JPCC Sutera Hall 2nd Service (25 May 2025)
Apa kabarnya saudara semua? Bagi yang belum kenal, perkenalkan nama saya adalah Irwan Rosali, salah satu Small Group Pastor di JPCC. Saya punya 4 anak, lelaki semua, jadi stamina sungguh sangat penting. Dan ini adalah kotbah saya yang kedua di Sutera Hall. Kita sekarang ini hidup di dunia yang berubah begitu cepat dan serba instant. Dan dalam beberapa menit saja, kita bisa mendapat begitu banyak informasi dan pengajaran dengan sangat cepat, apalagi bisa lewat media sosial dan AI. Kalau kita tidak hati-hati, tanpa sadar banyaknya informasi dan pengajaran yang kita terima ini bisa mengubah pola pikir dan bahkan mentransformasi hidup kita ke arah yang tidak sesuai dengan rencana Tuhan dalam hidup kita.
Opening Verse – [2] Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Roma 12:2 TB
Ayat ini tidak mengatakan bahwa kita bisa membedekana mana yang baik dan benar, karena baik dan benarnya setiap orang bisa berbeda-beda, tetapi membedakan mana yang kehendak Allah dan bukan adalah “absolut” dan itu yang disampaikan ayat ini. Kalau kita percaya bahwa Tuhan adalah Pencipta kita, dan Dia tahu mana yang terbaik buat kita, maka kita harus mengikuti KehendakNya, karena itu penting untuk pikiran kita terus diperbaharui oleh Kristus, semakin serupa dan segambar denganNya agar kita bisa mengerti kehendak Allah untuk hidup kita dan melakukannya.
Karena kalau pikiran kita tidak diperbaharui, maka melenceng sedikit saja, hidup kita akan menjadi jauh dalam rencana Tuhan dengan seiringnya waktu berjalan. Dan disaat pikiran kita diperbaharui oleh Tuhan secara terus menerus, maka kita akan terus diperbaharui disaat kita melenceng sedikit, sehingga akhirnya, kita tetap akan berada di dalam rencana Tuhan yang luar biasa. Jadi, penting untuk pikiran kita terus diperbaharui dengan Kebenaran Firman Tuhan
Caranya bagaimana?
Pertama, hidup bersama Roh Kudus. Kita sudah membahas di minggu pertama karena melalui Roh Kudus, kita diberikan kemampuan untuk berpikir seperti Kristus.
Kedua, Mempelajari dan mengerti Firman Tuhan. Di minggu kedua, kita bahas bahwa Firman Tuhan adalah filter untuk menyelaraskan pikiran kita dengan pikiran Tuhan. Jadi, kita tidak sembarang “comot” pengajaran yang tidak baik, tetapi kebenaran Firman Tuhan akan menjadi landasan hidup kita.
Ketiga, Pastikan pikiran kita sesuai degan Kebenaran Kristus. Jika ada pikiran yang salah atau tidak jelas, tanyakan dulu, “Who told you that”, darimana pikiran itu, karena jika itu bukan dari Kristus, tentu tidak perlu dipikirkan lebih jauh lagi. Pikiran yang benar adalah Pikiran yang sudah ditaklukan kepada Kebenaran Kristus.
Renewed the mind atau Pembaharuan pikiran sangat penting karena cara kita berpikir, pola pikir kita, sangat menentukan kehidupan dan masa depan kita. Hari ini kita masuk di minggu keempat dari “Renewed mind leads to transformed life“, Pikiran yang diubahkan oleh Kristus akan menghasilkan kehidupan yang diperbaharui.
Suatu hari Tuhan berbicara kepada Musa bahwa Dia akan melepaskan bangsa Israel dari tangan dan jajahan mesir, Mungkin Musa berpikir bahwa itu hal yang luar biasa. Dan selanjutnya Tuhan juga berkata bahwa Dia akan mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir untuk masuk ke suatu daerah yang penuh susu dan madunya. Oleh karena itu, Tuhan selanjutnya menyuruh Musa untuk pergi ke Firaun dan keluarkan Bangsa Israel dari Mesir. Musa mungkin begitu kaget disaat mendengar ini dan meragukan dirinya.
