanyaan adalah “What kind of Jesus are we projecting? Yesus seperti apa yang kita gambarkan kepada dunia?”
Bagaimana kita bisa membuat orang lain tertarik kepada Yesus, atau bagaimana kita memuridkan orang lain kalau hidup kita tidak mewakili dan mencerminkan keberadaan Yesus?
Selama Yesus ada di dunia, Yesus tidak hidup untuk diriNya sendiri, Dia menyatakan siapa BapaNya di surga. Dunia mengenal Allah melalui kehidupanNya, Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia.
Supporting Verse – [7] Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” [8] Kata Filipus kepada-Nya: ”Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” [9] Kata Yesus kepadanya: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. [10] Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. [11] Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Yohanes 14:7-11 TB
Apa yang Yesus katakan dan kerjakan menggambarkan tentang BapaNya di surga, jadi kita bisa mendapatkan gambarkan Tuhan itu seperti apa dari apa yang Yesus katakan dan kerjakan.
Kalau melihat Yesus yang gampang tergerak oleh belas kasihan, karena memang Bapa di surga penuh dengan Kasih Karunia dan Tuhan yang maha penyayang. Kalau ada orang yang sakit, Yesus berhenti dan sembuhkan, karena Bapa di surga adalah Tuhan yang menyembuhkan. Kalau Yesus sudah membuat mukjizat, karena Bapa di Surga adalah Tuhan yang penuh dengan kuasa.
Yesus adalah Pribadi yang penuh kehidupan, sukacita dan damai Sejahtera, serta disukai banyak orang. Kalau kita baca Firman Tuhan, gambaran itulah yang kita temukan. Banyak di antara kita gagal menjadi wakil Kristus karena kita tidak mengenali siapa yang kita wakili. Makanya mungkin karena itulah banyak orang dunia yang malas berteman dengan orang Kristen, karena mereka tidak tahu siapa yang sedang mereka wakili.
Yesus ada di dunia ini tidak seperti yang kebanyakan dari kita pikirkan. Yesus tentu bukan seorang Pribadi yang membosankan, Yesus adalah pribadi yang menyenangkan dan seharusnya kita juga mencerminkan itu disaat kita menjadi duta besarNya.
Sharing Ps. Jeffrey – Minggu lalu saya mewawancari pasangan yang mau menikah dan saya sudah melakukan ini selama 25 tahun. Dulu disaat melakukan ini, saya selalu memperhatikan tahun kelahiran orang tuanya. Dulu tahun kelahirannya jauh dari tahun kelahiran saya, tetapi sekarang-sekarang ini saya lihat tahunnya sudah mirip-mirip dan bahkan beberapa sudah jauh lebih muda.
Yang saya mau nikahkan minggu depan adalah teman dari anak saya. Begitu selesai wawancara, mereka berkata “Sekarang kita tahu darimana Kevin (anak saya) mendapatkan semuanya ini. Disaat saya berbicara, kami seolah-olah melihat Kevin di dalam diri anda, baik dari gaya berbicara, gesture, dan bahkan saat saya berjalan”.
Kira-kira seperti itu, Tuhan mau disaat ada orang yang berinteraksi dengan kita, mereka menjadi ingat Yesus. Sama seperti Yesus bilang, “If you see me, you will see my Father”. Yesus adalah pribadi yang penuh dengan kehidupan, sukacita dan damai sejahtera. Tidak heran, kemana Dia pergi dan mengajar, orang sampai lupa makan dan berbondong-bondong mengikutiNya, agar tidak ketinggalan apa yang sedang Yesus bicarakan.
Supporting Verse – [28] Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, [29] sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka. Matius 7:28-29 TB
Bahkan Mukjizat-mukjizat yang Dia lakukan tidak pernah sama. Karena Yesus merepresentasikan BapaNya di surga, dan Bapa di surga adalah Tuhan yang mencipta. Sisi kreaktifitas Tuhan ini yang akan kita bahas dalam beberapa minggu ke depan sehingga kita punya pemgertian siapa Tuhan yang kita sembah dan bagaimana kita bisa menjadi saksi yang menguatkan untukNya.
Dari kejadian di pasal pertama, Tuhan sudah memperkenalkan DiriNya sebagai Elohim, Tuhan yang mencipta, dari yang tidak ada menjadi ada. Tuhan adalah sumber dari segala kehidupan, waktu, ruang dan segala yang ada.
Supporting Verse – [1] Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1 TB
Tuhan juga bukan hanya sekedar Tuhan yang mencipta, tetapi Tuhan juga adalah Tuhan yang organized. Kalau kita mencermati proses penciptaan dari hari pertama sampai hari keenam, kita bisa temukan bahwa Tuhan menciptakan dengan keteraturan karena Tuhan punya rancangan, rencana dan tujuan.
Hari pertama sampai hari Ketiga, Tuhan membentuk lebih dulu atmosfirnya. Dan di ayat keempat sampai keenam, Tuhan mulai memenuhi atmosfir tersebut dengan berbagai mahluk hidup. Semuanya dirancang untuk menunjang dan memastikan adanya kelangsungan hidup, itu sebabnya manusia diciptakan di hari yang terakhir, karena setelah manusia ada, semua yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup telah ada dan tersedia. Begitu juga untuk tumbuhan dan binatang-binatang di hari sebelumnya. Semua yang Tuhan ciptakan ada strukturnya.