Supporting Verse – [11] Tetapi Musa berkata kepada Allah: ”Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” Keluaran 3:11 TB
[10] Lalu kata Musa kepada Tuhan: ”Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.” Keluaran 4:10 TB
[13] Tetapi Musa berkata: ”Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.” Keluaran 4:13 TB
Akhirnya Musa tetapi Berserah dan taat, ini kuncinya. Walaupun Musa merasa tidak sanggup, dia tetap berserah dan taat. Dan setelah Musa melalui banyak pengalaman dengan Tuhan, suatu hari saat Bangsa Israel sednag ketakutan melihat tentara mesir yang datang menyerang, Musa bisa berkata seperti ini.
Supporting Verse – [13] Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: ”Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. [14] Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” Keluaran 14:13-14 TB
Apapun yang terjadi sebelumnya, Pemikiran Musa sudah diperbaharui. Yang tadinya memikirkan kesanggupan dirinya, dan sekarang menjadi memikirkan kesanggupan Tuhan. Iman Musa semakin diperbesar dan hidupnya menjadi berubah.
Contoh lain adalah Yusuf, anak yang paling dikasihi oleh Yakub, ayahnya dan karena itu dia dibenci oleh kakak-kakaknya. Suatu hari Yusuf sedang bermimipi dan mengatakan kepada kakak dan saudaranya bahwa suatu saat, mereka akan datang dan menyembah sujud kepadanya. Tentu kakak dan saudara Yusuf menjadi bertambah kesal karena Yusuf berkata seperti itu.
Supporting Verse – [8] Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: ”Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?” Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. Kejadian 37:8 TB
Yusuf terlihat kurang bijak disini, mungkin karena memang polos atau karena ingin menyombongkan diri, dan dia kemudian dijual oleh kakak-kakaknya, menjadi pekerja bawahan dan terus naik sampai menjadi personal assistant dari Potifar, meski kemudian difitnah, masuk penjara dan sampai akhirnya Yusuf bertemu dengan Firaun dan dipromosikan olehnya.
Supporting Verse – [41] Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: ”Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.” Kejadian 41:41 TB
Kalau Yusuf masih seperti yang dulu, mungkin dia akan menyombongkan diri kepada saudara-saudaranya disaat bertemu mereka kembali. Tetapi ada proses pembentukan Yusuf, dari dijual sampai akhirnya mendapat Kuasa untuk seluruh mesir. Selama proses pembentukan dirinya, pemikirannya juga diperbaharui, dan yang terjadi adalah sebagai berikut.
Supporting Verse – [4] Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: ”Marilah dekat-dekat.” Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: ”Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. [5] Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. Kejadian 45:4-5 TB
[20] Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. [21] Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.” Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. Kejadian 50:20-21 TB
Yusuf bukan menjadi sombong, sakit hati atau mau balas dendam, tetapi Dia hanya melihat kebaikan Tuhan. Dia terus melakukan kebaikan dan itulah yang terjadi saat pikiran kita diubahkan. Pada saat pikiran kita terus diperbaharui, hidup kita terus diubahkan, fokus kita menjadi berubah, yang tadinya ragu terhadap diri sendiri dan menjadi tidak berani untuk melangkah, menjadi sekarang berani melangkah, yang tadinya sibuk memperkaya diri sendiri, dan menjadi mengerti dan percaya bahwa Tuhan memakai kita untuk memberkati orang lain.
Our self-focus becomes Christ focus. Our Plan becomes His Plan.
Saya bisa bersaksi bahwa rencana Tuhan jauh, jauh lebih besar dari rencana kita sendiri. Pikiran yang menang adalah pikiran yang sudah ditaklukan pada Kebenaran Kristus, menghasilkan kehidupan yang mencerminkan karakter Kristus.
Maksudnya bagaimana? Semuanya ada dan dijelaskan di dalam Kolose 3, mari kita masuk lebih dalam. Kolose 3 dibagi menjadi 4 bagian.
Bagian pertama, di surga dan dunia.
Supporting Verse – [1] Kalian sudah dihidupkan kembali bersama-sama Kristus. Sebab itu haruslah kalian berusaha untuk mendapat hal-hal yang di surga, di mana Kristus memerintah bersama dengan Allah. [2] Arahkan pikiranmu pada hal-hal yang di situ, jangan pada hal-hal yang di dunia. Kolose 3:1-2 BIMK
Arahkan pikiran kepada hal-hal yang di surga dan bukan di dunia. Ini adalah bagian yang pertama.
Bagian kedua, adalah hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan dan ini adalah hal-hal dunia dan sifatnya “Mati”.
Apa saja itu? Kita diminta untuk meninggalkan pencabulan atau sexual immorality, hal-hal yang tidak senonoh, wawa nafsu, keinginan yang jahat termasuk mengorbankan dan menggunakan orang lain untuk kepentingan diri sendiri, serakah, marah, benci, caci maki, perkataan yang kotor dan berbohong.
Supporting Verse – [5] Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, [6] semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]. [7] Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. [8] Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. [9] Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, Kolose 3:5-9 TB
Kita dimintakan meninggalkan ini semua karena bagian yang Ketiga.
Supporting Verse – [10] Kalian sekarang sudah diberi hidup yang baru. Kalian adalah manusia baru, yang sedang diperbarui terus-menerus oleh Penciptanya, yaitu Allah, menurut rupa-Nya sendiri. Maksudnya ialah supaya kalian mengenal Allah dengan sempurna. Kolose 3:10 BIMK
Bagian Ketiga, Hidup yang baru dan diperbaharui terus menerus.
Bagian Keempat, kita perlu melakukan hal-hal yang Kudus dan berhubungan dengan hal-hal surga seperti Christ Values dan Practical.
Christ Values bentuknya adalah belas kasihan, baik hati, rendah hati, lemah lembut, sabar, saling mengampuni, saling mengasihi, kedamaian, saling mengajar dan memberi nasihat, berkomunitas, bernyanyi untuk Allah dengan perasan syukur, dan pastikan perilaku dan perkataan kita juga mewakili Tuhan Yesus.
Practical atau prakteknya bentuknya seperti Istri taat kepada suami dan suami harus saling mengasihi kepada istri, jangan kasar, anak-anak taat dan patuh kepada orang tua, ayah tidak menyakiti hati anak, dan lakukan semua tanggung jawab seperti untuk Tuhan. Ini semua ada di Alkitab.
Supporting Verse – [16] Hendaklah ajaran-ajaran Kristus yang penuh berkat meresap ke dalam hatimu. Hendaklah kalian saling mengajar dan saling memberi nasihat sebijaksana mungkin. Nyanyikanlah mazmur dan puji-pujian serta lagu-lagu rohani; bernyanyilah untuk Allah dengan perasaan syukur di dalam hatimu. Kolose 3:16 BIMK
Jadi bagi saudara yang belum ikut komunitas seperti DATE, ini adalah salah satu bagian dari hal-hal surga. Percayalah abhwa hidup kita tidak akan sama lagi disaat kita bertumbuh di dalam komunitas. Karena kita sudah diubahkan dan memiliki hidup yang baru, pikiran kita harus diarahkan ke hal-hal surga dan bukan hal-hal dunia. Pikirkan hal-hal surga supaya kita semakin serupa dan segambar dengan Kristus.
Pikiran yang menang adalah pikiran yang sudah ditaklukan pada Kebenaran Kristus menghasilkan kehidupan yang mencerminkan karakter Kristus.
Tuhan meminta kita untuk mengarahkan pikiran kita ke surga bukan supaya kita sengsara atau dikucilkan orang karena dianggap ketinggalan jaman atau tidak gaul, tetapi karena Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Semua hal-hal dunia tadi sifatnya sama, yaitu rasa enak, puas, lega dan nikmat yang hanya sementara saja, tetapi kerusakan yang dihasilkan bersifat jangka panjang.
Salah satu kenalan saya dari dulu hidupnya sangat bebas dengan hal-hal dunia seperti minum alkohol, rokok dan juga bergaul bebas dengan banyak wanita, belasan tahun dia hidup seperti itu tetapi sekarang dia bercerai, kesehatannya bermasalah seperti sakit jantung dan bermasalah ginjalnya, dan hanya bisa minum air dan teh saja.