Itulah Tuhan yang kita sembah, Dia menyediakan semua yang kita perlukan. Tuhan menciptakan semuanya dengan perkataanNya, kecuali manusia. Karena manusia dibentuk agar serupa dan segambar dengan Tuhan, Imago Dei, dan itu sebabnya manusia punya kemampuan untuk berkreasi.
Tuhan menciptakan dengan FirmanNya. Dan itu sebabnya kita juga punya kemampuan untuk menciptakan dengan perkataan kita. Oleh karena itu, hati-hati dengan setiap perkataan yang keluar dari mulut kita. Your words can create your world. Kalau kita bilang bahwa jaman sekarang bisnis lagi susah, maka bisnis kita adalah susah. Bukan karena Tuhan tidak bisa memberkati kita tetapi karena kita yang menciptakannya sendiri. Dan jika banyak orang berkata bahwa masa atau tahun ini susah, itu sebabnya kita bukan semua orang, karena kita sudah dipenuhi oleh Roh Kudus, dan sebagai Duta Kristus, tentu kita harus berbeda. Duta harus berbeda, kenapa harus sama?
Jadi, Hati-hati dengan omongan kita, utamanya kepada anak-anak kita. Jangan dengan mudah mengatakan anak kita “bandel”, karena jika itu benar-benar terjadi maka kita akan bingung jadinya. Atau ada suami atau istri yang suka merendahkan pasangannya sendiri, dan suatu ketika bingung akan pendapat pasangannya, padahal itu semua karena mereka sendiri yang suka merendahkan pasangannya sendiri sebelumnya.
Sewaktu manusia jatuh dalam dosa, kemampuan untuk berkreasi ini tidak diambil dan masih ada, tetapi yang hilang adalah kemuliaan Allah. Itu sebabnya manusia masih bisa berkreasi dan bahkan bisa mengeluarkan kreatifitasnya untuk berbagai macam hal termasuk hal yang jahat dan tidak berkenan kepada Tuhan.
Supporting Verse – Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, Roma 3:23 TB
Berita baiknya, kita sudah ditebus oleh Yesus, melalui DarahNya yang kudus, diangkat menjadi anak-anak Allah, dan diberikan Kuasa oleh Roh Kudus supaya kita hidup berkemenangan atas dosa dan hidup berkelimpahan, Roh Kuduslah yang menjadi pribadi dan membuat perbedaan dalam kehidupan orang percaya. He brings beauty out of brokenness.
Jadi jika saudara dalam keadaan hancur-hancuran, dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, kita dipenuhi Roh Kudus dan pikiran kita diperbaharui, maka dari hancur atau brokenness, bisa keluar sesuatu yang sangat Indah, karena Dia adalah Tuhan yang menciptakan.
Roh Kudus mampu untuk memperlengkapi orang-orang biasa seperti saya dan muridNya dengan KuasaNya dan Karunia, Roh Kudus sanggup membuat segala sesuatu menjadi baru. Bahkan Dia bisa membawa kehidupan pada sesuatu yang sudah mati.
Supporting Verse – Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Yohanes 6:63 TB
Dimana ada Roh Kudus, disanalah Kreatifitas mengalir. Jadi, orang yang penuh Roh Kudus bukan aneh, justru mereka adalah orang-orang yang tidak pernah kehilangan ide dan putus asa, orang-orang yang selalu bisa mendapatkan sesuatu dan hal-hal yang baru, mimpi, kreasi dan visi yang baru. Mereka tidak cepat menyerah dan selalu bisa menemukan pengharapan dalam Kristus.
Supporting Verse – “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.” Yohanes 15:26 TB
Semakin kita penuh dengan Roh Kudus, semakin kehidupan kita akan menjadi saksi yang menguatkan orang lain.
Supporting Verse – Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 31:2 “Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel l bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, 31:3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, 31:4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; 31:5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan. Keluaran 31:1-5 TB
Orang yang dipenuhi Roh Kudus menjadi “skillful”, dan itu sebabnya Tuhan berkata “tunggu dulu”, tunggu sampai Roh Kudus turun memenuhi murid-muridNya. Karena tanpa Roh Kudus, kita lihat bahwa Petrus mau balik lagi ke pekerjaan lamanya untuk memancing, dan setelah dipenuhi Roh Kudus, Petrus tidak pernah lagi kembali memancing. Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang sangat kreatif. Itu sebabnya selalu menantang teman-teman sepelayanan untuk menciptakan sesuatu yang baru di gereja, baik itu berupa lagu yang baru atau pewahyuan dan ilustrasi kotbah yang baru, sebagai bukti bahwa Roh Kudus hadir dalam hidup kita.
Apa aplikasinya?
Kita harus menjadi murid terlebih dahulu sebelum memuridkan orang lain. Kita perlu Roh Kudus untuk memenuhi kita setiap hari dengan KuasaNya sehingga memampukan kita menjadi saksi yang kuat, mintalah itu melalui doa kita.
Persoalan kita tidak langsung berkurang, tetapi kita yang berubah menjadi lebih kuat, ada pertolongan, pimpinan, dan disaat kita sudah mengalami semua kebaikanNya, kita dipanggil menjadi saksi yang menguatkan orang lain.