Bohong, marah, dan serakah juga sama. Rasa lega dan puasnya hanya sebentar, tetapi hubungan yang rusak, luka batinnya bersifat jangka panjang.
Tuhan tahu yang terbaik untuk kita, Kasih dan Sabar akan lebih bisa menyentuh hari seseorang daripada hal-hal dunia seperti amarah. Pencabulan juga akan merusak pernikahan, serta bagaimana kita memilih pasangan hidup, itu sifatnya jangka panjang. Suami mengasihi istri, istri taat kepada suami, dan sebagai orang tua juga mendidik anak-anak tanpa berusaha menyakiti hati mereka. Hidup dan keluarga mereka tentu akan harmonis, solid dan damai.
Sikap rendah hati dan selalu melakukan segala sesuatu seperti untuk Kristus, itu akan membawa kita menjadi orang yang excellent, dan dimanapun kita ditempatkan, kita akan berhasil.
Akhirnya, dengan kita terus memikirkan pikiran kita dengan hal-hal surga, kita tidak dikucilkan dan justru kita bisa menjadi teladan dan berkat untuk orang lain, dan nama Tuhan yang dipermuliakan. Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Meski mungkin kita tidak mengerti saat ini, ada dua kata, Taat dan Nurut saja kepada Tuhan.
Bukan berarti dengan kita diubahkan dan pikiran kita diperbaharui, dan seketika kita menjadi sempurna dengan nilai-nilai surga tadi. Tentu tidak, makanya justru harus diperbaharui terus menerus dalam hidup kita. Sebagai ayah, jujur saya sudah berkali-kali gagal karena sudah menyakiti hati anak-anak saya, dan saya terus berubah dan semakin kita membiarkan Roh Kudus memimpin kita, terus mempelajari Firman Tuhan, pikiran kita akan terus diperbaharui semakin serupa dan segambar dengan Kristus. Dan karakter Kristus tadi menjadi semakin nyata dalam hidup kita.
Lalu bagaimana kita bisa berkompetisi, menghadapi orang-orang dunia yang suka sikut sana sini, serakah dan mau menang sendiri? Jawabannya adalah serahkan kepada Tuhan dan Dia yang akan mengaturnya. Di dalam kelemahan kita, Kuasa Tuhan semakin nyata.
Supporting Verse – [27] Sebab memang Allah sengaja memilih yang dianggap bodoh oleh dunia ini, supaya orang-orang pandai menjadi malu. Dan Allah memilih juga yang dianggap lemah oleh dunia ini, supaya orang-orang yang gagah perkasa menjadi malu. 1 Korintus 1:27 TB
Transformasi dan Mukjizat adalah bagiannNya Tuhan, Tugas kita adalah berserah penuh kepada Tuhan dengan terus mengarahkan pikiran kita kepada hal-hal surga. Terus perbaharui pikiran kita, hidup bersama Roh Kudus, pelajari Firman, menaklukan pikiran kita dengan Kebenaran Kristus sehingga kehidupan kita mencerminkan karakter Kristus.
Sharing Ps. Irwan – Pada saat kita dengan setia melakukan semua itu, you will be amazed. Saya sendiri tidak pernah berpikir bisa berada disini sekarang. Saya dulu selalu percaya satu hal bahwa diri saya jelek, pendek, bodoh dan tidak bisa apa-apa dan melakukan banyak hal.
Karena dari dulu semua orang di sekeliling saya berkata seperti itu. Saya mulai menerima kenyataan itu dan mulai berhenti berusaha, sampai akhirnya saya datang ke suatu kebaktian, saat sesi Praise and Worship, Tuhan menyentuh hati saya saat itu, dan Tuhan berkata “Irwan, You are my masterpiece”, dan mulai dari situ, saya mulai berhenti percaya apa kata orang dan hanya percaya apa kata Tuhan tentang diri saya. Saya terus mempelajari Firman Tuhan sehingga pikiran saya terus diubahkan.
Saya terus memperbaharui pikiran saya, ikut dalam komunitas dan terus melayani di gereja. Saya setia melayani dan memegang Firman Tuhan. Tentu perubahan saya ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi perlahan semua ini mengubahkan saya menjadi orang yang “PDKT”, Percaya Dalam Kuasa Tuhan.
Dan sewaktu saya diminta jadi Pastor 3 tahun lalu, pikiran yang sama muncul kembali bahwa saya tidak bisa dan bodoh, dan saya sempat mempertanyakan kepada Tuhan, “Siapa saya, Tuhan? Saya tidak bisa”, Dan ini terjadi setiap kali saya harus memberikan closing di kotbah, atau saat berkotbah dan memimpin ibadah pernikahan jemaat di JPCC, tetapi suatu hari Tuhan berkata “Stop fokus dengan siapa diri kita dan fokus dengan siapa Tuhan”.
Sejak saat itu, Saya fokus dengan apa yang Tuhan bisa lakukan dalam hidup saya, dan itu mengubah pikiran dan kehidupan saya. Dan kalau kita bicara soal Kuasa Tuhan, disini konteksnya saya adalah “Volunteer Pastor”, jadi saya juga ada sebuah usaha yang harus saya kelola selain pelayanan saya disini.
Saat itu mengelola bisnis saja sudah setengah mati dan saya merasa tidak sanggup dan berpikir untuk menolak panggilan untuk menjadi Pastor. Tetapi yang ada dalam pikiran saya adalah untuk taat, saya tentu tidak mau mengulang kejadian Yunus yang tidak taat kepada Tuhan.
Dan disaat saya taat dan saat saya masuk ke dalam rencana Tuhan yang saya tidak sanggup, Kuasa Tuhan terlihat nyata, sungguh, pada saat saya menjadi pastor, perusahaan saya, saat itu seketika banyak orang-orang di perusahaan saya yang resign dan pindah ke kompetitor. Saya sungguh tidak sanggup dan setelah itu ada satu, dua perusahaan besar yang mengambil kesempatan dan ingin “mengerjain” Atau mencelakakan perusahan saya ini.
Dan sungguh Tuhan bekerja, beberapa bulan setelahnya, Orang-orang yang ingin mencelakakan perusahaan saya di perusahaan-perusahaan besar ini Tuhan “pensiunkan”. Sampai akhirnya Tuhan juga yang bisa mengembalikan dan memperlengkapi tim di perusahaan saya yang sebelumnya banyak ditinggalkan oleh pegawai-pegawai lama kami.
Dan bukan hanya itu saja karena selain itu, kami sebelumnya juga semenjak awal-awal pernikahan sudah diberkati dengan dua anak, dan 5 tahun lalu kami memang ingin mencoba lagi untuk mendapatkan anak ketiga kami.
Dan disaat kami mencobanya, disaat pergi ke dokter. Istri saya mengalami keguguran dan dokter menginfokan bahwa anak kami tidak memiliki detak jantung. Dan kejadian yang sama ini terjadi selama 3 kali dalam beberapa tahun ke depan.
Sampai akhirnya, kami mendapat kesempatan kembali, istri saya hamil kembali dan kami berdua sudah menyiapkan hati disaat datang kembali ke dokter untuk melihat kondisi bayi, dan kali ini dokter mengatakan bahwa ada detak jantungnya, dan bukan hanya itu saja, tetapi istri saya juga akan hamil serta memiliki bayi kembar! Kami menangis dan bersukacita saat menerima kabar baik ini.
Tuhan mengubahkan saya untuk stop dengan usaha saya sendiri, Tuhan yang akan mengatur segala sesuatu sesuai dengan rencana Tuhan yang luar biasa. Hal yang sama juga bisa terjadi kepada kita semua.
Asalkan kita taat untuk mengikuti apa yang Tuhan sudah sampaikan tadi, biar pikiran kita terus diperbaharui, dan hanya melihat hal-hal surga, percaya bahwa Tuhan yang akan membawa kita ke suatu rencana yang kita tidak pernah pikirkan sebelumnya. Taat dan ikut, karena Tuhan tahu yang terbaik untuk kita, apapun yang kita pikirkan, Tuhan bisa melakukannya lebih baik lagi.



